Beranda blog Halaman 57

King Cobra Hampir 2 Meter Bikin Heboh Warga Gang Berlian

0
Warga di Jalan Dewi Sartika mencoba evakuasi ular cobra di parit. (Ist).

BONTANG – Warga di Gang Berlian, tepatnya di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Bontang Kuala (BK), Kecamatan Bontang Utara, dibuat geger dengan kemunculan seekor ular king cobra berukuran besar di kawasan permukiman, Senin (3/8/2026).

Ular berbisa yang diperkirakan memiliki panjang hampir dua meter itu, berhasil diamankan berkat kerja sama warga bersama salah satu seorang Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bontang yang kebetulan berada di lokasi.

Pemilik rumah, Markidi, menceritakan ular tersebut pertama kali diketahui oleh tetangganya saat hendak melintas di sekitar rumah, yang awalnya ada tetangga lewat, tiba-tiba melihat ular mau menyeberang ke tempat kami.

“Begitu lihat ularnya langsung dikejar dan ular itu masuk ke parit depan rumah. Setelah itu kami ramai-ramai menangkapnya. Kebetulan ada tetangga yang juga petugas Damkar, sehingga ular bisa diamankan,” ujar Markidi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, ular yang diduga merupakan king cobra berwarna kuning keperakan itu, memiliki ukuran yang cukup besar dengan perkiraan sebesar lengan orang dewasa.

Proses penangkapan berlangsung hati-hati, mengingat king cobra merupakan salah satu jenis ular yang memiliki bisa paling berbahaya di dunia. Beruntung, tidak ada korban maupun warga yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Warga pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar semak, parit, maupun area yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

Jika menemukan satwa liar berbahaya, masyarakat disarankan tidak menangani sendiri dan segera menghubungi petugas berwenang untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Saeful Rizal: Fasilitas Asrama Mahasiswa Perlu Ditingkatkan, Sesuaikan Kemampuan Fiskal Daerah

0
Saeful Rizal dalam RDP terkait pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana asrama putra-putri yang ada di luar Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Sekretaris Komisi A DPRD Bontang, Saeful Rizal menilai peningkatan fasilitas asrama mahasiswa asal Bontang di luar daerah perlu menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, kondisi asrama yang layak akan mendukung kenyamanan belajar dan berdampak pada prestasi akademik mahasiswa.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) dan sejumlah OPD. Saeful mengaku telah beberapa kali mengunjungi asrama mahasiswa di Malang, Balikpapan, dan Samarinda sehingga mengetahui langsung kondisi fasilitas yang ada.

“Memang wajar kalau mereka meminta fasilitas di-upgrade. Karena ada hubungannya dengan kenyamanan studi dan prestasi akademik,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengingatkan pemenuhan kebutuhan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, ia meminta pemerintah dan mahasiswa saling memahami kondisi yang ada.

“Pemerintah sudah menyatakan komitmennya. Tinggal menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Jangan jadikan kondisi ini sebagai halangan, tetapi tantangan untuk tetap berprestasi,” katanya.

Dalam RDP tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya meminta pemerintah lebih memperhatikan kualitas pengadaan barang di asrama, setelah beberapa fasilitas yang diterima cepat rusak. Mereka juga mengusulkan adanya monitoring berkala, penyusunan SOP pengelolaan asrama, serta penambahan fasilitas seperti lemari, meja belajar, proyektor, speaker, hingga tandon air untuk asrama di Samarinda.

Menutup rapat, Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto memastikan seluruh aspirasi akan ditindaklanjuti. DPRD bersama Bagian Kesra akan melakukan kajian kondisi asrama dan memperkuat koordinasi dengan HMB serta OPD terkait untuk menindaklanjuti kebutuhan mahasiswa. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Komisi A Dorong Penguatan Dukungan Mahasiswa, dari Magang hingga Kampus Unggulan

0
RDP DPRD kota Bontang terkait pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana asrama putra-putri yang ada di luar kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang mendorong penguatan dukungan pemerintah terhadap mahasiswa Bontang, yang menempuh pendidikan di luar daerah. Selain memperkuat koordinasi mengenai beasiswa dan magang, DPRD juga terus mengupayakan hadirnya perguruan tinggi unggulan di Kota Bontang.

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto mengatakan Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) diharapkan menjadi penghubung antara mahasiswa dengan pemerintah, khususnya dalam urusan beasiswa, magang, hingga komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia juga meminta mahasiswa membangun komunikasi secara langsung dengan pemerintah, agar berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui diskusi bersama.

“Jangan biasakan hanya menelepon. Datang ke kantor, silaturahmi, komunikasi langsung apa yang dibutuhkan. Kalau duduk bersama, solusi akan lebih mudah ditemukan,” katanya.

Heri juga mengungkapkan, DPRD bersama Pemerintah Kota Bontang telah berupaya membuka peluang hadirnya perguruan tinggi unggulan di daerah. Salah satunya melalui komunikasi dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta sejumlah institusi pendidikan lainnya.

Menurutnya, upaya tersebut masih dalam tahap kajian. Kehadiran kampus unggulan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Bontang, untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke luar daerah.

Usulan itu muncul setelah mahasiswa menyampaikan bahwa banyak lulusan SMA di Bontang harus merantau, karena belum tersedia perguruan tinggi negeri atau kampus unggulan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, mahasiswa juga mengusulkan agar pemerintah membantu koordinasi penempatan magang melalui Disnaker sesuai program studi masing-masing. Mereka juga berharap ada wadah untuk mendukung riset dan inovasi mahasiswa, agar hasil penelitian dapat diterapkan di Kota Bontang.

Dalam forum tersebut, mahasiswa turut mengusulkan penyediaan sekretariat yang lebih representatif bagi organisasi mahasiswa saat berkegiatan di Bontang, serta pembangunan asrama permanen di kota-kota yang memiliki jumlah mahasiswa asal Bontang cukup besar. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Komisi A Bentuk Tim Kajian untuk Benahi Asrama Mahasiswa di Luar Daerah

0
RDP DPRD Kota Bontang terkait pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana asrama putra-putri yang ada di luar kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Komisi A DPRD Kota Bontang akan menindaklanjuti berbagai persoalan sarana dan prasarana asrama mahasiswa di luar daerah, dengan membentuk tim kajian bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Langkah itu menjadi salah satu hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB).

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto mengatakan tim tersebut akan melakukan kajian sekaligus survei terhadap kondisi asrama, termasuk menilai kelayakan fasilitas maupun lokasi asrama yang digunakan mahasiswa.

“HMB dan Kesra menunjuk tim kajian atau survei terkait masalah asrama ini, termasuk peletakannya. Silakan dikoordinasikan secara teknis dengan Kesra, supaya tidak ada lagi miskomunikasi,” ujarnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong HMB Pusat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam penyampaian informasi beasiswa kepada mahasiswa Bontang. HMB juga diminta menjadi leading sector komunikasi terkait pelaksanaan magang maupun Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan Disnaker dan perusahaan di Kota Bontang.

Menurutnya, DPRD juga akan mengawal usulan terkait pemenuhan sarana prasarana asrama, termasuk mekanisme hibah serta kemungkinan penyusunan regulasi yang dapat membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa, untuk memperoleh akses magang di perusahaan.

Ia meminta mahasiswa aktif menjalin komunikasi dengan OPD, bukan hanya melalui telepon, tetapi datang langsung untuk berdiskusi agar setiap persoalan dapat dicarikan solusi bersama, meski pemerintah sedang menghadapi keterbatasan fiskal.

Dalam RDP tersebut, berbagai aspirasi juga disampaikan mahasiswa. Mereka mengeluhkan kualitas sejumlah fasilitas asrama yang dinilai kurang baik, seperti kipas angin yang rusak meski belum digunakan, hingga kondisi lemari yang sudah tidak layak pakai.

Mahasiswa juga meminta pemerintah lebih mengutamakan kualitas barang saat pengadaan, melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap kondisi asrama, serta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan asrama, agar seluruh asrama mahasiswa Bontang memiliki standar pelayanan yang sama. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Komisi A Jadikan Sistem Insentif Tangerang Sebagai Acuan Raperda

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb3agt2026/mobile/

Damkarmatan Kerahkan Personel Padamkan Kebakaran Permukiman

0
Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Mohammad Hatta, Perumahan BTN, Gang Rawa Indah Blok A, Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (2/8/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah, sementara tiga bangunan lainnya mengalami kerusakan berat akibat kobaran api.

Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada sambungan instalasi menuju salah satu rumah warga. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya karena jarak antarrumah yang sangat berdekatan.

Warga yang mengetahui kejadian berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menghubungi Pos Sektor Damkarmatan Muara Jawa sekitar pukul 00.27 Wita.

Petugas bergerak menuju lokasi pada pukul 00.30 Wita dan tiba sekitar lima menit kemudian. Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.

Melihat kondisi permukiman yang padat dan kobaran api mulai menjalar ke bangunan lain, Damkarmatan Muara Jawa meminta bantuan Pos Sektor Samboja dan Sangasanga guna memperkuat penanganan.

Sebanyak sembilan personel diterjunkan dengan dukungan satu unit mobil pemadam Fire Dome, selang pemadam, nozzle, portable pump, alat pelindung diri (APD), serta peralatan pembongkaran.

Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Pemeriksaan titik api dan pembersihan dilakukan sekitar pukul 02.46 Wita dan seluruh rangkaian penanganan dinyatakan selesai pada pukul 03.03 Wita,” ujarnya.

Fida mengatakan petugas menghadapi sejumlah kendala selama proses pemadaman. Selain bangunan yang berdempetan, akses menuju lokasi cukup sempit sehingga suplai air menjadi terbatas.

Meski demikian, koordinasi lintas instansi membuat proses penanganan berjalan hingga api berhasil dipadamkan. Penanganan melibatkan Damkarmatan, relawan, Koramil Muara Jawa, Polsek Muara Jawa, PMI Muara Jawa, PLN, Pertamina Hulu Sangasanga, serta masyarakat setempat.

Akibat kejadian tersebut, satu rumah dilaporkan hangus terbakar, sedangkan tiga bangunan lain mengalami kerusakan berat akibat terdampak kobaran api.

Selain kerusakan bangunan, kebakaran mengakibatkan satu orang mengalami luka bakar ringan pada bagian tangan. Dua warga lainnya mengalami syok dan memiliki riwayat penyakit jantung.

Hingga berita ini diturunkan, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik pada sambungan instalasi menuju rumah warga.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Nelayan Kukar Diduga Tenggelam Saat Mencari Ikan

0
Perahu milik korban ditemukan hanyut tanpa pengemudi di Sungai Mahakam, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Seorang nelayan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) diduga tenggelam saat mencari ikan di Sungai Mahakam, tepatnya di RT 19 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Minggu (2/8/2026).

Korban diketahui bernama Achdar Has (64), warga Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan. Hingga Minggu sore, korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Koordinator Lapangan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kukar, Eko Suryawinata, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian dan langsung mengerahkan personel menuju lokasi.

“Saat ini petugas BPBD Kukar tengah bersiap menuju lokasi,” kata Eko, Minggu (2/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun BPBD, peristiwa bermula ketika seorang nelayan melintas di kawasan Sungai Mahakam usai mengantar kru kapal menuju wilayah Harapan Baru sekitar pukul 08.00 Wita.

Saat melintasi alur Sungai Mahakam di kawasan Desa Jembayan, saksi melihat sebuah perahu ketinting berwarna biru putih hanyut tanpa pengemudi. Perahu tersebut dikenali sebagai milik Achdar Has yang sehari-hari mencari ikan menggunakan metode merawai di sepanjang alur Sungai Mahakam, mulai dari kawasan Pongkor hingga Jembayan.

Merasa ada kejanggalan, saksi mendekati perahu untuk memastikan kondisi di atasnya. Namun, korban tidak ditemukan, sementara seluruh peralatan menangkap ikan masih berada di dalam perahu.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada keluarga korban. Setelah dilakukan pengecekan, keluarga memastikan Achdar Has belum kembali ke rumah sejak berangkat mencari ikan pada pagi hari.

“Berdasarkan keterangan tersebut serta kondisi perahu yang ditemukan hanyut tanpa pengemudi, korban diduga jatuh ke Sungai Mahakam,” ujar Eko.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Tim gabungan dari BPBD Kukar, kepolisian, serta warga setempat terus melakukan pencarian dengan menyisir aliran Sungai Mahakam di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Daerah Diminta Susun Strategi Hadapi Penurunan DBH

0
Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, memberikan keterangan terkait strategi daerah menghadapi pengurangan transfer ke daerah dan dana bagi hasil. (Foto: Hadi Winata/MKN)

SAMARINDA – Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menilai setiap pemerintah daerah memiliki strategi berbeda dalam menghadapi pengurangan transfer ke daerah (TKD), termasuk dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat.

Karena itu, ia menghormati sikap Wali Kota Samarinda Andi Harun yang memilih tidak terlalu vokal menuntut pengembalian alokasi TKD dan lebih fokus memperkuat pengelolaan fiskal daerah.

Pernyataan itu disampaikan Syafruddin usai menghadiri dialog publik Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) bertajuk “Membaca Ulang Potret Fiskal Kaltim 2027” di Caffe Bagios, Samarinda, Minggu (2/8/2026).

Menurut Syafruddin, perbedaan pendekatan setiap kepala daerah dalam menghadapi penurunan pendapatan harus dihormati selama tetap ditujukan untuk menjaga pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Ya, kita hormat kepada semua yang punya sikap seperti itu. Yang pasti, berjuang untuk melakukan perbaikan-perbaikan dan menyusun belanja juga baik,” katanya.

Ia menilai langkah Pemerintah Kota Samarinda memperkuat pengelolaan fiskal merupakan salah satu cara menghadapi efisiensi anggaran dan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

“Artinya, yang dilakukan oleh Wali Kota Samarinda hari ini adalah salah satu cara untuk menghadapi efisiensi dan penurunan pendapatan daerah melalui dana bagi hasil,” ujarnya.

Syafruddin menegaskan perbedaan sikap antara kepala daerah maupun wakil rakyat tidak seharusnya dipersoalkan. Menurutnya, seluruh langkah tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Intinya, semua bermuara pada percepatan pembangunan dan percepatan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Saat ditanya apakah sikap Andi Harun dipengaruhi kesamaan latar belakang politik dengan pemerintah pusat, Syafruddin enggan berspekulasi.

“Yang pasti, semua punya cara untuk mempercepat kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Belakangan, pengurangan TKD dan DBH menjadi perhatian sejumlah daerah di Kalimantan Timur. Sejumlah kepala daerah, anggota DPRD, hingga anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim secara terbuka meminta pemerintah pusat mengembalikan alokasi dana tersebut tanpa pemangkasan karena dinilai berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah.

Syafruddin mengatakan dirinya telah memperjuangkan persoalan tersebut sejak masih bertugas di Badan Anggaran DPR RI dengan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Kementerian Keuangan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Samarinda memilih memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penyesuaian belanja sebagai respons atas berkurangnya dana transfer.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran TKD untuk Kota Samarinda pada 2026 mencapai sekitar Rp806 miliar atau 59,2 persen dari total pagu Rp1,36 triliun.

Pagu tersebut turun dibandingkan 2025 yang mencapai Rp2,57 triliun. Dengan demikian, alokasi TKD untuk Kota Samarinda berkurang sekitar Rp1,21 triliun pada 2026.

Perbedaan respons terhadap pengurangan TKD tersebut memunculkan berbagai pandangan di ruang publik, baik mengenai strategi memperkuat kemandirian fiskal maupun pendekatan politik dalam menyikapi kebijakan pemerintah pusat.

Pewarta: Hadi Winata
Editor: Agus S.

Polisi Lakukan Undercover Buy, Penjual Sabu di Facebook Ternyata Penipu

0
Kasatresnarkoba Polres Kutai Timur, Iptu Erwin Susanto, menjelaskan pengungkapan penipuan jual beli narkotika melalui media sosial. (Ilustrasi: AI)

SANGATTA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kutai Timur mengungkap modus penipuan daring berkedok penjualan narkotika melalui sejumlah grup Facebook. Pelaku menawarkan sabu dan ganja kepada calon pembeli, tetapi barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim setelah uang ditransfer.

Kasatresnarkoba Polres Kutim, Iptu Erwin Susanto, mengatakan modus tersebut terungkap setelah polisi menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai sejumlah akun media sosial yang menawarkan narkotika secara terbuka.

Untuk memastikan informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan melalui metode undercover buy atau pembelian terselubung terhadap akun-akun yang dicurigai.

Polisi membidik tiga akun Facebook yang aktif menawarkan narkotika. Dari tiga akun tersebut, satu akun merespons pesanan dan memberikan nomor rekening untuk pembayaran uang muka.

“Hasilnya, kami sudah coba kirim uang. Barangnya tidak pernah datang,” ungkap Erwin kepada Media Kaltim, Minggu (2/8/2026).

Setelah uang ditransfer oleh petugas yang menyamar, akun tersebut menghilang. Sementara dua akun lainnya tidak merespons pesanan yang disampaikan polisi.

Petugas kemudian menelusuri foto-foto sabu dan ganja yang diunggah oleh akun tersebut. Hasil penelusuran digital menunjukkan foto-foto itu bukan milik pelaku, tetapi diambil dari internet untuk meyakinkan calon korban.

“Setelah kami pastikan, foto-foto yang digunakan ternyata diambil dari internet. Jadi bisa dipastikan itu merupakan penipuan online,” tegas Erwin.

Menurutnya, modus tersebut tidak hanya ditemukan pada grup media sosial di Kutai Timur, tetapi juga dalam sejumlah grup yang anggotanya berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Pelaku diduga memanfaatkan posisi calon korban yang berniat membeli narkotika. Mereka memperkirakan korban tidak berani melapor kepada polisi karena khawatir ikut terseret dalam persoalan hukum.

Temuan tersebut telah diteruskan kepada Satuan Reserse Kriminal Polres Kutim untuk ditindaklanjuti sebagai dugaan tindak pidana penipuan berbasis elektronik.

“Informasi ini sudah kami teruskan ke Satreskrim untuk ditindaklanjuti sebagai dugaan tindak pidana penipuan berbasis elektronik. Tetapi sampai sekarang belum ada korban yang membuat laporan resmi,” pungkas Erwin.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S.

Evakuasi KMP Mutiara Sentosa 2 Berlanjut, Data Korban Masih Dicocokkan

0
Proses evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). (Foto: Istimewa)

SURABAYA – Proses evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai menunjukkan perkembangan. Berdasarkan data sementara Basarnas hingga Minggu (2/8/2026) sore, sebanyak 218 orang dilaporkan selamat, sementara empat orang meninggal dunia.

Data tersebut masih bersifat sementara karena proses evakuasi dan pencocokan manifes penumpang masih berlangsung.

KMP Mutiara Sentosa 2 milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Kapal tersebut membawa sekitar 250 orang yang terdiri atas penumpang dan awak kapal.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, mengatakan berdasarkan informasi dari operator kapal, nakhoda sempat melaporkan kebakaran sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat kapal berada di perairan utara Madura. Setelah laporan tersebut disampaikan, komunikasi dengan nakhoda terputus.

Kantor SAR Surabaya kemudian menerima laporan resmi dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB. Satu menit kemudian, PT Atosim Lampung Pelayaran turut melaporkan kapal yang sedang berlayar menuju Makassar tersebut mengalami kebakaran.

Basarnas segera berkoordinasi dengan KSOP, KPLP, Pos SAR Sumenep, Stasiun Radio Pantai Kalianget, TNI AL, Polairud, serta instansi terkait lainnya untuk mempercepat operasi penyelamatan.

Hasil koordinasi menunjukkan kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi, Kabupaten Sumenep. Saat itu sebagian badan kapal telah dilalap api, sementara para penumpang bertahan di anjungan dan haluan kapal dengan mengenakan jaket pelampung.

Sejumlah rekaman yang beredar memperlihatkan asap hitam pekat membumbung dari kapal. Sebagian penumpang juga terlihat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sebelum dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Kapal Meratus Project 3 yang berada paling dekat dengan lokasi sempat berupaya memberikan bantuan. Namun kapal tersebut tidak dapat merapat karena sedang mengangkut muatan yang mudah terbakar.

Evakuasi pertama dilakukan kapal tunda TB Hasnur 26 yang mulai mengangkut penumpang sekitar pukul 09.59 WIB. Pos SAR Sumenep juga mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 menuju lokasi.

Sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang yang melompat ke laut berhasil diselamatkan oleh awak TB Hasnur 26 bersama kapal British Mentor.

Operasi penyelamatan melibatkan sedikitnya sembilan kapal, yakni KN SAR 249 Permadi, kapal Kantor SAR Surabaya, kapal Pos SAR Sumenep, kapal Syahbandar Surabaya, kapal Vessel Traffic Service Surabaya, kapal Stasiun Radio Pantai Kalianget, kapal KSOP Kalianget, Kapal Meratus Project 3, dan kapal tunda TB Hasnur 26.

Personel Satpolairud Polres Sumenep bersama jajaran kepolisian di wilayah pesisir juga turut membantu proses evakuasi.

KN SAR 249 Permadi diberangkatkan menuju lokasi sekitar pukul 09.55 WIB dengan estimasi waktu tempuh sekitar enam jam. Selama kapal tersebut dalam perjalanan, proses penyelamatan mengandalkan kapal-kapal yang berada paling dekat dengan lokasi kebakaran.

Hingga Minggu sore, operasi evakuasi masih berlangsung. Basarnas juga terus mencocokkan data korban dengan manifes penumpang sehingga jumlah korban maupun penumpang yang telah dievakuasi masih dapat berubah.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyatakan penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan. Investigasi akan dilakukan setelah seluruh proses penyelamatan penumpang selesai dilaksanakan.

Sumber: ANTARA
Editor: Agus S.