Beranda blog Halaman 863

Seragam Gratis SD Molor, Pengukuran Murid Jadi Kendala

0
Seragam Gratis SD Molor, Pengukuran Murid Jadi Kendala
Penjahitan seragam gratis SD di LPK Ayulia di Salebba. (Syakurah)

BONTANG – Pengerjaan seragam gratis untuk pelajar SD terlambat dari target waktu yang telah ditentukan. Pengerjaan ditargetkan rampung Bulan Juli lalu, namun molor hingga Agustus 2023 ini. Saat ini progres masih 85 persen.

Pimpinan dan Pendiri Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ayulia, selaku koordinator penjahit seragam di Bontang, Nurhayati menjelaskan, molornya pembagian seragam SD karena kurangnya kerjasama antara pihak sekolah dengan penjahit.

“Ada beberapa SD yang saat kami mau mengukur mereka tidak merespon, apalagi kami sempat vakum selama sebulan, karena data ukuran yang juga terlambat,” jelasnya saat ditemui redaksi Selasa (15/8/23).

Pengukuran seragam SMP dan SD dinilai berbeda. Hal itu lantaran untuk murid SD yang akan masuk ke SMP lebih mudah diketahui, karena pengukuran dilakukan ketika mereka masih SD kelas 6. Sementara itu siswa SD harus resmi diterima dulu baru bisa diambil data dirinya.

Seragam dan atribut yang sudah selesai langsung dipacking sesuai dengan sekolahnya masing-masing. Terdapat kurang lebih 50 SD Negeri dan swasta yang akan menerima segara gratis seragam tersebut.

Untuk sistem pembagiannya, pihak LPK menyerahkan langsung ke Dinas Pendidikan. Sebelum dibagikan seragam akan lebih dulu dibawa ke gudang dan akan disortir, juga dipasang-pasangkan dengan sepatu dan tas.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan, Saparuddin mengatakan, pendistribusian seragam ini masih dalam waktu pembagiannya sehingga masih dalam target. Akan dibagikan secara simbolis di SD Negeri 1.

“Estimasi memang di Agustus untuk pembagian. Kalau dulu bisa cepat karena pakai konveksi. Sekarang kita pakai penjahit lokal, ada proses mengukur dan jahit, wajar kalau lebih lama, karena yang ditangani ada 3 ribu siswa,” beber Saparuddin.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Toko Depan SMKN 1 Nyaris Terbakar, Penjual Pentol Tersambar Api

0
Toko Depan SMKN 1 Nyaris Terbakar, Penjual Pentol Tersambar Api
Kondisi toko pasca kebakaran. (Disdamkartan for Radarbontang.com)

BONTANG – Satu toko kelontong di Jalan Cipto Mangunkusumo atau tepatnya di seberang SMKN 1 nyaris ludes terbakar, Selasa (15/8/2023). Hal itu diduga disebabkan kebocoran pada tabung gas elpiji 3 kg.

Selain nyaris terbakar, akibat kejadian itu seorang penghuni toko berinisial B menjadi korban. Tubuhnya tersambar api dari kebocoran gas elpiji tersebut.

“Korban mengalami luka bakar sekira 75 persen. Saat ini sudah dirawat di rumah sakit. Korban merupakan penyewa toko tersebut yang berjualan pentol dan kelontongan,” ujar Kadisdamkartan, Amiluddin.

Berdasarkan rilis dari Disdamkartan Bontang, kejadian itu berlangsung sekira pukul 07.00 wita pagi tadi.

Dari pengakuan Niyatun, istri korban, saat itu korban sedang beraktivitas memasak. Namun karena ada kebocoran tersebut, api menyambar tubuh korban.

Penanganan pertama api dibantu Jusmiati, tetangga korban menggunakan air yang disiramkan ke korban terbakar. Ditambah selimut basah ke kompor gas.

“Kemudian api dipadamkan oleh pemilik ruko, Abdul Aziz menggunakan Apar,” imbuhnya.

Kemudian datang petugas damkar untuk memadamkan api yang tersisa dan mengamankan barang-barang yang berpotensi terbakar.

Luas toko yang nyaris terbakar ini sekira 2 M2. Penyewa diperkirakan mengalami kerugian aset mencapai Rp 6,5 juta.

Armada dan peralatan yang diturunkan Disdamkartan di antaranya 1 unit Mobil Fire Truck, 2 unit Mobil Supply dan menurunka 15 Personil Damkar.

Penulis: Yusva Alam
Editor: Yusva Alam

Sudah Ditemukan, Ini Motif Pelajar SMKN 2 Pergi dari Rumah Tanpa Pamit

0
Sudah Ditemukan, Ini Motif Pelajar SMKN 2 Pergi dari Rumah Tanpa Pamit
Rendy Agipta (kaos coklat) di Polsek Kaliorang bersama rekannya (paling kanan).

BONTANG – Rendy Agipta, pelajar SMKN 2 Bontang yang dilaporkan hilang beberapa waktu lalu di media sosial sudah ditemukan di daerah Kaliorang, Kutim. Rupanya Rendy hanya ingin ikut teman sekolahnya pulang ke kampung halamannya di Kaliorang.

“Salah satu teman sekolahnya di SMKN 2 itu orang Kaliorang, temannya itu beda jurusan saja sama dia. Pas libur akhir pekan temannya itu mau pulang, jadi Rendy ikut,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono saat pers rilis di Mako Polres Bontang, Selasa (15/8/2023)

Diceritakan, teman dari Rendy berencana hanya pulang pergi, tidak menginap, namun sayangnya saat perjalanan motor mengalami kerusakan. Di rumah temannya tersebut tidak ada satupun anggota keluarganya, sehingga mereka belum bisa kembali ke Bontang.

“Sesampai di rumah temannya di Kaliorang, orang tuanya tidak ada. Katanya mereka berdua tidak ada yang bawa HP, jadi pinjam HP orang di sana untuk menghubungi ibunya Rendy dan orang tua temannya,” tambahnya.

Setelah mengetahui anaknya berada di Kaliorang, tepatnya di Desa Bukit Makmur, Arbaenah langsung menghubungi Polres Bontang terkait keberadaan anaknya. Lalu pihak Polres Bontang yang menghubungi Polsek Kaliorang dan sigap mencari keberadaan Rendy.

“Lokasi mereka 17 kilometer dari Polsek.  Setelah ketemu jadi langsung dibawa,” ucapnya

Iptu Mandiyono menjelaskan, bahwa mereka sempat akan pulang setelah 17 Agustus, namun karena mereka masih sekolah, akhirnya dibujuk agar pulang secepatnya, mereka pun mengiyakan dan pulang pada Selasa (15/8/23) pagi ini.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tangkap Ikan Pakai Bom, Nelayan Bontang Kuala Terancam Hukuman Seumur Hidup

0
Tangkap Ikan Pakai Bom, Nelayan Bontang Kuala Terancam Hukuman Seumur Hidup
Pers rilis penangkapan nelayan menggunakan bom saat menangkap ikan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Seorang oknum nelayan ditangkap pihak kepolisian karena kedapatan menggunakan bom untuk menangkap ikan. Hal ini diungkap saat pers rilis di Mako Polres Bontang, Selasa (15/8/23).

Pelaku berinisial DW (35) warga Kelurahan Bontang Kuala ditangkap, Senin (14/8/23) saat akan berangkat mencari ikan pada pukul 5.30 pagi.

Sehari sebelum penangkapan, warga setempat memberikan laporan, terdapat nelayan yang menggunakan bom untuk menangkap ikan.

“Setelah melakukan pengintaian, kami mendapatkan 3 pelaku, satu orang tersangka dan sisanya masih sebagai saksi mata,” beber Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Kasat Polairud Polres Bontang, Iptu Khairul Umam.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 4 botol berberisi pupuk cantik dan bubuk pemicu, sumbu yang digunakan untuk mengaktifkan peledak, satu buah korek, satu perahu ketinting dan satu set alat selam.

Pelaku mengaku bahwa aksinya ini sudah dilakukan selama 3 bulan terakhir. DW sendiri melakukan pengeboman karena mata pencahariannya yang merupakan seorang nelayan.

“Saya harap tidak ada nelayan yang kembali menggunakan metode ini, karena berbahaya bagi biota laut dan diri sendiri. Bisa saja meledak saat membuat bom tersebut,” jelasnya.

Pelaku mempelajari pembuatan bom dari kerabat atau tentangga, dan pelaku menerapkan hal tersebut untuk mendapatkan tangkapan ikan yang lebih cepat.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam undang-undang darurat pasal 1 ayat satu dengan hukuman penjara seumur hidup.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Rendy, Remaja 17 Tahun yang Hilang Ditemukan di Kaliorang

0
Rendy, Remaja 17 Tahun yang Hilang Ditemukan di Kaliorang
Rendy Agipta (kaos coklat) di Polsek Kaliorang, Kutim. (ist)

BONTANG – Rendy Agipta, remaja berumur 17 tahun yang dilaporkan hilang dan meninggalkan rumah pada Sabtu (05/08/23) lalu, telah ditemukan di wilayah Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur.

Menurut Informasi yang diterima redaksi dari Polres Bontang, Rendy telah berhasil ditemukan keberadaannya pada Senin malam (14/08/23). Rendy saat ini sudah berada di Polsek Kaliorang.

“Polres Bontang sudah berhasil menemukan keberadaannya di Kaliorang dan sudah dibawa ke polsek setempat,” ujar Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Kasi Humas Iptu Mandiono.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu bernama Arbaenah mengumumkan kehilangan sang anak di media sosial. Dijelaskan kepada media ini, dirinya tak mengetahui kepergian anaknya yang bernama Rendy Agipta tersebut. Sang anak pergi Sabtu malam dan tak berpamitan kepada dirinya.

Berdasarkan keterangan dari rekan Rendy, Arbaenah mengatakan rekannya melihat anaknya bersama seorang temannya menggunakan motor dan diketahui hendak pergi ke Berau. Ia juga pergi dari rumah tanpa memberitahu keluarganya, sehingga setelah berhari-hari tidak pulang dan tidak ada kabar Arbaenah melaporkan ke Polisi.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Dorong Pemkot Cari Solusi Krisis Air Bersih, DPRD Kaji Anggaran Pembangunan WTP Baru di Kanaan

0
Dorong Pemkot Cari Solusi Krisis Air Bersih, DPRD Kaji Anggaran Pembangunan WTP Baru di Kanaan
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyoroti kondisi Bontang yang tengah menghadapi kondisi minimnya ketersediaan air bersih. Ia meminta pemerintah daerah agar terus mencari alternatif, walaupun sudah ada 2 solusi yang dikemukakan.

Diketahui, saat ini hanya ada dua opsi alternatif yang akan dilakukan oleh Pemkot Bontang. Walaupun terbilang masih minim progres.

Opsi pertama pemanfaatan void lubang tambang di lahan konsesi PT Indominco Mandiri, dan opsi kedua Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Marangkayu.

Diungkapkan Wali Kota Bontang, Basri kedua opsi itu masih terkendala beberapa hal. Di antaranya, masih menunggu hasil kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait kelayakan air void lubang tambang dan masalah pembebasan lahan SPAM di Marangkayu yang hingga saat ini masih belum selesai.

“Kalau nunggu 2 opsi itu pasti lama. Karena banyak prosesnya, mulai dari kajian volume, kualitas, dan kandungan dalam air perlu diperhitungkan. Tapi yang jelas semuanya pasti on progress,” ujar Andi Faizal.

DPRD Bontang dikatakannya tak berdiam diri. Pihaknya tengah mengkaji anggaran untuk pembangunan WTP baru di Kelurahan Kanaan, sebagai alternatif sementara percepatan solusi mengatasi ancaman krisis air bersih.

Percepatan proyek ini pun diinisiasi Pemprov Kaltim. Untuk kajian anggaran rencananya akan dialokasikan di APBD murni 2024 sekira Rp 25 miliar.

“Semoga bisa jadi solusi permasalahan krisis air di Bontang. Tinggal pembahasan Raperdanya dan akan dirinci kebutuhan-kebutuhan untuk ketersediaan sumber air masyarakat Bontang, terutama air bawah tanah,” tandasnya. (adv/al)

Sudah Diingatkan Tak Direspon, Turap Halaman Gereja Bethel Indonesia Akhirnya Longsor

0
Tak hanya halaman gereja. beberapa waktu lalu bagian atas bangunan pun juga mengalami longsor. (Yusva Alam)

BONTANG – Ambrolnya turap di Halaman Gereja Bethel Indonesia, di Jalan Sawi, Kelurahan Gunung Elai mendapat sorotan Anggota DPRD Bontang. Komisi III menyayangkan kondisi longsornya turap tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan, sebelum longsor itu terjadi, pihaknya sudah meminta agar Pemkot Bontang melalui dinas terkait segera memperbaiki turap tersebut.  Hal itu dimintanya agar tidak terjadi kerusakan yang semakin parah.

“Saya sudah minta pemerintah perbaiki, karena waktu itu masih retak saja. Tapi gak ada respon. Sekarang sudah kejadian. Turapnya ambrol gimana coba,” ujar Atos sapaan akrabnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyayangkan lambannya respon pemerintah dalam menanggapi keluhan masyarakat. Sehingga kerusakan pun tak dapat dihindari.

“Kalau sudah rusak parah gini, akan makin banyak biaya yang dikeluarkan pemerintah kan,” ungkapnya.

“Nanti kita undang Dinas PUPR, Pihak Kelurahan, RT, dan lainnya biar segera ditangani,” tegasnya.

Diketahui, turap di Halaman Gereja Bethel Indonesia, Jalan Sawi, Kelurahan Gunung Elai, diduga ambrol karena terkikis aliran air sungai. Sehingga tanah mengalami pergeseran.

Salah seorang warga yang juga pendeta Gereja Bethel Indonesia, Irwan Santoso khawatir akibat kerusakan ini, justru membahayakan warga, apalagi area tersebut sering dilewati oleh anak-anak.

“Untuk sementara sudah saya pasang ulin di pinggir, biar enggak semakin parah longsornya. Karena kan terkikis air terus,” terangnya. (adv/al)

Razia Miras Sita 55 Botol Berbagai Merk, 8 Tersangka Diganjar Tipiring

0
Razia Miras Sita 55 Botol Berbagai Merk, 8 Tersangka Diganjar Tipiring
Beragam botol miras berbagai merk disita. (ist)

BONTANG – Razia minuman keras (miras) kembali dilakukan, Minggu (13/8/2023). Sat Samapta Polres Bontang berpatroli di sejumlah tempat di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Mengutip dari situs Polresbontang.com, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondusifitas Bontang tetap terjaga, serta mencegah terjadinya tindak pidana yang disebabkan pengaruh minuman beralkohol.

“Disita 55 botol miras berbagai merk dari delapan tersangka,” ungkapnya.

Lokasi sasaran pertama di Karaoke MT, Jalan Hayam Wuruk, Berbas Tengah. Satu orang berinisial As ditetapkan tersangka, dengan barang bukti berupa 3 botol bir putih merk bintang, 2 botol bir hitam merk guines.

Sasaran selanjutnya EM Karaoke di Jalan Berlian, Kelurahan Berbas Tengah. Disita 10 botol bir putih merk bintang dari RN.

Tujuan berikutnya di Toko RZ, Jalan WR Supratman, Berbas Pantai dan mendapati 10 botol bir putih merk Singaraja dari Ss.

Sasaran keempat di jalan yang sama, disita dari AI 5 Botol Bir Putih Merk Singaraja.

Selanjutnya di Karaoke SD juga disita 2 botol putih merk Bintang, serta 1 botol bir hitam merk Guinness

Lokasi ke enam yakni Toko Ma di Jalan Slamet Riyadi Loktuan, disita 5 botol bir putih merk Singaraja.

“Tim kembali bergerak ke wilayah Kelurahan Belimbing, Bontang Barat dengan sasaran Toko JH milik Hs di Jalan Brigjend Katamso. Tim menyita 2 botol kawa – kawa, 2 botol bir hitam merk Guinness, 6 kaleng bir putih merk Bintang,” bebernya.

Terakhir polisi menyisir Jalan Ir. Soekarno Hatta, Kelurahan Telihan dengan menyita miras 5 kaleng bir putih merk Bintang, 1 botol kawa – kawa, 1 satu botol anggur hitam dari Nr di Toko Tg.

“Mereka semua akan menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” jelasnya.

Adapun para tersangka melanggar pasal 2 ayat (1) dan pasal 7 ayat (1) Perda Kota Bontang nomor 27 tahun 2002 tentang larangan, pengawasan, penertiban, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

“Terancam denda maksimal Rp 1,5 juta,” jelasnya.

Editor: Yusva Alam

Pemilih Pemula Diingatkan, Siapa yang Dipilih Mempengaruhi Masa Mendatang

0
Pemilih Pemula Diingatkan, Siapa yang Dipilih Mempengaruhi Masa Mendatang
Sosialisasi partisipasi pemilih pemula pada pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 di Aula Dispopar. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengadakan sosialisasi partisipasi pemilih pemula pada pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 di Aula Dispopar, Senin (14/8/23).

Sosialisasi ini secara spesifik diarahkan ke para pemilih muda. Lantaran pemilih muda belum pernah memiliki pengalaman mencoblos. Sehingga mereka membutuhkan ilmu demokrasi, agar memahami yang akan dipilih pada pemilu mendatang ini akan berpengaruh pada mereka juga di masa mendatang.

“Apa yang mereka pilih pada tahun 2024 mendatang, akan dirasakan oleh generasi mereka 5 sampai 10 tahun yang akan datang,” jelas Kepala Kesbangpol, Sigit.

Oleh sebab itu pemilih harus memilih orang yang cerdas serta amanah, karena sebanyak 60 persen data pemilih adalah generasi milenial dan generasi Z. Peserta sosialisasi ini juga berasal dari mahasiswa dan pelajar SMA.

“Generasi mereka sangat mendominasi, jadi yang tua-tua sudah tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Sempat terdapat pentanyaan dari peserta yang menanyakan perihal sosialisasi untuk orang tua, dan hal tersebut pasti tetap dilakukan.

“Kami lakukan itu nanti lewat paguyuban atau melalui ormas, sekedar mengingatkan kembali untuk pemilih yang senior,” bebernya.

Ketua KPU Bontang, Erwin mengatakan, bahwa pemindahan pemilih bisa diurus 7 hari sebelum hari H pemilihan, sehingga jika seseorang sedang tidak berada di kota asal bisa melakukan pencoblosan di kota dia berada saat itu.

“Kalau dia milih di luar kota hanya bisa memilih 3 saja, yaitu presiden, DPD dan DPR RI,” jelasnya.

Erwin berharap kepada pemilih muda, agar memaksimalkan waktunya untuk memakai hak pilihnya pertama kali, dan mensosialisasikan mulut ke mulut kepada teman-temannya.

Pewarta: Syakura

Editor: Yusva Alam

Izin Dipastikan Beres, McDonald’s Sudah Masuk Tahap Pembangunan

0
Izin Dipastikan Beres, McDonald’s Sudah Masuk Tahap Pembangunan
McDonald’s sudah mulai pembangunan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Waralaba McDonald’s dipastikan sudah mulai memasuki tahap pembangunan gerai di Bontang. Hal itu setelah McDonald’s sudah menyelesaikan seluruh perizinan yang dibutuhkan.

Pengelola Kenari, Arsyad mengatakan, bahwa pihak McDonald’s sudah mendapatkan izin, sehingga pembangunan yang awalnya ditargetkan pada bulan enam lalu baru dilaksanakan Agustus 2023 ini.

Saat ini McDonald’s sudah melakukan pembersihan lahan, pemasangan patok bangunan, serta memasang pagar di sekeliling lahan yang akan dibangun.

“Iya mereka sudah pasang patok untuk luas bangunan, sama sudah pasang pagar juga,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpada Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Asdar Ibrahim menegaskan bahwa pihak McDonald’s sudah selesai mengurus pemberkasan untuk perizinan terkait kuliner.

“Mereka sudah selesai mengurus berkas-berkas yang ditentukan, jadi mereka sudah bisa membangun,” ucapnya.

Pembangunan waralaba ini diperkirakan akan memakan waktu hingga 90 hari pengerjaan. Di bulan 11 nantinya, kemungkinan sudah akan dilakukan soft launching.

Pewarta: Syakura

Editor: Yusva Alam