Beranda blog Halaman 538

Ini Perbedaan Ruang ICU dan ICCU

0
Ruangan ICCU di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – ICU (Intensive Care Unit) dan ICCU (Intensive Cardiac Care Unit merupakan unit layanan intensif yang disiapkan Rumah Sakit (RS), untuk memberikan perawatan optimal bagi pasien dengan kondisi gawat.

Diketahui, untuk ruangan Intensive Care Unit (ICU) adalah unit perawatan intensif umum bagi pasien kritis dari berbagai penyakit. Sedangkan ruangan Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) adalah ICU khusus yang fokus pada pasien dengan kondisi jantung kritis seperti serangan jantung atau gagal jantung.

“Ini hampir sama, cuman perbedaan utamanya terletak pada fokus perawatannya saja, ICU untuk kasus yang lebih luas, sementara ICCU spesifik untuk masalah kardiovaskular,” ucap Pejabat Informasi dan Pelayanan Publik (PIPP) RSUD Taman Husada Bontang, Renanthera Vidya Dara, Minggu (16/11/2025).

ICU fokus merawat pasien dewasa dengan berbagai kondisi kritis, cedera serius, atau penyakit lain yang mengancam jiwa, baik kasus trauma maupun non-trauma, bedah maupun non-bedah.

Sedangkan ICCU memfokuskan dalam merawat pasien dengan penyakit kritis, yang berkaitan dengan jantung, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung berat, atau gangguan irama jantung yang mengancam jiwa.

“Jadi sudah jelas ya disini, kalau ICCU lebih ke jantung. Itulah yang membedakan antara ICU dengan ICCU,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Tekanan Psikologis Bisa Picu Penyakit Jantung

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA menyampaikan bahwa, pasien yang mengalami penyakit jantung bisa berawal dari adanya tekanan psikologis.

Dari tekanan psikologis tersebut, respons tubuh dan juga otak akan tertekan, dimana hal ini bisa menyebabkan yang bersangkutan menjadi stres serta mengalami kecemasan.

“Maka saya sangat menyarankan untuk masyarakat, agar tidak stres secara berlebihan, sebab jika sedang stres maka jantung akan bekerja lebih cepat dari yang biasanya,” ucapnya, Minggu (16/11/2025).

Adapun ciri-ciri penyakit jantung saat sedang kambuh, seperti nyeri dada yang menjalar ke lengan, leher, atau rahang, sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, dan detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

“Hindari stres yang berlebihan, apabila ada masyarakat yang sering mengalami ciri-ciri tersebut, bisa segera langsung memeriksakan kondisi tubuhnya ke rumah sakit. Jangan terlalu abai dengan kondisi kesehatan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Antisipasi Hipertensi, dr. Suhardi Imbau Masyarakat Sedia Tensimeter di Rumah

0
Ilustrasi (Ist)

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA sangat menyarankan ke masyarakat Bontang, agar memiliki tensimeter di rumah masing-masing sebagai antisipasi terjadinya hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis. Dimana tekanan darah di arteri secara konsisten terlalu tinggi, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah.

Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, serta mengalami kerusakan ginjal bila tidak segera ditangani.

“Maka saya sangat menyarankan untuk masyarakat bisa menyediakan atau memiliki tensimeter di rumahnya,” ucapnya, Minggu (16/11/2025).

Diketahui, untuk perawatan dan pencegahannya bisa dengan mengubah gaya hidup. Mengkonsumsi makanan rendah lemak dan kaya serat. Serta batasi asupan garam dan alkohol.

“Upayakan kita sesempat mungkin untuk berolahraga, setidaknya ada aktivitas olahraga yang kita lakukan setiap minggunya, dan juga jangan stres. Sebisa mungkin istirahat yang cukup,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Tips Hidup Sehat Dari Direktur RSUD Taman Husada

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA saat ditemui. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA mengajak masyarakat Kota Bontang untuk bisa hidup sehat. Berikut beberapa tips dari Dokter Suhardi.

Ia menekankan pentingnya pola makan yang seimbang dengan berbagai macam makanan seperti buah dan sayur. Bahkan masyarakat sangat diminta untuk tidak sesering mungkin mengkonsumsi junk food.

“Pilihlah makanan yang sehat, serta perbanyak makan buah dan sayur. Pastikan tubuh kita terpenuhi dengan vitamin serta nutrisi,” ucapnya, Minggu (16/11/2025).

Hindari diet ekstrim, lantaran tubuh sangat membutuhkan asupan nutrisi seperti karbohidrat kompleks, protein, serat, vitamin, dan mineral tetap terpenuhi.

“Jangan karena ingin diet, sampai tidak makan atau konsumsi apa-apa. Semuanya dikurangi dan dibatasi. Itu sangat tidak baik. Proses penurunan berat badan bertahan, tidak instan,” tambahnya.

Maka sangat diimbau ke masyarakat, agar bisa menjalankan pola hidup dengan benar. Terlebih lagi, hindari tekanan seperti stres yang dimana bisa membuat tubuh menjadi ngedrop. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Toko Modern Waralaba Siap Ekspansi ke Bontang Barat, Dua Lokasi Mulai Urus Perizinan

0
Salah satu waralaba nasional yang ada di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Rencana kehadiran toko modern waralaba nasional mulai merambah di semua kecamatan di Bontang. Sebaran toko modern yang selama ini hanya berada di Bontang Utara dan Bontang Selatan.

Kabar tersebut disampaikan Kepala Sub Bagian Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Bontang, Idrus. Ia menyebut salah satu pemohon telah mengajukan proses perizinan awal.

Idrus menjelaskan, satu gerai direncanakan berdiri di kawasan Terminal Bontang, sementara satu lainnya menyasar ruas Jalan Soekarno–Hatta. Saat ini prosesnya masih sebatas pemenuhan persyaratan dasar seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta dokumen lingkungan.

Sebelum izin dapat diterbitkan, calon pemilik usaha juga harus melalui survei lapangan sebagai bagian dari proses rekomendasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP).

“Rekomendasi itu nanti menjadi dasar untuk penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW),” jelasnya.

Idrus menegaskan adanya pembatasan jumlah toko modern waralaba nasional di setiap kecamatan, yakni lima unit. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga keseimbangan agar bisnis warung kecil tidak tergerus.

Ia menambahkan, pembatasan tersebut tidak berlaku bagi toko modern waralaba skala daerah seperti Era Mart

Sementara itu, regulasi mengenai batasan kuota toko modern sedang direvisi. Peraturan Daerah yang mengatur kuota waralaba kini memasuki tahap harmonisasi di Kemenkumham Kaltim.

Dalam aturan sebelumnya, kuota dibatasi tiga gerai di Bontang Selatan, tiga di Bontang Utara, dan dua di Bontang Barat sebagaimana tertuang dalam Perwali 34/2018.

Namun jumlah toko modern waralaba nasional yang ada sekarang telah melampaui aturan tersebut, seperti yang ada di wilayah Bontang Utara tercatat ada enam unit. Empat Indomaret (R Suprapto, Bhayangkara, Imam Bonjol, dan Slamet Riyadi) serta dua Alfamidi (Pattimura dan Awang Long).

Dalam usulan revisi regulasi, kuota disamaratakan menjadi lima gerai per kecamatan, jika permohonan lebih dari kuota, otomatis rekomendasi dari dinas terkait tidak dapat keluar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengedar Beraksi di Jalan NPK Pelangi, Bukti Sabu Seberat 50 Gram Diamankan Polisi

0
Barang bukti berhasil petugas amankan. (Ist).

BONTANG – Sat Resnarkoba Polres Bontang berhasil mengamankan pengedar sabu seberat 52,58 gram, di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (15/11/2025), sekitar pukul 23.50 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, dalam penangkapan itu, seorang pria berinisial Re (25) diamankan di Jalan NPK Pelangi, RT.48, Loktuan.

“Iya kami mendapatkan informasinya dari masyarakat, jika benar adanya peredaran sabu sering terjadi di jalan tersebut. Maka petugas langsung melakukan penyelidikan,” ucapnya, Minggu (16/11/2025).

Saat penyidikan dilakukan, petugas langsung mendapati seorang terduga menggunakan sepeda motor Honda Vario merah hitam dengan nomor polisi KT 6014 QD di lokasi tersebut, dengan gerak gerik yang mencurigakan.

“Kami lakukan penggeledahan, sehingga ditemukan dua bungkus plastik bening berisikan sabu dalam dompet yang berada di dalam celana terduga,” tambahnya.

Terlebih lagi, Re sempat menyimpan satu poket sabu lainnya menggunakan bungkus Pop Ice dan ditaruh di tempat lain, yang dimana masih di sekitaran bagian pinggir Jalan NPK Pelangi, untuk nantinya di jual ke seseorang.

“Setelah barang bukti kami temukan, kami langsung lakukan pengembangan di salah satu rumah di Jalan Slamet Riyadi, RT.50, Loktuan. Re mengakui seluruh barang tersebut adalah miliknya, dengan ada tambahan barang bukti satu poket sabu di rumah miliknya,” jelasnya.

Kini barang bukti yang berhasil diamankan meliputi empat poket sabu berat 52,58 gram, satu bungkus plastik, satu kemasan Pop Ice, satu tas, satu dompet, satu sedotan berujung runcing, satu timbangan digital, satu celana pendek, satu unit handphone merek Infinix, serta satu sepeda motor Honda Vario.

“Tersangka akan dikenakan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Longsor Telan Inova di Jalur Bengalon–Kaliorang

0
Inova korban longsor di Jalur Bengalon-Kaliorang akibat longsor. (Ist)

SANGATTA — Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Poros Bengalon–Kaliorang, tepatnya di Sekurau Atas, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, sekitar pukul 05.00 Wita. Sebuah mobil Toyota Inova Venturer bernopol F-1171-YG terperosok ke area longsor sedalam sekitar tiga meter setelah pengemudi hilang kendali.

Pengendara bernama Wahyudi, warga Bengalon, mengalami luka lecet pada bagian kaki dan langsung mendapatkan penanganan di lokasi. Mobil yang dikendarainya mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari kaca depan pecah, bagian atap depan penyok, kaca belakang rusak, hingga baret pada beberapa sisi kendaraan. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.

Berdasarkan pemeriksaan awal polisi, kecelakaan diduga terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, antara lain kondisi jalan yang longsor, tikungan gelap, minim penerangan, serta cuaca gerimis di waktu dini hari. Selain itu, pengemudi diduga kurang fokus sehingga tidak melihat tanda-tanda longsor di jalur tersebut.

Kapolsek Bengalon AKP Asriadi mengatakan pihaknya merespons cepat laporan dari warga sekitar.

“Begitu menerima informasi, anggota langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata korban, serta memastikan lokasi tidak menimbulkan kecelakaan lanjutan. Saat ini kendaraan masih dalam proses evakuasi,” jelasnya, Minggu (16/11/2025).

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas, khususnya di titik-titik rawan longsor.

“Kondisi jalan di beberapa titik masih rawan longsor. Pengguna jalan kami imbau menjaga kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan,” tambahnya.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama, terutama di jalur yang memiliki riwayat longsor.

“Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, apalagi di jalur yang memiliki riwayat longsor. Kecelakaan seperti ini bisa dicegah dengan kehati-hatian dan kepatuhan terhadap rambu-rambu,” tegasnya.

Ia memastikan jajaran Polres Kutim akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau kondisi jalan dan memasang tanda peringatan tambahan bila diperlukan.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi kendaraan masih berlangsung. Polisi mengimbau warga untuk tetap berhati-hati saat melintasi kawasan tersebut.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Lanjutkan Safari Subuh, Pj Sekda Tekankan Spiritualitas dan Penguatan Sosial di Masjid Al Falah

0
Safari subuh di Masjid Al Falah HOP 1. (ist)

BONTANG – Pj Sekda Kota Bontang, Akhmad Suharto, mengunjungi Masjid Alfalah HOP 1, Kompleks PT Badak, Bontang Selatan, Ahad (16/11/2025) subuh. Kunjungan ini melanjutkan agenda Safari Subuh sebagai bagian dari program prioritas gerakan sholat subuh berjamaah dan aksi bersih-bersih masjid.

“Safari Subuh ini memiliki dua dimensi yang sama-sama penting: dimensi spiritual dan dimensi sosial,” kata Suharto dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa melalui gerakan berjamaah dan aksi bersih-bersih masjid, masyarakat tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga memperkuat silaturahim, ukhuwah, serta semangat gotong royong.

Di hadapan jamaah, Suharto turut menekankan pentingnya partisipasi semua pihak—terutama ASN, pemuda, dan remaja—untuk aktif memakmurkan masjid. Menurutnya, masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat penguatan karakter dan sosial kemasyarakatan.

Menutup sambutannya, Suharto mengajak seluruh jamaah untuk terus istiqomah dalam menjalankan kebaikan, termasuk menjaga gerakan sholat berjamaah dan aksi bersih-bersih masjid.

Ia berharap gerakan ini dapat menjadi budaya bersama untuk mempererat persatuan dan menghadirkan keberkahan di tengah masyarakat Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

TTG V Resmi Ditutup, Hasilkan 36 Inovasi, Lebihi Target Penyelenggara

0
Dasuki saat menyerahkan penghargaan kepada peserta TTG V. (Ist)

BONTANG — Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) V Kota Bontang resmi ditutup pada Sabtu (15/11) malam di Bontang Citi Mall.

Kepala DSPM dr. Toetoek Pribadi Ekowati dalam laporannya menyebut para peserta TTG sebagai “pejuang inovasi”. Dengan total 219 peserta, ajang ini menghasilkan 36 inovasi lintas sektor—melebihi target penyelenggara. Inovasi tersebut mencakup pertanian berkelanjutan, pengolahan limbah, teknologi informasi, dan sektor-sektor kreatif lain.

Penilaian kompetisi tahun ini menitikberatkan pada kebaruan, keberlanjutan, dampak sosial ekonomi, serta kemudahan inovasi untuk direplikasi oleh masyarakat. Selain kompetisi utama, diselenggarakan pula pameran inovasi dan gelar kuis Rangking 1 TTG.


Penutupan TTG V berlangsung meriah dan menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Bontang dalam menghadirkan solusi teknologi yang bermanfaat dan berkelanjutan. Pemerintah berharap gelaran serupa ke depan dapat semakin memperkuat budaya inovasi di kota ini.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali Terjun Langsung Memungut Sampah di Tanjung Laut Indah

0

BONTANG —Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris turun langsung memungut sampah saat mengikuti gerakan pungut sampah,Sabtu (15/11) pagi. Aksi ini diinisiasi oleh World Clean Day Kota Bontang bersama Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tanjung Laut Indah Ardiansyah, serta para Putra-Putri Duta Anti Narkoba Kota Bontang yang ikut memperkuat gerakan peduli lingkungan ini.

Kegiatan dipusatkan di kawasan Pelabuhan Tanjung Laut Indah dan area sekitarnya, yang menjadi lokasi prioritas karena tingginya aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.

Di lapangan, Wawali Agus Haris terlihat jibaku memungut sampah, mulai dari plastik, kemasan sekali pakai, hingga sampah yang tersangkut di sela-sela dermaga. Setiap sampah yang terkumpul langsung dimasukkan ke kantong sampah besar yang telah disediakan.

“Kegiatan seperti ini harus menjadi budaya. Bukan hanya seremonial, tapi ajakan nyata agar masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungannya,” ujar Agus Haris dalam kesempatan itu.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah kelurahan, komunitas, para duta generasi muda, dan warga dapat memperkuat kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan pesisir yang merupakan wajah kota dan pusat aktivitas masyarakat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam