Beranda blog Halaman 719

Setelah Pengedar Sabu, Giliran Pembelinya Dicokok Polisi

0
Setelah Pengedar Sabu, Giliran Pembelinya Dicokok Polisi
Barang bukti diamankan polisi. (Ist)

BONTANG – Usai mengamankan seorang pria berinisial WA (32) salah satu warga Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, kini Polres Bontang berhasil menangkap dua remaja yang diduga sebagai pembeli dan pengedar sabu, Sabtu (7/9/2024) kemarin.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, Rihard Nixon Lumban Toruan mengatakan, bahwa kedua remaja tersebut ditangkap di lokasi yang sama, di rumah WA (32) yang berada di Jalan MT. Haryono, RT.30, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, sekitar pukul 00.30 Wita.

Diketahui kedua remaja tersebut masih berstatus di bawah umur dan masih menduduki bangku sekolah, kedua remaja tersebut juga masih memiliki hubungan keluarga dengan WA (32).

Informasi dari masyarakat sekitar, jika di rumah WA (32) sering dijadikan tempat berkumpul sekelompok remaja dan juga tempat transaksi sabu, sehingga anggota Sat Resnarkoba Polres Bontang langsung menindaklanjuti informasi tersebut dan dilakukan penyelidikan.

“Setelah mengamankan kedua remaja tersebut, kami menemukan satu poket sabu seberat 0,95 gram, sabu ini dibeli dari kakak iparnya,” ucapnya.

Barang bukti lainnya yang berhasil diamankan polisi meliputi satu unit handphone merek Redmi berwarna biru, satu unit handphone merek Vivo berwarna Abu-abu, dan sejumlah uang tunai sebesar Rp 1.145 juta.

“Ternyata kedua remaja ini membeli sabu secara urunan bersama teman-temannya, dan mereka berdua juga termasuk sebagai pengedar sabu,” paparnya.

Kini kedua remaja tersebut telah diamankan di Mapolres Bontang, beserta dengan barang bukti yang ada.

Kedua tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketahuan Jual Sabu ke Adik Ipar, Pria Ini Diamankan Polisi

0
Ketahuan Jual Sabu ke Adik Ipar, Pria Ini Diamankan Polisi
Tersangka WA (32) telah diamankan di Mapolres Bontang. (Ist).

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengamankan seorang pria berinisial WA (32) salah satu warga Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, yang mengaku telah menjual sabu ke adik iparnya, Sabtu (7/9/2024) kemarin, sekitar pukul 00.30 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Rihard Nixon Lumban Toruan menyatakan, jika polisi berhasil mengamankan seorang pria di Jalan MT. Haryono, RT.30, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, bahwa rumahnya sering dijadikan tempat transaksi barang haram jenis sabu.

“Saat dilakukan penggeledahan, kami menemukan 3 poket sabu siap edar seberat 2.34 gram,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja, barang bukti lainnya yang berhasil disita meliputi satu bungkus rokok merek LA, dan juga satu unit handphone merek Redmi berwarna biru.

“Informasi dari masyarakat sekitar juga membenarkan, jika rumah tersangka sering dijadikan tempat berkumpul sejumlah anak remaja,” paparnya.

Hingga saat ini, tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Bontang.

“Selanjutnya, kami masih akan menindaklanjuti dari mana asal sabu didapat,” jelasnya.

Kini tersangka akan dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

IRT di Kelurahan Boba Belajar Bikin Produk dari Olahan Buah Mangrove

0
IRT di Kelurahan Boba Belajar Bikin Produk dari Olahan Buah Mangrove
Pelatihan berbagai macam produk olahan buah mangrove. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Universitas Mulawarman bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Bontang Baru (Boba) melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Produk Makanan Berbahan Buah Mangrove sebagai Produk Oleh Oleh Unggulan Khas Bontang. Pelatihan Pembuatan Desain Kemasan Pada Produk Makanan, Serta Pelatihan Pembuatan P-IRT pada produk makanan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Bontang Mangrove Park, TNK, Minggu (8/9/24). Dihadiri 35 peserta yang berasal dari ibu rumah tangga di Kelurahan Boba.

Inovasi ini diajukan oleh dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmul, Karera Aryatika. Ia berkoordinasi dengan Ketua Pokdarwis Kelurahan Bontang Baru untuk memanfaatkan buah manggrove menjadi berbagai macam produk olahan.

Inovasi pengelolaannya dengan mengubah buah mangrove menjadi sebuah makanan dan minuman.

“Dari 16 jenis mangrove, jenis sonneratia, seperti sonneratia ovata, sonneratia caseolaris dan sonneratia alba. Saat ini kami pakai yang sonneratia ovata,” terangnya.

Adapun produk tersebut akan diolah menjadi menjadi sirup, kerupuk, dodol juga selai. Karera telah melakukan penelitian pada buah manggrove dan ternyata hasilnya buat tersebut tinggi serat, antioksidan yang tinggi serta karbohidrat yang tidak kalah banyak.

“Jadi buahnya sering saya liat hanya jatuh, dan jadi makanan burung atau hewan lain, setelah saya cari tahu ternyata kandungannya baik dikonsumsi,” katanya.

Ketua Pokdarwis I Gede Astriawan mengatakan, bahwa ini adalah potensi baru selain produk-produk unggulan Kota Bontang yang biasanya menghasilkan produk dari hasil laut. Karena di Bontang juga terdapat pesisir, dan memiliki banyak pohon mangrove jadilah inovasi tersebut.

“Kalau untuk sirup mangrove setahu saya Bontang sudah ada ya, kita kejar produk lainnya” katanya.

Seperti gami bawis, semua bisa masak gami bawis, tapi produk tersebut terkenal sebagai produk dari Bontang Kuala. Ia ingin produk olahan yang akan di sosialisasikan saat ini ke depannya menjadi produk yang terkenal di wilayah Bontang Baru.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bawa Sabu Senilai Rp 1,5 Juta, Pria Ini Dibekuk Polisi

0
Bawa Sabu Senilai Rp 1,5 Juta, Pria Ini Dibekuk Polisi
Tersangka Mu (43) telah diamankan polisi. (Ist)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang, berhasil mengamankan pria berinisial Mu (43) salah satu warga Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (6/9/2024) kemarin, sekitar pukul 21.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing, melalui Kasat Resnarkoba AKB Rihard Nixon Lumban Toruan menyatakan, bahwa masyarakat sekitar menginfokan, jika ada seorang pria yang diduga telah mengedarkan narkotika jenis sabu.

Sehingga tim gabungan Polres Bontang langsung mendatangi lokasi transaksi diduga barang haram itu, yang berada di Jalan Poros Bontang-Samarinda, KM.24.

“Kami amankan tersangka ketika sedang mengendarai sepeda motornya, setelah itu kami berhentikan dan kami lakukan penggeledahan,” ucapnya.

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukannya satu bungkus plastik bening yang berisikan sabu seberat 0,66 gram, dengan barang bukti lainnya yang berupa satu sedotan plastik, satu unit motor Honda Beat Street, satu unit handphone merek Oppo, satu korek api, dan sejumlah uang tunai sebesar Rp 2.909 juta.

Diketahui sebelumnya, Mu mendapatkan sabu tersebut dari seorang berinisial M, dengan menggunakan sistem jejak. Bahkan, sabu yang telah dibeli oleh tersangka seharga Rp 1,5 juta.

“Tersangka dan barang bukti telah kami amankan di Mapolres Bontang, dan untuk asal sabu masih kami selidiki lebih lanjut,” jelasnya.

Kini tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mengenal Muhammad Aswar, Pengusaha yang Terjun ke Dunia Politik

0
Mengenal Muhammad Aswar, Pengusaha yang Terjun ke Dunia Politik
Muhammad Aswar, Bacalon Wakil Wali Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Muhammad Aswar menjadi kandidat termuda Pemilihan Kepala Daerah (Pillkada) Bontang November 2024 mendatang. Aswar merupakan Bakal Calon Wakil Wali Kota yang mendampingi Bakal Calon Wali Kota Bontang, Najirah.

Dilansir dari laman miliknya, Muhammadaswar.com, ia merupakan seorang wiraswasta dan Ketua Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kota Bontang. Lahir di Santan Tengah, 1 Januari 1982 yang saat ini berusia 42 tahun.

Aswar menempuh pendidikan dasar di SDN 003 Santan Tengah, Marangkayu dan pendidikan menengah di MTS dan MA Ma’had Hadits Biru Bone. Kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Widyagama Mahakam Samarinda mengambil jurusan hukum.

Ia sempat bekerja sebagai reporter di PKTV Bontang dan Wakil Kepala Sekolah di MA Asadiyah Santan Tengah. Saat ini Aswar merupakan owner dari beberapa usaha yang ia bangun, seperti LPK/LKP Global, Hawaii Mart Bontang, Raja Karpet Sangatta, Rumah Karpet, dan CV Najwa Jaya Mandiri.

Muhammad Aswar berasal dari suku Bugis dan seorang penganut agama Islam, Ia aktif berorganisasi sejak masa kuliah hingga sekarang. Dirinya pernah menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Widyagama, Ketua PTKP HMI Cabang Samarinda, Sekretaris HMI Komisariat Widyagama, Ketua Asrama Mahasiswa Bontang, pendiri Lembaga Dakwah Kampus Cesima Widyagama, dan Ketua Harian IKA KAPASISBON.

Ia juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, seperti HIPMI, HIPKI, KNPI, MUI, Syarikat Islam, NU, KKSB, KAPASISBON, SSN Bontang, Ikatan Pemuda Bone, Yayasan Darul Qurra Bontang, Yayasan Asadiyah Santan Tengah, Yayasan Kambis Abina, Kesatuan Pelajar Mahasiswa Santan, KKMB, dan Komite Sekolah SDN 006 Bontang Selatan.

Beliau seorang pekerja keras, memiliki semangat tinggi dalam berusaha dan berkontribusi bagi masyarakat. Memiliki visi untuk memajukan kota Bontang dan Provinsi Kalimantan Timur melalui pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan generasi muda, juga memiliki misi untuk menjaga nilai-nilai keislaman dan kebudayaan lokal dalam kehidupan bermasyarakat.

“Saya suka berdikusi dengan siapapun, apalagi GEN Z, saya sering melihat keluhan masyarakat terutama dari mereka,” terangnya.

Untuk itu, ia seringkali mengajak anak-anak muda untuk berdiskusi, untuk menciptakan Bontang yang ramah pada pemuda pemudi Bontang.

“Saya selalu ajak ketemu mereka hanya untuk sekedar ngopi bareng atau bertanya apa yang mereka butuhkan,” tambahnya.

Pasangan Bacalon tersebut telah resmi mendaftar pada 29 Agustus lalu, bersama Relawan JUARA (Jujur Amanah Merakyat). Massa pendukung Najirah – Aswar berjalan kaki bersama kandidat dari posko pemenangan Najirah – Aswar di Jalan R Suprapto menuju Kantor KPU Bontang.

Lebih lanjut, Bapaslon Najirah – Aswar merupakan kandidat yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, Gelora dan PAN.

Ia sebelumnya telah resmi dilantik menjadi Anggota DPRD Kota Bontang, dan kini ia ingin membentangkan sayap lebih lebar untuk masyarakat Bontang.

Penulis: Syakurah.
Editor: Yusva Alam

Dekat Bersama Masyarakat, Pupuk Kaltim Dukung Rangkaian HUT RI Ke-79 Kelurahan Loktuan

0

BONTANG – Tingkatkan kedekatan dengan warga sekitar perusahaan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dukung penuh serangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT RI Ke-78 di Kelurahan Loktuan Bontang Utara.

VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim Anggono Wijaya, mengungkapkan dukungan Pupuk Kaltim terhadap kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk senantiasa hadir bagi masyarakat khususnya di kawasan sekitar perusahaan. Tercatat, dua kegiatan didukung Pupuk Kaltim pada rangkaian Hari Kemerdekaan tahun ini, yang dirayakan warga bersama perusahaan.

Diantaranya Race Ketinting bekerjasama dengan Ikatan Pemuda Selambai Berkarya (IPSB), serta Karnaval Kemerdekaan bagi warga Kelurahan Loktuan secara umum. Race Ketinting merupakan agenda rutin tahunan para pemuda atas air Selambai, yang berlangsung pada 30-31 Agustus 2024. Kegiatan ini selalu didukung penuh Pupuk Kaltim, sebagai wadah bagi para pecinta balap ketinting di Bontang dan Kalimantan Timur sekaligus mengarahkan aktivitas kepemudaan pada kegiatan yang positif.

“Tahun ini adalah tahun keempat Pupuk Kaltim mendukung race ketinting Selambai. Dari kegiatan ini diharap lahir para pebalap ketinting berprestasi dari Kota Bontang yang dapat mewakili daerah pada ajang serupa di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Anggono, Rabu (4/9/2024).

Dijelaskan Anggono, ketinting tidak hanya sebagai alat transportasi tradisional yang telah lama digunakan masyarakat pesisir, tetapi juga mencerminkan budaya dan identitas Indonesia sebagai bangsa maritim. Maka kegiatan ini tidak hanya sekadar merayakan kemerdekaan, tetapi turut melestarikan warisan budaya lokal yang berharga.

Pada kesempatan itu Pupuk Kaltim juga menyalurkan bantuan tiga unit mesin ketinting, guna mendukung aktivitas melaut para nelayan Selambai agar lebih produktif. Sehingga kedepan makin berdampak terhadap perekonomian dan kesejahteraan nelayan penerima bantuan.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat menunjukkan kepada khalayak bahwa kita tetap menghargai dan melestarikan warisan budaya, sambil terus beradaptasi dengan perkembangan zaman,” terang Anggono.

Sementara untuk Karnaval Kemerdekaan, pun menjadi langkah aktif Pupuk Kaltim mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman. Disamping memfasilitasi daya kreasi seluruh elemen masyarakat melalui berbagai kostum unik dan menarik. Sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah yang dapat dikembangkan menjadi potensi wisata di Kota Bontang.

Sejak diselenggarakan pada 2022 lalu, karnaval ini menjadi tahun ketiga pelaksanaan yang terselenggara atas kerjasama Perusahaan dengan Kelurahan Loktuan dan para mitra kelurahan. Melalui berbagai atraksi, busana dan kesenian yang ditampilkan, karnaval ini kami harap dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas dan keindahan budaya nusantara.

“Karnaval ini tidak hanya wujud syukur kita dalam merayakan kemerdekaan, tetapi juga mempererat kebersamaan antara Pupuk Kaltim dengan masyarakat. Ini adalah momen dimana kita bersatu, menunjukkan kekompakan dan merayakan keberagaman yang ada di sekitar kita,” tutur Anggono.

Tahun ini tercatat ada 30 peserta karnaval yang berpartisipasi dari Kelurahan Loktuan dan Guntung. Selain itu juga ditambah satu lagi kategori perlombaan, yakni kreasi nasi tumpeng, dimana setiap peserta akan menunjukkan kreativitas serta kemampuan dalam menyajikan nasi tumpeng dengan cara unik dan menarik.

Kegiatan ini juga memfasilitasi para pelaku UMKM di sektor makanan dan minuman, dengan berbagai jenis jualan selama kegiatan berlangsung. Hal ini sejalan dengan upaya Pupuk Kaltim dalam mendukung penguatan UMKM lokal agar lebih maju dan berdaya saing.

“Selain rasa kebersamaan, pelaku UMKM pun terfasilitasi dengan baik selama kegiatan berlangsung. Hal ini sangat kami apresiasi, karena sejalan dengan semangat Pupuk Kaltim dalam memajukan UMKM lokal,” ungkap Anggono.

Dirinya menyebut Pupuk Kaltim akan terus hadir di masyarakat, guna meningkatkan rasa kebersamaan dan kedekatan melalui manfaat yang tidak hanya direalisasikan di kawasan bufferzone, tapi juga seluruh wilayah Kota Bontang.

Komitmen ini juga wujud kolaborasi perusahaan bersama pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah, sehingga Bontang yang lebih maju dan mandiri semakin terwujud melalui kesinambungan langkah untuk saling dukung di berbagai sektor kehidupan.

“Dukungan bagi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat merupakan komitmen Pupuk Kaltim, sebagai bentuk hadirnya perusahaan dalam memberikan manfaat bagi pembangunan dan aspek sosial lainnya di Kota Bontang,” tambah Anggono.

Mewakili Pemkot Bontang, Lurah Loktuan Supriadi, mengapresiasi tingginya antusias dan semangat masyarakat dalam memeriahkan HUT RI ke-79 di Kelurahan Loktuan melalui berbagai kegiatan yang digelar.

Dirinya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim yang terus menjalin kedekatan dan kebersamaan dengan masyarakat, sehingga peringatan hari kemerdekaan di kawasan terdekat perusahaan ini berjalan sangat meriah dengan antusias yang sangat tinggi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah mendukung kegiatan masyarakat. Semoga kedepan peran perusahaan semakin ditingkatkan, dan masyarakat pun diharap senantiasa mendukung Pupuk Kaltim,” ucap Supriadi.

Ketua IPSB Adi, turut mengapresiasi kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim, sehingga lomba balap ketinting yang merupakan agenda rutin pihaknya bisa terus terlaksana. Kata dia, kegiatan tersebut sangat dinanti masyarakat setiap tahun, sebagai wadah untuk menyalurkan hobi di bidang race laut.

“Kegiatan selalu ditunggu dengan antusias tinggi puluhan racer dari berbagai daerah di Kaltim. Melalui lomba ini, diharap bisa menghidupkan daya tarik Selambai sebagai salah satu destinasi wisata pesisir di Bontang,” ucap Adi.

Begitu juga dukungan untuk kegiatan lain yang digelar di kawasan sekitar perusahaan, menunjukkan kepedulian tinggi Pupuk Kaltim untuk terus hadir bagi masyarakat. Dirinya pun berharap kesinambungan perhatian Pupuk Kaltim khususnya bagi pemuda Selambai, agar kedepan terus produktif dan mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mengembangkan potensi wilayah pesisir Loktuan tersebut.

“Begitu juga bagi masyarakat secara umum, agar keberadaan Pupuk Kaltim terus dirasakan manfaatnya,” pungkas Adi. (adv)

Raden Arya Pradana Resmikan Langgar Ngagem Roso dan Ziarah di Makam Raden Mas Hadji Abdullah

0
Raden Arya Pradana Resmikan Langgar Ngagem Roso dan Ziarah di Makam Raden Mas Hadji Abdullah
Peresmian Makam Kyai Raden Mas Hadji Abdullah dan Langgar Ngagem Roso. (Darman)

BONTANG – Raden Arya Pradana, Penasehat Spiritual Paguyuban Sukowati Sragen Bontang (PSSB) meresmikan pembangunan Makam Kyai Raden Mas Hadji Abdullah dan Langgar Ngagem Roso di Jalan MT Haryono, Bontang, Sabtu (7/9/2024).

Dalam acara tersebut hadir Wali Kota Bontang Basri Rase, Calon Wakil Wali Kota Chusnul Dhihin Kuntoro sebagai tuan rumah dan Kapolsek Bontang Utara, Lukito

Diketahui, Raden Arya Pradana hadir di Bontang sesuai permintaan Ketua PSSB. Berikut Profil Raden Arya Pradana.

Raden Arya Pradana merupakan salah satu keturunan dari trah Sultan HB II Kraton Yogyakarta. Raden Arya Pradana membuka praktik ikhtiar pengobatan alternatif di Rejowinangun, Kotagede, di Jalan Retno Inten, No.409, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Indonesia.

Diketahui, bakat yang telah dimilikinya untuk pengobatan alternatif ada sejak lahir, yang dimana Raden Arya mempunyai indera keenam yang dapat dimanfaatkan untuk membantu sesama.

Sudah banyak sekali pasien yang datang mengunjungi rumahnya untuk melakukan konsultasi bahkan pengobatan, pasien yang ditangani pun berasal dari dalam kota, luar pulau, hingga luar negeri.

Tidak hanya itu, pasien yang datang juga cukup beragam mulai dari masyarakat biasa, hingga para pejabat yang berkedudukan tinggi. Untuk usia dari balita hingga berusia lanjut.

Untuk masyarakat di wilayah Kota Bontang dan sekitarnya, yang ingin bersilaturahmi & berikhtiar bersama Raden Arya, bisa langsung menghubungi pengurus ataupun Ketua PSSB, Perumahan Umum Bukit Sekatup Damai (BSD), Jalan Gunung Dieng No 18, Bontang.

Penulis: Darman
Editor: Yusva Alam

Pemilik Warung Terapung Tuntut Lurah Loktuan di Persidangan

0
Pemilik Warung Terapung Tuntut Lurah Loktuan di Persidangan
Lurah Loktuan, Supriadi. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Muhammad Naim, pemilik warung terapung di depan Masjid Darul Irsyad Al Muhajirin melayangkan tuntutan kepada Lurah Loktuan, Supriadi atas pembongkaran yang dilakukan oleh pihaknya pada 30 Agustus 2024 lalu.

Mereka telah melakukan sidang perdana, namun sebelumnya sudah melakukan mediasi terlebih dahulu. Di pertemuan kedua mereka melakukan sidang pertama. Naim menawarkan upaya perdamaian dengan uang sebesar Rp 175 juta. Ia mengatakan bahwa, pihak kelurahan meminta waktu untuk melakukan koordinasi dengan wali kota terkait hal tersebut.

Naim menjelaska, bahwa selama tiga kali ia diberikan surat peringatan, ia tidak mengindahkannya karena menurutnya surat itu tidak berdasar. Ia merasa bahwa lurah hanya bergerak sendiri, bukan berdasarkan SK dari wali kota.

“Pemkot kan tidak punya kewenangan di atas laut, makanya saya gugat karena laut itu kewenangan pemprov,” terangnya.

Ia berkata, jika telah terbukti bersalah barulah mereka dapat melakukan pembongkaran kepada bangunan tersebut, “Kalau memang saya diperiksa dan bersalah pasti saya bongkar sendiri,” katanya.

Saat ditemui, Lurah Loktuan Supriadi menjelaskan, bahwa pihaknya menolak upaya perdamaian tersebut. Sehingga pihaknya memilih untuk menyelesaikan masalah ini melalui persidangan.

Ia mengatakan, sejak sebelum diberikan surat teguran 1 hingga 3, pihaknya telah memanggil dan memberikan penjelasan bahwa perda yang ia langgar adalah perda nomor 3 tahun 2020 tentang pelaksanaan ketertiban, ketentraman dan perlindungan masyarakat.

Di salah satu poin pada pasal 9 disebutkan, setiap warga dilarang memanfaatkan ruang tanpa izin pihak yang berwenang, “Dia tidak berizin resmi, apalagi di sana zona pelabuhan, zona terbatas,” terangnya saat ditemui setelah persidangan Kamis (5/9/24).

Kecuali beliau membangun usaha di zona pemukiman, hal itu tidak akan terjadi. Warga Selambai sendiri tidak pernah membangun usaha di luar zona pemukiman, karena mereka mengerti bahwa hal itu tidak diperbolehkan.

“Beliau 2021 baru datang dari Sulawesi, dan bangunan tersebut dinilai sebagai bangunan liar,” tambahnya.

Terkait mengapa penggugat tidak difasilitasi tempat tinggal dan tempat untuk kembali membuka usahanya adalah karena, belum ada pengembangan tempat berjualan seperti di Pujasera Selambai. Karena tempatnya juga sudah penuh. Dalam perencanaan Dinas PUPR sendiri wilayah masjid terapung adalah resmi hanya untuk wisata religi.

“Saya sempat bilang kalau ada pengembangan pujasera nanti bapak saya sisakan satu,” ucapnya.

Pemkot juga sudah memberikan solusi sementara dengan dipindahkannya ke rusun selama dua bulan, tapi penggugat tidak bersedia dan memilih untuk ke tempat keluarga.

Supriadi meminta kepada penggugat untuk melakukan jemput bola dalam berpenghasilan, tidak melulu menuntut pemerintah. Bisa berkoordinasi dengan dinas terkait dalam hal usaha dan lain sebagainya, dan jika ia dibantu sedemikian rupa oleh lurah, seluruh warga dapat menuntut hak yang sama.

Lurah Loktuan juga sempat ditegur oleh warganya jika tidak segera membongkar bangunan tersebut, warga lain juga akan ikut membangun warung di sana, “Kami diberikan peta lokasi laut mana yang dimiliki provinsi dan lokasi mana yang milik pemkot, kebetulan keramba dia dalam kewenangan kami,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

183 Pelajar SMA Adu Kemampuan di High School Tax Olympic

0
183 Pelajar SMA Adu Kemampuan di High School Tax Olympic
Wali Kota Bontang, Basri Rase saat menghadiri kegiatan High School Tax Olympic di Pendopo, Rujab, Kota Bontang. (Ist).

BONTANG – High School Tax Olympic diselenggarakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase, di Pendopo, Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Sabtu (7/9/2024) pagi.

Sebanyak 21 sekolah di Kota Bontang ikut serta, terdiri dari SMA, SMK dan MA. Terdapat sebanyak 183 peserta.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menyampaikan, kegiatan ini merupakan pemahaman yang sangat penting dalam persoalan perpajakan di generasi muda, bahkan kegiatan ini juga merupakan penambahan wawasan untuk generasi muda di masa yang akan datang.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, agar adik-adik semua paham dan mengerti terkait pajak. Jadi sebisa mungkin, kegiatan ini terus dilakukan setiap tahun,” ucapnya.

Diketahui, pajak merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi daerah dan negara, yang dimana pajak sangat bermanfaat dalam membangun infrastruktur, menjaga stabilitas negara untuk pertahanan dan keamanan, serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dengan adanya pajak, juga mendukung salah satu kegiatan sosial. Asal kalian tahu, tanpa pajak negara ini tidak bisa berbuat banyak,” paparnya.

Sehingga Basri berharap dengan adanya kegiatan High School Tax Olympic, seluruh siswa di Kota Bontang dapat lebih memahami pentingnya pajak dan kewajiban sebagai warga negara. Apalagi nantinya generasi muda bakal menjadi penerus, untuk kemajuan suatu daerah terkhusus di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Tegur Keras Kontraktor Perbaikan Jalan Cipto Mangunkusumo, Ini Penyebabnya

0
Wali Kota Tegur Keras Kontraktor Perbaikan Jalan Cipto Mangunkusumo, Ini Penyebabnya
Wali Kota Bontang, Basri Rase. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase memberikan teguran keras pada kontraktor perbaikan Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya di tanjakan YPK, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (7/9/2024).

Basri Rase menyampaikan saat proyek perbaikan jalan berlangsung, sangat kurang sekali adanya pengamanan di lokasi tersebut, baik pekerja maupun untuk pengendara yang sedang melintas.

“Saya sudah berapa kali tegur pekerja di sana, untuk lebih utamakan safety. Tetapi nyatanya sampai sekarang tidak ada, bahkan kiri kanan jalan langsung lubang,” ucapnya.

Seharusnya saat ada proyek pengerjaan jalan seperti ini, mekanisme keamanan harus diutamakan, terutama bagi masyarakat yang melintas. Bahkan bagi para pekerja bisa mengatur jalur dan arus lalu lintas, agar tidak terjadi kemacetan bahkan terjadi kecelakaan saat pengendara berlalu lalang.

“Dengan jalan yang belum terlalu bagus untuk dilewati, sekiranya masyarakat bisa lebih berhati-hati, dan pekerja juga bisa menjaga keselamatan antar sesama,” paparnya.

Sehingga, Basri berharap pekerja yang berada di lokasi bisa lebih mengatur jalan, memperhatikan dan mengawasi pengendara yang sedang melintas, agar bisa melewati jalan tersebut dengan baik dan aman.

Diketahui sebelumnya, untuk perbaikan di Jalan Cipto Mangunkusumo menargetkan pekerjaan telah selesai hingga November 2024, dimana dalam pengerjaan proyek berlangsung selama 180 hari kalender.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam