Beranda blog Halaman 57

Viral Isu Begal dan Pembunuhan Anak di Balikpapan Timur Ternyata Hoaks

0
Tangkapan layar video lama yang disebarkan dengan narasi hoaks seolah terjadi di Balikpapan Timur. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN — Polsek Balikpapan Timur memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan tindak pidana begal dan pembunuhan sadis di wilayah Balikpapan Timur adalah tidak benar atau hoaks. Video yang viral tersebut dipastikan merupakan peristiwa lama yang terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Desember 2024.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Kumontoy, melalui Kapolsek Balikpapan Timur AKP M Chusen, mengatakan pihaknya melakukan monitoring media sosial pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.

Dari hasil pemantauan ditemukan sebuah postingan video disertai narasi provokatif yang menyebut telah terjadi pembunuhan sadis terhadap seorang anak kecil di kawasan Balikpapan Timur.

“Setelah dilakukan identifikasi dan penelusuran, video tersebut diketahui berasal dari kasus pembunuhan balita di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang terjadi pada 25 Desember 2024 lalu,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Kapolsek menjelaskan, dalam kasus sebenarnya korban berinisial MF (3) diduga dibunuh kakak kandungnya sendiri berinisial KK (21) di kawasan perumahan karyawan perusahaan perkebunan sawit di Desa Danau Buntar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Peristiwa itu terungkap setelah kedua orang tua korban pulang berdagang durian dan menemukan rumah dalam keadaan berantakan serta terdapat bercak darah di lantai. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia di tempat pembuangan sampah dalam kondisi mengenaskan.

Pelaku yang diketahui mengalami gangguan jiwa langsung diamankan aparat kepolisian setempat bersama barang bukti berupa egrek atau pisau pemanen sawit yang digunakan untuk melakukan pembunuhan.

“Hasil pengecekan lapangan yang dilakukan personel Intelkam Polsek Balikpapan Timur memastikan tidak ada kejadian pembunuhan maupun tindak kekerasan seperti yang dinarasikan dalam postingan viral tersebut,” jelasnya.

Petugas juga mendatangi wilayah Kelurahan Manggar dan sekitar SMPN 8 Balikpapan Timur yang disebut dalam narasi video. Dari hasil klarifikasi kepada warga sekitar, tidak ada masyarakat yang mengetahui ataupun menyaksikan kejadian tersebut.

“Situasi wilayah Kelurahan Manggar dan sekitarnya dipastikan aman dan kondusif,” tambahnya.

Polisi menilai penyebaran video lama dengan narasi seolah-olah terjadi di Balikpapan Timur berpotensi menimbulkan keresahan dan kepanikan masyarakat, terlebih karena narasi tersebut menyebut lokasi berada di sekitar sekolah.

Untuk mencegah penyebaran informasi serupa, Polsek Balikpapan Timur telah melakukan patroli siber, monitoring media sosial, pengecekan lokasi, hingga penyampaian klarifikasi kepada masyarakat.

“Polisi mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial dan memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain,” tegas AKP Chusen. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Polres Kutim Siapkan Patroli dan Perahu Kano Pasca Meluapnya Sungai Sangatta

0
Debit Air Sungai Sangatta Meningkat, Polisi Sisir Bantaran Sungai. (Dok.Polres Kutim)

SANGATTA – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kutai Timur (Kutim) dalam beberapa hari terakhir membuat debit air Sungai Sangatta terus mengalami kenaikan. Mengantisipasi potensi banjir, Sat Samapta Polres Kutai Timur bergerak cepat melakukan patroli monitoring di sejumlah kawasan rawan terdampak.

Patroli dipimpin langsung Kasat Samapta Polres Kutai Timur AKP Subeki didampingi Kanit Patroli Aiptu Budi Wiyono bersama personel Satsamapta. Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti Arahan Pimpinan (AAP) di halaman Mapolres Kutim.

Dalam arahannya, personel diminta meningkatkan kewaspadaan serta aktif memantau kondisi debit air di kawasan bantaran sungai yang berpotensi terdampak luapan air.

Sejumlah titik menjadi fokus pemantauan, di antaranya kawasan Jalan Loa Mali, Jembatan I.A Moies hingga Jembatan Kampung Kajang. Selain patroli darat, personel juga menyiapkan kendaraan operasional berupa truk Dalmas dan perahu kano guna mendukung evakuasi apabila kondisi darurat terjadi sewaktu-waktu.

Kasat Samapta Polres Kutim AKP Subeki mengatakan patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan situasi masyarakat tetap aman di tengah meningkatnya debit air Sungai Sangatta.

“Personel kami turun langsung memantau perkembangan debit air di sejumlah titik rawan. Kehadiran anggota di lapangan juga untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Dari hasil monitoring sementara, debit air Sungai Sangatta diketahui mulai meningkat dan mendekati kawasan permukiman warga. Meski demikian, kondisi hingga saat ini masih terpantau aman dan terkendali.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan jajaran Polres Kutim disiagakan penuh menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya intensitas hujan.

“Kami menginstruksikan seluruh personel untuk aktif melakukan patroli dan pemantauan di titik rawan banjir. Langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila situasi berkembang,” tegasnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Sangatta, agar terus memantau kondisi cuaca dan segera melapor melalui layanan 110 apabila menemukan tanda-tanda kondisi darurat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan guna memantau perkembangan debit air Sungai Sangatta.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Satlantas Kutim Perketat Pemeriksaan Kendaraan Angkutan Jelang Liburan Iduladha

0
Proses pengecekan yang dilakukan Petugas. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Menjelang libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Satlantas Polres Kutai Timur memperketat pemeriksaan kendaraan angkutan umum maupun angkutan barang melalui kegiatan ramp check (ramcek).

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur berada dalam kondisi laik jalan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang Idul Adha.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, guna menekan potensi kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan penumpang selama perjalanan.

Dalam pemeriksaan itu, petugas mengecek berbagai komponen penting kendaraan, mulai dari sistem pengereman, lampu penerangan, kondisi ban, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan kesiapan pengemudi.

Selain melakukan pengecekan teknis, personel Satlantas juga memberikan edukasi kepada para sopir agar selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan penumpang.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama saat momentum libur keagamaan yang identik dengan meningkatnya aktivitas perjalanan.

“Melalui kegiatan ramcek ini kami ingin memastikan kendaraan angkutan yang beroperasi benar-benar dalam kondisi layak jalan sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Ia juga mengingatkan para pengemudi agar tidak memaksakan diri saat lelah atau mengantuk serta selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum beroperasi.

“Kami mengimbau kepada seluruh sopir dan pengusaha transportasi untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas sangat penting demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Tak hanya kepada pengemudi, edukasi juga diberikan kepada masyarakat terkait pentingnya penggunaan sabuk pengaman, mematuhi batas kecepatan, serta larangan menggunakan ponsel saat berkendara.

Satlantas Polres Kutim memastikan kegiatan pengawasan terhadap kendaraan angkutan akan terus dilakukan selama periode libur Idul Adha guna menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kutai Timur.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Ular Piton 5 Meter Sembunyi di Gorong-gorong Berhasil Dievakuasi

0
Petugas Disdamkartan Bontang melakukan evakuasi terhadap ular piton. (Ist).

BONTANG – Seekor ular piton berukuran besar membuat geger di kawasan Jalan S. Parman, tepatnya di turunan Dana Pensiun, Sabtu (23/5/2026) kemarin.

Ular sepanjang kurang lebih lima meter itu ditemukan berada di area operator jaringan gas (jargas), sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin mengatakan bahwa laporan pertamanya diterima melalui layanan CS 112, dari petugas jargas yang melihat keberadaan ular besar di sekitar area kerja mereka.

Mendapat laporan tersebut, petugas Rescue Regu 3 yang sedang berjaga piket langsung bergerak cepat menuju lokasi keberadaan ular dan melakukan penanganan.

Akan tetapi dalam proses evakuasi ular tersebut tidak berjalan dengan mudah. Saat petugas tiba di lokasi, ular diketahui bersembunyi di dalam saluran air atau gorong-gorong sempit, sehingga menyulitkan proses penangkapan.

“Tim rescue pun harus menggunakan peralatan khusus, untuk menarik ular keluar dari persembunyiannya. Petugas bisa dengan mudah mengeluarkan ularnya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Proses evakuasi berlangsung cukup memakan waktu lebih dari satu jam, dimana petugas harus bekerja dengan ekstra hati-hati agar ular tidak menyerang, maupun kabur ke area pemukiman warga.

Meski menghadapi medan yang sulit, ular piton tersebut akhirnya berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban ataupun gangguan di sekitar lokasi. Petugas yang turun pun pastinya menggunakan pengaman serta alat bantuan yang aman, agar tidak terjadi resiko yang tak diinginkan.

“Walaupun prosesnya sedikit lama, tapi alhamdulillah ularnya berhasil dievakuasi. Sebab ular ini tidak main-main, ukurannya terbilang cukup besar,” tambahnya.

Adanya kejadian tersebut, petugas Disdamkartan Bontang turut kembali mengimbau ke masyarakat, agar segera melapor apabila menemukan hewan liar berbahaya di lingkungan permukiman.

Warga juga diminta agar tidak mencoba-coba menangani atau mengevakuasi hewan liar tersebut sendirian, apalagi menangkapnya dengan tangan kosong tanpa alat bantuan yang aman.

“Sekali lagi kami ingatkan ke masyarakat, demi menghindari risiko gigitan maupun serangan yang dapat membahayakan keselamatan. Hindari untuk menangkap sendiri, lebih baik hubungi pihak damkar,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rumah yang Terbakar di Kampung Jawa Masih Tahap Renovasi

0
Terjadi kebakaran di Jalan P Suryanata, Kampung Jawa, Kota Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Rumah yang terbakar di Jalan P Suryanata, tepatnya di Gang Pemula, RT.19, Kampung Jawa, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Senin (25/5/2026), sekitar pukul 06.30 Wita tadi, rupanya masih dalam kondisi renovasi.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin mengatakan tidak ada korban jiwa maupun rumah warga sekitar yang terdampak. Rumah yang terbakar diketahui masih dalam tahapan renovasi dan belum ditempati oleh pemiliknya.

“Jadi rumah ini posisinya masih tahapan renovasi, jadi belum dihuni. Pemiliknya pun mengatakan akan dihuni nantinya usai lebaran. Untungnya juga api tak sempat merembet ke rumah lainnya,” tambahnya.

Sempat muncul dugaan ada korban yang terjebak di dalam rumah. Namun, penjaga rumah yang saat itu sedang berada di lokasi kebakaran, berhasil keluar saat api mulai membesar meski sempat mengalami sesak napas akibat kepanikan.

“Iya ada penjaganya ternyata di dalam, tapi berhasil keluar. Sempat mengalami sesak napas, kami coba tadi berikan bantuan, akan tetapi pemilik rumah menolak sebab pihak pemilik rumah ingin mengantarkannya sendiri untuk ke Puskesmas,” bebernya.

Hingga saat ini, untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui dengan pasti, kobaran api muncul dari mana. Sehingga untuk mencari penyebabnya, semuanya akan diserahkan ke pihak kepolisian.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Cegah Risiko Sejak Dini, PLN UPP KLT 3 Latih Pegawai Tanggap Darurat Kebakaran

0
Instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda menyiapkan peralatan APAR sebelum pelaksanaan praktik pemadaman api dalam kegiatan pelatihan tanggap darurat kebakaran di PLN UPP KLT 3. (ist)

SAMARINDA — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 3 (UPP KLT 3) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda menggelar Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran di halaman Kantor PLN UPP KLT 3, Senin (25/5).

Pelatihan ini digelar tidak hanya untuk memastikan pegawai dan karyawan memahami dengan benar prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), tetapi juga mampu bertindak dengan tenang saat menghadapi potensi dan kondisi kebakaran di area kerja.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami sumber-sumber pemicu kebakaran, cara mencegahnya, mengenali fungsi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga mempraktikkan langsung cara memadamkan api dan melakukan evakuasi secara aman.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, secara terpisah menyampaikan bahwa keselamatan kerja harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kerja sehari-hari, terutama dalam lingkungan proyek kelistrikan yang menuntut ketelitian dan disiplin tinggi.

“Keselamatan harus menjadi kebiasaan dalam bekerja, bukan hanya dipahami saat ada pelatihan. Karena itu, kami ingin setiap pegawai memiliki pemahaman dan keberanian untuk mengambil langkah yang benar sesuai dengan Standart Operasional Prosedur ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Basuki.

Menurut Basuki, kemampuan mengenali bahaya sejak awal sangat penting agar pegawai tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat. Dengan pemahaman yang baik, risiko dapat ditekan dan keselamatan orang-orang di area kerja tetap terjaga.

“Dalam pekerjaan kelistrikan, hasil akhir adalah penting, namun proses menuju ke sana harus tetap aman bagi semua pihak yang terlibat. Ini yang terus kami tanamkan di seluruh unit kerja PLN UIP KLT,” tambahnya.

Sementara itu, Manager PLN UPP KLT 3, Junaedi, menyampaikan bahwa pelatihan ini diinisiasi oleh bidang K3L PLN UPP KLT 3 sebagai bentuk penguatan kesiapan pegawai dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja.

“Saat kebakaran terjadi, kepanikan sering menjadi tantangan pertama. Melalui latihan ini, pegawai belajar apa yang harus dilakukan, siapa yang harus dihubungi, dan bagaimana menyelamatkan diri maupun orang di sekitar dengan aman,” ujar Junaedi.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara terstruktur dengan pendampingan instruktur dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda. Selain menerima materi, peserta juga mengikuti praktik penggunaan APAR dan simulasi evakuasi untuk memahami alur penanganan darurat secara langsung.

Pelatihan ini diharapkan membuat pegawai lebih percaya diri saat menghadapi kondisi darurat, sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama untuk menjaga area kerja tetap aman.

Ke depan, PLN UIP KLT akan terus mendorong penerapan K3 di setiap unit kerja agar proses pembangunan kelistrikan berjalan aman, tertib, dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur, termasuk Samarinda dan sekitarnya. (Bom)

PLN Sambut Groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW, Perkuat Energi Bersih untuk Sistem Kalimantan

0
Jajaran tamu undangan berfoto bersama usai prosesi groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW dan Access Road Kaltara, Senin (25/5). Kegiatan ini menegaskan kolaborasi lintas pihak dalam mendukung transisi energi bersih dan penguatan sistem kelistrikan Kalimantan. (ist)

BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) menyambut positif pelaksanaan Groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 Mega Watt (MW) di Kalimantan Timur, Senin (25/5/2026). Kehadiran pembangkit berbasis energi terbarukan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat pasokan listrik bersih, andal, dan berkelanjutan pada sistem kelistrikan Kalimantan.

PLTA Batoq Kelo 300 MW dikembangkan oleh PT Tujuan Mulia Makmur (PT TMM) sebagai proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang menjadi bagian dari penguatan pasokan listrik bersih di Kalimantan. Kehadiran proyek ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi masyarakat, memperkuat ketahanan listrik daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur.

Berdasarkan rencana pengembangan, PLTA Batoq Kelo berada di Sungai Bo, anak Sungai Mahakam, dengan cakupan daerah tangkapan air sekitar 5.756,2 kilometer persegi. Proyek ini menjadi salah satu potensi energi terbarukan strategis yang dapat mendukung peningkatan bauran energi bersih di Kalimantan Timur.

Kehadiran PLTA Batoq Kelo dinilai penting karena sejalan dengan penguatan sistem interkoneksi Kalimantan. Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal, energi bersih yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat terserap dan tersalurkan secara optimal untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengapresiasi pembangunan proyek pembangkit listrik berbasis energi terbarukan tersebut. Ia menilai proyek ini memiliki peran strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional, memperkuat kemandirian energi, serta mempercepat pencapaian target Net Zero Emission 2060.

“Proyek seperti ini semakin penting karena Indonesia harus menuju kemandirian energi. Kita harus memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya alam kita sendiri, termasuk tenaga air. Dengan begitu, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat langkah menuju Net Zero Emission 2060,” ujar Hashim.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia. Menurutnya, kekayaan alam, kemajuan ekonomi, serta semangat masyarakat Kalimantan Timur menjadi modal penting untuk menghadirkan energi domestik yang mampu menggerakkan pertumbuhan Kalimantan.

“Hati saya selalu tertambat di Kaltim. Indah alamnya luar biasa, kemajuan bisnisnya luar biasa, semangat masyarakatnya luar biasa. Semua ditopang dengan potensi alam yang bisa menjadi EBT yang mampu menggerakkan seluruh Kalimantan dengan energi domestik. Tepat satu tahun lalu kita tandatangan PJBL, sekarang kita melakukan groundbreaking dan pembangunannya akan dipercepat. Ini menandakan walaupun banyak tantangannya, kalau semua solid dalam barisan maka semuanya tetap bisa berjalan dengan sangat cepat,” ujar Darmawan.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada konsorsium PT TMM dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan PLTA Batoq Kelo. Ia menilai proyek ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan energi bersih untuk mendukung pertumbuhan daerah dan nasional.

“Ini adalah ekosistem luar biasa. Ini adalah persatuan, persahabatan, dan persaudaraan untuk saling menguatkan. Semua ini menunjukkan transformasi cara berpikir dan peran PLN dalam pembangunan nasional. Kalau dulu PLN fokus pada selling electricity and minimizing cost, sekarang dan ke depan PLN menjadi orchestrator green and digital growth of Indonesia. Semoga pembangunan pembangkit dimudahkan dan semoga ini akan menjadi jalan menuju kemakmuran Kalimantan dan Indonesia,” tutup Darmawan.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa Groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW menjadi momentum penting dalam pengembangan energi baru terbarukan di Kalimantan Timur, khususnya untuk mendorong manfaat nyata bagi masyarakat Mahakam Ulu.

“PLTA Batoq Kelo 300 MW ini bukan hanya proyek listrik, tetapi proyek masa depan. Kami berharap kehadirannya tidak hanya melahirkan pembangkit listrik, tetapi juga menjadi pembangkit harapan bagi masyarakat Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Mahakam Ulu,” ujar Rudy.

General Manager PLN UIP KLT Basuki Widodo yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa PLN UIP KLT menyambut baik hadirnya PLTA Batoq Kelo sebagai bagian dari penguatan ekosistem energi bersih di Kalimantan Timur. Menurutnya, potensi energi terbarukan tersebut perlu didukung dengan sistem kelistrikan yang semakin kuat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“PLN UIP KLT menyambut baik Groundbreaking PLTA Batoq Kelo 300 MW sebagai bagian dari penguatan ekosistem energi bersih di Kalimantan Timur. Kehadiran pembangkit berbasis energi terbarukan ini diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat Mahakam Ulu dan Kalimantan Timur secara luas,” ujar Basuki.

Basuki menambahkan, integrasi energi bersih ke dalam sistem kelistrikan memerlukan kesiapan infrastruktur penyaluran yang kuat. Untuk itu, PLN UIP KLT terus berperan dalam mendukung keandalan sistem melalui pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk, sehingga pasokan listrik dari berbagai sumber energi dapat tersalurkan secara optimal kepada masyarakat.

PLN UIP KLT terus mendukung penguatan sistem kelistrikan Kalimantan melalui pembangunan infrastruktur jaringan dan gardu induk yang andal. Dengan sistem yang semakin kuat, setiap potensi energi, termasuk energi terbarukan, dapat tersalurkan optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Bom)

Diduga Akibat Kelebihan Beban, Rumah di Berebas Tengah Roboh

0
Rumah di Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan mengalami roboh. (Ist).

BONTANG – Sebuah rumah di atas air yang berada di Jalan Tipalayo, RT.36, Nomor 55, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, mengalami roboh akibat diduga kelebihan beban, Sabtu (23/5/2026), sekitar pukul 11.00 Wita.

Peristiwa tersebut baru saja dilaporkan oleh warga ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Minggu (24/5/2026), sekitaran pukul 00.38 Wita.

Setelah menerima laporan, tim BPBD Bontang langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan kaji cepat terhadap kondisi bangunan.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, rumah yang berdiri di atas perairan itu roboh karena tiang pondasi tidak mampu menopang beban bangunan. Akibatnya, bagian rumah ambruk dan turut menyebabkan teras rumah yang berada tepat di sebelahnya mengalami kerusakan.

“Tim yang bertugas sigap menuju lokasi kejadian dan melakukan kaji cepat setibanya di lokasi,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, Senin (25/52026).

Diketahui, rumah tersebut adalah milik Hatija (48), akan tetapi rumah itu dihuni oleh Musafir (27), Musahir (26), M. Agus (20), dan Asmaul Husna (15). Sementara satu rumah yang turut terdampak, ialah milik warga bernama Munding.

“Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Saat ini BPBD Bontang masih melakukan pemantauan di lokasi, guna memastikan kondisi bangunan sekitar tetap aman. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Dinas Sosial (Dinsos) Bontang untuk langkah penanganan lanjutan bagi warga terdampak.

“Kami menerima laporan terkait rumah roboh ini dari Bhabinkamtibmas Berbas Tengah, adapun konfirmasi lanjutan di lapangan, korban rumah roboh tersebut sementara waktu mengungsi di kediaman kakaknya, yang terletak tepat di sebelah rumah korban,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rumah Kosong di Kampung Jawa Dilalap Api, Warga Panik Selamatkan Diri

0
Rumah yang terbakar di wilayah Kampung Jawa. (Dwi S).

BONTANG – Kebakaran melanda sebuah rumah di kawasan Gang Pemula, Kampung Jawa, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 06.30 WITA. Kobaran api yang membesar membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Menurut keterangan salah satu saksi mata, kejadian bermula saat warga melihat kepulan asap hitam pekat muncul dari rumah tersebut. Tidak lama kemudian, api langsung membesar dan melahap bangunan.

“Saya tidak tahu asalnya, tiba-tiba saja muncul asap tebal pas saya keluar rumah,” ucap saksi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Warga yang melihat api mulai membesar langsung berusaha menjauh, dari area kebakaran sambil memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lainnya.

Suasana sempat dipenuhi kepanikan, karena kobaran api terlihat cukup besar dan dikhawatirkan merembet ke rumah di sekitarnya.

Diketahui, rumah yang terbakar tersebut dalam keadaan kosong tanpa penghuni saat peristiwa terjadi. Kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan kayu mudah terbakar, membuat api dengan cepat menghanguskan rumah.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian yang ditimbulkan. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan upaya pemadaman, agar api tidak meluas ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses pendinginan masih berlangsung dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Usulkan Penataan Ulang Lampu Jalan, Nursalam Ingin Suasana Malam Kota Lebih Estetik

0
Anggota Komisi B DPRD Bontang, Nursalam. (Syakurah)

BONTANG – Penataan pencahayaan jalan di Kota Bontang mendapat sorotan dari Anggota Komisi B DPRD Kota Bontang, Nursalam. Ia menilai suasana malam di sejumlah ruas jalan utama masih perlu ditingkatkan agar kota terlihat lebih hidup dan menarik.

Masukan tersebut, kata Nursalam, muncul setelah rekannya dari Jakarta berkunjung ke Kota Bontang beberapa hari lalu. Menurutnya, tamu tersebut menilai Bontang sebagai kota yang tertata rapi dan nyaman, namun pencahayaan malam hari dianggap belum memberikan kesan kota modern.

“Dia bilang Bontang ini sebenarnya bagus, cuma suasananya terasa agak gelap kalau malam,” ujarnya.

Nursalam mengaku sempat mengajak rekannya berkeliling pada malam hari melewati sejumlah jalan protokol, termasuk kawasan Jalan Ahmad Yani di sekitar Tugu Rudal. Meski penerangan jalan dinilai cukup terang, pencahayaan yang ada disebut masih kurang memiliki nilai estetika.

“Sepanjang jalan memang terang, tapi kesannya seperti deretan lapak-lapak. Jadi mungkin jenis atau warna lampunya perlu disesuaikan lagi,” katanya.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penggunaan lampu jalan dengan warna lebih hangat, seperti kuning atau kuning kemerahan. Menurutnya, pilihan warna tersebut dapat menciptakan suasana kota yang lebih nyaman sekaligus mempercantik tampilan Bontang pada malam hari.

“Kalau memakai warna yang lebih hangat, suasana kota bisa terasa lebih hidup dan indah dipandang,” tandasnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam