Beranda blog Halaman 828

BKPSDM Kolaborasi BCC Bersama Paguyuban Bojonegoro, Angkat Core Velue ASN BerAKHLAK Pada Nilai-nilai Budaya Bojonegoro

0

BONTANG – Pawai budaya kolaborasi BKPSDM Kota Bontang dan Paguyuban Bojonegoro Kota Bontang turut memeriahkan Bontang City Carnaval (BCC) Tahun 2023 sebagai rangkaian memperingati Hari Ulang tahun ke 24 Kota Bontang.

Dalam pawai budaya kolaborasi ini, seluruh performance yang ditampilkan Paguyuban Bojonegoro menggambarkan nilai-nilai ASN Berakhlak sebagai pondasi dalam membangun budaya kerja ASN yang profesional di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

TARI TENGUL
Merupakan tari penyambutan atau tari selamat datang di daerah Bojonegoro, dimana tari ini dikolaborasi dari seni wayang TENGUL yg merupakan bagian dari wayang tiga dimensi di pulau Jawa. SENI TARI ini menggambarkan salah satu nilai ASN berakhlak, yakni: ASN yang Berorientasi pelayanan. Yang dengan senyum, salam, sapa dan sopan santun senantiasa menyambut masyarakat dalam setiap layanan yang diberikan.

KAYANGAN API
Adalah sumber api alam abadi yg terletak di desa Sendangharjo kecamatan Ngasem kabupaten Bojonegoro. Kayangan api diperkirakan telah berpijar sejak jaman kerajaan Majapahit, dalam hal ini kesetiaan, keteguhan nyala api kayangan ini merupakan personifikasi dari salah satu nilai ASN berakhlak, yakni: ASN yang loyal dan akuntabel. Yang komitmen dan kesetiaannya terus menyala tidak lekang digerus jaman dan perubahan

NAGA BERGOLA
Adalah Naga jelmaan dewa yg merupakan sahabat dari Prabu Angling Darmo. Suatu ketika Naga Bergola memberikan ilmu wasiat Ajian Senyawa. Dengan ilmu tersebut Prabu Angling Darmo bisa memiliki kemampuan mengetahui bahasa semua binatang dan menambah kearifan sebagai seorang Raja dlm memimpin rakyatnya. Kisah Naga Bergola dan Prabu Angling Darmo ini menggambarkan nilai ASN yang kompeten, yang memiliki keinginan secara terus menerus untuk mengembangkan kemampuan dan kualitas dirinya.

SENI OKLIK
Adalah kesenian khas Bojonegoro, alat musik dari bambu ini tercipta berdasarkan latar belakang fenomena sejarah di masa lalu. Pada perkembangannya OKLIK bisa dikolaborasi dengan alat – alat musik yg lain seperti drum, keyboard maupun alat musik gamelan berbahan logam, yang  menambah indahnya nada dan irama yg dihasilkannya. Seni OKLIK ini mencitrakan nilai ASN yang Harmonis, kolaboratif, dan adaptif yang memiliki kecakapan untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Sebagai apresiasi atas keberhasilan Kota Bontang dalam membangun budaya kerja profesional melalui nilai-nilai ASN Berakhlak tersebut, pada Tahun 2023 ini Pemkot Bontang berhasil meraih 6 penghargaan tingkat nasional dan 5 penghargaan tingkat regional dalam manajemen ASN sebagai berikut:

Dengan semangat HUT Ke-24 Kota Bontang: Mari bersama Kita wujudkan internalisasi nilai-nilai ASN Berakhlak dengan layanan pegawai yang tanpa biaya, berbasis digital, profesional dan terus bergerak menuju Bontang yang Lebih Hebat. (ADV)

Ditangkap di Pinggir Jalan Pupuk Raya, Pria Asal Guntung Kedapatan Bawa Sabu 15,37 Gram

0
Ditangkap di Pinggir Jalan Pupuk Raya, Pria Asal Guntung Kedapatan Bawa Sabu 15,37 Gram
Tersangka OA (22) salah satu warga Kelurahan Guntung Bontang. (ist)

BONTANG – Tersangka OA (22) salah satu warga asal Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara berhasil ditangkap oleh Sat Resnarkoba Polres Bontang, lantaran kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu, Jum’at (21/10/2023) kemarin.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Muhammad Yazid mengatakan, bahwa tersangka ditangkap di pinggir Jalan Pupuk Raya.

Waktu diberhentikan, tersangka OA sempat berusaha melarikan diri. Akan tetapi berhasil ditangkap. Beberapa saat kemudian, saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh Ketua RT setempat, pada bagian dashboard motor ditemukan barang bukti berupa sebuah bungkus pengharum ruangan yang berisi sabu seberat 15,37 gram.

“Tersangka ini mengakunya dapat sabu dari seseorang, untuk saat ini masih kami selidiki,” ucapnya.

Selain satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu seberat 15,37 gram, barang bukti lainnya adalah satu unit handphone merek Oppo, satu lembar bungkus pengharum ruangan, serta satu unit sepeda motor Honda Beat dengan plat KT 5850 QG.

Tersangka ini sudah berada di Mapolres Bontang. Tersangka pun dijerat dengan pasal 114 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 atas pasal 112 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 UU 35/2009 tentang Narkotika.

“Tersangka terancam maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

BCC 2023 Berjalan Lancar, Bambang: Ini Sesuai Ekspektasi Saya!

0
BCC 2023 Berjalan Lancar, Bambang: Ini Sesuai Ekspektasi Saya!
Kadisdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono di BCC 2023. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG  – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang sukses menggelar Event Bontang City Carnival (BCC) 2023, Sabtu (21/10/23). Kegiatan ini diadakan dalam rangka ulang tahun Kota Bontang ke – 24.

Kadisdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan, BCC kali ini berjalan dengan sangat baik, walaupun sempat molor ketika pembukaan tapi tidak menyurutkan semangat penonton dan para penampil.

Setelah ini, Bambang dan stafnya akan melakukan rapat kembali untuk mengevaluasi gelaran BCC tahun ini, sehingga tahun mendatang akan ada inovasi lagi untuk memanjakan warga Bontang.

“Penampilan hari ini semuanya bagus-bagus, karena tiap tahun kita laksanakan tentu banyak peningkatan,” tegasnya.

Pada pelaksanaan BCC 2023 ini diketahui, jumlah peserta BCC bertambah. Di tahun-tahun sebelumnya 93 grup kini menjadi 95 grup. Hal ini menunjukkan bahwa makin tahun antusias keterlibatan makin meningkat. Penonton dan peserta juga terlihat makin tertib.

“Penonton makin tertib, begitu juga peserta, acara hari ini sesuai dengan ekspektasi saya,” jelasnya.

Pengumuman pemenang akan segera diumumkan, Senin (23/10/23) mendatang, “Semua peserta sudah keren, tapi kita lihat keputusan juri nanti,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

RSUD Taman Husada Meriahkan BCC 2023, Tampilkan Slogan Inovasi Pelayanan Digital

0
RSUD Taman Husada Meriahkan BCC 2023, Tampilkan Slogan Inovasi Pelayanan Digital
Penampilan dari RSUD Bontang saat mengikuti BCC 2023. (Dwi S)

BONTANG – RSUD Taman Husada ikut menyemarakkan Event Bontang City Carnaval (BCC) 2023, Sabtu (21/10/2023) di Simpang 3 Lampu Merah Ramayana.

Kepala Bagian Hukum, Kehumasan, dan Kerjasama, Syariful Rahma mengatakan, RSUD Bontang menampilkan Indonesia Raya dalam artian beragam suku dan budaya.

“Ada beberapa dari kami (RSUD) yang ikut dan turun langsung untuk mengikuti BCC, ada sebanyak kurang lebih 40 orang,” ucapnya.

RSUD Taman Husada Meriahkan BCC 2023, Tampilkan Slogan Inovasi Pelayanan Digital
Penampilan dari RSUD Bontang saat mengikuti BCC 2023. (Dwi S)

Dalam BCC ini, RSUD Bontang juga menampilkan beberapa slogan terkait inovasi pelayanan digital, seperti Sistem Pendaftaran Berbasis Android (Si PERBAN), Sistem Pendaftaran Online (Si PENTOL), Sistem Pendaftaran Mandiri (Si PERI) serta Elektronic Medical Record (EMR).

“Kami hadir dengan beragam suku dan budaya, namun kami juga berusaha selalu memberikan pelayanan yang setara. RSUD Taman Husada Bontang siap melayani sepenuh hari,” paparnya.

Rahma menambahkan, pihaknya juga menjunjung tata nilai CERIA. C artinya cepat, yang berarti segera dalam memberikan pelayanan. E artinya efisien, hemat waktu, dan biaya serta optimal. R artinya ramah, berkata halus, tersenyum, salam dan sapa. I artinya inovatif, melakukan cara baru untuk menyelesaikan kegiatan dan selalu menambah ilmu, serta A artinya aman, bekerja, hati-hati dan sesuai Standar dan Prosedur Operasional (SPO). (dwi/adv)

DPMPTSP Semarakkan BCC 2023, Tampilkan Pakaian Daur Ulang Sampah Plastik

0
DPMPTSP Semarakkan BCC 2023, Tampilkan Pakaian Daur Ulang Sampah Plastik
DPMPTSP Kota Bontang saat berkontribusi di BCC 2023. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) turut meramaikan Bontang City Carnival (BCC) 2023, Sabtu (21/10/23) di Simpang Tiga Ramayana.

DPMPTSP menggarap tema daur ulang sampah plastik sebagai bagian dari promosi investasi sektor plastik. Sampah plastik tersebut kemudian dibuat menjadi rompi, udeng, topi, dan rok yang dikenakan para pegawai sebagai kostum.

“Tema ini dipilih karena ada potensi investasi bisa dilaksanakan dari bahan plastik daur ulang,” kata Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim.

Asdar mengatakan, BCC tahun ini lebih semarak karena ada dua jenis kegiatan yaitu defile carnival dan pawai budaya, sehingga peserta yang dilibatkan juga cukup banyak.

Adapun harapannya dengan BCC kali ini, agar Kota Bontang semakin terkenal diajang  nasional dan internasional sekaligus menjadi  kota ramah investasi dari berbagai sektor terutama investasi sektor pariwisata dan investasi sektor UMKM.

“Suatu kebanggaan Kota Bontang dapat terus menyelenggarakan BCC, ini merupakan kegiatan yang harus terus dilaksanakan agar makin banyak warga luar daerah yang datang ke Bontang,” tutupnya. (sya/adv)

Amir Tosina Apresiasi Penyelenggaraan BCC: Pemkot Luar Biasa!

0
Amir Tosina Apresiasi Penyelenggaraan BCC: Pemkot Luar Biasa!
Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang. (Dwi S)

BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Amir Tosina mengapresiasi gelaran Bontang City Carnival (BCC) 2023 yang diadakan Pemkot Bontang, Sabtu (21/9/2023). Menurutnya, penyelenggaraan event ini luar biasa.

Ketua Komisi III DPRD Bontang itu mengatakan, sebagai anggota DPRD Bontang sudah mengapresiasi pemerintah, apresiasi yang luar biasa. Karena Pemkot Bontang sudah mengadakan BCC sebagai hiburan untuk warga Bontang, khususnya untuk memperingati hari jadi Kota Taman ke-23.

“Apresiasi kepada pemerintah yang sudah melaksanakan acara ini. Intinya, dalam BCC ini banyak berkolaborasi pakaian adat serta budaya,” ucapnya.

Amir juga menambahkan, ia berharap event ini bisa lebih baik lagi untuk Bontang ke depannya. Jika pun masih ada yang kurang, agar bisa dibenahi lagi, agar diperbaiki sama-sama.

“Pokoknya semua sangat luar biasa, semua yang ada di sini. Paling menarik menurut saya adalah adat toraja dan pencak silat dari Tapak Suci,” ucapnya.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 3 ribu peserta. Ada 95 kelompok yang mendaftar, 35 untuk carnival dan 60 pawai budaya. Salah satunya adalah dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang. (dwi/adv).

BCC 2023 Sukses dan Meriah, Dihadiri Panji Petualang dan Heru ‘Jejak Si Gundul’

0
BCC 2023 Sukses dan Meriah, Dihadiri Panji Petualang dan Heru ‘Jejak Si Gundul’
Sambutan Wali Kota Bontang, Basri Rase. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Event budaya Bontang City Carnival (BCC) 2023 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Sabtu (21/10/23) di Simpang 3 Ramayana berhasil menyita perhatian masyarakat.

Sedari pagi, sebelum acara dimulai warga sudah memenuhi bahu jalan dan tribun-tribun yang disediakan oleh Disdikbud Bontang.

Wali Kota Bontang, Basri Rase dan istri kompak memakai pakaian adat dari Aceh, sementara Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menggunakan pakaian adat khas Kutai.

BCC tahun ini juga dihadiri oleh tamu spesial, yakni Panji Petualang dan Heru ‘Jejak Si Gundul’. Kedatangan dua bintang tamu itu bertujuan mendongkrak Kota Bontang agar makin dikenal masyarakat luar daerah.

“Sebagai motivasi, agar masyarakat mengetahui objek budaya sebagai destinasi wisata lainnya di Kota Bontang,” jelas Basri dalam sambutannya.

BCC 2023 Sukses dan Meriah, Dihadiri Panji Petualang dan Heru ‘Jejak Si Gundul’
Suasana BCC 2023 di depan Ramayana. (Syakurah/Radarbontang)

Dampak positif lain dalam penyelenggaraan BCC ini dapat membuka peluang pengusaha kecil dan menengah, untuk meningkatkan penghasilannya, khususnya di sektor pariwisata dan sektor lainnya.

Lalu menjadi event atau kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat Bontang tiap tahunnya, serta dapat menjadi objek liputan media yang akan membawa nama Bontang di kancah regional dan nasional maupun mancanegara.

“Semua itu pada akhirnya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bontang, yang otomatis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bontang,” imbuhnya.

Sementara itu, Desainer Kostum Karnival sekaligus juri BCC, Suko mengatakan, ada perbedaan penilaian peserta BCC dan pawai budaya. Paramater penilaian untuk BCC di antaranya ialah kreativitas, keunikan, keserasian, dan kesesuaian kostum dengan tema.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Upgrade Keilmuan, Bidan RSUD Taman Husada Ikut Workshop CPD

0
Upgrade Keilmuan, Bidan RSUD Taman Husada Ikut Workshop CPD
Para bidan RSUD Taman Husada saat mengikuti Workshop CPD. (ist)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang mengadakan Workshop CPD atau In House Training kebidanan yang bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia di bidang kebidanan di RSUD Taman Husada Kota Bontang. Kegiatan ini diikuti oleh bidan-bidan RSUD dan digelar belum lama ini di RSUD Taman Husada Bontang.

Kepala Ruangan sekaligus Ketua Pelaksana, Sunarti, menjelaskan bahwa In House Training ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan SDM di bidang kebidanan.

Ia menambahkan bahwa selama ini beberapa bidan yang telah mengikuti pelatihan dapat berbagi pengetahuan dengan rekan-rekannya. “Kami dari kebidanan, tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga bidan agar dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai visi misi kami dalam pelayanan paripurna, dengan tujuan mengurangi angka kematian ibu dan bayi,” jelasnya .

Pelaksanaan pelatihan atau In House Training juga akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, yakni pada tanggal 11, 23, 25, dan 29 September 2023. “Nanti, peserta kebidanan akan dibagi menjadi dua kelompok dengan lima materi yang akan diberikan,” tambahnya.

Sunarti juga mengungkapkan bahwa jumlah bidan di RSUD mencapai 45 orang, dan semua dari mereka akan mengikuti pelatihan ini.

“Iya, kami sudah mencatat peserta dengan empat tahapan yang berbeda karena mempertimbangkan tempat tugas yang berbeda-beda di poli. Sehingga, semua bidan dapat mengikuti pelatihan ini,” terangnya.

Sebagai informasi tambahan, kegiatan workshop CPD menghadirkan narasumber berkompeten, antara lain dr. Arlita Eka Putri Vivin Puspitasari sebagai pemateri Resusitasi Neonatus, dr. Aisyatur Ridha sebagai pemateri Inisiasi Menyusui Dini, dr. Fatmawati sebagai narasumber penanganan pendarahan pasca bersalin, dr. Nigelia Afriani Renaldi sebagai narasumber KB pasca kuret, bidan Septiyana Nira Cahyani sebagai narasumber perawatan metode kanguru, bidan Endah Bonita sebagai narasumber asuhan persalinan normal, dan bidan Eka Susanti sebagai narasumber pelayanan KB pasca plasenta. (ADV)

Ruang Flamboyan, Area Khusus Perawatan Kehamilan dan Kebidanan di RSUD

0
Ruang Flamboyan, Area Khusus Perawatan Kehamilan dan Kebidanan di RSUD
Ruang VIP Flamboyan di RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Ruang Flamboyan adalah salah satu ruangan perawatan di RSUD Taman Husada. Ruangan ini mengakomodir kelompok jenis pelayanan kesehatan terkait pasien khusus kandungan dan kebidanan (persalinan).

Humas RSUD Taman Husada Bontang, dr Siti Aisyatur Ridha mengatakan ruangan Flamboyan sendiri terdiri dari kelas 3, kelas 2, kelas 1 dan VIP. Ia menambahkan ruang flamboyan memiliki SDM sebanyak 28 bidan dan 3 dokter spesialis kandungan.

“Kalau ruang mawar untuk pelayanan persalinan ada 6 bed. Ruang flamboyan terdiri dari kelas 3 ada 12 tempat tidur, kelas 2 ada 4 tempat tidur, kelas 1 ada 2 tempat tidur dan ruang VIP ada 1 tempat tidur. Tentunya kita memfasilitasi kelompok masyarakat yang menggunakan berbagai macam jenis jaminan kesehatan,” kata dr Ridha.

Selanjutnya, dr Ridha mengatakan untuk ruangan VIP flamboyan 4 sendiri bagi perawatan pasca melahirkan atau bagi yang memiliki masalah kehamilan.

“Ada permasalahan pada kehamilan yang perlu dirawat inap akan dilayani di sini. Spesifiknya untuk kandungan dan kebidanan. Adanya ruangan ini sebagai wujud realisasi salah satu misi RSUD yaitu menjadi rumah sakit sayang ibu dan bayi terbaik,” tandasnya. (ADV)

Legislatif Pertanyakan Kenapa Peserta BCC Tak Diberi Bantuan Dana? Ini Jawabnnya!

0
Legislatif Pertanyakan Kenapa Peserta BCC Tak Diberi Bantuan Dana? Ini Jawabnnya!
Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event BCC 2023. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Sutarmin mempertanyakan mengapa dalam event Bontang City Carnival (BCC) 2023 tidak memberikan bantuan dana bagi para peserta?

Pertanyaan itu terungkap saat Rapat Kerja Komisi I dan II DPRD Bontang terkait event BCC 2023. Mengundang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Senin (16/9/2023) lalu di Ruang Rapat Lantai II DPRD Bontang.

Sutarmin merasa seharusnya para peserta perlu mendapat bantuan dana, lantaran kebutuhan pawai dan karnaval ini cukup banyak. Peserta harus menyiapkan bahan-bahan untuk membuat penampilan terbaik mereka.

“Harusnya peserta dibantu. Tapi kok tidak. Ini jadi pertanyaan saya?” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bontang, Bambang Cipto Mulyono menanggapi pertanyaan tersebut. Menurutnya, pihaknya selaku penyelenggara memang sengaja tidak memberikan bantuan dana bagi peserta. Hal itu agar peserta terpicu untuk dapat menampilkan performa terbaiknya agar menjadi juara.

“Takutnya kalau mereka diberikan bantuan dana, mereka tidak akan peduli menang atau kalah. Toh mereka akan berpikir sudah mendapatkan bantuan untuk menyiapkan penampilan mereka, kalah pun tidak jadi masalah,” bebernya.

Namun diakuinya, selama penyelenggaraan BCC masih ada peserta yang hanya mementingkan bagaimana agar bisa tampil saja, dalam artian sekedarnya saja. Mereka tidak menampilkan kualitas terbaiknya.

“Kami akan selalu berupaya tingkatkan kualitas event ini,” imbuh Bambang.

Ditambahkan Bambang, event BCC ini selalu mampu menyedot animo warga Bontang untuk ikut sebagai peserta tiap tahun penyelenggaraannya. Semakin banyak yang berminat untuk menjadi peserta.

“Walaupun tidak dikasih bantuan dana, tapi jumlah pendaftar selalu membludak,” pungkasnya. (al/adv)