Beranda blog Halaman 529

Punya Alat Lengkap, Direktur RSUD Bontang: Masyarakat Tak Perlu Ragu Periksa Jantung

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA mengungkapkan, saat ini pihaknya telah memiliki fasilitas diagnostik jantung yang semakin lengkap, dimana masyarakat tak perlu khawatir terkait pemeriksaan jantung di RSUD Bontang.

“Alhamdulillah alat yang kita punyai saat ini, yang terkait dengan jantung sudah termasuk cukup lengkap, walaupun masih ada beberapa alat yang belum kita miliki,” ucapnya, Kamis (20/11/2025).

Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Sebab RSUD Taman Husada Bontang kini telah mempunyai alat yang terbilang cukup memadai untuk pemeriksaan yang berkaitan dengan jantung.

“Walaupun masih ada beberapa alat jantung yang belum kita miliki, karena terkendala dengan harganya yang cukup mahal. Kita tetap berupaya akan terus memberikan pelayanan yang terbaik, untuk seluruh masyarakat khususnya warga Bontang,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pemeriksaan Jantung di RSUD Taman Husada: Tersedia CT Scan, EKG, Hingga MRI

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Di RSUD Taman Husada Bontang telah tersedia alat memadai untuk pemeriksaan jantung seperti CT Scan Jantung, Elektrokardiogram (EKG), hingga Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Alhamdulillah alat yang kita punyai saat ini terkait dengan jantung sudah termasuk cukup lengkap,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA, Kamis (20/11/2025).

Sedikit informasi, EKG adalah tes medis non-invasif untuk merekam aktivitas listrik jantung yang dapat digunakan untuk mendiagnosis berbagai masalah jantung seperti aritmia, serangan jantung, dan gangguan irama lainnya.

Selanjutnya, untuk CT scan jantung adalah prosedur pencitraan yang menggunakan sinar-X untuk menghasilkan gambar 3D detail dari jantung dan pembuluh darah.

“Tujuannya adalah untuk mendeteksi masalah seperti penyempitan pembuluh darah koroner, plak kolesterol, kelainan struktural, dan kondisi lain pada jantung,” tambahnya.

Sedangkan dengan MRI fungsi utama untuk mendeteksi berbagai kondisi seperti tumor, stroke, cedera otak atau tulang belakang, masalah jantung dan pembuluh darah, serta cedera pada sendi dan otot. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

CT Scan 128 Slice Telah Hadir di RSUD Bontang

0
CT Scan 128 Slice. (Ist)

BONTANG – Saat ini telah tersedia peralatan medis CT Scan 128 Slice di RSUD Taman Husada Bontang. Dengan hadirnya alat ini masyarakat tak perlu lagi jauh-jauh keluar kota untuk pemeriksaan yang memerlukan CT Scan 128 Slice.

Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara menyampaikan bahwa, CT-Scan merupakan salah satu pemeriksaan canggih yang dimiliki RSUD Taman Husada, untuk membantu dokter menegakkan diagnosa.

Alat ini juga bisa melakukan CT-Cardiac (CT-Scan Jantung) yaitu salah satu teknik pencitraan menggunakan sinar X untuk melihat kondisi jantung secara detail.

“Jadi lewat pemeriksaan di CT Scan ini, masyarakat tak perlu lagi ke luar daerah atau kota, sebab RSUD telah memiliki alatnya. Jadi pemeriksaan juga lebih cepat dan akurat,” ucapnya, Kamis (20/11/2025).

Diketahui, CT Scan 128 Slice adalah teknologi pencitraan medis yang menggunakan 128 detektor untuk menghasilkan gambar tubuh dengan resolusi tinggi, detail, dan kecepatan tinggi.

Keunggulan dari CT Scan 128 Slice meliputi waktu pemindaian yang lebih cepat, paparan radiasi yang lebih rendah, serta akurasi diagnosis yang lebih baik untuk mendeteksi berbagai kondisi seperti stroke, kanker, penyakit jantung, cedera, dan masalah organ lainnya.

“Kami terus berupaya dan komitmen untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Hipertensi Kasus Terbanyak di RSUD Taman Husada

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP. FIHA, menyebutkan jika hipertensi termasuk kasus terbanyak yang ditangani oleh dirinya di RSUD Taman Husada Bontang.

“Banyak sekali pasien hipertensi yang ditangani disini,” ucapnya, Kamis (20/11/2025).

Hipertensi adalah kondisi medis dimana tekanan darah dalam arteri (pembuluh darah) meningkat secara konstan di atas batas normal. Kondisi ini sering disebut “pembunuh diam-diam” (silent killer) karena umumnya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Akan tetapi, dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal bila tidak segera ditangani.

“Kebanyakan dari mereka (pasien), tidak sadar kalau sedang mengalami hipertensi. Makanya mereka masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, karena tidak sadar itu,” tambahnya.

Sehingga, dr. Suhardi sangat menyarankan masyarakat agar di setiap masing-masing rumah, harus menyediakan atau memiliki tensimeter. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pelayanan IGD di RSUD Taman Husada Buka 24 Jam, Jadwal Dokter Jaga Terbagi 3 Shift

0
IGD di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Taman Husada Bontang melayani 24 jam, dengan dokter yang berjaga terbagi 3 shift.

Shift yang terbagi 3 bagian meliputi jadwal pagi, sore, dan malam. Untuk dokter yang berjaga di bagian pelayanan IGD pun bergantian, dengan diisi 2 sampai 3 dokter yang berjaga.

“Pastinya IGD 24 jam, dan dokter sangat diwajibkan datang bila ada kejadian yang mendesak. Mau jam berapa pun itu, karena sudah ada bagiannya masing-masing,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.Jp,FIHA, Kamis (20/11/2025).

Diketahui, selain pelayanan di IGD ada pula layanan yang sampai 24 jam, seperti Laboratorium dan Radiologi. Walaupun di hari Sabtu dan Minggu, ketiga layanan tersebut tetap buka.

“Pastinya di pelayanan 24 jam ini sudah paham bagaimana dan gimana cara mengatur waktunya, apa saja yang dilakukan bila ada hal mendesak. Mereka punya bagiannya masing-masing, dengan waktu 8 jam kerja,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Gedung Bengkirai Jadi Pusat Pelayanan Poliklinik

0
Ruang Poliklinik di Gedung Bengkirai RSUD Taman Husada Bontang Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Seluruh pelayanan poliklinik di RSUD Taman Husada Bontang terpusat di Gedung Bengkirai atau yang biasa disebut gedung B. Hal ini dapat memudahkan pasien yang datang berobat jalan.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada, dr Tri Ratna Paramita mengatakan bahwa pemusatan poliklinik di Gedung Bengkirai adalah salah satu peningkatan dalam pelayanan.

Dimana pelayanan poliklinik menjadi satu di dalam satu gedung, agar para pasien tidak capek dan harus bolak-balik ke gedung satu hingga gedung yang lain hanya untuk melakukan pemeriksaan.

“Iya kami jadikan satu, dimana semua pelayanan poliklinik hanya ada di dalam satu gedung saja,” ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/11/2025).

Di Gedung Bengkirai terdapat poliklinik Ibu dan Anak, Obgyn, Jantung, Bedah, Bedah Onkologi, Ortopedi, THT, Mata, Saraf, Penyakit Dalam, Paru, Kulit Kelamin, Gigi Anak, Bedah Mulut, dan Konservasi Gigi.

Selanjutnya poliklinik Jantung, Paru, THT, Mata, Kulit dan Kelamin, Psikiatri, Neurologi, dan Geriatri, MCU, laboratorium, hingga klinik rehabilitasi. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

APBD Kaltim 2026 Terpangkas Rp6,3 Triliun, Pembahasan Macet dan Harus Diulang dari Awal

0
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi. (K. Irul Umam/MKN)

SAMARINDA – Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur 2026 kembali menemui jalan buntu. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum mencapai titik temu terkait penyusunan ulang postur belanja pembangunan setelah terjadinya koreksi besar dari pemerintah pusat.

Kebuntuan ini dipicu keputusan Pemerintah Pusat memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam jumlah besar. Akibat pemangkasan tersebut, APBD yang sebelumnya diproyeksikan Rp21,3 triliun dalam dokumen KUA-PPAS harus direvisi tajam menjadi sekitar Rp15 triliun.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim yang juga anggota Banggar, M. Darlis Pattalongi, mengatakan pembahasan menjadi tersendat karena pemerintah provinsi pada awalnya masih berharap pemotongan TKD bisa dibatalkan. Namun upaya lobi dan audiensi ke Kementerian Keuangan tidak membuahkan hasil.

“Ketika pemotongan dipastikan tetap ada, pembahasan langsung tersendat. Untuk sementara harus ditunda dulu,” ujar Darlis.

Menurutnya, Banggar berharap pemerintah pusat dapat memberikan kelonggaran dengan mengurangi besaran pemangkasan. “Bayangkan, yang terpotong itu Rp6,3 triliun. Tentu kami sangat tidak siap,” tegasnya.

Banggar dan TAPD sebelumnya telah menjadwalkan pembahasan maraton selama tiga hari. Namun perubahan angka yang begitu besar membuat diskusi tidak bisa dilanjutkan sesuai rencana dan harus diperpanjang.

“Masih butuh pembahasan yang lebih mendalam,” kata Darlis.

Politikus PAN itu menegaskan pembahasan APBD tidak akan berhenti total. Saat ini, kedua pihak meminta waktu untuk rapat internal guna menyusun ulang skenario dan prioritas anggaran sebelum kembali duduk bersama.

“Akan ada pembahasan ulang dengan persiapan yang lebih matang,” ujarnya.

Darlis mengingatkan bahwa perubahan drastis pada struktur anggaran akan berdampak luas pada berbagai program pembangunan di Kaltim. Pemerintah daerah kini menghadapi tantangan berat untuk menjaga agar manfaat pembangunan tetap dirasakan masyarakat meski ruang fiskal semakin terbatas.

“Termasuk program Gratispol, kemungkinan besar juga terdampak pengurangan,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Popda Kaltim XVII Resmi Dibuka di PPU, Ribuan Atlet Pelajar Panaskan Arena Menuju Generasi Emas

0
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor membuka secara resmi Popda Kaltim XVII/2025 di Alun-alun PPU, Kilometer 9 Nipah-Nipah, Kamis (20/11/2025). (Deddy/MKN)

PPU – Suasana penuh energi mewarnai Alun-alun PPU Kilometer 9 Nipah-Nipah saat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Timur XVII/2025 resmi dibuka, Kamis sore (20/11/2025). Ribuan atlet pelajar dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim memadati arena pembukaan yang berlangsung meriah, memadukan kreativitas pelajar, pertunjukan budaya, hingga hiburan khas daerah.

Rangkaian acara dibuka dengan parade defile kontingen, disusul penampilan artis cilik PPU yang membawakan lagu-lagu daerah dan penyemangat. Kesenian lokal turut tampil memukau melalui tari khas PPU. Suasana semakin riuh ketika maskot Popda, boneka “rusa sambar”—satwa ikonik PPU—masuk ke arena dan langsung mencuri perhatian penonton.

Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, secara resmi membuka Popda Kaltim XVII. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema Popda tahun ini, “Kolaborasi Prestasi Olahraga Mewujudkan Generasi Emas”, bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk melahirkan atlet dan pelajar berkarakter unggul.

“Saya bangga menyaksikan para pelajar atlet yang siap mengharumkan daerahnya lewat olahraga. Kalian adalah wajah olahraga Kaltim, masa depan Kaltim, penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujarnya.

Mudyat mendorong para atlet untuk tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga tampil percaya diri di panggung nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antara atlet, pelatih, sekolah, dan pemerintah dalam membangun Generasi Emas 2045.

“Menjunjung tinggi profesionalitas, kejujuran, dan kredibilitas adalah fondasi seorang atlet. Jadikan ajang ini tempat menampilkan karakter terbaik kalian,” tegasnya.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penekanan tombol bersama oleh Bupati PPU dan sejumlah kepala daerah Kaltim, disusul pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kompetisi Popda Kaltim XVII/2025.

Dalam kesempatan itu, Mudyat juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan. Ia sekaligus mengajak para atlet memanfaatkan momentum Popda di PPU untuk mengenal lebih dekat Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada tidak jauh dari venue pertandingan.

“Kami mohon maaf jika ada kekurangan. Dan jika ada waktu luang, para atlet dapat mengunjungi IKN untuk melihat pusat peradaban baru Indonesia,” tutupnya.

Dengan dibukanya Popda Kaltim XVII/2025, ribuan atlet pelajar mulai berlaga di berbagai venue yang telah disiapkan di seluruh wilayah PPU. (MK)

Editor: Agus S

Anggaran PKP Naik Dua Kali Lipat, IKN Kebagian 22 Tower Hunian Baru

0
Pembangunan tower hunian di IKN dipastikan terus berlanjut. (Foto: Atmaja/Media Kaltim)

NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi prioritas pembangunan nasional pada 2026. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan anggaran besar mencapai Rp10,89 triliun—melonjak 106,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, Rp382,55 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan hunian.

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (19/11/2025), Menteri PKP Maruarar Sirait memaparkan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun 22 tower baru atau 743 unit rumah yang tersebar di IKN dan sejumlah daerah otonomi baru (DOB).

Selain pembangunan hunian, Kementerian PKP juga menganggarkan Rp155,85 miliar untuk penataan kawasan kumuh seluas 225 hektare di 15 lokasi. Sebanyak Rp36 miliar dialokasikan untuk penyediaan 3.000 unit fasilitas sanitasi, sementara Rp242,20 miliar akan digunakan untuk membangun 607 unit rumah bagi korban bencana serta persediaan panel RISHA.

Tidak hanya itu, bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) turut digelontorkan melalui anggaran Rp29,08 miliar, yang mencakup 2.007 unit untuk mendukung infrastruktur di kawasan pesisir, perkotaan, dan perdesaan.

Menteri Ara menegaskan bahwa lonjakan anggaran tahun depan difokuskan untuk memperluas jangkauan layanan terutama kepada masyarakat kecil. Ia memastikan bahwa pelaksanaan program tetap dikawal dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai arahan Presiden.

“Pelaksanaan program akan tetap dikawal dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai arahan presiden,” jelasnya.

Anggaran besar untuk IKN disiapkan guna mempercepat kesiapan hunian ASN seiring pembangunan kantor pemerintahan. Alokasi ini juga memperkuat upaya pemerintah dalam menyediakan hunian vertikal yang efisien di wilayah administratif baru.

Menteri Ara meminta dukungan penuh DPR RI agar seluruh program prioritas 2026 dapat berjalan optimal.

“Ini bukan hanya soal pembangunan rumah, tapi tentang membangun masa depan rakyat kecil agar hidup lebih layak, sehat, dan sejahtera,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pada 2026 sejumlah tower hunian ASN akan mulai dikerjakan oleh Kementerian PKP, termasuk tower khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Oleh Kementerian PKP. Oke. Termasuk nanti ada yang untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Basuki.

Pada tahap kedua pembangunan IKN ini, pekerjaan besar digarap bersama oleh Kementerian PUPR, Kementerian PKP, dan Otorita IKN (OIKN). (MK)

Editor: Agus S

Emosi Saat Ditagih Utang, RA Tikam Korban dan Kabur, Tak Sampai Sehari Dibekuk

0
Ilustrasi

SAMARINDA – Unit Reserse Kriminal Polsek Sungai Pinang Polresta Samarinda bergerak cepat mengungkap kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Jalan Bengkuring Raya Blok D, RT 042, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara. Pelaku berinisial RA ditangkap kurang dari 12 jam setelah korban melapor.

Peristiwa terjadi pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, RA datang ke rumah korban, HS, untuk menagih utang mingguan. Saat duduk di ruang tunggu, RA menyalakan rokok, namun langsung ditegur oleh HS karena tidak diperbolehkan merokok di dalam rumah. Teguran tersebut justru memicu pertengkaran.

Dalam kondisi emosi, RA tiba-tiba mengeluarkan pisau lipat dan menusukkannya ke arah HS. Korban mengalami luka di bagian tangan. Usai kejadian, HS langsung melapor ke Polsek Sungai Pinang.

Kapolresta Samarinda, Kombespol Hendri Umar, melalui Kasi Humas Ipda Novi Hari, membenarkan bahwa pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat. “Pelaku RA diamankan tim Reskrim Polsek Sungai Pinang kurang dari 12 jam setelah laporan diterima,” ujar Ipda Novi.

Polisi menyita barang bukti berupa sebilah pisau lipat berwarna stainless dengan panjang sekitar delapan sentimeter. RA kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan serta Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin.

Kepolisian menegaskan bahwa tindakan kekerasan, terutama menggunakan senjata tajam, merupakan pelanggaran serius. Masyarakat diimbau tidak main hakim sendiri dan segera melaporkan setiap tindakan kriminal kepada pihak berwajib.

“Pihak kepolisian akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap pelaku kejahatan,” tutup Ipda Novi. (MK)

Editor: Agus S