Beranda blog Halaman 826

Gegara Kebijakan Baru, Bontang Setop Pembibitan Ikan Kerapu

0
Sarana dan prasarana milik UPTD BBI Bontang sudah mampu mengelola pembibitan ikan kerapu. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) Bontang berhenti mengelola pembibitan ikan kerapu, karena kebijakan aturan pusat. Kemudian beralih ke pembibitan ikan air tawar. Hal itu disampaikan Kepala UPTD BBI Bontang, Sulamto, menjawab keluhan nelayan budidaya Ikan Kerapu terkait tidak tersedianya bibit di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Sulamto menjelaskan, UPTD BBI pernah non aktif selama 2 tahun sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 silam. Hal itu dikarenakan kebijakan baru pemerintah pusat, yang menyerahkan kewenangan pengelolaan sumber daya laut ke provinsi.

Berdasarkan UU 23 tahun 2014 pasal 27 ayat 1-3 berbunyi:

  • Daerah provinsi diberi kewenangan untuk mengelola sumber daya alam di laut yang ada di wilayahnya.
  • Kewenangan Daerah provinsi untuk mengelola sumber daya alam di laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
  • eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan kekayaan laut di luar minyak dan gas bumi;
  • pengaturan administratif;
  • pengaturan tata ruang;
  • ikut serta dalam memelihara keamanan di laut; dan
  • ikut serta dalam mempertahankan kedaulatan negara.
  • Kewenangan Daerah provinsi untuk mengelola sumber daya alam di laut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling jauh 12 (dua belas) mil laut diukur dari garis pantai ke arah laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan.

Lantaran hal itu, UPTD BBI yang tadinya pernah aktif mengelola pembibitan ikan pantai terpaksa harus dihentikan. Kemudian beralih ke pengelolaan pembibitan ikan air tawar di tahun 2020.

Dulu UPTD ini bernama Balai Benih Ikan Pantai. Mengelola pembibitan ikan kerapu, udang windu, hingga ikan bandeng. Vakum 2 tahun, setelah mengajukan nomenklatur baru, UPTD yang berlokasi di kawasan Tanjung Laut itu, kini berubah pengelolaan menjadi ikan air tawar seperti ikan nila dan lele.

“Sejak tahun 2012 hingga 2018 kami sudah pernah aktif membibit ikan kerapu. Pernah mau kerjasama dengan koperasi nelayan budidaya kerapu. Gegara aturan baru ini rencana tersebut dibatalkan,” bebernya.

Sekali lagi dirinya menegaskan, UPTD yang dipimpinnya tersebut bukannya tidak mau mengelola pembibitan ikan kerapu, namun terkendala oleh kebijakan aturan pusat. Dilihat secara fasilitas, sarana, dan prasarana untuk membibit ikan kerapu UPTD ini sudah mampu dan bahkan pernah aktif.

“Ya gara-gara kewenangan tersebut kami terpaksa berhenti mengelola bibit ikan laut,” keluhnya.

Saat ditanya apakah ada pembibitan ikan kerapu yang dikelola Provinsi Kaltim? Seturut pengetahuannya hingga saat ini belum ada pembibitan ikan kerapu di wilayah manapun di Kaltim.

Sementara itu diberitakan sebelumnya, tidak tersedianya bibit ikan kerapu, jadi kendala Nelayan Bontang meningkatkan kapasitas ekspor hingga mencapai 12 ton. Hal ini disampaikan Pengelola Keramba Jaring Apung (KJA) Tanjung Limau, Ismail.

Sampai saat ini Bontang belum tercatat sebagai daerah pengeskpor ikan kerapu. Lantaran kemampuan ekspor Nelayan Bontang hanya 1 ton. Sedangkan kapasitas yang diinginkan negara pengimpor kerapu adalah 12 ton rutin 2 bulan sekali.

Agar dapat meningkatkan kapasitas ekspor sesuai yang diinginkan Hongkong sebagai negara pengimpor ikan kerapu, solusinya adalah pembibitan ikan kerapu.

Saat ini di Bontang memiliki pembibitan di balai bibit milih pemerintah. Namun dirinya menyayangkan sudah tidak aktif selama 5 tahun terakhir. Jikalau pembibitan ikan kerapu itu akfif, maka Nelayan Bontang akan mendapatkan harga bibit ikan kerapu murah.

“Kalau harga bibit murah kami bisa untung lebih banyak dan cepat dalam meningkatkan kapasitas ekspor,” pungkasnya. (al)

Beda Versi Standar Kemiskinan BPS dan Baznas

0
Ilustrasi kemiskinan. (ist)

BONTANG – Terdapat perbedaan cukup jauh dalam penentuan garis kemiskinan, versi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal ini disampaikan Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga saat diwawancara Radarbontang.com beberapa waktu lalu.

Dilansir dari berbagai sumber, BPS menetapkan garis kemiskinan Maret 2022 sebesar Rp 504.469 per kapita per bulan. Jumlah itu terdiri dari Rp 377.598 per kapita per bulan untuk pengeluaran makanan, dan sisanya untuk pengeluaran bukan makanan.

Artinya, jika pengeluaran seseorang dalam sebulan di bawah garis kemiskinan, maka orang tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Merujuk kepada situs BPS, garis kemiskinan menurut BPS yang ditetapkan untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) antara tahun 2021 – 2022 yaitu berkisar Rp 695.824 hingga Rp 732.195.

Berbeda halnya dengan penentuan garis kemiskinan menurut Baznas. Kuba Siga membeberkan, Baznas mengacu kepada hukum Islam. Dimana Rasulullah SAW menilai seseorang itu dikatakan bukan mustahik (baca: orang yang berhak menerima zakat) lagi apabila memiliki penghasilan senilai 85 gram emas selama setahun.

“Kalau dinilai dengan uang dengan kisaran harga emas sekarang, sekira Rp 6,5 juta ke atas per bulannya,” ujar Kuba Siga.

Maka menurut Baznas, seseorang dikatakan keluar dari kemiskinan apabila memiliki penghasilan Rp 6,5 juta per bulannya.

Sementara itu, merujuk kembali pada data BPS, angka kemiskinan di Kota Taman, sebutan Kota Bontang di tahun 2022 ini mencapai 8,39 ribu orang.

Menurut Kuba, angka 8 ribuan itu karena standar BPS menggunakan garis kemiskinan pengeluaran sebesar Rp 600 – 700 ribu di wilayah Kaltim. Sedangkan apabila menggunakan standar kemiskinan versi Baznas angka tersebut akan meningkat drastis. Bahkan mencapai seribu persen peningkatannya.

Lantaran, orang-orang yang bekerja dengan gaji UMK pun belum dikatakan kaya, karena gajinya masih di bawah Rp 6,5 juta. Seperti honorer, tukang bangunan, dan lain sebagainya.

“Kalau pake standar BPS sudah selesai itu orang miskin. Kita santuni saja Rp 600 – 700 ribu per bulan sudah bebas kemiskinan,” ujarnya.

Baginya bukan itu yang diharapkan. Menurutnya, seharusnya kemiskinan dientaskan sesuai aturan zakat.

Dengan angka pengumpulan zakat yang diraih Baznas Bontang, yaitu Rp 6,5 miliar per bulan, Baznas merasa belum mampu mengentaskan kemiskinan warga Bontang. Butuh dana yang lebih besar lagi.

“Kami berharap bisa sinergi dengan semua pihak. Memikirkan cara mengentaskan kemiskinan di Bontang.” harapnya. (al)

Berlabuh di Perairan Bontang, Kapten Kapal Tanker Hilang

0
Kapten Kapal Tanker MV. H.C  UNITY saat berlabuh di perairan dekat Pelabuhan PT Indominco Mandiri. (Ist)

BONTANG – Seorang kapten kapal tanker dikabarkan hilang di perairan dekat Pelabuhan PT Indominco Mandiri, Senin (26/12/2022) kemarin. Kapten Kapal Tanker MV. H.C  UNITY tersebut diduga jatuh dari kapal.

Kabar itu dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBP) Bontang, Zainuddin saat dihubungi Radarbontang.com. BPBD telah menurunkan 9 orang anggotanya untuk melakukan pencarian.

“Kami bergabung dengan BAZARNAS Kutim serta Polairut sedang melakukan pencarian,” ujar Zainuddin.

Berdasarkan penelusuran media ini dari berbagai sumber, kapten kapal bernama Liy Dunwoo (44) itu dilaporkan hilang Senin (26/12/2022) malam.

Para Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Tangker MV. H.C  UNITY mengetahui sang kapten hilang pada Senin pagi saat akan berkumpul sarapan. Sang kapten berkebangsaan China itu tidak muncul.

Para ABK kemudian mencari ke setiap sudut kapal, namun tidak menemukan keberadaan sang kapten hingga Senin malam.

Para ABK itu terakhir melihat keberadaan sang kapten hari Minggu saat makan di salahsatu ruangan kapal.

“ABK menduga kapten jatuh di sekitar kapal. Lalu melaporkan kejadian ini ke kami,” jelasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ditemukan sedikitpun tanda-tanda keberadaan kapten kapal tangker itu. (al)

85 Persen Pelaku UMKM di Pelangi Expo dari Bontang

0
Pembukaan Pelangi Expo 2022 dihadiri Wali Kota Bontang, Basri Rase. (Yahya Yabo/ Radarbontang.com)

BONTANG – Mayoritas pelaku UMKM yang ikut berasal dari Bontang, sementara sisanya dari daerah-daerah se-Kaltim. Hal itu disampaikan Ketua Pelaksana, Abdul Hakim saat membuka pelaksanaan Pelangi Expo 2022, Senin (26/12/2022) kemarin di Gedung Koperasi Karyawan (Kopkar) PT Pupuk Kalimantan Timur.

Abdul Hakim dalam sambutannya menjelaskan, pelaksanaan expo sebagai wujud mengakomodir ekonomi kerakyatan. Setiap tahun dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan UMKM di kota Bontang.

Lanjut Hakim, terdapat 85 persen pelaku UMKM yang ikut berasal dari Bontang. Sementara 15 persen sisanya dari luar kota Bontang.

“Kali ini tidak ada yang berasal dari pulau Jawa. Dari luar Bontang yakni Balikpapan dan Samarinda,” kata Abdul Hakim.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase mendorong dan mendukung kegiatan-kegiatan serupa, dalam mendorong kemajuan UMKM di Kota Bontang. Berharap dapat bersinergi dengan Pemkot Bontang.

“Siapa pun yang dapat bersinergi dengan pemerintah dapat melaksanakan pameran UMKM,” jelas Basri dalam sambutannya.

Tahun depan dirinya akan memperbanyak pelaksanaan event-event UMKM. Guna mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan di Kota Bontang. “Semoga dapat meningkatkan ekonomi rakyat yang lebih baik,” kata Basri.

Dengan ekonomi global yang saat ini sedang tidak menentu dan dibayang-bayangi oleh krisis, melalui kegiatan UMKM ini akan menumbuhkan kemajuan ekonomi.

“Melalui kebijakan saya yang memberikan proteksi dan vokasi kepada pelaku-pelaku UMKM, baik melalui asosiasi makanan dan minuman,” pungkas Basri. (yah)

Pagelaran Pusaka Panji Beber Hadir di Pelangi Expo

0

BONTANG – Ceremonial Pembukaan Pelangi Expo yang digelar Radio Suara Khatulistiwa (Radio SK) di Halaman Gedung Koperasi Karyawan PKT, Senin tanggal 26 Desember 2022, diramaikan dengan Pagelaran Pusaka Nusantara oleh Panji Beber (Paguyuban Pelestari Tosan Aji Bessai Berinta) Kota Bontang. Acara ini merupakan rangkaian HUT ke-45 PT Pupuk Kalimantan Timur.

Ahmad Rofii, ST selaku Ketua Panitia Pagelaran Pusaka Pelangi Expo, mengatakan bahwa tujuan Panji Beber buka stand ini di Gedung Koperasi ini adalah upaya mengenalkan keris kepada khalayak dan warga Kota Bontang.

“Pengunjung yang menghadiri Stand Panji Beber luar biasa, rata-rata menanyakan keris ini dijual berapa? Kami jelaskan bahwa keris-keris yang dipamerkan dalam etalase bukan untuk dijual tapi untuk ditunjukan kepada masyarakat bahwa di Bontang juga ada komunitas pelestari tosan aji Nusantara,” beber Rofii.

Dalam pembukaan Pelangi Expo tersebut dihadiri oleh Walikota Bontang Basri Rase, Dandim 0908 Bontang Letkol Priyo Handoyo, Amriadi (Ketua Kadin Bontang), Dwi Andriyani (Lurah Belimbing), Lukito (mewakili Polres Bontang), Yandi (mewakili Den Arhanud Rudal), Eko Satriya (Ketua Masata) dan Ramli (mewakili Dispopar) serta asosiasi seperti ASMAMI, BEK, dan undangan lainnya

Ketika mengunjungi stan Panji Beber, Basri Rase memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk Panji Beber. Disampaikannya, bahwa pusaka Nusantara sudah ada di Kota Bontang dan Panji Beber adalah tempat bernaung bagi para pelestari pusaka di Kota Bontang.

Bagi masyarakat Kota Bontang yang memiliki keris, tombak, pedang, Mandau, rencong, dan tosan aji lainnya dipersilahkan bergabung di wadah Panji Beber.

“Tahun 2023, saya memberikan mandat kepada Panji Beber untuk menggelar pagelaran 1.000 Pusaka di Kota Bontang, bekerjasama dengan PT Pupuk Kalimantan Timur. Tujuannya adalah sebagai sarana wisata budaya di Kota Bontang dan akan dimasukkan dalam Calendar of Event Kota Bontang,” tambahnya.

Sementara Letkol Priyo Handoyo dan Begawan Ciptaning Mintaraga selaku Pembina Panji Beber, terlihat sibuk memberikan arahan kepada panitia agar pengunjung yang hadir di stan Panji Beber dapat merasa nyaman dan seperti keluarga sendiri.

“Selain kami siapkan sound dengan iringan musik-musik tradisional yang lembut, juga kami siapkan atribut Panji Beber seperti kaos, gelang dan Pin Keris. Panji Beber hadir di acara Pelangi Expo agar masyarakat mengetahui keberadaan para pelestari pusaka di Kota Bontang ini,” kata Priyo

“Bagi pengunjung stan Panji Beber yang ingin foto dengan memegang keris sudah kami siapkan photo booth, dan kami siapkan aneka keris untuk dijadikan pegangan. Lalu bagi pengunjung yang menginginkan informasi lebih dalam terkait tosan aji, telah kami siapkan satu set kursi guna melakukan diskusi lebih intens,” ungkap Begawan Ciptaning Mintaraga. (bcm/rls)

Gedung Uji KIR Diharapkan Beroprasi Januari

0

BONTANG – Komisi III DPRD Kota Bontang pada 19 Desember 2022 melaksanakan sidak ke gedung uji kir untuk melihat seberapa jauh progres pembangunan yang telah dilaksanakan.

Hal ini berkaitan dengan pengawasan dan pemantauan terkait dengan kontrak proyek itu. Di mana, waktu berakhirnya kontrak pembangunan gedung tersebut jatuh pada Desember 2022 ini.

“Iya kita harapkan sudah selesai sesuai dengan kontraknya. Nah kontraknya sendiri sampai dengan Desember bulan ini,” ujar Amir Tosina, ketua Komisi III DPRD Kota Bontang.

Amir berharap, ketika pembangunan sudah selesai. Gedung uji kir bisa mulai digunakan dari Januri 2022. Hal ini berkaitan dengan peningkatan pelayanan fasilitas infrastruktur terhadap masyarakat di Kota Bontang.

“Diharapkan gedungnya dan kantor-kantor di dalamnya bisa segera selesai. Karena prediksinya untuk Januari sudah bisa mulai digunakan,” ujarnya.

Untuk pembangunan gedung uji kir sendiri sampai dengan awal bulan Desember ini diperkirakan sudah mencapai 80-85%. Sehingga, masih ada harapan untuk penyelesaian pembangunan gedung sampai dengan akhir tahun ini. (sc)

Pemkot Bontang Tambah Modal di Bankaltimtara

0

BONTANG – Penambahan penyertaan modal pemerintah Kota Bontang ke Bankaltimtara dilaksanakan pada Senin (26/12/2022) di KMBU Bontang.

“Sebelumnya, kita memang sudah memberikan modal untuk Bankaltimtara. Hari ini, kami menambah lagi. Penyertaan modal ini merupakan investasi jangka panjang,” ungkap Sony Suwito, kepala Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kota Bontang.

Sebelumnya, akumulasi modal milik Pemkot Bontang di Bankaltimtara pada 2014 yang dimulai pada 2001 sebesar Rp 63.620.000.000.

“Nanti keuntungan dalam bentuknya deviden. Di mana seluruh daerah di Kaltim dan Kaltara yang menyertakan modal di bank itu akan mendapat deviden,” jelas Sony.

Total penyertaan modal diberikan berdasarkan rapat yang dilaksanakan dengan DPRD Bontang, menurut Perda Nomor 2 Tahun 2022 sebesar Rp 70.000.000.000.

“Kami lakukan penambahan penyertaan modal ini secara bertahap. Tahun ini Rp 20 miliar, tahun 2023 Rp 25 miliar, dan tahun 2025 sebanyak Rp 25 miliar,” jelas Sony.

Deviden akan dilakukan di akhir tahun. Semua pemilik modal di Kaltim dan Kaltara akan mendapat deviden sesuai dengan modal yang dimiliki masing-masing daerah.

“Jadi, ini mengoptimalkan sumber daya keuangan Pemerintah Daerah, untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial,” lanjut Sony.

Manfaat ekonomi biasanya untuk menargetkan keuntungan, dengan menambah modal, makan devide juga dapat meningkatkan. Kemudian manfaat sosial diharapkan Bank Kaltimtara dapat diperkuat dengan adanya penyertaan modal tersebut.

“Karena Bank Kaltimtara ini milik kita warga Kaltim dan Kaltara, kita berharap bank kita ini bisa memberi manfaat lebih lebih kepada kita, masyarakat,” jelasnya. (sya)

Raker KONI Bontang Bahas Evaluasi Hasil Porprov

0
Pelaksanaan Raker KONI Bontang yang dipimpin oleh Steering Committee (SC). (Yahya Yabo/Radarbontang.com)

BONTANG – Komite Olahraga Nasional (KONI) Kota Bontang melaksanakan rapat kerja (raker), Senin (26/12/2022) di Hotel Bintang Sintuk. Pelaksanaan raker bersama seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) di bawah binaan KONI Bontang.

Ketua Pelaksana, Fahri Jacub mengatakan, pelaksanaan Raker KONI dilaksanakan dalam rangka membahas permasalahan KONI Bontang dalam satu tahun terakhir. Membahas pula apa yang akan menjadi rencana KONI Bontang, dalam satu tahun ke depan.

“Kendala satu tahun terakhir kita pecahkan masalahnya. Kita buat juga perencanaan satu tahun ke depan,” kata Fahri Jacub kepada Radarbontang.com.

Di raker ini pula KONI akan membentuk tim penjaringan bakal calon. Sebagai persiapan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2023 mendatang.

“Musda KONI Bontang tahun 2023 akan terlaksana sekira Maret atau April 2023. Anggota tim penjaringan akan ditetapkan di rapat pleno,” jelas Fahri.

Ketua KONI Bontang, Aminullah menyampaikan, ada beberapa evaluasi yang akan dilaksanakan. Berkoordinasi dengan pemerintah dan DPRD, terutama terkait hasil Porprov Berau beberapa waktu lalu.

“Hasil Porprov Berau harus dikoordinasikan dengan pemerintah maupun di DPRD. Untuk bersinergi agar tidak terhambat lagi,” kata Aminullah.

Mengenai bonus bagi atlet peraih medali, Aminullah mengatakan, ada 3 opsi yang akan diberikan kepada Pemkot Bontang. Salah satunya seperti pada tahun 2018 lalu.

Di tahun 2018 bonus peraih medali emas Rp 50 juta, medali perak Rp 25 juta, dan medali perunggu Rp 15 juta. “Tergantung kemampuan keuangan pemerintah,” jelas Aminullah.

Raker KONI ini juga sebagai bentuk kesamaan persepsi dalam melaksanakan pemberian bonus kepada atlet. Selain itu, dirinya berharap ke depannya akan menjaga atlet yang berprestasi.

“Menjaga pembinaan kepada atlet, supaya ke depannya atlet yang digunakan atlet asli Bontang. Saya maunya atlet asli Bontang. Sekarang ada 63 cabor naungan KONI,” pungkasnya.

Sementara, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, Raker KONI sebagai ajang evaluasi pengiriman atlet ke Porprov di Berau. Juga sebagai evaluasi dari pemerintah dan Dispopar Kota Bontang.

“Nanti hasil-hasil dari cabor yang memiliki permasalahan atau kendala akan dibahas,” ungkap Andi Faizal. (yah)

Pastikan Ibadah Natal Aman, Dandim 0908/Bontang Kunjungi Gereja

0
Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo bersama Wali Kota Bontang, Basri rase dan forkopimda saat mengunjungi gereja-gereja.

BONTANG – Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo bersama unsur Forkopimda Kota Bontang, melaksanakan patroli bersama ke sejumlah gereja di Bontang, Minggu (25/12/2022). Hal itu dilakukan guna memastikan kegiatan ibadah Natal berjalan lancar.

“Kami pantau pelaksanaan ibadah Natal 2022, agar umat Kristiani merasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadahnya,” ujar Letkol Inf Priyo Handoyo.

Dandim mengimbau kepada aparat Keamanan dan masyarakat, agar memonitor wilayahnya masing-masing. Apabila ada sesuatu yang mencurigakan, bisa memberitahukan kepada pihak keamanan.

“Ini memang kewajiban kami sebagai pengamanan wilayah, supaya masyarakat merasakan bahwa kita selalu hadir di tengah-tengah masyaraka. kami menjamin keamanan, sehingga kegiatan ibadah natal bisa berjalan dengan lancar dan hikmat,” tutupnya. (Pendim Btg)

Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan Monitoring Perayaan Ibadah Natal

0
Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan saat melakukan pengamanan ibadah Natal di Kelurahan Kanaan. (ist)

BONTANG– Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan dan Kodim 0908/Bontang melaksanakan pemantauan dan pengamanan di Gereja Santa Maria Imangkulata, Jl Jalan Perintis Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Minggu (25/12/2022).

Pengamanan ini untuk memberikan rasa aman bagi umat Kristiani yang sedang beribadah merayakan Natal di wilayah binaan.

Sertu Harijuddin mengatakan, pengamanan tempat ibadah dilakukan agar masyarakat merasa aman saat merayakan Natal, sehingga tidak terjadi hal yang membuat suasana tidak nyaman.

Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan saat melakukan pengamanan ibadah Natal di Kelurahan Kanaan. (ist)

“Sudah menjadi tugas dan kewajiban saya sebagai babinsa, untuk menciptakan rasa nyaman kepada masyarakat dalam melaksanakan ibadah. Saya imbau seluruh warga mendukung pengamanan ini,” ujar Sertu Harijuddin.

Sertu Harijuddi menambahkan, kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan hingga ibadah selesai. Harapannya agar umat Kristiani yang akan melaksanakan perayaan hari Natal betul-betul merasakan situasi yang aman dan tentram. (Pendim Btg)