Beranda blog Halaman 880

Beberapa Pedagang di Loktuan Tinggalkan Pasar Baru

0

BONTANG – Pembangunan pasar baru di Loktuan ternyata tidak begitu memberikan kesan baik bagi beberapa pedagang. Beberapa pedagang yang telah menempati pasar baru sejak Agustus lalu memutuskan kembali ke kawasan pasar lama karena merasa kurang beruntung berjualan di pasar baru.

Salah satu pedagang yang memutuskan untuk kembali berjualan di dekat pasar lama adalah Usliani. Dia merupakan pedagang sayur mayur. Usliani mengatakan, setelah sekitar sebulan berjualan di pasar baru dirinya malah mengalami kerugian.

“Kadang cuma dapat berapa puluh ribu sehari. Karena ngga ada yang beli, kadang sayur dibuang. Lombok juga dibuang terus. Makanya saya turun ke sini. Kalau ngga turun, saya bisa gulung tikar,” ujarnya.

Menurutnya, alasan utama kenapa pelanggan di daerah pasar baru kurang banyak dikarenakan jaraknya yang lumayan jauh dari permukiman. Sehingga untuk pergi ke pasar terkadang masyarakat harus mengeluarkan uang puluhan ribu rupiah untuk transportasi.

Selain itu, tempat parkir pasar baru dirasa kurang. “Jauh dari permukiman. Kadang orang dari pelabuhan bisa sampai Rp 20 ribu naik ojek ke sana (pasar baru). Belum baliknya, makanya orang jadi malas. Kalau di sini orang lewat-lewat atau jalan kaki liat-liat kadang berhenti  beli,” ujar Usliani.

Usliani mengatakan, semenjak kembali berjualan di dekat pasar lama keuntungan mulai perlahan-lahan kembali meningkat. Selain Usliani, ada juga penjual ikan dan beberapa pedagang lain yang memutuskan kembali ke daerah pasar lama. Usliani mengharapkan adanya solusi dari pemerintah kota, apabila nantinya ada larangan untuk berjualan di daerah pasar lama.

Nuruhia selaku pedagang makanan yang masih memilih untuk tetap berjualan di pasar baru juga mengeluhkan sedikitnya pembeli yang datang. Walaupun dengan lengkapnya fasilitas yang jauh lebih bagus dari pasar yang lama, Nuruhia tetap merasakan kurangnya pendapatan semenjak berjualan di pasar baru.

Pembagian lapak penjualan juga dianggap menjadi faktor kurangnya pendapatan yang dirasakan. Di mana para penjual sayur dan ikan ditempatkan di gedung atas, sedangkan gedung satunya untuk pedagang makanan.

“Sedikit di sini pembelinya karena jauh orang ke sini. Apalagi kita ini yang jualan makanan ditempatkan di gedung bawah. Kadang orang ke sini mau beli sayur atau ikan yah mereka ke gedung atas saja kalau sudah beli ikan sama sayur pulang,” ujarnya.

Harapannya pemindahan sebagian lapak penjual ikan ke gedung bagian bawah segera dilakukan, agar pembeli yang datang dapat terbagi. (sc)

Temu Raya Alumni Kartu Prakerja Meriah

0

BONTANG – Acara mini temu raya alumni kartu prakerja dilakasanakan, Jumat, 30 september 2022 di GOR Pupuk Kaltim, Bontang. Acara ini dimulai pukul 14.00 hingga menjelang magrib.

Sebelum ke acara utama, temu raya mini mengajak para pengunjung untuk bersenang-senang dengan ikut berpartisipasi dalam game, serta memberikan kuis-kuis dengan hadiah yang diberikan oleh LPK Global, Suvi Training dan Devi Course. Seperti, voucer kursus mengemudi, uang tunai, hingga telepon genggam.

Acara ini diistirahatkan saat memasuki waktu salat Ashar. Sebelum masuk ke GOR, pengunjung diberikan snack agar dapat duduk nyaman ketika acara berlangsung sembari menunggu tamu utama acara ini, Endank Soekamti.

Para pengungjung berkumpul di tengah, tepat di depan panggung dan bernyanyi bersama. Para penggemar  Endank Soekamti (Kamtis Family) turut meramaikan suasana. Walaupun sempat ada sedikit kerusakan, tidak menghalangi para musisi ini untuk menghibur para pengunjung. (sya)

Tangkal Ideologi Berbahaya, Dandim Selalu Tanamkan Wawasan Kebangsaan

0
Pengibaran bendera setengah tiang di Kodim 0908/ Bontang. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG  – Dandim 0908/ Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo mengungkapkan, TNI turut berperan dalam menghalau paham yang bertentangan dengan ideologi negara Pancasila. TNI katanya, berusaha menjaga stabilitas politik dan stabilitas keamanan, khususnya di Kota Bontang agar masyarakat tidak termakan isu yang menyesatkan.

Ungkapan tersebut dia sampaikan terkait peringatan Gerakan 30 September PKI (G30S PKI) yaitu peristiwa percobaan kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan menyebabkan 6 jenderal serta satu perwira pertama militer gugur. Setiap 30 September, bangsa Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang.

“Pengalaman secara hukum menjadi catatan kita semua. Kita tidak bisa melupakan sejarah dengan begitu saja. Dengan begitu mari kita sikapi dengan saling menjaga antargolongan, suku, agama dan ras di Kota Bontang,” ungkap Priyo Handoyo, Jumat (30/9/2022).

Dalam menghadapi ancaman ideologi terhadap anggota TNI, lanjut Priyo, pihaknya secara internal selalu memberikan wawasan mengenai sejarah, hukum Hak Asasi Manusia (HAM) dan hukum militer dan tentunya pengalaman sejarah masa lalu. “Karena memang saat itu, dimana G30 S PKI, peranan TNI ada terlibat di dalamnya,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan kepada anggota TNI bahwa NKRI harga mati. “Kami dari awal dididik jadi tentara sampai saat ini berkomitmen dengan undang-undang bahwa negara menyatakan PKI organisasi terlarang dan kami sepakat akan menjaga amanah undang-undang tersebut,” jelas Priyo.

Dandim 0908/ Bontang, Letkol Inf Priyo Handoyo. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

Untuk menangkal ancaman paham dari luar terhadap masyarakat, Priyo mengatakan, dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan wawasan kebangsaan dan bela negara yang memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa paham komunis memang bertentangan terhadap ideologi Pancasila.

“Itu yang sering kita berikan. Mulai dari Babinsa, sampai dengan bertatap muka dengan organisasi masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat yang kita sampaikan bahwa komunis tidak sesuai dengan Pancasila dan budaya Indonesia,” ujar Dandim.

Ditambahkan Priyo, paham komunis memang tidak sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia dan Pancasila serta Indonesia sebagai bangsa yang berbudaya dan demokrasi. (yah)

Wagub Hadi Minta Menpora Galakan Kembali Senam Kesegaran Jasmani

0
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi

SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan penanganan preventif tentu menjadi lebih utama dari pada penanganan kuratif, dengan mengajarkan kepada anak-anak sejak dini untuk melaksanakan pola hidup sehat, dengan rajin berolahraga seperti menggalakkan kembali Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) yang pernah popular di era tahun 1980. Karena SKJ gerakannya sederhana tapi manfaatnya luar biasa.

“Pada saat bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali pada puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-39 tahun 2022 di Stadion Batakan Balikpapan, saya meminta untuk bisa menggalakan kembali SKJ, dan dijawab Mempora siap melaksanakan kembali,” kata Hadi Mulyadi kepada Tim Publikasi Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kaltim, beberapa hari lalu.

Hadi Mulyadi menambahkan, saat ini pada usianya diatas 50 tahun, banyak penyakit yang muncul karena masalah sepele, diantaranya malas gerak (mager) karena kesibukannya, belum lagi dengan pola makan B2SA (Bergizi, Beragam, Seimbang dan Aman) tidak dipahami oleh masyarakat, seperti empat sehat lima sempurna.

“Dulu waktu kita masih di sekolah dasar, yang namanya program empat sehat lima sempurna hafal dan mengerti semua maksudnya, termasuk gerakan-gerakan SKJ hafal semua, tapi sekarang B2SA tidak mengerti, bagaimana makanan bergizi, beragam, seimbang dan aman seperti apa, artinya bagaimana kita semua untuk menyosialisasikan cara hidup sehat belum maksimal kepada masyarakat,” kata Hadi Mulyadi.

Terkait penanganan preventif, Wagub Hadi mengajak masyarakat Kaltim untuk melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat (germas) yang bertujuan menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan, serta menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas.

“Marilah kita laksanakan Germas menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik,” pinta Hadi Mulyadi.

Germas, lanjut Hadi Mulyadi perlu digaungkan oleh seluruh pemangku kepentingan di wilayah Kaltim dari unsur pemerintah, swasta serta seluruh lapisan masyarakat.

“Mari kita tingkatkan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dengan melaksanakan Germas,” pesan Hadi Mulyadi. (adv/diskominfokaltim)

Kodim Bontang Gelar Pelayanan KB Terpadu dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

0

BONTANG – Kodim 0908/BTG melaksanakan pelayanan Keluarga Berencana (KB) terpadu dan pemeriksaan kesehatan, Kamis (29/9/2022). Kegiatan dalam rangka Bakti TNI Bangga Kencana Kesehatan Terpadu itu digelar di Lamin Makodim 0908/BTG Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kodim dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Kegiatan diikuti sebanyak 150 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang, Muhammad Ramsi menyampaikan, program ini sejatinya sebagai salah satu upaya mendekatkan jangkauan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat. Untuk itu pihaknya meminta, agar masyarakat juga harus proaktif dalam menerima layanan kesehatan.

“Ancaman penyakit-penyakit baru terus berdatangan. Mari segera kita putus dan waspadai bersama,” imbaunya saat memberi kata sambutan.

Sementara Sekretaris DPPKB Bontang, Srie Maryani mengatakan, KB menjadi salah satu program intervensi spesifik dalam upaya penurunan stunting. Caranya dengan meningkatkan peserta KB untuk menunda atau menjalankan kelahiran pada keluarga.

Di sisi lain, juga harus ada upaya meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan keluarga, pemenuhan asupan gizi, perbaikan pola asuh, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, peningkatan akses air minum dan sanitasi. Kelompok sasarannya yakni remaja calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0 sampai 29 bulan. Tercatat hingga saat ini, angka stunting di Bontang sudah mencapai 19,55 persen.

“Kami optimis dapat mencapai 14 persen pada tahun 2024 sesuai dengan target nasional. Tentunya dengan peran seluruh sektor yang terkait,” harapnya.

Srie mengatakan, program pemberian layanan KB gratis ini, sudah berlangsung sejak 1 Agustus lalu dan akan berakhir 30 September. Saat ini, sambung Srie, target capaian Bontang terhadap peserta KB telah mencapai 118 persen atau 3.200 peserta dari target awal, yakni 2.889 peserta.

“Untuk capaian di tingkat Kaltim, Bontang menduduki peringkat ketiga setelah Kota Samarinda dan Kabupaten Paser,” terang Srie.

Sementara Dandim 0908/BTG, Letkol Inf Priyo Handoyo dalam sambutannya menyebut, program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI dan komitmen bersama antara TNI dengan seluruh pemerintah daerah.

Untuk menurunkan angka stunting, kata Dandim, perlu adanya upaya-upaya strategis dan kolaborasi dari semua stakeholder. Untuk itu dirinya berharap, Kodim bersama Pemkot Bontang bisa terus mengedukasi masyarakat, agar tercipta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, menuju Indonesia maju.

“Kita gerakkan kembali program KB terpadu ini agar menjadi sebuah program unggulan di setiap wilayah,” pesan Dandim Priyo.

Sebagai informasi, dalam pelayanan Program KB terpadu dan pemeriksaan kesehatan kali ini, terdapat berbagai layanan. Antara lain pemeriksaan gula darah, pemeriksaan deteksi dini kanker serviks (mulut rahim), serta pemeriksaan deteksi dini kanker payudara. (Pendim Btg)

Dandim dan Ketua Persit Dikukuhkan Jadi Bapak-Bunda Asuh Anak Stunting

0

BONTANG – Komandan Kodim (Dandim) 0908/BTG, Letkol Inf Priyo Handoyo!beserta Ketua Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana cabang XX, Dian Priyo Handoyo, dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting.

Kedua pasangan suami istri tersebut dikukuhkan oleh perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim, Kris Ananta, di Lamin Makodim 0908/BTG Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (29/9/2022).

Damdim menyampaikan, pengukukan Bapak dan Bunda asuh stunting ini, merupakan salah satu program dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), dalam rangka percepatan penanganan stunting di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Bontang.

Dandim mengharapkan, seluruh stakeholder dapat bekerja sama dalam mengentaskan masalah stunting yang saat ini menjadi salah satu program nasional. “Apa yang menjadi program nasional terkait masalah stunting ini, harapannya dapat memberikan dampak positif dan memberikan efek dalam mempercepat angka penurunan stunting,” pungkas Dandim. (Pendim Btg)

Pelihara Kamtibmas, Petugas Gabungan Periksa Indekos dan Rumah Kontrakan

0

BONTANG – Pemerintah Kelurahan Tanjung Laut Indah menggelar patroli gabungan cipta kondisi untuk menjaga keamanan dan ketertiban diwilayahnya, Rabu (28/9/2022). Patroli dipimpin Lurah Tanjung Laut Indah dan diikuti Bhabinkamtibmas, Babinsa, anggota Trantib, Satpol PP Kota Bontang, serta anggota Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Tanjung Laut Indah.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Laut Indah Polsek Bontang Selatan, Bripka Siswanto turut mengikuti kegiatan ini. Patroli gabungan menyasar rumah kontrakan dan indekos. Petugas melakukan pemeriksaan pendataaan dan identitas berupa KTP maupun surat domisili terhadap warga penghuni rumah kontrakan ataupun indekos.

Bripka Siswanto mengatakan patroli gabungan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kelurahan Tanjung Laut Indah bertujuan  untuk menertibkan administrasi kependudukan dan aktivitas warga yang bisa menimbulkan gangguan kamtibmas.

”Kami bersama pemerintah kelurahan Tanjung Laut Indah  melaksanakan patroli gabungan dengan sasaran rumah kontrakan bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” kata Bripka Siswanto.

Selain itu petugas menyampaikan himbauan kepada penghuni indekos untuk menghindari narkoba , pergaulan seks bebas, dan berhati hati dalam menyimpan barang-barang ketika meninggalkan indekos untuk menghindari aksi pencurian.

“Kegiatan hari ini kami lakukan di beberapa indekos di wilayah Kelurahan Tanjung Laut Indah. Ditemukan beberapa penghuni indekos yang kedapatan tidak memiliki KTP. Untuk proses selanjutnya, kami serahkan kepada petugas kelurahan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksanaan di beberapa indekos tersebut, Bripka Siswanto mengatakan, tidak menemukan pelanggaran, baik pemakaian narkoba maupun pelanggaran lain yang mengarah pada tindak pidana.

”Kedepan kami akan terus bersinergi dengan petugas Kelurahan untuk secara rutin melakukan kegiatan yang sama untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Tanjung Laut Indah,” tutupnya. (hms)

Polsek Muara Badak Bagikan Masker dan Himbau Warga Patuhi Prokes

0

BONTANG- Patroli siang terus dilakukan Polsek Muara Badak untuk mencegah gangguan kamtibmas dan penyebaran Covid-19. Seperti yang dilakukan Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) Polsek Bontang Muara Badak Bripka Supriadi bersama anggota jaga, Kamis (29/9/2022).

Personel Polsek Bontang Muara Badak melakukan patroli himbauan pendisiplinan  protokol kesehatan (prokes) dengan sasaran tempat keramaian, masyarakat yang beraktivitas keluar rumah, dan tempat-tempat berkumpulnya warga.

Saat patroli, petugas memberikan himbauan untuk tetap mematuhi prokes dengan memakai masker. Personel juga membagikan masker kepada warga .

Kapolsek Bontang Muara badak Iptu Yoshimata JS Manggala STK, SIK mengatakan, patroli sudah menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, khususnya Polsek Muara badak  untuk memelihara dan menjaga kamtibmas, serta memutus rantai penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan, kunci utama keberhasilan pencegahan penyebaran Covid-19 adalah disiplin masyarakat dalam menerapkan prokes. Karena itu personel terus melakukan patroli pemantauan dan imbauan, serta edukasi prokes ke sejumlah warung, pertokoan, maupun lokasi keramaian lainnya.

“Untuk warga yang tidak memakai masker kita berikan teguran dan berikan masker gratis. Imbauan disiplin prokes disampaikan secara humanis agar masyarakat dapat menerima dengan baik,” pungkasnya. (hms)

Gelontor Bantuan untuk 195 Veteran dan 350 Janda Veteran

0

SAMARINDA – Masyarakat sejahtera adalah tugas pemerintah. Ini pula yang menjadi perhatian serius di era kepemimpinan kepemimpinan Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Wagub H Hadi Mulyadi.

Selain peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, buruh, pekerja nonfornal, dan pegawai non-ASN, Pemprov Kaltim juga memerhatikan kesejahteraan para anggota veteran dan janda veteran.

Di antaranya melalui alokasi APBD Perubahan 2022 Pemprov Kaltim akan memberikan bantuan sosial terencana kepada anggota veteran dan janda veteran.

“Ini adalah bagian dari kepedulian Pemprov Kaltim kepada masyarakat, sehingga kesejahteraan mereka terpenuhi. Khususnya para pejuang kemerdekaan, yakni anggota veteran dan janda veteran,” ucap Isran Noor baru-baru ini.

Bagi Isran selama kepemimpinannya bersama Wagub Hadi Mulyadi, mereka sudah berkomitmen untuk tetap memberikan perhatian kepada para veteran dan janda veteran.

Harapannya, para veteran dan janda veteran bisa ikut merasakan kebahagiaan dari pengorbanan mereka selama masa kemerdekaan dan setelah Indonesia merdeka saat ini.

Artinya, meski tidak sebesar apa yang mereka pertaruhkan bagi bangsa dan negara ini, tetapi semangat pantang menyerah mereka wajib menjadi teladan. Untuk itu, sangat wajar bila pemerintah memberikan bantuan kepada mereka setiap tahunnya.

“Untuk tahun ini memang tidak sebesar tahun sebelumnya, karena menyesuaikan alokasi anggaran yang diberikan. Kita berharap, jumlah tersebut jangan menjadi penilaian terhadap tidak adilnya pemerintah. Karena, pemerintah juga memiliki banyak keterbatasan,” jelas Gubernur.

Gubernur Isran sangat bersyukur karena Pemprov Kaltim masih bisa mengalokasikan bantuan tersebut.

Tercatat 195 anggota veteran di Kaltim yang akan menerima bantuan. Sementara janda veteran sebanyak 350 orang.

Bantuan diberikan untuk anggota veteran senilai Rp2 juta per orang. Sedangkan janda veteran Rp1,5 juta per orang.

“Kita harapkan alokasi anggaran ini bisa diterima dan membantu mengurangi beban kehidupan sehari-hari mereka,” harap Isran. (adv/diskominfokaltim)

Kaltim Terima Reward Dana Insentif Daerah, Isran Berharap Tiap Tahun Terus Meningkat

0

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menyambut baik dan mengapresiasi adanya reward Dana Insentif Daerah (DID) yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan RI sebesar kurang lebih Rp10 miliar.

Menurut Gubernur Isran, bonus atau reward itu wajar diterima Provinsi Kaltim. Sebab, meski pandemi Covid masih terjadi, Benua Etam mampu menekan inflasi.

“Sesuai kebijakan pemerintah daerah atau Pemprov Kaltim selama Covid-19, masyarakat tetap beraktivitas dan berusaha. Alhamdulillah, kami mampu menekan inflasi. Kami harap bonus itu bisa meningkat tahun-tahun selanjutnya,” ucap Isran Noor didampingi Plt Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim yang juga Kabag Sumber Daya Alam Muhammad Arnains, di sela-sela menghadiri undangan pertemuan pengarahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Centre, Kamis 29 September 2022.

Selanjutnya, Isran berharap bonus dapat dimanfaatkan untuk masyarakat yang sudah betul-betul berkontribusi dalam penekanan inflasi, agar dapat terkendali.

Sesuai arahan Kemendagri, agar bonus dapat diberikan kepada pelaku usaha atau UMKM. Sehingga, UMKM selalu termotivasi dalam berusaha, dengan begitu apa yang dilakukan pelaku usaha selalu ikut berperan mendukung program pemerintah.

“Mereka yang akan mendapatkan bantuan atau insentif adalah mereka yang sudah terdata oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID yang berada dalam binaan Disperindagkop,” jelasnya didampingi Arnains.

Diketahui Kaltim mendapat reward sebesar Rp10,41 miliar dengan mampu menekan inflasi hingga 0,68 persen menjadi 4,95 persen pada Agustus 2022. (adv/diskominfokaltim)