Beranda blog Halaman 540

Kepiting Soka Jadi Andalan Baru Mentawir, Warga Dapat Pelatihan Eksklusif

0
Soft Crab Academy dibuka resmi Camat Sepaku, jadi Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Mentawir tahun 2025. (Istimewa)

PPU – Dalam upaya memperkuat program pemberdayaan masyarakat, Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menggelar Pelatihan Budidaya Kepiting Soka bertajuk Mentawir Soft Crab Academy. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 6–8 Oktober 2025, di Balai Pertemuan Mentawir.

Sekretaris Kelurahan Mentawir, Herry Nurdiansyah, menyebut pelatihan ini merupakan bentuk nyata implementasi program pemberdayaan masyarakat kelurahan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali warga dengan keterampilan dan wawasan baru agar mampu mengelola potensi pesisir secara produktif dan mandiri,” ujarnya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, pada Senin (6/10/2025), dan menghadirkan narasumber nasional, Tonny Berthiolios, Founder Crab Crab Aquatic asal Surabaya. Ia dikenal sebagai praktisi dan ahli budidaya kepiting soka berskala internasional melalui sistem inovatif Crab Box atau “apartemen kepiting” — metode budidaya yang efisien, higienis, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi.

Camat Sepaku, Gamaliel Abimanyu Arliandito, menegaskan pelatihan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi wilayah pesisir.

“Program ini sejalan dengan arahan Bupati Penajam Paser Utara, bahwa menyejahterakan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah daerah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, Bupati telah menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik, agar setiap program pembangunan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Pelatihan budidaya kepiting soka ini diharapkan mampu memperkuat identitas ekonomi pesisir Mentawir, meningkatkan keterampilan warga, serta mendorong tumbuhnya sentra ekonomi produktif berbasis pesisir di wilayah Sepaku yang juga beririsan dengan kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Berkah Alam Lestari, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiram Tambun, para Ketua RT, serta masyarakat pesisir yang tertarik mengembangkan sektor perikanan. Hadir pula Forum Petani Milenial Kecamatan Sepaku, perangkat dan staf Pemerintah Desa Suka Raja, serta Kepala Desa Wonosari bersama anggota BPD Wonosari.

Pelatihan ini menjadi wujud sinergi antara pemerintah, praktisi, dan masyarakat untuk menjadikan Mentawir sebagai kawasan pesisir yang maju, mandiri, dan berdaya saing di tengah pengembangan IKN. (MK)

Editor

Dinkes Catat 61 Kasus Suspek Campak di 2025, Cakupan Imunisasi Belum Setengah dari Target

0
Sosialisasi Cakupan Imunisasi Dan Cakupan ORI Campak oleh Dinkes Bontang (Foto: Syakurah/ Radar Bontang)

BONTANG – Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan Kota Bontang mencatat sebanyak 61 kasus suspek campak dan rubella, dengan 11 di antaranya terkonfirmasi positif campak. Menariknya, tidak ditemukan kasus positif rubella maupun laporan kematian akibat penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe mengungkapkan, cakupan imunisasi vaksin Campak Rubella (MR) dosis pertama di Kota Bontang masih jauh dari target nasional. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga periode Januari hingga Agustus 2025, rata-rata capaian tiap kelurahan belum mencapai separuh dari target tahunan sebesar 95 persen.

Kelurahan Kanaan tercatat memiliki cakupan tertinggi dengan persentase 69 persen. Disusul Bontang Kuala 51 persen, dan Bontang Lestari 48 persen. Sementara beberapa kelurahan lainnya masih berada di bawah 40 persen, seperti Telihan (42 persen), Loktuan (38 persen), Bontang Baru (37 persen), dan Api-Api (35 persen).

Adapun kelurahan dengan capaian terendah adalah Berbas Tengah dengan 22 persen dan Berbas Pantai 23 persen. Selain itu, Tanjung Laut, Gunung Elai, dan Belimbing juga menunjukkan angka di bawah 30 persen.

“Meskipun sempat diberitahu bahwa 11orang terkonfirmasi positif campak, Alhamdulillah kabar terbaru mereka sudah sembuh,” pungkasnya dalam Sosialisasi Cakupan Imunisasi dan Cakupan ORI Campak, Senin (6/10/2025).

Ia mengimbau, bahwa imunisasi bukan hal yang membahayakan seperti asumsi masyarakat. Imunisasi menjadi satu-satunya penghindar masyarakat terutama pada anak-anak dari virus yang menyebabkan campak itu sendiri.

“Campak ini cukup mudah tertular lewat udara, jadi imunisasi menjadi tameng utama,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ekspor Kaltim Naik 7,42 Persen pada Agustus, Neraca Perdagangan Surplus US$1,5 Miliar

0
Grafik resmi ekspor Kaltim pada Agustus yang diterbitkan oleh BPS 1 Oktober lalu (Ist).

SAMARINDA – Kinerja ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat nilai ekspor pada Agustus 2025 mencapai US$1.828,97 juta, naik 7,42 persen dibanding Juli 2025 yang tercatat US$1.702,60 juta.

Peningkatan ini terutama didorong oleh naiknya ekspor nonmigas sebesar 8,60 persen, sementara ekspor migas justru turun 2,61 persen. Nilai ekspor nonmigas tercatat US$1.654,25 juta, sedangkan migas US$174,72 juta.

Meski demikian, secara tahunan (year-on-year) ekspor Kaltim masih terkoreksi 10,70 persen dibanding Agustus 2024. Secara kumulatif, total ekspor Januari–Agustus 2025 mencapai US$13,56 miliar, turun 16,43 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut BPS, lonjakan ekspor terbesar terjadi pada golongan bahan bakar mineral, yang naik US$163,93 juta (14,74 persen) dibanding bulan sebelumnya. Sementara penurunan terdalam dialami produk kimia, turun 42,53 persen atau senilai US$17,37 juta.

Sektor hasil tambang masih menjadi tulang punggung ekspor Kaltim dengan kontribusi 69,20 persen dari total ekspor sepanjang Januari–Agustus 2025. Disusul hasil industri sebesar 21,01 persen, dan migas sebesar 9,69 persen.

Dari sisi tujuan ekspor, Tiongkok masih menjadi pasar utama dengan nilai US$3,89 miliar (31,77 persen) dari total ekspor kumulatif. Posisi berikutnya ditempati India sebesar US$2,04 miliar (16,70 persen) dan Filipina sebesar US$1,09 miliar (8,93 persen).
Peningkatan ekspor terbesar pada Agustus juga terjadi ke Tiongkok (naik 28,72 persen), India (44,24 persen), dan Jepang (26,30 persen).

Adapun dari sisi pelabuhan, ekspor terbesar Kaltim dilakukan melalui Pelabuhan Balikpapan dengan nilai US$501,98 juta, disusul Pelabuhan Samarinda (US$339,66 juta) dan Pelabuhan Bonthan Bay (US$308,63 juta).

Sementara itu, nilai impor Kaltim turun 16,98 persen menjadi US$310,45 juta. Impor migas menurun 14,13 persen menjadi US$234,34 juta, dan nonmigas anjlok 24,67 persen menjadi US$76,11 juta. Negara asal barang impor masih didominasi Tiongkok (US$298,89 juta), diikuti Jerman (US$70,09 juta) dan Amerika Serikat (US$64,82 juta).

Dengan ekspor yang meningkat dan impor menurun, neraca perdagangan Kaltim pada Agustus 2025 mencatat surplus besar mencapai US$1.518,52 juta. Surplus tersebut didorong oleh sektor nonmigas yang mencatat US$1.578,14 juta, sementara sektor migas masih defisit US$59,62 juta.

Secara kumulatif, sepanjang Januari–Agustus 2025, Kaltim tetap mencatat surplus besar sebesar US$10,48 miliar, hasil dari surplus sektor nonmigas US$11,42 miliar meski sektor migas defisit US$939 juta. (MK)

Editor: Agus S 

UPBIT Puspantara Resmi Beroperasi, Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Pesisir di Kawasan IKN

0

NUSANTARA – Unit Produksi Benih Ikan Air Tawar (UPBIT) Puspantara di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), resmi beroperasi. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Myrna A. Safitri, Sabtu (4/10/2025) lalu.

UPBIT Puspantara merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Desa Suko Mulyo, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul), serta dukungan penuh dari Otorita IKN. Unit ini menjadi salah satu model pengembangan ekonomi pesisir yang berorientasi pada pembenihan ikan air tawar berkelanjutan.

Kepala Desa Suko Mulyo, Mustain, menjelaskan bahwa fasilitas UPBIT dirancang secara terpadu dan ramah lingkungan.

“Sarana yang tersedia antara lain kolam terpal bundar untuk pembesaran ikan di bagian luar, serta kolam terpal persegi panjang di bagian dalam untuk proses budidaya yang lebih intensif,” ujarnya.

Ia menambahkan, sirkulasi air pada proses pembenihan menggunakan sistem filtrasi modern untuk menjaga kualitas air, meskipun bersumber dari sungai sekitar lokasi. Pembenihan dilakukan melalui akuarium pemijahan induk dan kolektor telur ikan yang berfungsi sebagai media penetasan sebelum bibit dipindahkan ke kolam pembesaran.

Menariknya, UPBIT Puspantara tidak hanya fokus pada produksi benih ikan, tetapi juga menerapkan konsep pertanian sirkular. Limbah air budidaya dimanfaatkan sebagai nutrisi bagi tanaman hidroponik, seperti pakcoy dan selada, yang dibudidayakan di dalam greenhouse. Sistem ini menciptakan rantai pangan yang berkelanjutan dan minim limbah.

Deputi OIKN, Myrna A. Safitri, menilai kehadiran UPBIT Puspantara menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa, sekaligus membuka ruang edukasi dan inovasi perikanan berkelanjutan di kawasan penyangga IKN.

“Kehadiran UPBIT Puspantara ini adalah langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan di desa, membuka lapangan edukasi, dan membangun ekosistem pangan tangguh di kawasan IKN,” tegasnya.

Sebagai informasi, peresmian UPBIT Puspantara juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-43 Desa Suko Mulyo, yang turut diramaikan dengan karnaval budaya dan dihadiri sejumlah pejabat Kabupaten PPU serta anggota DPRD PPU Dapil Sepaku. (MK)

Editor: Agus S

IHSG Awal Pekan Ditutup Menguat, Sektor Energi dan Digital Jadi Penopang

0
Grafik penutupan IHSG mengalami kenaikan meski tipis pada Senin, (6/10/2025). (SS/Stockbit).

SAMARINDA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan awal pekan di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Senin (6/10/2025), IHSG naik 21,59 poin atau 0,27 persen ke level 8.139,89, didorong oleh penguatan saham-saham sektor energi dan digital.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif di rentang 8.104,55–8.176,31. Indeks sempat terkoreksi pada awal sesi, namun berhasil berbalik arah menjelang penutupan seiring meningkatnya minat beli investor domestik.

Total transaksi di seluruh pasar tercatat mencapai 461,49 juta lot dengan nilai perdagangan Rp28,21 triliun dan frekuensi transaksi 2,94 juta kali. Sementara di pasar reguler, nilai transaksi mencapai Rp23,93 triliun dengan volume 441,36 juta lot.

Meski IHSG menguat, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp472,17 miliar di pasar reguler. Dari total transaksi asing, pembelian mencapai Rp5,08 triliun, sedangkan penjualan tercatat Rp5,55 triliun.

Sejumlah saham mencatatkan lonjakan signifikan dan menjadi sorotan perdagangan hari ini, di antaranya:

  • Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) naik 25,00% ke Rp625 per saham,
  • Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menguat 24,88% ke Rp1.255,
  • Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melonjak 15,61% ke Rp2.000,
  • Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 13,51% ke Rp4.620,
  • Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 11,25% ke Rp1.780,
  • Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 5,41% ke Rp3.310,
  • Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) naik 8,41% ke Rp232.

Sementara itu, Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu saham yang tertekan, turun 6,83% ke level Rp150 per saham.

Kenaikan IHSG ini menandakan optimisme pasar terhadap prospek ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Analis menilai, sentimen positif datang dari stabilnya harga komoditas energi dan meningkatnya minat pada saham-saham teknologi yang berorientasi ekspansi digital.

Meski tekanan jual asing masih membayangi, pelaku pasar memperkirakan penguatan dapat berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika dukungan dari sektor komoditas dan digital tetap solid.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Polsek Tenggarong Seberang Tangkap Pengedar Sabu, Lima Poket Siap Edar Diamankan

0
Pelaku pengedar sabu-sabu di Tenggarong Seberang. (Istimewa)

TENGGARONG — Unit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang kembali menorehkan prestasi dalam upaya pemberantasan narkotika. Seorang pria berinisial RW (26) ditangkap saat hendak mengedarkan narkoba jenis sabu di RT 26, Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Sabtu malam (4/10/2025) sekitar pukul 22.20 WITA.

Dari tangan pelaku, polisi menemukan lima poket sabu siap edar dengan total berat 1,51 gram. Penangkapan ini berawal dari laporan warga yang merasa resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Aulia Hadi Rahman membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan, pelaku diamankan saat sedang menunggu pembeli di sekitar lokasi kejadian.

“Saat digeledah, ditemukan barang bukti berupa sabu-sabu yang disimpan dalam dompet pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku barang itu akan diedarkan,” ungkap IPTU Aulia Hadi Rahman.

Usai penangkapan, pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Tenggarong Seberang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi kini menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok yang lebih besar di wilayah tersebut.

IPTU Aulia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Tenggarong Seberang. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan demi mencegah penyebaran narkoba di lingkungan mereka.

“Kami berkomitmen memberantas narkotika hingga ke akar-akarnya. Dukungan masyarakat sangat penting untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Pelaku RW kini resmi ditahan dan akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Shavira
Editor: Agus S

Tumbuhkan Kepercayaan Diri Siswa, OIKN Dorong Guru Kembangkan Growth Mindset

0
Ratusan guru yang ikut pelatihan tengah fokus dengarkan pemaparan materi oleh direktur pelayanan dasar OIKN. (Prasetyo/MKN)

NUSANTARA — Direktur Pelayanan Dasar Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Suwito, mendorong para pendidik di wilayah IKN untuk menanamkan growth mindset dalam proses belajar mengajar. Hal ini disampaikan dalam Pelatihan Growth Mindset yang berlangsung di Multifunction Hall Kemenko 3 IKN, Senin (6/10/2025).

Di hadapan lebih dari 250 guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah delineasi IKN, Suwito menekankan pentingnya menumbuhkan kepercayaan diri siswa sejak dini. Menurutnya, pola pikir berkembang bukan hanya membentuk karakter anak, tetapi juga menyiapkan generasi yang siap memimpin di masa depan.

“Yang paling utama, jangan pernah takut untuk meningkatkan rasa percaya diri murid. Siapa tahu, kelak salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin di IKN ini,” ujar Suwito disambut antusias para peserta.

Suwito menegaskan bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator yang membangun semangat dan kepercayaan diri siswa melalui pendekatan positif. Dengan growth mindset, peserta didik diyakini mampu menghadapi tantangan dan terus berkembang tanpa takut gagal.

Salah satu peserta pelatihan, Laili Kurniawati, guru TK Ashidiqi, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini membuka cara pandang baru tentang bagaimana guru seharusnya memotivasi siswa tanpa terburu menilai kemampuan mereka.

“Kadang kita melihat murid yang tampak tidak punya potensi apa-apa. Tapi ternyata, bisa jadi mereka menyimpan kemampuan luar biasa, hanya saja kurang percaya diri. Tugas guru adalah menggali dan menumbuhkan potensi itu,” ungkapnya kepada wartawan.

Para peserta berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut agar wawasan dan metode pengajaran guru semakin berkembang. Selain sesi materi di ruangan, peserta juga mengikuti kegiatan penanaman bibit pohon di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sebagai simbol kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap lingkungan dan masa depan Ibu Kota baru.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya OIKN membangun ekosistem pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada pengembangan karakter di wilayah Ibu Kota Nusantara.

Pewarta: Prastyo
Editor: Agus S

Bukan Sekadar Film: 56 Karya Pelajar Bangun Tembok Kewaspadaan Nasional di Kutim

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi menyerahkan hadiah ke Juara 1 Videografi Kewaspadaan 2025. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan meningkatnya ancaman disintegrasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur (Kutim) menemukan cara efektif untuk mendekati generasi Z. Bukan melalui ceramah formal, melainkan lewat Lomba Videografi Kewaspadaan 2025, yang berhasil menarik partisipasi 56 kelompok pelajar dari berbagai SMA dan SMP se-Kutim.

Ajang ini membuktikan, bahwa kreativitas sinema remaja dapat menjadi tameng paling ampuh melawan ancaman nyata seperti narkoba, radikalisme, dan kejahatan siber.

Kepala Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, menyebut lomba ini sebagai terobosan strategis untuk membangun kesadaran kewaspadaan nasional sejak dini. Ia menekankan bahwa pelajar didorong menjadi aktor utama, bukan sekadar objek sosialisasi.

“Kami tidak ingin anak muda hanya menjadi penonton. Mereka harus jadi pelaku utama dalam membangun kesadaran. Dengan membuat video, mereka dipaksa untuk berpikir, meneliti, dan memahami ancaman nyata di sekitar mereka,” tegas Tejo, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, edukasi melalui karya jauh lebih efektif. “Kewaspadaan tidak bisa dipaksakan dengan perintah. Ia harus tumbuh dari kesadaran. Dan lewat karya seperti ini, kami melihat itu mulai tumbuh,” tambahnya.

Penganugerahan para pemenang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi. Ia secara langsung menyerahkan penghargaan dan memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas karya yang disajikan.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan media kreatif bagi generasi muda kita dalam menumbuhkan kesadaran kewaspadaan nasional,” ujar Mahyunadi dalam sambutannya.

Mahyunadi menilai, di tengah kemudahan teknologi, kegiatan ini penting untuk menyeimbangkan antara manfaat dan potensi ancamannya. Ia mengaku kagum dengan kedalaman pesan moral yang diangkat oleh pelajar.

“Karya mereka kreatif, edukatif, dan penuh pesan moral. Saya tidak menyangka anak-anak Kutai Timur dapat berkreasi dengan ide dan visualisasi yang begitu kuat,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Mahyunadi menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini. “Arahan saya kepada dinas terkait, agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, sehingga semangat berkarya dan kepedulian sosial terus tumbuh di kalangan pelajar,” tandasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Lampaui Target Lama, Disnakertrans Pasang Angka 70 Persen Serap Pekerja di Kutim

0
Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), memasang target serapan tenaga kerja yang signifikan lebih tinggi pada pelaksanaan job fair kedua mendatang.

Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, menargetkan serapan sebesar 70 persen, melampaui capaian 65 persen pada bursa kerja sebelumnya.

Target ambisius ini akan diupayakan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim. Malau menyatakan optimistis, bahwa angka tersebut dapat dicapai berkat kesiapan yang lebih matang dan koordinasi yang erat dengan berbagai perusahaan di Kutim.

“Pada job fair pertama kami mencapai serapan 65 persen. Karena itu, dengan persiapan yang lebih matang dan koordinasi yang baik dengan perusahaan, target serapan 70 persen sangat memungkinkan. Itu harapan saya,” ujar Kepala Disnakertrans Kutim, Roma Malau, Senin (5/10/2025).

Malau menegaskan, bahwa peluang kerja di Kutim tidak lagi didominasi oleh sektor tambang dan perkebunan semata. Pemerintah daerah kini secara aktif mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor jasa dan UMKM.

Ia mencontohkan, bahwa usaha laundry dan berbagai layanan jasa lainnya, terbukti memiliki kapasitas tinggi untuk menyerap banyak tenaga kerja lokal. Sektor-sektor ini akan menjadi perhatian utama dalam program penempatan kerja di masa depan.

Selain fokus pada penyerapan, Roma Malau juga menyoroti komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja.

Pemerintah daerah berupaya keras memberikan fasilitas perlindungan seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Roma Malau mengungkapkan, bahwa pihaknya tengah menanti kerja sama lanjutan dengan BPJS untuk memaksimalkan perlindungan tersebut.

“Pemerintah hadir agar masyarakat merasa nyaman dan terlindungi saat bekerja,” tegasnya.

Ia memastikan, perluasan perlindungan JKP juga mencakup pekerja di sektor jasa dan UMKM.

“Sektor jasa juga kami masukkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, agar para pekerjanya terlindungi JKP-nya. Dengan begitu, masyarakat bisa bekerja dengan lebih tenang,” tutupnya.

Melalui sinergi antara bursa kerja dan jaminan sosial, diharapkan pekerja di Kutim tidak hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga rasa aman dan terlindungi selama menjalankan profesinya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kutim Tak Terima DBH Dipangkas: Produksi Batu Bara Naik, Hak Daerah Malah Dikebiri

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat diwawancara awak media. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) bereaksi keras atas kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Dana Bagi Hasil (DBH) hingga 50 persen pada tahun anggaran 2026.

Kebijakan itu dinilai tidak masuk akal, sebab produksi batu bara Kutim justru terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

Pemkab Kutim menyebut, pemotongan DBH tanpa alasan jelas merupakan bentuk ketidakadilan fiskal terhadap daerah penghasil sumber daya alam.

“Tidak ada alasan bagi pusat untuk memotong. Kalau sifatnya pinjaman, maka harus dikembalikan. Itu jelas diatur undang-undang. Kami akan berlindung di bawah itu,” tegas Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, Senin (6/10/2025).

Data internal Pemkab menunjukkan, tren positif pada sektor batu bara salah satu penyumbang terbesar bagi pendapatan nasional.

Namun alokasi DBH yang semestinya meningkat sesuai porsi hasil produksi, justru dipangkas hingga separuh, membuat proyeksi APBD Kutim 2026 anjlok drastis.

Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga pelayanan publik.

Padahal, Kutim termasuk daerah yang selama ini memberikan kontribusi signifikan bagi penerimaan negara melalui pajak dan royalti sektor pertambangan.

“Kita daerah penghasil. Logikanya, ketika produksi batu bara naik, bagi hasil juga naik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya hak daerah malah dikebiri,” tambahnya.

Menanggapi kondisi ini, Pemkab Kutim tengah menyiapkan kajian hukum dan keuangan daerah untuk menelusuri dasar perhitungan DBH oleh pemerintah pusat.
Langkah hukum termasuk kemungkinan gugatan konstitusional tak tertutup, jika ditemukan kejanggalan atau pelanggaran terhadap ketentuan undang-undang.

“Kami tidak sedang melawan, tapi membela hak daerah. Kalau hasilnya menunjukkan ketidakadilan, maka jalur hukum adalah pilihan yang sah,” tegas mantan Ketua DPRD itu.

Pemkab Kutim juga mendesak pemerintah pusat untuk membuka data dan mekanisme perhitungan DBH secara transparan.

Selama ini, formula pembagian dinilai tertutup dan tidak mencerminkan kontribusi riil daerah penghasil terhadap pendapatan nasional.

Bagi Pemkab Kutim, perjuangan ini bukan semata soal angka di APBD, melainkan soal keadilan dan kedaulatan daerah dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri.

“Kami hanya menuntut hak yang semestinya. Jangan sampai daerah penghasil seperti Kutim terus menjadi korban kebijakan sepihak,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam