Beranda blog Halaman 520

Hanya Islam Solusi Tepat Mengatasi HIV/AIDS

0
Fatimah, S.H. (ist)

Oleh:
Fatimah, S.H.
Pemerhati Remaja

Wilayah Balikpapan masuk zona merah HIV, homoseks dan pengguna narkoba suntik kelompok paling rentan. Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama lintas instansi dan relawan masyarakat memperkuat upaya pencegahan sekaligus penanganan. Kepala Dinkes Balikpapan menegaskan penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya bergantung pada layanan medis. Menurutnya, pencegahan di tingkat hulu harus menjadi prioritas melalui kolaborasi lintas sektor sebagai pencegahan sejak awal. (https://www.prokal.co/balikpapan/1776547941/gawat-balikpapan-masuk-zona-merah-hiv-homoseks-dan-pengguna-narkoba-suntik-kelompok-paling-rentan)

Sementara itu, penyebaran HIV di Kota Bontang juga masih mengintai sejumlah kelompok masyarakat. Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, menyebut ada tujuh basis kelompok yang menjadi prioritas skrining, yaitu perkumpulan waria, gay, ibu hamil, penderita tuberkulosis paru, penderita Infeksi Menular Seksual (IMS), pekerja seks, serta warga binaan kemasyarakatan.

Dari data Dinkes, sepanjang 2024 Bontang mencatat pemeriksaan HIV terhadap 7.537 orang atau melampaui target pusat sebanyak 5.574 orang. Hasilnya, ditemukan 65 kasus positif, dengan 5 orang meninggal dunia. Sementara di tahun 2025, target yang ditetapkan sebanyak 5.573 orang. Hingga Agustus baru 3.060 orang yang diperiksa, dan 20 orang dinyatakan positif. (pusaranmedia.com/11/09/2025)

Adapun meningkatnya kasus HIV Aids di beberapa daerah karena maraknya perilaku pergaulan bebas dan juga menyimpang (homoseksual). Perilaku menyimpang ini ternyata terus meningkat terutama di kalangan generasi muda.

Hal ini merupakan akibat dari diterapkannya sistem sekuler. Agama hanya sekedar formalitas dan hanya dipakai untuk ibadah mahdoh saja, bukan sebagai pengatur kehidupan. Bahkan ada slogan yang dikenal di masyarakat, yaitu “Terserah gue mau ngapain! Atau gak usah bawa-bawa agama!”

Tidak heran jika saat ini halal haram sudah tidak menjadi standar perbuatan, melainkan kepuasan diri dan nafsulah yang jadi standar. Klo seperti ini, budaya Barat mudah deh masuk ke tengah masyarakat dan menjadi standar kehidupan sekarang. Contoh kaum Pelangi. Seperti yang kita tau di Barat perilaku kaum Sodom ini diperbolehkan bahkan diapresiasi, bahkan kelompok Pelangi terorganisir membuat penyebarannya meningkat, ketika sudah terlanjur sulit untuk keluar.

Untuk mengatasi ini sangat sulit jika hanya mengandalkan individu saja, tapi juga butuh support dari negara dalam memperkuat aqidah umat. Padahal support sistem yang paling kuat itu ada pada Islam. Dalam Islam, perilaku homoseks ini hukumnya haram. Nabi bersabda: “Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti perbuatan kaum Nabi Luth.” (HR. Ahmad).

Untuk mengatasi maraknya HIV, Islam telah mengatur sistem pergaulan, pendidikan dan masalah sosial. Islam juga mengatur sistem sanksi berupa hukuman mati dengan dijatuhkan dari gedung tinggi. Sanksi Islam bertujuan agar gak ada lagi yang melakukan kemaksiatan ini (jawazir) dan sebagai penebus dosa (jawabir).

Untuk mencegah homoseksual juga perlu ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan aturan negara. Semua itu bisa kita fahami ketika kita mengkaji Islam, mengamalkan, dan menyiarkan serta memperjuangkan Islam agar sistem Islam segera tegak. Pahami agamamu bangga berislam kaffah.

Wallahu a’lam bissawwab

65 Peserta Lolos Seleksi Administrasi 6 Jabatan Kepala OPD Ikuti Asesmen di Polda

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Foto: Syakurah)

BONTANG — Para peserta seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau Asisten dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, yang berhasil lolos dari tahap seleksi administrasi, akan menjalani tahap berikutnya, yaitu asesmen.

Wali Kota Bontang, Neni Moernaieni menjelaskan tahapan berikutnya para peserta akan menjalani asesmen yang rencananya dilakukan di Polda Balikpapan. “Selanjutnya asesmen dilakukan di Polda. Kita gunakan Polda karena mereka punya tim dan fasilitas asesmen. Dari Polri nanti akan datang untuk melakukan penilaian kepada seluruh peserta,” jelasnya.

Terkait bentuk asesmen yang dilakukan, Neni menyebutkan penilaian tersebut mencakup berbagai aspek seperti wawasan kebangsaan, pemerintahan, dan komitmen terhadap NKRI. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara detail materi yang akan diujikan.

“Pertanyaannya kan rahasia, masing-masing punya standar sendiri. Tapi yang jelas kita gunakan Polda untuk asesmen ini,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, jumlah peserta bertambah menjadi 65 peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk mengikuti tahap selanjutnya.

“Iya, ada enam OPD yang kosong, dan sekarang sudah ada 65 nama yang lolos seleksi administrasi,” ujarnya, Rabu (15/10/2025)

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

RSUD Selalu Perawatan Sarpras Semaksimal Mungkin Demi Kenyamanan Pengunjung

0
Salah satu ruang tunggu di Gedung B RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rumah Sakit Taman Husada (RSUD) Taman Husada Bontang selalu mengupayakan semaksimal mungkin, perawatan sarana dan prasarana (Sarpras) demi membuat para pengunjung menjadi nyaman.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kuswardani menyampaikan, bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi antara satu pegawai dengan pegawai lainnya, untuk sebisa mungkin mengganti sarpras jika ada yang sudah tak layak untuk digunakan.

“Iya pastinya kami juga selalu mengecek dan memantau, Sarpras apa saja yang masih layak atau tidak layaknya barang tersebut untuk dipakai. Demi memberikan rasa nyaman para pengunjung,” katanya, Rabu (16/10/2025).

Sebab, pihak RSUD tidak ingin sampai ada Sarpras yang mengganggu serta tak membuat nyaman pengunjung. Karena kenyamanan Sarpras yang baik dan memadai, pastinya bakal membuat pengunjung menjadi senang ketika sedang melakukan pengobatan.

“Selain kami mengutamakan pelayanan yang baik ke masyarakat, sarpras kami juga harus memadai, dimana kenyaman para pengunjung adalah keutamaan kami,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pemasangan ACP di RSUD Taman Husada Capai 85 Persen

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Proyek pemasangan Aluminium Composite Panel (ACP) di Rumah Sakit Taman Husada (RSUD) Bontang telah mencapai 85 persen pengerjaan.

Pemasangan ACP tersebut lanjutan dari tahun 2024 lalu, dan masih berproses di 2025 ini. Penyelesaian pun akan dipastikan pada pertengahan September 2025 mendatang.

“Iya kami masih dalam proses lanjutan untuk memasang atapan dari gedung B ke gedung A, dimana sebentar lagi pengerjaan akan terselesaikan,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada, Andiga Mufti Kuswardani saat ditemui.

Bukan hanya untuk mempercantik wajah gedung saja, akan tetapi dalam pemasangan ACP juga penambahan atap agar para pengunjung tidak kehujanan atau kepanasan saat menyebrang dari gedung satu, ke gedung yang lain.

“Pastinya kami tetap terus berupaya setiap detail sisi bagian RSUD kami perhatikan dengan baik, seperti contohnya fasilitas yang sudah kurang layak harus diperbaiki agar para pengunjung menjadi nyaman,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Mahyunadi Lepas Kontingen Wartawan Kutim: Jaga Sportivitas, Harumkan Daerah

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat memberikan arahan ke Kontingen Wartawan Kutim. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Sebanyak 29 wartawan dari berbagai media di Kutai Timur (Kutim) siap berlaga pada ajang olahraga bergengsi antar insan pers se-Kalimantan Timur, Pupuk Kaltim Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) 2025, yang akan digelar di Kota Bontang.

Kontingen Kutim dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, di halaman Kantor Bupati Kutim, Kamis (16/10/2025).

Dalam sambutannya, Mahyunadi berpesan agar seluruh peserta menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperhatikan keselamatan selama mengikuti pertandingan.

“Saya berharap seluruh peserta menjaga kesehatan dan keselamatan, tidak ada yang cedera, dan dapat mengharumkan nama Kutim,” ujarnya.

Ia menilai Porwada bukan semata ajang olahraga, tetapi juga wadah memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah dan jurnalis.

“Saya bahagia karena komunikasi dan sinergi itu ternyata bisa diwujudkan lewat olahraga,” ucapnya.

Meski suasana acara penuh semangat dan keakraban, Mahyunadi tetap mengingatkan pentingnya profesionalitas dan keseimbangan dalam pemberitaan.

“Bukan hanya yang lurus-lurus saja diberitakan, tapi yang bengkok-bengkok sedikit juga perlu diberitakan. Karena kita perlu keseimbangan,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, Ketua PWI Kutim, Wardi, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 29 jurnalis dari berbagai organisasi pers seperti PWI, AJKT, SMSI, dan JMSI akan bertanding dalam delapan cabang olahraga. Di antaranya futsal, biliar, bulutangkis, atletik, tenis meja, e-sport, domino, serta lomba karya jurnalistik berupa tulisan, video, dan fotografi.

“Peserta yang berangkat wajib sudah mengikuti uji kompetensi wartawan di jenjang muda, madya, maupun utama,” jelas Wardi.

Ia menambahkan, Porwada tingkat Kaltim sudah digelar sebanyak tiga kali — dua kali di Samarinda dan tahun ini di Bontang.

“Kami berterima kasih kepada Pemkab Kutim melalui KONI serta seluruh instansi yang telah mendukung penuh keberangkatan kontingen,” ujarnya.

Menurut Wardi, ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga momentum mempererat solidaritas antarjurnalis se-Kaltim.

“Selain berkompetisi, ini juga menjadi momen menumbuhkan semangat sportivitas dan memperkuat silaturahmi,” tutupnya.

Porwada Kaltim 2025 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, menampilkan ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota. Ajang ini juga menjadi kualifikasi menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan digelar di tingkat nasional.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Wabup Kutim Instruksikan OPD Jemput Bola: Masih Banyak Warga Bingung Besok Mau Makan Apa

0

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, memberikan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Ketahanan Pangan (Distapang), untuk menerapkan sistem ‘jemput bola’ dalam setiap program penyaluran bantuan pangan dan sembako murah.

Instruksi ini disampaikan Mahyunadi di sela-sela pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar dalam rangka HUT ke-26 Kutim dan Hari Pangan Sedunia 2025. Ia menilai, meskipun GPM disambut antusias, masih banyak warga kurang mampu yang tidak dapat hadir langsung.

“Saya tegaskan, program ini tidak boleh hanya mengantar bola, namun harus jemput bola,” kata Wabup Mahyunadi.

“Selain yang hadir hari ini, masih banyak masyarakat yang tidak bisa hadir karena sakit dan berbagai kendala lain, padahal mereka ingin sekali membeli sembako murah ini,” imbuhnya.

Menurut Mahyunadi, permasalahan mendasar yang dihadapi sebagian masyarakat adalah ketidakpastian pemenuhan kebutuhan dasar, yang tercermin dari adanya warga yang masih bingung mengenai apa yang akan mereka santap keesokan harinya.

“Kita harus memastikan bahwa program pangan murah ini benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Jangan sampai ada warga Kutim yang masih berpikir keras, besok mau makan apa,” tegasnya.

Untuk menjamin penyaluran tepat sasaran, Wabup Mahyunadi menginstruksikan agar seluruh Ketua RT segera dikumpulkan.

Tujuannya adalah untuk melakukan pendataan ulang masyarakat kurang mampu, agar mereka bisa mendapatkan hak-haknya, termasuk akses terhadap pangan murah dan berkualitas.

Sebelumnya, Kepala Disperindag Kutim, Nora Rahmadhani, melaporkan bahwa GPM yang terselenggara berkat sinergi dengan Bulog dan Distapang, berhasil menjual paket sembako (beras, minyak goreng, dan gula) dengan total harga Rp103.000, jauh di bawah harga pasar.
Program ini diharapkan mampu menjadi kontrol harga dan menekan laju inflasi daerah.

Di sisi lain, Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, memastikan dukungan penuh Polri terhadap program ini. Warga pun berharap GPM dapat terus dilaksanakan secara rutin. Pemkab Kutim berkomitmen untuk memperluas pelaksanaan GPM ke seluruh kecamatan sebagai wujud nyata dukungan ketahanan pangan berkelanjutan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Beasiswa UKT Gratis: 10 Mahasiswa Dibiayai hingga Lulus

0

Sebagai kado HUT ke-26 Kota Bontang, Pemkot meluncurkan program beasiswa UKT. Sebanyak 10 mahasiswa akan dibiayai penuh hingga lulus, sementara 734 mahasiswa lainnya menerima bantuan Rp10 juta per tahun untuk dua semester. Program ini diharapkan membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda Bontang.

Pembaca Setia Radar Bontang!
Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Pupuk Kaltim Porwada 2025: Sambut Semangat Wartawan dan Sportivitas Tanpa Batas

0
Kontingen PWI Kutai Barat dilepas menuju Porwada Kaltim 2025. Foto: Istimewa

ADA suasana berbeda di Kota Bontang pekan ini. Ratusan wartawan dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) datang, bukan untuk meliput, tapi untuk bertanding dalam ajang Pupuk Kaltim Porwada 2025 yang digelar pada 17–19 Oktober.

Saya salut atas kerja keras pengurus PWI Bontang di bawah komando Suriadi Said, bersama seluruh panitia di Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) yang dipimpin Aidil Kundara. Sejak setahun lalu, mereka sudah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah. Mulai dari menyusun proposal, mencari sponsor, menyiapkan arena pertandingan, hingga menata teknis pelaksanaan. Semua dijalankan dengan semangat kebersamaan. Tanpa pamrih.

Tidak mudah menggelar acara sebesar ini. Apalagi Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) bukan sekadar lomba olahraga, tetapi juga ajang silaturahmi dan seleksi menuju tingkat nasional, Porwanas.

Kontingen PWI Penajam Paser Utara dilepas secara resmi menuju Porwada Kaltim 2025. Foto: Istimewa
Kontingen PWI Kutai Timur bersiap berangkat ke Porwada Kaltim 2025. Foto: Ramlah

Hal yang paling menentukan tentu dukungan dana dan fasilitas. PT Pupuk Kaltim menunjukkan komitmen besar sebagai sponsor utama, sementara Pemkot Bontang memberikan dukungan penuh di semua lini. Kolaborasi keduanya menjadi penopang utama keberhasilan ajang ini. Karena itu, Porwada 2025 resmi mengusung nama Pupuk Kaltim Porwada 2025 sebagai wujud sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan dunia industri.

Menjelang pelaksanaan, semangat tampak menyala di seluruh daerah. Kontingen dari Kutai Barat, Kutai Timur, hingga Penajam Paser Utara dilepas secara resmi oleh pemerintah daerah masing-masing. Seragam baru dikenakan dengan bangga. Bendera PWI dikibarkan tinggi, dan yel-yel penuh semangat menggema di setiap halaman kantor bupati. Dari Berau hingga Balikpapan, suasana sama: antusias dan optimistis. Semua ingin membawa pulang prestasi, tapi lebih dari itu, ingin membawa nama baik daerah dan menjaga kehormatan profesi wartawan.

Ada sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan: futsal, bulu tangkis, tenis meja, atletik, catur, domino, e-sport, biliar, dan jurnalistik. Sebanyak 260 wartawan dari sembilan kabupaten/kota ikut serta. Samarinda datang dengan kontingen terbanyak, disusul Bontang sebagai tuan rumah.

Porwada ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini tentang solidaritas. Di lapangan futsal atau di meja biliar, tidak ada lagi sekat antar media. Semua satu semangat: menjaga sportivitas dan mempererat persaudaraan. Wartawan yang biasanya bersaing di ruang redaksi, kini bahu-membahu di arena olahraga.

Porwada ini juga menjadi ajang promosi bagi Kota Bontang. Wartawan dari seluruh Kaltim akan menulis, memotret, dan membawa pulang kesan baik tentang kota ini. Itu nilai tambah yang tak ternilai.

Sebagai bagian dari keluarga besar PWI, saya bangga. Porwada 2025 membuktikan bahwa insan pers bukan hanya pandai menulis, tetapi juga bisa menjadi teladan dalam semangat kerja sama dan sportivitas.

Selamat datang di Bontang, rekan-rekan wartawan se-Kaltim. Mari bertanding dengan semangat dan bersahabat. Karena di balik setiap keringat dan tawa di lapangan, ada pesan yang ingin kita tunjukkan: pers yang kuat lahir dari kebersamaan.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah PWI Kaltim

Baru Saja Dilantik, 39 PPPK Paruh Waktu Diamankan Satpol PP Diduga Bolos Kerja

0
Satpol PP dan BKPSDM setelah melakukan dialog dengan PPPK. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Satpol PP mengamankan 39 PPPK Paruh Waktu usai Wakil Wali Kota Bontang mendapatkan laporan dari warga ada ASN bergerombol di salah satu cafe d Jalan Ahmad Yani, Kamis (16/10/2925) siang.

Kepala Satpol PP, Ahmad Yani menjelaskan sebenarnya terdapat 41 orang terlibat, namun dua orang merupakan pekerja lapangan. Diketahui para PPPK tersebut baru saja pulang dari pelantikan di lapangan Bessai Berinta Lang-lang.

“Kami bawa mereka ke sini sekaligus sosialisasi, apalagi mereka bukan TKD lagi, mereka sudah termasuk ASN,” terangnya.

Mereka bersama-sama berdialog di rumah rapat Satpol-PP didampingi langsung oleh Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Kabid Penilaian Kinerja, Penghargaan, Dokinfo, dan Fasilitasi Profesi ASN BKPSDM, Arif Supriyadi menjelaskan bahwa jam kerja mereka telah tertuang dalam Perwali nomor 23 tahun 2025 yang menetapkan bahwa dalam seminggu ASN harus memenuhi 37,5 jam.

Adapun forum PPPK paruh waktu, Mahfud menjelaskan bahwa pelatikan dilaksanakan pada hari Kamis dimana tidak ada konsumsi yang dapat diberikan. Untuk itu, para PPPK perlu membeli makan dan minum setelah pelantikan dilaksanakan.

“Kan habis panas hujan itu di lapangan, apalagi tadi ada yang sedang hamil, mereka hanya perlu membeli makan dan minum untuk dibungkus,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Lelang Jabatan Sekda Belum Diumumkan, Nama-nama Ini Sudah Santer Dibicarakan

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Ist)

BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menanggapi soal jadwal lelang jabatan Sekda, yang bakal kosong dalam waktu dekat ini. Namun begitu ia memilih irit bicara.

“Kan ada seleksinya. Nanti aja dilihat. Enggak usah buru-buru,” ucapnya singkat.

Meski proses resmi belum dibuka, sejumlah nama sudah ramai diperbincangkan di lingkungan ASN.

Beberapa di antaranya adalah Kepala DPK Retno Febri Aryanti, Kepala DKP3 Ahmad Aznem, Kepala Disdamkartan Amiluddin, Kepala Kesbangpol Deddy Haryanto, eks Kepala BPKAD Sony Suwito Adicahyono, Kepala BKPSDM Sudi Priyanto, Kepala DLH Heru Triatmojo, dan Kepala Dinsos dr Toetoek Pribadi Ekowati.

Nama-nama itu dinilai punya rekam jejak mumpuni dan pengalaman panjang di pemerintahan.

Menanggapi dinamika tersebut, Aji Erlynawati berharap penggantinya kelak bisa membawa semangat baru bagi ASN di Kota Taman.

“Calon Sekda itu tidak cukup hanya memenuhi syarat administratif seperti eselon II dan usia di bawah 56 tahun. Yang paling penting adalah integritas, jiwa pelayanan, dan semangat membangun Kota Taman,” ujarnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam