Beranda blog Halaman 541

Desakan Ekonomi, Oknum TKD Nekat Lakukan Pungli ke Pedagang Baru Citra Mas Loktuan

0
Ilustrasi. (Istimewa)

BONTANG – Desakan kebutuhan hidup, mendorong seorang Tenaga Kerja Daerah (TKD) nekat melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah pedagang baru di Pasar Taman Citra Mas, Kelurahan Loktuan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Aiptu Bambang Sumantri, mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku yang diketahui berinisial H mengaku menggunakan uang hasil pungli, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta biaya sekolah anaknya.

“Ia melakukan hal itu atas inisiatif sendiri, tidak ada yang menyuruh. Alasannya karena desakan ekonomi,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Modusnya, H memanfaatkan kondisi tiga pedagang baru, dua penjual kue dan satu penjual soto yang belum memahami skema resmi sewa lapak di pasar tersebut. Mereka diketahui masih menumpang di lapak pedagang lain saat peristiwa itu terjadi.

Dengan dalih membantu pengurusan tempat berjualan, H meminta sejumlah uang kepada para pedagang. Berdasarkan laporan, nilai pungutan bervariasi mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp8,5 juta.

Kasus ini terungkap setelah Kepala UPT Pasar Taman Citra Mas, Nurfaidah, menerima laporan langsung dari para korban yang merasa dirugikan. Dari keterangan para pedagang, H sempat menjanjikan akan mengurus lapak baru mereka sebagai jalur resmi pengelola pasar.

Meski demikian, hingga kini kasus tersebut belum dilaporkan ke pihak berwajib. Para korban memilih memberikan kesempatan kepada H untuk mengembalikan uang hasil pungutan itu.

“Dalam mediasi kemarin, korban memberikan waktu sampai 2 November 2025 untuk mengembalikan uangnya,” terangnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pengamat Kebijakan: Pasar Murah Belum Sentuh Akar Masalah Harga Beras di Bontang

0
Pengamat kebijakan Universitas Mulawarman, Saipul Bachtiar. (istimewa)

BONTANG – Kenaikan harga beras di Kota Bontang yang kini menembus Rp17 ribu per kilogram, dinilai belum bisa diatasi hanya dengan kebijakan pasar murah. Menurut pengamat kebijakan Universitas Mulawarman, Saipul Bachtiar langkah tersebut bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan sesungguhnya.

Pengamat kebijakan menilai pasar murah yang digelar pemerintah kota memang bisa membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi belum menjadi solusi untuk menekan harga beras secara berkelanjutan.

“Pasar murah itu ibarat memadamkan api, tapi tidak pada sumber kebakarannya. Hanya menyiram bagian luarnya saja, padam sebentar, nanti muncul lagi,” ujarnya saat dihubungi, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, permasalahan utama ada pada struktur pasokan beras di Kota Bontang yang bergantung pada daerah lain. Sebagai wilayah tanpa lahan pertanian luas, Bontang memang tidak bisa mencapai swasembada pangan, termasuk untuk kebutuhan beras.

“Selama masih impor beras dari luar, wajar kalau harga beras di Bontang tidak bisa dikendalikan sepenuhnya,” katanya.

Menurutnya, pemerintah kota perlu melakukan evaluasi serius terhadap kebijakan stabilisasi harga, bukan hanya melalui operasi pasar, tetapi juga lewat penguatan stok pangan daerah. “Kalau berani menentukan harga, ya harus siap punya stok sendiri. Tidak bisa hanya mengandalkan operasi pasar,” tegasnya.

Terkait rencana Pemerintah Kota Bontang membangun gudang Bulog pada tahun depan, pengamat menilai langkah itu bisa menjadi awal yang baik, asalkan disertai strategi yang jelas dalam pengadaan dan distribusi beras.

“Ya, kita lihat nanti setelah sudah mulai digunakan. Apakah benar bisa menekan harga atau hanya jadi tempat penyimpanan saja,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perkuat Liputan, Media Kaltim Buka Kantor Resmi di Ibu Kota Nusantara

0
Tim Media Kaltim usai syukuran peresmian kantor biro IKN. (foto: Riski/Media Kaltim)

Pasca gelaran Media Kaltim Nusantara Fun Run 2025 pada 4 Mei lalu, kami resmi menempatkan Biro IKN. Sejak saat itu, Media Kaltim semakin intens memberitakan perkembangan di Ibu Kota Nusantara (IKN), mulai dari dinamika pembangunan di Sepaku hingga aktivitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Untuk memperkuat basis liputan, saya menunjuk Riski Maulana Perwira Atmaja sebagai Kepala Biro IKN dan Bayu Prasetyo sebagai wartawan yang bertugas sehari-hari. Keduanya diharapkan menjadi ujung tombak dalam menghadirkan informasi cepat dan akurat dari lapangan.

Suasana ruang kerja Biro Media Kaltim di Gedung Oval Gallery – Plaza Seremoni, KIPP IKN.
(foto: Riski/Media Kaltim)

Kerja sama yang terus dijalin dengan OIKN akhirnya membuahkan hasil. Media Kaltim mendapatkan satu ruangan khusus sebagai kantor biro, berbagi area dengan Antara News dan berjarak 2 ruangan dari kantor TVRI Nusantara. Lokasi ini tentu sangat strategis karena menempatkan Media Kaltim di jantung aktivitas informasi IKN.

Sebagai ungkapan syukur, Minggu (5/10) hari ini, kami menggelar acara sederhana di kantor baru tersebut, lalu melanjutkannya dengan makan bersama di Kampung Kecil, sebuah rumah makan yang berdiri persis berseberangan dengan Hotel Qubika.

Kantor Media Kaltim ini berada di lantai 2 Gedung Oval Gallery – Plaza Seremoni pusat kegiatan KIPP IKN. Posisinya persis di seberang Istana Negara IKN. Gedung ini dikenal publik karena kerap menjadi lokasi acara resmi, termasuk event Nusantara Food Festival 2025 bertajuk Festival Cokelat. Dengan arsitektur oval yang dinamis dan posisi strategis di Plaza Seremoni, gedung ini menjadi salah satu ikon kegiatan publik di kawasan inti pemerintahan.

Suasana ruang kerja kami sederhana namun fungsional. Meja utama menghadap jendela besar dari lantai hingga langit-langit, membuat ruangan terasa terang. Di dinding terpasang foto Presiden dan Wakil Presiden, lengkap dengan lambang Garuda. Bendera Merah Putih berdiri di sudut ruangan. Dua banner Media Kaltim juga menghiasi ruangan: satu berisi daftar jaringan media, satu lagi kampanye pembaca e-paper setiap hari.

Area ruang tamu kecil dilengkapi sofa hijau dan kursi hitam modern, cukup untuk menerima tamu atau berdiskusi singkat. Suasananya formal tetapi tetap nyaman untuk aktivitas kerja sehari-hari.

Kehadiran kantor ini bukan sekadar ruang kerja. Biro di IKN adalah bentuk komitmen Media Kaltim untuk terus meliput dan menyajikan perkembangan pembangunan Nusantara secara akurat, independen, dan konsisten. Dari sini, kami memastikan publik Kaltim dan Indonesia mendapatkan kabar terbaru langsung dari pusat pemerintahan yang baru. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Basuki dan Tekad Membangun IKN Hingga Tuntas

0
Suasana akrab saat Basuki Hadimuljono melihat detail cover edisi khusus Media Kaltim. (Foto: Riski/MKN)

Bertemu langsung dengan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Swissotel Nusantara Anniversary Run 2025, Minggu (5/1), menjadi momen yang tak saya sia-siakan.

Selama ini jadwalnya selalu padat. Tapi kali ini saya bisa menemuinya di sela acara. Langsung saya serahkan cover Media Kaltim bergambar dirinya dengan tajuk “IKN Maju Terus.” Basuki tersenyum, menatap lekat, lalu berkomentar singkat, “Wah, bagus sekali.”

Saya menyerahkan cover edisi khusus kepada Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. (Foto: Riski/MKN)

Cover itu menampilkan sosok Basuki mengenakan helm putih bertuliskan Nusantara, rompi lapangan, dan kacamata hitam, dengan latar kawasan pembangunan IKN.

Slogan “IKN Maju Terus” menjadi pesan bahwa proyek ibu kota negara baru ini harus berjalan tanpa keraguan. Dari ekspresi Basuki saat menerima cover tersebut, tampak jelas ada kebanggaan sekaligus tekad yang tidak pernah padam.

Sambil memegang cover, ia sempat berbagi cerita. Dukungan Menteri Keuangan, katanya, sangat membantu menjaga ritme pembangunan. Fokus utama kini adalah percepatan penyelesaian Gedung Wakil Presiden (Wapres) yang ditargetkan rampung November tahun ini. “Tahun depan sudah bisa ditempati,” ucapnya. Jika sudah difungsikan, ia percaya arus perpindahan akan semakin nyata dan kehadiran investor akan lebih deras.

Basuki menegaskan, pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada APBN. Infrastruktur dasar tetap menjadi beban negara, tapi untuk proyek-proyek bernilai komersial pemerintah mengandalkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta investasi asing langsung (FDI). “Intinya jangan sampai beban negara terlalu berat,” katanya. Dari data pemerintah, hingga September 2025, realisasi investasi non-APBN telah mencapai sekitar Rp65,3 triliun dari puluhan investor dan mitra kerja sama.

Basuki Hadimuljono berfoto bersama tim Media Kaltim. (Foto: Riski/MKN)

Kepastian hukum juga menjadi perhatian utama. Basuki menekankan, Perpres 79/2025 adalah payung penting yang menegaskan status IKN sebagai ibu kota politik sekaligus memberi kepastian kepada investor bahwa proyek ini akan terus berjalan. Regulasi ini memastikan arah pembangunan tidak bergeser meski terjadi pergantian kebijakan, sehingga risiko investasi bisa ditekan dan minat swasta maupun asing tetap terjaga.

Tak heran jika dalam RAPBN 2026, alokasi anggaran untuk OIKN tetap dicantumkan sebesar Rp6,26 triliun. Meski nilainya menurun dibanding tahun-tahun awal, keberadaannya di APBN menjadi bukti bahwa pemerintah pusat konsisten mendukung IKN.

Dari pertemuan singkat itu, saya menangkap satu hal: Basuki membangun IKN bukan dengan retorika panjang, melainkan dengan kerja nyata. Semangat membangun ibu kota negara baru tampak jelas dari keteguhan sikapnya. Konsistensi, energi yang tidak surut, dan keyakinan kuat bahwa Indonesia mampu melangkah maju bersama. Pesan di cover pun selaras dengan sikapnya: IKN memang harus maju terus.

Oleh Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

 

Porwada III, 260 Wartawan Berebut Medali di Bontang

0

BONTANG – Sebanyak 260 wartawan dari sembilan daerah se-Kaltim dipastikan meramaikan Pupuk Kaltim Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) III di Bontang, 17–19 Oktober 2025. Ajang bergengsi ini bakal jadi arena adu gengsi sekaligus sarana silaturahmi insan pers di Bumi Etam.

Ketua Organizing Committee Porwada III, Adiel Kundhara, menyebut sembilan kontingen daerah yang ikut serta meliputi Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Kutai Barat (Kubar), Penajam Paser Utara (PPU), Paser, Berau, serta tuan rumah Bontang.

“Porwada kali ini mempertandingkan sembilan cabang olahraga, yaitu futsal, bulu tangkis, tenis meja, atletik, catur, domino, e-sport, biliar, dan jurnalistik,” jelas Adiel.

Dari data panitia, Samarinda menjadi kontingen terbesar dengan 52 peserta, disusul tuan rumah Bontang dengan 47 wartawan. Kukar mengirim 36 atlet, Berau 35, Kutim 29, PPU 26, sementara Kubar dan Paser masing-masing hanya delapan peserta. “Ada beberapa peserta yang turun di lebih dari satu cabang olahraga,” tambahnya.

Adiel menegaskan, kesiapan panitia saat ini telah mencapai 97 persen. Seluruh desain acara pembukaan hingga penutupan telah disusun. Panitia juga menyiapkan 55 medali emas, 55 perak, dan 68 perunggu. “Kontingen dengan raihan medali emas terbanyak akan membawa pulang piala bergilir,” ujarnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, Porwada III diharapkan menjadi ruang memperkuat soliditas antarwartawan se-Kaltim. Tak hanya itu, ajang ini juga dijadikan sarana seleksi atlet wartawan untuk mewakili provinsi pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).

Porwada III mendapat dukungan penuh dari PT Pupuk Kaltim selaku sponsor utama. Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, memastikan pihaknya siap menyambut rekan-rekan wartawan dari berbagai daerah.

“Persiapan kami sudah matang. Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan positif bagi semua peserta,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Agus S

Dukung Koperasi Berdaya, Pemkot Siap Sinergi dan Bantu Beragam Kegiatan

0
Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tingkat Kota Bontang, Minggu (5/10/2025) di Stadion Bessai Berinta. (ist)

BONTANG — Pemkot Bontang siap bersinergi dan mendukung koperasi pada beragam kegiatan yang diadakan di masa mendatang. Hal ini agar menjadikan koperasi semakin berdaya. Hal itu diungkapkan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bontang, Ahmad Suharto, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang saat hadir di kegiatan jalan santai memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 tingkat Kota Bontang, Minggu (5/10/2025) di Stadion Bessai Berinta.

Dalam sambutannya, Ahmad Suharto menegaskan bahwa pemerintah menyadari pentingnya sinergi antara gerakan koperasi dan pemerintah dalam memperkuat peran koperasi di era ekonomi modern.
“Untuk menjadikan koperasi semakin berdaya, dibutuhkan sinergi antara gerakan koperasi dan pemerintah. Untuk itu, Pemerintah Kota Bontang siap memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan koperasi di masa mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong sebagai ruh utama koperasi.
“Jadikan semangat Hari Koperasi ini sebagai pengingat, bahwa kemajuan Bontang harus dibangun di atas pondasi kebersamaan dan gotong royong. Koperasi adalah miniatur dari nilai-nilai luhur bangsa — kerja sama, keadilan, dan solidaritas sosial — yang harus terus kita hidupkan di tengah tantangan ekonomi modern saat ini,” imbuhnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tingkatkan Keterbukaan Informasi, Diskominfo Serahkan Website ke 8 OPD dan Kelurahan

0
Serah terima website berlangsung Senin (6/10/2025) pagi, di Ruang Rapat Diskominfo, dan diserahkan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo, Sony Suwito (tengah berpeci).

BONTANG — Sebanyak 8 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kelurahan mendapat hibah website dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang. Serah terima website berlangsung Senin (6/10/2025) pagi, di Ruang Rapat Diskominfo, dan diserahkan langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo, Sony Suwito.

Delapan penerima website itu di antarannya adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta empat kelurahan yaitu Gunung Elai, Api-Api, Berbas Pantai, dan Kanaan.

Sony Suwito menyampaikan apresiasinya atas kinerja Kota Bontang yang berhasil mempertahankan predikat “Kota Informatif” sekaligus meraih peringkat 1 keterbukaan informasi publik se-Kalimantan Timur.
“Delegasi admin website di tiap OPD harus memiliki kemampuan IT dan penulisan yang baik, agar informasi yang tersaji dapat diterima masyarakat dengan mudah dan akurat,” ujarnya mengutip dari PPIDPemkotBontang.

Sony juga menekankan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penyajian data publik.
“Dalam rangka penyajian data, harus ada SOP-nya. Sehingga sebelum data itu disajikan, sudah melalui proses validasi oleh pimpinan,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Penyelenggaraan E-Government Yudhi Pancoro melaporkan bahwa, hingga saat ini terdapat 52 website OPD dan lembaga pelayanan yang telah dikelola dan di-online-kan oleh Diskominfo.
“Alhamdulillah sudah bertahap, termasuk website puskesmas. Prioritas kami tetap pada OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Kepala Disdukcapil Budiman turut mengapresiasi dukungan Diskominfo melalui penyerahan website baru ini.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Diskominfo. Kami berharap website ini dapat memperkuat pelayanan administrasi kependudukan masyarakat,” ujarnya.
Budiman juga mengungkapkan rencana integrasi layanan Disdukcapil agar lebih mudah diakses masyarakat.

“Selama ini kami menggunakan Google Form. Ke depan, kami akan integrasikan layanan langsung melalui website resmi agar lebih efisien dan terpusat,” tambahnya.
Sementara itu, Ade Darmawan, Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo, menegaskan bahwa rancangan website yang diserahkan telah disiapkan agar dapat terintegrasi dengan berbagai layanan tambahan di tiap OPD.

Dengan langkah ini, Pemkot Bontang melalui Diskominfo terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola informasi publik dan digitalisasi pelayanan masyarakat.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Petugas Pasar di Taman Citra Mas Loktuan Ketahuan Lakukan Pungli ke Pedagang Baru

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
👉 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Aturan 80 Persen Tenaga Kerja Lokal, Pemkab Kutim Siap Awasi Ketat

0
Potret pencari kerja, Kutim perketat aturan 80 persen tenaga kerja lokal. (Ist)

SANGATTA—Pemerintah Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya, untuk memastikan semua perusahaan yang beroperasi di wilayahnya mematuhi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketenagakerjaan, khususnya yang mewajibkan penyerapan minimal 80 persen tenaga kerja lokal.

Ketegasan ini disampaikan oleh jajaran Pemkab Kutim, sebagai upaya nyata dalam menekan angka pengangguran dan memberikan manfaat maksimal dari sumber daya alam daerah bagi masyarakat setempat.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dalam pernyataannya menekankan bahwa, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dan siap melakukan pengawasan ketat terhadap proses rekrutmen perusahaan.

“Kami harus benar-benar maksimal menegaskan hal itu kepada perusahaan. Kami akan mengawasi secara ketat dan bahkan ingin mengintervensi persyaratan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan, jangan sampai syaratnya terlalu berat untuk orang lokal,” tegas Mahyunadi beberapa hari lalu.

Tidak hanya fokus pada pekerja lapangan, Pemkab Kutim juga mendorong agar tenaga kerja lokal diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan-jabatan strategis atau manajerial. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dan memastikan representasi masyarakat Kutim dalam posisi kunci di perusahaan.

Untuk mendukung pelaksanaan Perda ini, Pemkab Kutim terus memperkuat program pelatihan, salah satunya melalui Balai Latihan Kerja Industri (BLKI).

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, sebelumnya telah berkomitmen untuk membangun BLKI yang lebih besar.
“Perusahaan tidak ada alasan lagi menolak terkait keahlian. Kami membuka ruang pelatihan melalui BLKI agar pemuda lokal dapat bekal keahlian sebelum melamar,” ujar Bupati Ardiansyah.

Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim diminta untuk aktif dalam melakukan pengawasan dan siap memberikan teguran kepada perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan 80 persen tenaga kerja lokal. Peran masyarakat juga didorong untuk berani melapor jika menemukan praktik rekrutmen yang tidak transparan atau diskriminatif.

Dengan adanya pengawasan ketat ini, Pemkab Kutim berharap Perda Ketenagakerjaan dapat terimplementasi dengan baik, sehingga kekayaan alam Kutai Timur benar-benar memberikan kesejahteraan bagi warganya melalui kesempatan kerja yang adil dan merata.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Terobosan Listrik Kutim: Sandaran Diterangi ‘Jalur Khusus’ Biodiesel Sawit

0
Ilustrasi listrik siap terangi kecamatan di Kutim. (Ist)

SANGATTA – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah terobosan untuk menuntaskan masalah pemerataan listrik di wilayahnya. Tidak hanya mengandalkan jaringan PLN, Pemkab kini memanfaatkan skema kolaborasi dengan swasta dan mendorong Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis limbah sawit.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengumumkan bahwa progres signifikan akan ditandai dengan peresmian listrik di salah satu desa di Kecamatan Sandaran. Peresmian ini menjadi pilot project inovasi energi di kawasan terpencil.

“Insyaallah nanti saya akan meresmikan listrik di salah satu desa di Kecamatan Sandaran. Satu per satu sudah mulai terealisasi secara bertahap,” ujar Ardiansyah beberapa hari lalu.

Strategi percepatan yang diterapkan Pemkab Kutim di Sandaran, menggabungkan dua sumber energi sekaligus:

Pemanfaatan Daya Surplus Swasta: Pemkab bekerjasama dengan PT Bumi Mas Agro (BMA). Perusahaan ini menyerahkan kelebihan daya listrik yang dimilikinya kepada PLN, untuk selanjutnya dioperasikan dan disalurkan ke masyarakat luas. Ini menjadi solusi cepat di daerah yang sulit dijangkau jaringan utama.

Jalur Khusus Biodiesel Sawit:
Bupati secara khusus menyoroti kesiapan Kutim dalam mendorong EBT. Potensi pemanfaatan biodiesel dari limbah sawit dinilai sangat besar dan dapat menjadi solusi permanen.

“Kita juga siap dengan menggunakan biodiesel dari sawit. Insyaallah, yang akan kami resmikan di Sandaran,” tambahnya.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab memanfaatkan potensi lokal, khususnya perkebunan kelapa sawit, sebagai sumber energi mandiri untuk daerah terpencil.

Selain inisiatif di Sandaran, kontribusi PLN dalam program pemerataan tahun ini cukup substansial. Berdasarkan catatan yang diterima Bupati, sekitar 9 hingga 15 desa di Kutim sudah siap untuk dialiri listrik oleh PLN.

Ardiansyah menegaskan bahwa target idealnya adalah 100% desa terlistriki. Meski kewenangan penuh berada di tangan PLN, ia mengapresiasi kesiapan perusahaan tersebut dalam melayani wilayah Kutim yang dikenal sangat luas.

“Mereka paham betul bahwa Kutim ini begitu luas dan mereka siap memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Bupati menambahkan bahwa banyak inisiatif percepatan elektrifikasi ini berasal dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Dengan keterlibatan langsung perusahaan, akses energi dapat diberikan kepada masyarakat tanpa harus melalui proses panjang di pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap sinergi kuat antara PLN, swasta, dan Pemkab dapat terus berlanjut untuk menerangi seluruh pelosok Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam