Beranda blog Halaman 911

Komisi III Sidak Proyek Perbaikan di Jalan Soekarno Hatta

0
Komisi III Sidak Proyek Perbaikan di Jalan Soekarno Hatta
Komisi III DPRD Bontang melakukan Sidak di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari. (Dwi S).

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pada proyek perbaikan bahu jalan, di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari, Selasa (14/11/2023) kemarin.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Amir Tosina, Ketua Komisi III DPRD Bontang. Ia menyampaikan tujuan sidak, untuk mengetahui progress proyek di Jalan Soekarno Hatta pasca mengalami longsor tersebut.

“Kami ingin pantau secara langsung bagaimana kondisi jalan yang terkena longsor,” paparnya saat memimpin sidak.

Pihaknya berharap, proyek pengerjaan jalan yang terdampak longsor bisa cepat terselesaikan, agar tidak mengganggu para pengguna jalan, itu yang menjadi tujuan utama.

“Semoga bisa cepat terselesaikan, sesuai dengan yang sudah ditargetkan,” ucapnya.

Dalam sidak tersebut, Anggota Komisi III DPRD Bontang didampingi oleh Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK), Camat Bontang Lestari, Lurah Bontang Lestari, Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. (Bhabinkamtibmas).

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Pastikan Kafe di Bontang Sudah Memiliki NIB

0
DPMPTSP Pastikan Kafe di Bontang Sudah Memiliki NIB
Ilustrasi kafe. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Bontang memastikan usaha mikro kecil seperti kafe di Kota Bontang telah memiliki perizinan.

Kepala DPMPTSP Bontang, Asdar Ibrahim mengatakan, bahwa kafe-kafe yang ada di Bontang telah tercatat melakukan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk perizinan usaha.

“Semua kafe di Bontang sudah memiliki NIB,” ucapnya saat ditemui, Selasa (21/11/23).

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa para pemilik usaha tersebut sudah cukup mengerti terkait keuntungan kepemilikan NIB, sehingga tidak perlu diburui untuk mengurus NIB.

“Pembuatan NIB juga gampang dan cepat. Bisa ke MPP atau ke kantor. Bisa juga dilakukan secara online,” jelasnya.

Adapun jika pemilik usaha akan membuka cabang, mereka tak perlu kembali mengurus NIB  jika pemilik kafe tetap sama.

“Kami tidak mungkin mempersulit pengusaha jika berkas sesuai,” tutupnya. (sya/adv)

Pemasangan Resmi Reklame Caleg dan Parpol 4 Hari Lagi, Ini Syarat-Syarat Izinnya!

0
Pemasangan Resmi Reklame Caleg dan Parpol 4 Hari Lagi, Ini Syarat-Syarat Izinnya!
Ilustrasi reklame parpol dan caleg. (ist)

BONTANG – Pemasangan reklame dibuka untuk Partai Politik (Parpol) dan Calon Legislatif (caleg) terhitung 4 hari lagi. Tepatnya per tanggal 25 November 2023 mendatang, parpol dan caleg bebas memasang reklame hingga pemilu tiba.

Fidia, Customer Service Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang membeberkan apa saja persyaratan mengurus izin pemasangan reklame di DPMPTSP.

Adapun persyaratannya harus ada rekomendasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Untuk pemberkasan dilakukan di DPMPTSP, kemudian dilanjutkan ke Kesbangpol untuk dilakukan pengecekan apakah boleh terbit atau tidak.

Syarat penerbitan reklame membutuhkan KTP Caleg atau penanggung jawab, NPWP, lokasi pemasangan reklame dimana saja, foto reklame, dan surat kesediaan membayar pajak.

“Untuk biaya pemasangan itu ada, cuma pembayarannya di Bapenda, pembayaran bisa berbeda-beda tergantung banyak dan lama pemasangan,” katanya.

Sebelum 25 November, pemasangan dibatasi hanya 10 hari, jika masih ada yang terpasang lebih dari itu maka akan dicabut oleh Satpol PP.

“Kalau sudah tanggal 25 November, mereka bisa pasang lebih lama, sampai nanti hari pemilu juga bisa, tapi rata-rata mereka ambil jangka pemasangan sedikit-sedikit, tapi tetap akan diperpanjang,” tutupnya. (sya/al/adv)

Ini Syarat-Syarat Investor Sebelum Berinvestasi di Kota Taman!

0
Ini Syarat-Syarat Investor Sebelum Berinvestasi di Kota Taman!
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh investor sebelum berinvestasi di Bontang. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi itu dipaparkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Asdar Ibrahim.

Dijelaskannya, Bontang memiliki visi kota ramah investor. Setiap perusahaan yang akan berinvestasi di Bontang, terlebih dahulu harus mengurus perizinan, sesuai dengan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA).

“Kami akan bantu pengurusan izin, kalau mau berkonsultasi terlebih dahulu untuk berinvestasi kami akan bantu,” katanya.

Para pengusaha terlebih dahulu melakukan pengurusan Kesesuaian Kegiatan Penataan Ruang (KKPR), dokumen prinsip, Amdalalin hingga terbitnya Persetujuan Bangungan Gedung (PBG).

Hasil verifikasi dari pendaftaran perizinan berusaha akan dinotifikasi melalui Sistem OSS meliputi persetujuan, catatan kelengkapan persyaratan, atau penolakan atas penggunaan kawasan hutan atau pelepasan kawasan hutan.

KKPR sendiri memiliki dua fungsi yakni sebagai acuan pemanfaatan ruang dan acuan administrasi pertanahan. KKPR juga berfungsi sebagai pengganti izin lokasi dengan memberikan kepastian yang lebih tinggi bagi pelaku usaha.

“KKPR ini merupakan dasar untuk semua perizinan bagi pengusaha yang akan melakukan aktivitas pembangunan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha wajib memiliki NIB, yang nantinya penerbitan berada di OSS-RBA berdasarkan tingkat resikonya.

“Dari sekian banyak persyaratan, mereka harus memenuhi semuanya, jika ada lewat satu persyaratan dan bangunan sudah dibangun, tentu kami suruh mereka lengkapi dulu,” tutupnya. (sya//al/adv)

Tingkatkan Pelayanan, DPMPTSP Lakukan Perbaikan Hasil Evaluasi

0
Tingkatkan Pelayanan, DPMPTSP Lakukan Perbaikan Hasil Evaluasi
Kunjungan Ombudsman ke DPMPTSP Bontang beberapa waktu lalu. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang terus meningkatkan pelayanannya. Salahsatu caranya dengan memperbaiki apa saja yang sudah dievaluasi.

Seperti saat menerima kunjungan dari Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu, untuk evaluasi dan penilaian di DPMPTSP.

Jabatan Fungsional (Jabfung) Sub Koordinator Pelayanan Perizinan Ekonomi DPMPTSP Bontang, Natalia Santi Kanan mengatakan, selama penilaian semua berjalan dengan baik, mulai dari wawancara hingga ke website. Namun hanya ada satu masalah terkait satu layanan di website DPMPTSP terkait form yang tidak bisa digunakan.

“Tahun lalu memang DPMPTSP ini zona kuning, tapi kemungkinan tahun ini lebih baik,” tambahnya

“Seperti yang dijelaskan bahwa terdapat permasalahan dalam website DPMPTSP, kami nanti akan segera perbaiki,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, bahwa perbaikan website akan dikoordinasikan langsung ke bagian IT, dan tentu akan dilanjutkan ke dinas terkait agar masyarakat dapat segera mengakses dan menggunakannya. (sya/al/adv)

DPMPTSP Gencar Jaring Investor, Realisasikan Ramah Investasi

0
DPMPTSP Gencar Jaring Investor, Realisasikan Ramah Investasi
Kepala DPMPTSP Bontang, Asdar Ibrahim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Asdar Ibrahim mengatakan, bahwa pihaknya terus menggencarkan upaya menjaring investor. Hal ini guna mempercepat pembangunan di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Selain itu pihaknya juga berusaha merealisasikan keinginan Wali Kota Bontang, agar Bontang menjadi kota yang ramah investasi.

“OPD kami menjadi salah satu tempat untuk pembangunan kota Bontang, dimana kita ramah investasi sesuai dengan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang,” ujarnya.

Tentu kita terus lakukan keseragaman, koordinasi, promosi, untuk meningkatkan investasi yang ada di Kota Bontang baik yang sekarang maupun yang akan datang.

“Sampai saat ini kami masih terus menjaring investor-investor nasional maupun daerah, dan itu akan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” imbuhnya

Beberapa investasi di Kota Bontang tahun depan juga sudah masuk dalam DPMPTSP, yang berupa investasi dari perusahaan-perusahaan. Selain itu wilayah pemkot di Bontang Lestari juga masih terbuka untuk para calon investor di sektor industri. (adv/sya/al)

Gelar PIC 2023, Pupuk Kaltim Wadahi Inovasi dan Ide Kreatif Masyarakat Bontang

0

BONTANG – Tingkatan budaya inovasi di lingkungan masyarakat, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menggelar Pupuk Kaltim Innovation Challenge (PIC) 2023, sebagai ajang untuk mewadahi kreativitas masyarakat dalam mendukung perubahan secara efektif dan efisien. Puncak kegiatan sekaligus awarding berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Jumat (3/11/2023).

Ketua pelaksana PIC 2023 Irma Safni, menyampaikan kegiatan ini wujud dukungan dan komitmen Pupuk Kaltim terhadap penciptaan nilai, melalui pengembangan ide kreatif yang dituangkan secara inovatif. Tahun ini PIC terbagi dalam tiga kategori, yakni Sekolah dan Perguruan Tinggi, Mitra Binaan, serta Masyarakat Umum.

Total ada 91 gugus yang berpartisipasi, terdiri dari 32 tim kategori sekolah dan perguruan tinggi, 15 tim kategori mitra binaan, serta 44 tim kategori masyarakat umum. Seluruhnya telah melalui serangkaian penilaian dewan juri berkompeten pada periode Juli hingga Oktober 2023.

“Para pemenang menerima penghargaan klasifikasi Gold, Silver dan Bronze untuk tiap kategori. Hal ini guna mendorong semangat inovasi agar semakin berkembang di masyarakat Bontang,” ujar Irma.

Sejalan dengan tema ‘Mewujudkan Masyarakat Kreatif, Inovatif dan Mandiri Dalam Sosial Ekonomi dan Tata Kelola Masyarakat yang Beradab”, PIC 2023 pun diharap semakin mendorong terwujudnya masyarakat mandiri dan berkelanjutan di Kota Bontang, melalui kolaborasi pengembangan ide kreatif dan inovatif di berbagai bidang untuk menghasilkan perubahan yang sifatnya membangun.

“Dengan berpikir inovatif, akan dapat menyempurnakan atau memperbarui penemuan yang sudah ada untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dan hal itu diharap akan memberi manfaat yang lebih besar sejalan dengan inovasi yang dihasilkan,” tambah Irma.

SEVP Business Support Pupuk Kaltim Meizar Effendi, menyampaikan jika inovasi merupakan keharusan yang sudah sepatutnya dikembangkan masyarakat di berbagai bidang, guna menghadapi tantangan yang kian dinamis. Dimana inovasi merupakan salah satu faktor dalam mendorong kemajuan untuk meningkatkan daya saing secara maksimal.

Hal ini sejalan dengan semangat Pupuk Kaltim dalam mendorong peningkatan kinerja, dengan menghasilkan perubahan proses yang tak hanya diimplementasikan di lingkup Perusahaan, tapi juga menyasar secara eksternal sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.

Dimana inovasi telah menjadi budaya kerja di Pupuk Kaltim, yang didukung keaktifan seluruh insan perusahaan untuk menghasilkan berbagai ide kreatif yang sangat berdampak terhadap peningkatan kinerja dan efisiensi secara signifikan. Tiap tahun, beragam inovasi baru tercipta melalui berbagai tools yang mampu mendorong performa hingga menghasilkan benefit bagi perusahaan.

“Inovasi dan perbaikan berkelanjutan telah menjadi pedoman Pupuk Kaltim yang tidak hanya dilaksanakan dalam proses bisnis, tapi juga didorong di seluruh aspek kehidupan masyarakat,” ungkap Meizar.

Dikatakan Meizar, tanpa inovasi masyarakat maupun kelompok dan organisasi akan terbentur dengan perkembangan zaman, yang menuntut adanya perubahan untuk meningkatan nilai. Semangat inilah yang ingin disasar melalui PIC, agar budaya inovasi semakin tumbuh dan berkembang, sehingga makin mendorong perubahan yang sifatnya membangun di masyarakat.

“Artinya jika kita tidak berinovasi, maka siap-siap akan tertelan oleh zaman. Sudah banyak contoh bahkan di skala global, seperti merek yang sebelumnya kita kenal sudah tidak ada lagi karena kurang atau tidak adanya inovasi yang dikembangkan,” tambah Meizar.

Melalui PIC Pupuk Kaltim ingin agar budaya inovasi bisa menjadi bagian tak terpisahkan di masyarakat dalam mendukung pembangunan, sehingga kedepan Bontang makin berkembang sebagai kota inovasi dengan berbagai ide kreatif yang dihadirkan. Hal ini menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing daerah, didukung keaktifan masyarakat terhadap penciptaan nilai.

“Dengan inovasi kita bisa memegang peranan dalam mendukung pembangunan, dimana ide yang dituangkan bisa meluas sekaligus bermanfaat bagi masyarakat di berbagai bidang. Dan melalui PIC kita wadahi semangat tersebut, agar inovasi menjadi budaya di Kota Bontang,” tutur Meizar.

Mewakili Pemkot Bontang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Syahruddin, mengapresiasi pelaksanaan PIC 2023 yang digelar Pupuk Kaltim, untuk mewadahi kreativitas masyarakat guna memberi dampak yang lebih luas.

Dirinya menilai PIC menjadi salah satu bukti komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung penciptaan nilai di masyarakat, mengingat perkembangan zaman maupun teknologi yang bersifat dinamis, membutuhkan daya kreasi untuk dikembangkan secara strategis dalam menghadapi tantangan.

“Dan PIC menjadi sarana untuk mewujudkan hal tersebut, dimana masyarakat bisa menciptakan berbagai ide kreatif yang bisa dimanfaatkan bagi orang banyak maupun lingkungan sekitar, sebagai bentuk keaktifan mendorong daya saing dalam mendukung pembangunan,” ujar Syahruddin.

Menurut dia, inovasi juga menjadi perhatian Pemkot Bontang dalam memberikan pelayanan optimal, agar masyarakat sebagai pengguna layanan publik makin dimudahkan dan terfasilitasi dengan lebih baik. Mengingat pentingnya sebuah gagasan dalam menghadapi suatu kondisi, inovasi bisa dikatakan telah menjadi suatu kebutuhan yang harus terus didorong untuk dikembangkan, tidak hanya bagi dunia usaha dan pemerintah tapi juga seluruh unsur masyarakat.

“Oleh karena itu ajang PIC Pupuk Kaltim menjadi inisiatif yang harus kita dukung agar berkesinambungan, sebagai wadah stimulasi bagi masyarakat dalam menumbuhkan daya kreatif untuk melahirkan berbagai ide guna meningkatkan daya saing di Kota Bontang,” papar Syahruddin.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, pemenang kategori sekolah dan perguruan PIC 2023 berhasil diraih tim Ravata yang meraih predikat Gold, melalui gagasan kreatif pemanfaatan mangrove menjadi selai dan kue khas Bontang. Sementara predikat Gold untuk kategori Mitra Binaan diraih oleh Makrifah Herbal Loktuan dan Sekatup Sari Indonesia yang menggagas teh gaharu khas Kalimantan.

Selanjutnya predikat Gold untuk kategori masyarakat umum diraih tim Pobalin, dengan inisiasi pembuatan baterai portable. Kemudian predikat Silver berhasil diraih oleh 11 gugus dari seluruh kategori, dan predikat Bronze sebanyak 56 gugus dari seluruh kategori.

Selain penganuerahan pemenang, PIC 2023 turut dirangkai Innovation Talk bersama Dianisa Ester, Founder dan COO Ciro Waste (CIROES) sebagai aplikasi inovatif yang berhasil membuat perubahan di Kota Balikpapan, dengan menjembatani pengumpulan sampah dari masyarakat untuk diolah menjadi barang bernilai guna.

Diungkapkan Dianisa, inovasi dihasilkan dari pengembangan sebuah ide dengan melihat kondisi aktual di masyarakat, dan diimplementasikan melalui gagasan kreatif untuk menciptakan suatu peluang agar mampu memberi manfaat lebih luas. Hal inilah yang dilakukan Ciroes, dengan membantu sekaligus memfasilitasi bank sampah serta memperbanyak titik pengumpulan di tiap wilayah, sehingga masyarakat dipermudah untuk memilah dan menjual sampah hasil rumah tangga.

Menurut Dianisa ada tiga poin utama dalam berinovasi, yakni start from why yang berangkat dari melihat kondisi lapangan hingga melahirkan suatu inovasi. Lalu berkolaborasi aktif dengan berbagai pihak dalam implementasi ide kreatif yang dihasilkan, serta menjaga keberlanjutan inovasi melalui berbagai pengembangan.

“Langkah inilah yang diterapkan Ciroes dalam membantu menangani masalah sampah, dengan memfasilitasi bank sampah dan masyarakat sekaligus memberikan edukasi terkait pemilahan agar manfaat yang dihasilkan semakin luas,” papar Dianisa. (ADV)

Ada Perusahaan Tak Hadir di RDP, Muslimin Ancam Sidak Jika Tak Datang Lagi Berikutnya

0
Ada Perusahaan Tak Hadir di RDP, Muslimin Ancam Sidak Jika Tak Datang Lagi Berikutnya
Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin. (Dwi S).

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait tindak lanjut hasil permohonan aspirasi, di Ruang Rapat Lantai II Sekretariat DPRD Bontang, Senin (20/11/2023).

Dalam RDP kali ini masih ada perusahaan yang tak hadir, sehingga Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin menegaskan, akan mengadakan sidak apabila masih ada perusahaan tidak hadir di rapat selanjutnya.

RDP ini dihadiri Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Timur,  PT. Kaltim Pama Industri (KPI), PT. Kaltim Amonium Nitrat (KAN), dan PT. Kaltim Industrial Estate (KIE).

Kesempatan yang sama, rapat tersebut juga menghadirkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Camat Bontang Utara, dan juga Lurah Loktuan.

Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin menjelaskan, dalam pertemuan kali ini berkaitan dengan rekrutmen ketenagakerjaan di perusahaan, dimana diduga ada sebuah kawasan di Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dalam hal penerimaan karyawan yang tidak transparan bagi Ikatan Pemuda Loktuan Bersatu (IPLB).

“Sebenarnya rapat ini berkaitan dengan rekrutmen, dimana saudara atau rekan kami yang dari IPLB mempermasalahkan ketenagakerjaan yang tidak transparan,” ucapnya saat diwawancarai, Senin (20/11/2023) kemarin.

RDP kali ini pun masih terjeda, serta belum juga menemukan titik terang, lantaran masih ada dari beberapa perusahaan yang tidak datang untuk menghadiri rapat tersebut.

“Rapat kali ini akan berkelanjutan, karena perusahaan yang bersangkutan tidak hadir,” paparnya.

Muslimin juga menambahkan, rapat yang berkelanjutan ini akan disambung nanti Desember 2023 mendatang, karena ini sudah perubahan jadwal di DPRD, dan sesuai dengan pesan IPLB dimana rapat akan dilaksanakan kembali jika semua pihak perusahaan bersedia untuk hadir, terutama perusahaan PKT.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Komplotan Pencuri Pipa Gas di PT Pertamina Muara Badak Ditangkap

0
Komplotan Pencuri Pipa Gas di PT Pertamina Muara Badak Ditangkap
Barang bukti pipa gas saat diamankan kepolisian. (ist)

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Muara Badak berhasil menangkap komplotan pencuri pipa perusahaan. Komplotan yang berjumlah enam orang tersangka tersebut berhasil diamankan, Minggu (19/11/2023) kemarin, sekitar pukul 10.40 Wita.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kapolsek Muara Badak Iptu Gatot Siswanto menyatakan, keenam tersangka ketahuan saat mencuri pipa di PT. Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS), Muara Badak.

“Awal mulanya pencurian diketahui sekitar pukul 10.15 Wita, oleh salah satu karyawan di sini, mereka melihat keenam para tersangka tersebut menggunakan dua speedboat masuk dalam kawasan PT. PHSS,” ucapnya.

Pada saat dicek, ternyata mereka baru saja mengambil sebanyak 10 batang pipa gas stainless berukuran 20 inci, dengan panjang sekitar 3 meter. Para saksi pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara Badak.

“Mereka semuanya bukan karyawan. Mereka berteman semua berasal dari Samarinda,” paparnya.

Saat ini, keenam tersangka dibawa ke Mapolsek Muara Badak untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Enam tersangka di antaranya pertama AA (30), tersangka kedua Su, tersangka ketiga Bu, tersangka keempat Ha (33), tersangka kelima Sy (50), dan terakhir tersangka keenam Ka (24).

Barang bukti yang diamankan adalah sepuluh buah pipa gas stainless, satu unit kapal laut, dua buah tabung oksigen, dua buah tabung gas LPG 3 kilogram, satu buah bor listrik, satu buah gergaji, satu buah palu, dua buah parang, dan dua set alat potong besi cutting torch blander.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 Ayat 1 Tentang Pencurian

“Ancaman penjara 7 tahun lamanya,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Komisi III Desak Dishub Segera Operasikan Gedung Uji Kir

0
Komisi III Desak Dishub Segera Operasikan Gedung Uji Kir
Rapat Komisi III DPRD Bontang terkait gedung uji kir. (Dwi S).

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang mengadakan rapat bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang membahas terkait Gedung Uji Kir, di Ruang Rapat II Sekretariat DPRD Bontang, Senin (13/11/2023) kemarin.

Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina mengatakan, sangat mendesak Dishub untuk segera mengoperasikan gedung uji kir yang baru, berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari.

“Agar tidak dibebankan biaya, maka kita akan pelajari terlebih dahulu regulasinya seperti apa,” paparnya.

Desakan yang dilayangkan untuk Dishub semata-mata hanya untuk mengangkat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana, bangunan yang sudah selesai dibangun semestinya cepat untuk digunakan. Kalaupun untuk ruangan parkir dan ruang tunggu belum selesai pengerjaannya, maka bisa sambil proses pembangunan.

“Waktunya ini sudah sangat lama, amat disayangkan jika tidak cepat dimanfaatkan gedungnya,” ucapnya.

Kepala Dishub Kota Bontang, Akhmad Soeharto mengatakan, untuk pemindahan gedung uji kir akan segera diproses. Untuk saat ini, masih tahap proses pemindahan kalibrasi, sedangkan untuk akreditasi juga masih sedang proses.

“Soal akreditasi nanti akan dibantu oleh pihak ketiga, karena proses yang cukup lama. Sambil menunggu pengajuan berikutnya, dan nanti setelah pindah alamat akan kembali diajukan jika sudah terpasang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam