Beranda blog Halaman 74

Polisi Bongkar Jaringan Narkotika di THM Balikpapan, Tiga Perempuan Jadi Tersangka

0
Tiga perempuan yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) diamankan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur dalam Operasi Antik Mahakam 2026 terkait dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam Balikpapan. (Foto: Istimewa)

BALIKPAPAN – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur membongkar dugaan peredaran narkotika di tempat hiburan malam (THM) Balikpapan dalam Operasi Antik Mahakam 2026. Tiga perempuan yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) ditangkap, sementara penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak manajemen THM dalam jaringan tersebut.

Operasi dilaksanakan pada 25–26 Juli 2026 mulai pukul 22.00 hingga 03.30 Wita dengan menyasar dua lokasi tempat hiburan malam di Balikpapan. Kegiatan memadukan operasi tertutup untuk memburu pelaku peredaran narkotika dan operasi terbuka berupa razia serta tes urine terhadap pengunjung maupun pekerja.

Operasi dipimpin langsung Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, dengan melibatkan lebih dari 200 personel gabungan dari Ditresnarkoba, Ditsamapta, Ditintelkam, Brimob, Bidang Humas, Bidang Propam, Bidang TIK, Bid Dokkes, serta personel Polisi Militer TNI AD dan TNI AU.

Dalam operasi terbuka, petugas melakukan pemeriksaan urine secara acak terhadap pengunjung dan LC di dua lokasi. Dua sampel sempat menunjukkan hasil yang meragukan, namun setelah dilakukan pemeriksaan ulang sesuai prosedur, seluruh hasil dinyatakan negatif. Di lokasi lain, sebanyak 20 orang yang terdiri atas sembilan laki-laki dan 11 perempuan juga menjalani tes urine dengan hasil seluruhnya negatif.

Romylus mengatakan pengungkapan kasus justru berhasil melalui operasi tertutup setelah penyidik lebih dahulu mengantongi informasi mengenai dugaan peredaran ekstasi di salah satu THM.

“Sekitar pukul 22.55 Wita, petugas mengamankan dua perempuan berinisial R dan D di Room 76 Seven Six Balikpapan. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan delapan butir diduga ekstasi dengan berat bruto sekitar 3,14 gram, uang tunai Rp7 juta, serta dua unit telepon genggam,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Dari pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku memperoleh narkotika tersebut dari seorang perempuan berinisial T yang juga berada di Room 76. Polisi kemudian mengamankan T dan melakukan pengembangan ke kediamannya di kawasan Perum PGRI, Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.

Sekitar pukul 02.17 Wita, petugas menemukan enam paket diduga ganja dengan berat bruto 7,43 gram serta 23 butir diduga ekstasi dengan berat bruto 9,5 gram. Polisi juga menyita telepon genggam, plastik bening, kertas rokok, kantong plastik, serta sejumlah perlengkapan yang diduga digunakan untuk mengemas narkotika.

“Dalam pemeriksaan, T mengaku memperoleh narkotika dari seorang perempuan berinisial SA yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). T juga mengaku telah menerima pasokan narkotika dari pemasok tersebut selama kurang lebih lima bulan dengan sistem ‘jejak’ atau peta lokasi sebelum diedarkan kembali,” jelas Romylus.

Ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial R (28), perempuan asal Garut, Jawa Barat, D (32), perempuan asal Bekasi, Jawa Barat, dan T (25), perempuan asal Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana disesuaikan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Penyidik juga masih mengembangkan perkara untuk mengungkap jaringan pemasok sekaligus menelusuri dugaan keterlibatan pihak manajemen tempat hiburan malam dalam aktivitas peredaran narkotika tersebut.

“Selain proses hukum terhadap para tersangka, penyidik Ditresnarkoba Polda Kaltim juga masih mendalami dugaan keterlibatan pihak manajemen tempat hiburan malam terkait aktivitas peredaran narkotika yang terungkap dalam operasi tersebut,” tutup Romylus. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S.

Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu di Tenggarong, Dua Pemuda Jadi Tersangka

0
Dua tersangka bersama barang bukti sabu yang diamankan Satresnarkoba Polres Kutai Kartanegara dalam Operasi Antik Mahakam 2026. (Foto: Istimewa)

TENGGARONG – Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara menangkap dua pemuda yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di Tenggarong. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita tiga bungkus sabu dengan berat kotor 62,06 gram.

Keduanya berinisial DA (25) dan I (24). Mereka ditangkap dalam rangka Operasi Antik Mahakam 2026 dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasat Resnarkoba Polres Kukar, AKP Aulia Hadi Rahman, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di area parkir Hotel Lisha Tenggarong, Jumat (24/7/2026).

Tim Opsnal Satresnarkoba kemudian melakukan penyelidikan untuk memastikan informasi tersebut. Hasilnya mengarah kepada DA yang telah masuk dalam target operasi.

“Hasil penyelidikan mengarah pada TO Operasi Antik Mahakam 2026, yakni DA yang berhasil diamankan saat turun dari mobil yang dikendarainya menuju lobi Hotel Lisha Tenggarong,” kata Aulia, Minggu (26/7/2026).

Tak lama setelah DA diamankan, petugas menangkap I yang masih berada di dalam mobil tersebut. Polisi kemudian menggeledah badan, pakaian, dan kendaraan yang digunakan kedua tersangka.

Dari penggeledahan itu, petugas menemukan tiga bungkus plastik bening yang diduga berisi sabu dengan berat kotor 62,06 gram. Barang tersebut disimpan di dalam kantung kain berwarna hitam yang ditemukan di bawah tempat duduk dan bagian atas dasbor mobil.

Polisi juga menyita satu timbangan digital, sejumlah plastik klip yang diduga digunakan sebagai kemasan, serta dua unit telepon genggam.

Seluruh barang bukti kini diperiksa penyidik untuk mengembangkan perkara dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain. Polisi juga masih mendalami asal barang, jalur distribusi, serta peran masing-masing tersangka.

“Saat ini kedua tersangka beserta barang bukti diamankan di Mako Polres Kukar guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Aulia.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Edi Oloan: Relawan Jadi Mitra Strategis Kawal Program Pro-Rakyat

0
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN, Edi Oloan Pasaribu, mengukuhkan relawan PAN di Lapangan Futsal Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. (Foto: Ady/Media Kaltim)

TENGGARONG – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Edi Oloan Pasaribu, memperkuat jaringan relawan hingga tingkat rukun tetangga (RT) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program pro-rakyat yang diperjuangkannya dapat benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak menerima manfaat.

Penguatan jaringan relawan ditandai dengan pelantikan relawan PAN yang dipusatkan di Lapangan Futsal Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kukar dan menjadi bagian dari agenda konsolidasi relawan PAN di kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Sejak pagi, peserta mulai memadati lokasi dengan mengenakan atribut PAN. Mereka mengikuti prosesi pengukuhan yang diharapkan mampu memperkuat jaringan relawan hingga tingkat RT.

Edi mengatakan pelantikan di Kutai Kartanegara merupakan daerah keempat di Kalimantan Timur yang melaksanakan agenda konsolidasi relawan tersebut.

“Kita saat ini di Kutai Kartanegara ini adalah agenda nasional. Kita di Kaltim sudah mengadakan pelantikan relawan di setiap kabupaten kota. Ini kabupaten kota yang keempat,” kata Edi.

Menurutnya, pembentukan relawan bukan sekadar memperluas jaringan organisasi, tetapi juga membangun mitra strategis yang dapat membantu mengawal penyaluran berbagai program pemerintah pusat yang diperjuangkannya melalui DPR RI agar tepat sasaran.

Ia menilai berbagai program pro-rakyat telah berjalan, namun pemerataan manfaatnya masih perlu terus diperkuat. Karena itu, keberadaan relawan hingga tingkat RT dinilai penting untuk memetakan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan informasi mengenai program pemerintah dapat diterima seluruh lapisan warga.

“Kita ingin membangun mitra strategis, saya sebagai anggota DPR RI, ingin program-program strategis, program-program pro-rakyat yang saya distribusikan itu betul-betul tepat sasaran,” ujarnya.

Edi menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum konsolidasi bersama DPW PAN Kalimantan Timur dan DPC PAN Kutai Kartanegara dalam membangun jaringan relawan di setiap RT.

Menurutnya, pola tersebut diharapkan mampu mewujudkan pemerataan manfaat program pemerintah sehingga seluruh masyarakat memperoleh hak yang sama tanpa memandang wilayah maupun latar belakang.

“Kita ingin menghadirkan seperti sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ini metode saya untuk mendistribusikan program-program rakyat secara merata,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, melalui sambutan yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Kukar, Lukman, mengapresiasi pelaksanaan pengukuhan relawan tersebut.

Menurutnya, partai politik memiliki peran penting dalam pendidikan politik, kaderisasi kepemimpinan, sekaligus menjadi saluran aspirasi masyarakat.

Ia berharap keberadaan relawan tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dengan wakil rakyat serta ikut menjaga kondusivitas daerah.

“Atas nama Pemkab Kukar, saya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Lukman.

Ia juga mengingatkan agar relawan tetap hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat momentum politik berlangsung.

“Relawan yang baik bukan hanya hadir ketika momentum politik berlangsung. Relawan yang baik adalah mereka yang tetap hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan warga, membantu menyelesaikan persoalan sosial, ikut mengawal bantuan agar tepat sasaran, serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan bangsa,” tutupnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Selamat Jalan Troy Pantouw, Sahabat Media di IKN

0
Rekaman tangkapan di youtube, kini menjadi kenangan. Sosok yang selalu terbuka kepada media, kini telah berpulang. Selamat jalan, Troy Pantouw. Foto: Tangkapan Video Dianrana

Saya tidak menyangka, pertemuan di acara Pengukuhan Pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim di Grand Tjokro Balikpapan, pada Rabu, 20 Mei 2026 lalu, menjadi pertemuan terakhir saya dengan Troy Harold Yohanes Pantouw.

Saat itu, Pak Troy hadir sebagai Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Ia menjadi salah satu pembicara yang menjelaskan perkembangan pembangunan ibu kota baru. Seperti biasanya, penyampaiannya sistematis dan mudah dipahami.

Saya tidak pernah membayangkan itulah pertemuan terakhir.

Rusun ASN 3 Tower 6 di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, lokasi ditemukannya Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, dalam kondisi meninggal dunia, Jumat (25/7/2026) malam. (Foto: Rizky/Media Kaltim)

Saya mulai mengenal Pak Troy lebih dekat ketika Media Kaltim menggelar Fun Run di kawasan IKN pada Mei 2025. Saat itu kami menjadi media pertama yang menyelenggarakan event olahraga skala besar di kawasan IKN.

Persiapannya tidak mudah. Banyak hal yang harus dikoordinasikan, mulai dari perizinan, pengamanan, hingga teknis pelaksanaan di lapangan.

Di situlah komunikasi kami mulai intens. Pak Troy menjadi salah satu orang yang banyak membantu kelancaran koordinasi. Hampir setiap kebutuhan informasi selalu direspons dengan baik. Kalau sedang rapat, ia biasanya akan membalas setelah selesai. Kalau belum memiliki jawaban, ia tidak pernah memberikan informasi yang mengambang. Ia memilih memastikan dulu sebelum menyampaikan kepada media.

Aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di area Rusun ASN 3 Tower 6 usai penemuan jenazah Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw. (Foto: Rizky/Media Kaltim)

Bagi kami yang setiap hari bekerja mencari dan memastikan kebenaran informasi, sikap seperti itu sangat membantu.

Setelah Media Kaltim membuka Biro IKN, komunikasi semakin sering dilakukan melalui Kepala Biro kami, Rizky Maulana. Hampir setiap agenda Otorita IKN selalu ada koordinasi.

Kadang soal konferensi pers, kunjungan pejabat, perkembangan proyek, hingga sekadar meminta konfirmasi atas informasi yang beredar. Pak Troy hampir selalu membuka ruang komunikasi.

Ia paham bahwa wartawan membutuhkan informasi yang cepat. Di sisi lain, ia juga menjaga agar informasi yang keluar tetap akurat. Sikap seperti itu tidak selalu mudah ditemui.

Beberapa pekan sebelum kepergiannya, kami masih sempat berkomunikasi. Menjelang pelaksanaan Media Kaltim Network Appreciation Night di Harris Hotel Samarinda pada 14 Juli 2026, Media Kaltim menyampaikan undangan kepada Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, para deputi, serta sejumlah pejabat Otorita IKN, termasuk Pak Troy Pantouw.

Pak Troy menerima undangan tersebut dan menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih. Namun, karena pada saat yang sama Otorita IKN memiliki agenda yang telah terjadwal, beliau tidak dapat hadir. Kepala Otorita IKN beserta para deputi juga berhalangan karena kesibukan menjalankan agenda di IKN.

Meski demikian, Otorita IKN tetap memberikan perhatian dengan mengutus Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif OIKN, Muhsin Palinrungi, untuk mewakili institusi menghadiri Media Kaltim Network Appreciation Night.

Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di depan kamar 102 Rusun ASN 3 Tower 6, tempat Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, ditemukan meninggal dunia. (Foto: Rizky/Media Kaltim)

Kehadiran beliau menjadi bentuk penghormatan sekaligus memperlihatkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Otorita IKN dan Media Kaltim.

Saat itu saya berpikir kami akan bertemu di kesempatan lain. Ternyata tidak. Undangan yang belum sempat dipenuhi itu menjadi salah satu komunikasi terakhir kami dengan Pak Troy.

Karena itulah, saya cukup kaget ketika menerima kabar Pak Troy meninggal dunia pada Sabtu (25/7). Selama ini saya tidak pernah mendengar beliau memiliki riwayat penyakit yang serius.

Terakhir saya melihat aktivitasnya, beliau masih tampak sehat, aktif menghadiri berbagai kegiatan, dan tetap menjadi wajah Otorita IKN di hadapan media. Bahkan beberapa kali saya melihat unggahan aktivitasnya di kawasan IKN seperti biasa.

Dari informasi yang saya terima dari rekan-rekan Media Kaltim Biro IKN, kemudian diperkuat keterangan resmi kepolisian dan Otorita IKN, sekitar pukul 06.00 WITA Pak Troy sudah bangun dan beraktivitas seperti biasa di kamar huniannya di Rusun ASN 3 Tower 6, Kamar 102, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN.

Hari itu sebenarnya beliau memiliki agenda memimpin ibadah di sebuah gereja di Balikpapan. Sekitar pukul 08.00 WITA beliau dijadwalkan berangkat.

Namun waktu terus berjalan. Sopir pribadi mulai menghubungi beliau. Tidak diangkat. Beberapa rekan kerja ikut mencoba menelepon. Tetap tidak ada jawaban.

Mereka mulai merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Pak Troy dikenal disiplin terhadap waktu. Jika ada agenda, hampir tidak pernah terlambat tanpa memberi kabar.

Di saat yang hampir bersamaan, petugas kebersihan yang hendak membersihkan kamar juga tidak bisa masuk karena pintu terkunci dari dalam.

Kekhawatiran semakin besar. Pengelola rusun kemudian berkoordinasi dengan kepolisian.

Sekitar pukul 13.47 WITA laporan diterima Polresta Kawasan IKN. Polisi bersama petugas pemadam kebakaran mendatangi lokasi. Pintu kamar beberapa kali diketuk sambil memanggil nama korban, tetapi tidak ada respons.

Akhirnya petugas memutuskan masuk melalui jendela. Di dalam kamar, Pak Troy ditemukan sudah meninggal dunia.

Tim Inafis segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah dievakuasi ke RS Hermina IKN, kemudian dirujuk ke RS Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sambil menunggu kedatangan keluarga dari Jakarta.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun indikasi tindak pidana.

Belakangan Otorita IKN menyampaikan bahwa berdasarkan informasi keluarga, Pak Troy memang memiliki riwayat hipertensi dan rutin mengonsumsi obat.

Dugaan sementara, beliau meninggal karena faktor kesehatan. Meski demikian, seluruh prosedur pemeriksaan tetap dilakukan oleh kepolisian.

Yang paling saya ingat dari Pak Troy adalah cara beliau berkomunikasi dengan wartawan.

Beliau terbuka, mudah dihubungi, dan tidak pernah membedakan media besar maupun kecil. Sikap itu yang membuat banyak wartawan menghormati dan mengenangnya.

Saya masih menyimpan dokumentasi saat Fun Run Media Kaltim di IKN pada 2025. Saya juga masih mengingat undangan Media Kaltim Network Appreciation Night yang belum sempat beliau penuhi. Saat itu saya mengira kami hanya menunda pertemuan. Ternyata, itulah salah satu komunikasi terakhir kami.

Selamat jalan, Pak Troy.

Terima kasih atas persahabatan, keterbukaan, dan komunikasi yang selama ini terjalin dengan Media Kaltim.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima seluruh amal baikmu, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan Ibu Shinta, kedua putra, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan.

Bagi kami di Media Kaltim, Pak Troy bukan hanya Juru Bicara Otorita IKN. Beliau adalah mitra yang selalu terbuka dan menghargai kerja jurnalistik. Itulah sosok yang akan kami kenang. (*)

Oleh: Agus Susanto

Diduga Tabrak Pot Pembatas Jalan, Pengendara Motor Alami Kecelakaan Tunggal di Jalan Sultan Syahrir

0
Korban dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil pick up. (Ist).

BONTANG – Seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan tunggal, di Jalan Sultan Syahrir, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (26/7/2026) sore.

Berdasarkan pantauan di lokasi, korban merupakan seorang pria yang mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm. Saat ditemukan warga, korban mengalami luka di bagian wajah dan telah menjadi perhatian sejumlah pengguna jalan yang melintas.

“Saya kurang tahu pasti penyebabnya apa, yang jelas pas saya lewat tadi sudah banyak orang mengerubungi. Muka korban juga penuh luka,” ujar salah seorang pengendara yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Keterangan serupa juga disampaikan saksi lainnya, dimana para pengendara menduga kecelakaan terjadi setelah sepeda motor yang dikendarai korban, menabrak pot pembatas jalan hingga hancur.

“Sepertinya dia nabrak pot, kecelakaan tunggal juga. Korban sudah langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” katanya.

Akibat benturan tersebut, pot yang berada di bagian pembatas jalan terlihat pecah dan berserakan, di sekitar lokasi kejadian. Korban pun dievakuasi menggunakan mobil pick up yang kebetulan melintas.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan maupun kondisi terkini korban. Aparat kepolisian juga masih berupaya melakukan penyelidikan, untuk memastikan kronologi dan penyebab insiden tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bontang Minim Pekerja Skill di Ketinggian, 31 Peserta Dicetak Punya Lisensi dan Kompetensi

0
Para peserta berlatih menggunakan APD di ketinggian. (Yusva Alam)

BONTANG — Tangga yang biasanya berfungsi untuk naik ke lantai teratas Gedung Depo Arsip, Minggu (26/6/2026) beralih fungsi. Tangga dari baja yang berada tepat di sisi luar gedung dan bersebelahan dengan Gedung Perpustakaan Daerah (perpusda) Bontang itu, dipakai untuk berlatih bekerja di ketinggian.

Sekira pukul 10.30 wita, di tengah teriknya matahari di area bawah tangga tampak berjejer Alat Pelindung Diri (APD), body harness, dan beragam alat keselamatan diri. Tali-temali bergelantungan. Satu per satu pria-pria dewasa itu terlihat belajar mengenakan full body harness, helm keselamatan dengan dibimbing instruktur sebelum mulai menaiki tali.

Sebagian lainnya terlihat bergelantungan. Naik ke atas lalu turun lagi. Sembari mencoba-coba berlatih menggunakan alat-alat keselamatan yang telah terpasang lengkap di badan mereka.

Para pria itu rupanya mengikuti pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ketinggian dengan skema Tenaga Kerja Pada Ketinggian (TKPK), yang diadakan Prosyd Akademi bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang. Diikuti 31 peserta yang seluruhnya berasal dari Kota Bontang.

Kegiatan ini berlangsung selama 8 hari. Rinciannya, 7 hari untuk materi teori dan praktik, serta 1 hari untuk ujian atau asesmen yang dilaksanakan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Perwakilan Prosyd Kota Bontang, Syahril, mengatakan pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki keahlian khusus dan lisensi untuk bekerja di tempat tinggi dengan sistem akses tali.

“Selama ini setiap ada pekerjaan di ketinggian, kebanyakan pekerjanya didatangkan dari luar Bontang. Di Bontang sendiri masih jarang tenaga kerja yang memiliki kompetensi ini dan memiliki sertifikasi kompetensinya,” ujar Syahril.

Menurutnya, ketersediaan tenaga kerja bersertifikat TKPK sangat dibutuhkan untuk mendukung proyek-proyek di Bontang yang berkaitan dengan pekerjaan di ketinggian.

“Target kami semua peserta memiliki skill dan kompetensi di bidang TKPK. Sehingga nanti ketika ada pekerjaan di Bontang yang membutuhkan skill di ketinggian, kita sudah punya tenaga kerja yang memiliki skill itu dan bersertifikasi,” jelasnya.

Setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, peserta akan mendapatkan pengetahuan teknis K3 ketinggian serta 2 sertifikat. Sertifikat pertama berupa sertifikat pembinaan dari Prosyd Akademi, dan sertifikat kedua adalah sertifikat kompetensi dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Dengan adanya 31 tenaga kerja baru bersertifikat ini, diharapkan ketergantungan terhadap tenaga kerja luar untuk pekerjaan di ketinggian di Bontang dapat berkurang, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Penulis/editor: Yusva Alam

Pendaftaran SNT IKN Dibuka, Siswa Akan Ikuti Tes Skolastik

0
Gedung Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) IKN yang mulai membuka pendaftaran peserta didik baru jenjang SMP dan SMA untuk Tahun Ajaran 2026/2027. (Foto: Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi membuka pendaftaran peserta didik baru jenjang SMP dan SMA hingga 27 Juli 2026. Sekolah yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dipastikan terbuka bagi masyarakat umum, khususnya anak-anak yang tinggal di kawasan sekitar IKN, dan tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga pegawai Otorita IKN maupun instansi pemerintah.

Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan kehadiran SNT bertujuan meningkatkan mutu pendidikan melalui sistem pembelajaran berstandar nasional yang diperkaya pendekatan internasional.

“Sekolah ini PSN (Proyek Strategis Nasional) ya, tahun ini ada 17 sekolah di Indonesia, termasuk di IKN yang segera beroperasi. Ini bukan sekolahnya pegawai IKN ya, tapi ini sekolah inklusif untuk anak-anak atau peserta didik di sekitar IKN juga,” ungkapnya saat ditemui di Gedung Kemenko 4 KIPP IKN, Kamis (23/7/2026).

Menurut Alimuddin, proses seleksi kepala sekolah telah rampung dan kini tinggal menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sementara itu, pemerintah juga tengah menyiapkan proses rekrutmen guru, tenaga kependidikan, hingga tenaga pendukung seperti petugas kebersihan.

“Jadi ada guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, semua akan dipersiapkan. Termasuk komponen-komponen yang dibutuhkan untuk SNT termasuk cleaning service maupun petugas kebersihan,” jelas mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Penajam Paser Utara tersebut.

Ia menjelaskan SNT merupakan program pendidikan unggulan nonasrama yang mencakup jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Di IKN, sekolah ini dibangun di Kawasan Strategis 1A dengan konsep modern sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan di ibu kota negara.

Untuk tahap awal, pendaftaran dibuka bagi jenjang SMP dan SMA, sedangkan penerimaan peserta didik SD akan disesuaikan dengan kebutuhan. Seluruh calon siswa nantinya wajib mengikuti tes skolastik yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus 2026. Tes tersebut bertujuan memetakan kemampuan akademik sekaligus kebutuhan pembelajaran masing-masing peserta didik.

“Jadi tetap ada tes ya, untuk mengetahui kemampuan maupun kekurangan siswa,” katanya.

Selain menerapkan kurikulum nasional plus, SNT IKN juga akan menggunakan bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar. Seluruh proses pembelajaran didukung fasilitas berbasis digital guna menunjang kualitas pendidikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Kaltim, sekolah ini juga tengah menyiapkan seragam dengan desain khusus yang dirancang oleh perguruan tinggi seni. Selain itu, pemerintah merencanakan penyediaan laptop bagi peserta didik serta layanan antar-jemput dengan sistem titik kumpul untuk memudahkan akses siswa menuju sekolah.

Program SNT merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.

Pendanaan program tersebut menjadi bagian dari prioritas nasional melalui sinergi pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendikdasmen, bersama pemerintah daerah. SNT juga diproyeksikan memperoleh dukungan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dengan nilai yang lebih besar dibandingkan sekolah reguler.

Pada 2026, pemerintah menyiapkan 37 lokasi SNT di berbagai daerah. Sebanyak 17 sekolah, termasuk SNT IKN, ditargetkan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya akan mulai dibangun tahun ini dan menerima peserta didik pada 2027.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

Terumbu Karang Berau Jadi Fokus, Kapal Wisata Diawasi Lebih Ketat

0
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menegaskan pengawasan kapal wisata di perairan Berau akan diperketat untuk melindungi kawasan konservasi dan ekosistem terumbu karang. (Dok. Pemprov Kaltim)

BERAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memperketat pengawasan terhadap aktivitas kapal wisata yang beroperasi di perairan Kabupaten Berau. Langkah tersebut diambil menyusul masih ditemukannya kapal dari luar daerah yang memasuki kawasan konservasi dan menjatuhkan jangkar di lokasi yang berpotensi merusak ekosistem terumbu karang.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengatakan penataan lalu lintas kapal wisata menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan konservasi bahari yang menjadi daya tarik utama pariwisata Berau. Menurutnya, kapal-kapal yang datang dari luar Kalimantan Timur wajib mematuhi aturan yang berlaku dan tidak diperkenankan memasuki zona konservasi maupun kawasan yang memiliki ekosistem sensitif.

“Yang pertama memang harus kita atur kapal-kapal yang datang dari luar Kaltim agar mereka tidak masuk ke wilayah-wilayah konservasi, terutama kawasan terumbu karang,” ujarnya.

Rudy menjelaskan pemerintah daerah saat ini juga mendapat arahan dari Kementerian Dalam Negeri untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk dari sektor pariwisata bahari. Namun, peningkatan pendapatan tersebut harus tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Ia mencontohkan kawasan Kanal Maratua yang telah dikenal wisatawan mancanegara karena fenomena Tornado Barracuda, yakni kumpulan ribuan ikan barracuda yang berenang membentuk pusaran. Kawasan tersebut memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomi yang tinggi sehingga harus mendapat perlindungan maksimal.

“Daerah kanal itu sangat diwanti-wanti untuk dijaga agar terumbu karangnya tidak rusak. Di situ ada fenomena Tornado Barracuda yang menjadi daya tarik wisata dunia, sehingga harus benar-benar kita lindungi,” katanya.

Menurut Rudy, kerusakan terumbu karang akibat jangkar kapal bukan persoalan yang dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, hingga ekosistem tersebut kembali seperti semula. Karena itu, pengawasan terhadap setiap kapal yang memasuki wilayah perairan Berau akan diperketat melalui koordinasi lintas instansi.

“Karena itu, pengawasan kepada setiap kapal yang masuk ke wilayah Berau akan diperketat melalui koordinasi lintas instansi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Kaltim telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Berau agar seluruh kapal yang beroperasi memenuhi ketentuan perizinan. Setiap kapal yang memasuki wilayah Berau wajib memiliki Surat Izin Berlayar (SIB), sementara pergerakan kapal harus dapat dipantau oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Mestinya kalau kapal masuk ke Berau, KSOP mengetahui kapal apa yang datang, termasuk Estimated Time of Arrival (ETA)-nya,” pungkasnya.

Pewarta: Srn
Editor: Agus S.

Warga Terkejut, Mobil Berisi Ratusan Botol Miras Diamankan Satpol PP

0
Petugas Satpol PP Kota Samarinda membuka mobil yang digunakan untuk menyimpan ratusan botol minuman keras ilegal di kawasan Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. (Foto: Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda mengamankan sebuah mobil yang diduga digunakan sebagai tempat penyimpanan ratusan botol minuman keras (miras) ilegal di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sekitar 20 dus berisi ratusan botol minuman beralkohol tanpa izin.

Temuan tersebut menyita perhatian karena lokasi penyimpanan berada tepat di samping Masjid Fathul Hair, salah satu tempat ibadah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat setempat.

Pengungkapan kasus bermula dari hasil pengawasan Satpol PP terhadap dugaan peredaran minuman beralkohol tanpa izin di kawasan tersebut. Petugas kemudian mencurigai sebuah warung yang diduga menyimpan miras di dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari bangunan masjid.

Ketua RT 18 Kelurahan Air Putih, Kurnia Edi, mengaku terkejut mengetahui adanya ratusan botol miras di lingkungan tempat tinggalnya. Menurutnya, selama ini tidak pernah ada laporan maupun keluhan warga terkait aktivitas tersebut.

“Tidak tahu. Tidak ada pengaduan apa-apa dari warga, baru kali ini ketahuan,” ujarnya saat ditemui wartawan di lokasi.

Ia mengatakan warga maupun pengurus masjid memang sering melihat kendaraan tersebut terparkir di lokasi, namun tidak pernah menduga mobil itu digunakan untuk menyimpan minuman keras.

“Pihak masjid juga baru tahu tadi dan kaget sekali. Kalau mobilnya parkir di sini memang mereka tahu, cuma tidak ada yang tahu kalau isinya ternyata minuman keras,” katanya.

Pemilik Warung Diminta Hentikan Aktivitas

Menyusul temuan tersebut, pihak kelurahan bersama pengurus lingkungan langsung berkoordinasi untuk mengambil langkah tegas. Aktivitas penjualan minuman keras secara sembunyi-sembunyi di kawasan permukiman, terlebih berada di dekat rumah ibadah, dinilai meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan dampak sosial.

Kurnia Edi menegaskan pemilik warung tidak lagi diperbolehkan menjalankan usahanya di lokasi tersebut.

“Tindak lanjutnya jelas, pemilik warung tidak dibolehkan lagi berjualan di sini. Intinya ini sangat mengganggu dan merusak anak-anak muda. Kami tidak toleransi,” tegasnya.

Seluruh barang bukti berupa puluhan dus berisi ratusan botol minuman keras beserta kendaraan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan telah diamankan Satpol PP Kota Samarinda.

Kasus tersebut selanjutnya diproses sesuai ketentuan peraturan daerah yang mengatur peredaran minuman beralkohol di Kota Samarinda.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.

Dalih Kunci Hilang Tak Digubris, Satpol PP Temukan Ratusan Botol Miras

0
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, memasang garis pengamanan pada mobil yang digunakan sebagai tempat penyimpanan ratusan botol minuman keras ilegal di kawasan Kelurahan Air Putih, Samarinda. (Foto: Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Upaya pemilik sebuah warung di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, menghindari pemeriksaan Satpol PP Kota Samarinda berakhir gagal. Setelah berulang kali berdalih kunci mobil yang digunakan menyimpan minuman keras (miras) dibawa anaknya, petugas akhirnya membuka kendaraan tersebut dengan bantuan tukang kunci dan menemukan 257 botol minuman beralkohol yang diduga disimpan tanpa izin.

Mobil tersebut terparkir di dekat Masjid Fathul Hair, tepat di samping warung milik pemilik barang. Temuan itu merupakan hasil pengawasan dan pengamatan lapangan (wasmatlitri) Satpol PP terhadap dugaan peredaran minuman beralkohol ilegal di kawasan tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan proses pemeriksaan sempat berlangsung cukup lama karena pemilik kendaraan tidak bersikap kooperatif dan terus memberikan berbagai alasan saat diminta membuka mobil.

“Pemiliknya modusnya macam-macam. Ada yang bilang kuncinya dibawa anaknya di Loa Duri, terus bilang anaknya di rumah sakit. Secara logika, kalau ditunggu tiga jam dari RS IA Moeis harusnya sudah sampai, tapi kami tunggu dari Maghrib sampai Isya ternyata tidak muncul juga,” ungkap Anis.

Melihat tidak adanya itikad baik dari pemilik, Satpol PP kemudian memutuskan membuka kendaraan menggunakan jasa tukang kunci. Proses tersebut dilakukan tanpa merusak mobil dan disaksikan Ketua RT, warga setempat, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek Samarinda Ulu, hingga lurah setempat.

Mobil Ikut Disita agar Pemilik Kooperatif

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan total 257 botol minuman keras. Sebanyak 21 dus atau sekitar 250 botol berada di dalam mobil, sedangkan lima botol lainnya ditemukan di luar kendaraan.

Anis menyebut modus menyimpan minuman keras di dalam mobil bukan kali pertama dilakukan oleh pemilik tersebut. Karena yang bersangkutan beberapa kali tidak memenuhi panggilan proses hukum, Satpol PP kali ini memutuskan menyita kendaraan beserta seluruh barang bukti.

“Malam ini barang bukti berupa mobilnya juga kami bawa. Supaya apa? Supaya pemiliknya betul-betul kooperatif dan mau datang untuk disidangkan,” tegasnya.

Sebelum petugas membawa kendaraan dari lokasi, pemilik warung sempat menandatangani berita acara penyitaan. Namun, setelah itu ia menutup warung dan meninggalkan lokasi.

Satpol PP memastikan seluruh administrasi penyidikan akan segera dirampungkan sebelum perkara tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan untuk diproses melalui sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.