Beranda blog Halaman 677

30 Perusahaan Bakal Ramaikan Job Fair Bontang 2023

0
30 Perusahaan Bakal Ramaikan Job Fair Bontang 2023
Kabid Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Lukmanul Hakim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang akan kembali menyelenggarakan Job Fair pada tanggal 23 – 27 Oktober 2023 mendatang.

Sebanyak 30 gerai yang tersedia akan diisi oleh perusahaan lokal dan dari luar kota. Job Fair ini akan dilaksanakan di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim.

“Dari sekian banyak tempat yang kita review, Gedung Koperasi PKT yang paling memenuhi kualifikasi. Awalnya ada beberapa pilihan, tapi kami rasa kurang pas,” jelas Kabid Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Lukmanul Hakim.

Dikatakannya, Job Fair tahun ini dipastikan akan berbeda dari tahun lalu, karena tahun 2022 lalu merupakan kegiatan dari  Disnakertrans Provinsi Kaltim, yang difasilitasi Disnaker Bontang. Perusahaan yang terlibat pun tidak sampai sepuluh. Selain itu, Disnaker Bontang juga akan melibatkan UMKM di sektor pertanian.

“Dari puluhan perusahaan yang kami surati, yang memastikan siap adalah PKT dan YUM,” imbuhnya.

Selain ekspos lowongan pekerjaan, disnaker berharap kepada perusahaan yang tidak membuka lowongan pekerjaan, agar dapat membuka lowongan untuk magang dan praktek kerja lapangan bagi fresh graduate.

“Salah satu perusahaan dari luar kota yang berminat yaitu dari  PT Eramart, perusahaan retail yang berkantor di Samarinda,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Antusias, Pendaftar Pelatihan Disnaker Membludak

0
Antusias, Pendaftar Pelatihan Disnaker Membludak
Para pendaftar pelatihan Disnaker sedang mengikuti tes. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG– Masyarakat Bontang sangat antusias mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Disnaker Bontang. Antusiasme tersebut tampak dari membludaknya antrian tes sebagai syarat mengikuti pelatihan yang berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Senin (2/9/2023).

Disnaker membuka total 33 jenis pelatihan. Salah satunya pelatihan mengemudi yang hanya membuka kuota 60 orang, tapi pendaftar mencapai 400 orang. Kemudian ada pelatihan administrasi perkantoran bersertifikasi dengan kuota hanya 20 orang, namun pendaftar menembus angka 120 orang.

“Pelatihan seperti ini memang banyak peminatnya dan insyaallah tahun depan akan kami buka kembali,” jelas Kabid Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Lukmanul Hakim.

Ditambahkan Lukman, pihaknya akan menandai orang-orang yang sudah mengikuti pelatihan, agar tidak terus-terusan ikut kembali. Sehingga bisa memberi kesempatan pada pendaftar yang lain, karena salah satu syarat pelatihan ini juga harus memiliki AK -1 atau kartu kuning.

Pada Senin (2/10/23) ini terdapat 5 tes dan akan disusul tes-tes untuk pelatihan lainnya. Seluruh pelatihan dipastikan terlaksana di Bontang. baik LPK maupun penyelenggara semua lokal Bontang. Namun ada panggilan beberapa pelatihan dari Balikpapan seperti pelatihan K3 umum.

“Total LPK yang terlibat ada sekitar 20 lebih,” bebernya.

Selain pelatihan, Disnaker pun nantinya akan membuka Nakerpreneurship, yaitu pelatihan yang berbasis kewirausahaan seperti pelatihan barbershop, barista, dan tata boga dan lain-lain.

Selain menambah skill, akan diselipkan bagi peserta pelatihan materi digital marketing. Sehingga nantinya tidak harus bekerja, tapi bisa membuka bisnis dan lowongan pekerjaan.

“Yang pelatihan barber bisa saja buka barber sendiri, yang tata boga bisa saja jual makanan atau catering,” jelasnya.

Lukman berharap dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Bontang telah memiliki kompetensi yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaan di Bontang ataupun berwirausaha sendiri. Karena diharapkan bisa terdapat lapangan kerja baru.

“Tidak hanya fokus mencari kerja, tapi juga bisa membuat lapangan pekerjaan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Edarkan Sabu, Warga Api Api dan Berbas Pantai Dibekuk Polisi

0
Edarkan Sabu, Warga Api Api dan Berbas Pantai Dibekuk Polisi
Kedua pelaku diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Dua warga Bontang pengedar narkoba kembali diringkus oleh Satresnarkoba Polres Bontang, Minggu (1/10/2029) pukul 01.00 Wita.

Dua pria pengedar itu berinisial MH 28 tahun warga Api-Api, dan Mi 35 tahun warga Berbas Pantai.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba, Iptu M Yazid mengatakan, polisi pertama kali menangkap MH di sebuah rumah kosong di dalam gang wilayah Tanjung Laut, Bontang Selatan.

Tersangka diamankan bersama sabu seberat 0,32 gram, pipet kaca, sedotan runcing, dan korek gas.

“Sempat mau dibuang itu barang buktinya, ternyata didapat dari warga Berbas Pantai,” ujarnya mengutip dari laman Polresbontang.com.

Tidak butuh waktu lama, tersangka kedua juga akhirnya digelandang ke Mapolres Bontang.

Mereka dijerat pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor: Yusva Alam

Peran Serta DWP Bontang Turunkan Kasus Stunting

0
Peran Serta DWP Bontang Turunkan Kasus Stunting
Bimtek penurunan stunting DWP Bontang di Balikpapan. (ist)

BONTANG – Kasus stunting telah menjadi agenda nasional. Presiden pun telah mematok target kasus stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024 mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, Hernawati.

Disampaikan Hernawati saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) dalam rangka peran Dharma Wanita dalam peningkatan kualitas keluarga pada percepatan penurunan stunting di Kota Bontang. Digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bontang pada tanggal 1-4 Oktober 2023 di Hotel Golden Tulip Balikpapan.

Dalam kesempatan tersebut Hernawati membeberkan, kasus stunting di Indonesia berada di angka 27,6 persen. Kota Bontang menargetkan kasus stunting turun 11 persen di tahun 2024 mendatang.

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Oleh karena itu, dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, dilakukan percepatan penurunan stunting.

Percepatan penurunan stunting dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Suwarno S.H MM selaku Widyaswara Utama BKKBN Prov Jateng.

Editor: Yusva Alam

Gelar Pasar Murah, MT Muslimah Baiturrahman Salurkan 1.350 Paket Sembako

0

BONTANG – Salurkan kepedulian sosial melalui penyediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat, Majelis Taklim Muslimah Yayasan Baiturrahman gelar pasar murah di empat kawasan Kota Bontang dan sekitarnya selama dua hari, pada 23-24 September 2023. Pasar murah menyasar kawasan Pagung Kelurahan Bontang Lestari, Desa Suka Rahmat Kecamatan Teluk Pandan Kutai Timur, Kelurahan Loktuan Bontang Utara dan Kampung Sidrap.

Ketua II MT Muslimah Bidang Sosial, Usaha dan Pemberdayaan Umat Rusdawati, mengungkapkan kegiatan ini merupakan agenda rutin pihaknya dalam membantu masyarakat, melalui aksi sosial para anggota untuk penyediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Terlebih saat ini sejumlah komoditas di pasaran mengalami lonjakan harga, sehingga masyarakat khususnya keluarga kurang mampu bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan lebih murah.

Tahun ini MT Muslimah menyalurkan sebanyak 1.350 paket sembako. Ditambah berbagai jenis pakaian, sepatu hingga tas layak pakai untuk disalurkan sebagai bantuan kemasyarakatan. Tiap paket sembako terdiri dari 5 Kilogram (Kg) beras kualitas premium, ditambah satu liter minyak goreng.

“Dari harga normal sekitar Rp105 ribu, masyarakat hanya menebus sebesar Rp50 ribu untuk tiap paketnya,” ujar Rusda, Selasa (26/9/2023).

Selain penggalangan dana dari anggota, pasar murah ini turut didukung Departemen TJSL Pupuk Kaltim dengan penyediaan bahan pokok sebagai bentuk kepedulian bagi masyarakat. Dimana sasaran pasar murah yakni warga kurang mampu yang sebelumnya telah terdata sesuai rekomendasi RT atau Kelurahan di tiap lokasi.

“Selain itu kami juga prioritaskan anggota binaan MT Muslimah dari keluarga kurang mampu, tenaga pengajar Al Quran Yayasan Baiturrahman dan masyarakat umum,” lanjut Rusda.

Dijelaskan Rusda, hasil dari pasar murah pun akan dialokasikan kembali untuk kegiatan sosial lainnya, yakni khitan massal pada tahun selanjutnya. Dimana pasar murah digelar tiap dua tahun bergantian dengan khitan massal bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Dari hal tersebut, sasaran kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan MT Muslimah Yayasan Baiturrahman mampu memberi manfaat di berbagai bidang secara kontinyu setiap tahun.

“Jadi hasil pasar murah akan kita alokasikan kembali bagi masyarakat pada program lainnya, sehingga aksi sosial seperti ini bisa terselenggara rutin setiap tahun,” tambah Rusda.

Ketua Umum MT Muslimah Yayasan Baiturrahman Agustina Ratna Kusuma Dewi, pun menyebut kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan salah satu agenda selain dakwah, yang dilaksanakan sebagai bentuk dorongan bagi anggota agar lebih peka terhadap kondisi di masyarakat.

Hal ini sejalan dengan semangat Pupuk Kaltim dalam memberi manfaat yang senantiasa hadir bagi masyarakat di berbagai bidang. Disamping juga bentuk peran serta MT Muslimah untuk berkontribusi dengan lebih signifikan, tidak hanya dari sisi pembinaan keislaman tapi juga meningkatkan ukhuwah dengan sesama.

“Dari kegiatan sosial yang digelar, MT Muslimah Yayasan Baiturrahman terus berupaya meningkatkan peran dalam pembinaan umat, baik dari sisi keagamaan, sosial dan pemberdayaan dengan tetap mengedepankan jalinan ukhuwah islamiyah,” tutur Agustina.

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, menyampaikan dukungan dalam aksi sosial di masyarakat merupakan salah satu sasaran manfaat perusahaan, yang disalurkan pada berbagai kegiatan di lingkup Pupuk Kaltim maupun yang bersifat eksternal. Termasuk MT Muslimah Yayasan Baiturrahman, merupakan salah satu pihak yang sejauh ini telah bermitra dan berkolaborasi untuk memberi manfaat dengan berbagai kegiatan yang digelar.

“Pupuk Kaltim sebagai agen pembangunan yang senantiasa menjalin kedekatan dengan masyarakat, terus berupaya memberikan kontribusi terbaik sebagai komitmen perusahaan untuk terus hadir di berbagai bidang,” ucap Sugeng. (ADV)

Faisal Dukung Relokasi Buaya, Minta Ada Solusi

0
Faisal Dukung Relokasi Buaya, Minta Ada Solusi
Tempat kejadian penerkaman buaya kepada warga sekitar di Sungai Guntung beberapa waktu lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal mendukung upaya relokasi buaya-buaya di Sungai Guntung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim. Namun begitu ia tetap menyarankan ada solusi bagi pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan adanya relokasi buaya itu.

Dikatakan Faisal, relokasi buaya itu sebagai solusi yang tepat, lantaran dilakukan demi menjaga keselamatan warga sekitar. Namun begitu perlu ada solusi bagi pihak yang merasa dirugikan.

“Kan ada pihak yang merasa terganggu dengan relokasi itu, karena merasa mata pencahariannya akan hilang. Karena itu pemerintah harus memikirkan nasib pihak yang terganggu,” ujar Politisi Partai Nasdem ini.

Menurutnya, membuat penangkaran buaya merupakan solusi terbaik. Karena adanya penangkaran tersebut, pihak yang merasa dirugikan tadi bisa memindahkan buayanya ke penangkaran dan melakukan aktivitasnya di penangkaran tersebut.

“Penangkaran ini bisa sekaligus dikembangkan menjadi objek wisata,” imbuhnya.

Kalaupun saat ini pemkot merasa tidak sanggup dengan solusi itu, lantaran terbentur aturan oleh BKSDA, maka dirinya meminta agar pemkot memikirkan solusi lain. Agar tidak hanya mengandalkan atau menunggu-nunggu dari BKSDA saja.

“Jangan cuma nunggu-nunggu aja. Harus cari solusi. Mungkin bisa kerjasama dengan pihak swasta untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.

Diketahui saat ini pro dan kontra relokasi buaya di Sungai Guntung kian ‘memanas.’ Ada pihak-pihak yang tidak setuju dengan upaya relokasi buaya-buaya tersebut.

Saat ini pihak-pihak terkait masih berusaha menyelesaikan masalah ini, agar relokasi berjalan dengan aman dan damai. (al/adv)

Tindak Kekerasan Mengkhawatirkan, Konsep Islam Menentramkan

0
Tindak Kekerasan Mengkhawatirkan, Konsep Islam Menentramkan
Hafsah. (ist)

Oleh:

Hafsah

(Pemerhati Masalah Umat)

Kasus kekerasan masih menjadi perhatian publik saat ini, terutama kekerasan pada perempuan dan anak, baik secara fisik maupun psikis. Apa yang tergambar dibenak kita jika makhluk yang lemah dan harus dilindungi justru mendapat perlakuan kekerasan. Naasnya, perlakuan ini kadang didapatkan dari orang terdekat.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Bontang, Kalimantan Timur masuk pada fase mengkhawatirkan.

Data ini berasal dari catatan DPPKB terhitung dari awal tahun ini sampai Agustus 2023.

Menurut data, dari 87 kasus kekerasan tahun ini tercatat 36 kasus terjadi pada perempuan dan 51 kasus terjadi pada anak.

Kasus yang terjadi pun beragam. Mulai dari kekerasan fisik seperti KDRT, kekerasan psikis, dan kekerasan seksual pada anak maupun perempuan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengaku cukup prihatin mendengar tingginya kasus kekerasan yang ditangani DPPKB.

Menurut beliau, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin karena kasus kekerasan timbul dari orang terdekat.

Untuk itu, ia meminta DPPKB gencar melakukan pencegahan dengan melibatkan sekolah. (Tribun Kaltim 20/09/2023).

Pemerintah mengambil langkah setelah melihat fakta kekerasan yang semakin bertambah, lahirlah solusi pragmatis.

Penyuluhan tentang KDRT melalui sekolah dan seminar parenting yang digalakkan nyatanya hanya sedikit memberi dampak positif.

Kasus kian berkembang seiring waktu berjalan, karena langkah yang ditempuh oleh pemerintah hanya menyelesaikan kasus yang terjadi, namun akar masalah bagai virus menggerogoti tak kunjung diatasi.

Langkah pemerintah daerah setempat dengan melibatkan pihak sekolah agar anak didik paham pentingnya informasi tentang kekerasan seksual seolah memberi angin segar. Sekedar edukasi saja kemungkinan akan minim hasil mengingat pola dan aturan hidup saat ini mengadopsi sistem sekuler liberal.

Sistem ini memberikan kebebasan pada individu dalam bersikap tanpa aturan dasar yang kuat. Tolak ukur perbuatan adalah kesenangan yang tidak berlandaskan baik dan buruk menurut agama. Peran agama dalam kehidupan hanya sebuah simbol atau identitas. Rasa keimanan yang dimiliki individu makin terkikis akibat pengaruh sekularisme.

Dampak itu kemudian berimbas saat kedua pasangan telah menikah, sehingga anggota keluarga rentan goyah manakala dirundung masalah yang berujung KDRT.

Faktor lain yang sering menjadi penyebab KDRT adalah masalah ekonomi. Sistem ekonomi kapitalis yang dianut sangat berpengaruh bagi kehidupan rumah tangga dimana kekayaan berpusat pada golongan tertentu.

Ketimpangan sosialpun terjadi hingga sulitnya masyarakat memenuhi  kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan harga akibat inflasi dan semacamnya. Kesempatan kerja semakin sempit dan diperparah dengan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat sehingga minim ilmu dan skill.

Terlihat nyata kehidupan masyarakat yang carut marut dari segala lini yang mengindikasi gagalnya sistem saat ini memberikan rasa aman dan tentram  bagi rakyat. Keadilan dan kesejahteraan hanya ilusi bagi masyarakat kecil akibat urusan hajat hidup diserahkan pengaturannya pada manusia yang berpotensi salah.

Inilah salah satu dampak penerapan sistem kapitalis sekuler yang diadopsi oleh sebagian besar negara di dunia.

Islam adalah agama rahmat bagi seluruh makhluk di dunia, maka jika meyakini Islam sebagai aturan hidup, harusnya kita layak mengambilnya secara menyeluruh.

Hukum Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi, bertujuan memelihara dan menjaga kemaslahatan dan menjunjung tinggi martabat manusia tanpa melihat jenis kelamin apakah dia laki-laki ataupun perempuan. Oleh karena itu, hukum Islam tidak membenarkan sama sekali segala bentuk tindak kekerasan terhadap seseorang.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim dari Jabir bahwa Rasulullah Saw  bersabda, “Takutlah engkau semua, hindarkanlah dirimu semua, akan perbuatan menganiaya, sebab menganiaya itu akan merupakan berbagai kegelapan pada hari kiamat,”

Dalam mengatasi tindak kekerasan, Islam mempunyai konsep preventif dan kuratif agar masalah tidak terulang.

Pertama yang harus dipahami bahwa manusia mempunyai hak dan dalam kehidupannya. Kepala rumah tangga bertanggung jawab menafkahi keluarga dari penghasilan yang halal. Selain nafkah, anggota keluarga juga berhak atas rasa aman dan kesejahteraan. Lebih daripada itu kepala rumah tangga bertanggung jawab atas di dunia dan akhirat terhadap keluarganya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

(QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)

Untuk menunjang kepribadian individu, diterapkan pendidikan yang berbasis akidah, baik dalam lingkup keluarga maupun sekolah formal. Anak-anak tumbuh dengan suasana keimanan, kemudian lahirlah para insan bertakwa yang  berkepribadian Islam.

Dari individu yang bertakwa, terbentuklah masyarakat yang menerapkan metode Islam dengan amar ma’ruf nahiy mungkar.

Perangkat pendukung lainnya adalah sistem sanksi yang tegas dan membuat efek jera. KDRT termasuk perbuatan kriminal atau Jarimah. Pelaku kriminal akan dikenakan sanksi tegas berupa ta’zir yang merupakan bagian dari uqubat  dimana pelaku akan mendapatkan hukuman sesuai kadar kesalahan yang dilakukan.

Ta’zir adalah hukuman yang telah ditentukan, bentuknya bermacam-macam, tetapi penentuannya diserahkan kepada pihak pemerintah atau yang berwenang, yaitu Amir atau Hakim.

Dengan langkah dan  pencegahan yang sistemis tersebut maka dibutuhkan pula institusi yang akan memberlakukan hukum tersebut yakni Institusi Islam.

Wallahu a’lam bisshowab

Pemkot Diminta Bantu Ramaikan Pasar Baru Loktuan

0
Pemkot Diminta Bantu Ramaikan Pasar Baru Loktuan
Pasar Taman Citra Loktuan. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang diminta memikirkan nasib para pedagang di Pasar Taman Citra Loktuan. Lantaran banyak pedagang yang mulai mengeluhkan sepinya berjualan di pasar yang baru ini. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal kepada Redaksi Radarbontang.com.

Dikatakan Faisal, banyak keluhan pedagang yang didengarnya karena sepinya penjualan di pasar baru. Berbanding jauh dengan saat para pedagang ini berjualan di pasar lama, Pasar Citra Mas.

Di pasar baru tersebut terbagi menjadi 2 gedung. Para pedagang ikan dan daging serta pedagang sayur-sayuran terpisah gedung dengan pedagang sembako, kue-kue, dan pakaian. Para pedagang sembako dan pakaian ini yang saat ini mengalami sepinya penjualan.

Belum diketahui apa penyebab pastinya, namun dari pantauan redaksi pengunjung pasar lebih banyak di gedung yang menjual ikan, daging, dan sayur ketimbang gedung menjual pakaian dan sembako.

“Pemkot harusnya bisa membantu bagaimana caranya agar pasar baru ini ramai pengunjung. Pengunjung bisa memadati kedua gedung yang ada, tidak hanya satu gedung,” ujarnya.

Ia pun menyarankan, salahsatu solusi yang bisa ditempuh oleh pemkot adalah dengan membenahi infrastruktur yang ada. Bisa dengan memperluas parkiran yang saat ini masih sempit, atau bisa juga memperbaiki atau menambah fasilitas yang dirasa kurang atau belum ada.

Pemkot juga bisa membuat pancingan agar para pengunjung mau berdatangan ke Pasar Baru Loktuan.

“Memang masih banyak fasilitas yang perlu dibenahi di pasar baru tersebut. Lengkapnya fasilitas pun menjadi daya tarik pengunjung untuk datang ke pasar baru,” ungkapnya. (al/adv)

BKPSDM Bontang Dukung Terselenggaranya KISS, Harap Terintegrasi dengan Aplikasi Gerbang Jaya

0
Kepala Badan Kepegawaian BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto

BONTANG – Knowledge Integrated Solution System (KISS) merupakan terobosan di Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur yang bertujuan meningkatkan kompetensi ASN dalam mendukung pencapaian kinerja organisasi.

Inovasi ini digagas oleh Nina Dewi, Kepala BPSDM Kaltim. Alasan di balik inovasi ini meliputi kewajiban peraturan perundang-undangan untuk memberikan pelatihan 20 JP bagi PNS dan 24 JP untuk PPPK setiap tahun.

Selain itu, BPSDM Kaltim memiliki tugas dan fungsi untuk mengurus sumber daya manusia di daerah, dan pengetahuan dalam organisasi terkadang tersebar dan tergantung pada individu tertentu, sehingga menyebabkan ketergantungan yang berdampak pada kinerja organisasi.

Dalam jangka panjang, BPSDM Kaltim bertujuan menjadi Motor Penggerak Kaltim CorpU, dan portal digital “KISS” menjadi platform yang dapat mengelola pengetahuan dan meningkatkan kompetensi ASN di seluruh Indonesia.

Kepala Badan Kepegawaian BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menyambut baik inovasi KISS ini dan berharap agar KISS dapat terintegrasi dengan inovasi lain yang telah digagas oleh BKPSDM Kota Bontang, yaitu aplikasi Gerakan Pengembangan Jaringan dan Sumber Daya Aparatur (GERBANG JAYA). Ini akan memberikan ruang informasi dan akses bagi ASN dalam pengembangan kompetensi mereka.

Terobosan seperti ini akan mendukung terwujudnya ASN yang tangguh dan memiliki daya saing tinggi dalam pencapaian tujuan bangsa dan negara. “Semoga program pengembangan kompetensi yang dilaksanakan bersama dapat berdampak positif pada peningkatan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IP-ASN) di Bontang dan Kaltim secara keseluruhan,” bebernya.

“Selamat dan sukses untuk Nina Dewi dan seluruh jajaran BPSDM Kaltim dalam menjalankan program ini. Semoga terwujud ASN yang berakhlak dan bangga melayani bangsa,” sambungnya. (ADV)

Persiapkan Akuisisi Arsip Statis, BKPSDM Terima Kedatangan Tim Monitoring DPK Bontang

0

BONTANG – Dalam rangka persiapan Pelaksanaan Akuisisi Arsip Statis, yang merupakan proses penambahan khazanah arsip statis pada lembaga kearsipan, dilaksanakan melalui kegiatan penyerahan arsip statis dan hak pengelolaannya dari BKPSDM Kota Bontang, selaku pencipta arsip, kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, selaku Lembaga Kearsipan Daerah.

Pada Kamis, 21 September 2023, dilaksanakan monitoring untuk memeriksa kesesuaian arsip yang ada tersebut agar dapat dilanjutkan dengan proses lebih lanjut. Rombongan DPK Kota Bontang, dipimpin Yuanita Suryadi, S.I.Kom, selaku Arsiparis Ahli Muda.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dengan mempedomani Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2011 tentang Tata Cara Akuisisi Arsip Statis.
Lembaga kearsipan berkewajiban melaksanakan akuisisi arsip statis dari lembaga negara, pemerintah daerah, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan, termasuk lembaga pendidikan swasta dan perusahaan swasta yang memperoleh anggaran negara dan/atau bantuan luar negeri.

Pelaksanaan akuisisi arsip statis nantinya merupakan tindak lanjut dari kegiatan monitoring keberadaan arsip yang memiliki potensi arsip statis yang berada di lingkungannya.

Monitoring dilakukan dengan cara penelusuran arsip statis di lingkungan pencipta arsip, dengan tujuan untuk memudahkan pelaksanaan akuisisi arsip oleh lembaga kearsipan. Lembaga kearsipan harus melaksanakan akuisisi arsip statis sesuai dengan kaidah-kaidah kearsipan dan peraturan perundang-undangan.

Monitoring dalam kegiatan akuisisi yang dilakukan ini merupakan cara penelusuran arsip yang memiliki potensi arsip statis di lingkungan pencipta arsip (creating agency) dan pemilik arsip (owner). Penilaian arsip statis merupakan proses penentuan status arsip yang layak untuk diakuisisi.

Verifikasi dilakukan terhadap arsip statis yang tercantum di dalam JRA yang berketerangan di permanenkan serta terhadap arsip yang belum tercantum dalam JRA tetapi memiliki nilai guna kesejarahan dengan didukung oleh bukti-bukti berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Drs. Sudi Priyanto, M.Si, menyambut baik kegiatan monitoring yang dilaksanakan oleh DPK ini. Menurutnya, BKPSDM memiliki potensi arsip berupa foto-foto lama yang tersimpan dalam album.

Foto-foto ini merekam kegiatan atau peristiwa tempo dulu yang dilaksanakan masyarakat bersama pegawai BKD/BKPP/BKPSDM. Kami tentu berharap bahwa dengan pelaksanaan akuisisi arsip statis ini, dapat memberikan akses yang lebih luas bagi semua pihak yang membutuhkannya melalui prosedur yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang.

Sudi menambahkan bahwa pihaknya akan menunggu hasil kesimpulan dari DPK setelah proses monitoring selesai dilaksanakan. (ADV)