Beranda blog Halaman 825

Penyimpangan Orientasi Seksual Ancam Keharmonisan Rumah Tangga

0
Ilustrasi penyimpangan orientasi seksual

BONTANG – Dari seluruh kasus perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama (PA) Bontang selama tahun 2022, tidak terdapat motif penyimpangan seksual alias nihil sebagai faktor penyebab perceraian. Namun di tahun 2021 lalu, motif ini pernah ada.

Angkas kasus perceraian di Kota Taman, sebutan Kota Bontang tahun 2022 ini mencapai 560 kasus. Faktor penyebab tertinggi kasus perceraian tersebut adalah motif ekonomi.

Saat ditanya soal perceraian lantaran faktor penyimpangan seksual, Humas PA Bontang, Ahmad Farih Shofi Muhtar menyebut tahun ini nihil kasus alias tidak ada. Namun kasus itu pernah ada di tahun 2021 lalu, meskipun jumlahnya tak banyak.

Mengutip dari Bontangpost.id, dari sekian alasan pasutri mengajukan cerai di tahun 2021, terdapat motif yang cukup unik, yaitu penyimpangan orientasi seksual.

Dijelaskan Ahmad Farih, penyebabnya karena salah satu pihak ternyata memiliki orientasi seksual berbeda, gay atau lesbian, namun terlibat dalam pernikahan heteroseksual.

“Kalau homoseksual atau lesbian ada, tapi enggak banyak. Mungkin 4-7 kasus lah,” ucap pria yang juga hakim di PA Bontang ini.

PA sendiri, menurut Ahmad Farih selalu melakukan tahap mediasi terhadap pesutri yang ingin bercerai dengan tenggang waktu 30 hari masa kerja. Harapannya, keduanya dapat kembali rujuk. Meskipun pada kenyataanya, hanya segelintir pasutri yang mau mencabut gugatan perceraiannya. (al)

 Waspada! Motif Ekonomi Penyebab Tertinggi Kasus Perceraian

0
Ilustrasi kasus perceraian

BONTANG – Masalah ekonomi tak bisa dipandang sebelah mata dalam membangun bahtera rumah tangga. Lantaran faktor ekonomi masih menjadi penyebab tertinggi perpisahan pasangan suami istri (pasutri) alias bercerai.

Selama tahun 2022 ini, Pengadilan Agama (PA) Bontang mencatat kasus perceraian di Bontang menembus angka 560 kasus. Faktor penyebabnya mayoritas masih terkait masalah ekonomi.

Humas PA Bontang, Ahmad Farih Shofi Muhtar mengatakan, mayoritas kasus perceraian tahun ini masih didominasi masalah ekonomi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kasusnya seringkali sang suami sudah tidak memberikan nafkah lahiriah, atau suami memilih meninggalkan dan menelantarkan istrinya.

“Persentase faktor ini mencapai 70 persen,” kata Ahmad Farig saat diwaancarai media ini.

Ditambahkannya, selain masalah ekonomi penyebab lainnya adanya pihak ketiga, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), hingga menurunnya kemampuan suami dalam memberikan nafkah biologis alias lemah syahwat.

Hal yang sama pun terjadi di tahun 2021. Mengutip dari Bontangpost.id, alasan terbanyak pengajuan cerai di PA Bontang yaitu motif ekonomi. Berikutnya, hadirnya orang ketiga dan KDRT.

“Secara umum 3 alasan utamanya itu. Dari persentase, paling besar motif ekonomi. Sekitar 70-80 persen,” ungkap Ahmad Farih.

Terdapat perbedaan alasan perceraian karena motif ekonomi. Misal, dari sisi laki-laki, meminta cerai lantaran merasa nafkah yang diberikan ke pihak perempuan tidak pernah cukup. Sementara dari sisi perempuan, menggugat cerai karena laki-laki tidak sanggup menafkahi keluarga.

“Motifnya sama-sama ekonomi. Tapi alasan spesifiknya kedua pihak yang berbeda,” pungkasnya. (al)

Angka Cerai Tahun 2022 di Bontang Meningkat dari 2021

0
Ilustrasi pasutri cerai.

BONTANG – Semakin banyak pasangan suami istri (pasutri) di Bontang yang memilih tidak hidup bersama lagi alias bercerai. Terbukti dengan meningkatnya angka perceraian selama tahun 2022 di Bontang, dibandingkan tahun 2021 lalu.

Pengadilan Agama (PA) Bontang mencatat, terdapat 560 pasutri memutuskan cerai selama tahun 2022 ini.

Sebanyak 413 perkara terkategori cerai gugat atau cerai yang diajukan pihak perempuan (istri), dan 143 perkara kategori cerai talak atau cerai yang diajukan pihak laki-laki (suami).

Sementara di tahun 2021 lalu, merujuk dari berbagai sumber, Radarbontang.com mendapatkan data sebanyak 379 pasutri memutuskan cerai di PA Bontang. Cerai talak terhitung 88 kasus dan cerai gugat sebanyak 291 kasus.

Humas PA Bontang, Ahmad Farih Shofi Muhtar membeberkan, faktor perceraian tahun ini masih didominasi masalah ekonomi. Masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sang suami sudah tidak memberikan nafkah lahiriah, atau suami memilih meninggalkan dan menelantarkan istrinya. Persentase faktor ini mencapai 70 persen.

Selebihnya, faktor penyebab perceraian karena pihak ketiga, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), hingga menurunnya kemampuan suami dalam memberikan nafkah biologis alias lemah syahwat.

“Faktor Lemah syahwat mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya,” sebut Farih.

Ditambahkannya, PA selalu berupaya memediasi setiap pasutri yang ingin bercerai. Tenggang waktu yang diberikan 30 hari masa kerja. Harapannya, keduanya dapat kembali rujuk. Namun kenyataanya, tak banyak pasutri yang mau mencabut gugatan perceraiannya.

Dirinya menilai, ratusan kasus perceraian ini dapat dikategorikan tinggi. Sebab Bontang bukanlah tergolong kota dengan jumlah penduduk banyak. (al)

Kabid Propam Polda Kaltim Cek Personel Pengamanan Pos Ops Lilin Mahakam 2022

0

BONTANG – Kabid Propam Polda Kaltim Kombes Pol  Yudi Askara S.I.K. melaksanakan pengecekan Pos Pengamanan  Ops Lilin Mahakam 2022 di kota Bontang, Senin (26/12/2022) lalu.

Dalam Kegiatan tersebut Kadiv Propam Polda Kaltim Kombes Pol Yudi Askara S.I.K. didampingi Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya S.H.,S.I.K.,M.H., Kabag Ops AKP Sujarwanto, S.H., Kasat Lantas AKP Edy Haruna, S.H., dan Kasi Propam Iptu I Gede Eka Wardana.

Adapun pos pengamanan  yang dikunjungi adalah Pos Pengamanan Terpadu Tugu Selamat Datang Bontang dan Pos Pengamanan Pelabuhan Loktuan.

Selain melakukan pengecekan Kadiv Propam Polda Kaltim juga membagikan bingkisan kepada perwakilan personel yang melakukan pengamanan.

Kadiv Propam Polda Kaltim Kombes Pol Yudi Askara S.I.K. mengatakan kegiatan pengecekan Pos Pengamanan Operasi lilin Mahakam 2022 dilakukan dalam mendukung jalannya Ops Lilin Mahakam 2022 dan mengecek kekuatan  personel serta sarana yang digunakan di Pos PAM.

”Pengecekan ini penting, melihat sudah sejauh mana kesiapan maupun kelengkapan akomodasi pada setiap pos selama Operasi Lilin Mahakam 2022  berlangsung,” katanya.

Kabid Propam berpesan kepada petugas pengamanan agar dalam pelaksanaan tugas tetap mengutamakan tindakan persuasif humanis pemberian edukasi kepada warga agar mentaati protokol kesehatan. Saat bertugas tetap waspada segala bentuk ancaman dan gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kepada seluruh personel yang terlibat, saya mengimbau agar melaksanakan tugas sebaik-baiknya,” pesannya.

Kombes Pol Yudi Askara S.I.K. juga menekankan agar personel Pos Pam selalu mengingatkan dan mengimbau masyarakat untuk mengikuti semua SOP dan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah tamanya terkait protokol kesehatan.

“Harapannya dengan berdirinya Pos Pam serta Pos Pelayanan dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama Natal 2022 dan menyambut Tahun Baru 2023 serta dapat mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan demi menjaga kesehatan bersama,” tandasnya.

Dalam Kesempatan ini Kabid Propam Polda Kaltim Yudi Askara S.I.K. didampingi Kapolres Bontang memberikan bingkisan kepada petugas yang melakukan pengamanan di Pos Pam Terpadu Selamat Datang Bontang, dan Pos Pengamanan Pelabuhan Loktuan. (hms)

Polres Bontang Gelar Sosialisasi DIPA 2023 hingga Penandatanganan Pakta Integritas

0

BONTANG – Polres Bontang Polda Kaltim menggelar Sosialisasi DIPA Tahun Anggaran (TA) 2023 dan penyerahan Rencana Pendistribusian Anggaran (Rendisgar) TA 2023 kepada satuan kerja dan fungsi Polres Bontang dan jajaran, serta penandatanganan Pakta Integritas di Ruang Rupatama Sanika Satya Wada Polres Bontang, Rabu (28/12/2022)

Kegiatan ini dibuka Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya S.H.,S.I.K.,M.H., dengan dihadiri Pejabat Utama Polres Bontang,  Kapolsek jajaran serta Kaur Mintu dan Kasium Polsek jajaran Polres Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya S.H.,S.I.K.,M.H. mengatakan dalam pelaksanaan sosialisasi ini adalah bentuk transparansi Polres Bontang  terhadap anggaran yang diterima di tahun 2023.

”Saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan atas kinerja selama tahun 2022 terkait penyerapan anggaran 2022. Kita juga harus bersyukur karena Polres Bontang tidak menjadi uji petik pemeriksaan BPK,” beber Kapolres Bontang.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan pihaknya juga patut berbangga karena selama pemeriksaaan dari Itwasda Polda Kaltim dan Itwasum Mabes Polri tidak mendapatkan temuan yang signifikan. “Namun hal tersebut juga jangan membuat kita jumaha sehingga tidak menyepelekan terkait pembuatan perwabku. Untuk itu penyerapan DIPA di tahun 2023 harus disesuaikan dengan kebutuhan dengan mengacu Kalender Kamtibmas,” terangnya

Ia juga mengingatkan para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek dan Kanit harus membuatmu perencanaan penyerapan sesuai dengan kebutuhan dengan melibatkan pengelolaan anggaran, sehingga penyerapan benar benar sesuai dengan kebutuhan yang mengacu dengan kalender Kamtibmas.

Terkait Rencanaan Penarikan Dana (RPD), ia juga mengaingatkan agar betul-betul direncanakan dengan baik untuk menghindari revisi anggaran. “Terkait penyerapan anggaran lidik sidik menyesuaikan dengan kebututhan dan tidak terkesan pemborosan,” sebutnya.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan Penandatanganan Pakta Integritas antara Kapolres dengan Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek jajaran Polres Bontang. (hms)

Tak Kenal Waktu, Polres Bontang Gelar Patroli Dialogis

0

BONTANG – Mewujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif serta menjalin hubungan silaturahmi dengan masyarakat, Sat Samapta Polres Bontang  tanpa mengenal waktu melakukan patroli dialogis untuk menyampaikan imbauan dan pesan kamtibmas secara langsung.

Seperti yang terlihat, Rabu (28/12/2022) Satuan Samapta Polres Bontang yang dipimpin oleh Danru Patroli Regu B Sat Samapta Aipda Andi Supri melaksanakan patroli dengan mengunjungi warga Tempat Pelelangan Ikan  (TPI) Tanjung Limau.

Dalam melaksanakan patroli, Sat Samapta bertemu dan menyambangi warga dan  sekelompok anak anak  yang sedang melakukan mancing ikan di Pelabuhan Tanjung Limau guna menyampaikan imbauan kamtibmas.

”Saya menghimbau  kepada para pemancing dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya ancaman gangguan kamtibmas seperti  aksi kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas) Pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor ),” beber Aipda Andi Supri

Sementara itu Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Samapta AKP Widodo mengatakan, bahwa ia telah menginstruksikan kepada seluruh anggota Samapta Polres Bontang untuk selalu  hadir ditengah tengah masyarakat melalui pelaksanakan patroli dialogis maupun maupun patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) untuk memberikan imbauan kamtibmas guna mencegah terjadinya aksi tindak kriminalitas maupun gangguan kamtibmas lainnya.

“Dengan seringnya  melakukan patroli wilayah  tentunya akan dapat menekan aksi kriminalitas di wilayah Kota Bontang sehingga akan dapat terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” terang Kasat Samapta Iptu Widodo. (hms)

Babinsa Koramil 0908-02/Muara Badak Gelar Pengamanan MTQ Tingkat Kecamatan

0
Kegiatan pengamanan Babinsa Koramil 0908-02/Muara Badak di lomba MTQ tingkat Kecamatan Muara Badak. (Ist)

BONTANG – Babinsa Koramil 0908-02/Muara Badak melaksanakan pemantauan serta pengamanan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- XIII Tahun 2022, tingkat Kecamatan Muara Badak. Kegiatan tersebut berlokasi di area utama dan area 3 MTQ Desa Badak Mekar, Kecamatan Muara Badak, Rabu (28/12/2022).

Danramil 0908-02/Muara Badak, Kapten Inf Rukito mengatakan, kegiatan pengamanan ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab bersama Koramil 0908-02/Muara Badak.

“Demi menjaga keamanan dan kelancaran setiap Kegiatan. Serta menciptakan dan memberikan rasa aman dalam kegiatan apapun di wilayah kami, termasuk kegiatan MTQ ini,” ujar Danramil.

Danramil pun meminta warga yang hadir maupun pendukung kafilah, agar dapat menjaga ketertiban saat kegiatan sedang berlangsung. Juga mentaati semua aturan yang ada.

“Harapannya MTQ berjalan aman, lancar, dan sukses,” bebernya.

Ia juga meminta dukungan dan peran serta masyarakat, untuk bersama-sama meramaikan dan menjaga jalannya MTQ. Sehingga dari kegiatan yang diadakan ini bisa menghasilkan generasi-generasi Qur’an dari Kecamatan Muara badak.(Pendim Btg)

Patroli Malam Hari, Polsek Bonsel Ingin Tingkatkan Kamtibmas

0
Patroli Polsek Bonsel di salahsatu wilayah di Bontang. (Ist)

BONTANG– Polsek Bontang Selatan (Bonsel) melaksanakan patroli malam hari ke beberapa wilayah di Kota Bontang, Senin (26/12/2022). Hal ini demi peningkatan keamanan, khususnya di waktu malam.

Kegiatan patroli menyasar beberapa tempat keramaian seperti cafe-cafe, SPBU, pertokoan, Pasar Malam Berbas Tengah, dan tempat-tempat yang rawan terjadi aksi kriminalitas.

Kapolsek Bontang Selatan, Iptu Abdul Khoiri mengatakan, kegiatan patroli ini merupakan agenda rutin yang dilakukan pihaknya, dalam upaya menciptakan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), serta mencegah terjadinya aksi kriminalitas di malam hari

”Tentunya ini menjadi harapan masyarakat, agar Polri selalu hadir di tengah – tengah masyarakat. Untuk memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayom kepada masyarakat,” ujar Kapolsek.

Selain melaksanakan kegiatan patroli, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat. Agar bersama sama menjaga kondusifitas kamtibmas.

”Bila mendengar atau melihat aksi kejahatan, kami minta masyarakat segera melaporkan kepada petugas atau ke Polsek Bontanng Selatan,” pungkas Iptu Khoiri. (*)

BPJS Ketenagakerjaan Bontang Jalankan Monitoring Evaluasi Tim Kepatuhan Bersama Pemkot Bontang

0
Penyerahan santunan secara simbolis kepada ahli waris. Dari kiri ke kanan: Ramdani Kepala kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bontang, Rini Suryani Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan, H. Basri Rase Walikota Bontang, Hj. Najirah Wakil Walikota Bontang, Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT Sekretaris Daerah Kota Bontang, Muhammad Anis Fahrurrozi Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan

BONTANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Monitoring Evaluasi Tim Kepatuhan untuk mengoptimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di Kota Bontang.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bontang Ramdani menyampaikan bahwa perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bontang demi mewujudkan Kota Bontang yang hebat dan beradab.

“Dengan adanya program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang menyeluruh, Pemerintah Kota Bontang memberikan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak risiko sosial serta mewujudkan Kota Bontang yang lebih hebat dan berada,” kata Ramdani di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (27/12/2022).

Ramdani menambahkan, program JKK dengan jumlah kasus 326 dengan nomimal Rp 5.850.304.580, JKM 140 kasus dengan nomimal Rp 6.467.000.000, JHT 7.981 kasus dengan nilai Rp 106.127.445.250, JP 181 kasus dengan nomimal Rp 1.989.875.600, JKP 2 kasus dengan nominal Rp 8.701.650 dan beasiswa 465 kasus dengan nominal Rp 1.919.500.00.

“Total klaim yang tercatat adalah Rp 122.362.827.080. Kami juga ingin mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Bontang karena berhasil mencapai coverage share sebesar 87 persen dari 81.136 pegawai yang artinya mencapai 70.758 Tenaga Kerja yang sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang Basri Rase menyampaikan bahwa untuk memberikan dukungan jalannya implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan melalui terbitnya Perwali Nomor 34 tahun 2020 tentang Tata Cara Pengenaan Sanksi Tidak Mendapat Pelayanan Publik Tertentu Kepada Pemberi Kerja Selain Penyelenggara Negara dalam Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Daerah.

“Kami juga sudah membentuk Tim Kepatuhan Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk mempermudah badan usaha, sektor formal, dan informal di Kota kita tercinta untuk sadar akan pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” katanya.

Sementara, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan Rini Suryani menyampaikan bahwa pertumbuhan coverage share perlindungan di Kalimantan Timur terus mengalami peningkatan. Hingga November 2022 total tenaga kerja yang terkover BPJS Ketenagakerjaan sejumlah 935.910 yang mana meningkat 7 % dari 820.290 tenaga kerja pada Oktober 2021.

“Kami juga memberikan Pembayaran Manfaat Beasiswa di Kalimantan Timur sebanyak Rp 72 juta untuk 44 Siswa TK, Rp 598.500.000 untuk 371 Siswa SD, Rp 544 Juta untuk 245 Siswa SMP, Rp 759 juta untuk 227 Siswa SMA dan Rp 2.220 juta untuk 168 Mahasiswa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan secara simbolis oleh Kepala kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bontang Ramdani bersama Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Kalimantan Rini Suryani, Wali Kota Bontang H. Basri Rase, Wakil Walikota Bontang Hj. Najirah, Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT Sekretaris Daerah Kota Bontang kepada ahli waris Ahmad Hasonangan Harahap peserta pekerja pemadam kebakaran Kota Bontang sebesar Rp168.400.00. (adv)

Panji Beber Kompak Nobar Wayang Kulit HUT ke-45 PKT

0

BONTANG – Sebagai upaya melestarikan kesenian dan budaya di Kota Bontang, anggota Panji Beber kompak nonton bareng (nobar) wayang kulit.

Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka HUT ke-45 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan Tutup Tahun Produksi 2022 dengan lakon Semar Mbangun Kayangan.

Pagelaran wayang semalam suntuk ini menghadirkan  dalang Ki Suryanto Purbo Carito, dibantu Pesinden Milenial seperti Winong, Galuh, dan Dian. Berlokasi di Area Parkir GOR PKT, Selasa (27/12/2022) juga menghadirkan Bintang Tamu, Gareng Tralala.

Pembukaan dimulai tepat pukul 21.30 Wita, oleh Qomaruzzaman, Direktur Keuangan dan Umum PKT.

“Wayangan ini bentuk rasa syukur kepada masyarakat Bontang, yang telah turut serta mendukung operasional pabrik. Sehingga berjalan lancar sesuai target produksi. Lakon Semar Mbangun Kayangan itu sendiri, dimaksudkan sebagai kesiapan PKT dan Kota Bontang menjadi kota pendukung Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata Qomar.

Sementara itu, Ketua Panitia, Gesit Budi Satoto yang juga karyawan Departement Operasi PKT, berterima kasih kepada PKT karena telah mendukung pelestarian budaya di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

“Semoga pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini, dilaksanakan rutin setiap tahun. Agar dapat dijadikan agenda pariwisata Kota Bontang,” ujar Anggota Panji Beber itu.

Dijelaskan Gesit, momen menarik di pagelaran wayang kulit ini adalah hadirnya Direktur Utama PKT,  Rahmad Pribadi sekitar pukul 24.00 Wita. Saat didapuk naik ke atas panggung, Rahmad beradu akting dengan Gareng Tralala. Bahkan sebelum turun panggung sempat memberikan saweran ke pesinden dan Gareng.

Momen kejutan kedua adalah tampilnya Kombes Pol Sugeng Utomo saat nembang lagu Ngidam Sari yang pernah dipopulerkan Almarhum Manthous. Gareng Tralala dengan jahil membuli Kombes Sugeng.

“Berani usil karena situasinya di atas panggung. Kalau di luar panggung Gareng mengaku tidak berani iseng,” beber Gesit.

Sampai pertunjukan usai dan tutup kayon, Panji Beber tetap setia menyaksikan pagelaran wayang tersebut. Tentu saja menyapa Ki Dalang, Pesinden, dan seluruh pengrawit serta mengajak foto Bersama.

Hadir dalam Pagelaran Wayang Kulit ini Kombes Pol Sugeng Utomo, Dirpamobvit Polda Kaltim, Najirah, Wawali Bontang, Hj. Aji Erlinawari, Sekda Bontang, Letkol Inf Priyo Handoyo, Dandim 0908 Bontang.

Selain itu hadir pula Hanggara Patrianta, Direktur Produksi dan Operasi PKT dan Meizar Effendi, SEVP Business Support PKT. Keduanya tampak memilih lesehan nonton di belakang kelir bersama masyarakat Kota Bontang. (*)