Beranda blog Halaman 54

Dibatasi Akses Masuk ke PC PKT, Ratusan Ojol Gelar Aksi Minta Kejelasan Kebijakan

0
Rombongan ojol di Bontang saat mendatangi Departemen Keamanan PKT. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kebijakan adanya pembatasan akses masuk, di sejumlah pintu kawasan PC PKT.

Untuk pembatasan pintu masuk bagi ojol mulai dari pintu Seruni, Wanatirta, hingga Pintu GOR PKT. Kebijakan dalam penutupan akses tersebut, mulai diberlakukan sejak Kamis (26/2/2026) lalu, hingga menuai aksi protes karena dinilai mendadak dan memberatkan kalangan ojol.

Andre, Salah satu perwakilan ojol menyampaikan bahwa sebelumnya tidak ada larangan bagi siapa saja untuk melintas atau masuk melalui pintu-pintu tersebut. Namun sejak Kamis lalu, di pintu tersebut kini telah terpasang peringatan yang menyatakan ojol dilarang melintas atau masuk kawasan.

“Awalnya tidak ada apa-apa, dan mau masuk atau lewat pun tidak ada batasan. Tapi kenapa secara tiba-tiba sudah ada tulisan ojol dilarang melintas atau masuk. Kami mempertanyakan kenapa kendaraan lain boleh, sementara ojol tidak diperbolehkan,” ucapnya saat ditemui, Senin (2/3/2026).

Akibat adanya kebijakan tersebut, maka seluruh pengemudi ojol yang hendak masuk di kawasan Perumahan PC PKT bakal diarahkan melalui satu akses pintu, yakni melalui pos Bontang Kuring. Hal itu membuat para pengemudi harus memutar arah dan menempuh jarak lebih jauh dari rute sebelumnya.

Sehingga menurut mereka, kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan. Pasalnya, tarif perjalanan dihitung berdasarkan jarak di aplikasi dengan harus memutar, jarak yang ditempuh menjadi lebih panjang, namun tarif yang diterima tetap menyesuaikan sistem awal pemesanan.

“Kalau harus memutar, otomatis biayanya seharusnya bertambah karena waktu tempuh lebih lama. Sementara ongkos dibayar sesuai jarak di aplikasi. Kami berharap ada solusi, misalnya tambahan biaya atau kebijakan yang lebih adil,” tambahnya.

Para pengemudi ojol berharap ada penjelasan resmi dari pihak pengelola kawasan, maupun instansi terkait mengenai alasan pembatasan tersebut. Mereka juga meminta agar kebijakan yang diterapkan tidak merugikan satu pihak saja, serta tetap mempertimbangkan aspek keadilan bagi seluruh pengguna jalan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Anak 12 Tahun Diserang Buaya Masih di ICU, Kondisi Keluarga Memprihatinkan

0
Saat setelah anak digigit buaya dilarikan ke rumah sakit (Ist)

BONTANG – Kondisi anak laki-laki berusia 12 tahun yang menjadi korban serangan buaya di kawasan rawa-rawa Kelurahan Loktuan masih memprihatinkan. Hingga kini, korban menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan belum sadarkan diri.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Bambang, mengatakan tim medis terus melakukan pengawasan ketat terhadap kondisi korban yang mengalami luka serius akibat gigitan buaya.

“Masih dalam pengawasan rumah sakit. Kondisinya belum sadar dan dirawat intensif di ICU,” ujarnya.

Di balik peristiwa tersebut, terungkap kondisi sosial keluarga korban yang cukup memprihatinkan. Anak tersebut telah lama ditinggalkan kedua orang tuanya. Sejak bayi diasuh oleh neneknya, namun beberapa tahun lalu sang nenek meninggal dunia.

Sejak itu, korban berpindah-pindah tempat tinggal bersama kerabat, termasuk tantenya. Persoalan administrasi kependudukan pun menjadi kendala serius.

“Identitas kependudukannya belum lengkap. Kartu Keluarga belum ada, jadi anak ini belum bisa bersekolah,” jelas Bambang.

Saat ini, keluarga dibantu aparat RT dan kelurahan tengah mengurus administrasi agar korban dapat dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga tantenya. Langkah ini penting agar proses pengurusan BPJS Kesehatan bisa segera dilakukan untuk membantu pembiayaan pengobatan.

“Baru akan diurus BPJS-nya. Sebelumnya terkendala administrasi karena bukan anak kandung,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas bersama aparat setempat mendorong adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kami coba dorong bantuan karena anak ini memang sangat membutuhkan. Kami koordinasikan lewat RT dan lurah agar ada solusi cepat,” pungkasnya.(MK)

Editor: Agus S

Kapolres Kutim Turun Langsung Periksa Bus Perusahaan, Tekan Risiko Kecelakaan

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto bersama Kasatlantas Polres Kutim turun langsung mengecek bus angkutan karyawan perusahaan. (Dok.Humas Polres Kutim)

SANGATTA – Polres Kutai Timur tak ingin kecelakaan lalu lintas mencoreng arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam rangka Operasi Ketupat Mahakam 2026, bus angkutan karyawan perusahaan yang beroperasi di Kutim menjadi sasaran pemeriksaan ketat, Minggu (01/03/2026).

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto turun langsung bersama Kasatlantas melakukan pengecekan armada. Ia menegaskan target utama pengamanan tahun ini adalah zero kecelakaan lalu lintas.

“Kami menargetkan zero laka lantas. Jangan sampai ada kelalaian, apalagi kendaraan mengangkut banyak penumpang. Semua harus dipastikan benar-benar layak jalan,” tegas Fauzan.

Menurutnya, bus angkutan karyawan memiliki tingkat risiko tinggi karena mengangkut puluhan penumpang dengan rute yang relatif jauh dan intensitas perjalanan yang padat.

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh. Petugas mengecek sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, kaca spion, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan surat izin pengemudi.

Selain aspek teknis, Satlantas juga mengingatkan para sopir agar tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah. Faktor kelelahan disebut sebagai salah satu pemicu utama kecelakaan lalu lintas.

“Faktor kelelahan sering menjadi penyebab laka. Kami imbau sopir istirahat cukup sebelum bertugas,” ujarnya.

Kapolres juga meminta manajemen perusahaan ikut bertanggung jawab memastikan armada selalu dalam kondisi prima dan pengemudi memiliki kompetensi serta kesehatan yang memadai.

“Keselamatan bukan hanya tugas polisi. Perusahaan harus disiplin dalam perawatan kendaraan dan pengawasan sopir,” tandasnya.(MK)

Editor: Agus S

Lampu Segiri Tak Capai 1.200 Lux, PSSI Alihkan AFF U-17 ke Sidoarjo-Gresik

0
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi saat diwawancarai langsung oleh mediakaltim.com. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Peluang Kalimantan Timur menjadi tuan rumah AFF U-17 pada April 2026 resmi kandas. PSSI memutuskan memindahkan penyelenggaraan turnamen kelompok umur tersebut ke Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, setelah hasil verifikasi stadion di Kaltim tidak memenuhi standar pencahayaan internasional.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan keputusan itu diambil setelah tim verifikasi profesional melakukan inspeksi ke Stadion Segiri Samarinda dan Stadion Batakan Balikpapan.

Masalah utama terletak pada pencahayaan Stadion Segiri yang belum mencapai standar minimal 1.200 lux sebagaimana ketentuan AFF/AFC.

“Standar minimal pertandingan internasional kelompok umur adalah 1.200 lux. Hasil verifikasi staf ahli kami, Segiri saat ini berada di kisaran 900-an lux. Masih kurang sekitar 300 lux,” ujar Yunus saat diwawancarai di KONI Kaltim, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, peningkatan kapasitas lampu dinilai tidak memungkinkan dikejar dalam waktu singkat.

“Karena ada deadline kepastian stadion, Ketua Umum dan saya memutuskan memindahkan AFF U-17 ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Joko Samudro Gresik,” tegasnya.

Padahal dari sisi fasilitas lain, Segiri dinilai sangat layak. Tribun, ruang medis, hingga ruang wasit disebut sudah memenuhi standar. Namun aspek pencahayaan menjadi syarat mutlak.

Untuk Stadion Batakan Balikpapan, Yunus menyebut sebenarnya sudah memenuhi standar dengan pencahayaan di atas 1.300 lux. Namun karena konsep penyelenggaraan menggunakan paket venue, kendala di Segiri ikut berdampak pada keseluruhan status tuan rumah.

Sementara Stadion Palaran juga mendapat catatan khusus terkait faktor keselamatan pemain.

Meski demikian, Yunus yang juga putra daerah Kaltim memberi peluang ke depan. Ia berencana mengusulkan Kaltim menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan U-17 atau ajang uji coba internasional pada September mendatang, dengan catatan perbaikan pencahayaan segera dilakukan.

“Saya berharap lampu bisa ditingkatkan minimal 1.200 lux, bahkan idealnya 1.600 lux. Kalau itu terpenuhi, bukan hanya timnas kelompok umur, timnas senior pun bisa bermain di sini,” ujarnya.

Pembatalan ini juga berdampak pada rencana pemusatan latihan (Training Center). Awalnya, PSSI berencana menggelar TC di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebelum pertandingan di Samarinda dan Balikpapan.

“Di IKN sudah ada tiga lapangan latihan. Rencana awal TC di sana, lalu tanding di Kaltim. Karena pindah ke Jawa Timur, kemungkinan TC akan dipusatkan di Jogja atau Solo agar lebih dekat dengan venue,” pungkasnya.(MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD 127 Gelar Tangkap Ikan, Danau Lapak Oros Penuh Sorak Warga

0
Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama warga saat lomba tangkap ikan di Danau Lapak Oros, Linggang Amer.//dok-Istimewa.

SENDAWAR – Suasana Danau Lapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu (28/2/2026) sore, berubah riuh. Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) menggelar lomba tangkap ikan yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 Wita itu dihadiri langsung oleh Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, Ketua Persit KCK Cabang LXII Dim 0912/Kubar Ny. Doni Tata, petinggi serta perangkat Kampung Linggang Amer, dan ratusan warga yang memadati lokasi.

Sejak sebelum acara dimulai, masyarakat sudah berkumpul di sekitar danau. Anak-anak hingga orang tua tampak antusias menyaksikan perlombaan yang menjadi hiburan tersendiri di tengah pelaksanaan program TMMD.

Setiap tim terdiri dari tiga orang. Begitu aba-aba diberikan, para peserta serentak turun ke danau. Dalam durasi satu jam, mereka berlomba menangkap ikan sebanyak mungkin hanya dengan menggunakan tangan. Air danau yang semula tenang mendadak bergolak oleh semangat para peserta.

Sorak sorai dan gelak tawa warga mengiringi jalannya lomba. Meski berlangsung kompetitif, suasana tetap penuh sportivitas. Kekompakan tim menjadi kunci untuk meraih hasil tangkapan terbanyak.

Dansatgas TMMD, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan.

“Kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan emosional antara Satgas TMMD dan masyarakat. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat,” ujarnya.

Setelah satu jam, perlombaan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada tim dengan hasil tangkapan terbanyak. Warga pun pulang dengan wajah ceria.

Kegiatan ini mempertegas bahwa TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat hingga program berakhir.(MK)

Editor: Agus S

Suasana Akrab Warnai TMMD 127 Sebelum Tangkap Ikan Dimulai

0
Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bercengkerama bersama warga sebelum lomba tangkap ikan di Danau Lapak Oros, Kampung Linggang Amer.//dok-Istimewa.

SENDAWAR – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa menjelang lomba tangkap ikan yang digelar Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) di Danau Lapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu (28/2/2026).

Sebelum perlombaan dimulai, warga Kampung Linggang Amer tampak berbaur tanpa sekat bersama anggota Satgas TMMD. Mereka duduk santai di atas mobil truk yang terparkir di sekitar lokasi kegiatan. Obrolan ringan, canda tawa, hingga diskusi kecil soal strategi lomba mengalir alami sembari menunggu waktu pelaksanaan.

Kebersamaan itu mencerminkan hubungan harmonis yang telah terjalin selama program TMMD berlangsung. Tidak ada jarak antara prajurit dan masyarakat, semua larut dalam suasana kekeluargaan.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa momen seperti ini menjadi bagian penting dari tujuan TMMD.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan dan kedekatan emosional dengan masyarakat. Di sinilah kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terasa,” ujarnya.

Tak lama berselang, lomba tangkap ikan resmi dimulai. Para peserta yang tergabung dalam tim beranggotakan tiga orang bersiap turun ke danau dan berlomba selama satu jam. Suasana yang sebelumnya santai berubah menjadi riuh penuh semangat dan sorak dukungan warga.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara Satgas dan masyarakat Kampung Linggang Amer.(MK)

Editor: Agus S

TMMD Wiltas 127 Tanam Pohon Produktif di Linggang Amer

0
Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama masyarakat saat melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Lapak Oros, Kampung Linggang Amer.//dok-Istimewa.

SENDAWAR – Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) menggelar aksi penghijauan di kawasan Danau Lapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebelum lomba tangkap ikan yang turut memeriahkan rangkaian program TMMD.

Penanaman pohon menjadi bagian dari kegiatan nonfisik TMMD yang dirancang memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat. Sejumlah bibit pohon produktif ditanam bersama, di antaranya rambai, jambu, pete, dan matoa. Jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai ekonomi sekaligus berfungsi menjaga keseimbangan lingkungan.

Kegiatan ini dipimpin langsung Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco. Turut hadir anggota Satgas TMMD, Persit KCK LXII Dim 0912/Kubar, perangkat kampung, serta masyarakat Linggang Amer. Suasana gotong royong terlihat ketika TNI dan warga bersama-sama menggali lubang, menanam bibit, hingga merapikan area sekitar.

Letkol Inf Doni Fransisco menegaskan bahwa penghijauan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kelestarian alam sekaligus investasi masa depan.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin menanam kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua. Pohon yang ditanam hari ini diharapkan tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan lingkungan. Melalui penghijauan ini, kawasan Danau Lapak Oros diharapkan semakin asri dan memiliki nilai manfaat ekonomi bagi warga.

Masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif warga yang terlibat langsung dalam proses penanaman. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat pun semakin terjalin erat tanpa sekat.

Setelah penanaman pohon selesai, kegiatan dilanjutkan dengan lomba tangkap ikan yang menambah semarak suasana. Perpaduan kegiatan lingkungan dan hiburan rakyat mencerminkan semangat kebersamaan dalam pelaksanaan TMMD Wiltas Ke-127.

Melalui sinergi ini, diharapkan komitmen menjaga kelestarian alam terus tumbuh, seiring dengan upaya pembangunan yang berkelanjutan di Kutai Barat.(MK)

Editor: Agus S

Wabup Kubar Tegaskan Safari Ramadan Bukan Sekadar Seremonial

0

SENDAWAR – Memasuki hari ke-11 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Nurul Mukmin, Kampung Jambuk Makmur, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Jumat sore (27/2/2026) pukul 17.00 Wita.

Kehadiran Wakil Bupati bersama rombongan menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Wabup didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutai Barat, Ali Sadikin, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Suwito. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bongan dan jamaah Masjid Nurul Mukmin.

Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani saat menyampaikan sambutan pada acara Safari Ramadan 1447 H di Masjid Nurul Mukmin Jambuk Makmur.//dok-Istimewa.

Dalam sambutannya, Nanang Adriani menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui momentum Ramadan ini, kita ingin memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, serta memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya hingga ke kampung-kampung,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk terus menghadirkan pembangunan yang merata di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk di wilayah Kecamatan Bongan.

Selain itu, Wabup mengajak masyarakat, khususnya warga Jambuk Makmur dan sekitarnya, untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan serta terus memelihara toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kutai Barat.

“Saya berharap terjalin komunikasi yang semakin baik antara pemerintah dan warga, sehingga cita-cita mewujudkan Kutai Barat yang aman, adil, dan merata dapat kita capai bersama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Safari Ramadan menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus wadah penyampaian informasi mengenai program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan di Kecamatan Bongan.

Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati Nanang Adriani menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berupa anggaran untuk Masjid Nurul Mukmin Jambuk Makmur sebagai bentuk dukungan terhadap sarana ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat.(MK)

Editor: Agus S

Sekda Stephanus Madang Tegaskan Komitmen Lingkungan di Rakornas

0
Sekda Mahulu, Stephanus Madang didampingi Kepala DLH Mahulu, Solman menghadiri kegiatan Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).//dok-prokopim-mahulu.

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kebijakan nasional pengelolaan sampah. Hal itu ditunjukkan dengan keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Sekretaris Daerah Mahakam Ulu, Stephanus Madang, hadir mewakili Bupati Angela Idang Belawan, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mahulu, Solman. Rakornas tersebut menjadi forum strategis sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam mempercepat penanganan sampah secara terintegrasi.

Dalam forum itu, dibahas sejumlah langkah percepatan, mulai dari pengurangan timbulan sampah dari sumbernya, optimalisasi pengelolaan berbasis ekonomi sirkular, hingga penguatan regulasi dan kapasitas fiskal daerah.

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, dalam arahannya mendorong kepala daerah untuk belajar langsung ke wilayah yang telah berhasil mengelola sampah secara efektif. Menurutnya, penguatan layanan pengelolaan sampah juga didukung melalui program Local Service Delivery Project (LSDP) yang difasilitasi Bank Dunia guna meningkatkan kapasitas finansial dan kelembagaan di daerah.

“Keberhasilan program ini diukur dari regulasi yang kuat, peningkatan anggaran daerah, serta berkurangnya sampah yang berakhir di TPA,” ujar Mendagri.

Sekda Mahulu Stephanus Madang menyampaikan bahwa partisipasi Mahulu dalam Rakornas menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menyesuaikan kebijakan nasional dengan kondisi geografis dan karakteristik wilayah perbatasan.

“Melalui Rakornas ini kami memperoleh arahan dan strategi terbaru yang bisa diadaptasi sesuai kebutuhan Mahulu. Pengelolaan sampah harus berbasis pada kondisi riil daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Mahulu terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Target nasional pengurangan sampah hanya bisa tercapai jika seluruh elemen bergerak bersama. Komitmen ini sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan demi pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tandasnya. (MK)

Editor: Agus S

Tak Punya Laut, Mahulu Tetap Aktif di Rakor Keamanan Laut Nasional

0
usai mengikuti Rakor, Wakil Bupati Suhuk dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mahakam Ulu, Yason Liah foto bersama.//dok-prokopim-mahulu.

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN), meskipun daerah tersebut tidak memiliki wilayah pesisir. Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Identifikasi Penguatan Dimensi IKLN Tahun 2026 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia di Grand Jatra Hotel Balikpapan, Rabu (25/2/2026).

Rakor dipimpin Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI Parwito dan dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah provinsi, DPRD Kaltim, kabupaten/kota se-Kaltim, serta instansi vertikal terkait. Forum ini membahas sinkronisasi kebijakan keamanan laut dalam kerangka RPJMN 2025–2029.

Wabup Suhuk menegaskan bahwa konsep keamanan laut kini tidak semata berbasis wilayah pesisir, melainkan juga mencakup daerah aliran sungai (DAS) yang terhubung langsung dengan ekosistem dan jalur distribusi menuju laut.

“Mahulu memang tidak memiliki laut, tetapi kita memiliki sungai dan wilayah perbatasan. Dari paparan tadi, jelas ada keterkaitan yang tidak bisa diabaikan. Karena itu kehadiran kami sangat relevan,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman baru ini menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan, khususnya terhadap potensi kerusakan lingkungan dan aktivitas ilegal yang dapat berdampak pada stabilitas nasional.

“Kita harus menjaga lingkungan dari aktivitas ilegal seperti pertambangan tanpa izin maupun potensi penyelundupan. Dampaknya tidak hanya lokal, tetapi bisa memengaruhi dimensi keamanan nasional,” tegasnya.

Mahulu yang berbatasan langsung dengan Malaysia dinilai memiliki tantangan tersendiri. Wabup mengingatkan potensi jalur-jalur kecil seperti sungai dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab jika pengawasan lemah.

“Jangan sampai pelaku penyelundupan lebih canggih dari sistem pengamanan kita. Jalur kecil seperti sungai harus diantisipasi bersama,” katanya.

Melalui rakor tersebut, Pemkab Mahulu berharap dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat, guna meningkatkan sistem pengawasan wilayah perbatasan dan DAS.

“Minimal kita membawa pulang referensi kebijakan yang bisa diterapkan di daerah. Sinergi harus diperkuat demi menjaga stabilitas dan keamanan Mahulu,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, Wabup Suhuk didampingi Kepala Kesbangpol Mahakam Ulu, Yason Liah. (MK)

Editor: Agus S