Beranda blog Halaman 745

Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!

0
Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!
Peresmian Kampung Bersinar di Halaman Kantor Kelurahan Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang mengadakan launching kampung bebas dari narkoba di Kelurahan Loktuan tepatnya kantor halaman kelurahan, Jumat (18/8/23).

Progam ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kampung bersih narkoba (bersinar) yang digunakan sebagai pilot project adalah Kelurahan Loktuan.

Dalam hal ini Polres Bontang juga bekerjasama dengan BNN, Kodim, seluruh perusahaan dan stakeholder untuk bekerjasama dalam menangani narkoba.

Pemilihan Kelurahan Loktuan sebagai Kampung Bersinar, selain karena berdasarkan surat edaran dari Wali Kota Bontang, lantaran mayoritas hasil-hasil penangkapan dan pengungkapan narkoba berada di daerah tersebut.

Sesuai dengan rilisan Sat Resnarkoba Polres Bontang sampai pada 16 Agustus 2023, polisi berhasil menangani 49 kasus dengan 69 tersangka. Dengan Barang bukti antara lain berupa sabu seberat 1479,19 gram, ekstasi 8,6 gram, tembakau sintetis 10,98 gram.

“Walaupun ini pilot project, tapi nantinya kita akan membentuk satgas-satgas anti narkoba di seluruh kelurahan,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan, kebanyakan warga binaan di lapas adalah seorang pelaku narkoba.

“Sekitar 80 persen ibu-ibu di lapas merupakan pelaku narkoba, sama halnya dengan yang ada di Polres, sekitar 70 persen itu kasus narkoba,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa memerangi narkoba merupakan hal yang sulit, sehingga walaupun tidak bisa memusnakan setidaknya jumlahnya harus ditekan, agar persentase kasus narkoba di Bontang berkurang.

Cara kerja pemberantasan juga harus dilakukan secara serentak dan berkesinambungan, agar tidak ada celah. Karena jika bekerja hanya karena beberapa tahun kemudian ada jeda, kasus narkoba akan bisa naik kembali.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

HUT RI, Hapidah Harap Keluarga di Bontang Juga Merdeka

0
HUT RI, Hapidah Harap Keluarga di Bontang Juga Merdeka
Hapidah, Ketua PKK Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase turut memeriahkan HUT RI ke-78. Ia menggunakan salah satu baju adat jawa, di mana hal tersebut salah satu cara menjujung tinggi rasa nasional masyarakat.

Ia bangga lantaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) menyarankan seluruh pejabat menggunakan pakaian adat, karena dengan banyaknya pakaian adat yang disewa akan membantu pebisnis penyewaan baju adat.

“Dengan banyak orang yang mencari tempat sewa baju adat kita ikut memberdayakan mereka juga,” ungkapnya saat ditemui redaksi, Kamis (17/8/23)

Lebih lanjut, Hapidah menjelaskan kemerdekaan dalam sebuah keluarga, di mana peran orang tua sangat penting dalam masa depan anak. Anak berhak mendapatkan gizi yang baik untuk kesehatan, selain itu anak juga harus merdeka dalam mencari ilmu.

“Merdeka itu, anggota keluarga bisa menjalankan kegiatan kekeluargaan yang sifatnya membimbing, baik sesama orang dewasa maupun anak-anak,” jelasnya.

Untuk anak yang mulai beranjak dewasa, kebebasan anak harus dijunjung tinggi, karena anak berhak untuk memilih dan menentukan masa depannya, namun tentu orang tua harus tetap memantau pilihan-pilihan mereka dan bertukar pikiran.

“Kota Bontang harus tumbuh dengan keluarga yang sehat dan hebat, sehingga pendidikan, gizi, dan perhatian harus dioptimalkan agar generasi bangsa bisa cemerlang,” harapanya. (sya/adv)

3 Anak Genap Usia 17 Tahun di Hari Kemerdekaan Langsung Dapat KTP

0
3 Anak Genap Usia 17 Tahun di Hari Kemerdekaan Langsung Dapat KTP
Pemberian KTP kepada anak yang berulang tahun saat HUT RI (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG –  Dalam rangka merayakan HUT RI ke-78, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) langsung memberikan KTP kepada anak yang genap berusia 17 tahun bertepatan dengan HUT RI ke-78.

Kepala Bidang PIAK dan Pemanfaatan Data Disdukcapil, Muhammad Thamrin mengatakan, terdapat sepuluh anak di Bontang yang lahir pada tanggal 17 Agustus 2006.

“Dari 10 anak tersebut, 3 yang dapat kami cari lokasi mereka bersekolah dimana. Ketiga anak itu saja yang kami serahkan langsung, sisanya sudah kami cetak untuk mereka ambi di Disdukcapil,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Rujab Wali Kota, Kamis (17/8/23).

Tiga anak yang diundang yakni, Muhammad Dimas Agusti dari SMAN 1, Inaya Widia Aristy Nabila dari SMA YPK dan Much Ikhsan Riyadi dari SMAN 3.

Thamrin menambahkan, program penyerahan KTP kepada anak yang bertepatan lahir 17 Agustus ini dinamai ‘Kadoku KTP EL Sweet Seventeen.’

“Saya berharap mereka juga menjadi semangat, karena tahun depan mereka akan menjadi pemilih pemula,” harapnya.

Much Ikhsan Riyadi, salahsatu penerima KTP EL mengatakan, bahwa ia mendapatkan kabar dari sekolahnya untuk menghadiri penerimaan KTP tersebut.

“Saya dikasih tahu sekolah untuk penyerahan KTP. Saya terima kasih dengan program dari disdukcapil, karena tentu saya tidak perlu mengantri untuk pengambilan KTP,” tuturnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Syukuran HUT RI Hadirkan Veteran Terakhir di Bontang

0
Syukuran HUT RI Hadirkan Veteran Terakhir di Bontang
Veteran di Kota Bontang, Ahmad Saleh saat menerima bingkisan dari Wali Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Setelah melaksanakan Upacara HUT RI ke-78 di Stadion Bessai Berinta Lang-lang, seluruh peserta upacara mengikuti syukuran di Rumah Jabatan Pendopo Wali Kota, Kamis (17/8/23).

Selain peserta upacara, hadir pula seorang veteran kemerdekaan RI dan 4 janda veteran dalam acara tersebut. Para veteran ini menerima bingkisan dan kenang-kenangan dari Wali Kota Bontang, Basri Rase.

“Kami sangat terhormat dapat menghadirkan veteran yang memperjuangkan Indonesia di tengah-tengah kami,” ucapnya.

Ahmad Saleh, diyakini sebagai veteran terakhir yang ada di Kota Bontang. Ia mengatakan, bahwa teman-teman seperjuangan yang lain sudah berpulang.

“Teman saya dulu yang ketua veteran sudah tidak ada, sisa saya saja,” ucapnya saat ditemui oleh redaksi.

Pria kelahiran tahun 1923 tersebut terlihat masih kuat, sehingga dapat hadir di pendopo tanpa menggunakan alat bantu apapun.

“Saya dulu tugas di Sulawesi, saya aslinya orang sana, kemudian pindah ke Kalimantan tahun 1963,” tuturnya sedikit bercerita.

Ia mengaku senang hingga kini dapat merasakan kemerdekaan hingga ke-78 tahun, ia juga mengungkapkan kebahagiaan karena dapat hadir dalam acara syukuran tersebut.

“Kemerdekaan dulu sama sekarang tidak terlalu berbeda, hanya sekarang sudah canggih. Saya ingat sekali dengar pengumuman kemerdekaan masih lewat radio, saya juga terima kasih sama yang ada di sini,” ungkapnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Upacara HUT RI, Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang

0
Upacara HUT RI, Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang
Para petugas upacara pengibaran bendera merah putih sedang melaksanakan tugasnya. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pemkot Bontang merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-78, dengan melaksanakan pengibaran bendera merah putih di Stadion Bessai Berinta Lang-lang, Kamis (17/8/23).

Para petugas upacara melibatkan pelajar-pelajar SMA se-Bontang. beberapa petugas di antaranya pembawa baki bendera merah putih adalah Syabilla Dwi Kinanti Suwandi dari SMAN 2 dan Desty Aura Nisa siswi SMA Negeri 1 Bontang. Lalu petugas pengerek bendera adalah Hendera Lutfy Andika Sugiarto dari SMAN 1, dan Muhammad Dafa Hirzi dari SMAN 1. Sementara petugas pembentang bendera ialah Dwi Rizqy Tsaqif dari SMA DHBS.

Wali Kota Bontang didapuk sebagai inspektur upacara. Dalam tugasnya kali ini, Basri Rase mengenakan pakaian adat Jawa, lengkap dengan blangkon dan keris.

Meski cuaca sangat terik, hal ini tak menyurutkan semangat dan konsentrasi para pengibar bendera, sehingga penaikan bendera berjalan lancar dan sesuai dengan keinginan.

Upacara HUT RI,  Wali Kota Kenakan Baju Adat Jawa, Disaksikan Ratusan Warga Bontang
Petugas upacara mengibarkan bendera merah putih. (Syakurah)

Para peserta upacara juga terlihat tetap semangat mengikuti pengibaran sang saka merah putih. Tidak hanya itu, warga Bontang juga turut memenuhi sekeliling lokasi kenaikan bendera untuk menyaksikan upacara tersebut.

Basri Rase mengungkapkan, bahwa paskibraka serta pejabat-pejabat Bontang merupakan kualitas SDM yang sangat berpotensi, sehingga upacara dapat terlaksana dengan baik.

“Warga Bontang ini memiliki banyak potensi bakat, kegiatan kemerdekaan RI terlaksana luar biasa, saya lihat walaupun kita berbeda tentu tetap satu bangsa Indonesia,” tuturnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Usulan Calon Pj Gubernur Kaltim, Andi Faiz Harap Orang yang Paling Paham Kaltim

0
Usulan Calon Pj Gubernur Kaltim, Andi Faiz Harap Orang yang Paling Paham Kaltim
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam.(ist)

BONTANG – Isu rekomendasi nama-nama calon Pj Gubernur Kaltim kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhir-akhir ini kian mencuat. Beragam komentar dan tanggapan dari berbagai tokoh, pejabat, dan lapisan masyarakat pun terlontar, tak terkecuali Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Andi Faiz sapaan akrabnya menyatakan, bahwa DPRD Bontang pun memiliki harapan terhadap nama-nama yang akan diusulkan oleh DPRD Provinsi Kaltim nantinya. Saat nama-nama Pj Gubernur Kaltim tersebut diusulkan.

Dirinya menegaskan, bahwa siapapun yang dipilih nantinya adalah orang yang paling memahami tentang Kaltim. Selain itu dikatakannya, adalah orang-orang yang mampu mengakomodasi keinginan masyarakat Kaltim. Kemudian orang-orang yang memahami karakter masyarakat Kaltim, dan kondisi alamnya.

“Intinya orang yang diusulkan tersebut benar-benar mengerti bagaimana kondisi Kalimantan Timur,” ujarnya.

Diketahui, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Wali Kota,

DPRD Kaltim memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi nama-nama calon Pj Gubernur Kaltim kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Pimpinan DPRD Kaltim akan membahas secara internal sebelum memberikan tiga nama yang akan mengisi kekosongan posisi Isran Noor sebagai Gubernur Kaltim yang akan berakhir masa jabatannya Oktober 2023 nanti.

Sebagaimana yang diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, bahwa sesuai aturan, “Karang Paci” tengah menyiapkan pembahasan calon Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim. Pembahasan akan dilakukan ditingkat pimpinan DPRD Kaltim.

Adapun saat ini sejumlah nama telah mengemuka sebagai calon Pj Gubernur Kaltim yang akan direkomendasikan DPRD Kaltim yakni Rektor Universitas Mulawarman Dr. Ir. Abdunnur, Dirjen Otda Kemendagri Dr. Akmal Malik, MSi , Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag H. Kamaruddin Amin, MA.

“Nama-nama tersebut masih bersifat usulan dari masing-masing orang, belum final. Minimal Sekda, karena harus eselon 1 dari Kemendagri, yang penting eselon sesuai, memenuhi kriteria eselonnya,” pungkasnya. (adv/al)

Sungai Dahlia Menyempit di Jalan HM Ardans IV, Dinas PUPRK: Sementara Hanya Bisa Dinormalisasi

0
Sungai Dahlia Menyempit di Jalan HM Ardans IV, Dinas PUPRK: Sementara Hanya Bisa Dinormalisasi
Komisi III DPRD bersama Dinas PUPRK saat tinjauan lapangan di Jalan HM Ardans IV. (Yusva Alam)

BONTANG – Beberapa titik Sungai Dahlia yang melewati pemukiman warga di Jalan HM Ardans IV, Pisangan dilaporkan mengalami penyempitan. Hal itu mengakibatkan saat hujan deras sering mengalami banjir, karena air sungai yang mudah meluap.

Hal itu terungkap usai sidak Komisi III DPRD Bontang beserta Dinas PUPRK Bontang beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad mengatakan, bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga sekitar terjadi penyempitan pada sungai tersebut. Hal itu terjadi justru setelah banyaknya pembangunan swadaya yang dilakukan warga sekitar.

“Sudah kami lihat kondisinya tadi. Solusinya hanya bisa dinormalisasi, tidak bisa lagi dilebarkan, karena akan mengorbankan lahan warga yang berada di sekitar bantaran sungai,” ujar Samad saat sidak.

Keluhan yang sama pun diterima Dinas PUPRK. Kadis PUPRK, Usman melalui Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air, Edy Suprapto mengatakan, ada beberapa warga yang melaporkan kalau ada beberapa bagian rumah yang akan mengalami longsor akibat kondisi tersebut.

Sungai yang dulunya memiliki lebar sekira 5-6 meter, sekarang menyusut menjadi sekira 1,5 meter.

Dari kondisi itu, sementara ini Dinas PUPRK hanya bisa melakukan normalisasi. Membersihkan sungai dari tanaman-tanaman yang tumbuh dan sampah-sampah yang mengendap. Hal itu agar aliran air sungai bisa lebih lancar daripada sebelumnya.

Menurut Edy untuk solusi pelebaran sungai saat ini belum bisa dilakukan, lantaran terkendala masalah lahan. Dikhawatirkan akan terjadi bentrok dengan warga sekitar sungai.

“Hanya bisa dinormalisasi. Nanti kami atur waktunya karena bergantian dengan titik yang lain. Tapi sudah kami tangani beberapa bagian sungai,” bebernya. (adv/al)

Atlet Golf Bontang Bela Kukar di PON, Pemerintah Dianggap Kurang Perhatian

0
Atlet Golf Bontang Bela Kukar di PON, Pemerintah Dianggap Kurang Perhatian
Ketua PDRD Bontang, Andi Faiz menyayangkan adanya atlet Bontang yang bela daerah lain. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyayangkan ada atlet Bontang yang memilih mewakili Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) di ajang PON 2024 ketimbang kota asalnya Bontang. Hal itu diduga karena kurangnya perhatian Pemkot Bontang kepada para atlet.

Menurutnya, Pemkot Bontang seharusnya memperhatikan para atletnya, apalagi yang sudah mengharumkan nama Bontang. Pemkot berkewajiban mengapresiasi para atlet berprestasi, agar para atlet merasa diperhatikan.

“Harusnya ini tidak terjadi. Apresiasi harusnya diberikan kepada para atlet yang berprestasi,” ujar Andi Faiz.

Dikatakannya, atlet yang memilih mewakili daerah lain, bisa jadi lantaran mementingkan masa depannya ketimbang tidak ada kepastian dari daerahnya sendiri.

“Hal ini jadi catatan penting pemerintah, agar kasih perhatian lebih ke atlet-atlet berprestasi Bontang,” tegas Politisi Partai Golkar ini.

Ia pun menyarankan, agar pemerintah melalui dinas terkait memiliki standar terhadap atlet berprestasi. Misalnya yang berhasil mengharumkan nama Bontang di tingkat nasional hingga internasional bisa dijadikan sebagai tenaga P3K atau pun PNS.

“Pemerintah bisa ajukan. Agar atlet merasakan masa depannya itu terjamin,” tandasnya.

Dikabarkan, seorang atlet golf Bontang bernama Rani Ardelia (30) memilih mewakili Kukar ketimbang kota asalnya Bontang di PON ke XXI tahun 2024 mendatang.

Alasan Rani memilih berpaling ke daerah lain, lantaran merasa Pemkot Bontang kurang perhatian dan apresiasi kepada atlet berprestasi. Termasuk dirinya.

Ia merasa seringkali mengharumkan Bontang, namun tak pernah mendapat fasilitas dalam bentuk apapun.

“Iya. Kota Bontang sangat kurang memfasilitasi kami, para atlet ketika ada turnamen– turnamen,” ujarnya belum lama ini. (adv/al)

Percepatan Penanggulangan Banjir, PUPRK Bentuk Tim Khusus Normalisasi Sungai dan Saluran Drainase

0
Percepatan Penanggulangan Banjir, PUPRK Bentuk Tim Khusus Normalisasi Sungai dan Saluran Drainase
Tim normalisasi saat membersihkan saluran drainase di Jalan HM Ardans. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot terus menggenjot penanggulangan banjir di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Sebagai upaya percepatan, Dinas PUPRK pun membentuk tim normalisasi sungai dan saluran drainase.

Dijelaskan Kadis PUPRK Bontang, Usman melalui Kabid Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air PUPRK, Edy Suprapto tim tersebut merupakan Pasukan Bersih Sungai (Panbers) yang baru saja dilantik Selasa (15/8/2023) kemarin. Para anggota Panbers juga dibekali pula 2 armada truk untuk pembersihan.

Tim ini terus bergerak keliling Bontang untuk memantau titik-titik sepanjang Sungai Dahlia dan saluran drainase yang bermasalah.

Tak hanya itu, Dinas PUPRK pun akan merespon setiap aduan warga maupun RT yang berhubungan dengan masalah banjir.

“Kami akan survei lokasi kemudian akan dibersihkan oleh tim normalisasi,” ujar Edy

Diharapkan dengan adanya tim ini akan mempercepat penurunan masalah banjir di Bontang. (adv/al)

Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV

0
Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV
Launching Vaksin HPV dan Imunisasi Rotavirus di Aula Dispopar. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Launching pelaksanaan vaksinasi Human Papiloma Virus (HPV) dan imunisasi rotavirus bagi bayi dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) di Aula Dispopar, Selasa (15/8/23).

Penerima vaksinasi HPV ditargetkan bagi anak perempuan yang duduk di kelas 5 SD. Total jumlah pelajar perempuan kelas 5 SD itu sebanyak 1300 siswa. Sementara itu, ketersediaan tahap awal di Bontang masih berkisar 670 buah vaksin.

Sedangkan imunisasi rotavirus diberikan kepada bayi usia 2 hingga 4 bulan. Di Bontang sendiri terdapat sekira 3 ribu bayi, namun imunisasi yang masuk baru seribu.

Adi Permana, Pengendalian Penyakit Ahli Muda Epidemiologi Dinkes Bontang, menjelaskan, vaksinasi HPV ini diperuntukkan mencegah perempuan terkena kanker serviks. Sementara imunisasi rotavirus untuk mencegah diare pada bayi.

“Imunisasi Rotavirus ini diteteskan ke mulut bayi sebanyak 5 tetes. Guna mencegah bayi terkena diare, karena diare cukup bahaya untuk bayi, bisa menyebabkan dehidrasi,” jelasnya.

Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas 5 SD Mulai Divaksin HPV

Pemberian vaksin HPV dan rotavirus merupakan program pemerintah untuk mencegah meningkatnya kasus kanker serviks di Bontang. Untuk HPV akan disuntikan 2 kali, dosis pertama pada tahun ini menyasar anak kelas 5 SD dan untuk dosis 2 di tahun depan pada anak kelas 6 SD.

“Mulai hari ini vaksin serta imunisasi akan disebarkan ke sekolah serta puskesmas, karena jumlah terbatas akan diutamakan yang capaian penyebarannya bagus,” imbuhnya.

Pemegang program kanker Dinkes, Irma menjelaskan kalau ada warga Bontang yang terkena kanker serviks stadium 1 dan 2 masih bisa datang ke puskesmas untuk melakukan Cryoterapi Serviks di Puskesmas Bontang Selatan 1, Puskesmas Bontang Utara 1, dan Puskesmas Bontang Utara 2.

“Untuk pengobatannya bisa pakai BPJS, tapi kalau sudah kanker stadium 3 dan 4 sudah tidak bisa, harus kemoterapi,” beber Irma.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam