Beranda blog Halaman 59

Akses Putus Bertahun-Tahun, Siswa Santan Ulu Seberangi Sungai Pakai Katrol Swadaya

0
Jembatan gantung swadaya yang digunakan pelajar di Dusun Damai, Desa Santan Ulu. (Istimewa)

TENGGARONG – Pagi hari di Dusun Damai, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, selalu dimulai dengan perjuangan. Belasan pelajar di wilayah itu harus menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung sederhana untuk bisa sampai ke sekolah.

Kereta kecil berbahan rangka besi dan papan kayu itu bergantung pada kabel baja yang dibentangkan melintasi sungai. Anak-anak berdiri bergantian di atasnya, lalu menarik katrol secara manual hingga mencapai tepi seberang. Setelah itu, mereka baru melanjutkan perjalanan menuju SD 021 dan SD 024 yang berada di seberang sungai.

Fasilitas tersebut bukan dibangun pemerintah, melainkan hasil gotong royong warga. Sudah sekitar dua hingga tiga tahun terakhir kereta gantung itu menjadi satu-satunya akses penyeberangan bagi pelajar dan warga Dusun Damai.

Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, mengatakan usulan pembangunan jembatan permanen sebenarnya telah lama disampaikan ke pemerintah daerah. Namun hingga kini belum ada realisasi.

“Sudah kami usulkan. Bahkan pernah ditinjau langsung. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian pembangunan,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Menurut Heri, setidaknya ada dua titik infrastruktur mendesak di wilayahnya. Selain jembatan gantung katrol di RT 009 Dusun Damai, terdapat pula jembatan rusak di RT 16 yang menjadi akses kendaraan menuju tempat ibadah dan aktivitas warga.

Di desa tersebut tercatat ada lima unit kereta gantung katrol yang dimanfaatkan untuk akses kebun, angkut hasil panen, hingga aktivitas sekolah. Perawatan alat sederhana itu menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD), dengan prioritas utama untuk keselamatan anak sekolah.

Meski sungai tampak tenang di pagi hari, risiko tetap mengintai. Saat hujan turun di hulu, arus bisa menjadi deras dan membahayakan. Pemerintah desa berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan agar akses pendidikan tidak lagi bergantung pada fasilitas darurat.

“Harapannya sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, jembatan sudah bisa dibangun,” pungkas Heri. (MK)

Editor: Agus S

Sidang Penembakan Samarinda Memanas, Keluarga Terdakwa Ungkap Luka Lama

0
Ilustrasi persidangan Pengadilan Negeri Samarinda. (Gemini AI)

SAMARINDA — Sidang perkara penembakan yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Samarinda kembali menyita perhatian publik. Dalam persidangan terbaru, tim penasihat hukum memutar rekaman video peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada 2021, yang disebut menjadi latar belakang konflik berkepanjangan hingga berujung pada perkara saat ini.

Hanafi, orang tua salah satu terdakwa, menyampaikan kekecewaannya terhadap proses hukum yang menurutnya belum menghadirkan rasa keadilan secara utuh bagi keluarganya. Ia menyebut, dalam peristiwa 2021 tersebut, anaknya menjadi korban pengeroyokan hingga meninggal dunia.

“Anak kami juga korban pengeroyokan hingga tewas. Namun, menurut kami masih ada pihak yang belum diproses hukum sebagaimana mestinya,” ujar Hanafi saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, luka lama keluarga kembali terbuka saat perkara penembakan ini disidangkan, sementara kasus sebelumnya dinilai belum sepenuhnya tuntas.

Kuasa hukum terdakwa, Akbar, menegaskan bahwa pemutaran video di ruang sidang bukan untuk membenarkan tindakan kliennya. Ia menyatakan langkah tersebut semata-mata untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada majelis hakim mengenai rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi perkara.

“Perkara ini tidak berdiri sendiri. Ada peristiwa sebelumnya yang menurut kami relevan untuk dipertimbangkan sebagai konteks. Namun, tentu proses hukum tetap harus berjalan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, persidangan masih berlangsung dan majelis hakim belum mengambil putusan. Pihak keluarga terdakwa berharap aparat penegak hukum dapat meninjau kembali penanganan perkara 2021 agar seluruh rangkaian peristiwa dapat dinilai secara proporsional. (MK)

Editor: Agus S

Pemkot Imbau Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu, Posko Pengaduan Disiapkan

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengimbau seluruh perusahaan, agar membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

Plt Sekda Bontang, Akhmad Suharto, menegaskan bahwa pembayaran THR merupakan kewajiban perusahaan yang harus dipenuhi menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Kita harapkan perusahaan memberikan THR sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi adanya keterlambatan atau pelanggaran pembayaran, pemerintah melalui dinas terkait akan membuka posko pengaduan THR. Posko ini dapat dimanfaatkan pekerja apabila menemukan kendala dalam pencairan hak mereka.

“Kalau memang ada yang belum dibayar atau ada permasalahan, bisa datang ke posko THR untuk ditindaklanjuti, posko nanti disediakan Disnaker,” jelasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Dispopar Gelar Kegiatan Pungut Sampah di Mangrove Berbas Pantai

0
Kegiatan aksi bersih-bersih di Kawasan Mangrove Berbas Pantai. (Ist).

BONTANG – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPNS) 2026, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menggelar aksi bersih-bersih di Kawasan Mangrove Berbas Pantai, Jumat (27/2/2026) pagi.

Kepala Dispopar, Eko Mashudi mengatakan bahwa dalam aksi kegiatan bersih-bersih dan pemungutan sampah di Kawasan Mangrove tersebut, lokasi yang menjadi sasaran utama untuk dibersihkan seperti area di bawah jembatan sepanjang kawasan mangrove, yang dimana masih terdapat sampah akibat terbawa air ketika pasang surut.

Terlebih lagi seperti sampah plastik, yakni sisa minuman dari botol-botol plastik bekas atau makanan lainnya pastinya akan ikut hanyut terbawa air laut, ketika air laut sedang pasang melalui titik-titik yang belum dipasang jaring penahan.

“Jadi masih ada beberapa bagian dari jaring penahan yang robek akibat ombak. Dari situ, biasanya sampah terbawa masuk ke area mangrove. Sehingga, sampah larut dan kembali mengotori kawasan tersebut,” ucapnya, Jumat (27/2/2026).

Melalui kegiatan ini, Eko sangat berharap lewat aksi bersih-bersih dan pemungutan sampah, mampu meningkatkan kesadaran kolektif serta menjadi contoh positif bagi masyarakat, untuk tetap terus menjaga kebersihan lingkungan. Demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih, dari program Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT).

Adapun terkait dengan kesadaran masyarakat tentang kepedulian terhadap pengelolaan sampah, memang seharusnya selalu dibangun dan patut untuk di sosialisasikan. Karena sampah saat ini sudah menjadi perhatian pemerintah, mulai dari tingkat desa atau kelurahan, gubernur, wali kota hingga presiden.

“Saya menghimbau masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke laut, maupun lingkungan. Karena selain dapat merusak alam dan lingkungan laut, turut menjauhkan kita dari rezeki, karena ikan akan semakin jauh ke tengah laut. Serta menjadikan orang lain untuk tidak lagi berkunjung wisata ke Bontang,” jelasnya.

Sehingga mari kita kelola sampah dengan penempatan sesuai pada tempatnya, dan waktu yang sesuai dengan saat pengangkutannya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Aktivitas Berburu Takjil Nyaris Lumpuhkan Lalu Lintas, Sat Lantas Sigap Amankan Tiga Titik Rawan

0
Sejumlah Personel diterjunkan melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas (panturlalin) di tiga titik rawan kepadatan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Euforia berburu takjil jelang berbuka puasa membuat arus lalu lintas di Sangatta Utara nyaris lumpuh, Jumat (27/2/2026). Kendaraan roda dua dan roda empat mengular di sejumlah titik, terutama di sekitar Pasar Ramadan yang menjadi magnet warga setiap sore.

Situasi itu langsung direspons cepat jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kutai Timur (Kutim). Sejak pukul 16.30 WITA, belasan personel Regu II diterjunkan melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas (panturlalin) di tiga titik rawan kepadatan.

Tiga lokasi yang menjadi prioritas pengamanan yakni depan Kantor Kecamatan Sangatta Utara, depan Kantor Desa Sangatta Utara, serta Simpang 4 Hotel Kutai Permai. Persimpangan tersebut dikenal sebagai salah satu simpul kendaraan terpadat saat jam pulang kerja dan menjelang magrib.

Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Harismeihendra menegaskan, peningkatan volume kendaraan di bulan Ramadan memang tak terhindarkan. Karena itu, pihaknya memilih langkah proaktif agar kepadatan tidak berubah menjadi kemacetan total.

“Setiap sore volume kendaraan meningkat drastis karena masyarakat berburu takjil. Kehadiran personel di lapangan untuk memastikan arus tetap bergerak dan masyarakat merasa aman,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepadatan bukan hanya dipicu kendaraan yang parkir di bahu jalan, tetapi juga tingginya aktivitas penyeberang jalan di sekitar Pasar Ramadan. Kondisi ini membuat arus kendaraan sempat padat merayap.

“Kami minta pengendara tetap sabar, jangan saling mendahului secara egois, dan selalu utamakan keselamatan. Banyak pejalan kaki yang menyeberang, jadi kewaspadaan harus ditingkatkan,” imbaunya.

Kehadiran polisi lalu lintas di lapangan terbukti mampu mengurai kepadatan dan mencegah kemacetan panjang yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga selama Ramadan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disdikbud Ingatkan PAUD, Kelalaian Kelola Dapodik Berujung Pemangkasan Bantuan!

0
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur (Disdikbud Kutim) memberi peringatan keras kepada seluruh pengelola PAUD. Kesalahan atau kelalaian dalam mengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bisa berujung pada pemangkasan bantuan.

Data kini menjadi “tiket masuk” utama untuk memperoleh bantuan pemerintah, baik fisik maupun operasional. Jika tidak valid dan tidak diperbarui tepat waktu, peluang mendapatkan dukungan anggaran bisa langsung tertutup.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, menegaskan bahwa penentuan bantuan revitalisasi tidak dilakukan secara subjektif oleh pemerintah daerah. Data calon penerima dikirim langsung dari pemerintah pusat melalui aplikasi Data Sahabat, lalu diverifikasi di lapangan.

“Daerah tidak menentukan seenaknya. Data dari pusat, kami hanya cek kesesuaiannya dengan kondisi riil sekolah,” tegas Heri saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (27/2/2026).

Sebanyak 20 satuan PAUD di Kutim telah terverifikasi sebagai calon penerima bantuan fisik. Penetapan itu sepenuhnya berbasis data yang diinput sekolah masing-masing.

Karena itu, Heri mengingatkan pentingnya ketelitian operator dan pengelola dalam mengisi Dapodik. “Mau dapat bantuan atau tidak, tergantung bagaimana mengelola Dapodik. Kalau datanya bagus dan valid, peluangnya terbuka,” ujarnya.

Tak hanya soal data siswa dan sarana, Disdikbud Kutim juga menyoroti kedisiplinan pelaporan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Masih ada sekolah yang terlambat menyampaikan laporan penggunaan dana hingga harus ditegur tim verifikator.

Keterlambatan itu berdampak langsung pada alokasi tahun berikutnya. Jika ada dana yang tidak terlaporkan, pagu anggaran bisa otomatis terpotong.

“Misalnya tahun ini ada Rp5 juta yang belum terlapor, maka tahun depan jumlah itu bisa langsung dikurangi dari alokasi yang seharusnya diterima,” jelasnya.

Untuk memperkuat akuntabilitas, Disdikbud Kutim juga mendorong penerapan sistem Coretax bagi bendahara sekolah. Sistem tersebut mencakup registrasi, pembuatan kode billing deposit, hingga pelaporan SPT unifikasi secara digital dan transparan.

Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi temuan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sekaligus mempercepat digitalisasi tata kelola administrasi pendidikan.

Di sisi lain, Pemkab Kutim juga tengah berpacu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih mencapai 10.197 anak. Targetnya, jumlah tersebut turun drastis menjadi sekitar 2.000 anak pada Desember 2026.

Disdikbud Kutim pun mengajak masyarakat ikut berperan aktif. Anak usia 5–6 tahun yang belum terdaftar diminta segera didorong masuk PAUD agar hak pendidikannya terpenuhi.

“Kalau ada anak usia sekolah yang belum masuk PAUD, segera ajak dan daftarkan. Ini tanggung jawab bersama,” pungkas Heri.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Diduga Cemburu, Pria Ini Nekat Melakukan Percobaan Bunuh Diri

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Seorang pria berinisial GRS (30) salah satu warga di Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, nekat melakukan percobaan bunuh diri. Diduga akibat dugaan cemburu terhadap sang istri.

Korban ditemukan langsung oleh kepolisian di Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 16.30 Wita, dalam keadaan kedua tangan yang telah tersayat pisau dapur. Petugas kepolisian mendapatkan informasi tersebut melalui layanan 110.

Sebelumnya salah satu saksi, yakni Yulius hendak pulang ke rumah atau Tempat Kejadian Perkara (TKP), dan sesampainya di rumah, saksi langsung melihat ada bercak darah dimana korban sudah dalam kondisi terkapar.

Selain itu, kondisi pada mulut korban pun tercium adanya bau minuman keras (miras). Setelah ditelusuri lebih lanjut oleh saksi, ternyata korban melakukan percobaan bunuh diri akibat kecemburuannya.

“Dengan dugaan cemburu sama istrinya, sebab istrinya telah dibantu dicarikan pekerjaan oleh temannya. Temannya ini pun selain kenal dengan istrinya, dia juga kenal dengan korban,” ucap Kasat Reskrim Polres Bontang, AKP Randy Anugrah Putranto, Jumat (27/2/2026).

Adanya insiden tersebut, warga sekitar beserta dengan petugas pihak kepolisian langsung membawa korban menuju Rumah Sakit (RS) Yabis, untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini korban masih menjalani masa perawatan, dan kondisi korban pun selamat.

“Alhamdulillah korban berhasil terselamatkan, kemungkinan akibat pengaruh alkohol jadi korban melakukan percobaan bunuh diri dengan emosi yang tidak stabil,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Lansia di Muara Badak Diduga Cabuli ABG Sampai Hamil

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb27feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

MBG, Takjil Gratis Minus Gizi

0
Hafsah. (Ist)

Oleh:
Hafsah
Aktivis dan Penulis

Distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, skema penyaluran diubah dari makanan basah menjadi paket makanan kering.

Kepala SPPG wilayah Berbas Pantai, David Diva Wijaya, mengatakan selama Ramadan MBG tetap dibagikan kepada siswa. Perbedaannya, menu yang diberikan berupa susu, buah, dan roti yang dikemas dalam totebag.

Ia menjelaskan, penyaluran MBG tetap dilakukan pada hari efektif sekolah atau bukan hari libur nasional. Waktu distribusi disesuaikan dengan permintaan masing-masing sekolah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengingatkan seluruh SPPG di Bontang untuk menjaga kualitas dan kandungan gizi makanan yang dibagikan selama Ramadan. (Kitamudamedia)

MBG dengan Segala Kisruh

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan pemerintahan terbaru dari pusat. Daerah otomatis mengikuti tanpa mampu menolak, Pemda justru harus seiya sekata dengan pusat. Minggu pertama puasa laman media lokal maupun nasional mengupdate terkait menu MBG. Hampir semua orang tua protes dengan menu yang ditawarkan, yaitu makanan kering atau siap saji, bukan menu harian yang dimasak oleh staff dapur MBG seperti hari biasa. Alasannya, agar makanan tidak basi dan mubazir.

Yang mengherankan, masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim sedang melaksanakan ibadah puasa. Anak-anak tentu telah paham bagaimana hukum berpuasa, terutama yang sudah Aqil baligh. Namun program ini harus tetap berjalan tanpa menerima alasan dari masyarakat. Jadilah MBG tetap berjalan tanpa bisa ditolak.

Alasan yang lebih masuk akal kenapa program ini tetap berjalan adalah keuntungan. Banyak pihak dilibatkan seolah program ini kebutuhan mendesak. Kita hidup dalam sistem Kapitalis sekuler dimana tolak ukur hidup diukur dengan materi, lebih mulia lagi yaitu manfaat. Maslahat tentu urusan belakang apalagi halal haram menjadi urusan individu. Maka MBG tetap berjalan meski unsur gizi dan manfaatnya terbilang minus.

Jika melihat temanya, yakni makanan bergizi tentu harus dicermati ulang. Melihat dihampir seluruh daerah mengupdate makanan yang dibagikan kepada siswa menuai kecewa. Sebab makanan yang digadang-gadang bergizi tidak sesuai dengan faktanya. Lalu bagaimana peran para ahli gizi pada proyek MBG yang rencananya akan dikukuhkan menjadi pegawai PPPK yang digaji dari uang rakyat? Mungkin masyarakat tidak terlalu peduli, yang menjadi perhatian adalah nilai gizi yang terkandung dalam makanan gratis tersebut.

Semenjak Presiden terpilih dikukuhkan, janji kepada rakyat ditunaikan. Namun janji ini sejatinya adalah janji politik kepada para relawan untuk bagi-bagi proyek atas nama rakyat. Padahal, belum lama negeri ini disuguhi bencana alam yang perlu penanganan ekstra untuk membantu para korban dan pemulihan infrastruktur kepada wilayah terdampak. Bahkan bencana ini harusnya jadi bencana nasional tapi justru MBG yang dapat perhatian lebih dimana masyarakat penerima tidak sedang dalam kondisi kritis.
Itulah watak sistem Kapitalis dan para pengembannya. Bila tidak menguntungkan maka itu bukan prioritas.

Kesejahteraan Rakyat Tanggung Jawab Pemimpin

Islam sebagai agama juga sebagai ideologi yang mengatur kehidupan rakyat, tentu punya mekanisme dalam memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Negara sebagai pelindung akan memastikan setiap kepala rumah tangga mendapatkan pekerjaan. Negara juga memastikan mana yang mampu memenuhi hajat hidup keluarganya dan mana yang fakir sehingga harus dibantu. Bantuan bisa datang dari pihak keluarga yang terbilang mampu, jika tidak ada maka Baitul mall akan bertanggung jawab untuk memenuhinya. Dengan mekanisme tersebut dipastikan kebutuhan dasar akan terpenuhi.

Islam memandang memandang pemenuhan kebutuhan hidup secara individu, bukan perkepala keluarga. Sebab setiap keluarga akan berbeda kebutuhannya. Saat negara membantu masyarakat fakir dan miskin terlebih dahulu memahami fungsinya sebagai pengayom rakyat. Artinya tidak ada timbal balik atau mencari keuntungan saat membantu sebab itu adalah tanggung jawabnya dihadapan Allah SWT.

Rasulullah Saw bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari 7150, Muslim 1829)

Islam telah menanamkan rasa takut kepada para pengurus rakyat sebagai ra’in. Sebab landasan bernegara yaitu aqidah Islam menjadi sumpah selagi menjabat. Dengan begitu, anggaran yang dipakai atas nama rakyat benar difungsikan untuk kemaslahatan rakyat. Prioritas negara adalah memastikan setiap individu terjamin hidupnya berikut kebutuhan kesehatan dan pendidikannya.

Anggaran yang ada di Baitul mall benar-benar difungsikan.

Berdasarkan buku Sistem Keuangan Negara khilafah karya Syekh Abdul Qadim Zallum, pemasukan negara berasal dari tiga bagian, yaitu fa’i dan kharaj, kepemilikan umum, dan zakat.
Fa’i dan kharaj terdiri dari seksi ghonimah, kharaj, status tanah, jizyah, fa’i dan dhoribah.

Bagian kepemilikan umum terdiri dari seksi migas, listrik, pertambangan, laut, sungai, perairan dan mata air, hutan dan padang rumput serta aset yang diproteksi negara.

Bagian zakat terdiri dari zakat uang, dan perdagangan, zakat pertanian dan buah-buahan serta zakat ternak seperti sapi, unta dan kambing.

Dengan sumber pendapatan yang memadai dari berbagai sektor, dipastikan kas negara dalam keadaan aman. Terlebih negara juga memastikan pendapatan tiap kepala rumah tangga terpenuhi dengan penyediaan lapangan pekerjaan.
Penguasa memposisikan diri sebagai pelayan bagi rakyat dengan menjaga keamanan harta tiap individu tanpa menyentuh apalagi merampasnya apapun alasannya.

Wallahu a’lam bisshowab

Pengamanan di Bulan Puasa, Polres Bontang Turunkan 200 Personel Gabungan

0
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano. (Dwi S).

BONTANG – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadan, Polres Bontang bakal menurunkan sebanyak 200 personel gabungan.

Ratusan personel tersebut akan disiagakan di sejumlah titik strategis, guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano menyampaikan bahwa, untuk kegiatan pengamanan diawali dengan pelaksanaan apel gelar pasukan, Rabu (25/2/2026) kemarin. Jumlah personel yang diterjunkan melibatkan unsur Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga instansi terkait lainnya.

“Terkait penggelaran apel, kami akan menerjunkan sebanyak 200 personel gabungan, sama seperti halnya pengamanan di tahun baru kemarin,” ujarnya.

Sehingga Polres Bontang akan membuat lima pos pengamanan (Pospam) yang nantinya didirikan di sejumlah lokasi, yakni di kawasan Ramayana, Citimall (BCM), Pelabuhan Loktuan, Marangkayu, dan Muara Badak.

“Titik-titik tersebut dinilai memiliki tingkat mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, terutama selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri,” tambahnya.

Sementara itu, pihak kepolisian tidak menempatkan pos pengamanan di kawasan Tugu Selamat Datang. Pasalnya, jalur tersebut dinilai hanya sebagai lintasan kendaraan dan bukan titik kumpul masyarakat.

“Untuk di daerah Loktuan, karena terdapat pelabuhan dan mobilitas orang maupun barang cukup tinggi, maka kami tempatkan Pospam di sana,” jelasnya.

Polres Bontang menegaskan bahwa pengamanan ini bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa adanya gangguan keamanan.

Dengan kesiapsiagaan aparat, sangat diharapkan seluruh rangkaian kegiatan selama bulan Ramadan di Kota Bontang, dapat berjalan dengan lancar, hingga di perayaan Idulfitri mendatang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam