Beranda blog Halaman 901

Membeko Fest 2022 di Bontang Kuala, Rustam Beri Apresiasi, Dorong UMKM Terus Berinovasi 

0
Ketua Komisi II DPRD Bontang Rustam. foto: Istimewa

BONTANG –  Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang Rustam memberikan apresiasi atas kegiatan festival kuliner bertajuk Membeko Fest 2022. Festival kuliner tersebut dilaksanakan, Sabtu (27/8/2022) di Anjungan Futsal Bontang Kuala.  Kegiatan ini juga untuk memeriahkan HUT ke-77 RI. Karena itu, dresscode kegiatan bernuansa merah putih.

Festival Bontang Kuala ini dimulai dengan tradisi sarapan bersama secara lesehan, atau rutinitas dengan ciri khas berbagai menu sarapan khas Bontang Kuala yang disajikan di atas baki/nampan bundar. Baki bermakna kebersamaan, dan lesehan atau melantai bermakna membumi.

“Kami menyambut baik kegiatan tersebut, dan sangat mengapresiasi. Bagi pecinta kuliner, dimanjakan dengan sajian-sajian yang istimewa,” ujar Rustam. Kegiatan ini, kata politisi Partai Golkar, juga sebagai bentuk kreativitas para pelaku UMKM yang terus berinovasi dengan situasi yang masih pandemi.

Ia juga berpesan, para pelaku UMKM tetap semangat dan terus berinovasi diera digital. “Semangat untuk pelaku UMKM, dan tetapberinovasi dan berkreatifitas, gunakan sistem promosi digital karena sekarang merupakan era pemasaran melalui digital,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengharapkan Festival Membeko dapat dijadikan ajang memperkenalkan budaya lokal Bontang. Kegiatan ini menjadi kegiatan bersama masyarakat Bontang yang juga dihadiri stakeholder terkait. “Pemerintah Bontang telah menandatangi MoU pariwisata dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam pengembangan pariwisata,” jelas Basri Rase.

Dia menyebutkan salah satu program unggulan Pemkot Bontang yakni destinasi wisata dan UMKM yang telah dilakukan MoU dengan Kemenparekraf. “Saya sudah perintahkan seluruh OPD wajib menyiapkan satu kegiatan yang nantinya akan menjadi event pariwisata di Bontang,” jelas Basri.

Dalam hal pengembangan pariwisata, Basri mengatakan, ini sebagai bagian dari perencanaan dalam menyambut Ibu Kota Negara (IKN) dan dalam menghadapi pasca-industri. “Program ini bukan program ‘kacang-kacangan’, tapi program untuk membantu bapak-ibu ketika Ibu kota negara benar-benar terjadi di Kalimantan Timur, dan Bontang menjadi bagian dari destinasi wisata di Ibu Kota Negara,” paparnya.

Basri memastikan, dirinya akan terus menggali potensi wisata yang ada di Bontang. Oleh karenanya, dia meminta semua OPD bersinergi dan kolaborasi untuk mengembangkan wisata di Bontang. “Semakin banyak kegiatan, semakin banyak event maka perekonomian di Bontang semakin meningkat, semakin berkembang,” sebut Basri.

Yang sudah pasti, Basri mengaku telah menginstruksikan agar Membeko Fest digelar setiap tahun. “Ini dijadikan agenda tahunan, dan segera laporkan ke Dinas Pariwisata. Karena seluruh kegiatan akan diluncurkan setiap tahunnya. Karena kita ingin menuju kota pariwisata. Tahun depan harus di ‘gasfull’ yang namanya pariwisata dan UMKM,” paparnya.

Sementara Lurah Bontang Kuala, Suiza Ixan Saputro mengatakan, Membeko akan menjadi program unggulan Pemkot Bontang dalam sektor pariwisata, dengan fokus mengangkat tradisi lokal yang tidak ada di tempat lain.

“Iya, ini sudah masuk dalam kalender rutin Dinas Pariwisata dan kami berkolaborasi dengan Masyarakat sadar wisata (Masata) hingga tingkat kementerian. Respons dari Kemenparekraf Membeko ini tidak ada di daerah lain,” kata Suiza.

Dikatakannya, Membeko akan diagendakan rutin setiap tahun pada minggu keempat Agustus. “Jadi kami sudah diskusikan dengan lembaga adat. Jadi event ini akan terus dilaksanakan setiap minggu ke empat di bulan Agustus untuk melaksanakan Membeko Fest ini,” pungkas Suiza. (adv)

Pawai Karnaval Sukses Digelar di Loktuan, DPRD Dukung Jadikan Event Wisata

0
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris larut dalam suasana Pawai Karnaval Hut RI Ke 77 Kelurahan Loktuan. Foto: Istimewa

BONTANG – Event Pawai Karnaval yang digelar di Kelurahan Loktuan, yang digelar Minggu (27/8/2022), dinilai Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris paling meriah dari berbagai kegiatan yang digelar di kelurahan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.  “Wah ini paling meriah setahu saya, kami juga menikmati sampai lupa sudah hampir sore,” tutur Agus Haris.

Karena itulah, Agus Haris sangat mendukung jika event tersebut menjadi pemantik untuk membangkitkan kunjungan wisata. Khusus di Loktuan diketahui telah memiliki beberapa spot wisata yang dapat diandalkan jadi daya tarik pariwisata.

Sebut saja, kampung Selambai yang terkenal dengan wisata kuliner, Ma’rifah Herbal Wisata Toga, Mangrove Teluk Bangko dan yang teranyar Masjid Terapung. “Kita punya banyak tempat wisata di Loktuan, event ini harus didukung supaya kunjungan wisata kita meningkat,” tutur politisi Gerindra ini

Agus Haris pun terlihat menikmati setiap sesi penampilan peserta yang melewati panggung utama dalam event. Pawai untuk memeriahkan HUT RI Ke 77 itu, tak henti hentinya menampilkan atraksi dan yel-yel yang mengajak tamu di panggung utama ikut larut dalam setiap gerak dan nada. Tujuannya tak lain untuk menjadikan event tahunan itu menghibur masyarakat.

Hal senada disampaikan, anggota DPRD Bontang, Faisal. Ia menilai event tersebut potensial jadi momentum destinasi wisata. “Tadi saya merasakan animo yang tinggi dari masyarakat, kalau dilaksanakan tiap tahun bisa jadi agenda rutin Pariwisata juga,” kata Faisal.

Meski hal ini gayung bersambut adanya aktivitas masyarakat akibat pandemi covid-19. Ia tetap meyakini mesti ada event yang menjadi cara agar loktuan tetap ramai jadi magnet kunjungan orang. “Sudah ada beberapa titik lokasi wisata, termasuk kampung selambai. Mudahan dengan banyaknya event serupa akan banyak pula orang datang,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Loktuan, Hadi Jumianto mengatakan, kegiatan pawai ini sebagai pemicu semangat pengembangan potensi pariwisata di kelurahan loktuan. Menurut Hadi kreativitas masyarakat adalah bagian dari modal untuk menarik minat masyarakat luar untuk datang.

Ia mengatakan jika agenda ini dijadwalkan khusus dalam agenda kegiatan promosi wisata kota Bontang, Hadi meyakini misi wisata akan berjalan maksimal. “Kita akan usulkan jadi agenda rutin pemerintah melalui Dinas Pariwisata nanti, jadwal dan waktunya kita masukan agenda disana,” jelasnya. (adv)

Soroti Truk Antre di SPBU Sebelum Jam 2, Nursalam: Harus Tindak Tegas! 

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam. Foto Istimewa

BONTANG – Anggota DPRD Bontang Nursalam menyoroti kendaraan yang antre di SPBU di luar jam yang telah ditentukan. Menurutnya, keberadaan truk angkutan atau kendaraan lain yang sedang antre BBM itu sudah pasti mengganggu tempat usaha warga di sekitar SPBU. Imbasnya pendapatan dan penghasilan pedagang ikut terdampak.

“Makanya solusi yang sudah sangat bagus diberi waktu jam 14.00 untuk antre. Tapi lagi-lagi dilanggar. Lagipula mereka antre mulai jam sembilan atau jam sepuluh, kan nggak bakal dilayani oleh SPBU karena SPBU baru buka pelayanan solar pada pukul 14.00,” beber Salam sapaan akrabnya.

Menurut Salam, menerapkan jam antre pukul 14.00 adalah kebijakan tepat. Jika persoalan pedagang sekitar yang terganggu akibat adanya truk, maka penerapan jam 2 siang ini sebuah kebijakan yang win-win.

“Ini jalan terbaik karena tidak ada pilihan lain selama kuota atau suplai solar belum bertambah. Jadi seharusnya saling memahami, sopir jangan egois merampas jam orang lain yang sudah dibagi secara merata. Saya juga kasihan lihat sopir itu, tapi bukan berarti harus melanggar aturan main,” bebernya.

Ia meminta aparat untuk menindak tegas. Kondisi ini menurutnya jangan dibiarkan brrlarut. Selama suplai BBM belum nomral bisa dipastikan hal ini masih akan terjadi. “Begitu pula dengan aparat, lakukan tugas sesuai aturan yang ditetapkan, jangan dibiarkan terjadi pelanggaran, “kata Salam.

Sementara, Kasi Angkutan Umum Dishub Bontang, Welly Sakius menuturkan, dengan penerapan fuel card ini, batasan jam antre tidak perlu jadi soal lagi. Welly menilai penggunaan fuel card sebagai solusi memangkas rantai antrean BBM setiap hari. Mobil bisa antre kapanpun selama suplai BBM masih tersedia.

“Jika semua SPBU sudah menggunakan fuel card, harusnya kebijakan jam antre untuk truk bisa ditiadakan, artinya sopir bisa mengantre di jam berapapun, tergantung jumlah ketersediaan solar di setiap SPBU.

Lanjut Welly mengatakan, dalam fuel card juga sudah jelas mengatur pembatasan jumlah pembelian dengan jenis masing-masing kendaraan, sehingga setiap kendaraan hanya bisa membeli sesuai dengan yang ada dalam kartu. (adv)

Lomba Pemilahan Sampah Antar RT Ditutup, Lurah Satimpo: Cegah Banjir akibat Sampah!

0

BONTANG – Kegiatan Lomba pemilahan sampah antar RT se-Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur, resmi ditutup Lurah Satimpo Maryono. Jum’at (26/8) di Sekretariat Bank Sampah Ceria Jalan Kamboja RT 24. Lomba yang dilaksanakan mulai 22 – 26 Agustus 2022 ini diikuti 11 RT yakni mulai RT 13 sampai RT 25.

Hadir Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Satimpo, Babinsa, Perwakilan dari DLH, CSR PT Badak NGL, dan RT yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini serta pengurus Bank Sampah Ceria.

Lurah Satimpo Maryono menuturkan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah, memberi kesadaran kepada masayarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar.

“Ini juga merupakan terobosan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau, serta salah satu bentuk dari mencegah terjadinya banjir akibat sampah,” ungkapnya Lurah Maryono.

Lebih lanjut Lurah Maryono, RT yang berpartisipasi pada awalnya dalam kegiatan ini adalah sebanyak 13 RT yaitu RT 13 – 25, akan tetapi di tengah perjalanan ada 2 RT yang mengundurkan diri yaitu RT 15 dan 19. “Di karenakan pada saat jadwal penyetoran pilah sampah tidak ada warganya yang mengumpulkan ke Bank Sampah Ceria jadi dianggap gugur,” jelas Maryono.

Usai menyerahkan hadiah ke para pemenang, Lurah Maryono mengucap terima kasih kepada Bank Sampah CERIA yang merupakan mitra Kelurahan Satimpo yang tergabung dalam program Salin Swara Badak NGL, yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Terima kasih juga kepada CSR Badak NGL yang turut berpartisipasi dan membantu terlaksananya kegiatan ini sebagai bentuk dari implementasi Inovasi Kelurahan yaitu BANK SARIA (Bank SAmpah ceRIA) dan SANDARAN HATI (peruSahAaN baDAk NGL beRsinergi dengAN keluraHAn saTImpo), dan selamat kepada para pemenang pada kegiatan Pilah Sampah ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut dari CSR PT Badak NGL menyerahkan drum tempat sampah secara simbolis yang diterima oleh Ketua Forum RT Kelurahan Satimpo Djoko Witono, dimana nantinya drum tempat sampah ini akan dibagikan ke RT. (mk)

Berikut pemenang lomba Pemilahan Sampah tingkat RT se-Kelurahan Satimpo

  • Juara favorit – RT 20
  • Juara 1 – RT 24
  • Juara 2 – RT 22
  • Juara 3 – RT 23
  • Harapan 1 – RT 21
  • Harapan 2 – RT 18
  • Harapan 3 – RT 14

Terus Tingkatkan Disiplin Masyarakat, Personel Polsek Bontang Barat Laksanakan Patroli dan Pembagian Masker

0

BONTANG– Dalam upaya mendisiplinkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan, Polsek Bontang Barat tidak henti-hentinya melaksanakan patroli pembagian masker, serta mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Pada Jumat (26 /8/2022), dipimpin KSPK Polsek Bontang Barat Aipda Saiful Anas,  personel Polsek Bontang Barat melaksanakan patroli dengan sasaran Terminal Bus Km 6, areal pertokoan, warung, dan tempat yang sering menimbulkan kerumunan warga.

Kapolsek Bontang Barat Iptu Muh. Yazid mengatakan, pihaknya terus meningkatkan patroli dan pembagian masker kepada masyarakat dalam rangka mendisiplinkan penerapan prokes dalam mencegah dan mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Kami terus membagikan masker kepada warga yang kami dapati tidak memakai masker saat berada di tempat umum,” kata Yazid.

Oleh karenanya, selama patroli pihaknya tak segan menegur dan mengarahkan agar warga memakai masker dengan baik dan benar. Terutama saat beraktivitas di luar rumah, sehingga masker berfungsi sebagai mana mestinya.

Selain itu, pada masa PPKM Level 1 ini, personel  Polsek Bontang Barat juga mengimbau warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan dan 5M. Hal ini  sebagai upaya untuk menekan kasus  Covid-19 di Bontang.

“Kami terus mengimbau warga untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan. Harapan kita warga mempunyai kesadaran masing masing, karena untuk mengubah kabiasaan warga tidaklah mudah. Kadang warga yang kurang disiplin langsung kami tegur, dan juga kita mengimbau saat berkomunikasi atau bersosialisasi dengan warga lainnya untuk menggunakan masker dengan baik dan benar,” ujarnya.

Ditambahkan pula, selain mengedukasi tentang kewajiban bermasker dan jaga jarak, anggota Polsek Bontang Barat juga terus mengimbau warga tetap menjalankan pola hidup sehat di dalam menerapkan protokol kesehatan. (hms)

Ketua DPRD Minta Maksimalkan Serap Aspirasi Selama Masa Reses

0
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam berharap masa reses menjadi momentum yang tepat untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Hal itu disampaikan Andi Fais, sapaan akrabnya, usai 25 anggota DPRD Bontang menggelar reses beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, politisi Golkar ini ingin saat menyerap aspirasi itu rekan-rekannya menyampaikan juga capaian-capaian kerja lembaga legislatif selama masa sidang.

Lebih tepatnya, kata Andi Fais sebagai momentum bagi wakil rakyat untuk menyampaikan yang sudah dilakukan legislator selama masa kerja ketiga tahun 2022. Sekaligus untuk sampaikan aspirasi konstituen.

“Lebih baik usulan yang diajukan masyarakat di setiap daerah dapil dicatat kebutuhannya masing-masing, karena itu juga akan dilaporkan dalam paripurna,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika usulan itu terbilang prioritas dan mendesak, maka pihaknya segera menyampaikan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti.

“Reses adalah sarana penyerapan aspirasi masyarakat yang nantinya akan disampaikan melalui pembahasan di internal dewan dan ditindaklanjuti dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Sejak digelar pada 18-19 Agustus lalu, kini aspirasi yang sudah diperoleh dalam pertemuan dengan konstituen akan menjadi laporan setiap anggota legislatif dalam masa sidang ke-3 tahun 2022. (adv)

Berikan Rasa Aman, Polsek Muara Badak Monitoring Vaksinasi Booster di Puskesmas

0

BONTANG– Polsek Muara Badak melaksanakan patroli monitoring pengamanan vaksinasi massal Covid-19 dosis 1, 2, dan 3  (booster) dalam rangka Program Percepatan Vaksinasi Nasional yang dilaksanakan di  Puskesmas Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Jumat (26/8/2022).

Sasaran vaksinasi kali ini adalah warga lanjut usia atau lansia. Kapolsek Muara Badak Iptu Yoshimata J.S. Manggala mengatakan, pengamanan kali ini merupakan upaya Polri khususnya Polsek Muara Badak, untuk memberikan rasa aman selama  vaksinasi dilangsungkan.

“Kami mengimbau juga kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin. Diharapkan masyarakat yang datang bisa mengikuti  vaksinasi dan selalu mengutamakan protokol kesehatan. Baik saat ini dan saat berada di lingkungan masyarakat,” ujar Kapolsek.

Iptu Yoshimata menambahkan, pihaknya terus mengimbau warga yang divaksin untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sehingga kegiatan berjalan lancar selama vaksinasi berlangsung. (hms)

Harga Telur Ayam di Bontang Sentuh Rp 65 Ribu Per Piring

0
Harga telur di Bontang naik sejak awal Agustus ini. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Sejak awal Agustus harga telur di Bontang terus merangkak naik. Pantauan mediakaltim.com di dua pasar, Taman Citra Loktuan dan Taman Rawa Indah (Tamrin), harga telur kini berada di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per piring tergantung ukuran.

Erza salah satu pedagang telur di Pasar Taman Citra Loktuan mengatakan, dia kini menjual Rp 60 ribu satu piring (isi 30 butir) untuk ukuran sedang, sedangkan ukuran besar mencapai Rp 65 ribu. “Sudah naik awal bulan Agustus,” kata Erza, saat ditemui Jumat (26/7/2022). Erza menambahkan harga telur sebelumnya Rp 55 ribu untuk ukuran sedang dan Rp 57 ribu per piring untuk ukuran besar.

Saat ditanya, Ezra mengaku tak tahu penyebab kenaikan. Yang pasti, menurut penyuplai, kondisi ini akibat berkurangnya stok telur yang didapat. “Dari penyuplai katanya sedikit telurnya,” tambahnya.

Pedagang lain, Mutmainah menyebutkan, kenaikan harga jual telur ayam berlangsung sejak pekan lalu. Dia kini menjual telur Rp 60 ribu satu piring berisi 30 butir.

“Sudah seminggu ini. Pasokan telur ada yang dari Surabaya dan Sulawesi,” kata Mutmainah.

Sementara di Taman Rawa Indah (Tamrin), menurut Murni, dia menjual telur Rp 60 sampai Rp 65 ribu, dari sebelumnya Rp 55 ribu per piring. “Naiknya karena dari (harga) pakannya  naik juga,” sebutnya.

Pedagang lain, Nasir menyebut kenaikan harga terjadi dari distributor. “Pasokannya dari Surabaya. Telur ayamnya juga diblok (ditahan) di kandang-kandang,” jelasnya.

Akibat adanya kenaikan harga, tambah Nasir, pengiriman telur dari Surabaya juga dikurangi. “Stok sih, permintaan sudah dikurangi. Karena sepi juga harga terlalu tinggi. Selama harga naik ini, permintaan dari konsumen menurun,” terang Nasir.

Kenaikan harga telur sangat dirasakan dampaknya oleh konsumen. “Dirasakan sekali. Soalnya telur kebutuhan harian yang dikonsumsi. Apalagi kebutuhan protein yang gampang dicari. Kalau bisa distabilkan lagi harganya,” kata seorang pembeli bernama Risma. (yah)

Komisi II Pertanyakan Kenaikan Tarif Layanan di RSUD Taman Husada

0
Ketua komisi II DPRD Bontang Rustam

BONTANG – Tarif layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang mengalami kenaikan sejak 17 Mei 2022 lalu. Kenaikan tersebut pun dipertanyakan Ketua komisi II DPRD Bontang Rustam. Menurutnya, kenaikan tersebut harus diperjelas, agar tidak menimbulkan konflik di kalangan masyarakat.

Selain itu, Ia pun mempertanyakan apakah kenaikan tarif pelayanan di RSUD sudah masuk dalam persetujuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Nah ini harus diperjelas apakah kenaikan ini ditanggung BPJS atau tidak. Karena dari laporan yang saya terima, mereka pakai BPJS mandiri munculah itu pembayaran. Apakah biaya di luar pelayanan itu ditanggung BPJS atau tidak,” tanya Rustam saat rapat bersama pihak manajemen RSUD beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Taman Husada Bontang Suhardi menjelaskan, pemberlakuan tarif tersebut hanya untuk poli pelayanan yang baru buka dan belum memiliki tarif. Totalnya ada 13 poli pelayanan baru. Sementara untuk pelayanan lama tarifnya masih sama .

Selain itu, Ia menjelaskan ada sekitar 90 persen pasien di RSUD menggunakan asuransi BPJS. Pelayanan dengan jaminan BPJS itu dijelaskan Suhardi bahwa BPJS membayar kepada rumah sakit dengan menggunakan sistem paket.

“Ketika pasien sakit kelamin misalnya. Itu di BPJS sudah punya paket, misalkan biaya perawatan paket dari BPJS untuk perawatan itu Rp 100 juta. kalau misalkan kita rawat pasien itu sampe sembuh ternyata habisnya Rp 2 juta, maka kami di bayar selanjutnya tetap 100 juta, jadi tidak berpengaruh,” bebernya.

Tarif BPJS tersebut dijelaskan merupakan Case Based Groups atau biasa disebut disebut Tarif INA-CBG’s yang merupakan besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit.

“Dulu tarif di Indonesia Diagnosis Related Group (DRG) sekarang menjadi Case Based Groups/CBGs untuk pelayanan di Rumah Sakit,” jelasnya.

Diketahui, Diagnostic Related Group’s adalah sistem pemberian imbalan jasa pelayanan pada PPK yang ditetapkan berdasarkan pengelompokan diagnose, tanpa memperhatikan jumlah tindakan/pelayanan yang diberikan.

Konsep ini dikembangankan di Amerika Serikat pada peserta program Medicare dan Medicaid, melalui suatu studi yang diselenggarakan oleh Yale University pada tahun 1984. Tujuan penerapan DRG’s adalah untuk upaya pengendalian biaya dan menjaga mutu pelayanan.

System Diagnose Related Group (DRG system) merupakan sistem pembayaran yang dilakukan dengan melihat diagnosis penyakit yang dialami pasien.

Sejak tahun 2008, Indonesia telah membayar rumah sakit yang melayani program Jamkesmas dengan sistem pembayaran prospektif yang dikemas dalam bentuk DRG (Diagnosis-Related Group).

Sistem ini berlanjut ditahun 2014 melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. BPJS Kesehatan akan membayar Rumah sakit berdasarkan besaran yang sudah ditetapkan sesuai dengan diagnosa pasien dengan sistem Ina CBG’s (Case Based Group) yang di atur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 440/MENKES/SK/XII/2012 tentang tarif rumah sakit berdasarkan INDONESIA Case Based Groups (INA-CBGs) .

Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) dianggap lebih universal, dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan local dan Intelectual Property (IP) bisa dimiliki. Melalui INA-CBGs dapat terbaca oleh kode ICD 10 dan ICD 9 dengan mudah karena menggunakan 5 digit yang terdiri dari alphabet dan numerik yang ekuivalen dengan kode ICD 10 untuk diagnosa (14.500 kode) dan ICD 9 untuk prosedur/tindakan (7.500 kode) yang dikelompokkan menjadi 1077 kode CBG (789 rawat inap dan 288 rawat jalan). Adapun tarif INA- CBG’s meliputi: (Kemenkes, 2012)

  1. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 1
  2. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 2
  3. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 3
  4. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 4
  5. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 5
  6. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit umum rujukan nasional

Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit khusus rujukan nasional (Kemenkes, 2012). (adv)

Tips Cerdas Budidaya Tanaman Minim Modal Tanpa Khawatir Gagal Panen

0

JAKARTA – Kondisi anomali cuaca pada musim kemarau membuat produktivitas petani menurun signifikan. Untuk mendorong kualitas hasil panen dengan modal minimal, penting bagi petani memastikan pupuk yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam webinar ‘PKT Menyapa Petani: Cerdas Budidaya Tanaman Lewat Pemupukan Berimbang’ yang digelar Pupuk Kaltim (PKT), penyuluh petani Rudy Prambudi mengatakan tidak sedikit petani yang mengeluhkan hasil panen tidak maksimal. Hal ini karena mereka kurang memahami cara pemupukan yang tepat.

“Akibatnya, tak sedikit petani gagal panen karena ledakan hama dan penyakit. Demi menyiasati hal tersebut, penting menyesuaikan kebutuhan dari tanaman yang ada maupun status hara dalam tanah agar petani tak hanya bisa mendapatkan keuntungan, tapi dapat mengefisiensikan waktu, tenaga, juga biaya,” jelas Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

Lebih lanjut dia merinci langkah penerapan pemupukan berimbang, di antaranya:

Memperhatikan Karakteristik Jenis Tanah

Menurut Rudy, kadar pH di tiap tanah tidak sama. Karena itu, penting memeriksa terlebih dahulu pH tanah dengan apa yang ingin kita tanam. Salah satunya menggunakan dolomit. Dengan melakukan penyesuaian tersebut, maka kualitas hasil tanaman diharapkan bisa lebih baik.

Di samping itu, tanah juga memiliki berbagai jenis, seperti tanah berpasir, tanah hitam, dan tanah berbatu. Agar hasil tanaman bisa bagus, dia menyarankan petani untuk memperhatikan kondisi tanah dengan jenis tanaman yang akan ditanam.

“Jenis sayuran, buah semangka, dan melon memiliki karakteristik akar yang lemah. Karena itu, penanamannya tidak bisa dilakukan di tanah keras melainkan di tanah lembut dan berpasir,” jelas Rudy

Tidak Langsung Mengobati Daun yang Kuning

Seringkali, petani melakukan pengobatan ekstra saat tanaman mulai terkena hama. Padahal, semakin banyak obat yang digunakan tidak menjamin hama akan hilang.

Dikatakan Rudy, ada dosis obat tertentu yang perlu diperhatikan. Bahkan pengobatan seharusnya dilakukan sejak awal sebagai langkah antisipasi.

“Ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan petani saat penyemprotan, yakni setelah hujan turun. Hal ini mengingat virus berkembang cukup cepat saat hujan. Maka dari itu, penyemprotan penting dilakukan segera,” ungkap Rudy.

Menyiasati Trik Pemupukan

Rudy memaparkan setiap pupuk memiliki karakteristik masing-masing yang berbeda antara satu sama lain. Pupuk yang bersifat slow release bisa dijadikan pupuk dasar karena tahan lama di tanah, tanpa harus diberikan di tengah-tengah penanaman. Dengan begitu, petani bisa hemat dan bisa sekali bekerja sampai nanti pascapanen.

Sebagai salah satu produk unggulan dan idola para petani, NPK Pelangi dari PKT dinilainya bisa menjadi jawaban untuk memberikan hasil yang maksima. Sebab pupuk ini memiliki kandungan yang lengkap, dari mulai Nitrogen (N), Phospat (P) dan Kalium (K).

Diformulasikan dengan sangat fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan, pupuk ini terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Langkah tersebut telah ditempuh oleh salah satu petani milenial di Jember bernama Iqbal Abipraya.

Menurut Iqbal pemupukan berimbang yang diterapkan dapat memberikan keuntungan karena hasil panen melimpah, namun tetap hemat biaya.

“Saat panen pertama, saya melihat hasil yang jauh berbeda dibanding menggunakan pupuk lainnya. Karena sifat NPK Pelangi sebagai pupuk majemuk slow release, ketersediaan pupuk dalam tanah selalu ada dan sangat bagus untuk pertumbuhan daun, batang dan buah tanaman, sehingga buah semangka pun lebih besar. Untuk satu kali masa tanam, saya bisa panen rata-rata antara 35-40 ton per hektar dari sebelumnya maksimal 30 ton per hektare,” jelasnya.

Di sisi lain, Staf SVP Transformasi Bisnis PKT menjelaskan Pupuk Kaltim terus berupaya mendukung ekosistem pertanian kondusif, dengan mendorong produktivitas petani melalui program pemberdayaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Salah satunya yakni program Makmur yang diinisiasi PKT sejak tahun 2020.

“Berdasarkan studi yang dilakukan, petani Indonesia dihadapkan oleh sejumlah tantangan, diantaranya minimnya akses permodalan, kurangnya fasilitas sarana produksi, pemahaman terhadap kebutuhan pasar, hingga jaminan pasar untuk beberapa komoditas utama. Karena itu, sejak awal Program Makmur dijalankan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus dorong kesejahteraan petani melalui pendekatan menyeluruh, dari mulai kemudahan akses modal dan sarana pertanian hingga pendampingan dan edukasi. Kami berharap hadirnya Makmur tidak hanya untuk jawab tantangan produktivitas pertanian tetapi juga menjamin pertanian berkelanjutan,” jelas Yusva.

Dalam praktiknya, dia mengungkapkan program Makmur terus mengintegrasikan mekanisme pertanian dan teknologi pertanian. Misalnya saja melalui peralatan pertanian modern (combine harvester, transplanter), penyemprotan pestisida menggunakan drone, hingga penerapan aplikasi i-Farm (geo tagging kepada petani dan cara budidaya). Dengan begitu, diharapkan kemajuan pertanian bisa semakin terwujud. (rls)