Beranda blog Halaman 74

Polisi Masih Selidiki Penemuan Bayi di Muara Badak, CCTV Belum Mengarah ke Pelaku

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Penyelidikan kasus penemuan bayi di wilayah Kecamatan Muara Badak, hingga kini masih terus dilakukan aparat kepolisian. Namun, identitas orang tua bayi tersebut belum berhasil diungkap.

Kapolres Bontang melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang Wahyu Rahardika, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mengalami kendala dalam proses penyelidikan.

“Masih buntu. Rekaman CCTV yang kami periksa belum ada yang mengarah,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan kamera pengawas di sekitar lokasi menjadi salah satu hambatan. Karena itu, polisi mengandalkan komunikasi langsung dengan warga dan Bhabinkamtibmas di lapangan.

“Masih manual. Kami intens komunikasi dengan para Bhabin dan warga sekitar,” jelasnya.

Salah satu petunjuk yang dimiliki polisi adalah sarung bermotif yang ditemukan bersama bayi tersebut. Informasi mengenai ciri-ciri kain itu juga telah disebarluaskan untuk mencari kemungkinan adanya warga yang mengenali.

“Ada sarung bermotif yang bersama bayi itu. Sudah kami sebarkan informasinya, tapi sampai sekarang belum ada feedback,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kebijakan Penarikan Retribusi di Tempat Wisata Menuai Pro dan Kontra

0
Kawasan di Mangrove Saleba. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kebijakan penerapan tarif masuk di sejumlah destinasi wisata di Kota Bontang, menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Ada sejumlah warga yang mendukung langkah tersebut demi peningkatan fasilitas dan pengelolaan, akan tetapi ada juga yang menolaknya secara mentah-mentah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang resmi memberlakukan tiket masuk berbayar di seluruh objek wisata yang dikelola pemerintah mulai dari Kawasan Mangrove, Pulau Beras Basah, hingga Bontang Kuala.

Penarikan retribusi mulai berlaku di 1 Maret 2026 mendatang, demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tarif yang ditetapkan seperti Rp2.000 untuk anak-anak, Rp5.000 orang dewasa, dan Rp90.000 untuk wisatawan luar.

Sebagian masyarakat menilai kebijakan tersebut hal yang wajar selama dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan transparansi pengelolaan. Seperti adanya pemasukan dari tiket, pengelola bisa menambah fasilitas yakni tempat sampah, toilet umum, gazebo, hingga perbaikan akses jalan yang selama ini dikeluhkan pengunjung.

“Kalau memang untuk kebersihan, perawatan jembatan, dan keamanan, saya setuju saja, yang penting jelas uangnya larinya kemana,” ucap Anton, salah satu pengunjung di kawasan Mangrove, Senin (23/2/2026).

Selain itu, dengan adanya retribusi di tempat wisata para pengunjung turut menilai untuk kesadarannya terkait kebersihan sampah. Adapun dengan sarana dan prasarana (sarpras) yang disediakan pun harus sesuai standar.

“Kalau saya lebih ke sampah dan toilet umumnya seperti apa, layak tidaknya dengan tempat yang berbayar. Kalau sudah tempat wisata jelas berbayar, pastinya fasilitas yang ada harus mendukung,” jelasnya.

Namun di sisi lain, ada pula masyarakat yang merasa kebijakan tersebut kurang tepat, terutama bagi masyarakat lokal yang kerap menjadikan tempat wisata sebagai ruang rekreasi yang terbilang murah meriah.

Contohnya Susi, sebagai warga lokal merasa sangat keberatan apabila tempat wisata di Bontang mulai dikenakan retribusi. Mengingat sejak dari dulu, tempat wisata di Bontang belum ada pembayaran untuk masuk, kecuali parkir.

“Dulu bisa datang kapan saja tanpa biaya. Sekarang kalau sering-sering ke BK misalnya, jadi lumayan juga pengeluarannya. Belum lagi jalannya yang sering banjir,” katanya.

Ada pula dari masyarakat yang memberikan komentar, seharusnya pemerintah mementingkan untuk membenahi fasilitasnya terlebih dahulu, terutama dari aspek keselamatan pengunjung.

“Kalau semuanya tempat bayar, siap-siap saja sepi pengunjung. Tidak laku lama-lama tempat wisata kalau berbayar, semua orang masih mengeluhkan jalanan BK banjir. Jadi malas buat orang keluar,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

I Putu Airlangga, Pelajar Bontang Raih Penghargaan Internasional dan Tembus Seleksi Festival FIlm India

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb23feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Mudik H-3 Lebaran Penuh, PELNI Tarakan Tegas Larang Beli Tiket dari Calo

0
Masyarakat membeli tiket kapal di Kantor Pelni Tarakan (Ade/MKN)

TARAKAN – Tiket kapal untuk keberangkatan H-3 Lebaran atau 16 Maret 2026 dari Tarakan dipastikan telah habis terjual. Lonjakan minat masyarakat untuk mudik lebih awal membuat kuota penumpang pada jadwal tersebut penuh jauh sebelum Hari Raya Idulfitri.

Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Tarakan, Ferdy Ronny Masengi, menyampaikan bahwa tiket untuk KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang pada tanggal tersebut rata-rata sudah tidak tersedia.

“Untuk keberangkatan 16 Maret, tiket sudah penuh. Antusias masyarakat memang cukup tinggi, sehingga pembelian dilakukan lebih awal,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, tren pembelian tiket tahun ini cenderung meningkat dibandingkan hari biasa. Banyak calon penumpang memilih berangkat lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang hari H Lebaran.

Seiring habisnya tiket H-3 Lebaran, PELNI mengingatkan masyarakat agar tidak membeli tiket melalui jalur tidak resmi atau calo. Penawaran tiket di luar sistem resmi dinilai berisiko, baik dari sisi harga yang lebih mahal maupun kepastian keberangkatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui aplikasi resmi PELNI Mobile atau agen perjalanan yang telah bekerja sama dengan kami. Jangan mudah percaya pada penawaran tiket di luar jalur resmi,” tegas Ferdy.

Ia menambahkan, sistem penjualan tiket dilakukan secara daring dan transparan. Jika terdapat pembatalan, kursi penumpang akan otomatis kembali tersedia dan dapat langsung dibeli melalui kanal resmi.

PELNI berharap masyarakat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih matang serta memastikan pembelian tiket dilakukan melalui saluran resmi demi keamanan dan kenyamanan selama pelayaran. (MK)

Editor: Agus S

15 Anak Perang Petasan di Muara Badak, Polisi Panggil Orang Tua dan Beri Pembinaan

0
Tangkapan layar anak-anak perang petasan di Muara Badak. (ist)

BONTANG – Pihak kepolisian melakukan pembinaan terhadap belasan anak yang kedapatan bermain petasan di wilayah Kecamatan Muara Badak.

Dalam video yang beredar, anak-anak bermain petasan yang seharusnya diarahkan ke langit agar meledak di atas, namun mereka justru saling mengarahkan satu sama lain bahkan ke jalanan.

Kapolres Bontang melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang Wahyu Rahardika, mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut dan mendapati 15 anak terlibat.

“Sekitar 15 anak terlibat. Mereka sudah kami lakukan pembinaan dan kami juga panggil orang tuanya,” ujarnya.

Menurutnya, permainan petasan oleh anak-anak sangat berisiko, terlebih jika tidak dalam pengawasan orang dewasa. Polisi pun langsung melakukan patroli lanjutan ke lokasi pada pagi harinya untuk memastikan situasi sudah kondusif.

“Tadi pagi kami sudah patroli kembali dan sudah tidak ada aktivitas serupa,” jelasnya.

Selain pembinaan kepada anak-anak, pihak kepolisian juga akan memberikan imbauan kepada para pedagang kembang api, agar tidak menjual barang tersebut kepada anak di bawah umur.

“Nanti kami beri imbauan kepada penjual, agar minimal yang sudah cukup umur dan mengerti bahaya penggunaannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, Satpol PP juga akan ikut dalam pengawasan penjualan dan peredaran kembang api juga jika nantinya ditemukan pelanggaran.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Puskesmas Teluk Lingga Resmi Menempati Gedung Permanen Senilai Rp 10 Miliar

0
Gedung Baru Puskesmas Teluk Lingga menelan anggaran Rp 10 Miliar. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Puskesmas Teluk Lingga tampil dengan wajah baru. Fasilitas kesehatan di Jalan Yos Sudarso 4 itu resmi menempati gedung permanen senilai hampir Rp 10 miliar.

Gedung tersebut bukan bangunan baru sepenuhnya. Ia merupakan eks kantor Pengadilan Negeri Sangatta yang direnovasi total menjadi pusat layanan kesehatan primer yang lebih representatif.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, Yuwana Sri Kurniawati, menyebut peresmian ini menjadi langkah penting peningkatan kualitas pelayanan.

“Pembangunan ini bagian dari 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur. Kita ingin masyarakat mendapatkan layanan yang lebih layak dan nyaman,” ujarnya kepada awak media, Senin (23/2/2026).

Renovasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada 2024 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan sebesar Rp 5,9 miliar. Tahap kedua melalui APBD Kutim 2025 senilai Rp 5,7 miliar.

Selama proses pembangunan, pelayanan tetap berjalan dengan menyewa ruko di kawasan yang sama hingga akhir Januari 2026. Meski terbatas, layanan tak pernah berhenti.

Kini, dengan gedung permanen, suasana berubah drastis. Ruang pelayanan lebih luas, sirkulasi udara lebih baik, dan tata ruang dirancang ramah anak, lansia, hingga penyandang disabilitas.

“Harapannya pelayanan menjadi lebih nyaman, menyenangkan, dan inklusif,” tegas Yuwana.

Kepala Puskesmas Teluk Lingga, drg Sri Endrayati, mengungkapkan saat ini pihaknya diperkuat 76 personel, 73 ASN dan tiga tenaga BLUD. Layanan medis ditopang lima dokter umum dan dua dokter gigi.

Fasilitas penunjang pun bertambah. Mulai dari layanan USG hingga dua kursi perawatan gigi, meski satu masih dalam proses pengoperasian sambil menunggu tambahan tenaga.

Tak hanya fokus pada layanan kuratif, puskesmas ini juga aktif menjalankan program promotif dan preventif. Petugas rutin turun ke lapangan menangani pasien TBC, HIV, penyakit menular dan tidak menular, serta menggelar edukasi kesehatan.

“Karena puskesmas lebih ke promotif dan preventif. Petugas kami banyak yang bergerak di luar gedung juga,” pungkas Sri.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Buffet Ramadan Rp278 Ribu, Four Points Sajikan 300 Lebih Menu Premium

0
Suasana buka puasa di Four Points by Sheraton Balikpapan.
BALIKPAPAN – Pilihan lokasi buka puasa bersama di Kota Balikpapan kembali bertambah. Four Points by Sheraton Balikpapan menghadirkan paket buffet Ramadan bertajuk “Lantern Night of Ramadan” dengan lebih dari 300 pilihan menu yang dibanderol Rp278 ribu per orang.
Director of Sales and Marketing Four Points by Sheraton Balikpapan, Andika Surya Buana, menjelaskan konsep yang diusung tidak hanya menyajikan makan malam, tetapi juga pengalaman berbuka dengan suasana hangat bernuansa lampion khas perayaan Imlek yang berpadu dengan atmosfer Ramadan.

Menu andalan Four Points by Sheraton Balikpapan, Lamb Ouzi.
Dengan harga di bawah Rp300 ribu, tamu dapat menikmati konsep all you can eat mulai dari aneka takjil tradisional, hidangan Timur Tengah seperti Lamb Ouzi, sajian Chinese food dan Japanese cuisine, hingga kuliner Nusantara seperti sate Padang.
“Es Kuwentel dan brisket premium juga menjadi menu unggulan dalam promo Ramadan tahun ini,” ujarnya.
Menu yang disajikan akan dirotasi setiap hari, sehingga tamu yang datang lebih dari satu kali tetap mendapatkan variasi hidangan berbeda. Restoran memiliki kapasitas 150 orang, dan dapat menampung hingga 300 tamu apabila area outdoor difungsikan.
Fasilitas tersebut memungkinkan penyelenggaraan buka puasa bersama dalam skala besar, baik untuk perusahaan maupun keluarga besar. Tersedia pula ruang privat berkapasitas 60–80 orang.
Untuk reservasi grup, hotel menawarkan promo Buy 10 Get 1 Free serta kesempatan mendapatkan doorprize elektronik seperti microwave, mesin cuci, hingga televisi. Program Ramadan ini berlangsung mulai 20 Februari hingga 17 Maret 2026.
Selain paket berbuka, Four Points juga menyediakan paket menginap seharga Rp1.190.000 per malam untuk dua orang, termasuk sahur dan buka puasa.
Dengan lebih dari 300 pilihan menu dan harga Rp278 ribu per orang, paket ini menjadi salah satu alternatif buffet Ramadan hotel di Balikpapan yang kompetitif pada Ramadan 2026. (MK)
Editor: Agus S

Ramadan Datang, Cabai Tiung di Paser Melonjak Tajam

0
Lapak pedagang di Pasar Induk Penyembolum Senaken.

PASER – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok di Pasar Induk Penyembolum Senaken mulai bergerak naik. Komoditas yang paling mencolok adalah cabai tiung yang sempat menyentuh Rp90 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Paser, Yusuf, menyampaikan bahwa lonjakan terutama terjadi pada komoditas bumbu dapur menjelang Ramadan.

“Cabai tiung dari Rp60 ribu menjadi Rp90 ribu per kilogram. Cabai keriting naik dari Rp30 ribu ke Rp40 ribu kemarin. Tapi sekarang sudah mulai turun,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga cabai tiung masih bervariasi. Ada pedagang yang menjual Rp90 ribu per kilogram, namun sebagian lain mulai menurunkan harga hingga Rp75 ribu.

Salah satu pedagang, Asri, mengaku harga sempat melonjak lebih tinggi sebelum akhirnya berangsur turun.

“Sempat Rp100 ribu, sekarang sudah turun. Saya modal beli kemarin Rp90 ribu, tapi karena lama, saya jual Rp75 ribu saja,” katanya.

Selain cabai, sejumlah komoditas lain ikut mengalami kenaikan ringan. Tomat naik dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram, kentang dari Rp20 ribu menjadi Rp22 ribu, serta bawang merah dari Rp45 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga cabai keriting hijau masih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, cabai keriting merah Rp45 ribu, dan cabai teropong Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini diperkirakan dipicu meningkatnya permintaan menjelang Ramadan serta faktor distribusi pasokan. Disperindagkop UKM Paser memastikan pemantauan rutin terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasaran. (MK)

Editor: Agus S

Distribusi BBM ke Krayan Kembali Normal, Pertamina Pastikan Stok Aman

0
Pesawat Air Tractor AT-802 saat mendistribusikan Pertalite ke SPBU 3T, Krayan.

BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM Satu Harga ke wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tetap berjalan aman dan normal meski sebelumnya sempat terjadi insiden pesawat kargo.

Melalui koordinasi intensif antara Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan dan PT Patra Logistik sebagai anak usaha yang menangani aspek logistik, pengiriman BBM ke kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) kembali dilaksanakan sesuai jadwal.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa pengiriman pada Sabtu (21/2/2026) dilakukan menggunakan armada pesawat Air Tractor AT-802 untuk mendistribusikan Pertalite ke SPBU 3T Krayan.

“Alhamdulillah, berkat koordinasi dan best effort seluruh tim serta sinergi Pertamina Patra Niaga dan Patra Logistik, proses administrasi maupun operasional pengiriman berjalan lancar sehingga supply BBM ke Krayan tetap terjaga,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Ia menegaskan, stok BBM di Krayan dalam kondisi aman dan pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung tanpa gangguan. Distribusi ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan Program BBM Satu Harga, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah 3T.

“Program ini bertujuan memastikan akses energi yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di wilayah terpencil dan perbatasan,” jelasnya.

Pertamina Patra Niaga juga memastikan pengawasan dan koordinasi akan terus diperkuat agar distribusi energi tetap optimal dan andal.

Masyarakat dapat memperoleh informasi layanan dan distribusi energi melalui Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, atau media sosial @pertamina135. (MK)

Editor: Agus S

Antusias Tinggi, Seleksi Perangkat Desa Tapis Gunakan Sistem CAT

0
Kantor Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot

PASER – Antusiasme warga mengikuti seleksi perangkat Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, membludak. Sebanyak 100 orang mendaftar untuk mengisi satu posisi perangkat desa yang kosong.

Dari total pendaftar, sekitar separuh dinyatakan gugur pada tahap seleksi administrasi. Sisanya melaju ke tahap berikutnya, yakni tes tertulis berbasis Computer Assisted Test (CAT), sistem yang lazim digunakan dalam rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Desa Tapis, Dody Ismanu, menjelaskan ujian tertulis digelar pada Senin, 23 Februari 2026, mulai pukul 08.30 Wita di ruang CAT Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Paser.

“Peserta wajib mengenakan kemeja putih dan celana kain hitam saat mengikuti tes CAT,” ujar Dody, Minggu (21/2/2026).

Menurutnya, penggunaan sistem CAT merupakan upaya memperketat proses seleksi agar lebih objektif dan transparan. Seluruh persyaratan telah diumumkan sejak awal pendaftaran dibuka.

“Semenjak pendaftaran dibuka, peminatnya sangat banyak. Karena itu sistem seleksi kami perketat dengan CAT,” jelasnya.

Soal ujian disusun oleh akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Tanah Grogot, guna menjamin kualitas materi tes serta independensi proses seleksi.

Dody menyebut, penerapan CAT untuk penjaringan perangkat desa ini menjadi yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Paser.

“Sistem CAT untuk seleksi perangkat desa ini perdana di Paser,” ungkapnya.

Ketua Tim Seleksi Penjaringan, Anwar Sahada, menambahkan setelah tes tertulis dan praktik, tahapan berikutnya adalah wawancara yang dijadwalkan pada Selasa, 24 Februari 2026. Pengumuman hasil akhir akan disampaikan pada Jumat, 26 Februari 2026.

Ia menegaskan, seleksi ketat ini bertujuan menghasilkan perangkat desa yang memiliki kompetensi, wawasan, dan integritas.

“Dengan sistem yang lebih objektif, kami berharap terpilih perangkat desa yang benar-benar unggul dan siap bekerja untuk masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S