Beranda blog Halaman 901

Lomba Penyuluhan Pokja II Tema Gerakan Gemar Membaca, PKK Gunung Elai Juara 1

0
Lomba Penyuluhan Pokja II Tema Gerakan Gemar Membaca, PKK Gunung Elai Juara 1
Kelurahan Gunung Elai terima penghargaan di Lomba Penyuluhan Pokja II. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Kelurahan Gunung Elai berhasil menduduki juara 1 di Lomba Penyuluhan Pokja II gelar pelangi tingkat Kota Bontang tahun 2023. Lomba kali ini bertema Gerakan Gemar Membaca yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (29/5/23).

Perwakilan PKK Kelurahan Gunung Elai, Arista mengatakan, sangat bersemangat dengan lomba penyuluhan tersebut, “Kebetulan saya senang membaca dan saya juga seorang guru PAUD. Jadi saya senang dengan adanya kegiatan ini,” ungkapnya.

Ia merasa penyusunan materi dengan waktu yang cukup singkat tersebut tidak begitu sulit. Menurutnya, dengan mengetahui konsep atau tema yang telah ditentukan, penyusunan materi akan lebih tersusun.

“Selama saya mengajar PAUD berhadapan dengan anak kecil. Membacakan mereka buku sudah menjadi hal yang biasa, karena memang hal itu harus diajarkan sejak usia dini,” jelasnya.

Arista berharap, saat ia berlomba di tingkat provinsi nantinya, materi yang ia bawakan tersebut dapat tersosialisasikan ke seluruh orang tua, dan bukan hanya sekedar ajang lomba. Karena pengembangan era digitalisasi ini tidak diimbangi dengan peningkatan minat membaca.

“Selain membawa nama baik Bontang, tentu harus berhasil disosialisasikan dan diterapkan oleh orang tua,” harapnya.

Ketua PKK Kelurahan Gunung Elai, Nirmaya Deasari menambahkan, ia melihat Arista memiliki potensi yang baik dalam penguasaan dan penyampaian materi tersebut. Benar saja PKK Gunung Elai berhasil mendapatkan juara pertama.

“Gunung Elai sebelumnya belum pernah menang dalam lomba penyuluhan, tapi alhamdulillah sekarang bisa menang,” jelasnya.

Ia juga berharap dengan maju ke provinsi, Bontang makin dikenal orang banyak. Selain itu dapat bertukar ilmu dengan daerah-daerah lain. (adv/sya)

Balap Motor Wali Kota Cup Kembali Digelar, Rusli Apresiasi Positif

0
Balap Motor Wali Kota Cup Kembali Digelar, Rusli Apresiasi Positif
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Rusli saat menyampaikan sambutan. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Rusli mengapresiasi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) II Balap Motor Wali Kota Cup di Sirkuit Non Permanen Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Sabtu (27/5/2023).

“Alhamdulillah 2 tahun berturut-turut melaksanakan acara yang sama, dengan judul yang berbeda,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Apalagi kejurprov ini merupakan tahun kedua dilaksanakan, pasca beberapa tahun dipending. Dengan kata lain, ibarat anak yang habis hilang kembali ditemukan.

Ia pun mengapresiasi Pemkot Bontang dan juga Pengurus Cabang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Bontang sebagai penyelenggara, yang telah memfasilitasi anak muda yang memiliki bakat balapan motor.

Dengan difasilitasinya kaum muda-mudi pemilik bakat balapan motor, menurutnya itu tak akan membuat anak muda balapan liar di jalan.

“Pagi hari ini kita saksikan acara ini terlaksana berkat kerja sama IMI dan KONI Bontang,” tuturnya.

Kata dia, sangat penting tiap daerah melakukan pembinaan teruntuk anak muda yang menyukai olahraga, khususnya di bagian seni otomotif.

Dan menurutnya, race motor bukan semata-mata tentang balapan motor saja. Tetapi itu masuk dalam kategori olahraga yang bisa diperlombakan.

“Kegiatan yang dilombakan ini masuk kategori olahraga,” tandasnya.

Diakhir ia pun berharap, ke depan Pemkot Bontang dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Parawisata (Dispopar) selalu mensupport dan kerja sama bagi penyelanggara acara balapan motor.

“Itu harapan saya,” terangnya. (adv/al)

Optimalkan Potensi Padi Bontang, Pupuk Kaltim Edukasi Petani Binaan Penanganan Hama dan Penyakit Tanaman

0

BONTANG – Tingkatkan kapasitas petani dalam mendorong pembangunan pertanian berkelanjutan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) gelar Pelatihan Penanganan Hama Penyakit Tanaman Padi, bagi 30 anggota kelompok tani binaan “Sabar Menanti” Nyerakat Kiri, Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang, Senin (29/05/2023).

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, mengungkapkan kegiatan ini sebagai kesinambungan pembinaan Pupuk Kaltim bagi kelompok tani Sabar Menanti, setelah sebelumnya dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan terkait tata kelola lahan pertanian hingga pemupukan.

Pelatihan ini juga wujud dukungan Pupuk Kaltim terhadap program peningkatan kompetensi penyuluh dan petani padi, yang digalakkan Kementerian Pertanian untuk membangun sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan. Sehingga kedepan, pelaku pertanian di Kota Bontang mampu meningkatkan produktivitas dan kapasitas secara optimal.

“Hal ini sekaligus bentuk peran serta Pupuk Kaltim dalam mendorong peningkatan daya saing petani lokal, agar mampu meningkatkan produktivitas padi sehingga kedepan bisa menjangkau potensi yang lebih luas,” terang Sugeng.

Dijelaskan Sugeng, peningkatan kapasitas pertanian masyarakat merupakan salah satu fokus Pupuk Kaltim dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus mewujudkan kesejahteraan petani melalui pengembangan berbagai potensi komoditas.

Melalui pelatihan ini, bekal pengetahuan yang diterima petani binaan bisa diaplikasikan untuk memberi dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas produksi, khususnya terkait manajemen pemeliharaan tanaman padi agar terbebas dari hama dan penyakit.

Dari kesinambungan pembinaan, diharap hasil pertanian yang dikelola kelompok tani dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kota Bontang, utamanya pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri yang juga diharap berdampak terhadap kesejahteraan petani.

“Pupuk Kaltim akan terus mendorong peningkatan produktivitas petani dan hasil pertanian secara maksimal dalam mendukung ketahanan pangan di Kota Bontang. Begitu pula kedepannya, petani binaan diharap tidak hanya mampu menghasilkan padi tapi juga komoditas lainnya, dan Pupuk Kaltim akan senantiasa memberi perhatian dalam mendukung hal tersebut,” tambah Sugeng.

Mewakili Pemkot Bontang, Kepala Bidang Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Debora Kristiani, mengapresiasi kesinambungan langkah Pupuk Kaltim melakukan pembinaan serta pendampingan bagi petani lokal, yang diharap mampu mendorong produktivitas pangan di Kota Bontang.

Dikatakannya, hal ini sejalan dengan upaya Pemkot Bontang dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia, termasuk di sektor pertanian agar kedepan semakin produktif dan berdampak terhadap hasil komoditas yang dikelola.

“Kegiatan ini salah satu langkah efektif untuk meningkatkan kapasitas pertanian di Kota Bontang, dimana edukasi yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para petani agar komoditas padi yang dikelola dapat mencapai hasil yang lebih maksimal,” tutur Debora.
Dirinya berharap kegiatan serupa dapat berjalan berkesinambungan, sehingga para petani yang tergabung dalam kelompok Sabar Menanti semakin mampu mengoptimalkan potensi pertanian padi melalui peningkatan daya dukung lahan, maupun penanganan hama secara tepat dan efisien.

“Semoga pendampingan Pupuk Kaltim terus berlanjut, sehingga peningkatan kapasitas petani mampu memberi dampak yang jauh lebih signifikan dalam pemenuhan kebutuhan pangan di Kota Bontang,” ungkap Debora.

Ketua Kelompok Tani Sabar Menanti Anas Taneng, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim dalam mendorong produktivitas lahan persawahan di Nyerakat Kiri, melalui edukasi dan pendampingan yang dilaksanakan. Menurut dia, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seluruh anggota kelompok dalam menerapkan praktik pertanian secara tepat dan terpadu, sehingga kedepan mampu mencapai hasil yang lebih maksimal.

“Kami ucapkan terima kasih atas pendampingan yang dilakukan Pupuk Kaltim, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petani khususnya menambah pengetahuan dalam mengelola lahan pertanian secara optimal,” ucap Anas. (adv)

Awal Juni, Atlit Peraih Medali Porprov VII Terima Besaran Bonus Secara Simbolis

0
Awal Juni, Atlit Peraih Medali Porprov VII Terima Besaran Bonus Secara Simbolis
Pelepasan atlit Bontang ke Porprov VII beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang berharap para atlet peraih medali yang berlaga di Porprov VII di Berau pada 2022 agar bersabar menunggu bonus. Pemkot Bontang dan KONI tengah menyiapkan besaran bonus yang bakal diterima dalam waktu dekat.

Jamaluddin Ketua KONI Bontang memastikan, besaran bonus akan diketahui pada pelantikan pengurus pada Sabtu (3/6/2023) bulan depan. Nantinya besaran bonus bakal diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang Basri Rase.

“Yakinlah Pemkot Bontang tidak pernah menutup mata pada atlet kita. Kondisi ini akan terjawab saat pelantikan pengurus KONI yang baru,” ujarnya, Senin (29/5/2023).

Jamal berharap kondisi keterlambatan bonus tidak menjadi penghalang bagi atlet untuk terus berlatih. Terkhusus untuk persiapan menjelang PON di Aceh 2024.

Terkhusus untuk persiapan Pra PON. Perihal bonus, pihaknya dan Dinas Pemuda Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) sedang menyusun data salinan SK dari Provinsi terkait nama-nama atlet peraih medali.

“Jadi kita harap kesabarannya. Untuk besaran bonus kemungkinan sama dengan Porprov beberapa waktu yang lalu,” pungkasnya.

Sekadar informasi, selama Porprov VII berlangsung kontingen Bontang bercokol di posisi keenam dengan raihan medali 53 emas, 77 perak, dan 147 perunggu. (nug)

Ada Warga Tolak Penarikan Bak Sampah, Ketua Komisi III Minta DLH Cari Solusi

0
Ada Warga Tolak Penarikan Bak Sampah, Ketua Komisi III Minta DLH Cari Solusi
Rapat Dengar Pendapat Komisi III bersama DLH Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Penarikan bak sampah di pinggir jalan menuai pro dan kontra di masyarakat. Alhasil masalah tersebut berlanjut ke parlemen.

Legislator di Bontang Lestari memanggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Senin (29/5/2023). Ini menyusul kebijakan tersebut memicu pro dan kontra masyarakat.

Ketua Komisi III Amir Tosina mengatakan, kekosongan bak sampah justru membuat masyarakat menjadi sulit diatur. Sampah jadi terbuang di mana-mana.

“Saat kami reses ada banyak masukan. Ada yang setuju dan tidak. Apakah dengan penarikan bak sampah ini satu-satunya cara penilaian Adipura,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemkot mesti memikirkan solusi bagi masyarakat yang menolak penarikan. Kondisi ini jika dibiarkan, tentu akan membuat warga makin malas.

“Setelah dapat Adipura kok bak sampah malah ditarik. Bikin masyarakat bingung,” ungkapnya.

Syahruddin, Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengatakan, ada banyak alasan pemerintah meniadakan bak sampah di pinggir jalan. Pertama, keberadaan bak sampah dipastikan merusak estetika kota. Arahan dari pemerintah pusat salah satunya adalah mengurangi bak sampah.

“Kami cari referensi ke beberapa daerah. Balikpapan dan Surabaya yang juga penerima Adipura. Di sana sudah melakukan hal demikian,” ungkapnya.

Kendati begitu, pihaknya tidak sekonyong-konyong hanya melakukan penarikan tanpa solusi. Untuk itu, pemerintah memusatkan sejumlah lokasi agar sampah bisa disatukan. Penyediaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST3R).

“Di Loktuan kebijakan ini berhasil. Meskipun sempat ada pro dan kontra. Jadi ini alasan sampah harus dikurangi. Mengingat juga tempat pembuangan sampah akhir yang sudah penuh. Kementerian Lingkungan Hidup menginstruksikan mengurangi bak sampah,” bebernya.

Syahruddin menyebut, di kawasan Kampung Baru dan Jalan Ir Juanda di Bontang Selatan, malah warga setempat yang meminta bak sampah untuk ditiadakan di pinggir jalan. Petugas pengangkut sampah bahkan sampai lima kali sehari mengatur bak sampah di lokasi itu.

Alasan lain penarikan kata dia, karena meminimalisir risiko lakalantas. Semisal di depan Telkom. Tercatat sudah ada dua kasus lakalantas di lokasi tersebut yang menyebabkan warga meninggal.

“Ada beberapa titik yang sangat berisiko masih dipertahankan. Di depan terminal Km 6 dan di Jalan Ahmad Yani depan Kompleks Halal Square,” sebutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait solusi yang bisa diberikan pemerintah bagi warga yang merasa lokasi TPST cukup jauh cukup taruh sampah di depang gang. Pihaknya akan mengangkut. (adv/al)

PPDB Jalur Zonasi dan Afirmasi SD Dibuka Mulai 29 Mei

0
PPDB Jalur Zonasi dan Afirmasi SD Dibuka Mulai 29 Mei
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin saat ditemui Mediakaltim.com. (Yahya/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang telah mengeluarkan jadwal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Jadwal penerimaan peserta didik baru memiliki beberapa kategori, seperti jalur disabilitas, jalur afirmasi kategori anak miskin, jalur anak tenaga kependidikan, dan jalur zonasi sekolah, serta jalur zona pilihan.

Untuk jalur disabilitas telah di buka pada 22 – 24 Mei 2023 lalu. Sedangkan untuk jalur zonasi sekolah dan afirmasi baru dibuka pada 29 Mei 2023 hingga 2 Juni 2023. Untuk kuota penerimaannya pun diatur sebanyak 75 persen zonasi, 20 persen afirmasi dan 5 persen untuk anak tenaga kependidikan.

Sedangkan untuk zonasi sekolah dan afirmasi bagi SMP dilaksanakan pada 5 Juni hingga 9 Juni 2023. Untuk jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua dilaksanakan pada 12 Juni hingga 16 Juni 2023.

Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparudin menerangkan, pelaksanaan PPDB saat ini telah berjalan tanpa hambatan dan tidak ada laporan permasalahan. Saparudin juga mengatakan pelaksanaan PPDB tetap mengacu sesuai jadwal.

“Saat ini pelaksanaannya masih di SD pada jalur zonasi dan afirmasi,” kata Saparudin ditemui Mediakaltim.com, Senin (29/5/2023).

Saparudin menambahkan, Ia akan diundang pemerintah pusat menjadi narasumber terkait pelaksanaan PPDB di Bontang, yang selama ini diklaim tidak memiliki permasalahan.

“Kota Bontang dipanggil untuk menjelaskan mengenai pelaksanaan PPDB di Kota Bontang. PPDB kan’ indikatornya pelayanan dan tidak ada keluhan, kalaupun ada keluhan tidak sebanyak di kota lainnya karena kami memberikan kesempatan untuk tetap ikut pada setiap zona pendaftaran,”  ujar Saparudin.

Lanjut Saparudin, Kota Bontang sendiri tiap sekolah memiliki zona wilayahnya masing-masing yang terdiri dari jarak 400 meter.

“Kalau zona SD zona kecilnya kan’ 400 meter. Nanti zona dua baru ada gabungan kelurahan atau sekolah jadi satu,” ungkap Saparudin.

Tahun ini PPDB dimajukan, dikarenakan untuk memberikan kesempatan pengukuran baju seragam dan sepatu sekolah yang akan dibagikan pada tahun ajaran baru. Sedangkan untuk siswa-siswi di pesisir juga mendapatkan prioritas.

“Kita majukan karena untuk mengukur seragam sekolah siswa-siswi, agar pada saat anak masuk sekolah bisa digunakan,” sebutnya.

Saparudin mengimbau kepada masyarakat, agar tetap melaksanakan pendaftaran secara online dan tidak harus mendatangi sekolah-sekolah yang diinginkan, namun dikecualikan bagi siswa yang masuk SD di wilayah pesisir yang dilaksanakan secara offline. (yah)

PKK Gelar Penyuluhan Pokja II, Hapidah: Membaca Mampu Tingkatkan Kualitas Diri

0
PKK Gelar Penyuluhan Pokja II, Hapidah: Membaca Mampu Tingkatkan Kualitas Diri
Kegiatan Penyuluhan Pokka II di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – PKK Kota Bontang bersama Pemkot Bontang khususnya Pokja II, menyelenggarakan penyuluhan Gelar Pelangi tingkat Kota bertema Gerakan Gemar Membaca, yang dilaksanakan di Pendopo Rujab Wali Kota, Senin (29/5/23).

Peserta penyuluhan ini adalah perwakilan dari masing-masing 15 kelurahan di Bontang. Menghadirkan juri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta Ketua Pokja II Bontang.

Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase berharap, dengan tema tersebut apa yang disampaikan nanti dapat diimplementasikan ke dalam masyarakat tidak hanya di lomba saja. Nantinya peserta lomba dapat diberdayakan di kelurahan atau kecamatan, dengan mengadakan penyuluhan atau kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat terkait gerakan gemar membaca ini, sehingga ilmu ini dapat terus tersambung.

“Di sini peserta belajar untuk tampil sekaligus menguasai materi, dan walaupun tidak menang, itu harus tetap diolah dan dilatih,” jelasnya

Tema tersebut dirasa sangat bagus karena mengingatkan kembali ke masyarakat, bahwa membaca adalah jendela dunia. Dengan hanya membaca, kita mendapatkan pengetahuan di luar sana tanpa harus bepergian.

Gemar membaca tentu diingatkan untuk anak-anak dan orang dewasa, karena dengan masyarakat Bontang yang gemar membaca, kita dapat meningkatkan kualitas pembangunan yang ada di kelurahan maupun kecamatan.

Perpustakaan sekarang sudah tersedia di kelurahan-kelurahan, dengan begitu pegawai pun memiliki informasi yang banyak dari luar sana.

“Sederhananya saja dengan buku masakan, kita dapat mengetahui cara-cara masak makanan dari luar daerah, dengan begitu kita secara tidak langsung mengupgrade diri kita sendiri,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Hapidah berharap kepada para peserta dapat memenuhi semua kriteria dan tampil dengan baik di tingkat provinsi. (adv/sya)

PKK Bontang Utara Juara Lomba Peragaan Busana dan Sekretariat

0
PKK Bontang Utara Juara Lomba Peragaan Busana dan Sekretariat
Ketua PKK Kecamatan Bontang Utara, Samatang Masse dan penyerahan hadiah lomba. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Tim Penggerak PKK Kecamatan Bontang Utara berhasil memenangkan lomba peragaan busana pokja III dan lomba sekretariat sekaligus. Lomba ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (27/5/23) lalu.

Alhasil, Tim Penggerak PKK Kecamatan Bontang Utara akan mewakili Kota Bontang, dalam peringatan HKG PKK ke 51 tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Kutai Kartanegara Juli mendatang.

Ketua PKK Kecamatan Bontang Utara, Samatang Masse mengatakan, tim PKK Kecamatan telah melakukan persiapan yang cukup matang untuk busana yang digunakan dalam peragaan.

“Walaupun hanya memiliki waktu seminggu, tapi kami memaksimalkan waktu agar baju yang dikenakan sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Itu sudah diberitahu saat technical meeting,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua PKK sempat diganti seminggu sebelum acara berlangsung, namun ia tetap dapat mengikuti perlombaan secara maksimal.

Untuk lomba sekretariat ia juga merasa tidak terbebani dengan waktu singkat yang diberikan, karena sebelum menjadi ketua PKK Kecamatan ia sudah aktif dalam menerapkan 10 program pokok PKK.

“Untuk pemaparan yang saya berikan dalam lomba sekretariat, saya rasa cukup jelas, karena saya sendiri turut mengaplikasikan dalam kegiatan PKK yang saya juga aktif di dalamnya,” ucapnya.

Ditanyai terkait kesiapan untuk mewakili Tim penggerak PKK Bontang menuju provinsi, Samatang cukup percaya diri untuk berangkat pada Juli mendatang.

“Saya siap mewakili ke provinsi. Dipastikan tidak ada kendala, tentu kami berharap agar bisa mendapatkan juara, dan nama Bontang dapat semakin dikenal dengan prestasi,” bebernya. (adv/sya)

Penyebarluasan Perda tentang Perlindungan Disabilitas, Kadir Tappa: Ada Hak-hak Disabilitas untuk Hidup Berdampingan

0

BONTANG – Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Abdul Kadir Tappa, melaksanakan sosialisasi penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2018 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, yang dilaksanakan di Hotel Andika, Minggu (28/5/2023).

Dalam sosialisasi Perda ini, komunitas disabilitas juga diundang untuk turut berpartisipasi. Kadir menjelaskan bahwa banyak Perda yang telah dibuat namun belum pernah disosialisasikan, sehingga masyarakat belum mengetahui isi Perda tertentu.

Dengan mengadakan sosialisasi yang melibatkan masyarakat Bontang dan komunitas disabilitas, diharapkan adanya masukan dari mereka.

“Jadi, sosialisasi ini juga dapat dijadikan sebagai diskusi bagi kita, untuk mengetahui pandangan masyarakat terkait keberlanjutan Perda ini. Jika ada kebutuhan perubahan, hal tersebut masih dapat diajukan,” ungkapnya.

Perda ini membahas hak-hak disabilitas yang ada di Bontang, dengan tujuan agar disabilitas dapat hidup berdampingan dengan baik.

“SDM di Bontang harus ditingkatkan, sehingga seluruh kalangan dapat mendapatkan pendidikan yang baik,” jelasnya.

Selamet Sanib Said, seorang narasumber dan motivator, menyatakan bahwa keberadaan Perda ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan disabilitas.

“Perda ini membantu menghilangkan stigma bahwa disabilitas berbeda dari masyarakat, dan memberikan kesempatan yang sama bagi disabilitas,” jelasnya.

Abdullah, seorang pekerja sosial ahli muda dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang, juga dihadirkan sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa keberadaan DSPM dalam masyarakat bertujuan untuk mengimplementasikan Perda yang ada.

Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ma’ruf, mengungkapkan keluhannya dalam sesi tanya jawab terkait ketentuan bagi disabilitas untuk bekerja di perusahaan.

“Perusahaan swasta maupun negara seharusnya memberikan kuota sebanyak 2 persen bagi disabilitas, tetapi hal ini belum terealisasi,” jelasnya.

Oleh karena itu, Kadir Tappa berencana untuk mengirim surat kepada pemerintah dan perusahaan terkait untuk melakukan kunjungan lapangan, guna memastikan bahwa pekerjaan bagi disabilitas dapat tersedia di perusahaan-perusahaan tersebut. (Adv/sya)

Fakta-fakta Kematian YC, Lansia yang Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

0
Fakta-fakta Kematian YC, Lansia yang Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
Proses pemindahan mayat YC. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kematian YC di kamar mandi masih dalam penyelidikan polisi. Mantan istrinya, Lulu dan sang anak masih ditanyai terkait kejadian penemuan jasad mantan suaminya di rumah yang terletak di Gang Atletik 8 tersebut.

Awalnya tercium aroma busuk dalam rumah tersebut. Dikira Lulu karena ada bangkai tikus, namun saat dicari ia tidak menemukan bangkai apapun.

Aroma busuk tersebut diketahui sudah tercium oleh tetangga sejak hari Jum’at kemarin. Namun, Sabtu (27/5/23) pagi ini baru didapati  kondisi YC (61) sudah meninggal di dalam kamar mandi tersebut, bahkan membusuk.

Beberapa tetangga mengatakan, memang sudah beberapa hari tidak melihat YC berada di sekitar rumah tersebut, namun tak menyangka bahwa YC telah meninggal.

“Kan ada pintu samping yang menghadap ke gang, biasa kita masih liat beliau, sudah beberapa hari nggak keliatan, ternyata meninggal,” jelas salah seorang tetangga.

Lulu mengatakan, bahwa keseharian YC selalu dilakukan di dalam kamar mandi tersebut. Mulai dari makan hingga tidur. Bahkan terdapat banyak sampah sisa makanan ditemukan di dalam kamar mandi tersebut.

Ia tidak sempat memeriksa langsung ke dalam kamar mandi, karena kerap sibuk untuk berjualan di Lang-lang, sehingga makanan yang diberikan seringkali hanya diletakkan di depan pintu.

“Pasti saya taruh makan depan pintunya, kadang saya ketok aja, kalau tidak menjawab saya pikir tidur,” jelasnya.

Saat identifikasi dilakukan, polisi menemukan borgol. Saat ditanya, Lulu mengaku kerap memborgol YC yang saat sibuk melakukan pekerjaan rumah.

“Saya borgol satu tangannya, soalnya dia suka lempar-lempar barang,” lanjutnya.

Mantan istrinya menjelaskan, bahwa YC menderita diabetes dan pikun, sehingga ia memiliki kesulitan untuk merawat YC sementara ia harus sibuk berjualan.

Fakta lainnya, Suyono Ketua RT 42 yang merupakan RT tempat YC tinggal dulu mengatakan, YC merupakan salahsatu penerima Rantang Kasih. Penerimaan rantang kasih tersebut diminta Lulu untuk diantar ke Lang-lang dahulu.

Sebelumnya, YC sering diajak berjualan di Lang-lang, agar Lulu dapat memantau langsung, namun karena kondisi YC yang melemah ia ditinggal saja di rumah.

Pemeriksaan TKP berlangsung cukup lama dilakukan oleh tim Inafis. Hingga saat ini mereka masih menyelidiki penyebab pasti kematian YC. Kini mayat YC sudah berada di RSUD untuk dilakukan otopsi. (sya)