Beranda blog Halaman 52

Sapi Kurban Basuki Hadimuljono Didatangkan dari Peternak Lokal Sepaku

0
Hewan kurban Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, jenis Brangus milik peternak Desa Suka Raja tiba di lokasi pemotongan hewan kurban Masjid Negara IKN, Selasa (26/5/2026). (Atmaja Riski/Mediakaltim)

NUSANTARA – Hewan kurban milik Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono bersama keluarga tiba di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Masjid Negara IKN, Selasa (26/5/2026) siang.

Sapi berjenis Brangus dengan warna hitam tersebut tiba sekitar pukul 14.00 WITA menggunakan mobil angkut dan langsung menjadi perhatian panitia kurban di lokasi.

Hewan kurban itu diketahui berasal dari peternak lokal di Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pemilik sapi, Isnoto mengatakan sapi tersebut dibeli untuk kurban Kepala Otorita IKN dengan harga sekitar Rp45 juta.

“Ini punya Pak Basuki Kepala Otorita. Jenisnya Brangus. Harganya Rp45 juta,” ujarnya di lokasi.

Sapi Brangus sendiri merupakan hasil persilangan sapi betina Brahman dengan pejantan Aberdeen Angus. Jenis ini dikenal memiliki tubuh besar dengan ciri khas warna hitam dan tanduk kecil.

Kepala Pos Kesehatan Hewan (Keswan) Kecamatan Sepaku, Aan Suhatman memastikan sapi tersebut merupakan ternak lokal yang lahir dan dibesarkan di wilayah Sepaku.

“Ini lokal. Lahir dan besar di sini,” katanya.

Ukuran tubuh sapi yang besar dan cukup aktif sempat membuat proses penurunan dari kendaraan berlangsung cukup sulit. Panitia bersama peternak akhirnya mengikat sapi di dua batang pohon kelapa sawit di sekitar lokasi agar lebih aman.

Di lokasi yang sama, juga telah berada sapi kurban bantuan Gibran Rakabuming Raka berjenis Madura Limousin dengan bobot diperkirakan mencapai 850 kilogram.

Ketua Panitia Kurban Otorita IKN, Muji Budda’wah mengatakan hingga hari terakhir pendataan, jumlah hewan kurban yang dihimpun terus bertambah.

“Jadi total keseluruhan ada 28 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Yang disembelih di sini sebanyak 15 sapi dan 12 kambing,” ujarnya.

Daging kurban nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di kawasan sekitar IKN dan wilayah penyangga.

Sementara untuk proses penyembelihan, panitia menyiapkan satu orang jagal utama yang dibantu 16 orang petugas hingga proses pemotongan dan pengemasan daging selesai dilakukan. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Jelang Iduladha, Stok Sapi Kurban di Kukar Nyaris Ludes Terjual

0
Sapi kurban yang dijual pedagang di Kutai Kartanegara menjelang Iduladha 1447 Hijriah. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Tingginya antusiasme masyarakat Kutai Kartanegara dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah membuat stok sapi kurban di sejumlah wilayah hampir habis terjual.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara mencatat sekitar 90 persen sapi kurban yang disiapkan pedagang telah dipesan masyarakat bahkan sebelum hari raya tiba.

Kepala Bidang Peternakan Distanak Kukar, Iwan Hermawan, mengatakan tingginya permintaan terjadi hampir di seluruh wilayah Kukar.

“Sekitar 90 persen, karena mereka sudah terpesan,” ujarnya, Senin (26/5/2026).

Menurut Iwan, pola penjualan hewan kurban di Kukar memang didominasi sistem pemesanan awal. Para pedagang umumnya menyiapkan stok berdasarkan jumlah pesanan masyarakat.

“Pedagang itu biasanya stok berdasarkan pesanan masyarakat,” katanya.

Meski permintaan tinggi, Distanak Kukar memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini masih aman. Sekitar 6.000 ekor sapi disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Kukar.

Khusus wilayah Tenggarong, tersedia sekitar 450 ekor sapi kurban yang tersebar di sejumlah titik penjualan. Sementara stok terbesar berada di kawasan Samboja dan Samboja Barat dengan jumlah mencapai sekitar 1.000 ekor.

“Paling banyak itu di Samboja. Jadi Samboja dan Samboja Barat sekitar seribu ekor disiapkan di sana,” jelasnya.

Selain memastikan stok aman, pemerintah daerah juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Seluruh sapi yang dinyatakan sehat akan diberikan penanda khusus sebagai bukti layak dijadikan hewan kurban.

“Setelah diperiksa dan dinyatakan sehat, kita kalungkan bahwa itu layak menjadi sapi kurban,” ujarnya.

Namun demikian, petugas masih menemukan beberapa hewan yang tidak memenuhi syarat kurban akibat cedera saat proses distribusi dari daerah asal.

“Ada beberapa yang tidak layak, misalnya kakinya patah saat perjalanan dari tempat penampungan,” katanya.

Iwan menjelaskan, pasokan sapi kurban di Kukar berasal dari tiga daerah utama, yakni Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan peternak lokal Kukar.

Mayoritas sapi didatangkan dari Kupang, NTT karena daerah tersebut telah dinyatakan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), sehingga tidak perlu menjalani karantina tambahan.

“Kalau dari Kupang sudah bebas PMK, jadi tidak perlu karantina lagi di Samarinda,” jelasnya.

Sementara sapi asal Sulawesi masih diwajibkan menjalani karantina selama 12 hingga 15 hari di Balikpapan sebelum dipasarkan karena wilayah asalnya masih ditemukan kasus PMK.

Selain sapi, Distanak Kukar juga mencatat ketersediaan sekitar 1.000 ekor kambing kurban dari peternak lokal maupun luar daerah. Jenis kambing yang dijual didominasi kambing kacang lokal dan kambing peranakan etawa.

“Kalau kambing sementara ini sekitar seribu ekor disediakan. Dari lokal ada, dari luar Kukar juga ada,” tutupnya. (MK)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Pengurus dan Keluarga Besar Dakuba Ramaikan Aksi Donor Darah

0
DPC Dakuba Samarinda menggelar aksi donor darah rutin di PMI Kota Samarinda. (Humas Dakuba)

SAMARINDA – DPC Dakuba Kota Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah rutin yang digelar di markas Palang Merah Indonesia Kota Samarinda, Senin (25/5/2026).

Kegiatan sosial tersebut menjadi agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan darah.

Aksi donor darah kali ini diikuti jajaran pengurus, anggota, hingga keluarga besar Dakuba. Tercatat sekitar 150 peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti donor darah.

Ketua DPC Dakuba Kota Samarinda, Ahmad Fernandez Coy, mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme peserta dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, sekitar 80 persen dari total peserta yang hadir berhasil mendonorkan darahnya hari ini untuk membantu sesama yang membutuhkan. Kami sangat senang melihat antusiasme luar biasa dari seluruh pengurus dan anggota,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh Dakuba dan pejabat daerah, di antaranya Inphil Jonathan serta Arie Wibowo.

Menurut Ahmad Fernandez, kehadiran para tokoh tersebut memberikan semangat tambahan bagi para peserta untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Dengan kehadiran beliau-beliau langsung di lapangan, ini memberikan semangat yang jauh lebih besar kepada kami semua untuk terus konsisten berbuat kebaikan dan membantu sesama,” katanya.

Ia menegaskan, DPC Dakuba Samarinda berkomitmen menjaga konsistensi kegiatan donor darah agar terus menjadi agenda sosial rutin organisasi.

“Harapan kami, kegiatan bakti sosial donor darah ini terus dilaksanakan secara berkala demi membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan darah di Samarinda,” pungkasnya. (Dim)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Kejagung Dalami Dugaan Aliran Dana Korporasi ke Eks Ombudsman

0
Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan Yeka Hendra Fatika sebagai tersangka dalam kasus dugaan obstruction of justice perkara korupsi minyak goreng. (Dok. Kejagung)

JAKARTA — Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan mantan anggota Ombudsman Republik Indonesia, Yeka Hendra Fatika, sebagai tersangka dalam perkara dugaan perintangan penuntutan kasus korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya tahun 2022.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup.

“Tim penyidik menetapkan saudara YHF selaku anggota Ombudsman RI periode 2021 sampai dengan 2026 sebagai tersangka dalam penyidikan dimaksud,” ujarnya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (25/5/2026) malam.

Menurut Kejagung, perkara tersebut berkaitan dengan dugaan upaya menghalangi proses penyidikan, penuntutan, hingga pemeriksaan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO yang menyeret sejumlah korporasi besar.

Penyidik menduga Yeka berperan dalam perubahan substansi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Ombudsman terkait polemik minyak goreng tahun 2022.

Awalnya, investigasi Ombudsman disebut berfokus pada persoalan kelangkaan minyak goreng dan dugaan maladministrasi distribusi. Namun isi laporan diduga berubah menjadi rekomendasi pencabutan kebijakan domestic market obligation (DMO) yang berkaitan dengan kepentingan ekspor.

“Saudara YHF telah mengubah materi laporan informasi Ombudsman RI tersebut yang semula terkait kelangkaan minyak goreng menjadi pencabutan DMO untuk kepentingan ekspor yang disusun secara melawan hukum,” kata Syarief.

Kejagung menyebut laporan tersebut kemudian digunakan dalam gugatan terhadap Kementerian Perdagangan RI di PTUN hingga dijadikan bagian dari pleidoi yang berujung pada putusan lepas terhadap tiga korporasi besar, yakni Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group.

Selain dugaan obstruction of justice, penyidik juga mendalami dugaan penerimaan uang dari salah satu korporasi terkait penyusunan laporan tersebut.

“Saudara YHF telah menerima sejumlah uang dari korporasi PT Wilmar Group terkait LHP tersebut melalui rekening orang lain,” ujar Syarief.

Penyidik mengaku telah mengantongi bukti transfer dan rekening nominee yang digunakan dalam transaksi tersebut. Namun nominal uang yang diduga diterima belum diungkap ke publik.

Atas perkara tersebut, Yeka dijerat Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kejagung juga langsung melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. (Fajri)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Retribusi Rp600 Ribu Dipersoalkan, Pedagang Minta Transparansi

0
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Polemik rencana kontrak baru kios di Pasar Tangga Arung Square kembali mencuat setelah menuai keberatan dari para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara, Sayid Fathullah, menegaskan bahwa dokumen kontrak tersebut belum bersifat final dan masih dalam tahap sosialisasi kepada pedagang.

“Kontrak baru TAS masih dalam tahap sosialisasi, masih tahap menerima saran dan masukan melalui forum pedagang,” ujarnya.

Menurut Sayid, pemerintah daerah masih membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan sebelum kontrak pemanfaatan kios ditetapkan secara resmi.

Namun di lapangan, sejumlah pedagang mengaku keberatan terhadap beberapa klausul dalam draft kontrak tersebut. Salah satu yang paling disorot yakni ancaman penarikan kios apabila penyewa menunggak pembayaran retribusi lebih dari tiga bulan.

Selain itu, pedagang juga mempertanyakan masa berlaku kontrak yang disebut dimulai sejak Januari 2026, sementara dokumen baru disampaikan pada Mei 2026.

Kondisi tersebut dinilai memunculkan ketidakjelasan terkait status tunggakan maupun implementasi aturan di lapangan.

Pedagang juga menyoroti klausul yang menyatakan penandatangan dianggap telah memahami seluruh isi perjanjian, padahal menurut mereka sosialisasi belum dilakukan secara menyeluruh.

Tak hanya itu, besaran retribusi sebesar Rp600 ribu turut menjadi perhatian pedagang. Mereka meminta pemerintah membuka dasar hukum serta regulasi yang menjadi acuan penetapan tarif tersebut.

Beberapa poin lain dalam kontrak juga dianggap masih multitafsir karena belum dijelaskan secara rinci.

Selain persoalan isi kontrak, pedagang turut meminta kepastian terkait masa berlaku perjanjian yang hanya satu tahun. Mereka berharap ada mekanisme perpanjangan yang jelas agar aktivitas usaha dapat berjalan lebih stabil.

Menanggapi berbagai keberatan tersebut, Sayid memastikan seluruh aspirasi pedagang telah ditampung dan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

“Sudah kita siapkan solusinya untuk mengakomodir apa yang menjadi keresahan pedagang,” tegasnya. (Ady Wahyudi)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Warga Padati Salat Iduladha di Masjid Al Hijrah, Neni Soroti Kasus Narkoba hingga Kesejahteraan Masyarakat

0
Masyarakat Bontang memadati Masjid Agung Al Hijrah saat salat Iduladha. (Dwi S).

BONTANG – Ribuan warga Kota Bontang memadati Masjid Agung Al Hijrah untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Jumat (27/5/2026) pagi.

Pelaksanaan Salat Iduladha turut dihadiri Wali Kota Bontang beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan sejumlah misi strategis pemerintah daerah yang menyentuh berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penanganan kasus narkoba, peningkatan kesejahteraan warga, hingga pembangunan sumber daya manusia.

Saat sambutan berlangsung, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika, khususnya yang melibatkan usia remaja dan pelajar di Kota Bontang. Menurutnya, persoalan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Anak-anak kita harus diselamatkan dari bahaya narkoba. Peran keluarga, lingkungan, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga generasi muda agar tidak terjerumus,” ujarnya.

Selain itu ia turut menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), kepolisian, sekolah, serta tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya itu, Neni pun menyoroti pentingnya pemerataan kesejahteraan masyarakat, dimana pemerintah terus mendorong berbagai program yang berfokus pada peningkatan ekonomi warga, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat Iduladha harus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dan semangat berbagi merupakan pondasi penting, dalam membangun kota yang harmonis dan sejahtera.

“Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga bagaimana kita memperkuat rasa empati dan membantu sesama. Pemerintah ingin memastikan pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Sehingga Neni mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan stabilitas daerah, agar program pembangunan dapat berjalan optimal. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan Bontang sebagai kota yang maju dan berdaya saing.

Dalam pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Al Hijrah berlangsung lancar dengan pengamanan dari aparat gabungan. Usai salat, panitia kurban mulai melakukan persiapan penyembelihan hewan kurban yang nantinya akan dibagikan kepada warga.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak warga memanfaatkan momentum Iduladha, untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat usai melaksanakan ibadah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Takbir Keliling BSD Bontang Meriah, 41 Ekor Sapi Disembelih untuk 1.505 KK

0
Suasana takbir keliling dan Salat Iduladha warga Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang berlangsung semarak. Warga dari berbagai RT membawa ornamen islami dan mengikuti rangkaian Iduladha hingga penyembelihan hewan kurban di lingkungan masing-masing. Foto: Istimewa

Malam Iduladha (26/5/2026) di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang kembali ramai tahun ini. Takbir keliling kembali digelar warga BSD dengan suasana yang meriah. Hampir seluruh RT di BSD ikut turun ke jalan. Saya ikut berjalan bersama rombongan RT 39 BSD.

Takbir keliling dimulai dari bundaran depan Masjid Fathul Khoir. Rombongan lalu bergerak ke Jalan Gunung Putri, keluar hingga depan BC Mart di Jalan Cipto Mangunkusumo, kemudian kembali masuk ke kawasan BSD melalui Jalan Gunung Tambora dan Gunung Merbabu sebelum finis lagi di bundaran.

Sepanjang jalan, beberapa warga terlihat ikut menonton iring-iringan peserta. Anak-anak membawa obor dan lampu kecil. Ibu-ibu kompak memakai gamis dan hijab seragam. Para bapak sibuk mengawal rombongan sambil sesekali mengatur kendaraan yang melintas.

Yang paling menarik tentu berbagai ornamen yang dibawa masing-masing RT. Ada miniatur Ka’bah lengkap dengan lampu hias. Ada replika bulan sabit bertuliskan lafaz Allah. Ada miniatur masjid dari botol plastik bekas. Ada juga replika hewan kurban dan gapura islami yang menyala warna-warni sepanjang jalan.

RT 26 paling mencuri perhatian lewat ornamen masjid berukuran besar dari botol air mineral dengan permainan cahaya lampu yang cukup megah. Sementara rombongan RT 39 membawa ornamen Ka’bah dan tulisan Allah-Muhammad sederhana yang tetap ramai mendapat perhatian warga saat melintas di jalan utama BSD.

Di tengah perjalanan, rombongan RT 39 sebenarnya sempat mengalami kendala kecil. Sound system yang dibawa tiba-tiba mati karena baterai drop. Tetapi rombongan tetap berjalan. Takbir tetap bergema. Ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak tetap kompak melantunkan takbir sepanjang jalan tanpa bantuan speaker.

Sementara rombongan RT lain tetap semarak dengan suara sound masing-masing yang bersahutan memenuhi kawasan BSD. Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan pemenang takbir keliling. Juara pertama diraih RT 26, disusul RT 27 di posisi kedua dan RT 41 di posisi ketiga.

BACA JUGA :  Mobil Dinas Gubernur dan Angka 8,5 Miliar

Paginya (27/5/2026), suasana berubah lebih khidmat. Sejak selepas subuh, warga mulai memadati bundaran BSD depan Masjid Fathul Khoir untuk mengikuti Salat Iduladha 1447 Hijriah.

Lapangan bundaran perlahan penuh. Anak-anak duduk di saf depan bersama orang tua. Sebagian besar warga membawa sajadah sendiri dan memilih datang lebih awal agar mendapat tempat nyaman.

Di lingkungan BSD sendiri sebenarnya ada dua masjid besar, yakni Masjid Fathul Khoir dan Masjid Al Jabal. Namun untuk Salat Id, seluruh warga dipusatkan di satu lokasi di bundaran BSD. Ribuan warga hadir pagi tadi.

Khotib Salat Id adalah Ustaz M. Syukur Yusuf, Lc., Dipl. SI. Dalam khutbahnya, ia banyak mengingatkan soal pentingnya berbakti kepada orang tua, menjaga keluarga dan memperkuat kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat yang makin berat.

Ia juga mengingatkan bahwa sesama muslim harus saling menguatkan seperti satu bangunan yang kokoh. Usai Salat Id, aktivitas warga BSD belum selesai. Di masing-masing RT, warga kembali berkumpul untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Total hewan kurban di lingkungan BSD tahun ini mencapai 41 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Sementara jumlah mustahiq atau penerima daging kurban tercatat mencapai 1.505 kepala keluarga.

Di lingkungan RT 39 sendiri, warga melakukan penyembelihan empat ekor sapi.

Sejak pagi suasana gotong royong langsung terasa. Para bapak membantu proses penyembelihan dan pemotongan daging. Sementara ibu-ibu sibuk menimbang, membungkus hingga menyusun pembagian daging kurban untuk warga.

Anak-anak juga terlihat ikut membantu sambil bermain di sekitar lokasi penyembelihan.

Suasana seperti ini yang membuat Iduladha di lingkungan BSD selalu terasa berbeda. Bukan hanya soal ramai takbir keliling. Tetapi karena kebersamaan warganya masih benar-benar hidup. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Kucuran APBN lewat Sapi Jumbo Presiden Prabowo, 13 Ekor Disebar ke Kaltim hingga IKN

0
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto di Islamic Center Samarinda saat Iduladha 1447 Hijriah. Foto: Adpim Pemprov Kaltim

Sapi-sapi jumbo bantuan Presiden Prabowo Subianto tahun ini menyebar ke seluruh Kaltim.

Total ada 13 ekor yang dibagikan. Sepuluh ekor untuk seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Satu ekor untuk tingkat provinsi, dan dua ekor khusus untuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Iduladha, Rabu (27/5/2026) pagi, salah satu sapi jumbo itu diserahkan langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Islamic Center Samarinda. Bobotnya lebih dari satu ton.

Sejak pagi sapi itu sudah menjadi perhatian warga yang datang saat Salat Iduladha. Banyak yang berhenti melihat dari dekat. Ada yang merekam video. Anak-anak juga terlihat mengerubungi area sapi kurban bantuan Presiden tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, laporan wartawan Mediakaltim.com dari berbagai daerah juga hampir sama.

Di Balikpapan, sapi jumbo bantuan Presiden ramai dibicarakan warga karena ukurannya yang tidak biasa.

Di Bontang, Kukar, Berau, Paser hingga Mahakam Ulu, kedatangan sapi Presiden juga menjadi perhatian masyarakat menjelang penyembelihan kurban. IKN bahkan mendapat dua ekor sapi khusus.

Skalanya memang tidak kecil. Secara nasional, Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke seluruh Indonesia. Ratusan di antaranya dibagikan ke provinsi, kabupaten dan kota. Sisanya diberikan ke pondok pesantren, lembaga sosial, tokoh agama hingga kawasan strategis seperti IKN.

Dan seluruhnya dibiayai lewat APBN.

Kalau dihitung kasar, nilai program ini mencapai puluhan bahkan mendekati ratusan miliar rupiah. Harga sapi bantuan Presiden rata-rata berada di kisaran puluhan hingga lebih dari Rp100 juta per ekor, tergantung bobot dan jenisnya.

Program seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Di era Presiden Joko Widodo, juga rutin dilakukan setiap Iduladha. Negara membeli sapi dari peternak lokal lalu mendistribusikannya ke daerah-daerah sebagai bantuan Presiden.

Bedanya, tahun ini distribusinya terasa lebih besar.

Apalagi Kaltim sekarang menjadi salah satu pusat perhatian nasional karena keberadaan IKN.

Kaltim sekarang bukan daerah biasa. IKN membuat perhatian pemerintah pusat otomatis ikut tertuju ke sini.

Tetapi di balik besarnya bantuan kurban Presiden ini, Kaltim masih punya pekerjaan rumah cukup besar.

Kaltim ternyata masih bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah.

Sebagian besar kebutuhan sapi potong masih didatangkan dari Sulawesi dan NTT. Padahal Kaltim punya APBD besar dan sekarang menjadi lokasi IKN.

Artinya, sektor peternakan kita memang belum kuat. Kita bisa mendatangkan sapi jumbo dari luar daerah memakai APBN. Tetapi kebutuhan besar itu belum bisa dipenuhi dari peternak lokal sendiri.

Padahal perputaran anggaran dari program seperti ini seharusnya juga bisa ikut menghidupkan peternak lokal.

Karena sapi bantuan Presiden selalu didistribusikan setiap tahun. Tetapi tanpa peternak lokal yang kuat, Kaltim akan terus bergantung pada pasokan luar daerah. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

PLN UIP KLT Musyawarah Bentuk Ganti Kerugian Tanah Tapak Tower SUTT di Samboja Barat

0
Suasana sosialisasi dan diskusi penyampaian nilai tanah tapak tower TM.1 SUTT 150 kV Incomer 2 Phi GI Samboja di Kantor Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kamis (21/5). Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi bersama antara PLN UPP KLT 1, stakeholder terkait, dan pemilik lahan yang berhak. (ist)

BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (PLN UPP KLT 1) melaksanakan musyawarah bentuk ganti kerugian tanah tapak tower SUTT 150 kV Incomer 2 Phi GI Samboja jalur Karangjoang–Harapan Baru di Kantor Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan pengadaan tanah untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam musyawarah tersebut, PLN menyampaikan informasi terkait bentuk dan nilai ganti kerugian tanah tapak tower kepada pihak yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan bahwa pembangunan SUTT 150 kV Incomer 2 Phi GI Samboja merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat keandalan pasokan listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekitarnya.

“PLN memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan transparansi, komunikasi yang baik, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Musyawarah ini menjadi ruang dialog bersama masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Basuki, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transmisi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan keandalan listrik seiring pertumbuhan kebutuhan energi, aktivitas ekonomi, dan pembangunan wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menjelaskan musyawarah dilakukan melalui koordinasi langsung bersama pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta masyarakat pemilik lahan.

“Melalui kegiatan ini, PLN menyampaikan informasi bentuk dan nilai ganti kerugian tanah tapak tower sekaligus membangun pemahaman bersama agar seluruh tahapan dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai ketentuan,” jelas Gita.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN), Camat Samboja Barat, Danramil Samboja Barat, Kapolsek Samboja Barat, Korwil Kutai Kartanegara BINDA Kaltim, Lurah Karya Merdeka, serta pihak yang berhak.

Melalui kegiatan ini, PLN UIP KLT menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara profesional, akuntabel, dan humanis guna mendukung penguatan sistem kelistrikan di Kabupaten Kutai Kartanegara dan wilayah sekitarnya. (Bom)

Sapi Kurban Presiden Prabowo Diserahkan ke Masjid Al-Hijrah, Siapkan Distribusi untuk 400 KK

0
Penyerahan sapi kurban presiden di Masjid Al Hijrah. (istimewa)

BONTANG – Bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto berupa satu ekor sapi kurban, resmi diserahkan kepada pengurus Masjid Agung Al-Hijrah Bontang, Selasa (26/5/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di halaman Masjid Agung Al-Hijrah.

Sapi kurban dengan bobot sekitar 732 kilogram itu, akan menjadi hewan pertama yang dipotong pada pelaksanaan Iduladha tahun ini di Masjid Al-Hijrah.

Neni mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat di daerah, khususnya warga Bontang.

“Alhamdulillah Kota Bontang kembali mendapatkan bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI berupa satu ekor sapi kurban dengan berat sekitar 732 kilogram,” ujarnya.

Ia berharap daging kurban nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama warga yang membutuhkan.

“Atas nama Pemerintah Kota Bontang dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan ini,” katanya.

Sementara itu, panitia kurban Masjid Agung Al-Hijrah, Muhammad Sidin mengatakan distribusi daging kurban akan diprioritaskan kepada warga sekitar masjid, jamaah aktif, serta para muqorrib.

“Kurang lebih ada sekitar 400 kepala keluarga yang akan menerima, ditambah jamaah aktif dan muqorrib,” jelasnya.

Ia menyebutkan, total hewan kurban yang terkumpul di Masjid Al-Hijrah tahun ini mencapai 12 ekor sapi, termasuk bantuan Presiden RI, serta 12 ekor kambing.

Menurut Sidin, proses penyembelihan hewan kurban dijadwalkan berlangsung pada Kamis (28/5/2026) atau H+2 Idul Adha. Hal itu dilakukan karena pada hari pertama masjid masih dipadati berbagai kegiatan pasca salat Id.

“Pemotongan dilakukan hari kedua lebaran, karena setelah salat Ied banyak agenda kegiatan di masjid. Sapi bantuan Presiden akan menjadi yang pertama dipotong,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam