Beranda blog Halaman 902

Komisi I Sebut Masih Ada Celah Hukum Pengembalian Insentif Guru SMA/SMK Swasta

0
Komisi I Sebut Masih Ada Celah Hukum Pengembalian Insentif Guru SMA/SMK Swasta
RDP Komisi I dengan perwakilan guru SMA/SMK swasta di Kantor DPRD Bontang, beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Meski upaya mengembalikan kembali insentif guru swasta jenjang SMA/SMK belum membuahkan hasil positif, namun Komisi I DPRD Bontang menyebut masih ada celah hukum untuk memperjuangkannya. Hal itu disampaikan Ketua Komisi I, Muslimin.

Politisi Golkar itu mengatakan, pihaknya belum lama ini telah bertandang ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kaltim, untuk menanyakan terkait regulasi ini.

Meski belum mendapat jawaban yang gamblang, namun Komisi I menyimpulkan jika skema hibah pemberian insentif guru SMA/SMK swasta oleh Pemkot Bontang tetap bisa dilakukan.

“Ini yang masih akan dijajaki nantinya, termasuk memperjuangkan diskresi agar bantuan bisa diberikan setiap tahunnya. Untuk itu, kami minta bagian hukum Pemkot Bontang nanti membuat analisa hukumnya,” ungkapnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perwakilan guru SMA/SMK swasta di Kantor DPRD Bontang, Senin (22/5/2023).

Pihaknya juga meminta Disdikbud Bontang agar mendorong wali kota untuk ikut merealisasikan hal tersebut. Mengingat, nasib guru swasta jauh berbeda dengan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jumlahnya di Kota Taman pun tak terlalu banyak, hanya sekitar 500 orang.

“Meskipun mereka (guru swasta SMA/SMK) swasta sudah mendapatkan insentif dari provinsi, namun mereka juga meminta agar Pemkot Bontang juga ikut peduli. Kalau memang daerah (Bontang) mampu, mengapa tidak. Mengingat yang mereka didik juga anak Bontang,” tandas Muslimin.

Sebagai tindak lanjutnya, Bulan Juni mendatang, Komisi I menjadwalkan bertandang ke Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim yang membidangi masalah pendidikan, untuk kembali memperjuangkan pengembalian insentif ini. Diharapkan nantinya, perwakilan rakyat yang ada di Pemprov Kaltim bisa ikut membantu mempermudah mencarikan regulasi agar tak menjadi temuan hukum di kemudian hari.

Diketahui, guru swasta SMA/SMK terakhir mendapat insentif tahun 2020 lalu. Pemberian insentif kemudian disetop karena terkendala regulasi, akibat kewenangan SMA sederajat baik negeri maupun swasta diambil alih Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Pada tahun 2021, para pahlawan tanpa tanda jasa alias guru itu tak mendapatkan lagi insentif tersebut. Penyebabnya regulasi hibah tidak bisa dilakukan dua kali berturut-turut. Keadaan itu berlanjut kembali hingga saat ini. Sebab pemkot takut hal itu bisa menjadi temuan di kemudian hari.

Apalagi sebenarnya, para pendidik tersebut sudah mendapatkan insentif dari Pemprov Kaltim senilai Rp 1 juta per bulan. Kendati demikian, hal tersebut masih dinilai kurang sebab kondisi sekolah swasta jauh berbeda dengan sekolah negeri. (adv/al)

Distributor Bontang Protes Distribusi Minyak Goreng PT EUP

0
Distributor Bontang Protes Distribusi Minyak Goreng PT EUP
Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPRD Bontang bersama distributor minyak goreng di Bontang beberapa waktu lalu. (Yusva Alam)

BONTANG – Pendistribusian minyak goreng PT Energi Unggul Persada (EUP) disoal oleh para distributor Bontang.

Direktur PT Setia Cipta Loka, Eko Yulianto mengeluhkan pendistribusian minyak goreng yang diterima ialah non DMO atau industri yang mengakibatkan harga minyak goreng diatas HET (harga eceran tertinggi) yakni Rp 14.300 per liter.

Sebelumnya, pada Juli 2022 hingga Maret 2023 lalu, pihaknya masih menerima minyak goreng DMO (Domestic Market Obligation) dengan harga Rp 11.700 hingga Rp 11.800 per liter.

“Ini kalau harganya terus melambung maka imbasnya masyarakat juga akan mendapatkan harga minyak yang tinggi. Dugaan kami sih DMO ini di ekspor,” ungkapnya saat rapat dengar pendapat di sekertariat DPRD Bontang, Senin (22/5/2023).

Sementara itu, DMO (Domestic Market Obligation) mencapai 20 persen dari hasil produksi. Jika dikalkulasikan dengan produksi PT EUP perbulan maka mencapai 18.000 ton.

“Kami ini hanya minta kuota 10 persen DMO untuk warga Bontang. Bahkan saat Maret lalu kami PO tapi tidak ada jawaban dari PT EUP akhirnya di bulan puasa kami tidak berjualan,” imbuhnya.

Menjawab protes tersebut, perwakilan PT EUP, Edi menjelaskan terkait kewajiban DMO 20 persen tersebut sudah tercantum dalam aturan yang menyebutkan, jika DMO lokal tidak terpenuhi maka tidak bisa melakukan ekspor minyak, dan hal itu dipantau oleh Kementerian Perdagangan.

“Kalau berbicara kuota 3.000 ton per hari itu sebenarnya hanya kapasitas produksi per hari, tetapi jika bahan baku tidak mencukupi maka produksi sesuai dengan ketersediaan bahan baku,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bontang, Rustam dalam RDP mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan menghadirkan seluruh stakeholder termasuk dengan melakukan kunjungan langsung ke pusat untuk bertemu dengan petinggi PT EUP.

“Kalau yang datang selalu tidak sesuai dengan tupoksinya, maka akan seperti ini tidak ada titik temunya. Soalnya yang hadir juga tidak bisa mengambil keputusan,” sebutnya. (adv/al)

Ketua DPRD Setuju Pemberian Bonus untuk Kafilah Bontang

0
Ketua DPRD Setuju Pemberian Bonus untuk Kafilah Bontang
Para juara di MTQ ke-44 tingkat Provinsi Kaltim di Balikpapan beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam menyetujui rencana wali kota, yang akan memberikan bonus tambahan kepada Kafilah Bontang pasca juara 2 di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Kaltim di Balikpapan beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk apresiasi dan pembinaan dari Pemkot Bontang kepada masyarakat berprestasi. Hal itu dilakukan agar memicu masyarakat Bontang lebih berprestasi lagi.

Menurutnya, hal itu wajar dilakukan wali kota, karena saat ini Bontang memiliki silpa besar yang mencapai Rp 400 miliar. Kelebihan anggaran itu sangat tepat dibagikan kepada masyarakat dalam bentuk reward-reward.

“Tepat saja dibagikan jadi reward. Seperti reward untuk kafilah berprestasi, bonus atlit porprov, dan lain sebagainya. Bisa juga untuk tambahan insentif Ketua RT atau tenaga honorer,” ujarnya.

Pembagian reward itu salahsatu bentuk peningkatan SDM masyarakat Bontang. Agar SDM masyarakat Bontang mampu terus meningkatkan kompetensinya, yang diharapkan dapat menyumbang untuk pembangunan Bontang.

“Uang kita besar, sudah seharusnya kita manfaatkan untuk kebaikan masyarakat,” pungkasnya.

Diberitakan, Kontingen Bontang berhasil kembali raih juara dua di ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-44 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang berlangsung di Kota Balikpapan.

Posisi Bontang menjadi juara lantaran berhasil mengumpulkan 90 poin. Dengan rincian juara satu sebanyak 11 kali, juara dua sebanyak sebelas kali, dan juara tiga sebanyak satu kali.

Diketahui Bontang sendiri memboyong 60 khafilah untuk mengikuti MTQ ke 44 di Kota Balikpapan dan mengikuti semua nomor perlombaan. (adv/al)

Bawaslu Rangkul Media Massa Sukseskan Pemilu 2024

0
Bawaslu Rangkul Media Massa Sukseskan Pemilu 2024
Ketua Bawaslu Bontang, Aldy Artrian (paling kanan), Anggota Bawaslu Provinsi Kaltim, Galih Akbar (tengah), dan Ketua PWI Bontang, Suriadi Said (paling kiri). (Yusva Alam)

BONTANG – Bawaslu Bontang menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bersama Media, Sabtu (27/5/2023) di Hotel Bintang Sintuk. Sosialisasi kali ini bertajuk “Peran media massa dalam menumbuhkan pengawasan partisipatif masyarakat pada pemilu 2024” dengan mengundang sekira 30an media massa baik online, cetak, maupun televisi di Bontang.

Ketua Bawaslu Bontang, Aldy Artrian dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pemilu hanya mungkin bisa sukses ketika semua elemen dan stakeholder bisa menjalankan semua tugasnya. Walaupun secara normatif Bawaslu sebagai penyelenggara pemilu, namun tidak menutup kemungkinan elemen yang lain ikut mendukung kesuksesan pemilu.

“Keterlibatan teman-teman media untuk kesuksesan pemilu sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ditambahkannya, proses pemilu sangat cair, dinamis, dan begitu cepat. Sehingga membutuhkan feedback.

“Dalam mengolah dan memperoleh informasi kami memiliki keterbatasan. Karenanya dibutuhkan peran media massa,” imbuhnya.

Anggota Bawaslu Provinsi Kaltim, Galih Akbar mengungkapkan, media massa memiliki salahsatu peran yaitu penyampai informasi. Karenanya pihaknya berharap kepada media massa, agar dapat menjadi penyampai informasi yang positif ke masyarakat.

“Apabila suatu hari ada black campaign, media massa dapat menjadi garda terdepan untuk menetralkan. Jangan sampai media jadi alat pemecah belah. Semoga media patuhi regulasi pemilu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Bontang, Suriadi Said menegaskan, sebagai penyampai informasi maka jurnalis juga membutuhkan kemudahan akses informasi. Utamanya dari pihak-pihak berwenang dalam pemilu, seperti Bawaslu ataupun KPU, dan lain sebagainya. Bahkan partai-partai politik diharapkan untuk membuka diri dalam informasi.

“Kalau tertutup atau sulit aksesnya, bagaimana kami bisa mendapatkan bahan informasi untuk disampaikan ke masyarakat,” beber pria yang akrab disapai Isur itu. (al)

Mayat Laki-Laki Lansia Ditemukan Membusuk di Kamar Mandi

0
Mayat Laki-Laki Lansia Ditemukan Membusuk di Kamar Mandi
Pengidentifikasian mayat dari tim PMI. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Mayat laki-laki lansia ditemukan di kamar mandi rumah di Jalan Pattimura, Gang Atletik 8, nomor 20 RT 32, Sabtu (27/5/2023).

Mayat itu ditemukan sekira pukul 11 siang. Komang yang merupakan tetangga korban mengatakan, ia mendapat laporan awalnya kondisi korban masih sekarat.

“Nggak ngerti juga sekarat gimana, jadi ditelfon nomor darurat,  jam setengah 12 datanglah PMI,” jelasnya.

Saat pemeriksaan lokasi yang dilakukan oleh petugas PMI, diyakini bahwa korban sudah meninggal sejak 3 atau 4 hari lalu. Mayat tersebut berada di dalam kamar mandi yang memang khusus digunakan oleh YC (61).

Sebelumnya YC sempat tinggal di RT 42, karena ia merupakan korban kebakaran yang terjadi di Gang Atletik 8, Januari lalu. Akhirnya ia kembali tinggal dengan mantan istrinya, Lulu, yang juga tinggal di jalan yang sama.

Lulu mengaku terakhir berkomunikasi dengan YC pada Kamis pagi lalu. Namun karena harus berjualan di Lang-lang, ia pun sibuk dan terkadang tidur di warungnya tersebut.

“Biasanya saya panggil, kalau tidak jawab saya pikir tidur, jadi saya kasih makanan di depan pintunya saja,” jelasnya.

Awal penemuan mayat diketahui oleh tetangga yang mencium aroma tidak enak sejak kemarin, setelah itu barulah warga melapor ke nomor darurat. (sya)

Lomba Peragaan Busana Pokja III, Hapidah: Bisa Jadi Seragam Khusus di Bontang

0
Lomba Peragaan Busana Pokja III, Hapidah: Bisa Jadi Seragam Khusus di Bontang
Peserta dan juri peragaan busana berfoto bersama. (Syakurah)

BONTANG – Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pemkot Bontang melaksanakan kegiatan lomba peragaan busana pokja III dan lomba sekretariat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (27/5/23).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan HKG PKK ke-51 tingkat Kota Bontang tahun 2023, yang diikuti oleh tiga kecamatan dengan peserta seluruh ketua PKK kecamatan.

Lomba peragaan busana mengangkat tema Busana Takwo modifikasi batik khas daerah, di mana ketentuan modifikasi telah ditentukan sebagai indikator-indikator penilaian oleh para juri.

Lomba ini dinilai langsung oleh Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase, Aji Erlynawati, Sekretariat Daerah Bontang dan Rita Atin Widiarti, Sekretaris Dispopar.

“Saya berharap siapapun yang memenangkan lomba tersebut, agar siap untuk mewakili Bontang menuju provinsi,” harap Hapidah.

Lebih lanjut, Batik Takwo ini dapat dijadikan busana daerah Kota Bontang, atau seragam khusus di Kota Bontang. Dengan variasi yang dibuat berbeda-beda oleh masing-masing kecamatan, pasti akan ada keunikan tersendiri. (adv/sya)

Dukung Generasi Bebas Stunting, Badak LNG Gelar Aksi Bergizi

0

BONTANG – Tingginya prevalensi stunting di Kota Bontang menjadi sebuah permasalahan dan ancaman serius dalam mewujudkan generasi bangsa di masa depan. Naiknya angka stunting di Kota Bontang dari 19 persen di tahun 2021 menjadi 22 persen di tahun 2022 menjadi perhatian bagi seluruh pihak. Untuk itu, bertempat di SMP Negeri 2 Bontang, tim CSR Badak LNG mengadakan Aksi Bergizi dalam upaya turut membantu pemerintah dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap gizi, kesehatan, dan pencegahan pernikahan dini untuk menciptakan generasi bebas stunting di Kota Bontang.

Kegiatan ini turut bekerja sama dengan dokter chronic disease management (CDM) SHEQ Departemen Badak LNG dr. Yumna Puji Apriani sebagai pemateri dalam seminar pencegahan anemia dan pernikahan dini dan ahli gizi RS LNG Badak, Aryni Fibrianti, untuk materi seminar pencegahan stunting. Diawali dengan senam pagi bersama, para siswa tampak antusias mengikuti serangkaian acara yang diagendakan hingga siang hari.

Dalam acara ini turut hadir pula Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dari Dinas Kesehatan Kota Bontang, Jamilah Sayuthi. Pada sambutannya Jamilah menyampaikan apresiasinya kepada Badak LNG yang telah menginisiasi diselenggarakannya acara ini. Kompleksnya permasalahan stunting, maka pencegahan stunting perlu dilakukan pemerintah dan non pemerintah secara berkesinambungan. Menurutnya pencegahan sedini mungkin akan berdampak bagi generasi masa depan.  Semakin sehat tumbuh kembang generasi muda, maka masa depan generasi muda Kota Bontang juga akan semakin baik.

Setelah sambutan-sambutan, agenda acara dilanjutkan dengan penyerahan alat tes hemoglobin, sarapan bersama, dan sampel tes kebugaran. Hal ini dilakukan untuk menguji status kesehatan para siswa dan siswi di SMP Negeri 2 Bontang. Acara ditutup dengan minum tablet tambah darah bersama, sosialisasi aplikasi ceria, dan pemeriksaan hemoglobin oleh tim dari Dinas Kesehatan Kota Bontang dan Puskesmas Bontang Selatan 1.

Dalam kesempatan yang sama, Garnis Nurfadila Sari selaku Community Development Officer Badak LNG menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program penanggulangan stunting Badak LNG yaitu AKAR RANTING atau Aksi Bersama Kolaborasi Atasi Stunting dalam rangka mendukung pemerintah kota bontang dalam mengurangi angka stunting menjadi 16 persen di tahun ini. Kampanye aksi bergizi dilakukan sebagai aksi nyata atas kepedulian bersama dalam penanganan stunting. Sebelumnya, agenda yang sama juga telah dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bontang. Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali di sekolah-sekolah lainnya. (adv)

Hapidah Ingin 10 Program Pokok PKK Diterapkan

0
Hapidah Ingin 10 Program Pokok PKK Diterapkan
Hapidah Basri Rase, Ketua PKK Kota Bontang (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Dalam rangka peringatan HKG PKK ke-51 tingkat Kota Bontang tahun 2023, Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pemkot Bontang melaksanakan kegiatan lomba peragaan busana pokja III dan lomba sekretariat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (27/5/23).

Kegiatan ini diikuti oleh tiga kecamatan dengan peserta seluruh Ketua PKK kecamatan. Lomba sekretariat mengangkat tema penyuluhan tertib administrasi melaksanakan 10 pokok program PKK.

Dengan keikutsertaan ketua tim penggerak PKK kecamatan, diharapkan bukan hanya mengejar juara, tapi juga harus menerapkan 10 program pokok PKK di kehidupan sehari-hari.

“Jangan hanya sebatas pada lomba ini,  jadi pengetahuan penerapan ini harus dimanfaatkan. Pemenangnya nanti bisa sebagai narasumber dalam pertemuan PKK, dengan menyampaikan informasi menggunakan potensi,” jelas Hapidah Basri Rase, Ketua PKK Bontang.

Hal ini merupakan salah satu upaya tim penggerak PKK di semua jenjang, selaku mitra dalam mendukung suksesnya program prioritas pemerintah.

Kemudian, semua kader yang ada di kecamatan dan kelurahan serta dasawisma untuk berperan aktif mempromosikan hasil-hasil produk UMKM maupun destinasi di wilayah masing-masing.

“Taruhlah produk UMKM kita di tempat-tempat wisata, jadi bisa dilihat pengunjung, bisa mereka beli,” tambahnya.

UMKM Bontang juga diharapkan semakin berkembang, kerjasama dengan stimulan RT yang memang digunakan sebagai penunjang UMKM di Bontang.

Sebagai penutup, Ia ingin PKK seluruh Bontang juga harus memperhatikan masyarakat yang belum terpenuhi kebutuhannya untuk kebutuhannya segera d perhatikan, usulkan, kemudian difasilitasi. (adv/sya)

Anggota Dewan Ikuti Turnamen Mini Soccer Persahabatan antar DPRD se-Kaltim

0
Anggota Dewan Ikuti Turnamen Mini Soccer Persahabatan antar DPRD se-Kaltim
Ical berharap laga persahabatan ini dapat mempererat antar Anggota DPRD se-Kaltim. (ist)

BONTANG – DPRD Bontang akan mengikuti pertandingan sepakbola antar DPRD se-Kaltim. Pertandingan itu rencananya akan berlangsung hari Sabtu (27/5/2023) besok di Samarinda.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam menjelaskan, bahwa pertandingan sepakbola itu merupakan pertandingan persahabatan dengan format turnamen mini soccer. Rencananya bakal diikuti DPRD Kaltim, Balikpapan, Kukar dan DPRD Bontang.

Turnamen itu hanya berlangsung 1 hari saja, tidak membutuhkan waktu yang lama. Lantaran semakin lama waktunya semakin besar biaya yang dikeluarkan.

“Ini kan hanya turnamen silaturahmi saja antara DPRD se-Kaltim. Untuk mempererat hubungan antara kami dengan mereka,” ujar Ical sapaan akrabnya.

Nantinya yang akan mengikuti turnamen mini soccer ini adalah seluruh Anggota DPRD Bontang dan staf sekretariat yang memiliki hobi sepakbola.

“Yang pasti bukan dari orang-orang di luar staf sekretariat DPRD Bontang,” imbuhnya.

Rencana ke depan para anggota DPRD ini akan mencari jenis olahraga lain yang tujuannya sama, untuk mempererat silaturahmi. (adv/al)

Rumput Laut Jadi Bahar Dasar Masakan, Andi Faiz Apresiasi Bontang Food Festival

0
Rumput Laut Bahan Dasar Masakan, Andi Faiz Apresiasi Bontang Food Festival
Kegiatan lomba masak di Bontang Food Festival. (Yusva Alam)

BONTANG – Apresiasi diberikan oleh Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam pada kegiatan Bontang Food Festival yang digagas oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang.

Salahsatu dari 77 event pariwisata tersebut diselenggarakan di halaman parkir D’Cafe, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Gunung Elai, Bontang, Kalimantan Timur, Senin (22/5/2023).

Andi Faiz sapaan akrabnya mengungkapkan kekagumannya, lantaran penyajian masakannya menggunakan bahan dasar rumput laut. Sementara, rumput laut kata Andi Faiz, salah satu hasil laut yang jadi mata pencarian nelayan.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa rumput laut ini adalah salah satu penghasilan kita di Kota Bontang,” ujarnya.

Dirinya berharap, semoga dengan adanya festival ini dapat mengangkat UMKM di Kota Bontang. Sehingga, Kota Bontang sebagai penyangga Ibu Kota Negara, sudah memiliki persiapan yang matang.

“Selamat kepada Pemenang Bontang Food Festival, yang mana menu masakannya menggunakan bahan dasar rumput laut,” terangnya.

Sementara, Ketua Panitia Bontang Food Festival Zulkarnain menjelaskan, acara ini bertujuan untuk mendukung visi dan misi Pemkot Bontang dalam pengembangan pariwisata ekonomi kreatif (ekraf).

“Bontang Food Festival diselenggarakan sebagai salah satu dari 77 event yang telah direncanakan,” ungkap Zulkarnain dalam laporannya.

Kata dia, acara ini merupakan lomba memasak antar seluruh cafe dan kedai di Bontang. Kemudian kegiatannya diikuti 20 peserta seperti Café Hitam Putih, Liter Coffee, Sugar Rush, dan lainnya.

“Kami memilih tema lomba masak kali ini dengan rumput laut karena 70 persen sumber daya alam Bontang berasal dari laut. Kami ingin menonjolkan makanan khas Bontang, yaitu rumput laut,” ungkapnya.

Lanjut dia, setiap peserta diberikan waktu 90 menit untuk memasak 2 porsi. 1 porsi merupakan hidangan unggulan dari cafe atau kedai masing-masing, dan 1 porsi lainnya menggunakan rumput laut sebagai bahan utama.

“Kami berharap event ini dapat berkembang menjadi acara tingkat provinsi di masa depan, sehingga dapat diikuti oleh seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Seperti event MasterChef,” tutupnya. (adv/al)