Beranda blog Halaman 744

Penyandang Tuna Rungu Sudah Bisa Dapat SIM, Begini Proses Mendapatkannya

0
Penyandang Tuna Rungu Sudah Bisa Dapat SIM, Begini Proses Mendapatkannya
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya saat menyerahkan simbolis SIM kepada Penyandang tuna rungu. (ist)

BONTANG – Terhitung sejak Senin (21/8/2023), Sat Lantas Polres Bontang mulai menerbitkan SIM bagi penyandang disabilitas tuna rungu atau tuli. Kebijakan ini diberlakukan secara serentak di wilayah Polda Kalimantan Timur.

“Para penyandang tuna rungu ini dalam memperoleh SIM tetap harus mengikuti proses yang ada. Seperti layaknya orang-orang pada umumnya,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengutip dari situs Polresbontang.com.

“Total ada 19 anak penyandang tuna rungu yang mengurus SIM, yang lolos 6 orang,” ungkapnya.

Untuk mempermudah komunikasi, para petugas sudah mendapatkan pelatihan. Selain itu, para penyandang tuna rungu juga membawa pendamping.

Kapolres menjelaskan bagi mereka yang lolos akan diberikan stiker berupa gambar tidak bisa mendengar.

“Ada dua stiker dipasang di helm dan dasbor belakang motor. Kalau mobil di kaca belakang,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bontang didampingi Kasat Lantas AKP M D Djauhari memberikan SIM secara simbolis kepada enam penyandang tuna rungu, yang dinyatakan telah lolos dan layak untuk mendapatkannya.

Editor: Yusva Alam

Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung

0
Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris saat meninjau lokasi sekolah bersama Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG – Kondisi sarana dan prasarana (sapras) di SDN 007 Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara bisa dikatakan cukup memperihatinkan. Lantaran banyak sekali permasalahan yang membuat aktivitas belajar mengajar terganggu.

Beberapa permasalahan yang ada di sekolah ini di antaranya sebagian bangunannya masih menggunakan kayu, kondisi WC yang tidak layak, keterbatasan ruang kelas dan bau amoniak pabrik yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar. Serta sering menjadi daerah langganan banjir.

Selain itu diungkapkan Kepala Sekolah SDN 007 Guntung, Nurmiani ruang kelasnya terbatas, tidak tidak punya pagar dan security, khususnya yang di bagian belakang sekolah.

“Kadang guru lepas pengawasan terhadap anak-anak. Hujan 10 menit langsung banjir. WC sangat tidak memadai kalau hujan airnya meluap dan jadi sarang ular,” ujarnya, Selasa (22/8/2023).

Ditambahkan Nurmiani, bahwa sekolah ini terpaksa menerapkan proses belajar mengajar harus secara bergiliran, lantaran kondisi ruang kelas yang terbatas. Sekolah merupakan satu-satunya sekolah yang menampung 18 RT di Kelurahan Guntung, mencapai 589 siswa.

“Kami berharap kepada pemerintah agar bisa dibuatkan sekolah yang lebih layak. Bau amoniak sangat menyengat dan mengganggu proses belajar mengajar. Banyak anak-anak tidak kuat sampai tidak masuk sekolah. Semoga bisa relokasi ke tempat yang lebih bagus,” harapnya.

Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung

Sekretaris Daerah Aji Erlynawati menanggapi permasalahan itu dengan segera menindaklanjuti usulan itu, dan kemungkinan akan merelokasi sekolah.

“Memang fasilitasnya kurang representatif, baik WC, ruang UKS-nya, ruang belajar terbatas. Ditambah tengah-tengah sekolah ada rumah warga, juga bau amoniak yang cukup mengganggu. Mungkin memang solusinya akan kita lakukan relokasi,” ujarnya saat meninjau sekolah.

Namun begitu, sebelum merelokasi pihaknya tetap akan membuat masterplan rencana pembangunan sekolah terlebih dahulu, yang lengkap dan detail sesuai standar sembari menyiapkan lahan.

“Rencananya tahun 2024 buat masterplan dulu. Tahun 2025 baru bisa proses pembangunan. Lokasi sudah pernah kami tinjau bersama Disdik, di dekat Rusunawa Guntung. Luas lahannya 1,5 hektare,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris yang hadir dalam tinjauan lapangan tersebut, turut mendesak agar usulan tersebut bisa segera terealisasi. Paling tidak segera dibuat tahap perencanaan terkait relokasi sekolah tersebut

“Harus ditunjang sapras yang baik, agar mencapai pembelajaran yang baik. Maka itu saya mendesak pemerintah harus segera merealisasikan permintaan para guru-guru di sekolah ini, untuk segera mungkin buat masterplan secepatnya. Jadi 2025 bisa segera dibangun,” imbuhnya. (adv/al)

Usulan Penangkaran Buaya Sulit Direalisasikan, Wali Kota: Kita Terbentur Aturan

0
Usulan Penangkaran Buaya Sulit Direalisasikan, Wali Kota: Kita Terbentur Aturan
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal usulkan penangkaran buaya. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal menyarankan agar dibangun sebuah penangkaran buaya di Bontang. Hal ini sebagai solusi mengatasi banyaknya kasus buaya yang muncul ke pemukiman warga beberapa tahun belakangan ini.

Hal itu diungkapkan Faisal saat Rapat Paripurna Penandatangan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Pendopo, Rujab Wali Kota, Jumat (18/8/2023).

Dikatakannya, kondisi habitat buaya saat ini dan dahulu jauh berbeda. Saat ini dengan semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan di Bontang, maka habitat buaya juga ikut tergeser. Alhasil, semakin banyak buaya yang keluar dari habitatnya untuk mencari mangsa.

Tentunya hal ini menjadi suatu permasalahan, lantaran kehadiran buaya di pemukiman warga akan mengganggu warga yang tinggal di lokasi tersebut. Bahkan seringkali terjadi penerkaman buaya kepada warga.

“Semoga Dinas Pariwisata bisa juga jadikan penangkaran buaya itu sebagai tempat wisata ke depannya. Biar Pak Ambo bisa kasih makan Buaya Riska dan jadi objek wisata pengunjung,” ungkapnya.

Dikatakan Wali Kota Bontang bahwa usulan penangkaran buaya juga pernah diajukannya sewaktu dirinya menjadi Anggota DPRD Bontang Komisi III. Namun usulan tersebut selalu tertolak, lantaran ada aturan yang mengatur terkait buaya.

“Kita terbentur aturan. Buaya ini ranahnya BKSDA Kaltim. Kalau kita yang membuat penangkaran buaya itu justru kita bisa kena sanksi, karena buaya hewan yang dilindungi,” ucapnya.

Ia berharap dari OPD terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) bisa mengusulkan ke BKSDA Kaltim karena ada juga aturan terkait penangkaran buaya di sungai.

“Kalau BKSDA yang minta bantuan ke kita baru bisa kita bantu. Namun ranahnya tetap di BKSDA,” imbuhnya.

Ditambahkannya, ide yang dahulu pernah ingin dilakukan adalah bukan penangkaran permanen melainkan, penampungan sementara atau tempat singgah bagi buaya.

“Sementara saja. Jadi buayanya masuk di tempat singgah terus dilepas lagi ke alamnya,” pungkasnya. (adv/al)

Apel Pagi Dispopar, Kadispopar Ingatkan Pegawai Harus Bekerja Maksimal

0
Apel Pagi Dispopar, Kadispopar Ingatkan Pegawai Harus Bekerja Maksimal
Suasana apel pagi Dispopar Bontang dipimpin Kadispopar Ahmad Aznem. (Lalu for Radar Bontang)

BONTANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang, Ahmad Aznem memimpin langsung apel rutin seluruh pegawai Dispopar Bontang. Apel rutin ini digelar di Aula Gedung Graha Pemuda, Senin (21/8/2023).

Dalam amanatnya, Kadispopar memberikan arahan agar setiap bidang yang ada di Dispopar memaksimalkan kegiatan hingga akhir tahun. Ia juga meminta agar semua pegawai baik PNS ataupun TKD bekerja secara maksimal.

“Setiap pegawai baik PNS atau TKD harus siap ditempatkan dimana saja sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya mengutip dari akun Instagram Dispopar Bontang.

Pasca apel pagi selesai, Tenaga Kontrak Daerah (TKD) mendapat arahan lebih lanjut dari Sekretaris Dispopar Bontang, Rita Atin Widiarti. Ia menyampaikan dengan adanya perpanjangan kontrak, TKD Dispopar diharapkan bisa bekerja dengan baik.

Atin juga mengingatkan agar tidak ada yang saling menjatuhkan antar bidang. Semua harus bergerak bersama dan saling berkoordinasi.

“Saya harap semua TKD bisa disiplin akan waktu. Upayakan meminimalisir keterlambatan,” ungkap Atin.

Selain TKD, para ASN di lingkungan Dispopar Bontang juga turut mendapat arahan dari Kadispopar Ahmad Aznem. Aznem menyampaikan PNS harus bisa menjadi teladan bagi para pekerja honorer. Ia juga mengingatkan agar ASN bisa lebih peka untuk memajukan instansi/organisasi.

Bagaimanapun sebagai pegawai negara maupun daerah, yang fasilitasnya ditanggung oleh negara, maka ASN diberikan kewajiban untuk bisa memberikan kontribusi yang baik terhadap negara, daerah, ataupun di instansi tempatnya bekerja.

“Saya berharap kesadaran diri untuk bekerja secara prima lebih ditingkatkan lagi. Terutama menjaga kekompakan satu sama lain juga menjadi hal yang sangat perlu dijaga,” pungkas Aznem. (adv/al)

Pelaku UMKM Pemula Butuh Bantuan Modal

0
Pelaku UMKM Pemula Butuh Bantuan Modal
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking meminta Wali Kota Bontang agar lebih memperhatikan UMKM di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Lantaran meningkatnya perekonomian di Bontang salahsatunya dipengaruhi kondisi UMKM nya.

Hal itu diungkapkan Raking saat Rapat Paripurna Penandatangan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Pendopo, Rujab Wali Kota, Jumat (18/8/2023).

Dikatakannya, saat ini APBD-P Bontang cukup besar mencapai Rp 2,6 Triliun. Karenanya ia meminta agar anggaran besar tersebut bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan perekonomian Bontang. Setidaknya bantuan dapat diberikan kepada para pelaku UMKM pemula.

Menurutnya, para pelaku UMKM pemula sangat membutuhkan bantuan pemerintah, khususnya dalam hal permodalan. Lantaran, permodalan dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka.

“Tolong betul-betul dimaksimalkan untuk bantuan modal UMKM. Agar ekonomi kerakyatan di Bontang bisa meningkat, paling tidak di semester terakhir di tahun 2023 ini, sehingga Bontang menghasilkan peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang menanggapi masukkan tersebut dengan mengatakan bahwa pihaknya tak bosan-bosannya terus mensosialisasikan kepada pelaku UMKM, bahwa industri migas di Bontang ini akan habis. Karenanya perlu transformasi agar tidak lagi berharap pada industri migas, namun beralih ke bidang lainnya seperti perdagangan.

“Kami terus sosialisasi ke masyarakat agar jangan lagi berpikir untuk mencari kerja, tapi mulai berpikir bagaimana menyediakan pekerjaan,” kata Basri.

Selain itu pihaknya juga sudah menjembatani para pelaku UMKM dengan perusahaan. Agar difasilitasi pelatihan-pelatihan hingga permodalan. Namun begitu menurutnya, upaya tersebut masih belum membuahkan hasil.

“Sudah difasilitasi bantuan modal tapi masih begitu-begitu aja. Belum ada peningkatan UMKM,” pungkasnya. (adv/al)

Faisal: Parkiran Pasar Citra Mas Perlu Dibenahi!

0
Faisal: Parkiran Pasar Citra Mas Perlu Dibenahi!
Kondisi Pasar Citra Mas, Loktuan saat ini. (ist)

BONTANG – Salahsatu sarana prasarana yang masih dirasa kurang di Pasar Citra Mas Loktuan adalah parkiran. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal saat Rapat Paripurna Penandatangan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Pendopo, Rujab Wali Kota, Jumat (18/8/2023).

Dikatakan Faisal, saat ini kondisi parkiran Pasar Citra Mas belum terlalu bagus dan tidak terlihat rapi, sehingga perlu diperhatikan untuk perbaikannya.

Ditambah lagi luas parkiran masih dirasa minim. Menyebabkan banyak kendaraan baik pengunjung maupun pedagang yang terparkir semrawut. Sehingga lalu lintas kendaraan yang akan keluar masuk pasar menjadi terhambat.

“Kondisi ini perlu diperhatikan pak wali, agar pengunjung yang ingin mencari kebutuhan di Pasar Citra Mas semakin bersemangat berbelanja,” ujarnya.

Sementara ini status lahan parkir Pasar Citra Mas, pemerintah masih menggunakan lahan KIE dengan sistem pinjam pakai. Waktunya pun hanya berlangsung selama setahun.

Menjawab masukkan tersebut, Wali Kota Bontang mengatakan akan berkoordinasi dengan  Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP). Ia akan meminta DKUKMP untuk melengkapi dan membenahi kekurangan yang ada pada parkiran pasar.

Menurutnya, tak hanya parkiran di Pasar Citra Mas yang butuh pembenahan. Masih banyak sisi lainnya yang butuh dibenahi, seperti talang, WC, dan lain sebagainya.

“Semoga di perubahan nanti DKUKMP sudah memasukkan usulan itu. Nanti saya akan koordinasikan,” pungkasnya. (adv/al)

Paklek Pentol 99 Meninggal Dunia, Pasca Alami Luka Bakar Hebat

0
Paklek Pentol 99 Meninggal Dunia, Pasca Alami Luka Bakar Hebat
Kondisi toko korban yang nyaris terbakar beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Setelah 6 hari dirawat, penjual pentol 99 sekaligus toko kelontongan di depan SMKN 1, berinisial B meninggal dunia.

Dikonfirmasi oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing, Bambang Sumantri, korban meninggal dunia di rumah sakit di Samarinda pada Senin (21/8/23) pukul 19.00.

“Saya dapat kabar beliau meninggal pas setelah magrib,” ujarnya saat dihubungi redaksi Selasa (22/8/33).

Meskipun sudah dirawat, kondisi kesehatan korban terus menurun setelah mengalami luka bakar hingga 75 persen. Setelah awalnya dua hari dirawat di Rumah Sakit PKT, kondisi korban yang melemah langsung dirujuk ke Rumah Sakit AW. Sjahranie, Samarinda.

Setelah dinyatakan meninggal, di hari yang sama korban langsung dibawa kembali ke Bontang ke rumah duka yang berada di BTN KCY. Kini korban telah dimakamkan di kuburan muslim di wilayah pisangan.

“Tadi pagi setelah dimandikan langsung dikubur di pisangan, rumah duka di BTN, di depan SMKN  1 itu hanya tempat dia jualan,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, istri korban, Niyatun menjelaskan bahwa suaminya sedang berada di dapur untuk memasak, namun karena ada kebocoran pada tabung gas, api menyambar korban hingga terkena luka bakar yang serius.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Kesbangpol Usulkan Studi Banding untuk Paskibraka di Anggaran Perubahan

0
Kesbangpol Usulkan Studi Banding untuk Paskibraka di Anggaran Perubahan
Paskibraka Bontang saat bertugas di Upacara Kemerdekaan 17 Agustus lalu di Stadion bessai Berinta. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Sebanyak 41 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) diusulkan mendapat uang pembinaan dan dana studi banding di anggaran perubahan.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Sigit Alfian mengatakan, uang pembinaan itu sesuai dengan usulan selama studi banding yang diajukan pada anggaran perubahan.

Kesbangpol telah mengusulkan perjalanan studi banding selama 5 hari. Perhitungannya dicontohkan satu hari senilai Rp 300 ribu dikali dengan lima hari, maka setiap anggota Paskibraka mendapat Rp 1,5 juta. Dengan kata lain total uang saku Rp 61,5 juta.

“Reward ini diberikan sebagai apresiasi dari Pemkot. Namun nominal masih dalam pembahasan. Kita usulkan sesuai lama waktu studi banding, dan kita menunggu persetujuan juga,” jelasnya saat dihubungu redaksi (20/8/23).

Lebih lanjut Sigit menyampaikan beberapa agenda yang diusulkan saat perjalanan keluar daerah. Misalnya agenda Diklat Pancasila, outbond bersama, dan kunjungan ke beberapa tempat bersejarah.

Lokasi yang diusulkan ada lima, di antaranya Museum Nasional di Jakarta, Angkatan Militer di Lembah Tidar Jawa Tengah, Istana Bogor, Istana Soekarno di Bali, dan terakhir Yogyakarta.

“Kami memilih tempat tersebut tentu agar mereka dapat menambah ilmu dari para anggota paskib,” tambahnya.

Para anggota paskibraka mengemban tugas sebagai duta pancasila, dan sebagai agen perubahan yang menyampaikan pancasila. Mereka juga memiliki tugas sampai beberapa tahun ke depan untuk membimbing paskibraka selanjutnya.

“Mereka belum boleh keluar dari grup, kami beritahu ke orang tuanya. Kami pantau juga kebiasaan anak yang setelah ikut pembinaan selama paskib, apakah kebiasaan baiknya masih melekat atau sudah kembali ke kebiasaan lama,” terangnya.

Selama latihan juga para Paskibraka menerima uang saku. Nilainya sebesar Rp 700 ribu. Tetapi anggaran itu belum termasuk dari nilai yang akan didapat saat perjalanan studi banding.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Raking Sayangkan APBD-P Bontang Besar Tapi Tak Bisa Turunkan Angka Kemiskinan

0
Raking Sayangkan APBD-P Bontang Besar Tapi Tak Bisa Turunkan Angka Kemiskinan
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking meminta agar APBD-P Bontang digunakan untuk menurunkan angka kemiskinan. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking menyayangkan angka kemiskinan di Bontang yang belum mengalami penurunan secara signifikan. Padahal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah – Perubahan (APBD-P) Bontang sebesar Rp 2,6 Triliun.

Hal itu diungkapkannya saat Rapat Paripurna masa sidang ke-16, Jumat (18/8/2023) lalu.

Menurutnya, angka kemiskinan di Kota Taman, sebutan Bontang sangat penting untuk diperhatikan. Untuk memperbaiki penilaian bagi Kota Bontang. Serta mengangkat kesejahteraan warga miskin.

“Seharusnya anggaran sebesar itu bisa dimaksimalkan untuk menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase menegaskan, bahwa anggaran sebesar Rp 2,6 Triliun itu baru diketok di perubahan kali ini. Sehingga tidak bisa serta merta langsung mengurangi angka kemiskinan.

Menurut Basri ada banyak sektor dan bidang yang perlu diperhatikan juga. Tidak hanya masalah kemiskinan yang harus diselesaikan.

“Anggaran sebesar itu harus dibagi-bagi untuk infrastruktur, kesehatan, pendidikan, pengawasan, dan lain sebagainya. Tidak bisa digunakan untuk satu masalah saja,” ungkapnya.

“Kalau tidak ada masalah lainnya, digunakan hanya untuk menyelesaikan masalah kemiskinan saja, inysaallah bisa,” imbuhnya. (adv/al)

KUA Butuh Roda 4, Wali Kota: Silahkan Bersurat!

0
KUA Butuh Roda 4, Wali Kota: Silahkan Bersurat!
KUA di Bontang membutuhkan roda 4 untuk menjalankan pekerjaannya. (ist)

BONTANG – Salahsatu sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) di Bontang adalah kendaraan roda 4. Pemerintah Kota Bontang (Pemkot) Bontang diminta untuk dapat meyediakan fasilitas tersebut. Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal saat rapat paripurna beberapa waktu lalu di Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Faisal mengatakan, bahwa hal yang disampaikannya tersebut merupakan aspirasi dari pegawai KUA Bontang. Mobil dibutuhkan untuk menjalankan beragam pekerjaan yang dimiliki.

Tak hanya itu, dirinya pun mengaku melihat dengan mata kepala sendiri, bahwa kendala yang dirasakan pegawai KUA yang akan menikahkan warga adalah cuaca panas dan hujan.

“Saya lihat sendiri mereka kalau pergi menikahkan warga. Panas kepanasan hujan kehujanan,” ujarnya saat menyampaikan aspirasi tersebut.

Karenanya dirinya meminta agar Wali Kota Bontang dapat memenuhi aspirasi tersebut di anggaran perubahan nanti. Menurutnya, dari 3 KUA yang ada di Bontang setidaknya bisa terpenuhi 2 mobil.

“Semoga di perubahan nanti, 2 roda 4 dapat diakomodir oleh wali kota,” imbuhnya.

Wali Kota Bontang menanggapi aspirasi tersebut dengan meminta agar KUA dapat bersurat langsung ke Pemkot Bontang. Lantaran pemkot tidak dapat mengabulkan tanpa ada dasar yang jelas, yaitu mengikuti mekanisme yang berlaku.

“Sampai sekarang belum ada surat yang masuk terkait permintaan mobil dari KUA. Harusnya bersurat dulu, karena kami juga harus mengetahui apakah permintaan tersebut sifatnya pinjam pakai atau hibah,” ungkap Basri.

“Segera saja bikin suratnya kalau memang dibutuhkan. Siapa tau di perubahan nanti bisa dianggarkan. Mungkin nanti dari saya 1 mobil dari pak Faisal 1 mobil,” ucapnya sembari berkelakar. (adv/al)