Beranda blog Halaman 718

Jaga Kondusifitas Daerah, Pupuk Kaltim Koordinasi Pengamanan Bersama Unsur Masyarakat

0

BONTANG – Tingkatkan sinergi dalam mengoptimalkan pengamanan kawasan guna menjaga operasional perusahaan dan kondusifitas wilayah, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar koordinasi pengamanan eksternal bersama unsur masyarakat dan stakeholders di Kota Bontang. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Equator Bontang, Selasa (17/10/2023).

VP Keamanan Pupuk Kaltim I Made Darmadi Giri, menyampaikan kegiatan ini sengaja digagas untuk saling bertukar wawasan terkait langkah pengamanan yang diterapkan di lingkungan Pupuk Kaltim dan sekitar perusahaan, sekaligus upaya menjaga kondusifitas wilayah dan kawasan dengan peran serta masyarakat hingga stakeholders terkait.

“Melalui koordinasi pengamanan ini, diharap semakin meningkatkan sinergitas antara Pupuk Kaltim dengan seluruh unsur masyarakat dan stakeholder, sehingga keamanan dan kondusivitas dapat terus kita jaga bersama,” ujar Made.

Dijelaskannya, Pupuk Kaltim sebagai obvitnas yang beroperasi di Kota Bontang,  menerapkan Sistem Manajemen Pengamanan sesuai Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2019, tindaklanjut Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang pengamanan Obvitnas.

Hal tersebut mengingat aspek keamanan merupakan faktor utama dalam memastikan kelangsungan operasional Pupuk Kaltim, agar senantiasa dapat melaksanakan aktivitas produksi secara lancar.

Selain sistem manajemen pengamanan yang kuat, kondusivitas kawasan juga sangat ditentukan adanya dukungan dan sinergitas seluruh unsur terkait hingga masyarakat, guna memastikan keamanan agar terus terjaga dengan baik. Hal ini menjadi salah satu fokus yang dikedepankan Pupuk Kaltim, sehingga perusahaan dapat terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat hingga pembangunan daerah.

“Maka dari itu, kita dapat memperkuat komitmen bersama untuk menjaga serta peduli dengan saling dukung menciptakan situasi kondusif di Kota Bontang,” tambah Made.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya, melalui Kasubag Kerma Bag Ops Iptu Sodik Suhartanto, menilai koordinasi dalam menjaga keamanan wilayah penting dilakukan, utamanya yang berkaitan dengan operasional Perusahaan. Dari hal itu situasi dapat senantiasa terkendali tidak hanya dari sisi Pupuk Kaltim, tapi juga wilayah sekitar dengan dukungan seluruh unsur masyarakat.

Menurut Yusep, pengamanan Pupuk Kaltim dan kawasan perusahaan juga bagian dari tugas kepolisian, mengingat obvitnas sebagai aset negara penting untuk terjaga agar terus beroperasi dengan lancar. Maka dari itu sinergi yang terjalin antara seluruh unsur perlu diperkuat.

“Komitmen ini hendaknya bisa terus kita jaga dengan baik, agar kondusifitas Bontang dan operasional Pupuk Kaltim sebagai salah satu obvitnas dapat terjaga dengan dukungan seluruh unsur masyarakat,” ucap Iptu Suhartanto.

Senada, Komandan Kodim 0908 Bontang melalui Danramil Loktuan Kapten Inf Niko Katani, pun menyebut keamanan obvitnas merupakan salah satu fokus TNI dalam hal pengamanan wilayah, dengan melibatkan prajurit hingga tingkat Bintara Pembina Desa (Babinsa). Namun hal ini tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan dan keterlibatan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan hal tersebut, sehingga keamanan wilayah dengan situasi yang kondusif bisa berjalan sesuai harapan,” ucap Kapten Inf Niko.

Dirinya pun mendukung kegiatan ini dilaksanakan berkesinambungan, sehingga dinamika yang berpotensi mengancam keamanan wilayah hingga berdampak terhadap operasional perusahaan maupun lingkungan bisa diantisipasi dengan baik. Kata dia, masyarakat sudah sepatutnya turut bertanggungjawab dalam menjaga keamanan, minimal di lingkungan masing-masing.

“Jika ini bisa terimplementasi dengan baik, maka Bontang yang kondusif sudah pasti terwujud. Kami sebagai prajurit memastikan sangat fokus terhadap keamanan wilayah dan masyarakat, sehingga sinergi untuk tetap menjaga hal tersebut penting terjalin,” pungkasnya. (ADV)

RSUD Bontang Layani Pengaduan Melalui Scan Barcode

0
RSUD Bontang Layani Pengaduan Melalui Scan Barcode
Salah satu layanan pengaduan di RSUD Bontang menggunakan barcode. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang melayani pengaduan pelanggan atau pasien menggunakan scan QR code, yang disebar di seluruh lantai dan bisa diakses oleh seluruh pengunjung maupun pasien.

Humas RSUD Tamam Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan, scan QR code dimaksudkan untuk memberikan layanan pengaduan bagi pengunjung atau pasien mengenai pelayanan rumah sakit.

“Ada scan QR code yang disebar di rumah sakit dan bisa diisi oleh pelanggan mengenai survei kepuasan,” kata dr Ridha.

Dr Ridha mengatakan, ada tiga barcode seperti survei kepuasan, pengaduan pelanggan, dan informasi layanan.

“Apabila ada permasalahan di unit-unit kami bisa mengakses barcode di bagian pengaduan hingga informasi pelayanan. Ada tiga barcode disediakan di seluruh layanan rumah sakit,” sebutnya.

Dr Ridha juga mengatakan, selain penilaian pelayanan survei untuk rumah sakit, ada juga survei yang diberikan untuk pelayanan BPJS Kesehatan untuk mengetahui layanan.

“Ini juga dalam rangka meningkatkan mutu layanan rumah sakit, baik internal maupun eksternal yang dilaporkan dari pasien,” kata dr Ridha. (ADV)

Karhutla di Bontang Berulang, Mengapa?

0
Karhutla di Bontang Berulang Mengapa?
Emirza Erbayanthi, M.Pd. (ist)

Emirza Erbayanthi, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Bontang masih terus terjadi. Berdasarkan catatan BPBD Bontang sejak Januari hingga September, musibah tersebut menghanguskan 80,41 hektare.

Selain pembukaan lahan, penyebab terjadinya Karhutla ialah cuaca ekstrem kemarau yang disebabkan adanya fenomena el nino, sehingga, ranting ataupun dahan kering mudah terbakar.

Petugas BPBD Bontang diminta rutin melakukan patroli hutan dan lahan. Tak hanya itu, upaya sosialisasi kepada masyarakat juga digalakkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau ini. (bontangpost.id, 3/10/2023)

Karhutla menjadi masalah di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebesar 28.019 hektare hutan dan lahan yang terbakar pada periode Januari-Juni 2023.

Karhutla tercatat melepaskan 2,84 juta emisi karbon dioksida dengan efek rumah kaca yang berdampak terjadinya pemanasan global. Karhutla membahayakan nyawa manusia, bisa mengakibatkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk dan sesak napas.

Kabut asap karena karhutla bisa mengganggu penerbangan karena jarak pandang yang terbatas. Tidak hanya manusia, karhutla bisa merusak habitat hewan-hewan dan menyebabkannya mati.

Ulah Manusia

Karhutla tidak hanya terjadi di Bontang saja, tetapi hampir di semua daerah khususnya Kaltim. Karhutla terus berulang, membuktikan pemerintah gagal dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Karhutla terjadi bukan hanya karena fenomena panas/El Nino kemarau tetapi karena ada unsur kesengajaan manusia dalam membuka lahan dengan cara dibakar. Walaupun musim kemarau sudah mulai berakhir tetapi persoalan karhutla masih terus berulang.

Banyak warga yang melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk membuka lahan lalu dijadikan perkebunan, seperti perkebunan sawit. Ini menunjukkan rendahnya kesadaran warga untuk menjaga kelestarian hutan.

Membakar hutan dan lahan untuk dijadikan perkebunan dikarenakan dorongan ekonomi. Karena perekonomian sulit, mencari kerja susah, dan PHK di mana-mana, dan pemerintah tidak menjamin kesejahteraan warganya. Maka kondisi ini mendorong untuk berbuat apa saja, asal bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga walaupun mengorbankan kelestarian lingkungan.

Tidak cukup himbauan, sosialisasi dan patroli jika pemerintah tidak tegas terhadap pelaku karhutla dan memberikan edukasi juga fasilitasi kepada petani termasuk mengembalikan tata kelola hutan dan lahan kepada negara.

Tetapi pemerintah justru memberi konsesi hutan kepada pengusaha untuk dijadikan perkebunan sawit. Penanaman sawit digenjot untuk keperluan ekspor dan sebagai bahan baku biofuel, utamanya biodiesel. Maka, terjadi alih fungsi hutan yang sangat masif untuk dijadikan lahan perkebunan sawit.

Maka, karhutla terjadi bukan semata ulah individu yang membakar hutan, tetapi lebih karena kebijakan negara yang melegitimasinya. Kebijakan pemerintah yang mudah memberikan konsesi hutan untuk kemudian dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit merupakan kebijakan yang merusak lingkungan.

Akibat dari kebijakan ini, bencana alam marak terjadi, seperti karhutla. Korbannya adalah rakyat di wilayah tersebut. Kebijakan kapitalistik negara ini tidak lepas dari sistem ekonomi kapitalisme yang Indonesia terapkan. Sistem ini menghalalkan segala cara, walaupun mengakibatkan kerusakan bumi, untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi.

Menjaga Kelestarian Alam

Allah Swt. telah mengingatkan manusia tentang bencana yang terjadi ketika manusia merusak bumi. Firman-Nya,

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar-Rum: 41).

Islam melarang umatnya berbuat kerusakan di muka bumi. Firman Allah Taala,

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-A’raf: 56).

Menjaga kelestarian alam adalah tugas semua pihak, individu rakyat, perusahaan, juga negara. Tetapi, menjadi tugas negara untuk mengedukasi rakyatnya, individu hingga perusahaan, untuk menjaga alam dengan baik. Proses edukasi ini dilakukan oleh negara melalui jalur pendidikan.

Proses edukasi dilakukan bukan hanya dengan memberikan informasi tentang pelestarian lingkungan, tetapi menyatu dengan kurikulum yang berbasis akidah Islam. Artinya, kesadaran yang dibentuk pada warga negara adalah kesadaran yang berbasis keimanan.

Maka ada dorongan ruhiah di setiap individu untuk menjaga kelestarian alam, yaitu sebagai wujud ketaatan kepada Allah Taala. Motivasi ruhiah ini akan lebih efektif daripada motivasi lainnya.

Sistem Islam

Sistem Islam akan melaksanakan amanat Allah Taala agar manusia menjaga kelestarian alam. Caranya dengan melakukan langkah antisipatif melalui pemberian edukasi dalam kurikulum pendidikan.

Langkah antisipatif lainnya adalah pemerintah akan memberi jaminan pemenuhan kebutuhan dasar (sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan) pada setiap individu rakyat. Maka, rakyat di sekitar hutan tidak ada dorongan ekonomi untuk merusak hutan.

Pemerintah juga menerapkan ekonomi Islam maka pembangunan ekonomi tidak berjalan secara kapitalistik yang merusak alam. Pembangunan ekonomi dalam Islam akan memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga tidak merusak alam.

Pemerintah Islam memosisikan hutan sebagai kepemilikan umum maka negara tidak akan menyerahkan pengelolaan hutan kepada swasta. Negaralah yang akan mengelolanya. Negara akan memilih sumber energi yang ramah lingkungan, baik dari sisi emisi yang dihasilkan atau potensi kerusakan pada produksinya.

Negara akan menjaga luas hutan pada level yang tetap menjaga kelestariannya. Pada hutan tertentu seperti suaka margasatwa dan hutan lindung, negara akan memproteksinya sehingga terkategori kepemilikan negara dan tidak boleh ada pengambilan hasil hutan sama sekali. Hal ini demi menjaga kelestarian ekosistem yang ada di dalamnya.

Negara juga akan menindak tegas individu maupun perusahaan yang melakukan perusakan hutan. Negara akan memberi sanksi tegas pada oknum-oknum yang terbukti memberi akses pada perusakan hutan.

Islam mencegah Karhutla dengan sanksi tegas. Penguasa dalam Islam memberikan edukasi dan perhatian lebih kepada petani berupa modal dan fasilitas agar petani tidak membakar lahan. Tata kelola kepemilikan hutan dan lahan dalam Islam.

Sikap tanggap penguasa dalam Islam jika masih terjadi karhutla termasuk alat canggih dan petugas handal. Karhutla akan tuntas diselesaikan hanya dengan paradigma dan sistem Islam. Begitulah langkah Islam menyelesaikan karhutla dan menjaga kelestarian alam.

Wallahualam.

RSUD Raih Akreditasi Rumah Sakit Tipe B Tingkat Kelulusan Paripurna

0
RSUD Raih Akreditasi Rumah Sakit Tipe B Tingkat Kelulusan Paripurna
Salah satu piagam penghargaan yang didapatkan oleh RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi S)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang kerap meraih penghargaan. Penghargaan terbaru di tahun 2023 ini, RSUD mendapatkan Akreditasi dan penghargaan terbaik dari fasilitas kesehatan Rumah Sakit Tipe B.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada menjelaskan, akreditasi itu dengan tingkat kelulusan paripurna, atau Bintang 5.

Dijelaskannya, pertama tentang akreditasi rumah sakit dimana melakukan survei penilaian di Februari dan awal Maret. Hasilnya sudah keluar dengan terakreditasi Pari Purna atau Bintang 5, Bintang paling tinggi.

Artinya, 5 bintang yang sudah RSUD Bontang dapatkan, jadi akreditasi penilaian mutu, bentuk penilaian mutu rumah sakit yang diakui oleh negara. Dimana setiap rumah sakit harus terakreditasi dengan tingkatan paling tinggi adalah yakni bintang 5 atau dengan sebutan Pari Purna. Selain mutu, ke arah keselamatan pasien, manajemen resiko rumah sakit, pencegahan infeksi, semua ada di dalam situ menjadi satu.

Kedua, mendapatkan penghargaan terbaik dari fasilitas kesehatan rumah sakit tipe B yang terbaik dari Bapeten, terhadap pelaporan untuk sinar radiasi.

RSUD Bontang rutin melakukan pelaporan dan perizinan oleh tenaga yang kontak langsung dengan radiasi. Terutama di bagian radiologi.

“Penghargaan yang paling bergengsi adalah tingkat nasional tahun 2022 oleh JKN. Kami mendapatkan juara satu untuk rumah sakit tipe B yang terbaik, oleh JKN. Tahun ini, kita maju lagi mewakili cabang, akan tetapi hanya sampai di wilayah saja. Kami kalah di tahap wilayah, dan di tahap selanjutnya tidak mendapatkan,” bebernya.

Ratna juga menambahkan, jika mau diikuti untuk mendapatkan piagam penghargaan sangat banyak, seperti inovasi pelayanan publik, dan ada juga evaluasi pelayanan publik. Akan tetapi terkadang dengan waktu yang jaraknya sangat singkat dan bersamaan, sehingga tidak sempat untuk mengikuti.

“Kami saat ini sedang penilaian evaluasi pelayanan publik di 2023, dimana rumah sakit merupakan fokus tujuan untuk jadi penilaian. Sampai sekarang hasilnya kami belum menerima, mudahan saja kami bisa menaikan nilainya dan bisa meraih penghargaan,” ucapnya.  (dwi/adv)

Pelatihan Operator Alat Berat Dinas PUPRK Masuk Tahap Praktik

0
Pelatihan Operator Alat Berat Dinas PUPRK Masuk Tahap Praktik
Kegiatan praktik pelatihan alat berat di Danau Kanaan dan Belakang Bank Dhanarta. (Dwi S)

BONTANG – Pelatihan Operator Alat Berat garapan Bidang Bina Konstruksi (Bikon) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang memasuki tahap praktik, Rabu (18/10/2023). Praktik berlangsung di dua lokasi.

Pertama, Excavator PC 200 berlangsung di lingkungan Danau Kanaan. Kedua, Excavator Long Arm di belakang Bank Dhanarta. Kegiatan berlangsung bersamaan, dengan nantinya peserta akan bergantian.

“Nantinya mereka pun akan dirolling secara bergantian, dan sekaligus ada 15 calon supir dumtruck,” beber Kadis PUPRK, Usman melalui Kabid Bikon, Dedy Nugraha.

Dedy menambahkan, dengan adanya pelatihan ini, nantinya mereka para peserta mendapatkan sertifikat nasional, keahlian, dan wawasan tiap masing-masing bidang.

“Nantinya di hari terakhir, tepat 12 hari semuanya akan diuji. Pengujinya pun langsung dengan kementerian. Berbeda instruktur pelatihan dengan tes ujian nantinya,” ungkapnya.

Ade Ratnasari, Seksi Pengaturan dan Pengawas Jasa Konstruksi mengatakan, dengan adanya kegiatan bimbingan teknik pelatihan dan sertifikasi operator alat berat ini bertujuan untuk menambah pengetahuan buat para operator, terutama operator PU sendiri dan untuk para pekerja umum.

“Pelatihan ini kita batasi, hanyak 50 orang saja, karena dengan anggaran yang sangat terbatas,” paparnya.

Dalam pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan sertifikat yang berlaku nasional. Karena, jika pun nantinya ada yang terpilih bisa langsung bekerja di IKN.

“Banjarmasin itu sebagai pelaksana, dan langsung dari kementerian. Oleh karena itu, anggaran pun langsung dari kementerian, jadi kita saling sharing anggaran. Kemaren pun ada tukang kami juga yang langsung bekerja di IKN, bagian baja ringan,” ungkapnya.

Kegiatan ini pun sudah berlangsung selama dua hari, terhitung sampai tanggal 28 Oktober 2023 mendatang. Untuk pelatihan ini diikuti sebanyak 15 dumtruck dan 17 heksa.

“Adanya pelatihan ini diharapkan tenaga kerja di Kota Bontang siap bersaing di tingkat lokal maupun nasional. Pelatihan ini gratis tidak membayar, kalau pun membayar sendiri dengan biaya yang cukup mahal. Jadi, warga Bontang bisa mempergunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin,” ucapnya.

Pelatihan Operator Alat Berat Dinas PUPRK Masuk Tahap Praktik

Ada beberapa persyaratan untuk lolos mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini, antara lain adalah dengan foto 3×4 dengan latar merah, fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan diutamakan dengan KTP Kota Bontang.

Untuk jenjang satu, persyaratan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Operator alat berat ini dengan jenjang dua, dengan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Jika pun dari SMK tanpa pengalaman, akan tetapi kalau dari lulusan SMA harus wajib membuat surat pengalaman kerja dari kantor kelurahan dengan minimal dua tahun pengalaman kerja, dan kalau SMP dengan 12 tahun pengalaman kerja,” tutupnya.

Sementara itu, untuk pelatihan pertukangan dan alat berat melakukan pelatihan selama 12 hari. 4 hari teori dan 8 hari praktik.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Atasi Kasus Bayi Kuning, RSUD Tersedia Alat Bilisphere 360 Led

0
Atasi Kasus Bayi Kuning, RSUD Tersedia Alat Bilisphere 360 Led
Salah satu perawat di Ruang Perinatologi saat menunjukkan alat Bilisphere 360 Led. (Yahya Yabo)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang memiliki alat Bilisphere 360 Led di Ruang Perinatologi, Neonatal Intensive Care Unit (NICU) untuk memberikan penyembuhan bagi bayi usia 0-28 hari yang memiliki masalah bilirubin (Ikterik Neonatus) atau bayi kuning.

Pada permasalahan bayi tersebut, alat yang digunakan yakni Bilisphere 360 Led untuk mempercepat pelepasan bilirubin pada tubuh bayi.

Humas RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha menjelaskan RSUD Bontang memiliki alat Bilisphere 360 Led dalam membantu bayi-bayi pada permasalahan bilirubin. Untuk perawatan sendiri, bayi dirawat oleh tim medis secara berkala.

“RSUD punya alat penanganan bilirubin pada bayi. Tim perawat yang melakukan kontrol secara berkala,” kata dr Ridha.

Selanjutnya, dr Ridha mengatakan pemakaian alat tersebut pada bayi diberikan kepada bayi usia 0-28 hari yang memiliki banyak kasus seperti bilirubin.

“Banyak kasus-kasus bayi kuning, di mana RSUD memberikan pelayanan kemudahan kepada bayi-bayi yang memiliki kasus bayi kuning,” katanya.

Ridha juga mengatakan semua pelayanan di ruang Perinatologi dilakukan oleh dokter spesialis anak.

“Dokter spesialis anak biasanya yang memberikan saran untuk melakukan fototerapi di ruang perinatologi,” tandasnya. (ADV)

RSUD Beri Penyuluhan Masyarakat Terkait Infeksi Jamur pada Kulit

0
RSUD Beri Penyuluhan Masyarakat Terkait Infeksi Jamur pada Kulit
Penyuluhan awam di lobi RSUD. (ist)

BONTANG – RSUD Taman Husada mengadakan penyuluhan awam terkait infeksi jamur pada kulit, dalam rangka pekan kepedulian terhadap penyakit jamur, beberapa waktu lalu. Penyuluhan awam tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Penyuluhan ini dilaksanakan di lobi RSUD yang dijabarkan langsung oleh dr. A. Anwar Arsyad SpKK, FINS DV, AADV kepada masyarakat yang sedang menunggu antrian berobat.

Ia menjelaskan terkait penyakit tinea korposis dan kruris atau biasa disebut kadas dan kurap. Tinea Korposis yakni infeksi jamur yang mengenai daerah kulit berambut halus kecuali telapak tangan, telapak kaki, dan lipatan paha.

Kemudian tinea kruris adalah infeksi jamur di daerah lipatan paha, area kemaluan, dan bokong.

“Kedua penyakit ini dapat menular, bisa dari kontak langsung dengan sesama manusia atau hewan, kemudian kontaminasi dari tanah yang terinfeksi dan serpihan dari handuk atau sprei,” jelasnya.

Adapun faktor resiko seperti pakaian yang ketat, kondisi yang hangat dan lembab, kemudian permukiman yang padat. Penyakit ini juga dapat mengenai semua umur.

Ciri-ciri terinfeksi jamur tersebut yaitu, gatal, bercak merah berbentuk merah atau lonjong, serta sisik dan tepi lebih merah, dan bercak tersebut bisa berjumlah lebih dari satu.

“Itulah sebabnya ada baiknya kita tidak menggunakan handuk secara bergantian, rutin mengganti sprei dan mengganti pakaian ketika sudah sangat berkeringat, dan jaga kebersihan diri,” jelasnya.

Bila sudah terinfeksi, bisa langsung konsultasi ke dokter umum atau dokter spesialis kulit dan kelamin agar segera ditindaklanjuti. (sya/adv)

Poliklinik Konservasi Gigi, Spesialis Perawatan Saluran Akar hingga Estetika

0
Poliklinik Konservasi Gigi, Spesialis Perawatan Saluran Akar hingga Estetika
Ruangan poliklinik konservasi gigi RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang memiliki poli konservasi gigi yang telah ada sejak tahun 2022 lalu. Konservasi gigi ini untuk perawatan saluran akar dan penambalan dengan sinar (restorasi komposit).

Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi, drg Safitri Kusuma Dewi, Sp.KG menjelaskan, poliklinik konservasi gigi seperti melakukan perawatan gigi hingga dapat melakukan perawatan saluran akar (saraf pada gigi) dan estetika pada gigi.

drg Safitri mengatakan, bahwa Ia lebih mengutamakan perawatan gigi ketimbang mencabut gigi, sehingga selalu berusaha memperbaiki gigi pasien.

“Konservasi gigi spesialisasi yang lebih ke arah mempertahankan ya, selama dan sebisa mungkin gigi di dalam rongga mulut dan estetikanya gigi,” katanya saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, pelayanan konservasi gigi telah dilakukan sejak Oktober 2022. Setiap harinya, drg Safitri bisa menerima pasien gigi sebanyak 12 orang. Ia sendiri telah menyelesaikan studi konservasi gigi sejak Juli 2022.

“Kami telah ada sejak 2022 lalu. Dalam pelayanan kami bisa melayani hingga 12 pasien setiap hari kerja pelayanan,” katanya.

Untuk proses pelayanannya sendiri, Ia mengatakan sesuai dengan jadwal pelayanan dengan melakukan observasi pada pasien gigi dan menjadwalkan kontrol pasien.

“Biasanya pasien baru datang dilakukan pemeriksaan awal, radiologi, dan konsultasi. Kemudian dijadwalkan kembali harus kontrol tanggal berapa. Biasanya pasien diminta kontrol dalam waktu seminggu sekali sesuai jadwal,” jelasnya.

Safitri menambahkan, keunggulan dari konservasi gigi RSUD Taman Husada Kota Bontang yakni, saat ini telah ditanggung pelayanan oleh BPJS Kesehatan dan juga terintegrasi dengan pelayanan lainnya.

“Kelebihan pelayanan konservasi gigi di RSUD tertanggung BPJS, dan bisa langsung terintegrasi dengan pelayanan lainnya seperti bedah mulut atau dokter gigi anak. Hingga saat ini juga yang sering dialami yakni kendala SDM konservasi gigi yang masih belum banyak,” ungkapnya.

Ia mengharapkan ke depannya, RSUD dan Pemkot Bontang lebih memfasilitasi alat konservasi agar jangkauan pelayanan yang dilakukan bisa lebih banyak.  (adv/yah)

Ruang Rawat Inap Sudah Penuhi Standar

0
Ruang Rawat Inap Sudah Penuhi Standar
Salah satu ruangan rawat inap di RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi S)

BONTANG – Ruang rawat inap yang terdapat di RSUD Taman Husada sudah memenuhi nilai standar. Ada beberapa di antaranya, seperti ruang rawat inap intensif, ruang perawatan anak di bawah 18 tahun, serta ruang sesuai dengan kelasnya masing-masing.

Hal ini dijelaskan Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik.

Dikatakannya, ada beberapa ruangan rawat inap yang terdapat di RSUD Bontang, dari ruangan sesuai kelas, Very Important Person (VIP), bahkan ruangan intensif.

Ruangan rawat inap intensif terdiri dari ICU, ICCU, PICU, NICU, serta ruang isolasi. Untuk ruang perawatan biasa meliputi ruang anak usia di bawah 18 tahun, yakni ruang cempaka.

Ruangan perawatan kelas 1 dan ruangan perawatan VIP ada di bagian Seruni. Ruang perawatan kelas 3 dan 2 ada di Bougenvil dan Edelweis, serta ruang perawatan Flamboyan untuk ibu bersalin dan kebidanan kandungan.

Untuk fasilitas ruang rawat inap sesuai dengan standar Peraturan Menteri Kesehatan (PMK), sarana dan prasarana ruangan terbaru sesuai dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), bahwa untuk kelas 3 maksimal ada 6 bed, kelas 2 maksimal 4 bed, serta kelas 1 maksimal 2 bed.

“Kami sudah sesuai dengan kelas masing-masing, dari kelas 3, 2, dan 1,” ungkapnya, Senin (16/10/2023).

Ruang Rawat Inap Sudah Penuhi Standar

Kemudian, di setiap ruangan ada ketentuannya, seperti bed elektrik yang dimana pada ruangan insentif bed tersebut harus bisa diputar, serta naik turun. Ada tiga sisi pada bagian kepala, bagian punggung, serta pada bagian kaki. Bed yang wajib berada di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Selain itu, ada juga nakas yang disediakan guna penyimpanan barang, pada lemari kecil untuk para pasien. Outlet oksigen yang tersedia, dan sarana lain seperti AC, dan televisi. Dilengkapi juga dengan saluran telepon di ruang perawatan, untuk mempermudah perawat menghubungi dokter atau yang lainnya.

“Sejauh ini untuk ruang rawat inap sudah sesuai dengan standar kelas B, minimal 200 tempat tidur. Saat ini kami sudah sesuai dengan 200 tempat tidur. Akan tetapi, di kategori yang lain masih ada yang kurang, kalau di PMK yang terbaru ini, bahwa standar yang untuk isolasi 10 persen, kami harus menyiapkan 20 tempat tidur, dan saat ini kami masih kekurangan di situ. Terkait sarana dan prasarana tentu dengan anggaran yang sangat besar,” paparnya.

Ratna juga menjelaskan, untuk ruangan perawatan kelas 3 sudah mencapai angka 62 persen, dimana RSUD Bontang sudah memenuhi standar. Dengan standar yang ditetapkan adalah minimal 30 persen dari total tempat tidur, kalau tempat tidur 200 minimal harus memiliki 50 tempat tidur di kelas 3.

Saat ini RSUD sudah memenuhi standar yang ditetapkan.

“Untuk kelas 3 sebenarnya kami sudah memenuhi standar, akan tetapi kelas 3 ini sering sekali penuh. Masih sangat kurang dan banyak pasien yang tidak mendapatkan hak sesuai dengan kelasnya. Tetapi tidak menjadi kendala buat kami, selagi masih ada ruangan yang kosong dan bisa digunakan, akan kami titipkan pasien di ruangan tersebut,” bebernya.

Dengan harapan kedepan, bisa mengikuti kelas rawat standar sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) 12 indikator tersebut.

Saat ini RSUD belum bisa memenuhi semuanya, dengan sarana dan prasarana yang baru. Bahkan jika mungkin dengan adanya tambahan gedung baru, dari pemerintah, baik pemerintah pusat atau pun pemerintah daerah bisa mensupport untuk sarana dan prasarana di RSUD Bontang. (dwi/adv)

DPMPTSP Bontang Dikunjungi Ombudsman RI Provinsi Kaltim

0
DPMPTSP Bontang Dikunjungi Ombudsman RI Provinsi Kaltim
Kunjungan Ombudsman ke DPMPTSP Bontang. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang menerima kunjungan dari Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (17/10/23).

Ombudsman sendiri bertugas melindungi kepentingan individu dari pelanggaran pelayanan publik oleh aparatur negara. Sehingga dengan itu, kunjungan bertujuan menimbang bahwa pelayanan kepada masyarakat dan penegak hukum yang dilakukan, dalam rangka penyelenggaraan negara dan pemerintah merupakan bagian tidak terpisahkan.

Sehingga dapat menciptakan pemerintah yang baik, bersih, dan efisien untuk menciptakan keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh warga yang merupakan unsur penting dalam konsep demokrasi. Guna mencegah dan menghapus penyalahgunaan wewenang oleh aparatur penyelenggara dan pemerintah.

“Kami menilai layanan pemerintah, bagaimana mereka melayani publiknya. Hari ini kami datang di kunjungan kedua yakni supervisi untuk mengkonfirmasi penilaian kunjungan pertama untuk menjaga integritas OPD,” jelas Ignasius Ryan Gamas, Asisten Pertama.

Selama penilaian semua berjalan dengan baik, mulai dari wawancara hingga ke website. Namun hanya ada satu masalah terkait satu layanan di website DPMPTSP terkait form yang tidak bisa digunakan.

“Tahun lalu memang DPMPTSP ini zona kuning, tapi kemungkinan tahun ini lebih baik,” tambahnya

Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan menjelaskan, bahwa kunjungan seperti ini memang mendadak, dan setelah dilakukan supervisi oleh provinsi, akan ditindaklanjuti oleh Ombudsman RI.

“Seperti yang dijelaskan bahwa terdapat permasalahan dalam website DPMPTSP, kami nanti akan segera perbaiki,” katanya.

Ia menjelaskan, bahwa perbaikan website akan dikoordinasikan langsung ke bagian IT, dan tentu akan dilanjutkan ke dinas terkait agar masyarakat dapat segera mengakses dan menggunakannya. (sya/adv)