Beranda blog Halaman 745

Basri-Chusnul Lolos Verifikasi Faktual, Siap Bertarung di Pilkada 2024

0
Basri-Chusnul Lolos Verifikasi Faktual, Siap Bertarung di Pilkada 2024
Komisioner KPU Kota Bontang, Aziz Maidy Muspa. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi pasangan Basri-Chusnul telah terselesaikan dan dinyatakan lolos oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang, Senin (8/7/2024).

Komisioner KPU Kota Bontang, Aziz Maidy Muspa menyatakan, untuk pasangan Basri-Chusnul telah memenuhi syarat dukungannya lewat perorangan yang telah diserahkan, bahkan dari KPU Bontang sendiri sudah memverifikasi secara faktual.

“Kita sudah melaksanakan rapat pleno rekapitulasi, untuk syarat minimal dukungan jalur perseorangan,” ucapnya saat diwawancarai.

Diketahui untuk dukungan lewat jalur perseorangan harus dengan batasan syarat minimal 13.160, dan yang telah didapat dari pasangan Basri-Chusnul sejumlah 14.083 dukungan, dan 13.293 dukungan dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), sehingga untuk 780 dukungan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Minimal kan 13.160 dukungan, dan pasangan Basri-Chusnul 14.083 dukungan berarti memenuhi syarat,” tambahannya.

Adapun rincian yang telah terlampir, untuk bagian Bontang Utara dukungan yang MS sebanyak 60.43, dan untuk TMS 323. Untuk wilayah Bontang Barat sebanyak 1289 dukungan MS, dan 79 TMS. Terakhir di Bontang Selatan ada 5961 MS, dan TMS 378 dukungan.

“Nantinya mereka tinggal menunggu Surat Keputusan (SK), untuk proses pendaftaran di Bulan Agustus mendatang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Komisi II Tegaskan Agar PAD Kota Bontang Dapat Meningkat

0

BONTANG – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Rustam mengatakan, bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) penting untuk ditingkatkan. Hal itu diungkapnya saat rapat dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Senin (8/7/24).

Ia mengatakan, pemerintah sangat proaktif dalam pelaporan kegiatan anggaran semester pertama, mulai Januari hingga Juni 2024. Optimalisasi kinerja dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan 13 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bertanggung jawab atas Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Penting bagi tiap OPD untuk lebih proaktif dalam mencari sumber-sumber pendapatan baru untuk meningkatkan PAD,” jelasnya.

Kontribusi tiap OPD diharapkan dapat dioptimalkan, agar berdampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Rustam menambahkan target PAD Bontang pada tahun ini adalah Rp 245 miliar, ia mengharapkan bisa melebihi target mencapai Rp 300 miliar. Berdasarkan pernyataan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), PAD Bontang masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Kalimantan Timur.

Hal ini pun menjadi dorongan bagi Bapenda untuk lebih proaktif dalam membantu OPD lain dalam memaksimalkan kinerjanya, pergerakan ekonomi Kota Bontang bisa meningkat dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat.

“Komitmen ini menjadi prioritas utama Kota Bontang. Kerja sama yang baik antara Bapenda dan OPD terkait harus dijalankan,” tambahnya.

Untuk mencapai target tersebut, ia menyarankan beberapa strategi yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah lebih memaksimalkan potensi sektor-sektor ekonomi seperti hotel, rumah makan, dan sektor jasa lainnya.

“Mohon Bapenda kalau ada hotel-hotel atau rumah makan yang bandel tidak mau bayar dilaporkan saja,” tutupnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Amir Tosina: Warga Berbas Pantai Ingin Daerahnya Dibangun Layaknya Selambai!

0
Amir Tosina: Warga Berbas Pantai Ingin Daerahnya Dibangun Layaknya Selambai!
Kondisi salah jembatan di Prakla, Berbas Pantai. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan, warga Bontang Selatan khususnya wilayah Prakla, Kelurahan Berbas Pantai menginginkan agar wilayahnya dapat dibangun seperti Selambai, Kelurahan Loktuan.

“Seperti program Kotaku di Selambai. Warga Berbas Pantai Ingin bagaimana wilayah kumuh di sana dapat dibenahi menjadi lebih baik,” jelasnya saat rapat paripurna beberapa waktu lalu.

Karena seringkali laporan dari warga, bahwa jembatan di sana banyak yang sudah rapuh dan ada juga rumah yang tidak ada pembangunan jalan di depan rumahnya, sehingga jangkauan masyarakat untuk beraktivitas menjadi terbatas.

Pihaknya juga telah melakukan sidak pada 4 Juni lalu, untuk melihat kondisi di lapangan. Ia ingin keadilan pembangunan antara Bontang Utara dan Bontang selatan khususnya perumahan yang berada di atas laut.

“Jadi tidak hanya selambai selalu diperbaiki, warga Berbas Pantai juga ingin hal yang sama, oleh sebab itu dinas terkait tolong diperhatikan juga,” ujarnya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menanggapi, bahwa dirinya dan Faisal yang juga anggota DPRD Komisi III saling berkonsultasi terkait program Kotaku untuk pengaplikasiannya di wilayah Prakla.

Pembangunan Selambai saat itu juga telah melalui mekanisme yang panjang, sehingga ia meminta dinas terkait yakni Dinas Perkim untuk melirik dan membicarakan kelanjutan untuk pembangunan wilayah tersebut.

“Saya kira kita satu tujuan untuk itu, jadi kita akan bahas kelanjutannya bersama Dinas Perkim,” ujarnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Turunkan 51 Atlet, Tapak Suci Bontang Sabet 37 Medali di Kejuaraan IPSI Cup

0
Turunkan 51 Atlet, Tapak Suci Bontang Sabet 37 Medali di Kejuaraan IPSI Cup
Perguruan dari TSPM melakukan sesi foto bersama setelah pembagian medali. (Dok).

BONTANG – Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) Kota Bontang, mengikuti pertandingan Kejuaraan Pencak Silat IPSI Bontang Cup, yang berlangsung di GOR Sport Center Loktuan, Minggu (7/7/2024) kemarin.

Ketua TSPM Pimda 068 Kota Bontang, Cahyo Hadi menyampaikan, untuk atlet Tapak Suci (TS) Bontang yang mengikuti pertandingan tersebut terdiri dari 51 atlet, di antaranya kelas Pra Remaja dan Remaja. Pertandingan yang diperlombakan pun meliputi kelas Tanding dan Seni Tunggal, Ganda, Regu (TGS).

“Alhamdulillah dari 51 atlet, kami memperoleh emas 13, perunggu 8, dan perak 16. Jadi ditotal semuanya ada 37 medali yang didapat,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (8/7/2024).

Disebutkannya, pertandingan seperti ini bisa lebih mengasah mental. Mulai dari keberanian bertanding di atas matras, hingga mampu menargetkan gerakan seni bela diri dengan waktu yang telah ditetapkan.

“Membuat anak-anak lebih mengasah mental mereka untuk berani dalam segi bela diri,” jelasnya.

Tidak hanya sampai di situ, Cahyo ingin untuk seluruh atlet yang mendapatkan juara jangan cepat berpuas hati, karena bisa terbilang ini adalah langkah awal untuk bisa mempersiapkan diri ke pertandingan selanjutnya yang akan datang.

“Untuk yang juara, jangan cepat berpuas diri. Ayo kita bertanding secara sehat, tetap berlatih dengan tekun. Jika bisa kita harus juara di luar daerah, hingga internasional,” paparnya.

Pertandingan Kejuaraan Pencak Silat IPSI Bontang Cup 2024 berlangsung selama dua hari, mulai 6-7 Juli 2024. Ada sebanyak 8 perguruan yang mengikuti Pertandingan Ipsi Bontang Cup, meliputi TSPM, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Perisai Diri, Asad, Cempaka Putih, Kera Sakti, Pagar Nusa, dan Naga Pertapa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Progres Pembangunan Gedung Bawaslu 14,99 Persen, Telan Anggaran Rp 4,6 Miliar

0
Progres Pembangunan Gedung Bawaslu 14,99 Persen, Telan Anggaran Rp 4,6 Miliar
Pembangunan Gedung Bawaslu Kota Bontang telah berjalan di Lapangan Hop 1. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pembangunan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bontang, yang berlokasi di Lapangan Hop 1, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan telah berjalan. Progresnya mencapai 14,99 persen, dengan anggaran sebesar Rp 4,6 miliar.

Pelaksana Proyek, Frans Micha mengatakan, dana yang dikeluarkan merupakan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024. Proyeknya telah dimulai sejak 3 Juni 2024 lalu.

Pengerjaan pembangunan Gedung Bawaslu Kota Bontang di bawah proyek CV. Theona Abadi, dan untuk pengawasan dilakukan oleh PT. Widya Aika Berkarya.

“Pengerjaan telah terjadwal sekitar 205 hari kalender, untuk target penyelesaian 24 Desember 2024 mendatang,” ucapnya saat diwawancarai, Sabtu (6/7/2024) kemarin.

Diketahui luas pembangunan Gedung Bawaslu seluas 17,5×14 meter, dimana sekarang di tahapan pemancangan. Untuk pekerjaan pembangunan gedung pun melibatkan pekerja lokal maupun non lokal.

“Pekerja yang ada gabungan, jadi kami kombinasi antara pekerja lokal dengan luar. Tidak menutup kemungkinan, pastinya kami mengutamakan pekerja lokal,” tambahnya.

Frans juga menyampaikan, jika dalam pembangunan gedung Bawaslu ini dirinya ingin pekerjaan terselesaikan sebelum tanggal yang ditargetkan.

“Kalau bisa lebih cepat selesai, bukannya lebih baik,” paparnya.

Tidak hanya itu, selain mengupayakan peningkatan infrastruktur, pembangunan gedung ini juga diharapkan dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, terkhusus untuk masyarakat Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Musim Penghujan Datang, Dinas PUPRK: Lokasi Rawan Banjir Dipastikan Aman

0
Musim Penghujan Datang, Dinas PUPRK: Lokasi Rawan Banjir Dipastikan Aman
Kadis PUPRK Bontang, Much Cholis Edy Prabowo saat meninjau lokasi rawan banjir. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang telah meninjau sejumlah lokasi titik rawan banjir saat musim penghujan datang. Hasil peninjauan disebutkan, hingga saat ini lokasi rawan banjir masih terbilang aman, Minggu (7/7/2024) kemarin.

Kepala Dinas (Kadis) PUPRK Bontang, Much Cholis Edy Prabowo mengatakan, ada beberapa lokasi yang menjadi titik rawan banjir saat hujan datang, meliputi Jalan Tomat, Jalan Imam Bonjol, Simpang Empat SMAN 2, hingga RT.14 Gunung Elai.

“Kita sangat mengantisipasi titik rawan banjir saat hujan deras, yang dimana pada 2019 lalu terdapat banjir besar mengenang 515 hektar wilayah yang terdampak,” ucapnya.

Akibat banjir melanda menyebabkan kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), akibat alih fungsi lahan, intensitas hujan tinggi, dan sistem drainase yang terbilang kurang optimal.

“Kami telah menyiapkan 52 petugas pembersih sungai atau pambers dan 6 ekskavator untuk melakukan pembersihan. Bahkan program penanggulangan banjir telah mencapai 80 persen realisasi,” paparnya.

Sebelumnya, kawasan simpang empat SMAN 2 hingga sepanjang Sungai Dahlia hanya terdapat pelebaran 30 cm saja, akan tetapi nantinya lokasi parit akan dikerjakan menjadi 2,5 meter, sepanjang 225 meter. Sejumlah warga pun juga menyetujui adanya perubahan tersebut, hingga saat ini masuk tahap perencanaan ke depan.

“Untuk wilayah di Jalan Imam Bonjol pun, sejak dibangunnya turap sudah tidak ada lagi banjir,” tambahnya.

Diketahui pada 2019 lalu, ada sebanyak 117 RT yang terdampak banjir. Bahkan jumlah terbesar di wilayah Kecamatan Bontang Utara meliputi 63 RT, 4.135 KK, dan 14.184 jiwa. Untuk di Kecamatan Bontang Selatan tercatat 23 RT, 518 KK, dan 2.287 jiwa.

Hingga di Kecamatan Bontang Barat 31 RT, 983 KK, dan 4.496 jiwa. Pemerintah juga mencatat ada sebanyak 752 unit rumah yang terdampak banjir, pada tahun 2019 lalu.

“Untuk sekarang, dalam waktu 6 bulan mulai Januari hingga Juni 2024 banjir akibat luapan air di sungai telah berkurang secara signifikan. Pastinya kami akan kerjakan sesuai dengan program yang ada, dimana masih 80 persen akan menjadi 100 persen,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemancing yang Hilang Pagi Ini Ditemukan Mengapung di Dekat Keramba

0
Pemancing yang Hilang Pagi Ini Ditemukan Mengapung di Dekat Keramba
Keadaan pemancing saat ditemukan mengapung di perairan Loktuan. (tangkapan layar).

BONTANG – Seorang pemancing berinisial Ma, yang diduga ingin menyelamatkan kapalnya yang hanyut di perairan Loktuan telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (7/7/2024), sekitar pukul 21.30 Wita.

Kasat Polairud Polres Bontang, Iptu Khairul Umam mengatakan, bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan mengapung dengan posisi berdiri di perairan, setelah ingin menyelamatkan kapalnya yang hanyut sejauh 15 meter.

“Awalnya muncul kepalanya saja, karena posisi korban mengapung dengan keadaan berdiri,” jelasnya.

Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi, dimana awal korban menghilang. Korban mengapung di dekat Keramba Jaring Apung (KJA), tim gabungan beserta warga yang telah menemukan korban.

“Korban sudah dibawa ke rumahnya,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, korban beserta kawannya hendak pergi memancing, akan tetapi keadaan cuaca yang sedang tidak mendukung disertai hujan deras, korban dan kawannya pergi untuk berteduh.

Akan tetapi saat ingin mengikat kapal, tiba-tiba saja tali kapal terputus dan hanyut terbawa ombak.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hanyut saat Ingin Selamatkan Perahu, Pemancing Hilang di Perairan Loktuan

0
Hanyut saat Ingin Selamatkan Perahu, Pemancing Hilang di Perairan Loktuan
Pencarian korban tenggelam di wilayah perairan Loktuan, Kota Bontang. (Ist)

BONTANG – Seorang pemancing berinisial Ma dilaporkan menghilang di perairan Loktuan, Minggu (7/7/2024), sekitar pukul 08.00 Wita.

Kasat Polairud Polres Bontang, Iptu Khairul Umam, menyampaikan bahwa awalnya korban bersama kawannya akan berniat pergi untuk memancing, akan tetapi cuaca yang buruk dan disertai hujan deras tadi pagi, keduanya akan berteduh di sekitar lokasi dekat kapalnya.

“Mau mengikat perahu, tiba-tiba talinya putus. Akhirnya perahu hanyut terbawa ombak, sehingga korban berenang untuk mengejar kapalnya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Tak berselang lama, korban yang mengejar kapalnya sudah tidak lagi terlihat lagi oleh kawannya. Hingga di waktu yang sama, melihat pemilik Keramba Jaring Apung (KJA) yang saat itu melintas, kawan korban langsung menyampaikan bahwa rekannya hilang saat sedang badai.

“Katanya korban ini berenang mengejar kapalnya hingga sejauh 15 meter, saat ini pun pihak dari kami masih melakukan pencarian,” jelasnya.

Umam menghimbau kepada seluruh masyarakat, agar lebih bisa berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut, dimana sekarang cuaca lagi sedang tidak baik.

Selanjutnya, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, untuk membantu pencarian korban.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemilihan Ulang, Hartono Terpilih Ketua PCNU Bontang yang Baru

0
Pemilihan Ulang, Hartono Terpilih Ketua PCNU Bontang yang Baru
Pelaksanaan Konfercab PCNU Bontang di Gedung NU. (ist)

BONTANG – Hartono S.Ag terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bontang yang baru, Minggu (7/7/2024).

Terpilihnya Hartono setelah melalui Konferensi Cabang (Konfercab) V PCNU Bontang periode 2024 – 2029, yang berlangsung Minggu (7/7/2024) pagi tadi di Gedung NU Bontang.

Dijelaskan Selamet Raharjo, mantan Mustasyar PCNU Bontang, konfercab ini diadakan kembali untuk melaksanakan pemilihan ulang Ketua PCNU Bontang. Hal ini lantaran, Ketua PCNU Bontang yang sudah terpilih yaitu Almarhum Kamilan terpilih sebagai ketua namun meninggal dunia.

“Almarhum Kamilan sudah terpilih sebenarnya, tapi belum dilantik. Karena takdir almarhum berpulang lebih dulu, maka dilaksanakan pemilihan ulang,” ujarnya.

Dijelaskannya kembali, pemilihan ulang ini berdasarkan musyarawarah mufakat. Karena para pengurus PCNU di 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Bontang Utara, Bontang Barat, dan Selatan bersepakat untuk memilih Hartono sebagai ketua yang baru.

“Para pengurus PCNU di 3 kecamatan ini merupakan pemilik suara yang sah di konfercab. Mereka sepakat memilih Hartono,” jelasnya.

Hartono yang saat ini menjabat Kepala KUA Bontang Utara itu, bakal menjabat Ketua PCNU Bontang periode 2024-2029.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Api Besar Lahap Rumah di Pos 7 Loktuan

0
Api Besar Lahap Rumah di Pos 7 Loktuan
Kebakaran di Pos 7 Loktuan. (Syakura)

BONTANG – Api besar melahap beberapa rumah di wilayah pos 7 Kelurahan Loktuan, Minggu (7/7/24) malam.

Fahry, warga sekitar lokasi kejadian menjelaskan, saat itu anak-anak kecil yang biasa bermain di wilayah sekitar berteriak, bahwa ada api dari sebuah rumah yang sekaligus toko kelontong tersebut.

Ia menyebutkan, pemilik bangunan tersebut sedang perjalanan menuju ke Kota Bontang setelah menunaikan ibadah haji di tanah suci.

“Tokonya digembok kita tidak bisa apa-apa, sudah kita usahakan mau dibobol” ujarnya.

Sebanyak 3 rumah ludes terbakar. Api berjalan dengan cepat karena rumah berdempetan, serta rumah yang merupakan sumber api juga menjual bensin.

Dikatakan, saat kebakaran ini, sang anak penjaga rumah juga sedang berada diluar rumah,”Biasanya ada saja yang nongkrong, tumben ini sepi, jadi agak lambat sadarnya,” tambahnya.

Saat berita ini ditayangkan, petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam