Beranda blog Halaman 53

Pasca 12 Tahun Diresmikan, Bandara Uyang Lahai Masih Terkendala Lahan

0
Landasan Bandara Uyang Lahai yang masih berupa tanah membuat pesawat tidak dapat mendarat saat hujan. (Istimewa)

SANGATTA – Sudah diresmikan sejak 19 September 2013, namun hingga kini Bandara Uyang Lahai belum benar-benar bisa berfungsi optimal. Masalah klasiknya belum berubah: landasan pacu masih berupa tanah.

Setiap kali hujan turun, aktivitas penerbangan langsung terhenti. Permukaan runway berubah licin dan berisiko bagi keselamatan pendaratan. Dampaknya, akses udara untuk wilayah pedalaman seperti Kongbeng, Muara Wahau, dan Telen ikut lumpuh.

Bandara yang mulai dibangun sejak 1976 itu sebenarnya digadang-gadang menjadi penghubung strategis kawasan pedalaman Kutai Timur (Kutim). Namun, setelah 12 tahun diresmikan, fasilitas dasarnya belum juga tuntas.

Dari total lahan sepanjang 2.300 meter, landasan yang terbangun baru sekitar 820 meter. Itu pun belum dilapisi aspal ataupun beton. Alhasil, hanya pesawat kecil berkapasitas delapan hingga sembilan penumpang yang bisa mendarat – itupun dengan catatan cuaca bersahabat.

Camat Kongbeng, Petrus Ivung, tak menampik kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Ia menilai, pengerasan landasan menjadi solusi mendesak agar bandara tak lagi bergantung pada cuaca.

“Kalau landasan ini sudah dicor, saya yakin pasti tidak ada kendala,” tegas Petrus Ivung saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, keberadaan bandara sangat dibutuhkan, bukan hanya oleh masyarakat pedalaman, tetapi juga perusahaan-perusahaan perkebunan di sekitar wilayah itu. Akses udara dinilai mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas ekonomi.

“Yang seharusnya ini bandara kita sudah dipakai, sudah dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan sekitar termasuk masyarakat di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Tak hanya persoalan fisik, administrasi bandara juga belum sepenuhnya rampung. Dokumen Register Bandar Udara (RBU) belum selesai, sehingga bandara perintis tersebut belum masuk dalam sistem navigasi nasional secara penuh. Kondisi ini membuat operasionalnya belum maksimal.

Padahal, letaknya yang strategis membuat Uyang Lahai berpotensi menjadi simpul transportasi penting di kawasan pedalaman Kutim. Tanpa pengerasan landasan dan kelengkapan administrasi, potensi tersebut masih tertahan.

Pemerintah kecamatan mengaku terus berkoordinasi dengan Pemkab Kutim dan Kementerian Perhubungan untuk mempercepat pembangunan.

“Kita komunikasi dengan pihak kementerian, dan koordinasi dengan pihak Kabupaten Kutim juga. Kita akan bersama-sama,” pungkas Petrus.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jelang Lebaran, Kapolres Kutim Sidak Terminal Bus

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto saat melakukan pengecek di terminal dan Armada Bus. (Istimewa)

SANGATTA – Tak mau kecolongan jelang puncak arus mudik Lebaran, jajaran Polres Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat. Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Sangatta, Senin (2/3/2026).

Satu per satu armada bus diperiksa. Mulai dari kondisi ban, sistem pengereman, lampu, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan sopir. Tak ada toleransi bagi kendaraan yang tak memenuhi standar keselamatan.

Kapolres menegaskan, langkah ini bagian dari komitmen pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026. Targetnya jelas: menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Jangan sampai ada kelalaian yang berujung fatal,” tegas Fauzan di sela pengecekan.

Menurutnya, mudik bukan sekadar perjalanan biasa. Ada ribuan harapan dan kebahagiaan keluarga yang dipertaruhkan dalam setiap keberangkatan.

“Pergi harus selamat, berkumpul dengan keluarga dengan bahagia, dan kembali pun harus selamat,” ujarnya.

Tak hanya memeriksa fisik kendaraan, jajaran Satlantas juga mengingatkan para sopir agar menjaga kondisi fisik, tidak memaksakan diri saat lelah, serta tidak ugal-ugalan demi mengejar target setoran.

Pengamanan arus mudik tahun ini diperkuat dengan tiga pendekatan utama. Pertama, rekayasa lalu lintas yang adaptif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Kedua, pemanfaatan teknologi pemantauan digital di titik rawan. Ketiga, koordinasi lintas instansi guna memastikan jalur dan fasilitas umum dalam kondisi layak.

Dengan sidak mendadak ini, Polres Kutai Timur berharap masyarakat bisa melakukan perjalanan mudik dengan rasa aman dan nyaman. Target zero kecelakaan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen yang terus dikawal hingga arus balik usai.

“Kami tidak ingin ada kabar duka saat Lebaran. Pastikan kendaraan laik jalan, sopir dalam kondisi prima, dan patuhi aturan. Keselamatan penumpang adalah yang utama,” tegas Fauzan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Keberangkatan Jemaah Umrah Kutim Direm Sementara Pasca Timur Tengah Memanas

0
Situasi di Makkah. (Dok. Kemenhaj).

SANGATTA – Gejolak keamanan di kawasan Timur Tengah bikin pemerintah ambil langkah cepat. Keberangkatan jemaah umrah asal Kutai Timur (Kutim) untuk sementara direm. Meski begitu, penerbangan langsung (direct flight) ke Arab Saudi masih terpantau aman.

Kepala Kantor Kemenhaj Kutim, Basmawati Sija, menegaskan keputusan tersebut mengikuti imbauan resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI). Penundaan dilakukan hingga situasi di kawasan dinyatakan kembali kondusif.

“Kami mengikuti imbauan dari Kemenlu RI untuk menunda sementara keberangkatan jamaah umrah. Keselamatan jamaah adalah prioritas utama,” tegas Basmawati, Senin (2/3/2026).

Imbauan itu tertuang dalam surat edaran Kemenlu yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Surat tersebut terbit menyusul eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.

Basmawati memastikan, kebijakan ini bukan pembatalan, melainkan penundaan sementara sebagai langkah antisipatif. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah biro perjalanan umrah di Kutim.

“Begitu situasi dinyatakan aman, keberangkatan akan kembali dibuka,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Travel Siap Umroh Haji, Laila Suryanti, menyampaikan hingga saat ini belum terdapat pembatalan untuk penerbangan langsung maskapai Garuda Indonesia menuju Arab Saudi.

“Untuk penerbangan direct Garuda Indonesia, sejauh ini belum ada pembatalan. Sementara untuk penerbangan kami dengan Emirates, memang ada penundaan operasional di Bandara Internasional Dubai sampai 2 Maret,” ujar Laila.

Ia memastikan, jamaah Travel Siap Umroh Haji belum ada yang terdampak langsung. Kebetulan, pada hari ini tidak terdapat jadwal keberangkatan yang transit di Dubai.

“Alhamdulillah, jamaah kami belum ada yang tertunda. Tapi kami tetap patuh pada imbauan pemerintah untuk menunda sementara keberangkatan sampai kondisi benar-benar aman,” jelasnya.

Laila menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan maskapai serta otoritas terkait demi memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah.

Di Sangatta, sejumlah calon jemaah memilih bersabar. Mereka memahami keputusan tersebut demi keselamatan bersama.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

30 Desainer Unjuk Karya di HALIF Fashion Kareem, Samarinda Bergemerlap

0
Peragaan busana desainer lokal yang menjadi puncak acara HALIF Fashion Kareem 2026. (Nuzul/Media Kaltim)

SAMARINDA – Panggung fashion Ramadan di Kalimantan Timur resmi mencapai puncaknya. HALIF (Halal Lifestyle) Fashion Kareem 2026 sukses menggelar peragaan busana spektakuler di Temindung Hub Samarinda, Minggu (1/3/2026), dengan menghadirkan 30 desainer, 90 model, dan total 170 busana yang memukau pengunjung hingga larut malam.

Event yang digagas Fascreeya dan Kalland Project ini menjadi acara pamungkas dalam rangkaian Kampung Ramadan Temindung. Selama tiga hari, HALIF tak hanya menghadirkan fashion show, tetapi juga workshop kreatif, beauty class, hingga talk show bertema wastra dan industri fashion.

Founder Fascreeya, Anas Maghfur, menyebut pelaksanaan tahun ini merupakan edisi kedua setelah sebelumnya mengusung tema Teras Fashion Kareem.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Total ada 170 busana yang diperagakan selama dua hari. Harapan kami, HALIF bisa konsisten menjadi event tahunan modest wear di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Sebanyak 30 desainer dari berbagai daerah seperti Berau, Sangatta, Bontang, Penajam Paser Utara, Samarinda, hingga Tenggarong ambil bagian. Karya mereka diperagakan oleh 90 model yang telah melalui proses audisi dari lebih 100 peserta, baik luring maupun daring.

Tak hanya desainer profesional, pelajar SMK jurusan Tata Busana juga diberi ruang tampil. Di antaranya SMK 1 Sangatta Utara, SMKN Tenggarong, SMK 3 dan SMK 14 Samarinda. Kehadiran siswa ini menjadi bukti pembinaan ekosistem fashion yang berkelanjutan.

Salah satu model yang mencuri perhatian adalah Vanessa, model asal Kenya yang turut tampil di panggung HALIF.

“Pengalaman luar biasa. Ini menjadi penanda eksistensi desainer dan model lokal. Saya menantikan event yang lebih besar lagi ke depan,” katanya.

Selain peragaan busana, HALIF 2026 juga menghadirkan workshop menghias goodie bag dengan sulam dan payet, menghias toples Lebaran, desain kaos anak, hingga workshop fashion design bersama desainer lulusan Islamic Fashion Institute Bandung. Talk show bertema wastra pun memperkaya wawasan pelaku industri kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, yang membuka resmi acara, menegaskan HALIF merupakan bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya sektor wastra.

“Kita ingin lewat HALIF ada penguatan ekosistem wastra sebagai sektor unggulan ekonomi kreatif Kaltim. Kolaborasi seperti ini harus berkelanjutan,” ujarnya.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak sore hingga melewati pukul 23.00 WITA. HALIF Fashion Kareem 2026 tak sekadar menjadi ajang peragaan busana, tetapi momentum konsolidasi desainer, model, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif untuk naik kelas.

Dengan kolaborasi lintas komunitas dan dukungan pemerintah, HALIF Fashion Kareem diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Kaltim dalam peta modest wear nasional.(MK)

Editor: Agus S

Try Sutrisno Tutup Usia, Indonesia Berduka

0
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menemui Mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno. (Sumber: YT Setwapres RI)

JAKARTA — Indonesia berduka. Mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, wafat pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar wafatnya disampaikan keluarga pada Senin pagi. Jenazah almarhum dimandikan di rumah duka RSPAD sebelum dibawa ke kediaman keluarga di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pernyataan resmi, keluarga memohon doa dan keikhlasan masyarakat.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian pernyataan keluarga.

Informasi mengenai lokasi dan waktu pemakaman akan diumumkan lebih lanjut.

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh militer senior yang menapaki karier panjang di TNI Angkatan Darat. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Panglima Komando Daerah Militer, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, hingga Panglima ABRI.

Pada 1993, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto untuk periode 1993–1998. Masa tersebut menjadi periode penting dalam dinamika politik dan ekonomi nasional menjelang akhir pemerintahan Orde Baru.

Setelah tidak lagi menjabat, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan sosial kemasyarakatan. Sosoknya dikenal sebagai figur disiplin, tegas, serta memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan bangsa.

Kepergian Try Sutrisno menambah daftar panjang tokoh bangsa yang berpulang. Warisan pengabdian dan jejak sejarahnya akan tetap tercatat dalam perjalanan militer dan politik Indonesia.(MK)

Editor: Agus S

Pindah dari Samarinda ke IKN, Pengukuhan Ketua Kadin Kaltim Digelar Siang Ini

0
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan latar Gedung Kemenko 3. (Ist)

NUSANTARA – Pengukuhan Putri Amanda Nurrahmadani sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur periode 2025–2030 resmi digelar siang ini di Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN), sekira pukul 14.00 Wita.

Agenda ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Samarinda. Namun, menjelang pelaksanaan, lokasi kegiatan dialihkan ke IKN.

Informasi yang dihimpun menyebutkan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dijadwalkan hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Sumber internal di Otorita IKN menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kadin Kaltim. Otorita IKN hanya memfasilitasi penggunaan tempat serta memberikan sambutan.

“Astaga maaf kemarin lupa balas bang. Betul nanti jam 14.00 di Kemenko 3 bang (pelantikan Kadin),” ujar sumber tersebut.

Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan Putri Amanda Nurrahmadani, yang sebelumnya terpilih dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Kaltim di Hotel Mercure Samarinda pada Jumat (28/11/2025) malam, menjelang pergantian hari.

Putri menggantikan Dayang Donna Faroek sebagai ketua sebelumnya. Di bawah kepemimpinan baru, Kadin Kaltim menegaskan komitmen untuk mendorong pengusaha lokal agar menjadi pelaku utama dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Sosok Putri Amanda yang berusia 23 tahun menjadi perhatian publik, mengingat dinamika dan ekspektasi besar terhadap peran Kadin Kaltim dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sekitar kawasan IKN.

Pengukuhan di jantung kawasan pemerintahan baru Nusantara ini dinilai menjadi simbol kesiapan Kadin Kaltim mengambil posisi strategis dalam ekosistem ekonomi dan investasi di Kalimantan Timur ke depan.(MK)

Editor: Agus S

Mulai 2 Maret, Tiket Wisata Bontang Sudah Dikenakan Retribusi

0
Ilustrasi retribusi wisata. (AI)

BONTANG – Penerapan retribusi di sejumlah destinasi wisata Kota Bontang yang sempat tertunda akhirnya resmi diberlakukan mulai Senin (2/3/2026). Sebelumnya, kebijakan tersebut direncanakan berjalan pada 1 Maret 2026, namun mengalami penyesuaian teknis.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan keterlambatan terjadi karena peralatan retribusi berada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan tidak dapat diambil pada hari libur.

“Karena tanggal 1 Maret kemarin hari Minggu, peralatan seperti karcis dan perangkat lainnya yang ada di Bapenda tidak bisa kami ambil. Jadi baru hari ini bisa diberlakukan,” ujarnya.

Ia memastikan, mulai hari ini seluruh sistem sudah aktif dan petugas telah disiagakan di masing-masing lokasi. Pengunjung tidak hanya dapat membayar secara tunai, tetapi juga melalui sistem non-tunai menggunakan e-money.

“Kita sudah pakai alat, jadi otomatis terdata. Sekarang petugas juga sudah lengkap berjaga di lokasi,” tambahnya.

Adapun destinasi yang mulai dikenakan retribusi antara lain Mangrove Berbas Pantai, Pelataran Bontang Kuala, serta kawasan wisata Beras Basah.

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Retribusi Daerah, sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Dengan diberlakukannya retribusi ini, pemerintah berharap pengelolaan destinasi wisata semakin tertib, transparan, serta mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.(MK)

Editor: Agus S

Proyek Terowongan Samarinda Minta Tambahan Rp90 Miliar, Dewan Pertanyakan Urgensi

0
Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan tinjauan langsung ke terowongan Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda turun langsung ke proyek terowongan penghubung Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakab, Senin (2/3/2026). Sidak ini tak sekadar memantau progres fisik, tetapi juga menguliti usulan tambahan anggaran sebesar Rp90 miliar yang dinilai cukup besar.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni, menegaskan pihaknya ingin memastikan pengerjaan lanjutan, khususnya penanganan longsor di sisi inlet dan outlet, benar-benar sesuai kebutuhan teknis.

Berdasarkan laporan kontraktor pelaksana, PT PP, telah dilakukan perpanjangan struktur terowongan sepanjang 126 meter, terdiri dari 72 meter di sisi inlet dan 54 meter di outlet, guna memperkuat keamanan konstruksi.

Namun, yang menjadi perhatian adalah rencana tambahan biaya Rp90 miliar untuk pekerjaan regrading atau penataan lereng di sisi inlet.

“Kami mempertanyakan angka Rp90 miliar ini. Sebelumnya sudah ada penambahan sekitar Rp32 hingga Rp50 miliar untuk penguatan struktur beton setebal 50 sentimeter. Dengan tambahan struktur tersebut, seharusnya sudah mampu menahan beban longsoran. Ini akan kami kaji kembali,” tegas Deni di lokasi proyek.

Sekretaris Dinas PUPR Samarinda, Hendra, yang turut hadir, belum memastikan apakah anggaran tersebut sudah masuk dalam skema APBD 2026. DPRD menyatakan akan melakukan cross-check lebih lanjut sebelum menyetujui tambahan anggaran tersebut.

Selain isu anggaran, DPRD juga menyoroti kepastian operasional terowongan. Berdasarkan penjelasan kontraktor, aturan terbaru mengharuskan proyek mengantongi Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sebelum dibuka untuk umum, bukan hanya melalui uji kelayakan biasa.

“Kami ingin ada kepastian tahapan. Harapannya, minimal saat Lebaran nanti sudah bisa dilakukan uji coba agar masyarakat tahu progresnya,” tambah Deni.

Dalam sidak tersebut, Komisi III juga menerima aspirasi warga terkait dampak lingkungan. Di sisi Sultan Alimuddin, dilaporkan air hujan melimpas hingga ke area SMP 9. DPRD meminta tambahan drainase agar sekolah dan permukiman tidak terdampak.

Sementara di sisi Jalan Kakab, tepatnya RT 09, terdapat laporan drainase tersumbat di pertigaan ujung jalan. DPRD mendesak Pemkot segera menangani konektivitas saluran air agar tidak terjadi genangan saat terowongan resmi beroperasi.

“Kontraktor hanya mengerjakan area proyek. Drainase menuju permukiman adalah tanggung jawab pemerintah kota. Ini harus sinkron agar tidak menimbulkan masalah baru,” tutupnya.(MK)

Editor: Agus S

Pemkot Imbau Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu, Posko Pengaduan Disiapkan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb2mar2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Mengulik Kisah Nasir, Jamaah Umrah Bontang di Tengah Perang AS-Israel Vs Iran: Belum Bisa Pulang, Harga Tiket Tembus Rp 40 Juta

0
Situasi terkini di Masjidil Haram, Senin (3/3/2026) bada subuh. (Dok pribadi)

BONTANG – Perang antara Amerika – Israel versus Iran membuat situasi di Timur Tengah kian memanas. Kondisi ini memaksa sejumlah bandara ditutup dan penerbangan ke/dari Timur Tengah dibatalkan, akibatnya ribuan jamaah umrah asal Indonesia pun terancam tak bisa pulang ke Tanah Air.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) yang dikutip dari CNBCIndonesia.com, saat ini tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Tak ayal, jamaah umrah asal Bontang pun ikut terdampak dalam situasi ini. Salahsatunya Muhammad Nasir. Nasir sapaan akrabnya menceritakan kondisi terkini di tanah suci Makkah kepada pewarta RadarBontang.com, Senin (2/3/2026).

Dijelaskan Nasir, dia dan keluarga yang beranggotakan 6 orang sedang melaksanakan umrah jalur mandiri. Rencana awal berangkat tanggal 17 Februari 2026 dan kembali ke Indonesia tanggal 03 Maret 2026.

Namun karena situasi memanas ini ia dan keluarga harus mengurungkan jadwal kepulangan, lantaran maskapai penerbangan yang sudah dibooking sejak awal untuk kepulangan membatalkan penerbangan. “Sabtu (28/2/2026) bada subuh kami sudah dengar info perang itu, tapi kami anggap biasa. Mendekati zuhur kami dapat info pembatalan dari pihak Singapore Airlines,” ujarnya.

Dengan eskalasi yang memanas itu, menurutnya situasi di tanah suci aman-aman saja. Warga sekitar pun tidak terlihat kepanikan. Tidak juga terlihat rudal-rudal beterbangan seperti yang berseliweran di media sosial. Kepanikan justru tampak dari jamaah umrah asal Indonesia. Beberapa jamaah asal Indonesia yang ditemui Nasir gelisah lantaran kepulangan harus tertunda. “Ada 2 keluarga saya temui, walaupun penerbangan dibatalkan tapi tetap berangkat ke bandara di Jeddah. Tapi saya gak tau bagaimana infonya sekarang,” ungkapnya.

Usai pembatalan itu karyawan PT Pupuk Kaltim ini berupaya untuk merefund tiket, lantaran tak ada kejelasan dari pihak maskapai sampai kapan. Ia sekeluarga kemudian melakukan war tiket, karena masih ada beberapa maskapai yang tetap terbang ke Indonesia seperti Saudi airlines, Garuda Indonesia dan Lion Air Group, dan penerbangan transit, Oman Air. “Setelah mendapatkan info cancelled, kami war tiket. Harga mulai naik, yang awalnya Jeddah-Jakarta dikisaran Rp 4.7 juta jadi naik ke Rp 28 juta. Terakhir ada kami liat di OTA mencapai Rp 40 jutaan,” keluhnya.

Tak menyerah, ia terus mencari. Sekali dapat tiket harga normal di tanggal 10 Maret via Garuda Airlines, namun ia belum berani langsung issued karena masih takut terkena canceled lagi. “Qadarullah pas kami mau issued harga sudah naik 2 kali lipatnya dari harga awal,” katanya.

Upaya itu membuahkan hasil. Tiket kepulangan berhasil digenggam tepat di tanggal 13 Maret dengan harga normal. Namun hal itu belum menenangkan dirinya. Lantaran tanggal 3 Maret mereka harus cek out dari hotel. “Sambil menunggu tanggal pulang, kami masih bingung ini nyari penginapan, karena kami harus cek out tanggal 3. Sementara harga hotel yang dekat-dekat masjidil haram mendekati akhir Ramadan juga naik dari harga normal biasanya,” bebernya.

Bahkan hingga tulisan ini dinaikkan, Nasir sekeluarga belum dapat kepastian tempat menginap. “Ada kami dapat info teman, cuman jaraknya jauh dari Masjidil Haram, dan ada tersedia 1 kamar, sementara kami butuh 2 kamar (kami rombongan keluarga ber 6),” pungkasnya.

Seperti diketahui, saling serang antara Amerika-Israel melawan Iran pada Sabtu (28/2) masih berlangsung hingga kini. Bahkan dikabarkan hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Iran balas menyerang, tak hanya ke Israel tapi juga negara-negara yang menampung pangkalan militer AS, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar.

Situasi mencekam akibat saling serang di Timur Tengah membuat sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke wilayah tersebut.

Penulis/Editor: Yusva Alam