Beranda blog Halaman 56

Transaksi Meningkat, Polres Kukar Imbau Cek Uang dengan Metode 3D

0
Ilustrasi peredaran uang palsu. (Istimewa)

TENGGARONG – Meningkatnya perputaran uang tunai menjelang Idulfitri 2026 membuat kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi peredaran uang palsu. Aktivitas belanja kebutuhan Lebaran, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), hingga penukaran uang pecahan baru dinilai menjadi momen rawan penyalahgunaan.

Kabag Ops Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Kompol Roganda, mengatakan Ramadan hingga Idulfitri kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menyisipkan uang palsu di tengah tingginya transaksi masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat benar-benar waspada terhadap peredaran uang palsu. Periksa setiap lembar uang yang diterima, jangan sampai lengah,” ujarnya.

Menurutnya, kelengahan sering terjadi saat transaksi berlangsung cepat, seperti di pasar takjil, pusat perbelanjaan, maupun saat penukaran uang pecahan kecil untuk kebutuhan berbagi THR kepada anak-anak.

Roganda mengingatkan masyarakat agar menerapkan metode 3D dalam memeriksa keaslian uang, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Secara visual, uang asli memiliki warna dan detail cetakan yang tajam. Saat diraba, terdapat bagian tertentu yang terasa lebih kasar karena teknik cetak khusus. Sementara saat diterawang ke arah cahaya, akan terlihat benang pengaman serta tanda air yang menjadi ciri khas uang asli.

“Kalau ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk menolak. Jangan pula mengedarkan kembali uang yang diduga palsu,” tegasnya.

Ia menekankan, mengedarkan kembali uang yang diduga palsu, meski dengan alasan tidak ingin merugi, tetap berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

Selain itu, Polres Kukar juga menyoroti maraknya jasa penukaran uang tidak resmi yang biasanya bermunculan di pinggir jalan menjelang Lebaran. Praktik ini dinilai berisiko karena tidak ada jaminan keaslian uang yang ditukarkan.

Masyarakat disarankan melakukan penukaran uang di bank atau lembaga resmi guna meminimalkan potensi kerugian.

“Jangan tergiur kemudahan atau selisih kecil. Pastikan menukar uang di tempat resmi agar lebih aman,” tandas Roganda.

Apabila terlanjur menerima uang yang dicurigai palsu, warga diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti.

Selama Ramadan hingga Idulfitri, kepolisian memastikan akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan. Partisipasi masyarakat dalam memeriksa keaslian uang serta melaporkan temuan mencurigakan dinilai menjadi kunci menekan potensi peredaran uang palsu di Kukar. (MK)

Editor: Agus S

Dua Dekade Lebih Setia, Pak Sufyan Rawat Masjid Cagar Budaya

0
Marbot sekaligus Juru Pelihara (Jupel) PPPK Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Timur, Pak Sufyan menjadi salah satu penjaga hidup Masjid Shiratal Mustaqiem (Abika/MKN).

SAMARINDA – Sore menjelang magrib di kawasan Samarinda Seberang terasa berbeda. Asap tipis mengepul dari dapur sederhana di depan Masjid Shiratal Mustaqiem. Aroma bubur peca memenuhi udara, bercampur suara sendok beradu dan percakapan warga yang bersiap menyambut waktu berbuka.

Di tengah kesibukan itu, Pak Sufyan melangkah tenang dari rumahnya yang hanya berjarak beberapa langkah dari masjid. Selama sekitar 23 tahun, sejak 2003, ia menjadi salah satu penjaga Masjid Shiratal Mustaqiem—masjid tertua di Samarinda yang telah berdiri lebih dari 145 tahun.

“Sudah sekitar 23 tahun saya di sini,” ujarnya pelan.

Sebagai marbot sekaligus Juru Pelihara (Jupel) PPPK Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Timur, tugasnya bukan sekadar membersihkan dan merawat. Masjid ini berstatus cagar budaya, sehingga bentuk aslinya tak boleh diubah.

“Kalau rusak boleh diperbaiki, tapi tidak boleh mengubah bentuk aslinya,” katanya, menunjuk bagian atap yang pernah bocor diterpa hujan dan angin kencang.

Dinding kayu ulin yang menghitam dimakan usia tetap dipertahankan. Jika ada bagian rusak, penggantian harus menggunakan material serupa dan melalui prosedur pelestarian. Seolah waktu dibiarkan berjalan, tetapi tanpa menghapus jejak sejarahnya.

Pak Sufyan bukan warga asli Samarinda. Ia perantau dari Kalimantan Selatan yang datang ke lingkungan mayoritas Bugis. Adaptasi awal tak mudah—bahasa dan kebiasaan berbeda. Namun masjid menjadi ruang pertemuan yang melampaui sekat identitas.

“Kita kerja dengan keikhlasan saja. Alhamdulillah masyarakat menerima,” tuturnya.

Di masa awal pengabdian, ia juga sering membantu memandikan jenazah warga sekitar. Dari gang ke gang, panggilan datang tanpa jeda. Kini, masyarakat sudah banyak yang mampu melakukannya sendiri.

“Dulu hampir semua kami yang urus,” kenangnya.

Bagi Pak Sufyan, perubahan itu bukan kehilangan peran, melainkan tanda masyarakat semakin kuat dalam pemahaman keagamaan.

Ramadan menjadi momen paling terasa. Tradisi bubur peca, pengajian rutin, dan belajar Al-Qur’an bagi anak-anak tetap berlangsung. Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi ruang sosial yang menjaga kebersamaan.

Masjid tua itu sehari-hari dirawat dua orang petugas. Perbedaan latar belakang tak menjadi penghalang.

“Yang penting saling mengerti,” ujarnya ringan.

Saat langit berubah jingga, jamaah berdatangan membawa takjil. Anak-anak berlarian di halaman. Ketika ditanya apa yang ia rasakan selama lebih dari dua dekade menjaga masjid ini, jawabannya sederhana.

“Keberkahan. Ketenangan hati itu yang paling besar,” katanya. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD dan Persit Turun ke Jalan, Bagikan Takjil di Bundaran Linggang Bigung

0
SIMADA (Macan Dahan) bersama Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0912/Kubar dan Persit KCK LXII Dim 0912/Kubar saat membagikan takjil di Bundaran Linggang Bigung. (Istimewa)

SENDAWAR – Suasana sore di Bundaran Linggang Bigung tampak lebih semarak pada Jumat (27/2/2026). Di tengah aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa, ikon kebanggaan Kabupaten Kutai Barat, SIMADA (Macan Dahan), turun gunung bersama Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar serta Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang LXII Dim 0912/Kubar untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Anggota Satgas TMMD dan Persit turun langsung ke jalan membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, serta masyarakat yang melintas. Kehadiran SIMADA menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan remaja yang antusias menyaksikan sekaligus mengabadikan momen tersebut.

Pembagian takjil ini bertujuan membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu. Dengan adanya takjil gratis, para pengguna jalan tidak perlu khawatir apabila belum tiba di rumah saat azan Magrib berkumandang.

Dandim 0912/Kutai Barat sekaligus Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat.

“Momentum Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan berbagi. TMMD bukan hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat serta menumbuhkan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

Senyum dan ucapan terima kasih dari warga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh personel yang terlibat. Melalui semangat berbagi di bulan suci, Satgas TMMD Ke-127 dan Persit KCK LXII Dim 0912/Kubar berkomitmen terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD dan Siswa TK Linggang Bigung Tanam Matoa dan Jambu

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama guru dan siswa TK Linggang Bigung saat melaksanakan penanaman bibit pohon di halaman sekolah. (Istimewa)

SENDAWAR — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditanamkan sejak usia dini. Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) bersama pihak TK Linggang Bigung melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di halaman sekolah, Jumat (27/2/2026).

Beberapa bibit pohon produktif seperti matoa dan jambu ditanam di lahan milik sekolah. Selain untuk menghijaukan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga dan merawat alam.

Sejak pagi, anggota Satgas TMMD bersama guru bergotong royong membersihkan area, menggali lubang tanam, hingga menyiram bibit yang telah ditanam. Anak-anak TK tampak antusias menyaksikan proses tersebut. Mereka diperkenalkan pada manfaat pohon, mulai dari menghasilkan oksigen, memberi keteduhan, hingga menghasilkan buah yang bermanfaat.

Salah satu guru TK Linggang Bigung, Syofiah Widodo, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Satgas TMMD dalam kegiatan edukatif tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif karena anak-anak bisa belajar langsung di lapangan. Kami berharap pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan menjadi pengingat pentingnya mencintai lingkungan,” ujarnya.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda.

“Menanam pohon bukan sekadar seremonial. Ini investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masa depan anak-anak. Kami ingin nilai kepedulian terhadap alam tertanam sejak dini,” tegasnya.

Dengan penanaman pohon ini, suasana TK Linggang Bigung diharapkan semakin hijau dan nyaman sebagai tempat belajar. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan cinta lingkungan kepada generasi penerus. (MK)

Editor: Agus S

Berpuasa Tak Surutkan Semangat, Jalan Linggang Amer Dikebut

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama warga saat melaksanakan semenisasi jalan di Kampung Linggang Amer. (Istimewa)

SENDAWAR — Bulan suci Ramadan tidak menyurutkan semangat pengabdian anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar). Mereka tetap kebut pengerjaan semenisasi jalan yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Jumat (27/2/2026).

Sejak pagi hari, sebelum matahari semakin terik, personel Satgas sudah berada di lokasi. Bersama warga setempat, mereka bergotong royong menyiapkan badan jalan, memasang bekisting, mengangkut material, mencampur semen, hingga melakukan pengecoran dan perataan permukaan jalan.

Setiap tahapan dikerjakan secara teliti agar hasil pembangunan kokoh dan tahan lama. Meski dalam kondisi berpuasa, semangat para personel tidak surut. Keringat yang bercucuran justru menjadi simbol kesungguhan dalam menjalankan tugas.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan seluruh personel tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu.

“Bulan Ramadan bukan alasan untuk mengurangi semangat kerja. Justru ini menjadi momentum meningkatkan nilai ibadah melalui pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin hasil pembangunan ini segera dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program semenisasi jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan semakin lancar, aman, dan nyaman.

Partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengerjaan turut memperkuat semangat kebersamaan. Gotong royong antara TNI dan warga mencerminkan kemanunggalan yang terus terjaga.

Melalui kerja keras tanpa mengenal lelah di bulan suci ini, Satgas TMMD Wiltas Ke-127 menunjukkan bahwa pengabdian tidak mengenal waktu. Pantang kendur di bulan Ramadan, mereka terus berupaya memberikan yang terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (MK)

Editor: Agus S

Jum’at Berkah PLN Melak, Pegawai Sisihkan Zakat untuk Warga Kurang Mampu

0
Petugas YBM PLN bersama pegawai PLN Rayon Melak saat mengantarkan dan menyerahkan paket sembako kepada warga Melak dalam aksi sosial Jum’at Berkah. (Dok. PLN Rayon Melak)

SENDAWAR — Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Melak melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jum’at Berkah PLN Melak” dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen insan PLN untuk tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan kelistrikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar. Paket sembako disalurkan kepada warga kurang mampu guna membantu meringankan kebutuhan pokok sehari-hari.

Manager PLN ULP Rayon Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin YBM PLN yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN.

“Melalui program Jum’at Berkah ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat langsung bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi penerima maupun seluruh pegawai PLN yang telah berkontribusi,” ujarnya kepada pewarta di Kutai Barat, Sabtu (28/2/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran dan transparansi. Warga penerima menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

Agung menambahkan, PLN ULP Rayon Melak berharap program sosial ini mampu mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat di wilayah kerja Melak dan sekitarnya.

“Dengan semangat berbagi dan menguatkan, PLN berkomitmen untuk terus menebarkan energi kebaikan bagi negeri,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Audiensi di Malang, Bupati Mahulu Tekankan Fokus Studi dan Jiwa Wirausaha

0
(Berdiri tengah) Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, bersama Sekda Mahulu Stephanus Madang, Kadisdikbud Samson Batang, Kadis PU-PR Didik Subagya, dan mahasiswa asal Mahulu foto bersama usai audiensi. (Dok. Prokopim Mahulu)

UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang Belawan, melakukan audiensi bersama mahasiswa asal Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang tengah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Senin (23/2/2026) siang.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Stephanus Madang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samson Batang, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Didik Subagya.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog antara Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan para mahasiswa yang sedang menempuh studi di luar daerah.

Dalam arahannya, Bupati Angela memberikan motivasi agar mahasiswa tetap fokus menyelesaikan pendidikan tepat waktu serta menjaga semangat belajar. Ia menegaskan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus dan aset strategis daerah.

“Tetap fokus dalam studinya masing-masing, karena ini kesempatan yang langka. Kalian adalah generasi penerus dan aset daerah yang memiliki peran penting dalam pembangunan Mahakam Ulu ke depan,” ujarnya.

Bupati juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar secara maksimal, meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun jejaring dengan civitas akademika.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik daerah, dan persiapkan diri untuk kembali membangun Mahulu dengan ilmu yang diperoleh. Namun yang terpenting, setelah kembali jadilah pebisnis. Di Mahulu peluang menjadi wirausahawan sangat besar,” tegasnya.

Selain memberikan motivasi, Bupati membuka ruang diskusi terkait berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa selama menempuh studi di luar daerah. Pemerintah Kabupaten Mahulu, lanjutnya, berkomitmen terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari percepatan pembangunan.

Audiensi ini diharapkan semakin mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam mewujudkan Mahakam Ulu yang “Maju, Merata, Berkelanjutan”. (MK)

Editor: Agus S

Mahulu Gandeng ITN Malang, Fokus Cetak SDM Unggul dan Berdaya Saing

0
(Sebelah kiri) Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, saat melakukan penandatanganan MoU dengan Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Awan Uji Krismanto, di Ruang Rapat Fakultas, Lantai I Kampus II ITN Malang, Kota Malang, Senin (23/2/2026). (Dok. Prokopim Mahulu)

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mempercepat pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, dan Rektor Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Awan Uji Krismanto, di Ruang Rapat Fakultas, Lantai I Kampus II ITN Malang, Kota Malang, Senin (23/2/2026).

Kesepakatan ini merupakan penguatan atas kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Melalui MoU tersebut, kedua pihak berkomitmen meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pariwisata, infrastruktur, hingga pengembangan SDM.

Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik keberlanjutan kerja sama ini. Ia menegaskan kesiapan ITN Malang mendukung program strategis Pemkab Mahulu melalui pendampingan akademik, riset terapan, serta peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat.

“Kami siap mendukung penguatan kualitas SDM Mahakam Ulu melalui kolaborasi yang lebih konkret dan terarah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Angela Idang Belawan berharap kerja sama ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan di Mahulu, khususnya dalam menyiapkan tenaga profesional yang kompeten dan berdaya saing.

“Saya berharap mahasiswa asal Mahulu yang lulus dari ITN Malang tidak hanya bekerja di pemerintahan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru, menyerap tenaga kerja lokal, bahkan memiliki daya saing hingga tingkat internasional,” tegasnya.

Bupati menambahkan, kerja sama yang telah berjalan selama ini memberikan manfaat besar bagi Mahulu. Ia menyebut kolaborasi tersebut merupakan kelanjutan komitmen kepala daerah sebelumnya yang menaruh perhatian serius pada sektor pendidikan.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Anak-anak Mahulu bisa melanjutkan pendidikan di ITN Malang. Dengan keterbatasan yang ada di daerah, kerja sama ini diharapkan melahirkan ide-ide baru untuk percepatan pembangunan,” tandasnya.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Sekda Mahulu Stephanus Madang, Kepala Dinas PUPR Didik Subagya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samson Batang, serta sejumlah kepala bagian dan jajaran terkait di lingkungan Pemkab Mahulu.

Dari pihak ITN Malang hadir Wakil Rektor I Jimmy, Wakil Rektor II Nusa Sebayang, Wakil Rektor III Hardianto, Direktur Program Pascasarjana Lalu Mulyadi, Dekan Fakultas Teknologi Industri I Komang Somawirata, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Debby Budi Susanti, Kepala Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha Ardiyanto Maksimilianus G, Kepala LPPM Martinus Edwin Tjahjadi, serta para wakil dekan dan dosen.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, sinergi antara Pemkab Mahakam Ulu dan ITN Malang diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (MK)

Editor: Agus S

Harga Mulai Melandai, Stok Beras Kutim Aman hingga IdulfitriHarga Mulai Melandai, Stok Beras Kutim Aman hingga Idulfitri

0
Penjual Beras di Pasar Tradisional. (Istimewa)

SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur memastikan stok beras aman hingga Lebaran. Bahkan, harga beras premium dan medium dilaporkan mulai melandai dalam sepekan terakhir.

Kepastian itu disampaikan Fungsional Ahli Madya Disperindag Kutim, Benita, usai melakukan pengecekan langsung ke gudang distributor dan toko ritel.

“Stok banyak, sampai Lebaran pun aman. Kami sudah cek ke gudang, ada tiga distributor dan stoknya mencukupi,” ujarnya.

Tak hanya soal ketersediaan, kabar baik juga datang dari sisi harga. Beras premium kini dijual Rp15.400 per kilogram, turun dari pekan sebelumnya yang sempat menyentuh Rp17.000 per kilogram. Sementara beras medium berada di angka Rp14.000 per kilogram, dari sebelumnya berkisar Rp15.700 hingga Rp16.000 per kilogram.

Di tingkat distributor, harga beras premium tercatat Rp15.200 per kilogram. Selisih dengan harga eceran hanya Rp200 per kilogram.

“Keuntungan pedagang tidak banyak. Selisihnya tipis,” jelasnya.

Sebelumnya, harga beras sempat berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurut Benita, kondisi itu dipengaruhi musim panen di daerah pemasok, khususnya Sulawesi.

“Waktu itu belum masa panen, sehingga harga naik. Sekarang sudah masuk musim panen, jadi harga mulai turun,” terangnya.

Ia menegaskan, Kutim bukan daerah penghasil beras, melainkan daerah konsumen. Pasokan beras didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi dan Jawa. Karena itu, fluktuasi harga di Kutim sangat bergantung pada kondisi produksi di daerah produsen.

“Kalau di daerah produsen harga naik, otomatis di sini ikut naik. Begitu juga sebaliknya,” katanya.

Disperindag Kutim bersama Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, PTSP, serta Polres Kutim terus melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan menjelang hari besar keagamaan.

“Kami berharap harga tetap stabil dan masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Yusri Yusuf Beberkan Raperda RPIK di Bengalon

0
Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf saat turun langsung menyosialisasikan Raperda RPIK. (Ist)

SANGATTA – Anggota DPRD Kutim, Yusri Yusuf, turun langsung ke Jalan KM 91, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, untuk membeberkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK).

Sebanyak 55 warga hadir dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WITA itu. Antusiasme warga terlihat tinggi. Mereka ingin tahu seperti apa arah industrialisasi daerah yang selama ini dinilai belum memiliki pijakan hukum yang jelas.

Anggota DPRD Dapil II yang akrab disapa Bang YY itu menegaskan, RPIK merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menyusun pedoman pembangunan industri jangka panjang, selama 20 tahun ke depan.

“Kalau bicara industrialisasi, Kutim selama ini belum punya acuan yang ditetapkan secara hukum. Nah, RPIK ini akan menjadi landasan yuridis sekaligus pedoman pembangunan industri daerah,” tegasnya saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).

Menurut YY, dokumen RPIK tidak disusun sembarangan. Rancangan tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur dengan Universitas Mulawarman. Artinya, naskah akademiknya telah melalui kajian ilmiah dan analisis komprehensif.

RPIK nantinya akan dibagi dalam tiga tahap pembangunan. Evaluasi dilakukan setiap lima tahun agar tetap relevan dengan dinamika dan kebutuhan daerah.

“Dokumen ini akan menjadi acuan bagi perangkat daerah, pelaku industri, pengusaha, hingga masyarakat. Tujuannya jelas, mendorong lahirnya industri unggulan, meningkatkan PAD, dan tentu saja berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan ekonomi berbasis regulasi yang kuat. Tanpa arah yang jelas, pembangunan industri dikhawatirkan berjalan sporadis dan tidak terintegrasi.

Salah satu warga KM 91, Aswar, menyambut positif penyusunan RPIK tersebut. Ia menilai kehadiran perda ini bisa menjadi landasan bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang lebih mandiri dan berdaya saing.

“Kalau arahnya jelas, kami juga lebih yakin mengembangkan usaha. Harapannya industri di Kutim bisa benar-benar maju dan membuka lapangan kerja,” tuturnya.

Dengan RPIK, Kutim diharapkan tak lagi sekadar menjadi daerah penyangga sumber daya alam, tetapi mampu membangun fondasi industri yang kuat menuju 2030 hingga 2045.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam