Beranda blog Halaman 843

Renovasi Tugu Selamat Datang Bakal Tambah Tiang dan Tata Ulang

0
Renovasi Tugu Selamat Datang Bakal Tambah Tiang dan Tata Ulang
Renovasi Tugu Selamat Datang Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Akan ada penambahan tiang pada renovasi di Tugu Selamat Datang Bontang. Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Tata Ruang dan Bangunan, Robysai Manassa Malisa.

Dikatakannya, pembangunan tiang-tiang ini tidak menyentuh bangunan utamanya. Nantinya akan ada 10 tiang di kanan kiri jalan, “Sepuluh itu menandakan Bulan Oktober, karena hari jadi Bontang pada bulan sepuluh,” jelasnya saat dihubungi redaksi, Rabu (27/9/23).

Total terdapat 20 tiang yang masing-masing di pucuknya akan diberikan ornamen berbentuk seperti api, tapi berwarna emas.

“Ornamennya itu dibuat menggunakan 3D printer, warnanya emas. Kalau malam ada lampunya, bisa nyala,” tambahnya.

Tinggi tiang tersebut diperkirakan 5 meter dengan jarak masing-masing tiang satu setengah sampai dua meter. Pemilihan ornamen api dipucuk karena dalam logo Kota Bontang juga terdapat api obor.

“Api obor itukan lambang Kota Bontang, karena kita termasuk kota industri dan ada dua perusahaan terkenal di dalamnya,” imbuhnya.

Karena pembuatan logo menggunakan printer 3D, kemungkinan per ornamen akan memakan waktu 4 hari, sehingga penyelesaian pembangunan tiang tersebut akan tuntas diperkirakan pada Bulan Desember mendatang.

Anggaran APBD yang dikeluarkan sekira Rp 1.3 miliar yang termasuk dalam dana perbaikan Tugu Selamat Datang. Adapun penataan ulang akan dilakukan di tugu tersebut.

“Karena di sana banyak pedagang kami akan konfirmasi dengan dinas terkait, untuk mengatur ulang pedagang-pedagang di sana agar lebih rapi,” tutupnya. (sya/adv)

Penurapan Sungai di Jalan Simon Tampubolon Sudah 70 Persen

0
Penurapan Sungai di Jalan Simon Tampubolon Sudah 70 persen
Penurapan sungai di Jalan Simon Tampubolon. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Penurapan sungai di Jalan Simon Tampubolon HOP VI saat ini progresnya sudah mencapai 70 Persen. Hal itu dinyatakan oleh Pejabat Fungsional Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Sumber Daya Air PUPR Kota Bontang, Bambang Permadi.

Sungai tersebut akan diturap sepanjang 36 meter. Penurapan yang dilakukan tidak hanya pemasangan beton atau semenisasi, namun juga pembongkaran ulang agar sungai tersebut lebih luas.

“Untuk pengerjaan kita keruk pinggir sungainya agar lebih lebar, setelah itu baru kita mulai penurapan,” jelasnya.

Selain melakukan 36 meter penurapan, pihaknya juga melakukan penambalan atau memplester turap yang sudah ada, sehingga terdapat dua pengerjaan di situ.

“Jadi kami 36 meter melakukan penurapan dan 36 meter lagi melakukan plester dengan turap yang ada, kita sempurnakan,” tambahnya.

Pengerjaan ini diperkirakan akan selesai pada Bulan Desember mendatang. Projek ini merupakan proyek tender yang juga menggunakan perusahaan lokal. Untuk anggarannya mengucur sekira Rp 1 miliar.

Ia juga mengungkapkan, bahwa tidak ada kendala dalam proses pembangunannya. Pihaknya juga terbantu dengan kondisi cuaca yang panas, sekalipun hujan tidak ada banjir.

“Tidak ada kendala, secara progres pekerjaan deviasinya juga surplus. Kendala cuaca juga tidak ada, jadi pengerjaan bisa selesai sesuai target,” tutupnya. (sya/adv)

Proyek Pembangunan Jembatan di Jalan Pontianak Tinggal Tunggu Girder

0
Proyek Pembangunan Jembatan di Jalan Pontianak Tinggal Tunggu Girder
Pengerjaan jembatan di Jalan Pontianak masih terus dikebut. (ist)

BONTANG – Pengerjaan pembangunan jembatan di Jalan Pontianak, Kelurahan Gunung Telihan, saat ini tinggal mengerjakan progres yang kecil-kecil. Sementara untuk progres besarnya sudah rampung.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Usman melalui Kepala Bidang Bina Marga (PUPRK) Kota Bontang Anwar Nurdin.

“Sudah selesai untuk progres besarnya, seperti pembangunan tiang pancang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Saat ini proses pengerjaan menggunakan metode pelaksanaan pekerjaan abutmen. Selanjutnya tinggal menunggu pemasangan girder jembatan. Untuk pemasangan girder, kontur dari oprit jembatan harus dipastikan rata dan padat. Karena balok girder bakal disusun pada bagian oprit tersebut.

“Kami tinggal menunggu girder datang,” imbuhnya.

Anwar menambahkan, pembangunan ini berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar Rp 49 miliar. Anggaran dibagi dari beberapa pengerjaan jalan, seperti Jalan Soekarno Hatta Bontang Lestari, Jalan Urip Sumaharjo Bontang Lestari, Jalan Damai Kelurahan Kanaan, dan Jembatan Pontianak Kelurahan Gunung Telihan.

Sementara anggaran jembatan di Jalan Pontianak sebesar Rp 6,5 miliar. Itu sudah satu paket dengan pengerjaan jalan hingga di simpang tiga Jalan Soekarno Hatta.

“Jadi untuk pengaspalan sama pelandaian ke jalan simpang 3 termasuk jembatan,” bebernya. (al/adv)

Dinas PUPRK Yakin Proyek Drainase Jalan A. Yani Rampung Akhir Tahun

0
Dinas PUPRK Yakin Proyek Drainase Jalan A. Yani Rampung Akhir Tahun
Kondisi drainase di Jalan Ahmad Yani masih dalam tahap pengerjaan. (Syakura/Radarbontang.com).

BONTANG – Dinas PUPRK Bontang yakin proyek pengerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani akan rampung tepat waktu. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Marga, Anwar Nurdin beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, saat ini kontraktor pelaksana pengerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani tersebut terus mengebut pekerjaannya. Salah satu proyek penanganan banjir di Kota Bontang ini progresnya sudah mencapai tahap penutupan kembali drainase.

Proyek yang menelan anggaran Rp 17 miliar ini harus rampung di Bulan Desember 2023.

“Proyek ini harus rampung di akhir tahun, sebab pekerjaan single years tidak ada perpanjangan kontrak lewat tahun,” tuturnya.

Pihaknya pun optimistis proyek drainase ini akan rampung tepat waktu, sesuai kesepakatan pihak kontraktor dengan Pemerintah Kota Bontang.

“Kalau melihat progres pengerjaannya saat ini kami optimistis pengerjaan ini akan capai target,” imbuhnya.

Untuk diketahui, pengerjaan proyek drainase ini berjalan sejak tanggal 16/05/2023 yang dimenangkan oleh perusahaan asal Jakarta PT. Pubagot Jaya Abadi. Pengerjaan dimulai dari depan UD. Tani hingga depan Extoys, kemudian dari jembatan simpang Jalan Pattimura hingga depan Extoys. Drainasenya dilebarkan 2 meter dan tingginya 1,5 meter.  (al/adv)

Dispopar Persiapan Gelar Event Nasional WWD 2023

0
Dispopar Persiapan Gelar Event Nasional WWD 2023
Ilustrasi WWD 2023. (ist)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang sedang mempersiapkan event World Walking Day (WWD) 2023. Event skala nasional yang rencananya akan dihelat di beberapa kota di Indonesia ini, akan serentak digelar pada 7 Oktober 2023 mendatang.

Dispopar pun menggelar rapat kordinasi yang didakan di Aula Dispopar Bontang, Senin (25/9/2023). Rapat kordinasi ini melibatkan beberapa instansi untuk menunjang kebutuhan dan fasilitas saat kegiatan berlangsung, seperti mobil ambulance, keamanan jalan, rekayasa lalu lintas, dan lainnya.

Adapun yang menjadi pembahasan rapat tersebut selain kesiapan rute jalan yang kurang lebih 5 KM, hal lainnya yang diperhatikan yaitu kebersihan lingkungan pasca acara, sehingga peserta WWD 2023 diminta untuk turut berpatisipasi menjaga kebersihan lingkungan.

“Harapannya kegiatan berskala nasional ini tidak menyisihkan sampah. Alternatif yang ditawarkan, peserta akan dibekali kantong plastik sebagai wadah memungut sampah-sampah berserakan. Tentu akan ada reward bagi peserta yang membawa sampah terbanyak,” ujar Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem.

Rapat kali ini dipimpin langsung oleh Kadispopar Ahmad Aznem didampingi Sekretaris Dispopar Bontang, Rita Atin Widiarti dan Kepala Bidang Olahraga Mukhtar. Turut hadir dalam rapat kordinasi tersebut, di antaranya perwakilan Kecamatan Bontang Utara, Satpol PP, Igornas, Kelurahan Api-Api, KONI, dan Dinkes. (al/adv)

Usulkan Pelatihan Sertifikasi, Solusi Dinas PUPRK untuk Percepat Pengurusan PBG

0
Usulkan Pelatihan Sertifikasi, Solusi Dinas PUPRK untuk Percepat Pengurusan PBG
Ilustrasi PBG. (ist)

BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang terus mengupayakan solusi pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), nama baru dari Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) agar tidak lagi berjalan lamban.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Tata Ruang, Roby Malissa.

Dikatakan Roby, sebagai solusi jangka pendek pihaknya mengupayakan agar ada pelatihan bersertifikasi untuk para arsitek. Pihaknya mengusulkan pengadaan pelatihan tersebut kepada Dinas PU Provinsi Kaltim.

“Agar nantinya klo Dinas PU provinsi yang mengadakan, kami akan tawarkan kepada teman-teman arsitek di Bontang,” ujarnya.

Ditambahkannya, salahsatu syarat bisa ikut pelatihan tersebut adalah harus sudah mengambil profesi. Lantaran kalau hanya sarjana arsitek masih belum bisa.

“Walaupun sudah ada pelatihan pun tapi tidak dapat rekomendasi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) tidak bisa juga dapat sertifikasi. Sehingga nanti pihak Dinas PU yang akan bekerjasama dengan IAI yang berposisi di Banjarmasin,” bebernya.

Diharapkan dengan makin banyaknya pelatihan-pelatihan bersertifikasi ini, maka akan semakin banyak arsitek yang sudah bersertifikasi. Maka akan semakin banyak pilihan bagi warga Bontang dalam mengurus PBG.

“Makin banyak yang bersertifikasi pengurusan akan semakin cepat dan berbiaya murah,” tambahnya.

Diketahui, lambannya proses pengurusan PBG lantaran disebabkan minimnya tenaga ahli tersertifikasi yang ada di Bontang.

Saat aturan terbaru dari pengurusan PBG tersebut disahkan oleh presiden, di Bontang sangat minim sekali tenaga ahli tersertifikasi. Saat ini tercatat hanya ada 2 tenaga arsitek dan 2 tenaga sipil yang tersertifikasi. (al/adv)

Pelantikan Perdana Pengurus Dewan Kesenian Kota Bontang

0
Pelantikan Perdana Pengurus Dewan Kesenian Kota Bontang
Pelantikan pengurus Dewan Kesenian Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pelantikan Pengurus Dewan Kesenian Kota Bontang (DKKB) masa bakti 2022 hingga 2027 dilantik oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (26/9/23).

Sebanyak 34 seniman dan budayawan Kota Bontang dilantik. Ketua DKKB, Rudy Prambudi mengatakan, bahwa kesenian di Bontang sudah banyak yang muncul ke permukaan dan banyak dilihat oleh warga lokal maupun luar Bontang.

“Misi saya tidak menghilangkan kearifan lokal budaya masalah Kota Bontang,” jelasnya

Selain itu, dewan kesenian ini dapat menjadi jembatan untuk masing-masing budaya bersatu, dan tempat untuk menampung aspirasi para seniman. Menyatukan misi kita juga menjadi tugas dewan kesenian, agar bisa bersatu dengan Pemerintah Kota Bontang.

“Visi misi kita harus terus menghidupkan kesenian di Kota Bontang,” imbuhnya.

DKKB sudah memiliki kepengurusan pada tahun 2022 lalu, hanya saja mereka ingin dilantik langsung oleh Wali Kota Bontang. Namun karena jadwal beliau yang padat, pada hari inilah pelantikan dapat dilaksanakan.

Setelah pelantikan kepengurusan, acara dilanjutkan dengan talk show bertema ‘Mengapa Kota Bontang Perlu Dewan Kesenian?” dengan narasumber Wali Kota Bontang Basri Rase, Ketua Umum Dewan Kesenian Daerah Kaltim Syafril Teha Noer, dan Ketua DKKB, Rudy Prambudi.

Basri mengatakan, bahwa kesenian Bontang ini kebanyakan masih yang hanya ada dipermukaan, sehingga dengan dilantiknya DKKB ini diharap banyak potensi seni dan budaya yang baru akan hadir.

“Kita harus bisa menjadikan kesenian sebagai sesuatu yang bisa menjadi investasi, jangan hanya berpikir tentang biaya penyelenggaraan, mungkin dengan menunjukkan budaya yang dominan Kota ini makin ramai dengan pengunjung,” ujarnya

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Masih di Bawah 50 Persen, Dinas PUPRK Optimistis Progres Kegiatan Berjalan Sesuai Perencanaan

0
Masih di Bawah 50 Persen, Dinas PUPRK Optimistis Progres Kegiatan Berjalan Sesuai Perencanaan
Sekretaris Dinas PUPRK Bontang. Iskandar. (ist)

BONTANG – Progres kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang masih di bawah 50 persen, namun hingga saat ini sudah berjalan sesuai perencanaan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Usman melalui Sekretaris PUPRK, Iskandar saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPRD Bontang beberapa waktu lalu.

Dikatakan Iskandar, meski dipresentasikan masih di bawah 50 persen, tetapi pihaknya optimistis bisa sesuai dengan target perencanaan.

Ia pun membeberkan realisasi keuangan di seluruh bidang. Di bagian bidang sanitasi air sudah mencapai 41 persen. Sementara bidang bina marga realisasinya 24,5 persen, dan untuk bidang tata ruang dan tata bangunan baru mencapai 12,6 persen.

Kemudian untuk UPT PUPRK bagian air limbah sudah mencapai 42,53 persen. Lalu bidang bina konstruksi realisasi keuangannya telah mencapai 79,95 persen.

Sementara realisasi keuangan 53,79 untuk membayar gaji pegawai dan tunjangan, serta pembayaran gaji Tenaga Kontrak Daerah (TKD).

“Jadi total realisasi kegiatan fisik kami masih mencapai 39,35 persen dan realisasi keuangan 28,44 persen,” beber Iskandar. (al/adv)

Selesai Pasang Tiang Pancang, Progres Pengerjaan Longsor di Jalan Soekarno Hatta

0
Selesai Pasang Tiang Pancang, Progres Pengerjaan Longsor di Jalan Soekarno Hatta
Jalan longsor di Jalan Soekarno Hatta saat dalam tahap pengerjaan. (ist)

BONTANG – Proyek pengerjaan badan jalan longsor di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari, oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang saat progresnya sudah mencapai 45 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Bina Marga, Anwar Nurdin mengatakan, proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp15 miliar ini melejit progresnya, usai rampungnya pemasangan tiang-tiang pancang.

“Untuk pekerjaan besarnya sudah selesai, salahsatunya pemasangan pancang, tinggal pekerjaan yang kecil-kecil saja,”ungkapnya beberapa waktu lalu.

Walaupun begitu dirinya mengaku khawatir dalam progres pekerjaan lanjutan nanti, seperti pengecoran, pembuatan bekisting cor, dan pengerjaan kecil lainnya. Lantaran membutuhkan waktu lama.

“Justru kami khawatir dengan pengerjaan kecil ini, yang akan memakan waktu lama,” terangnya.

Dirinya menegaskan akan terus memantau dan memperhatikan perkembangan progres di setiap minggunya. Jika ditemukan penurunan progres pihaknya akan mengantisipasinya.

“Jika dalam dua minggu kami temukan penurunan progres, akan kami antisipasi dengan mengkaji titik permasalahannya,”ungkapnya.

Pihaknya tidak terlalu khawatir, sebab pekerja di lapangan menurut Anwar cukup profesional, mengingat sejauh ini belum ada pekerjaan tambahan.

“Mereka menggunakan sistem pembagian tim, dengan tugas masing–masing, kami harap pengerjaannya selesai tepat waktu,” imbuhnya.

Diketahui, proyek ini menggunakan ABPD Murni senilai Rp15 miliar dan ditargetkan rampung akhir tahun. (al/adv)

Hapidah Apresiasi Kerjasama Disdukcapil dengan UMKM

0
Hapidah Apresiasi Kerjasama Disdukcapil dengan UMKM
Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase (kanan) bersama Kadisdukcapil, Budiman. (ist)

BONTANG – Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah mengapresiasi perjanjian kerjasama Disdukcapil bersama pelaku UMKM, agar anak pemilik Kartu Identitas Anak (KIA) bisa mendapatkan diskon di UMKM tertentu.

Kerjasama ini dilaksanakan guna melakukan percepatan anak-anak di Kota Bontang agar segera memiliki (KIA).

“Kita inginnya 100 persen anak di Bontang memiliki KIA, ini sama seperti KTP, bedanya KIA dimiliki oleh anak berusia 0 sampai 16 tahun,” jelasnya.

Dengan adanya kerjasama bersama UMKM ini, dapat menjadi dorongan kepada para orang tua untuk segera membuatkan anaknya KIA, sehingga mereka dapat memanfaatkan KIA tersebut untuk menikmati fasilitas berupa potongan harga di UMKM.

UMKM yang bekerjasama dengan Disdukcapil diantaranya Pizza Hut, Ok Bento, Toko Buku Aziz, Kenari Waterpark, Lembah Permai, Toko Buku Al-Hidayah, Playground Dolanan, Andika Baby Shop, Waterboom Nirwana, Mixue, Galaxy Barbershop, Balita, dan Yasaka Fried Chicken.

Hapidah menjelaskan, bahwa KIA ini merupakan salah satu hak anak, karena kemungkinan KIA akan menjadi wajib untuk anak masuk sekolah ataupun persyaratan kepengurusan lainnya. (sya/adv)