Beranda blog Halaman 910

Resmi Dilaunching, Wali Kota: Batik Khas Bontang Bebas Dipakai Siapapun!

0
Resmi Dilaunching, Wali Kota: Batik Khas Bontang Bebas Dipakai Siapapun!
Kegiatan Launching Batik Khas Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang pada Rabu (22/11/23) malam, resmi melaunching Batik Khas Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dispopar menyuguhkan tarian kreasi nusantara sebagai pembuka acara ini. Para pembawa acara juga turut menggunakan langsung pakaian bermotif Batik Khas Bontang yang akan dilaunching tersebut.

Kepala Dispopar, Ahmad Aznem dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan arahan Wali Kota Bontang, kota ini harus memiliki ciri khas dan muncul ke permukaan, sehingga acara tersebut mengusung tema Bontang Berbatik, Batik Bontang Menuju Kelas Dunia.

Sebanyak 16 pebatik lokal dilibatkan dalam pembuatan Batik Khas Bontang, namun tidak menggusur batik-batik terdahulu.

“Kita harus memperkaya batik-batik dahulu dengan yang baru sekarang,” ungkapnya.

Adapun fashion show dengan memamerkan berbagai macam jenis Batik Khas Bontang diperagakan langsung oleh duta pariwisata Bontang, seperti batik manggrove, batik mutiara, batik daun jajar, batik sekatup asri, batik etam, batik terumbu karang, batik beras basah dan masih banyak jenis batik lainnya.

Tidak kalah, Wali Kota, Wakil Wali Kota Bontang dan jajaran OPD serta Forkopimda turut mengikuti fashion show dengan memamerkan berbagai macam batik yang telah mereka kenakan.

Aznem juga menjelaskan, bahwa ada saran yang diberikan terhadap pelajar mulai TK hingga SMA untuk menggunakan Batik Khas Bontang.

Motif batik yang dilaunching khusus sebagai ciri khas Bontang sebelumnya telah melewati sayembara. Dari 15 batik, dipilih 5 batik paling baik, dan dari 5 batik tersebut dipilihlah satu yang akan menjadi Batik Khas Kota Bontang.

Resmi Dilaunching, Wali Kota: Batik Khas Bontang Bebas Dipakai Siapapun!
Kegiatan Launching Batik Khas Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, bahwa batik ini milik Bontang dan boleh dimodifikasi tanpa menghilangkan ciri khasnya. Karena dulu ia sering mendapat laporan, bahwa batik-batik sebelumnya masih merupakan kepemilikan seseorang sehingga tidak berani untuk dimodifikasi.

“Batik yang launching ini bebas semua boleh pakai dan modifikasi,” ungkapnya.

Ia juga berharap tahun depan diciptakan sarung khas Bontang dan satu produk lokal yang bisa digunakan oleh perempuan.

“Kalau udeng kita kan untuk laki-laki, kita harus bikin sesuatu yang untuk perempuan juga, tahun depan kita harus rencanakan,” tegasnya.

Basri merasa puas dengan batik yang launching tersebut, karena dari motif sudah terlihat sangat modern. Jika melihat batik yang sebelumnya, yang kainnya terlalu penuh dengan motif yang begitu-gitu saja. Hal seperti ini harus dilakukan agar batik bisa juga berkembang di zaman yang modern

“Batik dulu bagus, tapi monoton, bisa kita jadikan lebih modern agar tidak ketinggalan,” tambahnya

Ia juga menjelaskan bahwa Kota Bontang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) sebagai kota wisata, dan Gubernur Kalimantan Timur sudah memilih Bontang serta akan membantu Bontang menjadi kota wisata.

“Karena kitalah yang paling dekat dengan IKN. Dengan adanya potensi laut kita. Kita harus bangga akan itu.” ujarnya. (sya/adv)

Batik Khas Bontang Resmi Diluncurkan Pemkot Bontang

0
Batik Khas Bontang Resmi Diluncurkan Pemkot Bontang
Kadispopar Bontang saat memberikan sambutan di launching Batik Khas Bontang. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Batik Khas Bontang merupakan suatu produk batik yang merupakan kearifan lokal unggulan. Telah diresmikan oleh Pemkot Bontang, untuk menjadi desain batik andalan Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem melalui Staf Jabatan Fungsional Adiyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif, M Deddy Arianto menjelaskan, sebelum Batik Khas Bontang ini diresmikan, pihaknya telah melalui proses yang cukup panjang, yaitu dengan mengadakan sayembara desain batik sejak tahun 2022 lalu.

“Sayembara ini berdasarkan Keputusan Wali Kota tentang Desain Batik Khas Kota Bontang Nomor: 188.45/477/DISPOPAR/2022,” sebutnya.

Sayembara desain batik ini dimulai sejak Mei 2022 lalu. Kemudian melalui tahapan seleksi dan penilaian oleh tim juri berkompeten, sehingga dikerucutkan menjadi 5 desain batik terbaik. Lalu dari 5 desain terbaik ini dikolaborasikan oleh tim desain menjadi satu produk yang berdasarkan kearifan lokal, yaitu Batik Khas Bontang.

“Motif terbaik hasil seleksi itu di antaranya motif jala/jaring, burung kuntul perak, mangrove, Sungai Bontang, rakat/bersatu, dan ikan,” imbuh Deddy.

Batik Khas Bontang Resmi Diluncurkan Pemkot Bontang
Para pejabat Pemkot Bontang ikut memperagakan Batik Khas Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com)

Ia juga menambahkan, kalau Batik Khas Bontang ini sudah dipatenkan melalui mekanisme hak cipta di Kemenkumham. Sehingga tidak dapat diklaim atau disalahgunakan.

“Batik Khas Bontang sudah mendapatkan sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan bernomor 000447158 di Kemenkumham RI,” ujarnya.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang bakal melaunching batik khas Bontang Rabu (22/11/2023) malam ini di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang.

Pasca launching nantinya, pihaknya berharap Batik Khas Bontang dapat diaplikasikan ke berbagai macam produk cinderamata. Baik souvenir, desain interior, arsitektur, moda transportasi, atau apapun.

“Silahkan saja terbuka boleh dipakai siapa saja. Diharapkan juga jadi pemberdayaan ekonomi khas Bontang,” pungkasnya.

Filosofi Batik Khas Kota Bontang:

  1. Motif Burung Kuntul Perak adalah burung yang menjadi maskot Kota Bontang. Burung Kuntul Perak merupakan burung pendatang dari suatu daerah yang suka berkelompok dan energik, sesuai dengan ciri khas masyarakat Kota Bontang yang didominasi oleh pendatang, hidup berkelompok, dan pekerja yang energik.
  2. Motif Liukan Sungai Bontang diambil dari sisi positifnya yaitu natural sungai dengan akar mangrove sebagai penahan abrasi, yang bermakna penopang kekuatan Kota Bontang.
  3. Motif Jala/Jaring, yang bermakna sebagai simbol sumber daya manusia yang saling bersatu dan bersimpul menguatkan satu sama lain untuk menangkap dan menyerap makna kehidupan yang saling berkesinambungan antar ras, suku, budaya, dan agama yang berada di Kota Bontang.
  4. Motif 2 (dua) ikan berbentuk lambang tak terhingga, yang bermakna keselarasan Kota Bontang dengan hasil budaya bahari sebagai potensi daerah. (al/adv)

Sebagian Pedagang di Pasar Tamrin Kembali Keluhkan Sepi Penjualan

0
Sebagian Pedagang di Pasar Tamrin Kembali Keluhkan Sepi Penjualan
Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi I DPRD Bontang. (Dwi)

BONTANG – Sebagian pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) mengeluhkan sepinya penjualan mereka. Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang pun berharap, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (DKUKMP) dapat memberikan solusi.

BW sapaannya menjelaskan, sepinya pembeli di Pasar Tamrin sudah sangat lama dirasakan sebagian pedagang sejak terhitung 2021 lalu. Banyak pedagang memilih untuk menutup lapak dan pindah ke tempat yang lebih mudah dijangkau, seperti di pinggir jalan.

“Dulunya itu waktu masih pagi sangat ramai yang berdatangan, akan tetapi makin lama makin tambah sepi,” paparnya saat diwawancarai, Selasa (21/11/2023).

Pihaknya meminta agar DKUKMP Bontang beserta Unit Pelaksana Teknis (UPT) pasar agar lebih serius dalam menanggapi persoalan ini. Ia juga merasa pemerintah kurang serius menyelesaikan masalah terkait ini.

Menurutnya, program yang pernah digagas pemerintah agar ASN berbelanja di Pasar Tamrin dianggapnya hanya bersifat seremonial saja, tetapi tidak konsisten.

“Maunya DKUKMP bisa mencari solusinya, karena ini menunjukkan pemerintah tidak berkomitmen dalam membangun ekonomi pedagang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Diskop-UKMP Bontang, Kamilan menyatakan, terkait sepinya pembeli di Pasar Tamrin lantaran penataan gedung berlantai tiga, sehingga sangat sulit dijangkau pembeli

“Pedagang yang berada di bahu jalan pun juga sudah kami tertibkan, akan tetapi sangat sulit mengubah yang sudah menjadi kebiasaan pedagang. Solusi jangka pendeknya adalah dengan membangunkan dua lift pasar, bahkan adanya eskalator pun kurang maksimal,” ucapnya.

Kamilan juga menambahkan, jika masalah ini masih tetap seperti ini terus-menerus, ia berjanji akan mencarikan inovasi lain agar Pasar Tamrin kembali ramai pembeli.

“Saya berjanji, selama saya masih menjabat di OPD ini, saya akan terus mengabdikan diri dengan segala cara, agar dapat memajukan pasar di Bontang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Anggota Dewan Apresiasi Program Operasi Timbang untuk Pendataan Stunting

0
Anggota Dewan Apresiasi Program Operasi Timbang untuk Pendataan Stunting
Muslimin, Ketua Komisi I DPRD Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin mengapresiasi setinggi-tingginya program operasi timbang yang dilaksanakan Pemkot Bontang pada 9-13 November lalu.

“Tentunya, kami sangat bangga dan mendukung penuh. Karena ini menjadi salah satu cara untuk menekan angka stunting di Kota Bontang,” ucapnya saat diwawancara, Senin (20/11/2023) kemarin.

Di kegiatan tersebut melibatkan seluruh komponen dari kelurahan hingga Rukun Tetangga (RT), dengan memberdayakan kader-kader yang sudah mendapatkan pembekalan, terkhusus pada kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

“Sistem laporannya sudah canggih dan berbasis digital, hal ini juga sangat efektif untuk menghimpun data,” paparnya.

Program serentak itu dilaksanakan di 121 Posyandu yang sudah tersebar di seluruh kelurahan di Bontang. Pelaksanaannya pun terdiri dari satu hari penimbangan berat badan, dan hari-hari selanjutnya dilanjutkan dengan pencarian sasaran yang tidak sempat hadir di hari kegiatan.

“Sasarannya kepada seluruh bayi dan balita yang dikategorikan mengalami gangguan tumbuh kembang lantaran kekurangan gizi, atau yang lebih dikenal dengan stunting,” bebernya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Jamila Suyuti mengatakan, dalam kegiatan operasi tumbang bertujuan untuk mengkampanyekan kepada para orang tua yang memiliki bayi dan balita, supaya datang ke Posyandu.

“Saat pelaksanaan di lapangan, akan ditangani oleh kader Posyandu. Dinkes Bontang juga melibatkan para mahasiswa kesehatan yang saat ini menjalani masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bontang,” tegasnya.

Sebelum kegiatan dimulai, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut serta untuk berkoordinasi terkait dengan penanganan stunting di Bontang. OPD yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM).

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

Legislatif Minta Kasus Kekerasan Anak Ditanggapi Serius

0
Legislatif Minta Kasus Kekerasan Anak Ditanggapi Serius
Abdul Haris, Anggota Komisi I DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Kasus kekerasan yang terjadi pada anak harus menjadi perhatian khusus, lantaran sangat mengkhawatirkan dan memberi dampak buruk pada anak. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPRD Bontang, Abdul Haris.

Anak adalah buah hati yang tak ternilai harganya bagi sebuah keluarga, maka dari itu menjaganya untuk tumbuh baik dan berkembang sebagaimana yang diharapkan.

“Dengan adanya kasus kekerasan pada anak, ini harus ditangani dengan seksama, sebelum ada kejadian yang lebih dari ini,” paparnya saat diwawancarai, Selasa (14/11/2023).

Terkait hal tersebut, juga menjadi salah satu peringatan bagi seluruh masyarakat agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak, karena sangat beresiko untuk ke depannya, terutama di lingkungan keluarga maupun lingkungan pendidikan.

“Tidak ada kekerasan di lingkungan manapun, sekolah sebagai tempat anak-anak menghabiskan waktunya hampir seharian penuh, jadi harus dipastikan keamanan dan kenyamanan,” ucapnya.

Abdul Haris juga menambahkan, adanya kebijakan dari pemerintah ini bertujuan agar memberikan perlindungan kepada para anak di lingkungan pendidikan dari berbagai bentuk kekerasan.

Jadi memilih pendidikan yang baik, pergaulan yang baik, juga lingkungan yang mendukung karena sudah sepantasnya orang tua wajib mengarahkan anak-anaknya.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Ajak Warga Laporkan Bisnis Belum Berizin

0
DPMPTSP Ajak Warga Laporkan Bisnis Belum Berizin
Kepala DPMPTSP, Asdar Ibrahim. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, meminta kerjasama masyarakat untuk melaporkan ke DPMPTSP, jika ada pelaku usaha yang tidak kantongi perizinan.

Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Asdar Ibrahim mengatakan, kafe yang ada di Kota Bontang sudah tercatat melakukan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk perizinan usaha.

“Semua kafe sudah membuat NIB, karena banyak kafe baru di sini, kalau ada kafe yang tidak memiliki izin bisa dilaporkan,” ungkapnya, Rabu (22/11/23).

Lebih lanjut, saat sudah ada laporan dari warga maka akan ditindaklanjuti oleh DPMPTSP.

“Tidak bosan-bosan kami ingatkan adalah pembuatan NIB sudah sangat dipermudah, jadi tidak ada alasan tidak membuat perizinan,” tambahnya.

NIB merupakan identitas izin usaha yang diterbitkan oleh lembaga OSS. OSS berada di bawah Badan Koordinasi atau Operasional sesuai dengan bidang usahanya. (sya/adv)

DPMPTSP Sediakan Loket Pendampingan LKPM Bagi Pelaku Usaha

0
DPMPTSP Sediakan Loket Pendampingan LKPM Bagi Pelaku Usaha
Ilustrasi LKPM. (ist)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyediakan loket pendampingan pengisian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi pelaku usaha di Kota Bontang.

Para Pelaku usaha wajib menyampaikan LKPM, dikarenakan hal tersebut mengacu pada data atau perubahan perizinan berusaha, termasuk data yang tercantum dalam sistem OSS sesuai dengan periode berjalan.

Pejabat Fungsional Ahli Madya Analisis Kebijakan DPMPTSP Kota Bontang, Karel mengatakan, pihaknya menyiapkan petugas khusus untuk membantu pelaku usaha yang kesulitan dalam mengisi LKPM.

“Ada beberapa perubahan dalam mengisi LKPM dari pusat, kita sediakan petugas khusus untuk membantu,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, LKPM merupakan sebuah laporan yang wajib disampaikan secara berkala oleh penanaman modal untuk menginformasikan mengenai perkembangan realisasi penanaman modal dan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha.

Hasil dari pengisian LKPM atau pelaporan tersebut nantinya akan menjadi perhitungan realisasi investasi dalam setahun, dan hal tersebut merupakan salah satu indikator sebuah usaha aktif atau tidaknya. (sya/adv)

Mengenal Klinik Penyakit Dalam RSUD Bontang

0
Mengenal Klinik Penyakit Dalam RSUD Bontang
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Taman Husada Bontang, dr Dendy Hendriansyah, Sp.PD. (ist)

BONTANG – Klinik penyakit dalam atau internal medicines di RSUD Taman Husada Kota Bontang memberikan pelayanan kepada pasien-pasien yang memiliki riwayat penyakit organ dalam tubuh, lansia, dan pasien dewasa dengan batasan usia di atas 18 tahun ke atas.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Taman Husada Bontang, dr Dendy Hendriansyah, Sp.PD menjelaskan, penanganan yang dilakukan mencakup semua organ tubuh bagian dalam dengan pemeriksaan pasien dilakukan anamnesis/wawancara dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

“Kasus yang paling banyak adalah penyakit metabolik seperti diabetes, gangguan kolesterol, kegemukan, hipertensi, gagal ginjal, tiroid/gondok, gangguan pencernaan, kelainan darah, rematik atau radang sendi dan penyakit autoimun,” jelasnya.

Selanjutnya, pemeriksaan dilakukan dimulai dari fisik baik sesuai keluhan pasien dan secara menyeluruh atau holistik. Di mana pemeriksaan menggunakan alat-alat medis terbaru.

“Pemeriksaan sederhana seperti tensimeter, stetoskop, EKG, dan pemeriksaan penunjang lain di laboratorium dan radiologi,” ungkapnya.

Selain itu, Ia mengatakan hambatan saat melakukan pengobatan yakni pasien merasa jenuh atau bosan saat proses pengobatan berjalan, sehingga dapat mengakibatkan munculnya komplikasi dari penyakitnya.

“Sering kali pasien tidak rutin berobat atau datang dalam kondisi sudah banyak memiliki komplikasi, sehingga penanganan pasien menjadi lebih sulit. Karena kasus di penyakit dalam sebagian besar adalah penyakit kronis dan memerlukan pengobatan jangka panjang,” sebutnya.

Saat ini RSUD Taman Husada Bontang memiliki 4 dokter spesialis penyakit dalam dan 2 perawat di klinik.

“Namun satu dokter sedang melanjutkan pendidikan sub spesialis,” terangnya.

Dr Dendy menambahkan, setiap harinya poli klinik penyakit dalam bisa menangani atau melayani hingga 50 pasien dengan mayoritas pasien dari BPJS Kesehatan.

“Harapannya lebih banyak obat baru dan pemeriksaan penunjang yang ditanggung oleh BPJS, dan bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk pasien. Permasalahan paling banyak yakni keterbatasan obat yang ditanggung oleh BPJS, sehingga pada sebagian kasus membuat penanganan pasien kronik menjadi kurang optimal,” pungkasnya. (adv)

Toetoek: Aplikasi Program Wolbachia di Bontang Bukan Lagi Tahap Uji Coba!

0
Toetoek: Aplikasi Program Wolbachia di Bontang Bukan Lagi Tahap Uji Coba!
Konfrensi Pers Dinkes Bontang menjawab penolakan program Wolbachia. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menggelar konfrensi pers, Selasa (21/11/2023) di Aula SMAN 1 Bontang. Konfrensi pers tersebut untuk menjawab penolakan-penolakan program wolbachia yang sedang santer akhir-akhir ini.

Dalam Konfrensi Pers tersebut, Kadinkes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, efektivitas penurunan kasus DBD melalui nyamuk wolbachia telah diteliti pada tahun 2011 di Yogyakarta. Hasil penelitian itu menunjukkan persentase kasus DBD mengalami penurunan.

“Persentase penurunannya saat itu di Yogyakarta mencapai 77 persen,” jelasnya.

Hasil penelitian Wolbachia terbukti aman untuk tubuh manusia, dan World Health Organization (WHO) telah mengakui dan menganjurkan penggunaannya pada tahun 2021. Wolbachia juga telah diimplementasikan di 13 negara berbeda.

Terkait isu bahwa pengaplikasian Wolbachia berdampak kepada manusia. Karena dalam 30 tahun mendatang, pengaplikasian yang tidak diinginkan terhadap keselamatan manusia dan lingkungan sangat rendah dibantah oleh Dinkes Bontang.

Hal tersebut dapat terjadi karena tidak ada rekayasa genetik dalam teknologi wolbachia. Bakteria Wolbachia akan sama persis seperti yang ada diinangnya. Penyebaran nyamuk yang dilakukan saat ini sudah implementasi, bukan lagi uji coba.

“Uji coba sudah dilakukan. Lima kota seperti Jakarta Barat, Bandung, Kupang, Semarang, dan Bontang, sudah bukan lagi coba-coba,” katanya

Diketahui sebelumnya, penyebaran nyamuk wolbachia sempat menimbulkan kontroversi di Bali. Beredar pula informasi mengenai dampak buruk untuk kesehatan manusia, meski tidak diberi tahu secara spesifik dampak yang dimaksud.

Selain itu, penundaan penyebaran nyamuk wolbachia karena ada pihak-pihak yang belum mendapatkan informasi secara jelas terkait manfaat inovasi wolbachia.

Toetoek menjelaskan, hampir ada penolakan tapi dengan sigap pihak dinas kesehatan memberitahukan kepada pihak terkait, sehingga warga Bontang tidak sempat menolak karena informasi yang telah diberikan.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Ditinggal Kontraktor, Proyek Turap di Jalan Soekarno Hatta Masih Jauh dari Target

0
Ditinggal Kontraktor, Proyek Turap di Jalan Soekarno Hatta Masih Jauh dari Target
Komisi III DPRD Bontang saat sidak proyek pembangunan turap longsor di Jalan Soekarno Hatta. (Dwi S).

BONTANG – Progres pembangunan turap longsor di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bontang Lestari masih jauh dari target yang dicanangkan. Kondisi tersebut hasil sidak Komisi III DPRD Bontang, Selasa (14/11/2023) kemarin.

Abdul Malik, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang mengatakan, bahwa pihaknya mempertanyakan apa yang menjadi kendala dan penyebab terjadinya keterlambatan pengerjaan proyek turap longsor tersebut.

“Prosesnya terlihat masih sangat jauh dari target. Kami ingin pekerjaan tersebut bisa sesuai dengan target,” ungkapnya.

Bahkan, bisa dikatakan, beberapa minggu terakhir ini para pekerja tampak sepi. Ini yang menjadi salah satu pertanyaan, mengenai hambatan apa yang terjadi.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang, Anwar Nurdin menjelaskan, bahwa beberapa bulan terakhir ini menang tidak ada pekerja di proyek jalan longsor tersebut.

“Yang menjadi penghambatnya adalah para pemborong warga lokal, dan kendala paling utamanya yakni masalah pembayaran,” paparnya.

Sebelumnya, pemenang tender ranking satu bukan kontraktor yang saat ini mengerjakan proyek turap longsor, akan tetapi mereka ini berada di ranking dua.

Anwar juga menambahkan, pemenang tender rangking satu tak dapat bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaannya. Sehingga pihak pemborong di ranking dua yang mendapat pekerjaan ini.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam