Beranda blog Halaman 885

Kasat Lantas Berganti, AKP Toni Joko Digantikan AKP Muhammad Dahlan

0
Kasat Lantas Berganti, AKP Toni Joko Digantikan AKP Muhammad Dahlan
Upacara serah terima jabatan Kasat Lantas dipimpin langsung Kapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Rotasi jabatan kembali terjadi di tubuh Polres Bontang. Kali ini posisi yang diganti adalah Kasat Lantas.

Kasat Lantas yang sebelumnya dijabat AKP Toni Joko Purnomo, digantikan oleh AKP Muhammad Dahlan Djauhari, yang sebelumnya menjabat Waka Sat Lantas Polresta Balikpapan.

Kepolisian Resor Bontang menggelar upacara serah terima jabatan Kasat Lantas di Ruang Rupatama Sanika Satyawada, Senin (3/7/2023 ) pukul 13.00 wita.

Upacara serah terima jabatan Kasat Lantas dipimpin langsung Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya dihadiri para pejabat utama, kasat, kasie, Kapolsek, perwira dan Personil Polres Bontang.

Upacara kali ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan, berita acara pengambilan sumpah, dan pakta integritas oleh pejabat yang melakukan serah terima jabatan yang diketahui Kapolres Bontang.

Kapolres Bontang menyampaikan, bahwa dinamika Kamtibmas menuntut organisasi kita untuk selalu siap siaga dan peka terhadap situasi yang ada, agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dirinya juga menyampaikan, bahwa kegiatan serah terima jabatan merupakan hal yang biasa terjadi di Polri, baik sebagai bentuk promosi maupun demosi dari pimpinan, dan harus disikapi secara positif.

Kapolres Bontang mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas loyalitas dan dedikasinya dalam menjaga kamtibmas di Kota Bontang selama ini. Sementara itu, kepada pejabat baru, dirinya memberikan selamat dan berharap agar mereka segera menyesuaikan diri dengan situasi saat ini dan membawa Polres Bontang ke arah yang lebih baik.

Jabatan Kasat Lantas merupakan jabatan strategis, dan ia berharap pejabat baru dapat membuktikan kemampuannya dalam mengemban tugas tersebut.

“Mari kita sama-sama saling menghormati dan menghargai, serta jalin komunikasi dan silaturahmi antar sesama rekan kerja. Dalam rangka bekerja sama dan jangan ada ego sektoral demi mewujudkan polri yang semakin maju dan semakin baik ke depannya,” ucapnya. (hms)

IBI Bontang Wajibkan Anggotanya Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

0
IBI Bontang Wajibkan Anggotanya Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting
Ketua IBI Bontang, Hernawati (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bontang mewajibkan anggotanya menjadi orang tua asuh bagi anak pengidap stunting. Hal itu diungkapkan Ketua IBI Bontang Hernawati, Minggu (2/7/23).

Bila dilihat dari  Survei Statis Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Bontang masih cukup tinggi, yakni diangka 21 persen. Dimana pemerintah memberi target untuk menekan stunting menjadi 14 persen untuk skala nasional yang ditargetkan pada tahun 2024 mendatang.

“Pendampingan sebagai orang tua asuh ini diwajibkan untuk semua anggota IBI, dan akan dilakukan bersama-sama,” jelasnya saat ditemui redaksi pada kegiatan raker dan seminar IBI di Pendopo Wali Kota Bontang.

IBI Bontang sendiri memiliki 306 anggota terdaftar, namun yang aktif dalam IBI sekitar 250 bidan, sehingga mereka yang akan dilibatkan menjadi orang tua asuh.

Program ini dilakukan diluar dari program pemerintahan. IBI melaksanakan ini guna membantu program pemerintah untuk menurunkan stunting.

“Untuk langkah awal memulai program ini, IBI mengambil 15 anak asuh dulu, nanti kalau anggaran sudah ada akan kita lanjut,” jelasnya.

250 anggota IBI akan mengeluarkan Rp 72 ribu pertiga bulan untuk 15 anak nantinya. Pengawasan juga akan rutin dilakukan, agar semua kebutuhan gizi yang diberikan akan langsung sampai ke mulut anak yang ditujukan. (sya)

846 Pelari Adu Lari di Boba Race 2023

0
846 Pelari Adu Lari di Boba Race 2023
Start Boba Race 2023 dibuka Wawali Bontang. (ist)

BONTANG – Event Boba Race 2023 diselenggarakan oleh Kelurahan Bontang Baru (Boba), khususnya pemuda Karang Taruna Bontang Baru Satya Baru, Kader PKK Kelurahan Boba, komunitas lari beserta OPD yang turut berkolaborasi dalam acara tersebut, Minggu (2/7/23) di Halaman Parkir PTSP.

Kegiatan ini diikuti hingga 846 peserta bertema ‘Running for fight against stunting,’ Kategori yang diperlombakan di antaranya 10K umum putra dan putri, 5K umum putra dan putri, 5K ASN dan P3K umum putra dan putri, 5K pelajar putra dan putri.

Lurah Bontang Baru, Rully mengatakan, event Lari Boba Race 2023 ini merupakan ajang lomba lari skala nasional yang bertujuan untuk mengembangkan minat dan bakat pemuda dalam bidang olahraga lari, khususnya di Bontang, dan secara umum dari luar wilayah Bontang.

“Turnamen ini jadi kegiatan bermanfaat untuk masyarakat Bontang, karena akan menumbuhkan mental para pemuda agar berani bersaing dalam pertandingan olahraga,” tambahnya.

Wakil Wali Kota, Najirah mengungkapkan, melalui Boba Race tahun 2023 ini, Pemkot Bontang optimis mampu mengkampanyekan pola hidup sehat dengan berolahraga, dan tentunya akan semakin banyak orang yang lebih peduli terhadap dirinya pribadi sebagai individu maupun terhadap lingkungan sosial di sekitarnya, sehingga atmosfir yang positif pun akan terbentuk secara masif dan otomatis menjadikan masyarakat yang lebih produktif.

“Selain itu saya juga berharap melalui kegiatan ini bisa menjadi wadah kolaboratif bagi pemerintah dan seluruh stakeholder, untuk mensukseskan apa yang menjadi mandatori pemerintah pusat dan daerah, sekaligus kegiatan ini bisa menjadi etalase promosi pengembangan pariwisata khususnya di bidang olahraga lari dan umkm lokal,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta dan masyarakat yang hadir di sini untuk berperan aktif dalam mengampanyekan pencegahan stunting. Tidak hanya di Bontang, tetapi juga di tempat tinggal masing-masing.

“Terakhir, saya berharap agar Boba Race 2023 sukses besar, dan semoga melalui acara ini kita dapat menjalin komitmen yang kuat untuk terus berjuang melawan stunting demi masa depan yang lebih baik bagi anak-anak indonesia,” tutupnya. (sya)

Ubah Pola Konsumsi dengan Program Dapur B2SA!

0
Ubah Pola Konsumsi dengan Program Dapur B2SA!
Wawali Bontang, Najirah menghadiri Bimtek Dapur B2SA berbasis pangan lokal di Bontang. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Bontang melaksanakan Bimtek Dapur Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) bagi para kader ketahanan pangan dan masyarakat, Senin (3/7/2023) di Hotel Bintang Sintuk. Bimtek ini dimaksudkan sebagai upaya ketahanan pangan melalui program B2SA.

Kegiatan diawali pemaparan materi penganekaragaman pangan melalui pengembangan Dapur B2SA oleh Rika Nuzli Furkanti dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Provinsi Kaltim.

Kepala DKP3 Bontang, Edy Foreswanto mengatakan, kegiatan bimtek Dapur B2SA dilaksanakan dalam mendukung ketahanan pangan di Kota Bontang dan peningkatan sumber daya manusia sebagai modal dalam meraih tujuan.

Ia menambahkan, bimtek ini juga sebagai bagian dari mengatasi permasalahan stunting di Kota Bontang melalui pangan.

“Bagaimana menurunkan angka stunting. Tidak mungkin terjadi tanpa peningkatan pengetahuan mengenai informasi. Melalui Dapur B2SA, harapannya ibu-ibu dapat menjadi pioner perubahan pola konsumsi menjadi lebih,” kata Edy Foreswanto.  (yah)

1 Hari 2 Kali Kebakaran, Diduga Korsleting dan Kompor Penyebabnya

0
1 Hari 2 Kali Kebakaran, Diduga Korsleting dan Kompor Penyebabnya
Puing-puing bekas kebakaran di salahsatu rumah warga. (Damkar for Radarbontang.com)

BONTANG – Dalam satu hari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang menangani 2 kali peristiwa kebakaran, Jumat (30/6/2023) kemarin. Waktu kejadian pun berdekatan yaitu di sore hari namun dengan lokasi yang berbeda.

Evakuasi kebakaran diketahui dari rilis Disdamkartan yang diperoleh redaksi.

Disebutkan, peristiwa pertama terjadi di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Api-Api sekira pukul 16.30 wita. Kebakaran terjadi di rumah seorang warga bernama Abdul Samat.

Penyebab pasti kebakaran belum diketahui secara jelas, namun diduga karena korsleting listrik. Korsleting terjadi diduga karena pemilik rumah sedang mengisi daya baterai hape dan menaruhnya di atas kasur.

Sementara itu peristiwa kedua terjadi di Jalan RE Martadinata No 45 RT 35, Kelurahan Loktuan, Jumat (30/6/2023) sekira pukul 18.30 wita. Damkar Pos Loktuan yang menerima informasi tersebut, langsung menuju lokasi menggunakan unit motor beserta APAR.

Kebakaran yang juga terjadi di salahsatu rumah warga itu, juga belum diketahui penyebab pastinya. Namun diduga lantaran si pemilik rumah meninggalkan kompor yang saat itu tengah aktif digunakan memasak.

Tim Damkar telah berhasil melakukan evakuasi pada kedua peristiwa kebakaran yang berbeda lokasi tersebut. Pihak Disdamkartan kembali mengingatkan warga, agar lebih berhati-hati saat meninggalkan rumah. Memperhatikan sumber-sumber penyebab kebakaran seperti listrik dan kompor agar diamankan sebelum ditinggalkan. (al)

Warga Tombak Ular di Kandang Ayam

0
Warga Tombak Ular di Kandang Ayam
Ular piton terkena tusukan tombak warga di Jalan Elang BTN PKT. (Damkar for Radarbontang.com)

BONTANG – Warga Jalan Elang BTN PKT dibuat heboh dengan kehadiran seekor ular piton di salahsatu rumah warga. Namun ular tersebut sudah berhasil diamankan oleh Anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

Ular tersebut ditemukan warga masuk ke dalam kandang ayam salahsatu rumah warga. Melihat ular yang berukuran cukup besar itu, warga tidak langsung memanggil petugas Disdamkartan. Namun warga mencoba inisiatif evakuasi sendiri.

Warga menombak ular tersebut dan berhasil. Ular piton itu terkena tusukan tombak di bagian tengah perut saat di posisi dalam kandang.

“Setelah ditombak malah warga tidak berani menangkap. Lalu meminta bantuan tim damkar,” kata Komandan Kompi Disdamkartan Bontang, Norman.

Dijelaskan, kejadian tersebut berlangsung, Jumat (30/6/2023) malam kemarin sekira pukul 23.00 Wita. Tim Damkar mengevakuasi menggunakan perlengkapan standar sesuai prosedur yang berlaku.

Pasca evakuasi oleh Tim Damkar, ular tersebut tidak dibawa oleh Anggota Damkar namun diminta oleh salahsatu warga.

“Kondisi ular itu sudah luka karena tusukan tombak. Setelah kami evaluasi ada salahsatu warga yang minta,” bebernya.

Atas kejadian ini Norman pun mengingatkan masyarakat, agar jangan melakukan evaluasi sendiri saat menemukan ular ataupun hewan liar lainnya. Lebih baik langsung menghubungi Damkar agar bisa dievakuasi sesuai standar pengamanan yang berlaku.

“Kalau evakuasi sendiri takutnya justru membahaya warga itu,” pungkasnya. (al)

Wujudkan KLA Tapi Marak Prostitusi Anak, Layak kah?

0
Wujudkan KLA Tapi Marak Prostitusi Anak, Layak kah?
Hasmiati, A.Md. (ist)

Oleh:

Hasmiati, A.Md

Ibu Rumah Tangga

Prostitusi anak terjadi di wilayah Bontang. Diungkapkan Kapolres Bontang bahwa anak di bawah umur ditawarkan kepada lelaki hidung belang di sebuah hotel di wilayah Berbas Tengah, Bontang Selatan. Tersangka, DJA ditangkap  bersama uang tunai senilai Rp 2 juta. Polisi masih mendalami sudah berapa orang korbannya.

Di sisi lain upaya PKK khususnya Pokja I yang bergerak di bidang keagamaan serta gotong royong. Rohana, Ketua Pokja I mengungkapkan, bahwa mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) merupakan bentuk dari gotong royong. Adapun pertemuan-pertemuan di kecamatan, kelurahan, dan RT sekaligus sebagai bentuk kontrol terjadinya kekerasan serta perdagangan anak di wilayah tersebut.

Adanya kasus perdagangan anak di atas tersebut menunjukkan upaya mewujudkan KLA gagal. Menyandang KLA tapi terjadi perdagangan anak menunjukkan penghargaan KLA bukanlah solusi dari permasalahan prostitusi anak. Penghargaan tersebut hanya menjadi sekedar formalitas bukan suatu langkah nyata dalam mencari solusi dari prostitusi anak.

KLA adalah salah satu program pemerintah melalui Kemenpppa bersama kementerian, lembaga, dan tim independen menilai dan memberikan penghargaan kepada kota-kota ramah anak setiap tahunnya. Kriteria yang menjadi indeks penilaian KLA yaitu penguatan kelembagaan, hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, hak pendidikan dan kegiatan seni budaya, serta hak perlindungan khusus.

Dari indeks penilaian program KLA ini kita dapat melihat bahwa tidak ada upaya pencegahan prostitusi maupun kekerasan pada anak. Gerakan membangun ketahanan keluarga seperti pendidikan kepribadian anak, pembinaan agama anggota keluarga, dan pembentukan lingkungan sosial yang melindungi anak cenderung diabaikan.

Program KLA tersebut terpisah dengan upaya melindungi anak. Anak cenderung hanya menjadi objek bukan sebagai subjek kebijakan. Jadi program tersebut tidak fokus untuk melindungi Anak.

Program penghargaan KLA  tidak cukup hanya dengan upaya gotong royong dan parsial, harus ada upaya real dan sistemik untuk mencegah prostitusi anak. Upaya pencegahan kekerasan pada anak tidak dilakukan. Gerakan membangun ketahanan keluarga seperti pendidikan kepribadian anak, pembinaan agama anggota keluarga, dan pembentukan lingkungan sosial yang melindungi anak cenderung diabaikan.

Sistem sekuler kapitalisme menjadikan manusia berstandar hidup pada materialistis. Dengan berbagai gaya hidup hedonis menjadikan prostitusi sebagai jalan tercepat untuk memperoleh materi.

Berbeda dengan sistem kapitalisme sekuler, Islam memiliki aturan baku yang  sempurna, mencakup seluruh aspek kehidupan. Sistem Islam memiliki aturan yang berasal dari Yang Maha Mengetahui setiap makhluk ciptaan-Nya sehingga seluruh persoalan makhluk-Nya dalam kondisi apa pun dapat diselesaikan dengan memuaskan tanpa merugikan pihak mana pun.

Aturan Islam sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal sehingga akan menenteramkan jiwa. Bisa dipastikan, dengan menerapkan aturan-aturan Allah, manusia akan mendapatkan kebahagiaan dan terhindar dari malapetaka.

Dalam Islam, negara bertanggung jawab menerapkan aturan Islam secara utuh untuk mengatur seluruh urusan umat. Umat akan mendapatkan jaminan keamanan dan kesejahteraan secara adil dan merata. Islam telah menetapkan bahwa “terjaganya kehormatan perempuan” bukan hanya tanggung jawab keluarganya. Akan tetapi masyarakat dan negara pun memiliki andil besar.

Oleh karena itu, upaya mencegah terjadinya prostitusi anak hanya bisa diwujudkan dengan tiga pilar. Pilar pertama, ketakwaan individu dan keluarga. Bekal ketakwaan akan mendorong seseorang untuk senantiasa terikat aturan Islam secara keseluruhan. Demikian pula keluarga, wajib menerapkan aturan di dalamnya, seperti memisahkan tempat tidur anak sejak usia tujuh tahun, mewajibkan anak menutup aurat dan tidak mengumbar aurat, tidak berkhalwat, dan sebagainya. Aturan ini akan membentengi individu umat dari bermaksiat.

Pilar kedua, kontrol masyarakat. Ini akan menguatkan ketakwaan yang telah diupayakan dalam individu dan keluarga. Kontrol ini sangat diperlukan untuk mencegah maraknya berbagai bentuk rangsangan di lingkungan masyarakat.  Beramar makruf nahi mungkar dengan tidak memfasilitasi dan menjauhi berbagai sikap permisif atas semua bentuk kemungkaran, tindakan asusila, pornoaksi, dan pornografi; niscaya rangsangan dapat diminimalisasi.

Pilar ketiga, peran negara. Islam menjamin kehidupan yang bersih dari berbagai kemungkinan melakukan dosa. Negara menjaga agama dan moral umat, serta menghilangkan setiap hal yang dapat merusaknya, seperti pornografi atau pornografi, minuman keras, narkoba, eljibiti, tempat hiburan malam, prostitusi, khamar, dan sebagainya.

Negara adalah institusi yang melindungi generasi dengan membentuk kekuatan keimanan dan akidah Islam dalam jiwa

setiap muslim dengan pendidikan Islam  agar terbentuk generasi berkepribadian Islam yaitu taat pada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Sistem Islam wajib menerapkan sanksi tegas sesuai syariat terhadap semua bentuk praktik perzinaan serta korporasi dan jaringan penyedia prostitusi. KLA tanpa penerapan syariat Islam secara kaffah pastinya akan menjadi program yang mandul karena bukan berdasarkan ketakwaan individu dan keimanan dan takut kepada Sang Pencipta.

Para pelakunya tidak takut dosa dan menganggap kehidupan akhirat itu sesuatu yang semu, serta agama tidak perlu ikut campur dalam urusan hidup bermasyarakat (sekuler).

Oleh karena itu, kita butuh sistem Islam yang kaffah diterapkan oleh sebuah negara, suatu sistem yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang dipimpin oleh seorang pemimpin (Khalifah) yang amanah. Sistem itu tiada lain adalah Khilafah Islamiah.

Wallahualam.

HUT ke-77 Bhayangkara, Basri Ingin Polri Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat

0
HUT ke-77 Bhayangkara, Basri Ingin Polri Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat
Wali Kota Basri Rase saat mengecek kesiapan personel Polres Bontang. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG – Polres Bontang bersama forkopimda melaksanakan Upacara Hari Bhayangkara ke-77, Sabtu (1/7/2023) di Stadion Bessai Berinta. Upacara juga dihadiri Wakil Wali Kota Bontang, Najirah dan organisasi kepemudaan di Kota Bontang.

Tema HUT Bhayangkara ke-77 kali ini yakni ‘Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Emas.’

Wali Kota Bontang, Bari Rase didaulat menjadi inspektur upacara mengatakan, melalui HUT ke-77 Bhayangkara, dirinya berharap Polri dapat selalu memberikan peningkatan pelayanan yang baik kepada masyarakat untuk menuju Polri yang presisi.

Basri menambahkan, kepolisian di Kota Bontang telah bekerja secara maksimal, memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan bekerja sama dan bersinergi antara Pemkot Bontang dan Polres Bontang.

“Saya kira luar biasa polisi kita di Bontang ini. Sinergitasnya bersama pemerintah dan kepolisian terjalin dengan baik,” jelas Basri kepada Mediakaltim.com, Sabtu (1/7/2023). (yah)

Warga Sidrap Ngamuk di Tengah Jalan, Ancam Pengendara Pakai Parang

0
Warga Sidrap Ngamuk di Tengah Jalan, Ancam Pengendara Pakai Parang
Az sudah diamankan dan menyatakan tak mengulangi perbuatannya. (ist)

BONTANG – Pengendara yang melintas di jalan Sidrap atau tepatnya di depan RS PKT, dibuat heboh dengan kelakuan seorang pria yang marah-marah di tengah jalan sembari mengancam dengan sebilah parang, Kamis (29/6/2023) sore sekira pukul 17.00 wita. Situasi inipun viral di media sosial.

Dari pengamatan di video viral tersebut, akibat kelakuan pria berinisial Az (40) warga RT 20 Sidrap itu, jalanan menjadi macet. Banyak pengendara yang tidak berani melintas karena takut terkena tebasan parang Az. Para pengendara memilih jalan lain, namun ada juga yang berhenti untuk menonton kelakuan Az.

Kejadian tersebut dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Guntung, Briptu Hardiansyah yang kemudian bersama beberapa warga melakukan pengamanan.

Dijelaskan Briptu Hardiansyah, pelaku sedang mengalami permasalahan keluarga yang cukup rumit, sehingga mengakibatkan emosinya tidak stabil.

“Pelaku ini emosi sesaat karena ada masalah keluarga,” ujarnya.

Saat ini permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara damai. Pelaku mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Bertandatangan di atas materai dan disaksikan Ketua RT 20.

“Kalau sampai begitu lagi, nanti bisa dijerat hukum,” tegas Briptu Hardiansyah. (al)

Tes dan Karantina Pastikan Hewan Kurban Layak Konsumsi

0
Tes dan Karantina Pastikan Hewan Kurban Layak Konsumsi
Ilustrasi hewan kurban. (ist)

BONTANG – Hewan kurban yang dikirim dari luar kota dinilai sudah layak untuk dikonsumsi, karena telah melewati tes dan juga karantina. Hal itu diungkapkan Kasi Pelayanan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Peternakan (DKP3) Bontang drh Riyono.

Saat hewan ternak sudah berada di Bontang, akan dicek lagi kondisinya. Untuk memastikan dalam kondisi sehat.

“Sebelum dipotong kami sudah melakukan serangkaian pemeriksaan,” jelasnya saat dihubungi oleh redaksi Jumat (30/6/2023).

Sebelumnya sempat disinggung, bahwa harga sapi dan kambing mengalami kenaikan. Menurut Riyono, hal itu disebabkan banyak prosesur pemeriksaan melalui laboratorium.

Sebelum dikirim, hewan sudah diuji laboratorium dan uji PCR untuk memastikan bebas dari PMK. Pemeriksaan dilakukan langsung di tempat asal dan bebas penyakit menular, setelah itu dilakukan karantina di pelabuhan tempat pengeluaran asal ternak.

“Sampai di Balikpapan atau Samarinda dilakukan pemeriksaan kembali, dan diberikan surat pelepasan dari karantina. Sampai Bontang dilakukan pemeriksaan kembali,” tambahnya.

Pemeriksaan yang bertahap dan terus menerus, memastikan bahwa hewan ternak yang diperjual belikan di Kota Bontang sudah layak untuk dikonsumsi.  (sya)