Beranda blog Halaman 827

13 Wajah Baru Bakal Mengisi Deretan Anggota DPRD Bontang Berikutnya

0
13 Wajah Baru Bakal Mengisi Deretan Anggota DPRD Bontang Berikutnya
Kepala Bagian Risalah Perundang-Undang DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kepala Bagian Risalah Perundang-Undang DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman mengatakan, untuk pelantikan DPRD Kota Bontang di tahun ini, ada sebanyak 13 wajah baru, sementara sisanya adalah petahana yang kembali terpilih.

“Untuk wajah baru ada 13, dan 12 nya yakni anggota DPRD sebelumnya yang kembali terpilih,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (14/8/2024).

Di pelantikan DPRD Kota Bontang nantinya, diketahui ada sebanyak 482 tamu undangan yang akan mengisi ruang Rapat Paripurna, termasuk awak media.

Di waktu sore, sterilisasi gedung DPRD Kota Bontang akan dilakukan oleh pihak kepolisian, sampai di akhir persiapan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan serta kenyamanan saat pelantikan DPRD berlangsung.

“Persiapan sudah hampir selesai, kami juga masih menunggu kepastian dari tamu yang akan hadir,” tutupnya.

Diketahui, pelantikan 25 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang akan berlangsung pada, Kamis (15/8/2024) besok, di Ruang Rapat Paripurna Lantai III, Kantor DPRD Kota Bontang, sudah banyak persiapan yang telah disusun. (Dwi/adv)

Editor: Yusva Alam

Ini Persiapan Terakhir Pelantikan 25 Anggota DPRD Bontang

0
Ini Persiapan Terakhir Pelantikan 25 Anggota DPRD Bontang
Kepala Bagian Risalah Perundang-Undang DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pelantikan 25 Anggota DPRD Kota Bontang periode 2024-2029 akan digelar besok, Kamis (15/8/2024). Persiapan pelantikan sudah mencapai 85 persen.

Kepala Bagian Risalah Perundang-Undang DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman menyampaikan, pihaknya sudah melakukan gladi kotor Selasa (13/8/2024) kemarin dan gladi bersih, Rabu (14/8/2024) ini sebagai persiapan pelantikan.

“Semua sudah kami persiapkan, dan secara keseluruhan kira-kira sudah 85 persen,” ucapnya saat diwawancarai, Rabu (13/8/2024).

Lebih lanjut, untuk undangan mereka telah sebarkan ke seluruh pihak terkait, termasuk kepada Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur.

Akan tetapi, untuk kehadiran Pj Gubernur sepertinya tidak bisa hadir, dikarenakan sedang sibuk untuk persiapan memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), yang akan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (17/8/2024) besok.

Taufiq juga menyampaikan untuk Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim, terkait pengangkatan anggota DPRD terpilih periode 2024-2029, serta pemberhentian anggota DPRD periode 2019-2024 telah diterima oleh Sekretaris DPRD Kota Bontang.

“Semoga pelantikan nantinya berjalan dengan lancar, sukses, dan aman,” paparnya.

Sedikit informasi, untuk unsur kepemimpinan nantinya baik ketua DPRD maupun wakil ketua DPRD, akan dipilih dari partai terbanyak, yakni Golkar dan PKB. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Akankah Terjadi Perubahan Hakiki Melalui Jalan Demokrasi?

0
Akankah Terjadi Perubahan Hakiki Melalui Jalan Demokrasi?
Nayla Majidah. (ist)

Oleh:
Nayla Majidah, S.Pd
Ibu Rumah Tangga

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dilakukan serentak tahun ini. Proses Pilkada 2024 terdiri atas tahapan persiapan dan tahapan penyelenggaraan. Tahapan Pilkada serentak 2024 diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Berdasarkan PKPU Nomor 2 Tahun 2024, berikut tahapan dan jadwal Pilkada 2024. Pilkada Serentak tahun 2024 akan diikuti sebanyak 37 provinsi, kemudian 508 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024. “Pelaksanaan pilkada tahun ini rencananya akan digelar nanti pada tanggal 27 November 2024,” jelas Ketua KPU Hasyim Asy’ari. (https://www.detik.com/sumut/berita/d-7330360/tahapan-pilkada-serentak-2024-resmi-dari-kpu-jadwal-dan-daftar-provinsi.)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang secara resmi meluncurkan tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bontang 2024, dengan maskot baru Si BOMI (Bontang Memilih) pada acara yang digelar di Ballroom Grand Mutiara Hotel pada hari Sabtu (4/5/2024). Acara ini dihadiri oleh Walikota dan Wakil Walikota Bontang, beserta jajaran Forkompimda, Perwakilan KPU Kalimantan Timur, Ketua dan komisioner KPU Bontang, dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Bontang, Muzarroby Renfly, memaparkan secara rinci jadwal tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bontang. Roby menyebutkan tahapan-tahapan mulai dari pendaftaran pasangan calon, pemenuhan syarat dukungan paslon, pemutakhiran daftar pemilih, penetapan pasangan calon, pelaksanaan kampanye, hingga pemungutan suara yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 27 November mendatang yang dilanjutkan dengan penghitungan dan rekapitulasi suara.

Momen pemilu dalam sistem demokrasi menjadi harapan akan adanya perubahan kehidupan masyarakat. Bahkan, beberapa kalangan berdalih bahwa demokrasi masih merupakan sistem terbaik, lebih beradab, dan menghargai rakyat sebagai warga negara. Kalaupun ada kecurangan, menurut mereka itu lebih dikarenakan dalam pelaksanaannya, bukan pada substansi demokrasinya.

Apakah benar dengan kedaulatan di tangan rakyat akan mengantarkan pada kehidupan yang lebih beradab? Rakyat tidak terzalimi dan hak-haknya tidak terampas? apakah aspirasi dan kepentingan rakyat benar-benar dapat terakomodasi? apakah rakyat benar-benar akan bahagia? apakah segenap impian rakyat benar-benar akan terwujud.

Demokrasi Penyebab Munculnya Kebijakan yang Menyengsarakan Rakyat

Sejarah membuktikan, demokrasi gagal mengantarkan pada kehidupan sejahtera dan berkeadilan bagi rakyat. Keadaan umat hari ini memang sedang tidak baik-baik saja, bahkan kian terpuruk. Beragam persoalan membelit negeri ini diantaranya:
Di bidang ekonomi, ternyata kekayaan alam negeri ini tidak menjamin rakyatnya sehat dan sejahtera. Masih banyak kasus kekurangan gizi dan stunting di tanah air. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebut ada 21 juta warga Indonesia yang kekurangan gizi dan 21,6 persen anak mengalami stunting.Tingkat stunting atau balita tumbuh tengkes di Bontang tergolong tinggi. Berada di urutan kedua tertinggi di Kalimantan Timur, tingkat prevalansi stunting di Bontang sebesar 19 persen.

Seolah penderitaan rakyat belum cukup, kenaikan harga dari kebutuhan pokok juga terus naik. Menurut informasi yang dihimpun dari Panel Harga Bapanas, pada pagi ini (23/7/2024) harga beras premium di pasar eceran melonjak 2,58 Rp15.930 per kg. Telur ayam ras naik 4,05 persen atau Rp1.180 menjadi Rp30.310 per kg.
(https://bontang.times.co.id/news/berita/tolcf66ja8/Harga-Pangan-Hari-Ini-Beras-Bawang-Naik-Cabai-Rawit-Tembus-Rp65650-per-Kilogram).

Di bidang Pendidikan. Tidak hanya biaya pendidikan mahal khususnya swasta, tetapi angka putus sekolah dan angka pengangguran terbuka di Bontang masih tinggi. Persentasenya berada di angka 7,81 persen. Hal ini dikarenakan banyak warga Bontang yang ternyata putus sekolah.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Abdu Safa Muha memaparkan masih banyak warga Bontang yang menganggur. Musababnya, banyak warga Bontang yang hanya mengantongi ijazah SD dan SMP. Sedangkan pendidikan yang dibutuhkan untuk memenuhi lowongan kerja umumnya minimal tamatan SMA. (https://bekesah.co/angka-pengangguran-di-bontang-masih-tinggi-banyak-yang-putus-sekolah).

Demokasi Bukan Jalan Perubahan Hakiki

Lahirnya demokrasi merupakan antitesa dari teosentrisme yang berlangsung di Eropa. Beberapa ilmuwan memotret perubahan tersebut dengan istilah perubahan dari teosentrisme (Tuhan sebagai pusat alam semesta) menuju antroposentrisme (manusia sebagai pusat alam semesta). Presiden Abraham Lincoln (1860—1865) mengatakan bahwa demokrasi adalah, “From the people, by the people, and for the people (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat).”

Secara ide/gagasan, sebenarnya demokrasi memiliki cacat yang melekat jelas padanya. Pertama, meletakkan kedaulatan di tangan rakyat adalah pemikiran yang tidak logis karena untuk memiliki kedaulatan diperlukan kemampuan/kekuatan yang independen (tidak tergantung kepada yang lain), sekaligus pengetahuan yang sempurna tentang yang akan diatur. Mestinya, pemikiran yang logis adalah meletakkan kedaulatan di tangan pihak yang tidak tergantung kepada yang lain, serta yang memiliki pemahaman dan pengetahuan yang sempurna tentang manusia. Pihak ini adalah Allah Swt., Sang Pencipta manusia, tidak tergantung kepada siapa pun atau apa pun.

Kedua, mengasumsikan bahwa para pemimpin yang dipilih dan diangkat oleh rakyat, akan selamanya menjadi representasi rakyat untuk menjalankan kedaulatan rakyat. Tugas para pemimpin dianggap semata-mata mengolah aspirasi rakyat, padahal para pemimpin sebagai manusia biasa, tidak terbebas dari kepentingan dan aspirasi.

Konsep kedaulatan di tangan rakyat (manusia) pasti akan membawa implikasi pada kecenderungan kuat para penguasa hanya mengolah aspirasi dan keinginan mereka. Jadilah oligarki, nepotisme, korupsi, dan kejahatan kemanusiaan lainnya tidak bisa dihindarkan dalam sistem demokrasi.

Demokrasi mempunyai hukum yang selaras dengan ide sekularisme. Termasuk pengetahuan umum, bahwa ide pemisahan agama dari kehidupan bertentangan dengan pemikiran pokok kaum muslim, yaitu fikrah Lailahaillallah Muhammad Rasulullah, maupun fikrah lain yang muncul dan selaras dengan akidah kaum muslim, yaitu firman Allah Swt. Yang artinya:

“Keputusan (hukum) itu hanya kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Yusuf: 40)

Mestinya lagi, kekuasaan—yang memang diperoleh dari rakyat—digunakan untuk menjalankan hukum yang ditetapkan oleh Pihak Yang Memiliki Kedaulatan Hakiki, yaitu Allah Taala. Tugas penting penguasa adalah melayani urusan rakyat secara keseluruhan dengan menerapkan hukum dari Sang Pencipta manusia. Jaminan terhadap keadilan bagi seluruh manusia justru terletak pada keberadaan kedaulatan di tangan Allah (hukum Islam sebagai sumber pengambilan kebijakan publik) dan keberadaan penguasa yang bersedia menerapkan hukum Islam tersebut.

Allah SWT juga telah mengingatkan kita bahwa mengabaikan penerapan syariah-Nya berkonsekuensi fasik, zalim bahkan kafir (jika secara i’tiqâdi [keyakinan] menolak syariah-Nya) (Lihat: QS al-Maidah [5]: 44, 45 dan 47).

Perubahan Hakiki hanya dengan meneladani dakwah Rasulullah

Jika kita menelaah arah perjuangan Rasulullah saw., kita akan melihat beberapa hal penting, yang bisa menjadi refleksi arah perjuangan kita saat ini.

Pertama: Rasulullah saw. melakukan dakwah secara berjamaah. Ketika Rasulullah saw. melihat kondisi masyarakat jahiliah yang rusak, aktivitas utama yang beliau lakukan adalah dakwah.

Aktivitas dakwah inilah yang mewarnai kehidupan Rasulullah saw. Mulai dari dakwah kepada keluarganya, kepada orang-orang terdekatnya, kemudian lingkungan sekitarnya. Juga mulai dari dakwah secara sembunyi-sembunyi hingga datang perintah dakwah secara terbuka dan terang-terangan. Aktivitas dakwah yang dilakukan Rasulullah saw adalah aktivitas yang terorganisir secara rapi. Beliau bukan hanya mengajak mereka memeluk agama Islam, mengajarkan mereka al-Quran, tetapi juga menghimpun mereka dalam satu kutlah (kelompok) dakwah yang dipimpin oleh beliau sendiri.

Kedua: Dakwah Rasulullah saw. tidak mengenal kompromi. Rasulullah saw berdakwah dengan ajakan yang lugas, tidak bermanis muka dan tanpa tedeng aling-aling di hadapan pimpinan Quraisy. Hal tersebut dilakukan agar tidak bercampur yang haq dengan yang batil, yang benar dengan yang salah. Dengan itu benar-benar dapat dibedakan, mana ajaran Islam dan mana tradisi jahiliah yang menyesatkan.

Dalam konteks politik dan kekuasaan, Rasulullah saw. pernah ditawari tokoh Quraisy menjadi raja, dengan syarat, Rasulullah saw. meninggalkan aktivitas dakwah. Tawaran tersebut pun ditolak Rasulullah saw. Selain karena mereka tidak bersedia menerima Islam, kekuatan umat Islam masih belum solid dan kokoh, juga karena sangat kental nuansa kompromistik.

Ketiga: Orientasi perubahan yang dilakukan Rasulullah saw. adalah perubahan rezim dan sistem. Jika kita menelaah orientasi dakwah Rasulullah saw., akan terlihat dengan jelas, bahwa beliau melakukan dakwah bukan sekadar mengajak orang kafir memeluk agama Islam, melainkan untuk mewujudkan masyarakat Islam, yakni dengan mengganti sistem jahiliah dengan sistem Islam. Upaya Rasulullah saw. mendatangi berbagai kabilah yang memiliki kekuatan militer, di antaranya Bani Tsaqif, Bani Kindah, Bani Kilab, Bani Amir bin Sha’sha’ah, Bani Hanifah, Suku Aus, Khazraj, dan lain-lain bukan sekadar mengajak mereka menerima Islam, tetapi meminta mereka menjadi penolong dakwah dan agar menjadikan wilayahnya sebagai Darul Islam.

Ketika pimpinan dan tokoh Suku Aus dan Khazraj di Yatsrib (Madinah) memeluk agama Islam, kemudian diikuti oleh para pengikutnya, Rasulullah saw. dan para sahabat hijrah ke Madinah dan menjadikan daerah tersebut sebagai Darul Islam, yakni wilayah yang diterapkan hukum-hukum Islam serta keamanannya dikontrol penuh oleh umat Islam. Apa yang dilakukan Rasulullah saw. setelah hijrah dari Makkah ke Madinah, sungguh bukan sekedar berpindah tempat. Beliau berhasil membalikkan keadaan, mengubah masyarakat secara fundamental, menempatkan aparat yang terpercaya, dan mengganti sistem kufur yang kemudian berubah total menjadi sistem Islam.

Wallahu a’lamu bish-showwab.

Amir Tosina Ingatkan ASN untuk Netral Jelang Pilkada

0
Amir Tosina Ingatkan ASN untuk Netral Jelang Pilkada
Anggota DPRD Kota Bontang, Amir Tosina. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Anggota DPRD Kota Bontang, Amir Tosina mengingatkan kembali untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), agar nantinya tetap netral dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Dirinya menghimbau, untuk seluruh ASN di lingkungan pemerintah kota (pemkot) agar tetap bisa menjaga netralitas ASN, dalam melindungi integritas dan profesionalisme. Bahkan jika nantinya ASN terbukti terlibat dalam politik praktis, harus diberikan sanksi tegas dengan aturan yang telah berlaku.

“Nantinya peran ASN harus netral, untuk menjaga kepercayaan publik,” ucapnya saat Rapat Paripurna berlangsung, Senin (12/8/2024) kemarin.

Selain itu, Amir juga mengingatkan kepada Wali Kota Bontang, untuk bisa memberikan arahan tegas kepada ASN, tidak terlibat dalam politik praktis saat selama masa pilkada berlangsung. Agar tidak merusak citra pemkot dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik.

“Jika memang nantinya ada yang melanggar, pastinya sanksi yang telah berlaku akan diberikan,” paparnya.

Amir menyatakan, jika pentingnya mewariskan budaya netralitas, ASN tetap harus profesional dalam menjalankan tugasnya tanpa intervensi terhadap politik. (Dwi/Adv).

Editor: Yusva Alam

Pengangguran Bontang Masih Tertinggi se-Kaltim. Dewan Minta Warga Lokal Tingkatkan Kualitas Diri

0
Pengangguran Bontang Masih Tertinggi se-Kaltim. Dewan Minta Warga Lokal Tingkatkan Kualitas Diri
Nursalam, Anggota Komisi II DRPD Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Jumlah pengangguran di Kota Bontang merupakan yang tertinggi di Kalimantan Timur, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang pada tahun 2023 mencapai 7.74 persen atau 7.348 dari 94.923 jumlah angkatan kerja.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Nursalam mengatakan, jumlah pencari kerja (pencaker) tidak berbanding dengan jumlah lowongan yang tersedia di Kota Bontang.

Ia menambahkan bahwa penyebab bertambahnya pengangguran adalah banyak para pendatang dari luar Kalimantan, yang berharap dapat pekerjaan saat pergi merantau ke Kota Bontang.

“Pendatang bikin KTP Bontang, karena nggak dapat kerja jadi masuk daftar pengangguran Kota Bontang,” terangnya.

Nursalam juga menjelaskan mengapa orang luar banyak diterima di perusahaan dibandingkan orang lokal. Hal itu karena mereka yang bertujuan mendaftarkan diri di perusahaan besar selalu melakukan persiapan diri dengan meningkatkan kualitas diri.

“Orang Bontang ini kadang kerjanya masih berharap sama relasi, bukan kemampuan diri, dan sampai sekarang mereka terlena sama itu,” terangnya.

Nursalam berharap warga Bontang dapat meningkatkan kualitas diri, sehingga dapat membuktikan dengan kemampuan sendiri dapat memiliki pekerjaan yang diinginkan.

Selain itu, pemerintah diminta membuka lowongan pekerjaan yang inovatif karena tidak semua orang memiliki pengalaman, maupun jenjang pendidikan bisa dimasukkan ke perusahaan besar. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pasangan Neni – Agus Haris Resmi Diusung 3 Parpol

0
Pasangan Neni - Agus Haris Resmi Diusung 3 Parpol
Pengambilan SK partai pengusung Neni - AH di Gerindra dan PKS. (ist)

BONTANG – Setelah sebelumnya Pasangan Neni Moerniaeni dan Agus Haris (AH) menerima SK dari Partai Golongan Karya (Golkar). Kini mereka kembali menerima SK dari Partai Gerindra dan PKS, Selasa (13/8/254).

Ketua DPD II Golkar Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, pasangan tersebut telah resmi diusung oleh tiga partai.

“Sudah dari beberapa hari lalu SK keluar, cuma baru penyerahan hari ini,” ujarnya saat dihubungi.

Dalam minggu ini pihaknya akan segera melakukan pertemuan dan melakukan koalisi dengan partai pengusung, untuk membentuk tim terkait deklarasi yang akan dilakukan oleh pasangan calon wali kota dan wakil wali kota tersebut.

Pembahasan yang dilakukan adalah bagaimana teknis yang akan dilakukan untuk melakukan pemenangan tersebut.

“Segera minggu ini langsung kami rapat, kita rencanakan bagaimana teknis dan jadwalnya,” tambahnya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Kaltim, Dedi Kurniadi melakukan penyerahan kepada Neni didampingi oleh dirinya. Kemudian SK rekomendasi dari Partai Gerindra hari ini diambil Ketua DPC Gerindra Kota Bontang Agus Haris langsung di Jakarta.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Daftar 25 Anggota DPRD Bontang Periode 2024-2029 yang Akan Dilantik

0
Daftar 25 Anggota DPRD Bontang Periode 2024-2029 yang Akan Dilantik
Kepala Bagian Risalah dan Perundang-Undang Sekretaris DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, masa periode 2024-2029 akan digelar Kamis (15/8/2024), berlangsung di Kantor Sekretariat DPRD Kota Bontang, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Kepala Bagian Risalah dan Perundang-Undang Sekretaris DPRD Kota Bontang, Taufiqurrahman menyampaikan, untuk persiapan pelantikan sudah hampir selesai, yang dimana beberapa bagian penting sudah sebagian dilakukan, seperti sterilisasi ruangan, pembersihan gedung, bahkan pemetaan ruangan yang akan digunakan untuk nantinya pelantikan berlangsung.

“Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, dan kami telah berkoordinasi pihak kepolisian untuk pengamanan saat berlangsungnya kegiatan pelantikan,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (12/8/2024) kemarin.

Berikut daftar 25 anggota DPRD Kota Bontang yang akan dilantik periode 2024-2029:

Kecamatan Bontang Selatan
1. Alfian Rausan Fikry (Golkar)
2. Yassier Arafat (Golkar)
3. Nursalam (Golkar)
4. Muhammad Yusuf (PKB)
5. Maming (PDI Perjuangan)
6. Suharto (PKS)
7. Muhammad Sahib (Nasdem)
8. Ridwan (PAN)
9. Heri Keswanto (Gerindra)

Kecamatan Bontang Barat
1. Bonnie Sukardi (PKB)
2. Sem Nalpa Mario Guling (Gerindra)
3. Joni Alla Padang (PDI Perjuangan)
4. Aloysius Roni (Golkar)

Kecamatan Bontang Utara
1. Andi Faizal Sofyan Hasdam (Golkar)
2. Rustam (Golkar)
3. Ubayya Bengawan (Golkar)
4. Junaidi (PKB)
5. Siti Yara (PKB)
6. Saeful Rizal (PKS)
7. Faisal (Nasdem)
8. Agus Haris (Gerindra)
9. Muhammad Aswar (Gelora)
10. Muhammad Irfan (PAN)
11. Sumardi (Demokrat)
12. Winardi (PDI Perjuangan)

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemasok dan Pengedar Sabu 24,46 Gram di Perairan Pantai Sambera Diringkus Polisi

0
Pemasok dan Pengedar Sabu 24,46 Gram di Perairan Pantai Sambera Diringkus Polisi
Polres Bontang melakukan konferensi pers terkait narkotika. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Satpolairud Polres Bontang berhasil meringkus dua pria pengedar sabu, di perairan Pantai Sambera, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Sabtu (10/8/2024) kemarin, sekitar pukul 21.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menyampaikan, adanya laporan yang masuk dari masyarakat sekitar, bahwa di perairan Pantai Sambera, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, sering kali kerap dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu.

Sehingga pihak dari Polairud Polres Bontang melakukan penyelidikan di lokasi tersebut, dan berhasil mengamankan tersangka pertama seorang pria berinisial L (54), salah satu warga Muara Badak dan dilakukan penggeledahan.

“Di dapatkan satu buah kotak kecil berwarna merah, yang berisikan empat poket berisi sabu dengan berat 1,04 gram,” ucapnya saat konferensi pers, Selasa (13/8/2024).

Barang bukti lainnya yang berhasil diamankan meliputi plastik klip, pipet kaca, korek api gas, alat hisap sabu, sendok takar, handphone, tas kecil, serta uang tunai Rp 558 ribu.

“Saat kami lakukan interogasi, L mengaku telah mengambil barang tersebut dari seseorang, dimana nantinya seseorang tersebut akan kami jadikan tersangka kedua,” paparnya.

Selanjutnya setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi berhasil mengamankan S (54), salah satu warga Muara Badak, yang diketahui sebagai pemasok sabu.

Lalu dilakukan penggeledahan ditemukan dompet kecil yang berisi 15 poket sabu seberat 23,42 gram. Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya yang berupa pipet kaca, handphone, korek api gas, jaket, celana, serta uang tunai Rp 500 ribu.

“Mereka saling kenal, dan sudah melakukan transaksi sebanyak tiga kali,” jelasnya.

Kini kedua tersangka akan dijerat pasal 114 ayat 1, atau pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Target Oktober Selesai, Perbaikan Jalan Cipto Mangunkusumo Baru 31 persen

0
Target Oktober Selesai, Perbaikan Jalan Cipto Mangunkusumo Baru 31 persen
Kondisi proyek di Jalan Cipto Mangunkusumo. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Proyek perbaikan di Jalan Cipto Mangunkusumo diungkapkan baru terselesaikan 31 persen, sementara itu Oktober 2024 ini proyek tersebut sudah harus rampung.

Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal meminta agar pemkot segera menyelesaikan benar-benar proyek tersebut, proses pengerjaan jangan bertele-tele.

“Ini menjadi kekhawatiran bagi kita, jangan sampai proyek itu masuk lagi ke Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran),” jelasnya, Senin (12/8/24).

Ia heran dengan pengerjaan yang terlihat mangkrak, pasalnya tidak setiap hari jalanan tersebut dikerjakan. Ia menjelaskan bahwa proyek jembatan beton di Selambai lebih bisa tepat waktu padahal pembangunan menggunakan APBN.

“Masa pembangunan yang justru pakai APBD lambat sekali,” keluhnya.

Faisal menambahkan, bahwa pemkot memenangkan proyek tersebut kepada kontraktor yang tidak benar. Seharusnya dinas terkait yakni PUPR memantau pengerjaannya setiap hari.

Ke depannya, Faisal menegaskan harus ada perjanjian jelas terkait proyek-proyek yang akan disetujui, apalagi jalan tersebut adalah jalan besar yang diwaktu-waktu tertentu bisa macet.

“Apalagi jalan tersebut sudah terpotong, makin macet, bahkan jadi ada kecelakaan,” terangnya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Curi 3 Motor, Residivis Tak Kapok Berulah Lagi

0
Curi 3 Motor, Residivis Tak Kapok Berulah Lagi
3 sepeda motor hasil curian SR. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Polres Bontang berhasil mengamankan pria berinisial SR (28) salah satu warga Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, yang telah melakukan aksi pencurian motor (curanmor).

Kapolres Bontang, AKBP Alex Frestian Lumban Tobing mengatakan, bahwa sebelumnya tersangka merupakan residivis dalam kasus pencurian TV, dan tersangka kembali berulah dengan melakukan pencurian motor.

Awal mula tersangka melakukan aksinya, terjadi pada Kamis (1/8/2024) lalu, sekitar pukul 05.20 Wita, di Jalan Kapten Piere, Tendean, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara.

Kemudian yang kedua di hari yang sama, Kamis (8/8/2024) kemarin, sekitar pukul 00.00 Wita, di Jalan KH. Dewantara, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

“Jadi total motor yang telah dicuri ada tiga, dan sampai saat ini pun kami masih di tahap penyelidikan, karena belum mengetahui siapa pemiliknya,” ucapnya saat konferensi pers, Selasa (13/8/2024).

Diketahui motor yang berhasil dicuri yakni Yamaha Mio Soul dengan nomor polisi KT 6393 DF, kedua Yamaha Xeon dengan nomor polisi KT 6257 DU, dan ketiga Yamaha Mio Soul dengan nomor polisi 3316 OO.

Untuk motif tersangka melakukan aksinya, saat korban memarkirkan motornya di garasi atau halaman rumahnya, yang dimana kondisi kunci motor sudah rusak.

Sehingga dengan mudahnya menggunakan kunci apapun bisa masuk, dan tersangka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membawa kabur motor curiannya.

Atas kejadian ini, tersangka akan dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 5 KUHPidana tentang Pencurian.

“Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam