Beranda blog Halaman 540

Gerebek Loa Hui Tengah Malam, 122 Wanita Terjaring dan Semua Ber-KTP Luar Daerah

0
Sejumlah wanita yang terjaring operasi Pekat di kawasan eks lokalisasi Loa Hui, Samarinda, diarahkan petugas Satpol PP untuk pendataan. Foto: Dimas/MKN

SAMARINDA – Operasi gabungan Pekat di kawasan eks lokalisasi Suka Damai Loa Hui kembali membongkar aktivitas prostitusi ilegal yang berjalan seolah tanpa hambatan. Sebanyak 122 wanita diamankan dari 33 rumah yang difungsikan sebagai tempat hiburan malam (THM), seluruhnya beridentitas luar Samarinda dan luar Kaltim.

Penggerebekan berlangsung Minggu dini hari (16/11) sekitar pukul 00.00 WITA melibatkan Satpol PP Provinsi Kaltim, Satpol PP Kota Samarinda, TNI, Polri, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Selain menjaring para wanita, petugas menemukan sekitar 200 botol minuman keras (miras) yang dijual tanpa izin.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, menegaskan bahwa tidak satu pun dari mereka beridentitas lokal.

“Kita jaring 122 orang dan semuanya ber-KTP luar daerah, bukan KTP Samarinda ataupun Kalimantan Timur,” tegasnya.

Edwin menyebut beroperasinya kembali Loa Hui sebagai peringatan keras bagi pemerintah daerah, mengingat kawasan tersebut sudah lama ditutup.

“Lokasi ini sudah ditutup, tapi faktanya masih bisa beroperasi lagi. Prostitusi masih menjadi masalah terbesar selain judi online dan narkoba,” ujarnya.

Loa Hui sebelumnya telah ditutup permanen melalui SK Wali Kota Samarinda Nomor 462/260/HK-KS/V/2014. Namun di lapangan, aktivitas prostitusi justru kembali muncul dan meluas.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, menegaskan status ilegal kawasan tersebut.

“Statusnya ilegal. Sudah tutup, tapi beroperasi lagi. Malam ini kita pastikan itu,” ucapnya.

Anis juga memastikan Ketua RT 42 yang disebut mengoordinasi 33 pemilik rumah di kawasan itu akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Nanti Pak RT kami panggil untuk menjelaskan siapa saja pemilik rumah itu. Beliau yang bertanggung jawab memberikan informasi kepada kami,” jelasnya.

Selain prostitusi, operasi juga menemukan sekitar 200 botol miras ilegal. Pendataan identitas dilakukan langsung oleh Disdukcapil Provinsi dan Kota Samarinda.

Anis turut mengungkap adanya pemeriksaan kesehatan rutin sebelumnya yang dilakukan pihak koordinator THM, termasuk keberadaan beberapa wanita yang terkonfirmasi positif HIV dan Sifilis.

“Ada yang positif, tapi semuanya dalam pemantauan,” ujarnya.

Satpol PP Kota Samarinda menegaskan akan melanjutkan penyidikan melalui bidang perundang-undangan dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan penindakan dan penutupan yang lebih tegas terhadap aktivitas ilegal di Loa Hui. (MK)

Editor: Agus S

Harga Mahal Jadi Kendala RSUD Bontang Dalam Penyediaan Alat Kesehatan

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA mengungkapkan pihaknya masih kesulitan dalam pengadaan alat kesehatan.

“Iya kami masih ada beberapa hal yang agak susah, jika berkaitan dengan alat kesehatan. Itu semua masih kami upayakan untuk peningkatannya,” ucapnya, Sabtu (15/11/2025).

Disebutkannya, ketersediaan alat kesehatan di lingkungan Rumah Sakit (RS) harus bisa stabil. Namun, semua alat kesehatan maupun fasilitas yang RS wajib miliki, nilainya terbilang cukup mahal.

Terlebih lagi dengan alat kesehatan atau fasilitas RS yang makin lama kian semakin canggih. Hal itu tak mudah didapatkan begitu saja, mengingat alat kesehatan maupun fasilitas kesehatan harganya sangat fantastis.

“Iya kendala kami masih di anggaran, sebab contohnya seperti di pelayanan jantung. Kita hanya cukup beli alat kesehatannya saja, baru bisa naik dari madya ke utama,” ungkapnya.

Maka dengan alat kesehatan yang harganya terbilang cukup mahal, tetapi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki masih terbilang cukup lemah. Sehingga pihaknya belum bisa memenuhi fasilitas tersebut. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

50 Persen Pelayanan di RSUD Bontang Masuk Kategori Madya

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – 50 persen pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang, saat ini telah masuk dalam kategori madya. Diketahui RSUD memiliki sebanyak 24 pelayanan.

“Kemarin saat kami melakukan evaluasi, sudah sekitar 50 persen pelayanan yang masuk di kategori madya, maka kami selalu berusaha dan mengupayakan untuk seluruh layanan yang ada di RSUD bisa masuk ke madya,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA saat dikonfirmasi, Sabtu (15/11/2025).

Tidak sampai disitu saja, pihaknya pun menginginkan jika ada peluang bagi pelayanan yang bisa naik dari madya menjadi utama, pasti akan mengambil kesempatan tersebut. Dimana peluang yang ada harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Jika ada peluang naik untuk menjadi utama, kenapa tidak. Akan tetapi kami masih belum mengetahui, kapan rencana itu kami lakukan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Syarat Pelayanan Jantung di RSUD Taman Husada Bisa Naik Kategori Utama

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pelayanan jantung di RSUD Taman Husada Bontang bisa naik level atau kategori, yang awalnya dari madya hingga menjadi utama bila mampu melengkapi alat kesehatan khusus di bagian layanan jantung.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA menyampaikan bahwa ada beberapa potensi layanan di RSUD Bontang yang bisa naik di atasnya madya, yakni utama salah satunya layanan jantung.

“Ada potensi kami untuk naik diatas madya. Seperti harus melengkapi beberapa alat kesehatan untuk bisa mencapai itu. Jadi, kalau alat kesehatan lengkap bisa naik menjadi utama,” ucapnya, Sabtu (15/11/2025).

Sehingga, RSUD Taman Husada Bontang harus melengkapi beberapa alat kesehatan yang masih belum lengkap hingga saat ini.

“Saat ini pun kami masih mengupayakan untuk pengadaan alat kesehatan itu di 2026 mendatang. Akan tetapi biaya alat kesehatan itu cukup mahal, jadi kami belum bisa memastikan kapan rencananya untuk memiliki alat tersebut,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Direktur RSUD Taman Husada Bagi Tips Hindari Penyakit Jantung

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA membagikan beberapa tips agar dapat terhindar dari penyakit jantung.

Diketahui, ada beberapa faktor atau akibat yang berpotensi akan terjadinya gangguan penyakit jantung, seperti memiliki darah tinggi, gula, kolesterol yang tidak terkontrol, perokok aktif maupun pasif, hingga kegemukan.

“Jadi sebenarnya penyakit jantung ini lebih ke akibat, yang dimana ciri-ciri yang tadi disebutkan, sangat berpotensi untuk memicu munculnya penyakit jantung,” ucapnya, Sabtu (15/11/2025).

Adapun contohnya seperti darah tinggi, pencetusnya sangat banyak misalkan orang tersebut melakukan pola hidup yang kurang baik, ataupun mereka juga makan makanan yang kurang sehat.

“Itu juga sebagai pemicu. Penyakit jantung pun termasuk penyakit keturunan,” tambahnya.

Agar bisa terhindar dari penyakit jantung, upayakan terapkan gaya hidup sehat dengan pola makan yang seimbang, rutin berolahraga, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pembangunan Gedung C Belum Bisa Dipastikan Berjalan di 2027 Mendatang

0
Lobi RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA menyampaikan, pembangunan fisik gedung C milik RSUD Bontang belum bisa berjalan di 2027 mendatang.

Sebab, pihaknya masih menyesuaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ada, dimana untuk pelaksanaan pembangunan proyek gedung C tersebut sangat bergantung dengan kemampuan anggaran.

“Kami belum bisa menyatakan untuk pembangunan gedung C akan berjalan di 2027 mendatang, soalnya kami masih akan menyesuaikan anggaran yang ada,” ucapnya, Sabtu (15/11/2025).

dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA juga mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan mulai kapan proyek pembangunan gedung C bakal berjalan. Mengingat kemampuan anggaran yang dimiliki.

“Yang jelas dan terpenting kami selesaikan DED-nya dulu. Setelah itu untuk pelaksanaan pembangunan fisiknya, tergantung dengan APBD yang ada,” pungkasnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Pojok Bermain Anak Bakal Tersedia di Gedung C

0
Foto: Kabag Umum dan SDM RSUD Taman Husada Bontang, Andiga Mulfi Kuswardani. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang telah merencanakan penyediaan pojok bermain anak di setiap gedung yang ada, termasuk di gedung C yang akan dibangun.

Agar nantinya, pojok bermain anak tidak hanya terdapat di Gedung Angsana saja. Akan tetapi, juga bakal tersedia di Gedung C.

Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Taman Husada Bontang, Andiga Mulfi Kuswardani mengatakan, bahwa anak dengan usia 12 tahun ke bawah sangat dilarang untuk datang ke Rumah Sakit (RS) sebagai pengunjung, maka pihaknya mengupayakan untuk tetap menyediakan pojok bermain anak.

Anak-anak tidak diperbolehkan untuk masuk ke ruang rawat inap pasien, maka nantinya anak-anak yang ikut ke RS sangat disarankan bisa menunggu di tempat bermain anak.

Mengingat kenyamanan pengunjung termasuk salah satu pelayanan yang paling utama, maka RSUD Taman Husada Bontang terus berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi siapa saja yang ada di lingkungan RS, baik pasien maupun pengunjung. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

DED Proyek Pembangunan Gedung C Sudah Rampung

0
Foto: RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang telah menyelesaikan Detailed Engineering Design (DED) terkait proyek perencanaan pembangunan gedung C.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA menyampaikan bahwa, pihaknya telah melakukan sesi diskusi lebih lanjut dengan konsultan, yang dimana melibatkan teman-teman di setiap unit maupun instalasi di lingkungan Rumah Sakit (RS) untuk dapat memberikan masukan mengenai perencanaan gedung C.

“Iya kami sudah diskusikan. Masukan dari teman-teman pun semuanya telah kami tampung, nantinya seperti apa bentuk gedungnya. Jadi untuk DED terkait gedung C sudah selesai di tahun ini,” jelasnya, Sabtu (15/11/2025).

Pasca menampung segala masukan yang ada dari teman-teman di lingkup RS, pihaknya juga meminta ke konsultan untuk mengakomodir semuanya. Seperti ruangan Intensive Care Unit (ICU) nantinya bagaimana, ruang rawat inap pasien, ataupun sebagainya.

“Semuanya sudah kami diskusikan dengan baik dan bersama-sama, dan alhamdulillah telah selesai. Tinggal bagian pembangunan fisiknya saja,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Peringati Hari Pahlawan 2025, WCD Bontang Bikin Aksi Pungut Sampah

0
Para anggota WCD Bontang saat melakukan aksi pungut sampah di Tanjung Laut Indah. (Ist)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2025, World Cleanup Day (WCD) Kota Bontang melaksanakan Gerakan Pungut Sampah pada Sabtu, 15 November 2025, di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Kegiatan ini mengangkat tema “Mengabdi untuk Negeri Melalui Aksi Peduli” sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

Aksi ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa persoalan lingkungan, khususnya masalah persampahan, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tugas bersama seluruh masyarakat.

“Masalah sampah adalah masalah kita bersama. Pemerintah Kota Bontang sangat mendukung kegiatan WCD, karena sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Agus Haris.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta, terdiri dari pelajar serta berbagai organisasi kepemudaan di Kota Bontang. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Leader WCD Bontang, Muhammad Hajarul Azwad, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud pengabdian pemuda untuk kota tercinta. Ia juga mengungkapkan bahwa penghargaan yang baru-baru ini diterimanya menjadi motivasi untuk berbuat lebih besar bagi masyarakat.

“Kegiatan ini adalah bentuk kontribusi kami sebagai pemuda untuk Kota Bontang. Apalagi kemarin saya mendapat penghargaan sebagai Juara 3 Sukarelawan Muda Berprestasi dari Dispora Provinsi Kaltim dan Pemimpin Muda Berprestasi dari KNPI Bontang dalam Gebyar Pemuda. Dengan penghargaan itu, saya semakin terpacu untuk menghadirkan lebih banyak kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.

Melalui gerakan ini, WCD Kota Bontang berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, dan menjadikan aksi bersih-bersih sebagai budaya bersama.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemohon Uji Materi IKN Nilai Putusan MK Masih Beri Ruang Ajukan Permohonan Baru

0
Pemohon uji materi Astro Alfa Liecharlie saat mengikuti persidangan di Mahkamah Konstitusi. (Ist)

JAKARTA — Pemohon uji materi terkait sejumlah regulasi mengenai Ibu Kota Negara (IKN), Astro Alfa Liecharlie, menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan permohonannya tidak dapat diterima justru membuka peluang untuk diajukan kembali. Ia menegaskan, MK tidak menolak substansi permohonan, melainkan hanya menyebut argumentasi yang disampaikan masih kurang lengkap.

Astro menjelaskan, pihaknya sejatinya telah menguraikan pertentangan norma dengan UUD 1945. Namun, MK menilai penjelasan tersebut dianggap terlalu ringkas dan belum memenuhi syarat formil, sehingga permohonan dinyatakan kabur.

“Sebenarnya pertentangan antara norma yang diuji dengan UUD 1945 sudah diuraikan, tetapi uraian dari Pemohon mungkin terlalu singkat dan sederhana,” ujar Astro saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Ia menambahkan, MK sama sekali belum memasuki penilaian terhadap posita maupun petitum secara substansial. Karena itu, menurutnya, permohonan masih dapat diajukan kembali dengan penyusunan argumentasi yang lebih rinci dan komprehensif.

“Karena MK belum menyatakan apakah isi posita dan petitum beralasan menurut hukum atau tidak, permohonan ini dapat diajukan kembali ke MK,” tegasnya.

Astro juga membuka kemungkinan menambah objek pengujian dalam permohonan berikutnya, termasuk UU Nomor 7 Tahun 2023. Langkah itu dinilai penting agar dapil DPR, dapil DPD, serta pembentukan KPU Provinsi dan Bawaslu Provinsi Daerah Khusus IKN dapat dilakukan sebelum Pemilu 2029.

Ia menilai usulan menjadikan Nusantara sebagai ibu kota negara secara langsung sebenarnya tidak harus ditempuh melalui MK. Pemerintah dan DPR, kata Astro, dapat mempertimbangkan substansi permohonan sebagai bahan revisi UU IKN maupun UU Provinsi DKJ.

“Pemerintah dan DPR dapat mempertimbangkan isi Permohonan 187/PUU-XXIII/2025 sebagai bahan revisi UU IKN dan UU Provinsi DKJ,” ujarnya.

Lebih jauh, Astro menilai percepatan pengaturan sangat diperlukan agar infrastruktur Nusantara dapat segera berfungsi dan persoalan aglomerasi Jakarta yang kian kompleks dapat ditangani secara menyeluruh. (fjr)

Editor: Agus S