Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat menyematkan Bintang kehormatan kepada ASN Kutim. (Ist)
SANGATTA – Sebanyak 200 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menerima tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya.
Penghargaan bergengsi ini disematkan sebagai apresiasi atas pengabdian, kesetiaan, dan kedisiplinan para ASN, dengan masa kerja berkisar antara 10 hingga 30 tahun.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, dalam acara penganugerahan, menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus memberikan penekanan khusus pada aspek moralitas dan kinerja.
“Ini bukan sekadar tanda jasa. Tapi pengingat pentingnya integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam bekerja,” ujar Ardiansyah, Sabtu (11/10/2025).
Bupati menjelaskan, pemberian Satyalancana Karya Satya adalah bentuk pengakuan resmi negara atas dedikasi para ASN. Lebih lanjut, ia menuntut para penerima penghargaan untuk menjadikan pengakuan ini sebagai cambuk motivasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Penghargaan dibagi menjadi tiga kelompok masa pengabdian:
10 Tahun: Diharapkan menjadi semangat baru untuk meningkatkan kinerja dan integritas.
20 Tahun: Dinilai telah menunjukkan komitmen besar, diharapkan menjadi contoh positif bagi rekan kerja lainnya.
30 Tahun: Menerima apresiasi tertinggi atas dedikasi dan pengorbanan luar biasa, serta dianggap sebagai sosok teladan dalam pembangunan daerah.
Ardiansyah menegaskan, bahwa ASN adalah garda terdepan pelayanan publik. Oleh karena itu, integritas, disiplin, dan profesionalisme mutlak harus dipegang teguh dalam setiap tugas.
“ASN sangat penting dalam mewujudkan pembangunan Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.
Bupati berharap, seluruh ASN yang menerima bintang kehormatan ini dapat terus menjadi contoh yang baik, mengutamakan pelayanan yang adil, transparan, dan berkualitas demi kemajuan Kutai Timur tercinta.
Ajid Kurniawan memberikan sambutan usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua SPS Kaltim periode 2025. (Foto: Istimwa)
Saya hadir di Musyawarah Daerah Provinsi Luar Biasa (Musdalub) Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur 2025 di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu siang (11/10). Datang sebagai peserta peninjau mewakili Media Kaltim, saya menyaksikan langsung bagaimana organisasi yang dulu identik dengan dunia koran kini benar-benar menatap arah baru.
Di depan panggung, terpampang spanduk besar bertuliskan tema: “Masa Depan Pers Kalimantan Timur: Kebebasan, Etika, Bisnis Berkelanjutan, dan Publisher Rights.”
Saya melihat banyak wajah lama yang akrab di dunia pers Kaltim. Para senior media cetak yang dulu menempa idealisme lewat tinta dan kertas. Tampak para pimpinan media cetak seperti Kaltim Post, Tribun Kaltim, Disway Kaltim, Radar Tarakan, Berau Post, Samarinda Pos, Swara Kaltim, serta sejumlah pimpinan media siber.
Rasanya seperti reuni besar dunia pers Kaltim. Saya bisa bertemu lagi dengan rekan-rekan lama dari keluarga besar Kaltim Post Group, tempat saya berkiprah selama 18 tahun. Namun, suasananya kini jauh berbeda. Kami tidak lagi bicara tentang oplah dan percetakan, melainkan tentang algoritma, monetisasi digital, dan masa depan publisher rights.
Di momen inilah terasa benar makna perubahan SPS — dari Serikat Penerbit Suratkabar menjadi Serikat Perusahaan Pers. Rumah besar bagi seluruh pelaku media lintas platform dan lintas generasi.
Para peserta Musdalub SPS Kaltim 2025 berfoto bersama usai sidang pleno pemilihan ketua di Hotel Fugo Samarinda. (Foto: Istimewa)
Acara dimulai dengan sambutan Ketua Umum SPS Pusat, Januar P. Ruswita, yang hadir secara daring dari Jakarta. Januar mengingatkan kembali akar sejarah SPS yang lahir di Yogyakarta pada 8 Juni 1946, di tengah semangat perjuangan kemerdekaan. “SPS kini berusia hampir delapan dekade,” ujarnya. “Kita harus memastikan organisasi ini tetap relevan di era digital. Media boleh berubah, tapi nilai etik dan tanggung jawab sosialnya jangan pernah luntur,” pesannya.
Setelah itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji secara resmi membuka Musdalub SPS Kaltim 2025. Ia menyampaikan apresiasi terhadap kiprah SPS yang telah menjaga eksistensi dan etika pers di tengah derasnya arus informasi digital. Seno menegaskan pentingnya tanggung jawab moral insan pers untuk menyajikan berita yang benar, berimbang, dan beretika agar tidak menimbulkan disinformasi maupun provokasi di ruang publik.
Ia bahkan mencontohkan pengalamannya pribadi saat menjadi korban pemberitaan yang keliru. “Saya hanya menjawab pertanyaan soal permintaan pendopo dari komunitas, tapi ditulis pemerintah membangun pendopo Jawa. Akibatnya muncul komentar negatif dan kesalahpahaman di masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, kejadian itu menjadi pelajaran penting tentang perlunya verifikasi, akurasi, dan kontrol redaksi yang kuat.
Seno juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi jurnalistik dan pelatihan berkelanjutan bagi wartawan baru agar memahami konteks dan terminologi pemerintahan saat melakukan wawancara.
“Kadang jurnalis menanyakan hal yang bahkan tidak mereka pahami. Ini perlu pembinaan supaya kualitas pers kita makin profesional,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan tentang menurunnya budaya membaca di masyarakat, di mana pembaca sering hanya menilai dari judul tanpa membaca isi berita secara utuh. Menurutnya, media harus menyeimbangkan daya tarik judul dengan akurasi isi agar tidak menyesatkan publik.
Di akhir sambutan, Seno menegaskan komitmen Pemprov Kaltim untuk terus mendukung SPS dalam menciptakan ekosistem media yang sehat, berdaya saing, dan beretika. “Mari bersama mewujudkan media yang kuat dan profesional demi mendukung visi Kaltim menuju Generasi Emas,” tutupnya.
Setelah sesi pembukaan, acara berlanjut dengan dialog bertema “Masa Depan Pers Kalimantan Timur: Kebebasan, Etika, Bisnis Berkelanjutan, dan Publisher Rights.” Tiga narasumber utama hadir dalam sesi ini: Kepala Diskominfo Kaltim H.M. Faisal, S.Sos., M.Si., Wakil Ketua Umum SPS Pusat Suhendro Boroma, dan Direktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dian Andi Nur Azis, S.IP., M.Han. Diskusi berlangsung dinamis dengan moderator Sugito, praktisi media senior yang telah lama berkecimpung di dunia pers Kaltim.
Para narasumber menyoroti berbagai tantangan industri media di era digital. Mulai dari kolaborasi lintas sektor, penerapan publisher rights, hingga strategi keberlanjutan bisnis di tengah disrupsi teknologi. Bagian ini akan saya kupas lebih detail dalam tulisan terpisah.
Setelah sesi dialog berakhir, forum berlanjut ke agenda utama pemilihan ketua. Ajid Kurniawan akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua SPS Kaltim periode 2025. Direktur Balikpapan Pos ini menegaskan bahwa SPS Kaltim akan tampil berbeda dari provinsi lain.
“Kita harus berubah,” katanya. “SPS bukan lagi milik media cetak. Ini organisasi untuk semua entitas pers yang profesional.”
Menurutnya, masih banyak SPS di daerah lain yang didominasi perusahaan koran dan belum memberi ruang bagi media digital, padahal dunia media sudah berubah cepat. Karena itu, SPS Kaltim harus menjadi organisasi yang terbuka, adaptif, dan mampu mengakomodasi semua jenis perusahaan pers — cetak, daring, maupun penyiaran.
Ia menambahkan, seluruh agenda Musdalub berjalan sukses dan menjadi awal dari semangat baru organisasi. Sebagai pedoman kerja, Ajid menyiapkan sebelas rekomendasi strategis yang mencakup penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, diversifikasi pendapatan, hingga dorongan terhadap publisher rights.
Ia juga menekankan pentingnya pelatihan jurnalistik digital dan peningkatan kualitas konten media online agar tidak menurunkan marwah organisasi.
“SPS tidak boleh hanya jadi simbol. Ia harus hadir nyata membantu media tumbuh profesional, mandiri, dan berdaya saing di tengah transformasi digital,” ujarnya.
“Media tidak bisa lagi hanya mengandalkan konten. Kita harus cerdas berinovasi dan membangun ekosistem yang sehat,” tambah Ajid.
Dari pernyataan itu, Ajid kemudian memaparkan 11 Rekomendasi Strategis SPS Kaltim 2025 — mulai dari penguatan literasi media, inovasi teknologi, peningkatan kapasitas SDM, hingga kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta. Rekomendasi tersebut menjadi arah kerja organisasi ke depan dalam memperkuat peran pers lokal di tengah dinamika industri digital.
Musyawarah ini menandai babak baru SPS Kaltim. Ajid dan tim formatur mendapat mandat membentuk kepengurusan modern dengan fokus pada digitalisasi media, peningkatan SDM, riset, dan kemitraan. Semangat perubahan terasa kuat: menjadikan SPS sebagai wadah profesional yang adaptif dan relevan.
Era baru telah dimulai. SPS Kaltim kini berdiri di garis depan perubahan. Dari industri tinta menuju industri data, dari warisan lama menuju inovasi baru. Bukan untuk mengulang kejayaan masa lalu, melainkan untuk memastikan pers daerah tetap relevan di tengah zaman yang terus berubah. (*)
Azwad (tengah), pemuda prestasi mewakili Bontang dalam ajang Sukarelawan Pemuda Berprestasi Tingkat Kaltim. (Ist)
BONTANG – M. Hajarul Azwad terpilih mewakili Bontang untuk mengikuti seleksi Sukarelawan Pemuda Berprestasi di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Hal itu diketahui dari laman facebook PPID Dispoparekraf Bontang.
Disebutkan dalam laman tersebut, Azwad mempresentasikan aksi kerja nyata dan beberapa pencapaian yang dia raih di hadapan panelist dari Dispora Kaltim, Rusmul, Jumat (10/10/2025).
Dia memilih kategori di bidang lingkungan. Dari pemaparan yang disampaikan, ia merupakan Leader World Clean Up Day (WCD) Kota Bontang sejak 2022 sampai sekarang, co Founder Bank Sampah Pesisir, Duta Peduli Sampah Kota Bontang 2020, dan masih banyak lagi.
Tidak hanya aktif di organisasi, Azwad juga memberikan kontribusinya kepada masyarakat, bahkan menjadi bagian dari penggiat kebersihan bahkan sukarelawan bencana yang tergabung dalam komunitas 87 Rescue.
Ia juga aktif memberikan edukasi kepada peserta didik, khususnya siswa tingkat sekolah dasar dalam pengelolaan sampah menjadi kompos. Pengalaman inilah yang dijadikan mahasiswa alumni Politeknik Negeri Pertanian Samarinda itu sebagai bahan untuk berkompetisi meraih predikat Sukarelawan Pemuda Prestasi Tingkat Provinsi Kaltim.
BONTANG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang menginformasikan Website PetaKita Bontang dapat diakses melalui alamat https://petakita.bontangkota.go.id/. Informasi itu disampaikan dalam laman facebook PPID Bapperida Bontang.
Website ini merupakan portal informasi berbasis peta, yang menyajikan data tematik dan peta fasilitas umum di Kota Bontang.
Melalui website ini, masyarakat dapat dengan mudah melihat berbagai informasi spasial, seperti lokasi fasilitas pendidikan, kesehatan, perkantoran, ruang publik, hingga data tematik pembangunan yang terintegrasi.
Selain itu disebutkan, PetaKita juga berfungsi sebagai Portal Satu Data Kota Bontang, yang menyajikan data secara transparan, akurat, dan terkini guna mendukung pengambilan keputusan serta perencanaan pembangunan daerah.
Dengan tampilan interaktif dan fitur pencarian peta yang praktis, website ini menjadi sarana digital untuk mempermudah masyarakat, akademisi, maupun pemangku kepentingan dalam mengakses informasi geospasial Kota Bontang secara cepat dan tepat.
Pegawai Bapperida ikut kerja bakti di RT 10 Bontang Baru. (Ist)
BONTANG – Wali Kota Bontang mencanangkan program Jumat bersih untuk seluruh OPD di lingkungan Pemkot Bontang. Perintah itu pun telah dilaksanakan oleh salahsatu OPD, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang
Dimana pada Jumat (10/10/2025) kemarin, seluruh pegawai Bapperida ikut bekerja bakti di RT 10 Kelurahan Bontang Baru.
Aksi itu di bawah koordinasi M. Taupan Kurnia, Sekretaris Bapperida. Kegiatan kerja bakti bersama ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pegawai dan masyarakat. Para pegawai Bapperida bahu-membahu bersama warga membersihkan parit, memangkas rumput liar, hingga menata ulang sudut lingkungan agar lebih bersih dan asri.
“Gotong royong adalah jantung dari kebersamaan kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghidupkan kembali semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan bersama,” ujar Taupan di sela kegiatan, mengutip dari laman facebook PPID Bapperida Bontang.
Dijelaskan, partisipasi Bapperida dalam kegiatan ini menjadi cerminan nyata komitmen ASN yang tak hanya bekerja untuk perencanaan, tetapi juga turun langsung membangun makna dari setiap program yang mereka rancang.
“Melalui langkah kecil seperti kerja bakti, semangat “Bontang Bersih, Hijau, dan Berkelanjutan” terus tumbuh, dimulai dari lingkungan terdekat,” pungkasnya.
SANGATTA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan akan berlangsung meriah. Pemerintah Kutim siap menggelar Pekan Raya Kutim Expo 2025 yang berlokasi di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, selama enam hari penuh, pada 18 hingga 23 Oktober 2025.
Sorotan utama pada malam pembukaan adalah penampilan memukau dari penyanyi nasional yang tengah digandrungi, Gilga Sahid.
Kehadiran Gilga Sahid diharapkan mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Kutim dan sekitarnya.
Ketua Panitia HUT ke-26 Kutim, Trisno, menyatakan bahwa agenda ini lebih dari sekadar pesta ulang tahun. “Kami ingin peringatan HUT Kutim ini menjadi wadah berekspresi. Melalui musik, seni, dan pameran, masyarakat bisa menunjukkan bahwa kreativitas lokal Kutim tidak kalah,” ujar Trisno, menegaskan komitmen Pemkab dalam menggali potensi daerah.
Di samping gemerlap hiburan, expo ini menjadi panggung utama bagi penguatan ekonomi kerakyatan. Sebanyak 80 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang mayoritas berasal dari Kutai Timur, telah mendaftar dan siap meramaikan area pameran.
Partisipasi 80 UMKM ini menjadi indikator kuat bahwa Pekan Raya Kutim Expo 2025 adalah ajang promosi masif. Diharapkan terjadi peningkatan transaksi signifikan yang mampu mendorong geliat ekonomi kreatif daerah.
Selain UMKM, acara ini juga diramaikan oleh 37 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 18 kecamatan, dan 7 unsur Forkopimda, serta sejumlah perusahaan yang ada di Kutim menandakan sinergi seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dalam merayakan hari jadi Kabupaten Kutim.
Event yang dikelola oleh Sutik Anik ini diharapkan menjadi ajang kebanggaan bersama. Tempat di mana hiburan kelas nasional berpadu harmonis dengan semangat mendukung produk lokal.
Ajid Kurniawan saat Musyawarah Daerah Provinsi Luar Biasa (Musdaprovlub) SPS Kaltim 2025 di Hotel Fugo Samarinda. Foto: Agus Susanto)
SAMARINDA – Ajid Kurniawan resmi terpilih sebagai Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kalimantan Timur periode 2025 dalam Musyawarah Daerah Provinsi Luar Biasa (Musdaprovlub) di Hotel Fugo Samarinda, Sabtu (11/10/2025).
Tiga nama semula diusulkan dalam bursa calon ketua, yakni Ajid Kurniawan, Nazar, dan Tommy Simanjuntak. Namun setelah melalui proses penjaringan dan verifikasi, hanya Ajid yang dinyatakan memenuhi syarat dan akhirnya ditetapkan secara aklamasi oleh forum.
Dalam sambutannya, Ajid menegaskan tekad untuk membawa SPS Kaltim menjadi organisasi pers yang lebih inklusif, terbuka terhadap perubahan, dan berorientasi pada digitalisasi media. “Kita harus berubah. Dulu Serikat Surat Kabar, sekarang Serikat Perusahaan Pers. Artinya, tidak hanya media cetak yang harus dilibatkan, tapi juga seluruh entitas media digital,” ujarnya.
Ia menyoroti masih adanya SPS di sejumlah provinsi yang belum mengakomodasi media online, seperti di Sumatra Selatan. “SPS Kaltim harus tampil beda, jadi wadah semua perusahaan pers tanpa sekat. Struktur organisasi pun perlu diperluas agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman,” tambahnya.
Ajid menekankan pentingnya transformasi digital dan peningkatan kapasitas SDM media. Perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), menurutnya sudah menjadi keniscayaan yang tak bisa dihindari. “SPS akan menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kompetensi jurnalistik digital, manajemen redaksi, dan literasi media,” katanya.
Isu publisher rights juga menjadi perhatian utama. Ajid mendorong pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dan swasta agar mendukung media lokal secara konkret dengan prinsip transparansi dan standardisasi. Ia mencontohkan kebijakan DPRD Balikpapan yang mengklasifikasi media berdasarkan grade dan standar Dewan Pers. “Kalau belum memenuhi standar, kita bantu tingkatkan. SPS bisa jadi jembatan pembinaan,” tegasnya.
Musdaprovlub ini juga melahirkan 11 rekomendasi strategis, mencakup penguatan literasi media, diversifikasi sumber pendapatan, inovasi teknologi, sertifikasi jurnalis, kolaborasi dengan LSM, perlindungan data pribadi, hingga penguatan ekosistem media lokal.
Ajid memastikan seluruh rekomendasi tersebut akan dijadikan arah kebijakan dan program kerja SPS Kaltim ke depan. “Media tidak bisa hanya mengandalkan konten. Kita harus membangun ekosistem yang sehat, inovatif, dan profesional,” pungkasnya.
Tim Dinas ESDM Kaltim, Kelurahan, Perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Kukar saat turun kelokasi longsor Samboja Barat. (Humas Dinas ESDM Kaltim)
KUKAR – Akses jalan utama di Kelurahan Argosari, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, mengalami longsor parah sepanjang 100 meter pada Kamis (9/10/2025). Longsoran itu tak hanya memutus jalur transportasi warga, tetapi juga menekuk pipa PDAM hingga mengganggu distribusi air bersih ke permukiman sekitar.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, yang meninjau lokasi pada Sabtu (11/10), menyebut posisi jalan berada di atas lapisan lumpur bekas danau yang labil. Dari hasil investigasi lapangan, ditemukan pula indikasi aktivitas pertambangan di sekitar area tidak memenuhi jarak aman dari permukiman.
“Posisi jalan sangat rentan, dan kegiatan tambang di sekitar lokasi memang perlu evaluasi serius agar tidak menimbulkan dampak seperti ini,” tegas Bambang.
Perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar lokasi, PT Singlurus Pratama, telah menyatakan kesiapannya bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Mereka menandatangani notulen kesepakatan bersama Lurah setempat untuk menangani seluruh dampak longsor, termasuk memperbaiki jalan dan infrastruktur yang terdampak.
Perbaikan jalur pipa PDAM kini telah selesai, dan pasokan air bersih warga kembali normal. Sementara aktivitas tambang di sekitar lokasi dihentikan sementara waktu hingga proses pemulihan tuntas. Perusahaan juga tengah membangun dinding penahan tanah (bandwall) untuk mencegah longsor susulan.
“Targetnya satu minggu semua perbaikan rampung. Kami akan terus awasi pelaksanaannya,” ujar Bambang.
Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas tambang di wilayah Samboja Barat guna mencegah kejadian serupa terulang.
Ketua Umum Sahabat Polisi, Fonda Tangguh. (Foto: Istimewa)
JAKARTA — Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, menilai Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh, layak menjadi bagian dari Komite Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo.
Menurut Rahmad, Fonda telah lama menjadi bagian dari support system Polri dengan memberikan kritik konstruktif serta memiliki kapasitas dan wawasan luas untuk mendorong pembaruan institusi Bhayangkara. “Fonda Tangguh yang sudah bergelar Doktor Honoris Causa adalah sosok yang aktif memberikan edukasi dan motivasi tentang kepolisian. Ia memiliki kapasitas, integritas, dan visi untuk mendorong reformasi di tubuh Polri,” ujar Rahmad kepada awak media, Sabtu (11/10/2025).
Ia menjelaskan, Sahabat Polisi Indonesia telah lama menjadi mitra strategis dalam merumuskan berbagai rekomendasi kebijakan untuk Polri. Dengan latar belakang tersebut, Rahmad optimistis Fonda akan bersikap objektif dalam menjalankan tugas di Komite Reformasi Polri. “Saya kira dengan pengalaman dan komitmen yang dimiliki, Fonda Tangguh akan mampu menjaga keseimbangan antara kritik dan kontribusi positif terhadap Polri,” katanya.
Lebih jauh, Rahmad menilai reformasi Polri tak akan berjalan tanpa adanya perubahan kepemimpinan dan pembersihan struktur internal. Ia menilai Polri kehilangan arah dan kepercayaan publik akibat lemahnya manajemen di bawah Jenderal Listyo Sigit.
“Sudah saatnya Presiden turun tangan langsung. Ganti Kapolri, bersihkan struktur SDM Polri dari pengaruh kekuasaan yang mempermainkan jabatan dan kebijakan. Polri harus kembali ke jati dirinya sebagai pelindung rakyat, bukan alat kepentingan,” tegas Rahmad.
Ia juga menyoroti sistem pembinaan SDM di tubuh Polri yang dinilai masih sarat nepotisme dan jauh dari meritokrasi. “Selama jabatan strategis diberikan karena kedekatan, bukan kinerja, sulit bagi Polri untuk berubah. Dibutuhkan revolusi mental dan kepemimpinan baru yang independen serta berani menolak intervensi,” pungkasnya.
Pembukaan MTQ ke-19 tingkat kecamatan Bontang Utara 2025 (Istimewa)
BONTANG – Sebanyak 229 kafilah dari enam kelurahan turut ambil bagian dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-19 tingkat Kecamatan Bontang Utara, yang resmi dibuka di Aula Gedung SLB Bontang Kuala, Kamis (9/10/2025) malam.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari ini menampilkan beragam cabang lomba, mulai dari tilawah, tahfiz, hingga cabang seni baca Al-Qur’an lainnya.
Mewakili Wali Kota Bontang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi mencari qari dan qariah terbaik, tetapi juga sarana memperkuat keimanan serta menumbuhkan nilai-nilai moral di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup dalam keseharian,” ujar Dasuki.
Sementara itu, Ketua Panitia Supriadi menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini mengangkat tema “Menghidupkan Nilai-Nilai Qurani dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara.”
Ia menyebut, peserta yang mengikuti lomba berasal dari berbagai kategori usia, mulai anak-anak hingga dewasa.
“Kami berharap MTQ ini dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga berakhlak mulia dan menjadi teladan bagi lingkungannya,” ungkap Supriadi.