Beranda blog Halaman 521

Sanksi Menanti Bagi Pengusaha yang Abaikan LKPM

0
Kepala DPMPTSP, Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG — Pemerintah kembali menegaskan pentingnya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mengingatkan, bagi perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pelaporan dapat dikenai sanksi administratif, bahkan berujung pencabutan izin investasi.

Penegasan ini disampaikan dalam kegiatan Bimtek Sosialisasi Tata Cara Pengisian LKPM Tahun 2025 yang digelar Selasa (25/11/2025).

Dalam aturan Kementerian Investasi/BKPM, LKPM merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seluruh pelaku usaha, baik Usaha Mikro dan Kecil (UMK), usaha menengah-besar, maupun Penanaman Modal Asing (PMA).

Kepala DPMPTSP Bontang, Aspianur, menjelaskan tanpa LKPM, pemerintah daerah maupun pusat tidak dapat memantau perkembangan investasi secara akurat.

“Perusahaan yang tidak menyampaikan LKPM tepat waktu dapat dikenai sanksi administratif. Jika pelanggaran berlangsung terus-menerus, izin investasinya bisa dicabut oleh Kementerian Investasi,” katanya.

Sanksi administratif yang dapat diberikan, seperti peringatan tertulis, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan izin, hingga pencabutan izin investasi apabila ketidakpatuhan berlanjut.

Menurutnya, penegakan sanksi bukan untuk mempersulit pelaku usaha, tetapi untuk mendorong kedisiplinan dalam pelaporan agar data investasi daerah dapat tersaji secara valid.

“Ketertiban LKPM sangat berpengaruh terhadap perencanaan dan evaluasi kebijakan investasi. Kami mengimbau para pelaku usaha agar tidak menunda dan melaporkan LKPM sesuai jadwal,” jelasnya.

Berikut jadwal pelaporan LKPM sesuai regulasi baru berdasarkan Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 5 Tahun 2025, jadwal pelaporan LKPM adalah:

UMK:
• Semester I: paling lambat 15 Juli
• Semester II: paling lambat 15 Januari

Non-UMK:
• Triwulan I: 15 April
• Triwulan II: 15 Juli
• Triwulan III: 15 Oktober
• Triwulan IV: 15 Januari

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

140 Pelaku Usaha Belajar Tata Cara Pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal

0
Kegiatan Bimtek Sosialisasi Tata Cara Pengisian LKPM Tahun 2025. (Syakurah)

BONTANG — Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Tata Cara Pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Tahun 2025 resmi digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Selasa (25/11/2025) di Hotel Tiara Surya.

Kegiatan ini diikuti 140 peserta dari berbagai skala usaha, mulai dari usaha kecil, menengah, besar hingga Penanaman Modal Asing (PMA).

Kepala DPMPTSP Bontang, Aspianur menyampaikan, melalui kegiatan ini pemerintah ingin memperkuat pemahaman pelaku usaha terkait kewajiban penyampaian LKPM, dengan tujuan utama dari bimtek ini adalah memberikan edukasi sekaligus mendorong pelaku usaha, agar rutin menyampaikan LKPM sesuai periode pelaporan.

“Ketertiban pelaporan ini sangat penting, untuk mendukung peningkatan realisasi investasi di Kota Bontang,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh pelaku usaha, baik PMDN maupun PMA, diharapkan mampu memahami tata cara penyusunan LKPM dan melaporkannya secara berkala. Dengan meningkatnya kepatuhan pelaporan, realisasi investasi Bontang ditargetkan terus tumbuh setiap tahunnya.

Wali Kota Bontang melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa kepatuhan pelaporan LKPM merupakan salah satu indikator penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan akuntabel.

“Peserta kegiatan berasal dari berbagai skala usaha. Kami berharap melalui pembinaan ini seluruh pelaku usaha dapat menyampaikan laporan secara tepat waktu, akurat, dan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Anak 11 Tahun di Tanjung Limau Digigit Buaya

0

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Peristiwa penting, laporan eksklusif, dan update terbaru hari ini bisa Anda baca lengkap di e-paper edisi terbaru.

Langsung akses melalui link berikut:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb25nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Kondisi Bocah Korban Gigitan Buaya: Kaki Kiri Dapat 15 Jahitan, Orang Tua Masih Syok

0
Kondisi anak yang digigit buaya. (Ist).

BONTANG – Saat ini kondisi bocah korban gigitan buaya, Senin (24/11/2025) sore tadi, telah mendapatkan penanganan medis, setelah dilarikan langsung ke Rumah Sakit (RS) Amalia.

Syamsudin, ayah korban mengatakan bahwa luka yang dialami sang anak tidak hanya terdapat pada kaki kirinya saja, akan tetapi kaki sebelah kanannya juga mengalami luka-luka akibat serangan dari buaya saat berenang.

“Luka paling banyak memang di bagian kaki kiri, terutama di betis, yang mendapat sebanyak 15 jahitan. Tetapi, kaki di bagian kanan, ternyata juga ada lukanya, tepat di bagian atas betis,” ungkapnya saat ditemui.

Jumatni, Ibu korban juga mengaku jika dirinya masih mengalami syok mengingat kejadian tersebut. Dirinya dan suaminya berada di rumah, saat kejadian berlangsung.

“Tiba-tiba kami dengar suara teriakan dari anak kami, setelah anak kami melepaskan diri dari buaya, dia langsung masuk rumah sambil menangis. Kakinya penuh darah,” ucapnya.

Mengetahui kondisi sang adik, kakak korban dengan cepat membawa adiknya ke RS Amalia menggunakan motor. Sementara itu, paman korban, Rusli, segera menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, untuk melaporkan kejadian tersebut.

“Untungnya, anak saya langsung ditangani sesampai di rumah sakit,” tambahnya.

Pihak keluarga berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan segera mungkin, karena buaya mulai sering terlihat berkeliaran di sekitar pemukiman warga yang tinggal di wilayah pesisir.

“Anak kami sudah menjadi korban, takutnya nanti ada anak lain yang jadi korban lagi,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga Antusias Saksikan Latihan Senjata Berat

0

Yon Arhanud 7/ABC menggelar latihan penggunaan senjata berat di area PT Indominco. Kegiatan ini menarik perhatian masyarakat sekitar yang ingin melihat langsung proses latihan tempur. Selain meningkatkan kesiapsiagaan prajurit, latihan ini juga memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan optimal demi mencegah potensi risiko di area latihan.

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb24nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Aulia Rahman Basri Akhirnya Buka Suara soal Isu Pindah Partai ke Gerindra

0
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, akhirnya memberi respons pertama terkait isu perpindahan dirinya dari PDI Perjuangan ke Partai Gerindra. Kabar itu mencuat setelah ia hadir dan mendapat sorotan dalam Rakerda DPD Gerindra Kaltim, Minggu (23/11/2025).

Meski tidak menyatakan secara tegas apakah ia sudah resmi menjadi kader Gerindra, Aulia juga tidak membantah. Ia memilih memberi jawaban diplomatis bahwa setiap langkah politiknya didasari kepentingan pembangunan Kukar.

“Intinya gini, sebagaimana yang saya sampaikan tadi. Apa pun yang kita lakukan hari ini, kita ingin memberikan kesempatan pembangunan yang terbaik untuk Kabupaten Kukar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa arah politiknya, apa pun bentuknya, akan selalu diarahkan pada percepatan pembangunan daerah.

“Jadi apa pun itu yang bisa membawa pembangunan yang lebih baik lagi ke Kukar, itulah arah tujuan kita,” tambahnya menegaskan.

Ditanya lebih jauh apakah dirinya sudah memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra, Aulia hanya tersenyum sambil berlalu dari kerumunan wartawan.

“Yang tahu-tahu aja,” jawabnya singkat.

Pernyataan itu semakin menguatkan spekulasi publik bahwa kepindahannya ke Gerindra hanya tinggal menunggu waktu. Namun hingga kini, belum ada pengumuman resmi baik dari pihak Aulia maupun dari struktur partai. (MK)

Editor: Agus S

WNA Malaysia Hilang di Sungai Patek Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian

0
Suasana evakuasi jenazah korban. (Istimewa)

TENGGARONG – Pencarian terhadap warga negara Malaysia, Wong Sie Tuong (65), berakhir duka. Setelah tiga hari operasi intensif, tubuh korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Patek, Desa Umaq Bekuay, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara, Minggu (23/11/2025) sore.

Korban dilaporkan hilang sejak Kamis malam (20/11/2025) ketika mobil yang ia kemudikan terseret arus deras saat melintasi Sungai Patek di KM 32 Jalan Hauling KUD Beringin Mulia. Hujan lebat yang berlangsung lama membuat debit air naik drastis dan arus sungai tidak dapat dikendalikan.

Lebih dari 40 personel gabungan diturunkan dalam operasi pencarian, melibatkan unsur kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, Damkar, imigrasi, serta warga setempat. Medan menuju lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri—akses yang ekstrem membuat tim harus menempuh perjalanan darat dan sungai sebelum bisa melakukan penyisiran.

Pencarian dibagi menjadi dua regu utama. Tim pertama menyisir dari titik awal kejadian di KM 32 menggunakan perahu karet mengikuti aliran sungai ke arah hilir. Sementara tim kedua yang dipandu warga lokal melakukan penyisiran dari arah muara menuju titik awal.

“Korban ditemukan sekitar 15 kilometer dari titik awal kejadian pada Minggu, 23 November pukul 14.56 WITA,” ujar Kapolsek Tabang, IPTU Aldino Subroto.

Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke Desa Sidomulyo. Medan yang sulit membuat proses evakuasi memakan waktu hampir tiga jam. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk autopsi sebelum dipulangkan ke pihak keluarga di Malaysia.

Aldino menambahkan bahwa selama proses pencarian pihaknya selalu melakukan komunikasi intensif dengan keluarga korban. “Update pencarian kami sampaikan melalui grup WhatsApp agar keluarga bisa menerima perkembangan secara real time,” tuturnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan, sementara proses pemulangan menunggu kelengkapan administrasi dan koordinasi lintas negara. (MK)

Editor: Agus S

Samarinda Pertahankan Dominasi, Balikpapan Terus Menempel di Popda Kaltim 2025

0
Head Coach Putri Samarinda, Chandra Rudianto. (Deddy/MKN)

PPU – Pertandingan hari kedua cabang olahraga bola basket Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Kalimantan Timur berlangsung panas di Graha Pemuda Penajam Paser Utara (PPU), Senin (24/11/2025). Kontingen dari berbagai daerah kembali tampil maksimal untuk mengamankan tiket menuju fase penentuan.

Hingga gim hari ini, kontingen Samarinda masih memimpin klasemen sementara di nomor 3×3 dan 5×5, baik kategori putra maupun putri. Meski demikian, posisi puncak tersebut belum aman sepenuhnya karena Balikpapan terus menempel ketat dan berpotensi menggeser posisi rival utamanya itu.

Head Coach Putri Samarinda, Chandra Rudianto, mengatakan bahwa timnya fokus menjaga konsistensi performa seperti dua laga awal yang berhasil mereka menangi.

“Kami akan terus mencoba stabil pada setiap pertandingan, mengingat target kami masuk semifinal dan final,” ujarnya.

Chandra menegaskan Samarinda ingin mempertahankan dominasi di cabang olahraga basket dan kembali menjadi juara umum Popda.

“Kami ingin bertahan di puncak klasemen. Harapannya bisa bertemu Balikpapan di final, baik putra maupun putri,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan skema permainan khusus jika harus berjumpa Balikpapan pada fase krusial.

“Kami sudah mempersiapkan performa khusus untuk menghadapi Balikpapan pada quarter final nantinya. Mudah-mudahan bisa bertemu di final,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Reuni Akbar 212 Undang Presiden Prabowo dan Sejumlah Menteri, Panitia Harap Jadi Ajang Persatuan

0
Sejumlah tokoh ormas Islam menghadiri konferensi pers Reuni Akbar 212 tahun 2025 di Jakarta. (Foto: Fajri/MKN)

JAKARTA — Reuni Akbar 212 kembali digelar pada awal Desember di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Tahun ini, panitia mengumumkan bahwa undangan resmi telah dikirim kepada Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah menteri dan pejabat pemerintah terkait.

Ketua Panitia Reuni Akbar 212, Habib Muhammad Alattas, menyampaikan bahwa deretan undangan mencakup Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, jajaran Kanwil Kemenag DKI, Menteri Pertahanan, Menteri Sekretaris Negara, hingga Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Kami mengundang dari Presiden, Menteri Agama, sampai berbagai kementerian. Termasuk Wakil Menteri Agama, Kanwil Kemenag DKI, Menteri Pertahanan, Mensesneg, Gubernur, dan Wakil Gubernur,” kata Alattas dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/11/2025).

Selain pejabat pemerintah aktif, panitia juga mengundang mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang pernah hadir dalam kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya.

“Beliau pernah hadir, dan kita berharap semuanya bisa datang. Kita ingin semua pihak bersatu, tidak ada lagi kelompok-kelompok,” ujarnya.

Meski undangan telah diterima sejumlah tokoh, panitia belum dapat memastikan kehadiran para pejabat tersebut dan menunggu konfirmasi resmi dari masing-masing pihak.

“Kami sudah mendapatkan keterangan bahwa undangan diterima. Namun hadir atau tidaknya masih menunggu proses. Mudah-mudahan membawa kebahagiaan bila semua pihak dapat berkumpul di acara 212,” kata Alattas.

Ketua Steering Committee, KH Ahmad Shobri Lubis, menegaskan bahwa Reuni Akbar 212 diharapkan menjadi momentum mempertemukan umat, ulama, dan pemerintah dalam suasana religius untuk memohon keselamatan bangsa.

“Insya Allah, kita akan berkumpul antara umaro, ulama, dan umat Islam, meminta kepada Allah SWT hidayah, keamanan, dan keberkahan bagi Indonesia agar tujuan bernegara dapat tercapai seperti cita-cita para pendiri bangsa,” ucapnya.

Menjelang hari pelaksanaan, panitia mengimbau peserta dari berbagai daerah membawa perlengkapan dasar seperti sajadah, payung, dan jas hujan mengingat kegiatan berlangsung pada musim hujan dan potensi cuaca yang tidak menentu. (MK)

Editor: Agus S

Dua Pengedar Sabu di Proyek IKN Dibekuk di Batching Plant Sepaku

0
Polsek Sepaku mengamankan dua orang, diduga mengedarkan sabu ke pekerja di IKN. (Istimewa)

PPU – Peredaran sabu yang menyasar para sopir dump truk di kawasan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya terbongkar. Dua pria muda, RS (20) asal Tabalong, Kalimantan Selatan, dan MH (25) dari Bojonegoro, Jawa Timur, ditangkap Unit Reskrim Polsek Sepaku saat keduanya tengah berada di sebuah batching plant Desa Bumi Harapan, Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 22.00 Wita.

Keduanya diketahui bekerja sebagai sopir, namun diam-diam merangkap sebagai pengedar sabu. Dari pemeriksaan awal, RS dan MH mengedarkan sabu kepada para sopir dump truk pengangkut ready mix, baik truk kecil maupun besar yang keluar-masuk kawasan IKN. Keuntungan penjualan sabu dibagi dua.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Sepaku IPTU Syarifuddin menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi sabu di wilayah proyek IKN.

“Anggota mendapat laporan bahwa transaksi sabu kerap terjadi di wilayah IKN dengan sasaran para sopir dump truk pengangkut ready mix, baik truk kecil maupun besar. Kami sangat mengapresiasi kerja sama masyarakat,” ujarnya, Jumat (22/11/2025).

Berdasarkan laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sepaku melakukan penyelidikan di lokasi. Gerak-gerik RS dan MH segera mengarah pada target operasi yang telah dipantau sebelumnya. Keduanya langsung diamankan tanpa perlawanan.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan sebuah kotak tisu basah berwarna pink di samping RS. Kotak itu diakui miliknya dan ketika dibuka berisi lima paket sabu siap edar. Polisi juga menyita uang tunai Rp1,8 juta yang diduga hasil transaksi, sekop sabu dari sedotan plastik, dan dua handphone milik para tersangka. MH sempat berupaya melarikan diri, namun berhasil ditangkap cepat oleh petugas.

Kedua pelaku kini ditahan di Polsek Sepaku untuk pemeriksaan lebih mendalam. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan lain yang memasok sabu ke kawasan proyek IKN.

RS dan MH dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Kapolsek menegaskan bahwa Polsek Sepaku akan bergerak cepat terhadap setiap indikasi peredaran narkoba di kawasan pembangunan IKN. Selain penindakan, polisi juga rutin memberikan edukasi kepada masyarakat dan para pekerja agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. (MK)

Editor: Agus S