Beranda blog Halaman 912

Harga Telur Ayam di Bontang Sentuh Rp 65 Ribu Per Piring

0
Harga telur di Bontang naik sejak awal Agustus ini. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Sejak awal Agustus harga telur di Bontang terus merangkak naik. Pantauan mediakaltim.com di dua pasar, Taman Citra Loktuan dan Taman Rawa Indah (Tamrin), harga telur kini berada di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per piring tergantung ukuran.

Erza salah satu pedagang telur di Pasar Taman Citra Loktuan mengatakan, dia kini menjual Rp 60 ribu satu piring (isi 30 butir) untuk ukuran sedang, sedangkan ukuran besar mencapai Rp 65 ribu. “Sudah naik awal bulan Agustus,” kata Erza, saat ditemui Jumat (26/7/2022). Erza menambahkan harga telur sebelumnya Rp 55 ribu untuk ukuran sedang dan Rp 57 ribu per piring untuk ukuran besar.

Saat ditanya, Ezra mengaku tak tahu penyebab kenaikan. Yang pasti, menurut penyuplai, kondisi ini akibat berkurangnya stok telur yang didapat. “Dari penyuplai katanya sedikit telurnya,” tambahnya.

Pedagang lain, Mutmainah menyebutkan, kenaikan harga jual telur ayam berlangsung sejak pekan lalu. Dia kini menjual telur Rp 60 ribu satu piring berisi 30 butir.

“Sudah seminggu ini. Pasokan telur ada yang dari Surabaya dan Sulawesi,” kata Mutmainah.

Sementara di Taman Rawa Indah (Tamrin), menurut Murni, dia menjual telur Rp 60 sampai Rp 65 ribu, dari sebelumnya Rp 55 ribu per piring. “Naiknya karena dari (harga) pakannya  naik juga,” sebutnya.

Pedagang lain, Nasir menyebut kenaikan harga terjadi dari distributor. “Pasokannya dari Surabaya. Telur ayamnya juga diblok (ditahan) di kandang-kandang,” jelasnya.

Akibat adanya kenaikan harga, tambah Nasir, pengiriman telur dari Surabaya juga dikurangi. “Stok sih, permintaan sudah dikurangi. Karena sepi juga harga terlalu tinggi. Selama harga naik ini, permintaan dari konsumen menurun,” terang Nasir.

Kenaikan harga telur sangat dirasakan dampaknya oleh konsumen. “Dirasakan sekali. Soalnya telur kebutuhan harian yang dikonsumsi. Apalagi kebutuhan protein yang gampang dicari. Kalau bisa distabilkan lagi harganya,” kata seorang pembeli bernama Risma. (yah)

Komisi II Pertanyakan Kenaikan Tarif Layanan di RSUD Taman Husada

0
Ketua komisi II DPRD Bontang Rustam

BONTANG – Tarif layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang mengalami kenaikan sejak 17 Mei 2022 lalu. Kenaikan tersebut pun dipertanyakan Ketua komisi II DPRD Bontang Rustam. Menurutnya, kenaikan tersebut harus diperjelas, agar tidak menimbulkan konflik di kalangan masyarakat.

Selain itu, Ia pun mempertanyakan apakah kenaikan tarif pelayanan di RSUD sudah masuk dalam persetujuan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Nah ini harus diperjelas apakah kenaikan ini ditanggung BPJS atau tidak. Karena dari laporan yang saya terima, mereka pakai BPJS mandiri munculah itu pembayaran. Apakah biaya di luar pelayanan itu ditanggung BPJS atau tidak,” tanya Rustam saat rapat bersama pihak manajemen RSUD beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Taman Husada Bontang Suhardi menjelaskan, pemberlakuan tarif tersebut hanya untuk poli pelayanan yang baru buka dan belum memiliki tarif. Totalnya ada 13 poli pelayanan baru. Sementara untuk pelayanan lama tarifnya masih sama .

Selain itu, Ia menjelaskan ada sekitar 90 persen pasien di RSUD menggunakan asuransi BPJS. Pelayanan dengan jaminan BPJS itu dijelaskan Suhardi bahwa BPJS membayar kepada rumah sakit dengan menggunakan sistem paket.

“Ketika pasien sakit kelamin misalnya. Itu di BPJS sudah punya paket, misalkan biaya perawatan paket dari BPJS untuk perawatan itu Rp 100 juta. kalau misalkan kita rawat pasien itu sampe sembuh ternyata habisnya Rp 2 juta, maka kami di bayar selanjutnya tetap 100 juta, jadi tidak berpengaruh,” bebernya.

Tarif BPJS tersebut dijelaskan merupakan Case Based Groups atau biasa disebut disebut Tarif INA-CBG’s yang merupakan besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit.

“Dulu tarif di Indonesia Diagnosis Related Group (DRG) sekarang menjadi Case Based Groups/CBGs untuk pelayanan di Rumah Sakit,” jelasnya.

Diketahui, Diagnostic Related Group’s adalah sistem pemberian imbalan jasa pelayanan pada PPK yang ditetapkan berdasarkan pengelompokan diagnose, tanpa memperhatikan jumlah tindakan/pelayanan yang diberikan.

Konsep ini dikembangankan di Amerika Serikat pada peserta program Medicare dan Medicaid, melalui suatu studi yang diselenggarakan oleh Yale University pada tahun 1984. Tujuan penerapan DRG’s adalah untuk upaya pengendalian biaya dan menjaga mutu pelayanan.

System Diagnose Related Group (DRG system) merupakan sistem pembayaran yang dilakukan dengan melihat diagnosis penyakit yang dialami pasien.

Sejak tahun 2008, Indonesia telah membayar rumah sakit yang melayani program Jamkesmas dengan sistem pembayaran prospektif yang dikemas dalam bentuk DRG (Diagnosis-Related Group).

Sistem ini berlanjut ditahun 2014 melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. BPJS Kesehatan akan membayar Rumah sakit berdasarkan besaran yang sudah ditetapkan sesuai dengan diagnosa pasien dengan sistem Ina CBG’s (Case Based Group) yang di atur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 440/MENKES/SK/XII/2012 tentang tarif rumah sakit berdasarkan INDONESIA Case Based Groups (INA-CBGs) .

Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs) dianggap lebih universal, dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan local dan Intelectual Property (IP) bisa dimiliki. Melalui INA-CBGs dapat terbaca oleh kode ICD 10 dan ICD 9 dengan mudah karena menggunakan 5 digit yang terdiri dari alphabet dan numerik yang ekuivalen dengan kode ICD 10 untuk diagnosa (14.500 kode) dan ICD 9 untuk prosedur/tindakan (7.500 kode) yang dikelompokkan menjadi 1077 kode CBG (789 rawat inap dan 288 rawat jalan). Adapun tarif INA- CBG’s meliputi: (Kemenkes, 2012)

  1. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 1
  2. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 2
  3. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 3
  4. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 4
  5. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit kelas A, kelas B, kelas C dan kelas D dalam regional 5
  6. Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit umum rujukan nasional

Tarif pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit khusus rujukan nasional (Kemenkes, 2012). (adv)

Tips Cerdas Budidaya Tanaman Minim Modal Tanpa Khawatir Gagal Panen

0

JAKARTA – Kondisi anomali cuaca pada musim kemarau membuat produktivitas petani menurun signifikan. Untuk mendorong kualitas hasil panen dengan modal minimal, penting bagi petani memastikan pupuk yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam webinar ‘PKT Menyapa Petani: Cerdas Budidaya Tanaman Lewat Pemupukan Berimbang’ yang digelar Pupuk Kaltim (PKT), penyuluh petani Rudy Prambudi mengatakan tidak sedikit petani yang mengeluhkan hasil panen tidak maksimal. Hal ini karena mereka kurang memahami cara pemupukan yang tepat.

“Akibatnya, tak sedikit petani gagal panen karena ledakan hama dan penyakit. Demi menyiasati hal tersebut, penting menyesuaikan kebutuhan dari tanaman yang ada maupun status hara dalam tanah agar petani tak hanya bisa mendapatkan keuntungan, tapi dapat mengefisiensikan waktu, tenaga, juga biaya,” jelas Rudy dalam keterangan tertulis, Kamis (25/8/2022).

Lebih lanjut dia merinci langkah penerapan pemupukan berimbang, di antaranya:

Memperhatikan Karakteristik Jenis Tanah

Menurut Rudy, kadar pH di tiap tanah tidak sama. Karena itu, penting memeriksa terlebih dahulu pH tanah dengan apa yang ingin kita tanam. Salah satunya menggunakan dolomit. Dengan melakukan penyesuaian tersebut, maka kualitas hasil tanaman diharapkan bisa lebih baik.

Di samping itu, tanah juga memiliki berbagai jenis, seperti tanah berpasir, tanah hitam, dan tanah berbatu. Agar hasil tanaman bisa bagus, dia menyarankan petani untuk memperhatikan kondisi tanah dengan jenis tanaman yang akan ditanam.

“Jenis sayuran, buah semangka, dan melon memiliki karakteristik akar yang lemah. Karena itu, penanamannya tidak bisa dilakukan di tanah keras melainkan di tanah lembut dan berpasir,” jelas Rudy

Tidak Langsung Mengobati Daun yang Kuning

Seringkali, petani melakukan pengobatan ekstra saat tanaman mulai terkena hama. Padahal, semakin banyak obat yang digunakan tidak menjamin hama akan hilang.

Dikatakan Rudy, ada dosis obat tertentu yang perlu diperhatikan. Bahkan pengobatan seharusnya dilakukan sejak awal sebagai langkah antisipasi.

“Ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan petani saat penyemprotan, yakni setelah hujan turun. Hal ini mengingat virus berkembang cukup cepat saat hujan. Maka dari itu, penyemprotan penting dilakukan segera,” ungkap Rudy.

Menyiasati Trik Pemupukan

Rudy memaparkan setiap pupuk memiliki karakteristik masing-masing yang berbeda antara satu sama lain. Pupuk yang bersifat slow release bisa dijadikan pupuk dasar karena tahan lama di tanah, tanpa harus diberikan di tengah-tengah penanaman. Dengan begitu, petani bisa hemat dan bisa sekali bekerja sampai nanti pascapanen.

Sebagai salah satu produk unggulan dan idola para petani, NPK Pelangi dari PKT dinilainya bisa menjadi jawaban untuk memberikan hasil yang maksima. Sebab pupuk ini memiliki kandungan yang lengkap, dari mulai Nitrogen (N), Phospat (P) dan Kalium (K).

Diformulasikan dengan sangat fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan, pupuk ini terbukti dapat meningkatkan hasil panen. Langkah tersebut telah ditempuh oleh salah satu petani milenial di Jember bernama Iqbal Abipraya.

Menurut Iqbal pemupukan berimbang yang diterapkan dapat memberikan keuntungan karena hasil panen melimpah, namun tetap hemat biaya.

“Saat panen pertama, saya melihat hasil yang jauh berbeda dibanding menggunakan pupuk lainnya. Karena sifat NPK Pelangi sebagai pupuk majemuk slow release, ketersediaan pupuk dalam tanah selalu ada dan sangat bagus untuk pertumbuhan daun, batang dan buah tanaman, sehingga buah semangka pun lebih besar. Untuk satu kali masa tanam, saya bisa panen rata-rata antara 35-40 ton per hektar dari sebelumnya maksimal 30 ton per hektare,” jelasnya.

Di sisi lain, Staf SVP Transformasi Bisnis PKT menjelaskan Pupuk Kaltim terus berupaya mendukung ekosistem pertanian kondusif, dengan mendorong produktivitas petani melalui program pemberdayaan dan pendampingan yang berkelanjutan. Salah satunya yakni program Makmur yang diinisiasi PKT sejak tahun 2020.

“Berdasarkan studi yang dilakukan, petani Indonesia dihadapkan oleh sejumlah tantangan, diantaranya minimnya akses permodalan, kurangnya fasilitas sarana produksi, pemahaman terhadap kebutuhan pasar, hingga jaminan pasar untuk beberapa komoditas utama. Karena itu, sejak awal Program Makmur dijalankan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus dorong kesejahteraan petani melalui pendekatan menyeluruh, dari mulai kemudahan akses modal dan sarana pertanian hingga pendampingan dan edukasi. Kami berharap hadirnya Makmur tidak hanya untuk jawab tantangan produktivitas pertanian tetapi juga menjamin pertanian berkelanjutan,” jelas Yusva.

Dalam praktiknya, dia mengungkapkan program Makmur terus mengintegrasikan mekanisme pertanian dan teknologi pertanian. Misalnya saja melalui peralatan pertanian modern (combine harvester, transplanter), penyemprotan pestisida menggunakan drone, hingga penerapan aplikasi i-Farm (geo tagging kepada petani dan cara budidaya). Dengan begitu, diharapkan kemajuan pertanian bisa semakin terwujud. (rls)

Babinsa Koramil 0908-03/Anggana Hadiri Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan dan Udang untuk Nelayan

0

BONTANG – Babinsa Koramil 03/Anggana Sertu Cuncun menghadiri  penyerahan bantuan alat penangkapan ikan dan udang kepada nelayan Desa Sepatin Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (26/8/2022).

Bantuan itu berupa jaring ikan dan jaring godrong yang bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Hulu Mahakam untuk para nelayan Desa Sepatin.

Bantuan secara simbolis diberikan kepada perwakilan nelayan Desa Sepatin. Rasa senang sekaligus bahagia terpancar dari wajah para nelayan atas bantuan yang diberikan.

Disela-sela pendampingannya, Babinsa Desa Sepatin Sertu Cuncun  berpesan kepada para nelayan agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya apa yang telah didapatkan tersebut.

“Ini bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah dan PT Pertamina Hulu Mahakam kepada para nelayan, karena itu kami harap bantuan jaring ikan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tutur Sertu Cuncun.

Ia juga menyampaikan, dengan adanya bantuan alat itu, maka diharapkan kedepannya masyarakat khususnya nelayan dapat meningkatkan perekonomian mereka.

“Semoga dengan adanya bantuan itu, ekonomi masyarakat khususnya nelayan dapat semakin meningkat,”pungkas Babinsa. (Pendim Btg)

Mengenal Belogo Olahraga Tradisional Kutai

0
Masyarakat Guntung memainkan oltras belogo di kawasan rumah adat Kutai Guntung. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Permainan tradisional atau olahraga tradisional (oltras) saat ini masih jarang dilirik. Permainan tradisional banyak dimainkan hanya di wilayah-wilayah atau daerah tertentu. Seperti permainan tradisional atau olahraga tradisional logo atau belogo yang masih dimainkan dan dilombakan.

Warga Kutai di Kampung adat Guntung, di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang masih memainkan berlogo. Belogo biasa dimainkan secara beregu 3 orang, namun bisa juga dimainkan sendiri dalam perlombaan atau kompetisi.

Oltras belogo memiliki alat yang terdiri dari stik (campa, dalam istilah Oltras), logo yang berbentuk segitiga bagian atasnya sedikit cekung ke dalam, dan 3 anak sasaran yang masing-masing disebut sasaran 1 (kawe), sasaran 2 (tengah) dan sasaran 3 (bela).

Salah satu pemain Oltras Belogo yang ada di Guntung, Heri, menjelaskan, belogo dimainkan baik sebagai permainan hiburan maupun dalam perlombaan. “Namanya logo yang terbuat dari tempurung kelapa. Permainannya dengan cara beregu atau perorangan dengan masing-masing satu logo satu pemain,” kata Heri saat bermain belogo di kawasan rumah adat Kutai, Guntung, Kamis (25/8/2022).

Permainan belogo dimainkan dengan mencari poin tertinggi. Dalam permainannya per-regu 3 orang, masing-masing orang akan menyasar sasaran. Pemain pertama membidik sasaran ke-3, pemain ke dua membidik sasaran ke-dua dan pemain ketiga membidik sasaran ke satu.

Perlengkapan alat belogo yang dimainkan. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

“Dalam hal poin, pemain akan mendapatkan satu poin dalam membidik sasaran, kalau sasaran dapat dikenakan dari garis start (awal) poinnya menjadi dua setiap satu sasaran yang dibidik,” cerita Heri bersama satu rekannya.

Para pemain yang memainkan belogo biasanya diberikan tiga kali percobaan membidik. Ada juga yang menggunakan batas waktu dalam membidik dengan lama 5-10 menit. Namun, penggunaan waktu jarang digunakan. “Biasanya tiga kali jalan. Walaupun per regu atau perorangan. Itu tiga kali. Hitung-hitungan poin,” katanya.

Oltras belogo dimainkan orang Kutai, namun ada juga di daerah lain seperti orang Banjar yang memainkan.  Heri yang sudah sekitar 15 tahun memainkan belogo. Dirinya juga pernah masuk dalam lembaga pengurus adat.

“Kalau pengurus biasanya mengurusi olahraga tradisional seperti belogo, sumpit, gasing yang masuk oltras,” sebutnya.

Permainan belogo saat ini hampir sama di semua wilayah di Kaltim, namun ada perbedaan bentuk di beberapa daerah seperti di Banjar. “Satu Indonesia beda-beda bentuk logonya. Waktu kita ke Banjar beda, dari tempurung mereka ada lapis ban. Agak besar (bentuk logo) mereka. Sasarannya juga bisa sampai 100 meter. Kalau kita ini 20 meter dari start (awal),” jelas Heri.

Logo yang terbuat dari tempurung kelapa, sedangkan stik (campa) terbuat dari bambu, kayu atau ulin. Untuk ukuran disesuaikan dengan pemilik stik (campa). “Untuk panjang tidak ditentukan. Sesuai selera pemilik. Ada yang suka stik pendek atau stik panjang,” papar Heri.

Oltras belogo sering diperlombakan se-Kaltim seperti dari Kota Bontang, Kutim, Samarinda, Kutai Barat, dan Tenggarong.  “Anak-anak muda juga sangat antusias dalam memainkan oltras belogo,” katanya.

Cerita yang dirinya ketahui dari orang tua dulu saat memainkan belogo dari bambu. Namun untuk saat ini sudah ada dimodifikasi. “Kalau dulu menggunakan bambu, kalau saat ini sudah dimodifikasi. Sudah didesain sesuai keinginan hingga dicat,” cerita Heri.

Belogo sendiri harus disiapkan pemukul (campa) dan logo yang berbentuk segitiga. “Ada bentuknya, tapi disesuaikan juga dengan tempat permainan belogo,” tambah Heri.

Dahulu nama sasaran masih menggunakan nama tradisional. Namun saat ini untuk perlombaan atau saat diperlombakan, namanya hanya menggunakan sasaran 1, sasaran 2 dan sasaran 3. “Yang lama masih menggunakan nama tradisional, tapi saat ini namanya hanya sasaran,” pungkas Heri. (yah)

Wawali Bontang Terima BKN Award 2022, Kepala BKN: Terima Kasih Atas Dedikasi dan Pelayanannya

0

BONTANG– Sebagai wujud apresiasi dan terima kasih atas layanan kepegawaian yang diberikan oleh instansi pemerintah, Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan Anugrah BKN Award Tahun 2022 kepada Pemerintah Kota Bontang.

Penghargaan prestisius ini diberikan secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Negara Bapak Bima Haria Wibisana kepada Wakil Wali Kota Bontang Hj Najirah, SE didampingi Kepala BKPSDM Kota Bontang Bapak Sudi Priyanto, di aula Kantor Wali Kota Balikpapan, Kamis (25/8/2022).

Pada kesempatan tersebut Pemkot Bontang berhasil meraih 2 Kategori Penghargaan BKN Award 2022 sekaligus, yaitu kategori Penilaian Kompetensi dan Implementasi Manajemen ASN terbaik.

Penghargaan ini diberikan bagi Instansi Pemerintah yang dinilai telah berhasil melaksanakan penyelenggaraan manajemen ASN di lingkupnya masing-masing, mulai dari aspek pengadaan, proses bisnis kepegawaian, manajemen kinerja, penerapan Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK), sampai dengan pemanfaatan layanan digital ASN.

Untuk kategori Instansi Pemerintah yang dinilai meliputi Instansi Pusat, yakni terdiri dari Kementerian dan Lembaga Negara/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK); dan Instansi Daerah yang terdiri dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, serta Pemerintah Kota. Adapun penilaian BKN Award 2022 dibagi menjadi 3 kategori. Pertama, kategori utama berupa Implementasi Manajemen ASN Terbaik. Kedua, kategori elemen implementasi manajemen ASN dan pemanfaatan sistem informasi yang mencakup Perencanaan Kebutuhan dan Mutasi Kepegawaian; Penilaian Kompetensi; Implementasi Penerapan Manajemen Kinerja; Penerapan Pemanfaatan Data – Sistem Informasi dan CAT. Ketiga, kategori special mention yakni Pilot Project SIASN; dan Komitmen Peningkatan Pelayanan Kepegawaian BKN.

Kegiatan yang dirangkai dengan FGD Implementasi Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya ini, juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Balikpapan yang bersamaan menerima BKN Award kategori Spesial Mention Komitmen Peningkatan Pelayanan Kepegawaian, serta para Kepala BKPSDM/BKPP/BKD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur.

Dalam pengarahannya, Bima Haria Wibisana mengatakan pentingnya mengubah pola pikir, dan pola tindak dalam berkinerja untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Lakukan adaptasi, inovasi dan kreasi yang sejalan dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan yang sangat cepat. Sehingga birokrasi yang adaptif dapat dipercepat pembangunannya untuk mengikuti perubahan dan perkembangan zaman. “Perkembangan teknologi dan perubahan paradigma masyarakat dengan literasi digital yang tinggi serta kebutuhan perubahan birokrasi dan administrasi pemerintahan yang ramping dan ideal, menuntut adanya penyusunan sistem kerja bagi pegawai agar semakin efisien dan efektif,” ujar Bima. Ditambahkan pula bahwa tuntutan penyediaan layanan yang cepat, profesional, juga menjadi ekspektasi masyarakat dan harus menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyampaikan rasa bangga, terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak sehingga Pemkot Bontang tahun ini mendapat penghargaan BKN Award Tahun 2022. Ini bukti pengakuan secara nasional bahwa SDM Aparatur di Kota Bontang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang mumpuni. Ini menjadi aset yang sangat penting dalam memajukan Kota Bontang dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dengan SDM Aparatur yang andal ini, kita optimistis mampu mewujudkan Visi Kota Bontang yang hebat dan beradab, melalui pengelolaan potensi dan kearifan lokal secara optimal. Khusus kepada BKPSDM Bontang, ini menjadi motivasi untuk terus bekerja secara andal dan profesional dalam memberikan pelayanan kepegawaian dan pengembangan SDM Aparatur,” kata Najirah.

Kepala BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM) Kota Bontang Sudi Priyanto yang turut mengikuti kegiatan, menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian layanan kepegawaian dan pengembangan SDM aparatur. “Arahan dan bimbingan Wali Kota dan Wakil Wali Kota kepada kami, telah menguatkan tekad dan semangat kami untuk terus berbenah memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan tugas,” kata Sudi.

Dia melanjutkan, ucapan terima kasih juga ditujukan pada Sekda, Asisten, staf ahli, Kepala dan pengelola kepegawaian perangkat daerah serta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bontang yang telah bahu membahu bekerja sama meningkatkan kualitas dalam mengimplementasikan manajemen ASN sesuai dengan amanat perundang-undangan, yang telah menempatkan fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada BKN yang telah membimbing dan membina kami, sehingga secara bertahap kami dapat melakukan kemajuan dalam kualitas penerapan manajemen ASN di lingkungan Pemkot Bontang,” tegasnya. (adv)

2.700 Peserta Ikuti Program Rehab Tunggakan, Data BPJS Kesehatan Bontang

0
Kepala kantor BPJS Kesehatan Bontang, Laily Jumiati (kedua dari kanan) saat implementasi JKN-KIS di Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Program rehab pertama bagi peserta BPJS Kesehatan yang menunggak di Bontang tercatat sebanyak 2.700 peserta. Data tersebut kemungkinan akan terus berubah sesuai dengan penambahan peserta yang menunggak.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Bontang Laily Jumiati mengatakan, saat ini program rehab pembayaran tunggakan BPJS kesehatan masih berjalan. Untuk menyelesaikannya, pihaknya terus berkomunikasi hingga tingkat RT.

“Rehab sendiri sedang berjalan hingga komunikasi ke kelurahan di bulan Agustus ini. Selanjutnya akan di laporkan ke Pemkot  Bontang,” jelas Laily Jumiati, Kamis (25/8/2022) usai melaksanakan optimalisasi implementasi JKN-KIS.

Laily menambahkan, untuk jumlah program rehab tahap pertama sebanyak 2.700 peserta, di mana proses rehab ini masih terus berlangsung secara bertahap.

“Ini masih berproses. Ini kan masih tahap 1, tahap 2 dan tahap berikutnya lagi karena tidak langsung menetap di angka berapa,” ungkap Laily.

Dari angka 2.700 peserta tahap pertama itu, akan terus disaring hingga kemungkinan jumlahnya  bisa menurun. “Jadi tidak harus angkanya di 2.700, kemungkinan bisa jadi turun, sesuai dengan tahapan rehab tunggakan,” papar Laily.

Dalam hal batasan program rehab, Laily masih belum bisa memastikan kapan akan berakhir. Namun, saat ini kepesertaan juga bersifat dinamis.

“Peserta mendaftar dinamis, peserta menunggak juga dinamis, tergantung bulannya,” tambahnya.

Laily menjelaskan pula, program rehab diberikan kepada masyarakat untuk membantu memudahkan dalam membayar tunggakan. “Kalau di program rehab itu masyarakat diperkenankan untuk mencicil melalu program mobil JKN. Aplikasi program mobile JKN itu ada akomodir rehab. Silakan diatur sendiri tunggakannya mau dibayar berapa,” katanya.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan cabang Samarinda Mangisi Raja Simarmata mengatakan, secara umum implementasi program JKN sangat baik. Dikatakannya, Pemkot Bontang memfasilitasi peserta yang menunggak didaftarkan sebagai penduduk yang didaftarkan pemerintah.

“Khususnya sekarang yang kelas tiga, Pemkot Bontang memfasilitasi dalam mendaftarkan penduduk yang didaftarkan oleh Pemkot Bontang,” kata Mangisi.

Disebutkannya, program rehab tunggakan masih berjalan dan belum dibatasi hingga akhir masa rehab. “Ini belum ada limit akhirnya. Sepanjang masih dianggap banyak yang membutuhkan masih akan dibuka terus,” tandasnya. (yah)

Danramil 0908-03/Anggana Hadiri Deklarasi Damai Pilkades Serentak

0

BONTANG – Danramil 03/Anggana Kapten Inf Leonardo menghadiri kegiatan deklarasi damai dan rapat untuk membahas penyelenggaraan pemilihan Kepala Desa Anggana, Desa Kutai Lama, dan Desa Sepating di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (25/8/2022).

Monitoring dan pengamanan terhadap kegiatan deklarasi damai dan rapat pembahasan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun anggaran 2022 bertempat di aula Polsek Anggana. Danramil 03/Anggana Kapten Inf Leonardo mengucapkan, selamat kepada calon kades yang akan mengikuti Pilkades serentak di Kecamatan Anggana.

“Setelah penandatanganan deklarasi damai ini kami menghimbau agar nantinya bisa diimplementasikan di wilayah masing-masing sehingga kondusifitas tetap terjaga,” ujar Danramil.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama, oleh karena itu mohon kerjasama masyarakat secara umum dan para calon kades melalui timnya masing-masing untuk selalu amanah dalam menjaga keamanan, ketertiban serta kenyamanan bersama. Koramil dan Polsek serta Satpol PP akan selalu bersama-sama melaksanakan patroli serta pemantauan wilayah, lebih khusus desa yang melaksanakan Pilkades,” kata Danramil.

Kapten Inf Leonardo mengharapkan, kepada seluruh calon kepala desa melalui pendukungnya dapat membantu menciptakan situasi yang diharapkan oleh warga, yaitu Pilkades dapat berjalan dengan sukses dan tanpa ekses. “Mari kita bersama-sama ikhtiar guna tercapainya maksud dan tujuan ini dengan aman, nyaman, dan terkendali. (Pendim Btg)

Personel Polsek Marang Kayu Rutin Patroli Sambangi Pasar Tradisional

0

BONTANG – Polsek Marang Kayu  melaksanakan patroli rutin untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif, Kamis (25/8/2022). Patroli yang dipimpin KSPK Aiptu Norton Tobing bersama anggota jaga Briptu Slamet Ariyanto menyambangi pertokoan di area pasar tradisional Desa Sebuntal Kecamatan Marang Kayu.

Patroli ini untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di pasar sekaligus memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Kapolsek Marang Kayu AKP Slamet Riyadi, patroli yang dilakukan Polsek Marang Kayu untuk memastikan situasi kamtibmas aman dan kondusif serta memantau penerapan protokol kesehatan

”Kegiatan patroli pasar sebagai bentuk pelayanan kepolisian dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat beraktifitas,” kata Kapolsek.

Selain melaksanakan patroli, petugas mengimbau kepada para pedagang dan pengunjung agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap aksi kejahatan seperti pencopetan, dan tindak pidana lainnya.

”Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah guna mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (hms)

Sat Samapta Polres Bontang Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Pagi Hari

0

BONTANG – Untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Bontang personel Satuan Samapta Polres Bontang rutin melaksanakan kegiatan pengaturan lalu lintas pagi hari. Seperti yang dilakukan Kamis (25/8/2022).

Lokasi pengaturan lalu lintas di jalur-jalur yang rawan kemacetan pada pagi hari, seperti di persimpangan, di depan sekolah, pasar, serta jalan yang bisa menmbulkan kemacetan dan rawan terjadinya kecelakaan.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH, SIK, MH melalui Kasat Samapta AKP Widodo mengatakan, patroli pengaturan arus lalin (strong poin) ini untuk membantu kelancaran arus lalu lintas pada jam-jam sibuk serta untuk memberikan rasa aman pada pengguna jalan.

”Kegiatan ini sebagai bentuk wujud pelayanan prima kepolisian kepada masyarakat,” kata Kasat Samapta.

Selain melaksanakan pengaturan arus lalin personel Samapta juga memberikan himbauan kepada pengendara kendaraan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, utamanya penggunaan masker saat beraktifitas di luar rumah.

“Kami berharap dengan hadirnya personel Polri di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman dan terhindar dari tindakan kriminalitas,” tutupnya. (hms)