Beranda blog Halaman 676

Legislatif Sebut Angka Perundungan Anak Sekolah di Bontang Masih Relatif Kecil

0
Legislatif Sebut Angka Perundungan Anak Sekolah di Bontang Masih Relatif Kecil
Anggota Komisi I DPRD Bontang, Maming. (ist)

BONTANG – Angka perundungan anak sekolah di Kota Bontang masih relatif kecil, bahkan nihil. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPRD Bontang, Maming.

Hal itu menurutnya disebabkan karena intensnya komunikasi antara komite sekolah dengan pemerintah. Jika ada permasalahan sekecil apapun, ia menyebut dapat cepat teratasi dengan adanya koordinasi yang baik.

“Diharapkan Bontang tetap kondusif karena keintensitasan ini,” ujarnya, Selasa (3/10/2023).

Selain itu dia juga mengatakan pemerintah memonitoring keluhan orang tua. Jika terdapat keluhan, akan ditindaklanjuti ke Dinas Pendidikan maupun ke sekolah yang bersangkutan.

Selain itu dia juga mendengar banyaknya kasus penyimpangan yang terjadi oleh anak sekolah di luar sana. Maming mengatakan peran orang tua itu penting dalam memberikan pendidikan dan pengawasan untuk mencegah hal-hal yang tidak diingikan.

“Tetapi jika sudah terjadi, maka perlu diberi pembinaan. Karena lebih baik menjadi mantan anak nakal, daripada menjadi mantan anak baik,” tambahnya.

Menurut Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, akan selalu ada kebocoran-kebocoran dari perilaku anak sekolah yang menyimpang dari norma.

Kata dia, tidak akan 100 persen yang sempurna.  Maka dari itu, dia berharap seluruh elemen masyarakat dapat ikut berperan dalam mendidik para tunas bangsa. Baik dengan cara sosialisasi maupun mengajak untuk berkegiatan positif.

“Berikan pembinaan, karena anak-anak di bawah umur masih labil dan butuh diarahkan dengan bijak,” tutupnya. (al/adv)

Ragam Reaksi Netizen Tanggapi Bioskop XXI Tayang di Citimall Bontang 11 Oktober

0
Ragam Reaksi Netizen Tanggapi Bioskop XXI Tayang di Citimall Bontang 11 Oktober

BONTANG – Kabar gembira bagi pecinta film di Bontang! Bioskop XXI segera tayang di Citimall Bontang. Dalam pengumuman resmi yang dibagikan melalui akun Instagram @citimall.bontang, Bioskop XXI akan mulai tayang pada tanggal 11 Oktober 2023.

“Hai Sobat XXI Bontang! Siapa yang sudah tidak sabar ingin #NontonASIKdiXXI & #JajanASIKdiXXI Citimall Bontang? Nah, karena tanggalnya semakin dekat, buruan informasikan ke teman, sahabat, pasangan, dan keluarga Anda ya.”

Reaksi positif langsung mengalir di kolom komentar postingan tersebut. Netizen dengan akun @risundani bahkan menyatakan keinginannya untuk menonton film horor yang akan tayang di XXI tersebut dengan menggunakan emoji api dan menyebutkan bahwa dia akan menontonnya sendirian (meskipun mungkin sedikit bohong).

Netizen lain dengan akun @gaizkaicecream.btg juga mengungkapkan kebahagiaannya atas kabar ini dan mengajak semua orang untuk membeli es krim di depan XXI.

Tidak hanya itu, beberapa netizen juga menginformasikan bahwa aplikasi MTIX XXI Bontang sudah dapat digunakan untuk pembelian tiket. Ini membuat proses pembelian tiket semakin mudah dan nyaman.

Antusiasme netizen ini merupakan indikasi kuat bahwa pembukaan XXI di Bontang akan menjadi alternatif hiburan yang dinantikan warga Bontang. Dengan berbagai film menarik yang akan tayang, para penonton di Bontang dapat segera menikmati pengalaman menonton film di bioskop XXI, tanpa harus pergi ke Samarinda atau Balikpapan. (RB)

Perempuan Pendorong Suara Pemilu, Asumsi atau Realitas?

0
Perempuan Pendorong Suara Pemilu, Asumsi atau Realitas?
Dinnar Fitriani Susanti. (ist)

Oleh:

Dinnar Fitriani Susanti

(Aktivis Muslimah Balikpapan)

Di pemilu tahun 2022 lalu, hanya 70 persen masyarakat di Kaltim yang pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 100 persen yang terdaftar memiliki hak pilih.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bontang, Sigit Alfian  mengatakan, sosialisasi ini penting, karena diharapkan pada tahun 2024 mendatang 100 persen warga Kaltim yang memiliki hak pilih bisa menggunakan suaranya.

Di Kota Bontang sendiri terdapat 131.595 pemilih, pemilih laki-laki sebanyak 68.135 dan pemilih perempuan sebanyak 63.459.

“Kami pinginnya masyarakat Kaltim bisa pergi ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” ungkapnya di Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Pemilih Organisasi Wanita Bontang Pada Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024, Senin (18/9/23).

Alasan Kesbangpol memilih organisasi wanita Bontang sebagai peserta, karena perempuan dinilai memiliki kekuatan untuk mengajak dan menyebarkan informasi kepada keluarga dan sekitarnya.

Asumsi Demokrasi untuk Perempuan

Berbagai upaya untuk menyukseskan pesta demokrasi. Termasuk salah satunya adalah dengan mendorong partisipasi perempuan dalam peningkatan pemilih. Karena perempuan dianggap bisa mengajak orang di sekitarnya seperti anaknya, suaminya dan tetangganya.

Mengapa berbagai hal ini dilakukan, bukan karena posisi perempuannya. Namun pemerintah tidak ingin pesta demokrasi ini tidak semeriah pesta demokrasi sebelumnya. Masyarakat tidak banyak hadir ke TPS dengan berbagai alasan.

Di sisi yang lain, pemerintah tidak ingin anggaran yang telah dikeluarkan sebesar Rp 86,2 Triliun tidak disukseskan oleh para pemilih. Anggaran ini luar biasa besar, jika dibandingkan dengan pesta demokrasi tahun 2019, anggaran kali ini 3 kali lebih besar dari tahun 2019.

Sehingga wajar jika berbagai cara pun akan di tempuh. Namun perlu diketahui bahwa hal ini adalah semakin memperpanjang seremonial demokrasi. Masyarakat dibuat lupa persoalan utama mereka.

Pesta demokrasi hanya memilih pemimpin yang berganti – ganti. Euforia kemenangan ini tidak dirasakan secara mendasar oleh rakyat secara bahagia. Namun hanya di rasakan oleh partai pengusung pemenang pemimpin dan oligarki di belakangnya.

Berbagai persoalan akan tetap berjalan, bahkan semakin bertambah jika demokrasi masih menjadi jalan untuk mengatur masyarakat.

Inilah asumsi pesta demokrasi, yang menonjol yaitu rakyat termasuk perempuan dibutuhkan suara mereka saat euforia demokrasi. Namun setelah euforia selesai, maka selesailah suara mereka. Demokrasi menjunjung konsep kekuasaan melalui eksekutif, legislatif dan yudikatif. Sehingga wajar jika dikatakan bahwa suara rakyat adalah asumsi euforia.

Realitas, Perempuan Sejahtera dalam Aktivitas Politik Islam

Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Allah dan diutusnya Rasulullah sebagai penyampai risalah di muka bumi. Dan Islam adalah agama yang terdiri dari akidah dan syariah, merupakan sebuah sistem yang menyeluruh.

Dalam kesempurnaan syariah inilah Islam telah memposisikan baik laki-laki dan perempuan memiliki tujuan di muka bumi untuk melaksanakan seluruh aturan Islam.

Dalam Syariah pengaturan pelaksanaan ada yang terdiri dari hubungan manusia kepada Allah, hubungan manusia kepada dirinya sendiri dan hubungan manusia dengan sesama manusia.

Dalam konteks hubungan manusia dengan manusia inilah cakupan begitu luas, semisal muamalah, ekonomi, sosial, memimpin, dan di pimpin negara.

Begitu sempurnanya Islam sebagai sebuah aturan hidup, maka akan memberikan pengaruh kebaikan di muka bumi.

Hal ini telah terbukti sejak Rasulullah diutus sampai pada masa Daulah Utsmaniyah, hal ini berjalan kurang lebih sekitar 1300 tahun dan hampir merata di belahan bumi.

Islam sebagai syariah yang begitu sempurna ini pun telah mengatur kehidupan melalui hukum – hukumnya seperti wajib, Sunnah, mubah, makruh dan haram.

Dalam pelaksanaan aturan sesama manusia tidak terlepas dari aktivitas politik, yang di sebut dengan riayah suunil ummah (mengurusi urusan ummat). Aktivitas ini seperti muhasabah, memberikan masukan, menasehati serta komplain atas pelaksanaan kebijakan. Kebijakan ini yang dimaksud adalah syariah Islam itu sendiri. Aktivitas politik ini tidak di batasi waktu dan tempat. Ketika ada hal yang tidak sesuai dengan pelaksanaan syariah, maka wajib bagi umat untuk mengingatkan. Hal ini sebagai wujud tanggung jawab di hadapan Allah dan juga sebagai wujud menghormati pemimpin agar selamat dunia dan akhirat.

Dan aktivitas politik ini pun tentu saja melekat pada laki-laki juga perempuan sebagai umat atau warga negara. Sebagai mana pernah terjadi pada masa Umar sebagai Khalifah. Pada masa kepemimpinannya Umar pernah menetapkan mahar. Namun Al Khansa mengingatkan Umar agar jangan menetapkan mahar yang merupakan hak untuk perempuan. Disinilah Al Khansa sebagai wakil dari perempuan untuk menyampaikan komplain atas kebijakan pemimpin pada masa itu.

Di kisah yang lain pula, pada saat proses baiat aqabah, ada dua orang perwakilan perempuan dari tujuh puluh orang laki-laki, salah satunya adalah Nusaibah. Proses baiat ini adalah proses perwakilan dari para perempuan untuk memberikan loyalitasnya untuk bersedia di atur dengan Syariah Islam sebelum Rasulullah menjadi kepala Negara di Madinah.

Dan masih banyak lagi kisah yang menceritakan bagaimana aktivitas politik yang dilakukan oleh perempuan selama peradaban Islam. Sejatinya Islam telah mendengarkan dan memberikan kesejahteraan kepada perempuan secara realitas dan nyata. Hal itu terjadi karena Islam adalah agama yang di turunkan untuk manusia, baik untuk laki-laki dan perempuan.

Dan aktivitas politik ini merupakan bagian dari ibadah. Ketika dilaksanakan akan mendapatkan pahala di sisi Allah. Karena bagian dari pelaksanaan aturan Syariah. (*)

Bhabinkamtibmas Loktuan Aipda Bajuri Pensiun Dini, Disinyalir Terjun ke Politik, Ini Jawabannya?

0
Bhabinkamtibmas Loktuan Aipda Bajuri Pensiun Dini, Disinyalir Terjun ke Politik, Ini Jawabannya?
Aktivitas Aipda Bajuri saat masih aktif menjadi Bhabinkamtibmas Loktuan. Kerap beraktivitas bersama warga. (ist)

BONTANG – Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri memutuskan pensiun dini dari kepolisian, per tanggal 1 Oktober 2023. Anggota Polres Bontang yang cukup dikenal oleh warga Loktuan tersebut, secara resmi melepas atribut polisinya.

“Sudah resmi tanggal 1 Oktober kemarin. Bapak Kapolda Kaltim Irjen Pol Sugianto yang langsung menandatangani,” ungkapnya.

Keputusannya pensiun inipun mendapat ijin dari atasannya Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya.

“Gak cuma Pak Kapolda, tapi juga Pak Kapolres. Tahapannya cukup panjang sebelum saya dapat surat resmi pengunduran diri,” katanya.

Cukup mengejutkan, keputusan pria kelahiran Nganjuk, 20 Oktober 1979 tersebut. Lantaran setelah 22 tahun berkarier di kepolisian, dirinya mempercepat untuk mundur dari Korps Bhayangkara.

Mengapa ia memutuskan pensiun dini? Dijelaskannya, bahwa sudah cukup lama ia mempertimbangkan pemikiran itu, lantaran ingin fokus bersama keluarga dan serius melanjutkan usahanya.

Bhabinkamtibmas Loktuan Aipda Bajuri Pensiun Dini, Disinyalir Terjun ke Politik, Ini Jawabannya?
Aktivitas Aipda Bajuri saat masih aktif menjadi Bhabinkamtibmas Loktuan. Kerap beraktivitas bersama warga. (ist)

Pria yang ditokohkan di kawasan Loktuan ini tak menampik, banyaknya tawaran dari partai politik untuk bergabung dengan salahsatunya. Namun ia memilih untuk tetap membersamai keluarganya terlebih dahulu, sebelum memutuskan apakah mengambil tawaran tersebut atau tidak.

“Ada aja beberapa partai yang menawari tapi saya belum jawab,” bebernya.

Ia tak mau terburu-buru mengambil keputusan, karena ia akan melihat terlebih dahulu situasi politik di Kota Taman. Apabila memang berpotensi, ia mengaku ada kemungkinan untuk dirinya menerima tawaran tersebut.

“Saya serahkan semuanya kepada yang kuasa,” ucapnya.

Pria 43 tahun itu pun berterima kasih kepada institusi Polri yang sudah mengayominya selama 22 tahun ini.

Editor: Yusva Alam

Ambo Hanya Bisa Pasrah, Rumahnya Dijaga Aparat saat Evakuasi

0
Ambo Hanya Bisa Pasrah, Rumahnya Dijaga Aparat saat Evakuasi
Sosialisasi rawan buaya di sekitar rumah Ambo. (Yusva Alam)

BONTANG – Dengan dievakuasinya buaya diduga Riska, Ambo mengaku hanya bisa pasrah tak bisa berbuat apa-apa. Apabila memang benar buaya tersebut adalah Riska, buaya yang selama ini dipeliharanya.

Hal itu diungkapkan Ambo saat Redaksi Radarbontang.com menyambangi ke rumahnya.

Diceritakan warga yang tinggal di bantaran Sungai Guntung itu, buaya diduga Riska itu dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Senin (3/9/2023) malam kemarin. Saat malam penangkapan, dirinya tidak bisa kemana-mana, lantaran rumahnya dijaga oleh pihak keamanan seperti polisi dan petugas BKSDA.

“Saya dilarang datang ke tempat evakuasi, karena ditakutkan akan bentrok dengan warga,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan kalau sampai saat ini dirinya belum melihat sedikitpun wujud buaya yang ditangkap itu. Dirinya tidak diberitahu sedikit pun keberadaan buaya itu oleh pihak BKSDA ataupun kelurahan.

“Saya gak tau ditaruh dimana buaya itu sekarang,” imbuh Ambo.

Menurut keterangan dari pihak Kelurahan Guntung yang diterimanya saat pembahasan rencana relokasi buaya, buaya-buaya yang berhasil dievakuasi tersebut akan ditaruh di penangkaran di Samarinda.

Karenanya saat ini dirinya mengaku hanya bisa pasrah tak bisa berbuat apa-apa, kalau memang benar buaya tersebut adalah Riska.

Ke depannya, ia bakal mencari Riska dan berupaya untuk bisa membawanya kembali. Karena menurutnya, Riska bukanlah buaya umumnya. Karena Buaya Riska memiliki hubungan batin dan hubungan darah dengannya.

“Riska bukan buaya biasa. Dia ada hubungan darah dengan kami. Kalau tanya orang-orang Bugis pasti tau itu,” pungkasnya.

Penulis: Yusva Alam

Buaya Hasil Evakuasi BKSDA Diduga Riska, Ini Ciri-Cirinya Menurut Ambo

0
Buaya Hasil Evakuasi BKSDA Diduga Riska, Ini Ciri-Cirinya Menurut Ambo
Ambo saat diwawancara Redaksi Radarbontang.com. (Yusva Alam)

BONTANG – Informasi penangkapan Buaya diduga Riska dibenarkan Ambo selaku pemelihara buaya muara tersebut. Namun dirinya belum bisa memastikan bahwa buaya itu adalah Riska, buaya yang dipeliharanya selama ini.

Hal itu diungkapkan Ambo saat diwawancara Redaksi Radarbontang.com di rumahnya, Rabu (4/9/2023).

Walaupun belum bisa memastikan bahwa itu Buaya Riska, namun dugaan besar Ambo itu Buaya Riska. Dugaannya berdasarkan pada informasi ciri-ciri yang diterimanya dari warga sekitar.

“Saya dikabari warga yang melihat langsung. Buaya itu panjangnya sekitar 4 meter dan lebarnya sebadan perahu. Nah benar sudah itu Riska,” ujarnya.

Ditambah lagi, Selasa paginya setelah Riska ditangkap Senin malam harinya, Ambo datang ke sarang Riska yang berlokasi di muara Sungai Guntung.

Di sarang Riska terdapat jejak buaya dan jejak kaki orang-orang.

“Terlihat kalau Riska melawan saat ditangkap. Jejaknya kelihatan jelas,” imbuhnya.

Ia menceritakan, buaya diduga Riska itu ditangkap Senin malam kemarin. Sebelum penangkapan memang dirinya mendapat informasi dari anak-anaknya, kalau Riska terlihat berjemur di sarangnya di Muara Sungai Guntung.

Karenanya dugaan besarnya bahwa buaya yang dievakuasi oleh Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim adalah Riska.

Pasca dugaan Buaya Riska ditangkap hingga berita ini dinaikkan, dirinya mengaku belum melihat sedikit pun wujud buaya yang ditangkap BKSDA tersebut.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Buaya 4 Meter Diduga Riska Dievakuasi di Sungai Guntung

0
Buaya 4 Meter Diduga Riska Dievakuasi di Sungai Guntung
Buaya yang berhasil dievakuasi oleh BKSDA Kaltim. (ist)

BONTANG – Seekor buaya berhasil dievakuasi di Sungai Guntung pada Senin (2/10/23) malam. Saat didapati, buaya tersebut sedang berjemur di daratan.

Lurah Guntung, Denny Febrian menjelaskan, buaya tersebut berjenis kelamin jantan dengan panjang 4,42 meter dan lebar perut 70 sentimeter.

Evakuasi tersebut dilakukan oleh tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan juga gabungan dari babin dan bhabinkamtibmas Kelurahan Guntung.

“Mereka memang sudah melakukan patroli dan penjagaan dari awal, pasca kejadian penerkaman beberapa waktu lalu. Di dapati Senin malam kemarin,” jelasnya saat dihubungi redaksi.

Denny tidak bisa memastikan apakah buaya tersebut Buaya Riska atau bukan, hanya saja evakuasi ini bertujuan untuk membawa buaya-buaya tersebut diamankan kembali ke habitatnya.

Penulis: Syakura

Editor: Yusva Alam

Nekat Edarkan Sabu, IRT Asal Loktuan dan Pemasoknya Dibekuk Polisi

0
Nekat Edarkan Sabu, IRT Asal Loktuan dan Pemasoknya Dibekuk Polisi
IRT pengedar sabu (kiri) dan pemasoknya. (ist)

BONTANG – Usai menangkap seorang pengedar narkoba di Berbas Pantai, pada hari yang sama, Senin (2/10/2023) pukul 21.30 Wita dua pengedar sabu kembali dibekuk.

Dua warga yang bermukim di Jalan Poros Bontang-Sangatta ditangkap. Sr (29) seorang ibu rumah tangga dan pemasoknya berinisial MPS (27) ikut ditangkap.

“Yang pertama kami tangkap itu IRT yang dari identitas KTPnya warga Loktuan. Dia ditangkap di sebuah rumah di Loktuan bersama barang bukti 10 poket sabu seberat 4,94 gram,” kata Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid mengutip dari Polresbontang.com.

Dari hasil pengembangan, tersangka mengaku mendapat sabu dari seorang pria yang merupakan rekannya di Teluk Pandan, Kutai Timur.

“Kami tangkap juga, tersangka residivis kasus yang sama,” ujarnya.

Keduanya dijerat pasal 114 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor: Yusva Alam

30 Persen Bangunan di Bontang Belum Punya Izin PBG

0
30 Persen Bangunan di Bontang Belum Punya Izin PBG
Ilustrasi (ist)

BONTANG – Sebanyak 30 persen bangunan di Kota Bontang belum memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Hal itu diungkapkan Jabatan Fungsional (Jabfung) Penata Perijinan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Idrus saat dihubungi, Selasa (3/10/23).

“30 persen itu sudah berupa bangunan yang biasanya di renovasi atau alih fungsi dari rumah menjadi toko, atau tipe bangunan awalnya tipe 35 diperluas menjadi tipe 45,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa kepengurusan tersebut sering terlambat dilakukan karena dulu saat akan membangun mereka hanya mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang persyaratan biaya retribusi sebesar Rp 600 ribu dan biaya desain bangunan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta, terganti dengan tipe bangunannya.

“Dulu pas masih IMB, yang desain bangunan itu bebas, tidak perlu arsitektur juga tidak apa, lebih murah dan gampang ngurusnya,” ujarnya.

Namun semenjak adanya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 16 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang nomor 28 tahun 2002 tentang bangunan gedung, IMB diubah menjadi PBG yang persyaratannya juga ikut berubah.

Kepengurusan PBG harus melibatkan arsitektur yang sudah bersertifikat dan masuk di dalam Ikatan Arsitektur Indonesia. Dimana arsitektur di Kota Bontang hanya dua yang memenuhi kualifikasi tersebut. Karena untuk arsitek mendapatkan sertifikat harus memenuhi kualifikasi juga.

“Dengan melibatkan arsitektur berkualifikasi tentu harga desain bangunan akan lebih mahal, sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta, dan itu bikin mereka berpikir ulang untuk mengurus PBG, karena uangnya bisa dipakai beli material,” terangnya.

Untuk harga desain tersebut pemerintah tidak bisa campur tangan, karena penentuan harga tentu ada di arsiteknya langsung. Ia mengungkapkan, masyarakat memang sulit beradaptasi kalau ada perubahan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan dinas terkait yang turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi.

“Solusi saat ini, mungkin masih dengan mengadakan pemutihan yang dilakukan PUPRK, karena kami hanya mengeluarkan surat izin saja,” imbuh Idrus.

Namun, DPMPTSP tidak mengeluarkan izin juga bisa karena faktor lain, seperti batas bangunan yang diperbolehkan untuk membangun rumah atau gedung atau biasa disebut Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang masih terlalu dekat dengan jalan atau pintu masuk gang.

Ia mengatakan kendala saat ini adalah dari kementerian, karena hal tersebut ditetapkan langsung berdasarkan aturan yang ada. (sya/adv)

Polres Bontang Ungkap Motif Pasangan Pelaku Aborsi

0

BONTANG – Polres Bontang mengungkap motif pasangan yang melakukan aborsi di daerah Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Motif tersebut berhasil diungkap pada tanggal 29 September 2023 lalu. Pengakuan tersangka bahwa ia melakukan aborsi pada tanggal 14 September pukul 11.20 Wita bertempat di salah satu penginapan di wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Kedua pelaku adalah pria berinisial SR (23) warga Tanjung Laut dan wanita berinisial MT (21) yang merupakan warga Guntung.

Kronologinya yakni satreskrim menerima laporan dugaan persetubuhan oleh SR. Setelah dilakukan penangkapan dan pendalaman, ditemukam bukti percakapan dan foto yang ada di Handphone SR berupa foto janin dan langsung menangkap sang kekasih MT.

“Setelah itu kami langsung melakukan olah TKP, dimana janin tersebut dikuburkan,” jelas Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kasat Reskrim Iptu Hari Supranoto saat konferensi pers Selasa (3/9/2023) di halaman Mako Polres Bontang.

Mereka mengaborsi dengan menggunakan pil penggugur yang didapatkan SR melalui media sosial. Setelah obatnya datang, pada tanggal 14, MT langsung meminum obat tersebut.

Adapun barang bukti yang didapatkan berupa tulang belulang yang sudah terkubur sekitar 2 minggu, kantong plastik, dan baju yang dijadikan pembungkus janin, handphone dan selimut.

“Untuk barang bukti tulang belulang tidak bisa kami tampilkan, tapi kami serahkan ke RSUD langsung,” jelasnya.

Diketahui pasangan tersebut sudah menjalin hubungan selama satu tahun dan sudah sering melakukan hubungan suami istri. Aborsi ini merupakan tindakan mereka agar tidak ada keluarga mereka yang mengetahui bahwa MT telah hamil.

Janin tersebut sudah berubah 4 bulan, dan saat janin sudah gugur, pasangan tersebut sempat menghubungi temannya untuk menanyakan lokasi yang bisa dijadikan tempat penguburan janin tersebut.

“Temannya yang memberitahu lokasi tanah untuk mengubur janin, kita jadikan saksi. Dan menurut pengakuan yang ia ketahui bahwa tersangka hanya bilang kalau mau mengubur anak kucing yang mati,” tambahnya

Keduanya dijerat pasal 77a ayat 1 nomor 35 UU tahun 2014 tentang perlindungan anak yang berbunyi setiap orang yang segaja melakukan aborsi terhadap anak yang masih di dalam kandungan dengan alasan dan tata cara yang tidak dibenarkan ketentuan peraturan perundang-undangan akan dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp. 1 miliar.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam