Beranda blog Halaman 886

Kolaborasi Ratusan Penari dari 5 Provinsi Tampil Memukau di Pembukaan TKTB XXI

0

SAMARINDA – Pembukaan Temu Karya Taman Budaya (TKTB) XXI tahun 2022 menampilkan Tari Kolosal Pesona Kalimantan di halaman kantor UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jalan Kemakmuran Samarinda, Senin (19/9/2022). Tarian hasil kolaborasi lima provinsi di Pulau Kalimantan ini berhasil memukau para tamu undangan dan peserta TKTB XXI.

Tarian kolosal ini melibatkan sebanyak 110 penari dari gabungan lima provinsi, yaitu Kaltim, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar). “Luar Biasa! Banyak sekali penarinya, sampai tidak berkedip kami dibuatnya,” puji Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi usai menyaksikan tampilan tari kolosal Pesona Kalimantan.

Tari kolosal tersebut berhasil memadu-padankan berbagai macam elemen, atraksi, dan unsur seni budaya dalam satu penampilan yang sempurna. Didukung dengan penampilan apik dari para penari dan instrumen musik yang menggelegar.

TKTB menjadi ruang diplomasi

Tarian Kolosal Pesona Kalimantan, mengisahkan sejarah kebesaran Kerajaan Kutai sebagai kerajaan Hindu tertua di Nusantara. Juga menggambarkan kehidupan suku yang ada di Pulau Kalimantan. Seperti Dayak, Melayu, Banjar, Jawa dan Tionghoa.

Penampilan sempurna tari kolosal ini, berkat inisiasi Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Budaya Kaltim, Ismid Rizal. Tangan dinginnya selaku pimpinan produksi dan penulis skenario, berhasil menggarap tari kolosal gabungan lima provinsi.

“Karena Kaltim tuan rumah, saya ingin menampilkan kebesaran dan kemegahan Kalimantan. Jadi bukan hanya kita dikenal karena kita jadi IKN (Ibu Kota Negara). Tapi karena kita juga punya budaya yang luar biasa untuk dilestarikan,” kata Ismid kepada sejumlah awak media usai acara pembukaan TKTB XXI, Senin (19/9/2022) sore.

Jumlah penari dari Kaltim yang terlibat dalam produksi tari kolosal sebanyak 60 orang. Kemudian sebanyak 50 penari gabungan, berasal dari empat provinsi lain. Pelatihan secara intensif dimulai sejak 10 September 2022 atau sepekan sebelum penyelenggaraan TKTB. Masing-masing provinsi memiliki peran dalam menyiapkan penampilan terbaiknya.

“Saya hanya penulis skenario saja. Sisanya, saya mengkoordinir agar teman-teman di setiap provinsi turut mengambil bagian,” ucap Ismid dalam balutan setelan beskap hitam, Baju Adat Takwo khas Kutai.

Ismid menjelaskan, ia membagi tim provinsi di setiap bagian. Dengan komposisi penata tari dari Kalbar, penata musik dari Kalteng, dan penata busana dari Kalsel.

Busana tari yang ditampilkan pun beragam. Ada busana adat Dayak, Melayu, Kutai, dan Banjar. Di penghujung tari, dibentangkan bendera merah putih sebagai lambang penyatuan suku dan budaya dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Tari kolosal Pesona Kalimantan yang ditampilkan selama lebih kurang 30 menit itu pun, berhasil menyihir para tamu undangan yang berasal dari 32 provinsi se-Indonesia. (adv/diskominfokaltim)

Satlantas Polres Bontang Gelar Car Free Day dan Olahraga Bersama

0

BONTANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bontang menggelar car free day dan olahraga bersama untuk memeriahkan HUT ke-67 Lalu Lintas Bhayangkara, di simpang tiga traffic light (depan Ramayana)Jalan MH Thamrin Kelurahan Gunung Elai Kecamatan Bontang Utara, Minggu (18/9/2022).

Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Najirah SE, Wakapolres Bontang Kompol Wisnu Dian Ristanto SIK mewakili Kapolres, Kepala Bapelitbang Kota Bontang Amiruddin, Kabag Ops Polres Bontang AKP Sujarwanto, Kasat Lantas AKP Edy Haruna, Kapolsek Bontang Utara Iptu Tri Soediantoro, Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri, Kapolsek Bontang Barat Iptu Muh. Yazid SH, MH, perwira, personel Polres Bontang dan masyarakat umum.

Dalam Sambutannya Wakpolres Kompol Wisnu Dian Ristanto mengatakan rangkaian kegiatan untuk memperingati HUT ke-67 Lalu Lintas Bhayangkara tahun 2022 meliputi bakti sosial dengan memberikan sembako kepada panti asuhan, korban lakalantas, buruh, sopir angkot, tukang ojek online, pemulung tukang sampah, serta anjangsana purnawirawan Polri mantan anggota Satlantas Polres Bontang.

”Hari ini kita menggelar car free day (hari bebas berkendaraan) dan olahraga bersama yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan personil Polri, 5 pilar keselamatan serta komunitas kendaraan bermotor dan masyarakat Kota Bontang,” Kata Wakapolres.

Wakpolres mengatakan, HUT Lalu Lintas Bhayangkara mengambil tema Polantas yang Presisi Pulih dan Bangkit Bersama Menuju Indonesia Maju. ”Dengan berpedoman kepada tema ini Kepolisian Lalu Lintas Polri akan terus berupaya mewujudkan amanah yang terkandung di dalamnya, dengan meningkatkan kemapuan dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas di bidang lalu lintas sekaligus meningkatkan disiplin protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Selain melaksanakan car free day dan olahraga bersama Satlantas Polres Bontang membagikan kupon dorprize  berupa hadiah utama dua unit sepeda gunung dan hadiah menarik lainnya kepada para peserta car free day. (hms)

Pastikan Tak Ada Barang Berbahaya, Polres Lakukan Pemeriksaan Ruang Tahanan

0

BONTANG – Untuk memastikan ruang tahanan Polres Bontang dalam keadaan aman dan tidak ada barang-barang yang berbahaya, perwira pengawas didampingi Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) dan Piket Fungsi melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan penggeledahan ruang tahanan Polres Bontang, Minggu (18/9/2022).

PS Kasi Humas Polres Bontang Iptu Mandiyono SSos menjelaskan, pemeriksaan dan penggeledahan ini dilakukan untuk memantau secara langsung kondisi penghuni ruang tahanan dan memeriksa kemungkinan adanya kepemilikan barang-barang berbahaya dari tahanan.

”Petugas ingin memastikan ruang tahanan dalam keadaaan aman dan tidak ada barang-barang yang bisa digunakan sebagai sarana untuk  kabur atau melarikan diri,” katanya.

Iptu Mandiyono menambahkan, pemeriksaan dan pengecekan ruang tahanan merupakan kegiatan rutin bagi anggota yang melaksanakan piket pada hari itu, untuk mencegah terjadinya tahanan kabur.

”Kami juga mengingatkan Piket Pawas, KSPK, dan petugas jaga tahanan untuk melakukan pemeriksaan CCTV dan pengecekan tahanan, baik pagi, sore, maupun malam hari, sebelum melaksanakan pergantian tugas,” tutupnya. (hms)

Polsek Marang Kayu Rutin Laksanakan Pengamanan Gereja

0

BONTANG – Untuk memberikan rasa aman dan mencegah gangguan kamtibmas, Polsek Marang Kayu mengintensifkan patroli di gereja di wilayah Kecamatan Marang Kayu, Minggu (18/9/2022).

Patroli yang dipimpin Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) Aiptu Norton Tobing dan diikuti anggota jaga Briptu Slamet Riyanto ini menyambangi Gereja GPIB, Gereja Pantekosta, dan Gereja Toraja.

Saat patrol, personel Polsek Marang Kayu melakukan koordinasi dengan pengurus gereja terkait keamanan dan ketertiban. Selain itu personel Polsek Marang Kayu juga menghimbau kepada pengurus dan jemaat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH, SIK, MH melalui Kapolsek Marang Kayu AKP Slamet Riyadi, mengatakan patroli pengamanan gereja ini merupakan kegiatan rutin Polsek Marang Kayu untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif.

”Ini sebagai bentuk pelayanan kepolisian, khususnya Polsek Marang Kayu untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan ibadah,” kata AKP Slamet Riyadi.

Dengan patroli gereja yang dilakukan personel Polsek Marang Kayu ini diharapkan keamanan dan ketertiban tempat kegiatan masyarakat dapat berjalan aman dan kondusif. “Sehingga masyarakat dapat dengan tenang dan khidmat menjalankan ibadah,” ujar AKP Slamet Riyadi. (hms)

Lomba Ketinting di Bontang Kuala Jadi Ajang Silaturahmi

0

BONTANG – Minggu, 18 September 2022 sore di  Bontang Kuala berlangsung lomba ketinting. Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi antara nelayan Bontang Kuala dan Tanjung Limau.

Acara ini dilaksanakan di Chung Family Homestay di Bontang Kuala. Homestay ini memiliki daya tarik tersendiri karena terletak di tengah laut, sehingga bisa menjadi salah satu sarana parawisata.

Beberapa anggota dewan, seperti Abdul Samad dari Partai Hati Nurani Rakyat ikut mendukung acara tersebut. “Jika ada dana yang lebih kami akan membuat acara ini menjadi lebih sering, agar warga bisa makin sering ke sini,” jelas Sukardi selaku panitia lomba.

Adapun kategori kapal yang dipakai adalah jenis perahu lunas. Jumlah peserta yang lomba tersebut terdapat 11 orang atau perahu. Lomba ini mencari 4 pemenang, 2 dari Bontang Kuala 2 lagi dari Tanjung Limau. (sya)

Final Bontang Coffee League, Juaranya Moch Fadhlan Taufik

0

BONTANG – Tahun ini, Kopinicus resmi mengikuti lomba kopi nasional atau Indonesia Coffee Event yang diadakan oleh Specialty Coffee Association of Indonesia atau SCAI. Perlombaan ini dimulai dengan dilakukannya seleksi dari masing-masing kota yang dibagi menjadi regional timur dan barat.

Regional timur terdiri dari Kalimantan Timur (Bontang, Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Panajam, dan berbagai kota lainnya). Selain itu, regional timur juga termasuk Bali, Surabaya, dan Makassar.

Final Turnemen Bontang Coffee League diadakan dengan sistem open service, Minggu (18/9/2022) yang digelar di Hearth Bond, Kota Bontang. Di mana para peserta akan menyeduhkan dan mempresentasikan apa yang diseduh dan rasa apa yang akan dihasilkan. Para peserta dinilai dengan sistem angka dari beberapa indikator. Seperti rasa, aroma, tingkat keasaman kopi, body kopi, dan after taste kopi.

Juri Bontang Coffee League terdiri dari tiga orang sensory judge, satu shadow judge, dan satu head judge yang merupakan ketua dari East Borneo Coffee Association atau EBCA. Dari enam peserta yang masuk final, Moch Fadhlan Taufik akhirnya menjadi pemenang Bontang Coffee League 2022 dengan nilai 61,19.

Faisal Pradana Pieko selaku ketua Kopinicus menyampaikan bahwa melalui ajang Bontang Coffee League merupakan bentuk gebrakan dari upaya peningkatan komunitas kopi Bontang.

Menurutnya, cara open service ini merupakan hal yang baru di Bontang. Biasanya komunitas hanya melakukan kegiatan silaturahmi dengan membuat kopi lalu dinilai. “Jadi, saya mengajak teman-teman komunitas untuk ayolah kita mulai gebrak ke nasional di mulai dengan Bontang Coffee League,” ujarnya.

Seleksi selanjutnya untuk wilayah Kalimantan Timur, masing-masing pemenang dari tiap-tiap kota akan dipertemukan di Samarinda bulan depan. (sc)

Apresiasi Pra Popnas Zona IV, Wagub Berharap Pelajar Terus Berprestasi

0

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mengapresiasi penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra Popnas) Zona IV 2022 di Benua Etam dengan menghadirkan tujuh provinsi.

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi ketika menutup Pra Popnas Zona IV mengingatkan, meski saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi, namun para pelajar harus terus berprestasi dan tetap belajar.

“Alhamdulillah pandemi mulai menurun. Mari pelajar terus berprestasi, berkarya dan berolahraga dan jangan lupa tetap semangat belajar,” ucap Hadi Mulyadi usai penutupan di Gedung Serbaguna Gelora Kadrie Oening Sempaja Samarinda.

Khusus even pra Popnas menurut Hadi, ada cabang olahraga yang diunggulkan dan tidak. Terpenting, lanjut Hadi, bukan hanya mencari prestasi tetap bagaimana para pelajar bisa bersilaturahmi.

“Juara atau tidak itu biasa. Tapi, bagaimana membangun jaringan antar sesama pelajar itu paling penting. Karena itu, pelajar tetap semangat berprestasi dan belajar meski kondisi masih pandemi,” pintanya. (adv/diskominfokaltim)

DBH Sawit Ditarget Tereailisasi 2023, Usulkan Dapat Pembagian 90 Persen untuk Kaltim

0
Kepala Bapenda Kaltim Ismiati (kiri) dan Ketua Bidang Ekonomi, SDA dan Lingkungan Hidup TGUP3 Kaltim, Dr. Ir. Zulkarnain (kanan)

SAMARINDA – Setelah menempuh perjuangan panjang dalam mengupayakan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit bagi daerah penghasil, pemerintah pusat akhirnya menyetujui pemberian transfer dana dari sektor industri sawit kepada daerah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) diketahui menjadi salah satu inisiator pembagian DBH Sawit ini kepada daerah. Bersama 22 provinsi penghasil sawit lainnya, Kaltim mendesak pemerintah pusat untuk memberikan DBH dari sektor sawit. Seperti DBH lain dari sektor batu bara, migas, dan tembakau.

Usulan DBH Sawit ini, akhirnya diakomodir pemerintah pusat melalui Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim, Ismiati mengatakan, regulasi pemberian DBH Sawit telah masuk dalam arah kebijakan umum Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2023. Sehingga, pembagian DBH Sawit ini dipastikan bisa terealisasi tahun depan.

“Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani telah menginformasikan tahun 2023 akan direalisasikan DBH Sawit,” jelas Ismiati kepada sejumlah awak media, saat menjawab perihal realisasi DBH Sawit di Kaltim.

Namun ia menyebut, pihaknya belum mengetahui berapa nominal DBH Sawit yang akan diterima oleh Kaltim. Karena ada indikator perhitungan yang akan menjadi pertimbangan dalam pembagian DBH.

“Kita tidak tahu berapa kisarannya, karenakan ada indikator perhitungannya. Seperti luasan perkebunan yang kita miliki dan sebagainya. Kita belum tahu, karena ini baru pertama,” ucap Ismiati.

Di tempat yang sama, Ketua Bidang Ekonomi, Sumber Daya Alam (SDA) dan Lingkungan Hidup, Tim Gubernur untuk Pengawalan Percepatan Pembangunan (TGUP3) Kaltim, Dr. Ir. Zulkarnain menjelaskan, usulan pembagian DBH Sawit yang diminta ke pemerintah pusat adalah 90:10. Yakni 90 persen untuk daerah dan 10 persen untuk pemerintah pusat.

“Kami usulkan 90 persen masuk daerah. Misal pungutan ekspor kita sekitar Rp 5-6 triliun. Yah kalau 90 persen, Rp 4,5 triliun bisa masuk daerah,” ungkap Zulkarnain menghitung potensi penerimaan DBH Sawit.

Selama ini diketahui, pungutan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dikelola oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan tanpa ada pembagian ke daerah penghasil. Ini yang dituntut oleh Pemprov Kaltim. Karena, sudah sepantasnya daerah juga turut menikmati hasil Sumber Daya Alam (SDA) untuk pembangunan dan kesejahteraan daerah.

“Dari yang kami hitung, nilai ekonomi komoditas Sawit dari Kaltim ini sekitar Rp 200 triliun lebih. Itu baru CPO dan kernel, belum yang lain. Jadi, sebenarnya kita bisa transformasi ekonomi pasca tambang, kalau itu dibagi ke daerah,” ungkap dosen Fakultas Pertanian Unmul ini.

Selain DBH Sawit, pihaknya bersama Bapenda juga tengah mengukur potensi penerimaan DBH lain yang berpotensi diterima Kaltim. Diantaranya DBH dari bidang Kehutanan, ESDM, Telekomunikasi dan Perhubungan. (krv/pt/diskominfokaltim)

Harga Cabai Melonjak, Ini yang Dilakukan Disperindagkop untuk Intervensi Pasar

0
Kepala Disperidagkop Kaltim, Muhammad Sa'duddin

SAMARINDA – Harga komoditas cabai mengalami kenaikan selama beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini, terjadi secara nasional. Dikutip dari keterangan Asosiasi Petani Cabai Indonesia, ada beberapa faktor yang menyebabkan harga cabai mengalami kenaikan.

Di antaranya seperti berkurangnya jumlah petani cabai di daerah penghasil yang mencapai 70 persen, karena beralih ke komoditi lain. Kenaikan harga cabai juga dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu, dan memburuknya kondisi tanah karena penggunaan pupuk kimia selama bertahun- tahun.

Kemudian, adanya serangan hama dan jamur juga menyebabkan penurunan produksi cabai di daerah sentra, seperti Jawa Timur (Jatim). Kenaikan harga komoditi di daerah pemasok itu, berimbas pada harga cabai di Kalimantan Timur (Kaltim).

Untuk diketahui, harga cabai di Kaltim meningkat di atas 3 persen sejak pekan lalu. Per 15 September 2022, kenaikan harga cabai bahkan mencapai 8 persen. Dengan rata-rata harga komoditi cabai merah besar mencapai Rp 58 ribu per kilogram (kg). Cabai merah keriting Rp 57 ribu per kg, dan cabai rawit merah Rp 60 – 62 ribu per kg.

Menyikapi kenaikan harga cabai ini, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UMKM, (Disperidagkop) Kaltim, Muhammad Sa’duddin, Ak, CA mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi intervensi pasar. Bentuk intervensi itu, salah satunya dengan melakukan operasi pasar di daerah kabupaten/kota dengan gap harga tertinggi.

“Harga di kabupaten/kota kan tidak seragam. Kami akan memilih daerah yang harganya paling tinggi, lalu kami lakukan target operasi pasar,” kata Sa’duddin ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini.

Selain operasi pasar, Disperindagkop Kaltim rencananya juga akan melakukan subsidi ongkos angkut untuk distribusi komoditas cabai. Subsidi ongkos angkut ini, akan diberikan dalam dua jalur. Baik dari jalur sentra produksi ke wilayah Kaltim. Mau pun jalur distribusi antar kabupaten/kota di Kaltim.

“Kita lihat dulu kondisinya nanti. Kalau yang tinggi gap harganya antara daerah pemasok dengan Kaltim, kita akan subsidi jalur distribusinya dengan produsen. Tapi kalau yang tinggi gap harganya di kabupaten/kota, kita subsidi yang internal wilayah Kaltim,” jelas mantan Kepala BPKAD Kaltim ini.

Dari pantauan Disperindagkop, disebutkan harga cabai tertinggi terjadi di Kabupaten Kutai Barat, Kutai Timur, dan Bontang. Hal itu disebabkan karena lokasi yang jauh dan kondisi jalan yang rusak. Sementara, Kabupaten Paser, meski memiliki kondisi geografis serupa, namun daerah itu diuntungkan karena dekat dengan daerah pemasok cabai dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

Disperindagkop Kaltim bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga akan melaksanakan Gerakan Nasional Tim Pengendalian Inflasi Khusus Pangan yang dikoordinir oleh Bank Indonesia (BI) Kaltim. Dengan lead sector, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH).

Dalam gerakan itu, akan dilakukan gerakan produksi cabai dengan pembagian bibit gratis kepada warga. Lalu dilakukan penanaman masif secara urban farming di dalam pot di setiap rumah.

Meski mengalami kenaikan harga, Sa’duddin menyampaikan, stok kebutuhan cabai di kabupaten/kota masih cenderung aman. Dari Data Pasokan Indikatif Barang Kebutuhan Pokok di Kaltim per September 2022, stok cabai tercatat sebanyak 8.994 ton. Dengan rata-rata ketahanan stok sebesar 1,9 ton per bulan. (krv/pt/diskominfokaltim)

Dorong Dekarbonisasi Berbasis CSV, Pupuk Kaltim Gagas Program D’Komposer

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) secara bertahap meningkatkan upaya dekarbonisasi melalui pengembangan Creating Shared Value (CSV), yang berfokus pada perbaikan lingkungan dan peningkatan kompetensi petani dengan dampak langsung terhadap proses bisnis perusahaan. Salah satunya inisiasi program D’Komposer, berupa pendampingan petani dalam penggunaan bahan organik tanah melalui pengembalian jerami hasil pengomposan insitu.

Pada program ini, Pupuk Kaltim melakukan pendampingan pengaplikasian produk hayati Biodex sebagai bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik ramah lingkungan, yang diproduksi Pupuk Kaltim untuk membantu perbaikan kualitas tanah pertanian masyarakat. Penggunaan biodekomposer ini ditujukan untuk mempercepat proses dekomposisi kandungan bahan organik, dari proses pengomposan jerami sisa panen yang menumpuk di area persawahan.

Tahap awal uji coba efektivitas program D’Komposer, dilaksanakan pada lahan pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Bone Sulawesi Selatan. Program ini menggandeng dua Kelompok Tani, masing-masing diatas lahan seluas 25 Hektare (Ha). Hal ini melihat adanya penurunan kandungan organik pada lahan pertanian di dua kabupaten utama penghasil beras tersebut.

“Selama ini petani hanya membakar jerami sisa panen yang berpotensi meningkatkan emisi karbon dari aktivitas pertanian. Namun pada program ini, jerami dapat diolah dan digunakan kembali menjadi unsur bermanfaat untuk optimalisasi lahan pertanian secara berkelanjutan,” ujar SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Teguh Ismartono, saat panen padi program D’Komposer di Kabupaten Sidrap, Jumat (16/9/2022).

Dari hasil implementasi D’Komposer menggunakan Biodex, didapati peningkatan nilai C-organik jelang panen di angka 0,54. Atau lebih tinggi dibanding lahan tanpa Biodex, dengan rata-rata nilai C-organik hanya 0,15. Begitu juga dengan potensi hasil panen, didapati kenaikan produktivitas mencapai 9,9 ton per/Ha, atau naik 4 ton lebih dari panen sebelumnya sebesar 5,8 ton per/Ha.

“Selain itu, nilai potensi dekarbonisasi melalui pengembalian jerami menggunakan Biodex pada program D’Komposer mencapai 218,99 CO2 Equivalent. Hal ini menunjukkan jika jerami bisa kita olah menjadi unsur organik tanpa ada lagi emisi yang dihasilkan akibat pembakaran,” lanjut Teguh.

Menurut Teguh, Pupuk Kaltim sebagai pelopor transformasi hijau petrokimia menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 32,50 persen di tahun 2030, dengan menerapkan aspek Environment, Social and Governance (ESG). Langkah ini diaplikasikan dalam program inovatif berkelanjutan, untuk memberi nilai tambah dan manfaat bagi para petani dalam mendorong optimalisasi sektor pertanian Nasional.

“Ini salah satu wujud peran aktif Pupuk Kaltim dalam memperbaiki kualitas tanah untuk mendukung pertanian berkelanjutan, disamping kontribusi terhadap penanggulangan perubahan iklim dunia,” terang Teguh.

Sesuai dengan prinsip CSV, Pupuk Kaltim menekankan implementasi D’Komposer untuk memberi dampak langsung terhadap perbaikan lingkungan dan peningkatan kapasitas petani, yang sejalan dengan prioritas program TJSL perusahaan berdasarkan arahan Kementerian BUMN.

“Melihat keberhasilan dan efektivitas ujicoba Biodex di Sidrap dan Bone, program ini akan terus kami perluas di Sulawesi Selatan hingga daerah lain di Indonesia. Sehingga kesinambungan upaya Pupuk Kaltim dalam menekan emisi karbon akan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas lahan pertanian masyarakat,” papar Teguh.

Bupati Sidrap Dollah Mando, mengapresiasi kontribusi Pupuk Kaltim membantu petani mengembalikan unsur organik lahan dan peningkatan produktivitas melalui pengomposan insitu pada program D’Komposer. Dirinya berharap program ini semakin diperluas, didukung ketersediaan pupuk memadai bagi petani di tiap musim tanam sehingga produksi padi Kabupaten Sidrap semakin optimal.

“Pemerintah Daerah juga siap mengawal program ini untuk musim tanam selanjutnya, sehingga pengolahan lahan pertanian dapat lebih dimaksimalkan,” ucap Dollah Mando.

Mewakili petani, Usman dari Kelompok Tani Massiddi Adae Sidrap, menyebut penggunaan Biodex pada demplot program D’Komposer ini menunjukkan peningkatan performa tanaman padi secara signifikan, terlihat dari bulir yang memiliki ukuran lebih besar. Tanaman juga lebih tahan terhadap serangan penyakit hawar daun dengan pertumbuhan yang lebih sehat, sehingga potensi panen yang dihasilkan jauh lebih optimal mencapai 9,9 ton/Ha.

“Sebelum ini bulir padi jauh lebih kecil. Tanaman juga rentan terkena hama dan penyakit karena bakteri, sehingga hasil panen hanya sekira 5-6 ton saja,” ucap Usman.

Pria yang juga distributor pupuk bersubsidi ini pun berharap, program pendampingan D’Komposer terus ditindaklanjuti Pupuk Kaltim dengan menyasar kelompok tani lainnya, sehingga kawasan persawahan yang sehat dengan produktivitas tinggi mampu tercipta secara merata di Kabupaten Sidrap. “Semoga program ini dapat terus diperluas, agar hasil padi di Sidrap ini makin produktif dan maksimal,” harap Usman. (adv)