Beranda blog Halaman 825

Peringati HKN ke-59, Dinkes Adakan Turnamen Badminton Antar Rumah Sakit

0
Peringati HKN ke-59, Dinkes Adakan Turnamen Badminton Antar Rumah Sakit
Para pemenang turnamen saat menerima hadiah. (ist)

BONTANG – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang mengadakan turnamen badminton antar rumah sakit se-Bontang. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari sejak Jumat (20/10/2023) lalu di Gedung Badminton Amarik.

Muhammad Mahfuds, Koordinator Turnamen Badminton HKN ke-59 menjelaskan, bahwa HKN diperingati setiap tanggal 12 November tiap tahunnya. Karenanya pihaknya mengadakan turnamen ini untuk ikut merayakan HKN tersebut.

“Selain itu dengan turnamen ini kami ingin mempererat silaturahmi antara fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Bontang,” ujarnya.

Dibeberkannya, kegiatan ini diikuti sebanyak 5 rumah sakit ditambah perwakilan Dinkes Bontang. Turnamen ini mempertandingkan nomor beregu dan di dalam nomor beregu tersebut terdapat nomor ganda putra, ganda putri, dan campuran.

“Ya semacam Thomas dan Uber Cup lah. Masing-masing rumah sakit mengirimkan 2 tim perwakilan. Sementara Dinkes mengirimkan 4 tim perwakilan,” ungkapnya.

Dari hasil turnamen tersebut keluar sebagai juara 1 adalah RS Amalia A. Lalu juara 2 diraih RSUD Taman Husada A. Kemudian untuk juara 3 terdapat juara 3 bersama, yaitu RS PKT A dan RSIB A.

“Masih banyak agenda kegiatan kami ke depannya, dalam rangka memperingati HKN ke-59 ini,” pungkas Mahfud. (al/adv)

Kenali Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara

0
Kenali Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasi Anak Terlambat Bicara
Ilustrasi anak terlambat berbicara. (ist)

BONTANG – Kemampuan bicara anak merupakan salah satu yang paling dinanti-nanti oleh setiap orang tua. Memasuki usia 2 tahun, kemampuan bicara anak sudah bisa dikatakan cukup lancar, meski yang diucapkan belum jelas dan beraturan. Namun, jika anak kesulitan berbicara atau sama sekali tidak bisa mengucapkan kata apa pun pada usia 2-3 tahun, ini dapat menandakan keterlambatan bicara.

Dokter Spesialis Anak di RSUD Taman Husada, dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A, menjelaskan, ada banyak sekali penyebabnya anak terlambat bicara. Seperti gangguan pendengaran, sehingga anak belum bisa berbicara. Bahkan ada juga anak yang kurang simulasi, tidak diajarkan untuk berbicara, maka si anak belum bisa bicara.

“Ada banyak sekali kendalanya jika anak terlambat buat bicara, seperti gangguan pendengaran, di lingkungannya kurang diajak komunikasi, dan bahkan si anak sering diberi gadget,” ucapnya, Selasa (24/10/2023) kemarin.

Pada usia 0-6 bulan, anak sudah dapat berbicara, dari kata yang belum ada maknanya atau belum jelas. Intinya mampu bersuara dan mengeluarkan bunyi seperti tertawa.

Pada usia 8-9 bulan, berubah menjadi Babbling. Dapat mengucapkan kata mama atau papa, walaupun belum jelas. Jika anak belum bisa mengucapkan, itu bertanda anak sudah terlambat bicara.

Pada usia 16 bulan, minimal harus sudah bisa memanggil orang tuanya, seperti mama, ayah, atau yah. Di usia 18 bulan, anak harus menambah kosa katanya, seperti “mamam” untuk makan, “duh” untuk sesuatu yang membuatnya sakit, bahkan “ndak” untuk tidak mau.

Bahkan, di usianya yang beranjak 2 tahun, anak sudah bisa merangkai dua kata menjadi satu kalimat seperti “mah mam,” artinya mamah makan, atau “ndak mau” artinya tidak mau. Jadi anak umur berapa pun sudah ada target cara bicara.

Cara mengatasi keterlambatan bicara pada anak adalah, melakukan pemeriksaan dan mempertimbangkan kemungkinan penyebab anak jadi terlambat bicara. Mulai dari masalah pendengaran, hingga gangguan perkembangan.

“Jadi, bagi para orang tua jangan langsung sakit hati, atau tersinggung dengan adanya teguran, atau jika ada orang yang menegur terkait anak, menilai jika anak kita terlambat bicara lebih baik didengarkan masukannya dan konsul ke ahlinya,” paparnya.

Nantinya, dokter mungkin akan menyarankan anak untuk menjalankan terapi sebagai cara mengatasi anak terlambat bicara. Peran orang tua sangat besar untuk bantu mengembangkan keterampilan bicara anak sejak usia sangat dini. Sebab, bertambahnya kosakata anak akan berbanding dengan jumlah kata yang anak dengar. (dwi/adv)

Mengenal Lebih Dekat Dokter Spesialis Anak di RSUD Bontang

0
Mengenal Lebih Dekat Dokter Spesialis Anak di RSUD Bontang
Ruang Cempaka RSUD Taman Husada Bontang, ruangan khusus perawatan rawat inap anak (dwi).

BONTANG – Kebutuhan medis antara anak-anak dengan orang dewasa sangat berbeda, itulah sebabnya dibutuhkan seorang dokter spesialis anak untuk menangani berbagai masalah kesehatan yang anak sedang alami.

Dokter spesialis anak adalah dokter yang mempunyai kompetensi dalam memeriksa, hingga merawat kesehatan anak, dari fisik, pertumbuhan, dan perkembangan anak.

Dokter Spesialis Anak di RSUD Taman Husada, dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A, menjelaskan, untuk dokter spesialis anak menangani mulai usia 0 sampai 18 tahun.

“Jika sudah 18 tahun ke atas, sudah diharuskan untuk ke dokter penyakit dalam,” paparnya, Selasa (24/10/2023).

Dokter spesialis anak menangani pasien dari usia sejak lahir, baik yang lahir dengan normal/melalui tinfakan operasi sectio caesaria yang membutuhkan bantuan atau pengobatan sejak awal kehidupannya.

Ditambahkannya, saat ini, kebanyakan kasus penyakit yang paling sering dialami anak-anak adalah penyakit saluran napas atas, dengan gejala batuk pilek demam, dan lain-lain, yang membuat orangtua membawa anaknya berobat ke Dokter Anak.

Pelayanan kesehatan Anak meliputi berbagai bidang, baik itu rawat jalan, rawat inap, dan rawat intensif anak. RSUD Taman Husada sudah memiliki fasilitas perawatan intensif untuk bayi dan anak, yakni ruang rawat intensif bayi untuk usia sejak lahir s/d usia 1 bulan/Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan ruang rawat intensif untuk anak usia 1 bulan s/d 18 tahun/ Pediatric Intensive Care Unit (PICU). (dwi/adv)

Gejala dan Cara Pengobatan Flu Singapura pada Anak

0
Gejala dan Cara Pengobatan Flu Singapura pada Anak
Ilustrasi flu singapura. (ist)

BONTANG – Flu Singapura pada anak merupakan gejala ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini lebih sering menyerang pada anak-anak maupun balita. Namun, orang dewasa pun juga bisa terkena penyakit ini, meski sangat jarang terjadi.

Hal itu dipaparkan oleh Dokter Spesialis Anak di RSUD Taman Husada, dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A.

Ia menjelaskan, jika anak-anak lebih rentan terkena Flu Singapura, hal ini karena daya tahan tubuh anak yang belum sekuat orang dewasa.

“Gejalanya Flu Singapura ini pun terdiri dari demam. Biasa maksimal demam sampai tiga hari. Setelah itu diikuti dengan tumbuhnya ruam dan juga gatal-gatal yang mirip dengan cacar air,” bebernya saat diwawancarai awak media Radarbontang.com, Selasa (24/10/2023), kemarin.

Biasanya, saat anak mengalami Flu Singapura ini terjadi di area sekitar mulut, tangan, kaki, pantat, telapak tangan, telapak kaki, sikut, dan lutut. Bahkan, muncul juga di area kemaluan.

“Khasnya Flu Singapura ini adalah dengan adanya luka yang hampir mirip dengan sariawan di rongga mulut. Bisa di tenggorokan dalam, lidah, bibir, bahkan pipi dalam,” paparnya.

Untuk pengobatan yang diperlukan saat anak mengalami Flu Singapura ini contohnya seperti demam, yang akan diberi obat penurun panas. Jika sariawan akan diberi olesan atau disemprotkan untuk membuat sariawan berkurang.

“Karena biasanya anak kecil kendalanya tidak mau makan saat mengalami sariawan. Untuk gejala ruam bisa diberi saleb khusus yang dioleskan pada kaki, tangan, lutut, atau sikut yang terkena bintik merah dan terdapat berisi air,” paparnya.

Saat mengalami Flu Singapura ini, dalam masa penyembuhan selama 10 hari lamanya, jika luka dibuka atau mengelupas bisa membuat luka membekas.

“Untuk orang tua biasanya khawatir pada anak yang tidak mau makan, tidak kebayang gimana jadinya jika banyak sariawan di dalam rongga mulut anak. Untuk anak di bawah dua tahun, dan yang makannya masih banyak drama lebih baik dikasih makan yang lembut dan dingin, yang nyaman untuk ditelan,” tutupnya. (dwi/adv)

RSUD Bontang Dikucur Anggaran Rp 46 Milyar, Pembelian Alat Kesehatan dan Pengembangan SDM

0
RSUD Bontang Dikucur Anggaran Rp 46 Milyar, Pembelian Alat Kesehatan dan Pengembangan SDM
Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi, Sp.JP saat menjelaskan pemenuhan alat kesehatan. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang mendapatkan anggaran sebesar Rp 46 Milyar untuk pembelian alat kesehatan, hingga untuk kebutuhan pengembangan SDM Rumah Sakit.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, Sp.JP menjelaskan, anggaran ini diperoleh dari anggaran perubahan tahun 2023, di mana anggaran akan diperuntukkan untuk pemenuhan alat-alat kesehatan di RSUD Bontang dan pengembangan SDM.

“Untuk saat ini RSUD mendapatkan anggaran yang sebagian besar untuk pengadaan alat kesehatan,” kata dr Suhardi, Sp.JP saat ditemui.

Lanjut, dr Suhardi mengatakan, bahwa alat kesehatan yang telah direncanakan pengadaannya seperti alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk RSUD Bontang.

“Beberapa memang rencana kami untuk pemenuhan alat kesehatan. Termasuk yang besar pengadaan alat MRI. Ini hanya beberapa rumah sakit yang punya di Kaltim, RSUD Bontang termasuk yang akan punya,” jelasnya.

Selain itu, Ia mengatakan anggaran juga digunakan dalam penunjang alat kesehatan lainnya dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Ditambahkannya, kebutuhan SDM tenaga kedokteran spesialis telah memenuhi beberapa SDM.

“Kami sudah mulai banyak tenaga spesialis. Ke depan akan semakin komplit. Karena kami harap RSUD Bontang akan menjadi pelayanan masyarakat dan menjadi rujukan bagi daerah di luar Kota Bontang. Karena akan semakin lengkapnya SDM dokter dan sarana dan prasarana,” ungkapnya. (adv/yah)

Berikut Langkah-Langkah Mengurus NIB di DPMPTSP!

0
Berikut Langkah-Langkah Mengurus NIB di DPMPTSP!
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) cukup mudah. Bisa langsung datang ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), atau jika tidak ingin repot bisa melalui cara online.

NIB dibagi menjadi dua yakni NIB perorangan dan NIB badan usaha. NIB perorangan cukup membutuhkan KTP orang tersebut serta email atau nomor Whatsapp yang aktif.

“15 sampai 20 menit sudah bisa terbit asal berkas lengkap,” jelas Fidia, Customer Service DPMPTSP Bontang saat diwawancara redaksi, Kamis (26/10/23).

Sementara itu, untuk NIB badan usaha bisa menyiapkan KTP, NPWP direktur, dan perusahaan, e-mail, SK Kementerian dan akta dari notaris.

“Badan usaha itu seperti CV, PT, yang seperti itu, pengurusan di kami bisa langsung jadi juga asal berkas lengkap pasti hari itu juga langsung jadi,” ujarnya.

Untuk pengurusan bisa langsung dilakukan mandiri secara online, atau ke pelayanan DPMPTSP jika ada hal yang kurang dimengerti.  Untuk online tentu menggunakan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) yang dapat diakses oleh masyarakat umum.

“Tanpa ke PTSP juga sudah bisa terbit, karena rata-rata yang datang langsung ke sini biasanya dia belum menguasai OSS-RBA itu, nanti kami akan arahkan,” tutupnya. (sya/adv)

Ruang Anggrek RSUD Bontang Khusus Pasien Isolasi, Penjenguk Diharapkan Tertib Aturan

0
Ruang Anggrek RSUD Bontang Khusus Pasien Isolasi, Penjenguk Diharapkan Tertib Aturan
Ruang Anggrek RSUD Taman Husada Bontang khusus pasien isolasi. (Yahya Yabo)

BONTANG – Ruang Anggrek di RSUD Taman Husada Bontang dikhususkan bagi pasien isolasi seperti perawatan kasus airborne disease yang meliputi penyakit TB, TB MDR, Covid-19, SARS, MERS dan Pneumonia MRSA.

Kepala Ruang Anggrek RSUD Bontang, Ria Kusuma Dewi mengatakan, bahwa ruang anggrek dikhususkan bagi pasien-pasien yang memiliki riwayat penyakit yang dapat menular melalui udara dan pasien terbanyak adalah TB (Tuberculosis).

Ria menambahkan, ruang anggrek sendiri memiliki kapasitas sebanyak 16 tempat tidur yang terdiri dari ruang isolasi ICU bertekanan negatif sebanyak 4 tempat tidur, dan ruang isolasi non ICU bertekanan negatif sebanyak 12 tempat tidur.

Fasilitas di ruang anggrek pada setiap kamar terdapat 1 bed electric, dilengkapi dengan bed monitor, televisi, meja, kursi dan kamar mandi pasien. Selain di ruang ICU Isolasinya dilengkapi dengan dukungan alat – alat canggih seperti ventilator, HFNC, mesin suctioning, defibrillator, alkes emergency dan drug emergency yang selalu siap digunakan sesuai dengan kebutuhan dan juga didukung oleh tenaga ahli profesional di bidangnya.

Ia menambahkan, pasien pada ruang anggrek seharusnya tidak diperkenankan dijenguk, untuk mengurangi tingkat penyebaran penyakit yang dapat ditularkan melalui udara dari percikan dahak pasien.

“Untuk pasien TBC dengan perawatan isolasi di ruang anggrek, pasien tidak diperkenankan untuk dijenguk. Namun pada kenyataannya sampai dengan saat ini masih banyak pengunjung/masyarakat yang belum mengetahui. Untuk itu diharapkan mulai dari sekarang informasi edukasi tentang tata tertib ruang anggrek dapat dipatuhi masyarakat,” harapnya.

Ria menambahkan, dengan mematuhi aturan di Ruang Anggrek RSUD Taman Husada Kota Bontang dapat mewujudkan tujuan yakni aman pasien, aman keluarga, aman petugas.

“Sehingga apa yang menjadi tujuan kami aman pasien, aman keluarga dan aman petugas dari penyakit menular dapat terwujud,” tandasnya. (adv/yah)

Pemasangan Reklame Caleg Resmi Dibuka 25 November 2023 Mendatang

0
Pemasangan Reklame Caleg Resmi Dibuka 25 November 2023 Mendatang
Ilustrasi reklame caleg. (ist)

BONTANG – Pemasangan reklame resmi dibuka untuk Partai Politik (Parpol) dan Calon Legislatif (caleg) per tanggal 25 November 2023 mendatang. Namun begitu, sejak 2 bulan lalu sudah mulai banyak parpol yang mendaftar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang.

Fidia, Customer Service DPMPTSP Bontang tidak bisa memastikan, sudah berapa banyak yang mengajukan berkas untuk pemasangan reklame.

Walaupun pemasangan resmi masih November mendatang, banyak parpol yang sudah memasang reklame. Hal tersebut sah-sah saja, namun reklamenya diberi batasan hanya 10 hari pemasangan.

Adapun persyaratannya harus ada rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Untuk pemberkasan dilakukan di DPMPTSP, kemudian dilanjutkan ke Kesbangpol untuk dilakukan pengecekan apakah boleh terbit atau tidak.

Syarat penerbitan reklame membutuhkan KTP Caleg atau penanggung jawab, NPWP, lokasi pemasangan reklame dimana saja, foto reklame, dan surat kesediaan membayar pajak.

“Untuk biaya pemasangan itu ada, cuma pembayarannya di Bapenda, pembayaran bisa berbeda-beda tergantung banyak dan lama pemasangan,” katanya.

Sebelum 25 November, pemasangan dibatasi hanya 10 hari, jika masih ada yang terpasang lebih dari itu maka akan dicabut oleh Satpol PP.

“Kalau sudah tanggal 25 November, mereka bisa pasang lebih lama, sampai nanti hari pemilu juga bisa, tapi rata-rata mereka ambil jangka pemasangan sedikit-sedikit, tapi tetap akan diperpanjang,” tutupnya. (sya/adv)

Masuk Tahap Uji Sampel, Proyek Pemangkasan Tanjakan Depan RSUD

0
Masuk Tahap Uji Sampel, Proyek Pemangkasan Tanjakan Depan RSUD
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bontang, Anwar Nurdin. (ist)

BONTANG – Proyek pemangkasan Jalan Letjend S Parman atau tepatnya jalan menanjak di depan RSUD Taman Husada Kota Bontang, saat ini sudah memasuki tahap pengambilan sampel tanah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Usman melalui Kepala Bidang Bina Marga (PUPRK) Kota Bontang, Anwar Nurdin menyampaikan, bahwa saat ini pemangkasan tanjakan depan RSUD terus berproses.

“Sudah ambil sampel tanah dan sudah boring test,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, pasca pengambilan sampel dan pemrosesan data, berikutnya fokus pengerjaan Detail Engineering Design (DED) di tahun ini juga.

Ditambahkannya, seluruh pengerjaan proyek ini akan dikerjakan oleh pusat, lantaran anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekira Rp 70 miliar.

“Kami PUPRK hanya memonitoring sampai mana mereka lakukan, lelang di pusat semua karena mereka yang punya aset,” beber dia.

Lebih lanjut, apabila sudah bekerja di lapangan, kemungkinan dilakukan sosialisasi ke masyarakat mengenai rekayasa lalu lintas. Karena pasti akan ada pengalihan jalur pelintasan kendaraan.

Baik jalur dari Bontang ke Samarinda atau Sangatta, begitupun juga sebaliknya, Kota Samarinda dan Sangatta ke Kota Bontang.

“Saya rasa dari Dinas Perhubungan pasti akan bergerak duluan,” jelasnya. (al/adv)

Dinkes Adakan Refreshing Kader Lansia

0
Dinkes Adakan Refreshing Kader Lansia
Kegiatan refreshing kader lansia tingkat Kota Bontang, di Auditorium 3 dimensi. (dwi)

BONTANG – Refreshing Kader Lansia Tingkat Kota Bontang merupakan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Lansia Nasional yang jatuh pada 29 Mei setiap tahunnya, serta Hari Lansia Internasional setiap 1 Oktober. Kegiatan ini berlangsung Rabu (25/10/2023) di Auditorium 3 Dimensi.

Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menyampaikan di peringatan hari lanjut usia tahun ini, bahwa kegiatan kali ini bertema “Lansia Sehat Indonesia Bermartabat.” Dari tema tersebut, maka diambil subtema “Keluarga Hebat, Caregiver Bersahabat, Lansia Smart (sehat, produktif, dan mandiri), Mari Peduli Lansia Menuju Lansia Sejahtera dan Bermartabat.”

“Ini sangat berkaitan dengan tugas dinas kesehatan dalam upaya meningkatkan promotif, preventif, dan rehabilitatif. Agar lansia tetap memiliki peran dan tetap eksis,” ungkapnya.

Menjadi lansia adalah suatu kepastian bagi yang masih dewasa muda, untuk saat ini jumlah lansia di Indonesia adalah 27,1 juta jiwa (hampir 10 persen populasi) dan pada 2025 diproyeksikan menjadi 33,7 juta jiwa.

“Untuk di Kota Bontang sendiri, meski jumlah penduduk lansianya belum memasuki Era Ageing Population, penduduk lansia mencapai 4,8 persen pada 2020. Namun upaya dan perhatian kota terhadap kualitas hidup lansia tetap menjadi perhatian,” bebernya.

Peningkatan jumlah lansia dengan berbagai permasalah kesehatan menjadi tantangan, untuk mempersiapkan lansia sehat dan mandiri agar dapat meminimalisasi bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan lansia sehat bermartabat, diperlukan upaya sejak dini, sesuai dengan siklus hidup manusia. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup lansia, seperti program pemberian “Rantang Kasih” bagi lansia yang kurang mampu.

“Peran kader di masyarakat adalah sebagai ujung tombak dalam upaya membantu peningkatan peran lansia, pemberdayaan, kepedulian, dan juga edukasi bagi keluarga serta masyarakat,” ucapnya.

Aji Erlynawati menambahkan, jika lansia seharusnya tidak dipandang sebagai manusia yang menjadi beban keluarga atau beban pembangunan. Sudah saatnya lansia menjadi pemimpin utama dalam memberikan nasihat dan imbauan, agar anak cucu mereka melakukan perubahan yang fundamental, yaitu perubahan mental.

Menjadikan lansia sejahtera lahir dan batin bukan tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga tanggung jawab kita semua.

Dalam kegiatan yang sama, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Bontang, Jamila Suyuthi mengatakan, pada prinsipnya kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk merefreshing kapasitas kader, kemampuan kader, dan ini merupakan kegiatan pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Ini juga sekaligus momen memperingati hari lansia.

“Untuk kadernya pun dipilih langsung oleh masing-masing kelurahannya, jadi ketika setiap kelurahan menugaskan kader tersebut mereka sudah paham dengan tugasnya masing-masing. Saat ini yang hadir ada sekitar 93 kader lansia,” ucapnya.

Dengan penuh harapan, para kader bisa saling membagi ilmunya satu sama lain, menjadi motivasi, menjadi penyemangat untuk pelayanan di lapangan. Karena, tugas pemerintah meluaskan jangkauan pelayanan, dan kader pun menjadi ujung tombak di masyarakat. (dwi/adv)