Beranda blog Halaman 826

Suranto Resmi Gantikan Ronny Sebagai Kalapas Kelas II A Bontang

0
Suranto Resmi Gantikan Ronny Sebagai Kalapas Kelas II A Bontang
Lepas sambut Kepala Lapas Kelas II A Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Lepas sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Bontang dilaksanakan Rabu (25/10/23) di Lapas Bontang, Jalan Prestasi, Kelurahan Bontang Lestari.

Ronny Widiyatmoko, Kalapas Kelas II A Bontang resmi dipindah tugaskan ke Lapas Kelas IIA Banceuy, Bandung Jawa Barat setelah menjabat selama 3 tahun 10 bulan lamanya.

Ia resmi digantikan oleh Suranto yang sebelumnya bertugas di Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kemenkumham. Suranto berkomitmen untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan.

Ronny mengatakan, bahwa lapas di Bontang memiliki Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) terbanyak di Kaltimtara, sehingga perlu adanya tambahan petugas.

Diketahui terdapat 1.738 WBP, sehingga kalapas baru harus mengemban tanggung jawab besar agar kondisi lapas tetap kondusif.

“Bila melihat jumlah isi lapas di Kota Bontang ini cukup banyak, namun kondisinya tetap kondusif,” katanya

Suratno mengatakan, nantinya diharapkan akan ada sinergitas untuk membimbing WBP, karena nantinya mereka akan kembali ke masyarakat sehingga pembinaan harus dilaksanakan dengan bantuan seluruh stakeholder, forkopimda, serta pemerintah daerah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri, tanpa bantuan mereka apalah kita,” ujarnya.

Kurangnya tenaga kesehatan serta penjaga WBP menjadi koreksi untuk segera ditambahkan, “Karena saya baru dua hari di sini, saya akan keliling dan memastikan apa yang harus dibenahi di lapas ini, kami akan bekerja dengan baik,” jelasnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva alam

Lakukan Kaji Tiru SIMRS, RSUD Kerang Paser Kunjungi RSUD Bontang

0
Lakukan Kaji Tiru SIMRS, RSUD Kerang Paser Kunjungi RSUD Bontang
dr Suhardi dan para jajaran RSUD Bontang, beserta tamu kunjungan dari RSUD Kerang Paser. (Dwi)

BONTANG – RSUD Kerang Kabupaten Paser berkunjung ke RSUD Taman Husada Bontang, Rabu (25/10/2023) bertempat di Ruang Rapat, Lantai 4, Gedung B RSUD Bontang. Kunjungan tersebut bertujuan melakukan Kaji Tiru mengenai Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi Sp.Jp, menjelaskan, kunjungan tersebut diikuti para staf dan pegawai RSUD Kerang Kabupaten Paser.

“Kami sudah mengembangkan digitalisasi, dimana pelayanan akan sangat mudah dan cepat. Ini sudah berjalan selama 4 tahun,” ucapnya.

Lakukan Kaji Tiru SIMRS, RSUD Kerang Paser Kunjungi RSUD Bontang
dr Suhardi dan para jajaran RSUD Bontang, beserta tamu kunjungan dari RSUD Kerang Paser. (Dwi)

Sekarang pun, semua pelayanan bisa digunakan secara online, mulai dari pendaftaran mandiri, nama antrean saat ingin melakukan pemeriksaan ke dokter, bahkan nomor antrean untuk melakukan pengambilan obat. Semuanya sudah dilakukan secara online.

“Sistem sekarang tidak perlu capek-capek dan berlama-lama untuk menunggu. Dengan sistem online ini kita bisa tau, bahkan nantinya kita akan mendapatkan pemberitahuan jika sudah giliran kita. Sekarang mau di tinggal terlebih dahulu tidak apa-apa,” paparnya.

Dr Suhardi juga menjelaskan kepada para staf dan pegawai RSUD Kerang Kabupaten Paser, mengenai manajemen pelayanan rumah sakit secara digitalisasi di poli klinik rawat jalan. Menjelaskan secara rinci bagaimana alur pelayanan di klinik rawat jalan dengan sistem digital yang lebih cepat. (dwi/adv).

Mampukah Selesaikan Masalah Masyarakat dengan Segudang Prestasi?

0
Mampukah Selesaikan Masalah Masyarakat dengan Segudang Prestasi?
Hafsah. (ist)

Oleh:

Hafsah

(Pemerhati Masalah Umat)

Bontang dinobatkan menjadi daerah pertama sebagai Kota Pancasila di Indonesia. Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) Pemkot Bontang bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengapresiasi hal tersebut, karena Kota Bontang merupakan satu-satunya daerah pertama melakukan MoU bersama BPIP, dalam rangka pembinaan ideologi di pemerintah.

Kepala Dinas Kesbangpol, Sigit Alfian mengungkapkan, Kota Bontang dipilih sebagai Kota Pancasila, karena Bontang dinilai menjadi kota yang kondusif, memiliki latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda, namun tetap hidup berdampingan dengan tentram.

Setelah dilakukan penandatanganan MoU, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan membumikan Pancasila. Penguatan dan pembinaan ideologi bagi aparatur sipil negara di Kota Bontang. (Radarbontang 11/10/2023).

Sederet Penghargaan Diraih  Kota Bontang

Dalam kurun tahun 2023, Kota  Bontang banyak meraih penghargaan, di antaranya: penghargaan Merdeka award 2023 di Auditorium SCTV Tower Lantai 8 Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat.

Dalam waktu yang bersamaan, Bontang kembali meraih Merdeka Awards 2023 pada kategori program inovatif pendampingan UMKM. Penghargaan tersebut didapat karena inovasi-inovasi yang diberikan pemerintahan Kota Bontang untuk masyarakat.

Sebelum itu pada Sabtu 22 Juli 2023 di Hotel Padma Semarang Kota Bontang berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2023 untuk kategori Nindya.

Masih di tahun yang sama di Bulan Januari, sederet prestasi telah dicapai. Keberhasilan tersebut antara lain pada Bidang Pencegahan Korupsi, Bidang Ketahanan Pangan, Bidang Kepemudaan, Bidang Hilirisasi Peternakan, Bidang Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Bidang Penyelenggaraan Air Minum, Bidang Penyelenggaraan Perumahan dan Permukiman, dan Bidang Penanganan Disabilitas. (Diskominfo Prov.Kaltim 09/01/2023).

Berdasarkan Perpres No. 24 Tahun 2016 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, tugas BPIP adalah membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan, dan melaksanakan penjurusunan standardisasi pendidikan dan pelatihan, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi negara, kementerian/ lembaga, pemerintahan daerah, organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya. (Detiknews 26/05/2023).

Bontang memang layak mendapatkan penghargaan sebagai kota pancasila. Mengingat kota ini dihuni oleh sebagian besar penduduk dari luar daerah dengan berbagai suku, namun hidup rukun berdampingan. Keberhasilan ini sebagai tindak lanjut dari program kampung moderasi yang telah dilaksanakan di Bulan Juli tahun 2023.

Sebagai Kota Industri, Bontang Punyai Daya Tarik.

Kerukunan tercipta dengan banyaknya suku dari berbagai daerah di nusantara. Terbentuklah komunitas untuk mengeratkan ukhuwah dengan ikatan kesukuan. Pendatang terbanyak didominasi oleh suku Bugis, Jawa dan suku dari kalimantan.

Namun, kerukunan yang tercipta bukanlah semata-mata karena mereka mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Adanya pepatah bijak yang  mengatakan “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”,  seolah menegaskan bahwa dimanapun kita berada harus bisa menempatkan diri. Namun nilai-nilai luhur sesungguhnya lahir dari penanaman agama yang kuat.

Dari Sinilah Tercipta Kehidupan Rukun dan Damai.

Banyaknya prestasi yang diraih Kota Bontang tentu membuat bangga masyarakat setempat, terutama para pejabat kota dan jajarannya. Namun, perlu dicermati bahwa sederet penghargaan yang diraih, apakah sudah berkorelasi dengan keadaan masyarakat  saat ini?. Mengingat masih banyak permasalahan rakyat  mulai dari kenakalan remaja, tingkat kriminalitas menghiasi laman media, narkoba dan kapasitas lapas yang tidak memadai, angka pengangguran yang terus naik sehingga berimbas pada kemiskinan, pendidikan dan kesehatan tidak kunjung usai.

Walau pemerintah mengklaim bahwa semua problem yang dialami oleh masyarakat telah diatasi, kenyataannya masalah umat tidak mampu diurai akibat solusi yang ditawarkan tidak sampai ke akar masalah. Torehan prestasi yang dicapai hanya menjadi bukti bahwa ada aksi yang telah dilakukan oleh Pemda setempat.

Selain itu, seolah terjalin kerjasama dan harmoni yang baik bahwa Pemerintah pusat dan daerah seiya sekata dalam melaksanakan program untuk kepentingan masyarakat.

Kenyataannya, ide-ide berikut program yang dicanangkan hanyalah cara untuk mengalihkan umat dari persoalan utama, yaitu penjajahan dalam bentuk pemikiran.

Seyogyanya, umat yang mayoritas beragama Islam maupun yang agama minoritas lebih ditekankan untuk mengamalkan ajaran agamanya. Bahkan, syariat Islam justru lebih mampu merefleksikan  pengamalan dalam pancasila. Dari amalan yang benar akan melahirkan sikap  yang bijak tanpa perlu penghargaan.

Pada prakteknya, kerukunan dan toleransi mampu terealisasi ketika setiap insan siap menerima perbedaan baik dari segi perasaan, kebiasaan, agama maupun budaya tanpa harus menjadi pancasilais sejati.

Islam adalah agama yang sempurna, dari ajarannya lahirlah sikap, sifat dan aturan yang mengikat penganutnya. Maka Islam pantas disebut ideologi karena mempunyai aturan mendasar yang dapat diaplikasikan, baik dalam skala individu, masyarakat, maupun negara.

Penganutnya harus yakin bahwa sang pencipta sudah tentu menurunkan pedoman atau aturan bagi makhluk ciptaanNya agar tidak tersesat. Keyakinan ini membuahkan keimanan yang terlihat dari sikap hambanya.

Dalam sejarahnya, umat Islam muncul di Jazirah Arab yang dibawa oleh Rasulullah Saw hidup berdampingan dengan para penganut agama samawi. Hingga penerus beliau yang setiap masanya dipimpin oleh seorang Kholifah tetap mengamalkan kerukunan antar suku dan bangsa hingga tercipta toleransi tanpa perlu pengakuan. Al Qur’an telah mengabadikan Firman Allah SWT yang artinya:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

(TQS. Al-Hujurat 49: Ayat 13).

Sikap toleransi akan terwujud dengan mengamalkan seluruh aturan Allah SWT. Dengan penanaman akidah yang benar lahirlah pemikiran yang baik dari tiap individu yang akan menyebar di tengah masyarakat. Negara kemudian berperan melindungi dan menjaga keamanan bagi rakyat dengan sistem yang sohih pula, yaitu sistem Islam.

Wallahu a’lam bishowab

Bank Darah RSUD Bontang, Layani Transfusi 150 Kantong Setiap Bulannya

0
Bank Darah RSUD Bontang, Layani Transfusi 150 Kantong Setiap Bulannya
dr Jayadi Festiawan, Sp.PK saat memperlihatkan tempat khusus kantong darah. (Yahya Yabo)

BONTANG – Di RSUD Taman Husada Bontang tersedia Bank Darah yang didapat dari stok Palang Merah Indonesia (PMI) Bontang. Bank Darah RSUD Bontang dapat melayani kebutuhan transfusi darah 100 hingga 150 kantong darah setiap bulannya.

Penanggung Jawab Bank Darah RSUD Taman Husada Bontang, dr Jayadi Festiawan, Sp.PK menjelaskan, unit Bank Darah RSUD Bontang berdiri untuk memenuhi kebutuhan darah pasien di RSUD Taman Husada Bontang. Bank Darah hanya menerima limpahan dari PMI Bontang. Hanya menyimpan darah dan tidak menerima donor.

“Kami tidak melayani donor. Semuanya ada di PMI. Kami hanya menyimpan. Jangka waktunya darah selama 1 bulan setelah diambil dari PMI. Kami perkirakan rata-rata pemakaian darah satu bulan,” kata dr Jayadi Festiawan, Sp.PK, Rabu (25/10/2023).

Selanjutnya, Ia mengatakan permintaan golongan darah yang paling banyak dibutuhkan pasien yakni golongan darah O.

Ketersediaan darah di Bank Darah untuk batas waktu penyimpanan darah maksimal disimpan dalam waktu satu bulan untuk penggunaannya.

“Waktu yang aman digunakan untuk darah yang disimpan selama satu bulan setelah pengambilan darah (donor darah),” jelasnya.

“Kami juga melihat daya tampung kulkas (khusus pendingin darah) kami di sini dan memperkirakan pemakaian waktu pendek yakni seminggu yang bisa dibutuhkan 10-15 kantong darah setiap jenis golongan darah,” imbuhnya.

Diinformasikan, bahwa Bank Darah Rumah Sakit hanya ada dua di Kota Bontang, salah satunya yakni RSUD Taman Husada.

“Kalau yang lain by request (meminta) untuk pemakaian kebutuhan darah ketika meminta langsung pakai. Kalau BDRS itu memang khusus untuk mendukung rumah sakit di mana BDRS berdiri,” ungkapnya. (adv/yah)

Anak Bontang Sukses Nyanyikan Jingle Wonderful Indonesia, Rustam Minta Pemerintah Apresiasi

0
Anak Bontang Sukses Nyanyikan Jingle Wonderful Indonesia, Rustam Minta Pemerintah Apresiasi
Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam. (ist)

BONTANG – Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam pun mengaku bangga atas pencapaian Inas, anak muda Bontang yang viral lantaran menyanyikan jingle Wonderful Indonesia

Dia mengatakan perlu adanya penghargaan yang diberikan pemerintah bersifat jangka panjang. Contohnya dengan memberdayakannya pada berbagai event tertentu.

“Jika sudah seperti ini dan membawa nama baik kota, seharusnya potensi yang ada harus bisa pemerintah kelola sebagaimana mestinya,” ungkapnya belum lama ini.

Menurutnya, prestasi yang diperoleh anak muda Bontang jangan sampai hanya lewat sesaat saja dan dibiarkan begitu saja. Kata Rustam, jika memungkinkan mereka diberdayakan. Seperti diundang kembali dalam hari-hari besar atau perayaan nasional, misalnya agenda HUT RI pada 17 Agustus.

Diketahui, Inas Hafizhah merupakan anak muda Bontang viral lantaran menyanyikan jingle Wonderful Indonesia dalam memperingati meriahnya World Tourism Day, pada 15 September 2023 lalu. Inas dipilih oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menyanyikan aransemen ulang jingle tersebut.

Wonderful Indonesia merupakan slogan promosi untuk pariwisata Indonesia. Dimana lagu tersebut digunakan untuk mempromosikan tempat pariwisata yang ada di Indonesia ini dan ditujukan kepada wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Gadis kelahiran Bontang, 24 Februari 1998 tersebut merupakan musisi indie dengan puluhan ribu pendengar di platform music digital. Pada jingle Wonderful Indonesia ini diaransemen ulang oleh Eka Gustiwana yang merupakan seorang arranger, produser, dan pencipta lagu yang telah mendunia. (al/adv)

Anak Takut ke Dokter? Ada Beberapa Tips Mudah Mengatasinya

0
Anak Takut ke Dokter? Ada Beberapa Tips Mudah Mengatasinya
Dr Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Dokter Spesialis Anak RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi)

BONTANG – Mengajak anak ke dokter sering kali menjadi tantangan bagi para orang tua. Sebagian besar anak menolak dan sangat rewel ketika akan diperiksa oleh dokter. Anak menjadi takut saat diperiksa oleh dokter, membuat sebagian orang tua cemas dan khawatir.

Dokter  Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di RSUD Taman Husada Bontang memberikan beberapa tips dan cara mudah untuk mengatasi anak jika ingin diperiksa oleh dokter.

“Ada beberapa kepentingan anak saat bertemu dengan dokter. Bisa jadi datang menemui dokter saat lagi kontrol, periksa karena keadaan batuk pilek, bahkan saat anak disuntik untuk vaksinasi,” ucapnya saat diwawancarai awak media radarbontang.com, Selasa (24/10/2023).

Ia menyampaikan, jika nantinya akan pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit (RS), bahkan ke klinik, disarankan agar anak bisa membawa mainan, atau cemilan kesukaan anak.

“Nantinya saat pergi menemui dokter anak-anak bisa membawa mainan favoritnya, biar  mereka merasa nyaman. Bahkan bisa juga membawa cemilan atau snack kesukaan mereka,” paparnya.

Selain membawa mainan atau cemilan kesukaan anak, kita sebagai orang tua tidak boleh berbohong kepada anak, atau memberikan harapan palsu yang sekiranya anak itu menjanjikan.

“Jangan juga berbohong, misalkan mengatakan jika nantinya di RS sangat banyak mainan, atau segala macam. Intinya jangan memberikan harapan yang tidak pasti kepada anak-anak,” ungkapnya.

Selain itu juga, dr Arlita juga menambahkan, beberapa hari sebelum pergi ke puskesmas, RS, atau klinik, anak terlebih dulu diberi arahan untuk pemeriksaan. Bahkan dipraktekkan di rumah, seperti apa dokter melakukan pemeriksaan. Mulai dari membuka mulut, mengecek suhu badan menggunakan termometer, bahkan memeriksa bagian dada menggunakan stetoskop. (dwi/adv).

DPMPTSP Buka Pelayanan Online Sejak 2018

0
DPMPTSP Buka Pelayanan Online Sejak 2018
Website perizinan digital DPMPTSP. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Salah satu langkah memaksimalkan pelayanan untuk masyarakat yang semakin modern ini, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah membuka perizinan online sejak 2018 lalu.

Pelayanan ini milik pemerintah daerah namun dikelola oleh DPMPTSP. Beberapa perizinan sebenarnya telah dialihkan ke Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) mulai 2019, sehingga dalam perizinan digital terdapat 46 jenis kepengurusan sisanya.

Beberapa jenis yang dapat diurus di perizinan digital yakni izin bongkar trotoar, izin mempekerjakan tenaga kerja asing, izin mendirikan rumah sakit pemerintah, izin operasional klinik pemerintah, izin operasional laboratorium kesehatan, izin operasional puskesmas, izin operasional rumah sakit pemerintah dan masih banyak lagi.

Kepengurusan ini dapat dilakukan di rumah dengan membuka website https://pd.bontangkota.go.id atau datang langsung ke DPMPTSP, nantinya jika datang ke PTSP akan diberikan arahan terkait berkas-berkas yang harus diupload.

“Kalau berkas yang diurus melalui perizinan digital itu biasanya ada jangka waktunya sekitar 6 bulan, kalau izin di OSS-RBA bisa berlaku selamanya,” jelas Fidia, Customer Service DPMPTSP. (sya/adv)

Surat Bersih Narkoba Jadi Syarat Pencaker

0
Surat Bersih Narkoba Jadi Syarat Pencaker
Lulyana Ramdhani, Kepala BNNK Bontang di Job Fair 2023. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Job Fair garapan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang resmi dibuka. Event yang berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan (Kopkar) PKT ini bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNNK) Bontang untuk mewujudkan Kota Bontang yang bebas narkoba.

Lulyana Ramdhani, Kepala BNNK Bontang menjelaskan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan Disnaker karena pada job fair ini para petinggi perusahan turut hadir, dan akan merekrut para pekerja, sehingga diharapkan kepeduliannya terhadap calon karyawan.

“Perusahaan-perusahaan harus peduli dengan SDM-nya, sehingga para pekerja harus memiliki surat keterangan bersih narkoba,” katanya, Selasa (24/10/23).

Hal ini sesuai dengan arahan dari kementerian tenaga kerja, yang mewajibkan tiap tahun melaksanakan tes narkoba di perusahaan kepada semua pegawai.

“Mulai sekarang kami mengharapkan, surat bersih narkoba menjadi salah satu persyaratan untuk berkas mencari pekerjaan,” tambahnya.

Pihaknya telah membuka stand di Job Fair juga, agar para pencari kerja (pencaker) tidak perlu jauh-jauh tes urine di kantor BNNK. Untuk saat ini BNNK bergabung dengan salah satu stand yakni LPK Adjieradja. Adapun biaya yang harus dikeluarkan sekira Rp 290 ribu.

“Pencaker tes urine hari itu juga, dan akan langsung diberikan surat hari itu juga,” ungkapnya.

BNNK bertekad tidak hanya melakukan pemberantasan, tapi juga pencegahan terutama kepada SDM Kota Bontang, agar perusahaan lebih produktif dan tidak mencoreng nama perusahaan tersebut.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pencaker Membludak di Hari Pertama Job Fair 2023

0
Pencaker Membludak di Hari Pertama Job Fair 2023
Kondisi Job Fair hari Pertama. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Job Fair 2023, kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang sudah dipenuhi para Pencari Kerja (Pencaker) sejak pagi.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan mulai Selasa (24/10/23) hingga Jumat (27/10/23), sejak pukul 08.00 wita hingga 21.00 wita. Job Fair 2023 diikuti oleh 30 perusahaan.

Kepala Disnaker, Abdu Safa Muha menjelaskan, bahwa Job Fair ini pertama kali digelar oleh pihaknya. Sebelumnya sempat ada Job Fair di tahun 2022,  namun kegiatan itu garapan disnakertrans provinsi.

“Job Fair kali ini murni kegiatan kami, oleh sebab itu jika ada masukan atau saran agar kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan mohon bantuannya, sehingga ke depan persiapan kami lebih matang,” katanya.

Tidak hanya lowongan kerja, LPK serta perusahaan juga membuka pelatihan dan magang, sehingga cocok bagi para fresh graduate. Diketahui perusahan tidak selalu membuka lowongan, sehingga dengan membuka lowongan magang bisa menambah skill untuk para pencaker.

Grace, salah satu pencaker yang mengunjungi Job Fair ini cukup antusias dengan membawa beberapa lamaran yang bisa ia ajukan ke banyak perusahaan. Ia mengaku mencari kerja di Bontang cukup sulit, dengan ikut Job Fair ini ia berharap memiliki kesempatan untuk magang ataupun bekerja.

“Saya sudah apply beberapa, senang sih ada Job Fair gini, harapannya kegiatan ini bisa bermanfaat untuk saya dan pencari kerja lainnya,” bebernya kepada redaksi.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Gelar Penerimaan Praktek Profesi Ners Mahasiswa

0
RSUD Bontang Gelar Penerimaan Praktek Profesi Ners Mahasiswa
Penyampaian materi di kegiatan penerimaan praktek profesi ners, di Ruang Aula Nusa Indah, RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi S)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menggelar kegiatan penerimaan praktek profesi ners mahasiswa yang dilaksanakan di Ruang Aula Nusa Indah, Lantai 5 RSUD, Senin (23/10/2023) pukul 08.00 Wita. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 orang mahasiswa, 8 dari RSUD dan 4 dari luar Rumah Sakit (RS).

Bambang Sri Mulyono, Koordinator Penunjang Keperawatan RSUD Bontang mengatakan, adanya kegiatan ini merupakan sebagaian proses sosialisasi, atau proses orientasi bagi para mahasiswa yang ingin berpraktek perawat.

“Kegiatan ini berlangsung selama seharian full, dan beberapa muatan seperti pasien safety, kemudian sasaran keselamatan pasien, orientasi profil RS atau sebagainya,” ucapnya.

Kegiatan praktek mahasiswa perawat ini dibuka untuk umum, siapa saja bisa ikut serta. Kegiatan ini sudah terlaksana bertahun-tahun, bukan pertama kali. Dimana RSUD Bontang sebagai tempat praktek mahasiswa.

“Untuk hari ini, ada sekitar 11 orang yang mengikuti. Sebenarnya banyak yang mengikuti, ratusan, bahkan ribuan. Hanya saja tidak terekspos,” paparnya.

Bambang berharap tidak ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di RS, istilahnya untuk mengawal mutu RS, RS juga tidak dirugikan dengan adanya kegiatan praktek, begitu pun sebaliknya. Saling kerja sama satu sama lain.

Sementara itu, Institusi Penyelenggara Pendidikan Provinsi Ners bekerja sama dengan RSUD Taman Husada Bontang. Selain di Bontang bekerja sama juga dengan beberapa RSUD yang ada. Hampir di seluruh Kabupaten, bahkan paling jauh pun dari Kalimantan Utara (Kaltara) tepatnya di Malinau dan Tana Tidung.

Kiki Hardiansyah Safitri, ITKES (Institusi Tenaga Kesehatan) Wiyata Husada Samarinda menyatakan, telah bekerja sama dengan beberapa RSUD yang ada, bertujuan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami menggunakan RS menjadi tempat praktek profesi untuk meningkatkan kapasitas SDM yang ada di sini. Untuk profesi ners yang berkelanjutan dari sarjana keperawatan ini, merupakan mahasiswa yang dulunya jenjang D3, naik menjadi profesi ners,” bebernya.

Perkuliahan ini berlangsung selama 36 Minggu, efektifnya. Sudah menjadi target pemerintah, dengan seminggu waktu perkuliahan berlangsung selama 45 jam.

Kiki berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat mempunyai sebuah kemandirian di dalam profesinya. Rumah sakit yang 80 persennya adalah perawat, dapat memberikan kualitas pelayanan yang lebih meningkat. (dwi/adv).