Beranda blog Halaman 910

Rute Laut Bontang-Mamuju Sulit Terwujud

0
Rute Laut Bontang-Mamuju Sulit Terwujud
Atos pertanyakan rute laut Bontang-Mamuju yang belum terealisasi. (ist)

BONTANG – Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina kembali mempertanyakan terkait rute laut Bontang ke Mamuju kepada Wali Kota Bontang, saat interupsi di dalam rapat paripurna penyampaian keputusan DPRD atas LKPJ Wali Kota Bontang tahun anggaran 2022 di Pendopo Rujab, Senin (8/5/2023) malam.

Dikatakan Atos sapaannya, bahwa rute pelayaran Bontang – Mamuju sangat dibutuhkan warga Bontang. Lantaran banyak warga Bontang yang berasal dari Mamuju. Apalagi di saat momen-momen tertentu seperti momen mudik lebaran.

“Banyak warga Bontang yang membutuhkan angkutan mudik menuju Mamuju. Semoga hal ini bisa jadi perhatian Wali Kota Bontang,” ujarnya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, bahwa rute itu sebenarnya sudah ada. Warga Bontang yang ingin ke Mamuju bisa menggunakan KM Entebe Express.

Namun begitu, pemilik kapal ini enggan membuka kembali rute pelayaran tersebut, lantaran penumpangnya hanya sedikit. Sehingga pemilik kapal merasa rugi.

Kapal itu sudah pernah masuk ke Bontang sekira 3-4 bulan lalu.

“Penumpangnya hanya berkisar 7, 8, atau 10 orang saja. Biayanya tak menutup biaya operasional,” bebernya menjawab pertanyaan tersebut.

Dikatakannya, saat ini pihaknya sedang berpikir agar menambah rute pelayaran sebagai alternatif masalah ini. Agar pemilik kapal bisa tetap untung, dan warga juga bisa dapat rute yang diharapkan.

“Lagi kita pikirkan rute Bontang-Balikpapan-Barru-Mamuju- Palu-Bontang,” imbuhnya. (adv/al)

Lebih Bermanfaat, BW Usul Pemkot Bangun Rumah Singgah di Samarinda

0
Lebih Bermanfaat, BW Usul Pemkot Bangun Rumah Singgah di Samarinda
BW saat interupsi di Rapat Paripurna ke-3 Masa Sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (Yusva Alam)

BONTANG –  Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang menyarankan kepada Pemkot Bontang agar membangun rumah singgah di Samarinda, daripada mempertahankan mes pemkot di Jakarta. Lantaran rumah singgah memiliki manfaat lebih besar.

Hal itu diungkapkan BW sapaan akrabnya saat interupsi di Rapat Paripurna ke-3 Masa Sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) beberapa waktu lalu.

BW mengatakan, bahwa anggaran biaya mes di Jakarta cukup besar. Ditambah lagi mes tersebut menyewa dan jarang ditempati. Menurutnya lebih baik pemkot mengeluarkan dana untuk membeli rumah di Samarinda yang bisa dijadikan tempat singgah bagi warga Bontang.

Dirinya kerap mendapat informasi, bahwa banyak pendamping atau keluarga pasien Bontang di Samarinda yang sering terlantar atau tidak mendapatkan tempat tinggal. Karena saat harus mendampingi keluarga yang sakit membutuhkan waktu lama.

“Mes pemkot di Jakarta tidak ada manfaat bagi saya. Mending pemkot beli rumah di Samarinda, sehingga 20-30 tahun mendatang siapapun pemimpinnya bisa jadi aset bermanfaat. Agar ada pelayanan yang nyata bagi masyarakat Bontang,” ungkapnya.

Usulan itu mendapat tanggapan yang berbeda dari wali kota. Menurut Basri Rase, mes di Jakarta masih diperlukan. Diakuinya biaya sewa memang cukup besar mencapai Rp 200 juta setahun. Dirinya pun ingin beli daripada sewa.

“Kalau memang DPRD setuju beli maka saya akan beli rumah untuk mes,” katanya.

Sementara mengenai rumah singgah, menurutnya masih banyak tempat tinggal yang bisa dijadikan rumah singgah seperti asrama Kapasisbon, HMB cabang, atau HMB reformasi. Sehingga dirasa belum terlalu urgen baginya membangun rumah singgah di Samarinda.

Mengatasi hal itu, dirinya lebih memilih meminimalisir rujukan ke pasien ke Samarinda dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana di RSUD Taman Husada. Agar pasien bisa semakin banyak yang ditangani di RSUD Taman Husada. (adv/al)

Dewan Minta Pejabat Baru Bantu Percepat Realisasi Program Wali Kota

0
Dewan Minta Pejabat Baru Bantu Percepat Realisasi Program Wali Kota
BW ingin pejabat baru mempercepat realisasi program wali kota. (ist)

BONTANG – Dengan dilantiknya pejabat-pejabat baru di lingkup Pemkot Bontang, diharapkan dapat segera merealisasikan program-program Wali Kota Bontang.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang saat interupsi Rapat Penyampaian Tanggapan dan Jawaban Wali Kota Bontang terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi, Selasa (9/5/2023).

Politisi Parta Nasdem itu mengungkapkan, masih banyak terdapat catatan-catatan di Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pada program-program wali kota. Masih banyak perlu pembenahan.

Karenanya menurut BW sapaan akrabnya, dengan momentum mutasi pegawai Pemkot Bontang beberapa waktu lalu ini, diharapkannya dalam waktu kurang lebih 3,5 tahun mendatang, pejabat-pejabat baru itu dapat membantu wali kota dalam merealisasikan pprogram-program yang belum terwujud.

“Pejabat baru harusnya spirit baru. Pemkot harus semakin berlari kencang,” ujarnya.

Sebagai informasi, ada 86 pegawai yang resmi dilantik Wali Kota Bontang Basri Rase sebagai bagian penyegaran di lingkup Pemkot Bontang, juga beberapa mengisi kekosongan jabatan yang belum memiliki pimpinan definitif.

“Semoga semuanya dapat berjalan dengan baik,” tandasnya. (adv/al)

Investasi Kepemilikan Umum, Untuk Siapa?

0
Investasi Kepemilikan Umum, Untuk Siapa?
Dian Eliasari, S.KM.

Dian Eliasari, S.KM.

Member Akademi Menulis Kreatif

Indonesia baru saja berhasil melewati masa pandemi covid-19. Namun dampak dari virus tersebut masih menyisakan PR untuk diselesaikan. Kita lihat saat ini masih saja muncul varian-varian yang merupakan mutasi dari virus covid-19. Meskipun tak separah virus awalnya.

Tak hanya itu, kerugian ekonomi akibat pandemi hingga saat ini juga masih terus berusaha ditanggulangi. Berbagai daerah di Indonesia gencar melakukan promosi tentang potensi daerahnya masing-masing agar dapat menarik minat para investor untuk melakukan investasi. Tak hanya itu, berbagai kemudahanpun ditawarkan agar proses investasi semakin mulus.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase menegaskan bahwa di era kepemimpinannya investor akan dipermudah. Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam penutupan pelatihan sertifikasi teknisi scaffolding PT Badak NGL untuk internal dan warga bufferzone, Rabu (19/4/2023) sore di Gedung Town Centre.

Dikatakan Basri, dirinya tak ingin lagi ada investor yang ‘lari’ dari Bontang. Disebutkannya, beberapa investor yang pergi dari Bontang adalah proyek pembangunan Kilang BBM Pertamina, Pabrik NPK Cluster, dan lain sebagainya.

Banyak penyebab para investor batal menanamkan modalnya di Kota Taman, sebutan Bontang. Salahsatunya karena panjangnya prosedur untuk keperluan pengurusan administrasi dan kebutuhan-kebutuhan penunjang lainnya. Dirinya sudah meminta kepada dinas-dinas terkait investor, seperti DPMPTSP dan Disnaker agar menyederhanakan birokrasi pengurusan investasi.

“Di jaman saya investor akan dipermudah. Tidak ada lagi putar-putar. Awas kalau berani putar-putar investor, nanti saya akan putar-putar juga dia,” ujarnya sebagai mana dikutip dari radarbontang.com (25/04/2023).

Penjajahan Melalui Investasi

Secara teori ekonomi kapitalisme, investasi merupakan hal positif karena ada dana yang masuk ke dalam negara. Dengan dana ini, industri akan bergerak, pembangunan terjadi, dan ujung-ujungnya rakyat merasakan kesejahteraan sehingga terbebas dari kemiskinan.

Sayangnya, realitasnya tidak demikian. Investasi tidak berkorelasi terhadap pengentasan kemiskinan. Tingginya angka investasi di Indonesia ternyata tidak menurunkan angka kemiskinan, juga tidak mengurangi jumlah pengangguran.

Hal ini karena kegiatan investasi memberi peluang kepada investor (swasta ataupun asing) untuk menguasai SDA Indonesia baik sebagian maupun keseluruhan. Selanjutnya mereka juga punya wewenang untuk menentukan distribusi dari hasil alam yang telah dikelola. Yang jelas, harus memberi keuntungan buat investor.

Dengan adanya investasi asing, pelayanan publik seperti bandara, jalan tol, listrik, gas, dan lainnya dikuasai investor asing sehingga harganya semakin mahal. Para kapitalis oligarki akan menyetir penguasa boneka sehingga berbagai kebijakan negara akan menguntungkan mereka. Akibatnya, layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi pun mereka kuasai. Sektor publik tersebut pun dikapitalisasi agar keuntungan mereka makin melimpah ruah.

Dengan mengguritanya kekuasaan para kapitalis ini, rakyat makin tergencet dalam jurang kemiskinan. Sudahlah mencari pekerjaan susah, ancaman PHK di depan mata, harga-harga pun membumbung tinggi. Walhasil, dengan investasi asing, penjajahan ekonomi makin kukuh dan kedaulatan ekonomi negara akan terus melemah. Akibatnya pelayanan terhadap rakyat berasas komoditi dan keuntungan, bukan tanggung jawab sebagai penguasa.

Oleh karenanya, penjajahan ekonomi melalui investasi asing yang berujung lemahnya kedaulatan negara, harus dihentikan. Allah Swt. berfirman dalam QS An-Nisa: 141, “Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman.”

Investasi Dalam Pandangan Islam

Menurut aturan Islam, kekayaan alam adalah bagian dari kepemilikan umum yang wajib dikelola oleh negara. Hasilnya diserahkan untuk kesejahteraan rakyat secara umum. Rakyat juga diberi kemudahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka secara mudah dan murah. Sebaliknya, haram hukumnya menyerahkan pengelolaan kepemilikan umum kepada individu, swasta, apalagi asing. Diantara pedoman dalam pengelolaan kepentingan umum antara lain merujuk pada sabda Rasulullah SAW: “Kaum Muslim berserikat (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, rumput, dan api.” (HR. Ibnu Majah).

Rasulullah juga bersabda: “Tiga hal yang tidak boleh dimonopoli : Air, Rumput, dan Api. (HR. Ibnu Majah).

Terkait kepemilikan umum, Imam At-Tirmidzi juga meriwayatkan hadist dari penuturan Abyadh bin Hammal. Dalam hadist tersebut diceritakan bahwa Abyadh pernah meminta kepada Rosul untuk dapat mengelola sebuah tambang garam.

Rosul lalu meluluskan permintaan itu. Namun beliau segera diingatkan oleh seorang sahabat, “Wahai Rosulullah, tahukah Anda, apa yang telah Anda berikan kepada dia? Sungguh Anda telah memberikan sesuatu yang bagaikan air mengalir (ma’u al-‘iddu).” Rosul kemudian bersabda, “Ambil kembali tambang tersebut dari dia.” (HR. At-Tirmidzi)

Semula Rosul memberikan tambang garam kepada Abyadh. Ini menunjukkan kebolehan memberikan tambang garam (atau tambang yang lain) kepada seseorang. Namun, ketika kemudian Rosul mengetahui bahwa tambang tersebut merupakan tambang yang cukup besar, maka beliau mencabut kembali pemberian itu.

Alhasil menurut aturan Islam, tambang yang jumlahnya sangat besar baik garam maupun batu bara, emas, perak, besi, tembaga, timah, minyak bumi, gas dan sebagainya, semuanya adalah tambang yang terkategori milik umum seperti yang digambarkan dalam hadist tersebut. Karena itulah Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al Mughni, mengatakan: “Barang-barang tambang yang oleh manusia didambakan dan dimanfaatkan tanpa biaya seperti garam, air belerang, gas, mumia (semacam obat), minyak bumi, intan, dan lain-lain, tidak boleh dipertahankan (hak kepemilikan individualnya) selain oleh seluruh kaum muslim sebab hal itu akan merugikan mereka.”

Dalam Khilafah, investasi diperbolehkan dengan syarat yang sangat ketat. Investasi asing tidak boleh masuk dalam pengelolaan SDA milik umum, kebutuhan pokok rakyat, atau kebutuhan hidup orang banyak. Investasi yang ribawi dan melanggar syariat juga tidak akan diperbolehkan. Investasi asing tidak boleh menjadi jalan penjajahan ekonomi yang mengancam kedaulatan negara.

Islam membagi dunia atas dua kategori, yaitu darul Islam dan darul kufur. Darul Islam adalah wilayah/negeri yang menerapkan sistem pemerintahan dan sistem keamanan Islam. Darul kufur adalah wilayah/negeri yang menerapkan sistem pemerintahan dan sistem keamanan bukan Islam meskipun mayoritas penduduknya muslim.

Pembagian ini turut menjelaskan sikap negara kufur terhadap negeri-negeri muslim. Sebagian negara kufur ada yang permusuhannya secara nyata sehingga masuk kategori kafir harbi fi’lan. Seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Israel, Cina, dan negara imperialis lainnya yang melakukan penganiayaan terhadap kaum muslimin serta penjarahan SDA di berbagai wilayah.

Sebagian lagi bersikap memusuhi kaum muslimin tidak secara nyata, bergantung kepentingan negara tersebut namun tetap potensial untuk memusuhi kaum muslimin. Negara-negara ini disebut kafir harbi hukman.

Negara Islam (Khilafah) tidak mengenal politik luar negeri bebas aktif. sehingga memberlakukan hubungan perang dengan kafir harbi fi’lan. Haram menjalin hubungan diplomatik, kerja sama ekonomi, pendidikan, perdagangan dan militer dengan negara mereka. Termasuk kerja sama investasi dan hutang luar negeri. Khilafah menutup celah penguasaan umat muslim atas umat lain

Adapun terhadap kafir harbi hukman boleh diberlakukan kerja sama bilateral sesuai isi teks-teks perjanjian. Hanya saja, dalam ekonomi, tidak boleh menjual senjata atau sarana militer jika dapat memperkuat militer mereka untuk mengalahkan umat Islam. Adapun investasi dan hutang luar negeri tidak bisa dibaca kecuali sebagai metode penjajahan negara kafir harbi terhadap kaum muslimin.

Dengan demikian, semakin kuat kebutuhan kaum muslimin pada negara Khilafah untuk menyelamatkan diri dari ketamakan para kapitalis dan segala bentuk penjajahan ekonomi, politik, dan militer

Wallaahu a’lam bisshowwab

InsyaAllah, Takblik Akbar HUT Bhayangkara Hadirkan Ustad Dik Doank

0
InsyaAllah, Takblik Akbar HUT Bhayangkara Hadirkan Ustad Dik Doank
Kunjungan MSB ke Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Tablik Akbar dalam rangka HUT Bhayangkara batal mengundang Gus Miftah. Rencananya akan diganti dengan Ustad Dik Doank. Hal itu terungkap saat kunjungan Majelis Sholawat Bontang (MSB) yang diwakili Ketua Umum Ustad Khoirul Anam berkunjung ke Polres Bontang, Selasa (9/5/2023).

Diungkapkan Khoirul Anam alasan Gus Miftah tak bisa hadir lantaran sedang menjalankan ibadah haji. Karenanya MSB menyarankan penggantinya, yaitu Ustadz Dik Doank.

Dik Doank adalah mantan artis dan penyanyi yang sekarang menjadi pegiat sosial, serta memiliki rumah singgah yang bernama rumah singgah doank.

“Dalam waktu dekat kami akan menghubungi pihak management Ustadz Dik Doank. Segera kami laporkan ke Kapolres Bontang,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya yang menemui langsung tim MSB mengungkapkan bahwa pada dasarnya Kapolres Bontang setuju dengan usulan dari pihak MSB. Berharap mencari pengganti yang benar – benar mampu memberi ceramah yang membuat hati para jamaah menjadi tenang.

“Terkait keperluan lainnya agar dari pihak MSB dan Polres Bontang membentuk panitia tablik akbar,” sarannya.

Dalam kunjungan tersebut Kapolres Bontang didampingi Kasat Binmas Polres Bontang ( AKP Jimun, S.H) menerima kunjungan Ketua Umum MSB di ruang Wicaksana Laghawa Polres Bontang. (al)

Bontang Tuan Rumah TTG ke-IX Tingkat Kaltim, Diikuti 10 Kabupaten/Kota

0
Bontang Tuan Rumah TTG ke-IX Tingkat Kaltim, Diikuti 10 Kabupaten/Kota
Bontang Tuan Rumah TTG ke-IX Tingkat Kaltim, Diikuti 10 Kabupaten/Kota

BONTANG – Pembukaan Event Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-IX berlangsung Rabu (10/5/2023) di Lapangan Parkir Stadion Bessai Berinta. TTG kali ini bertema Inovation Week 2023, diikuti 10 kabupaten/kota ditambah wakil Provinsi Kaltim.

Pembukaan kegiatan yang rencananya digelar hingga Sabtu (13/5/2023) mendatang ini dihadiri oleh Wali Kota dan Wawali Bontang serta Staf Ahli Gubernur bidang Hukum, Politik, dan Keamanan.

Wali Kota Bontang Basri Rase dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan TTG ke-IX tingkat Provinsi Kaltim di Bontang ini sebagai bagian pengembangan inovasi. Di mana pengembangan teknologi tepat guna sesuai dengan instruksi presiden.

Pemenang dalam TTG tingkat provinsi kali ini akan mewakili Kaltim di TTG tingkat nasional.

“Dalam pengembangan teknologi ini dapat dikembangkan sesuai dengan kegunaannya, dan pemenang dapat mewakili Kaltim ke tingkat nasional,” jelas Basri Rase.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, Anwar Sanusi mengatakan, TTG merupakan kegiatan tahunan. Untuk tahun ini dilaksanakan di Bontang. Pemenang akan mewakili Kaltim di Lampung.

Dikatakannya, gubernur mengapresiasi semua kegiatan yang dilaksanakan di setiap daerah.

“Melalui TTG ini masyarakat miskin dapat terbantu,” kata Anwar.

Mewakili Gubernur Provinsi Kaltim, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Keamanan Ririn Sari Dewi mengungkapkan, melalui TTG ini dapat dikembangkan teknologi tepat guna, dalam pengembangan di masyarakat menuju Kalimantan Timur (Kaltim) Berdaulat dan berdaya saing. Sesuai dengan aturan dalam pengembangan teknologi tepat guna.

“Sebagai wadah dalam mendukung pengembangan teknologi tepat guna untuk Kaltim berdaulat dan berdaya saing,” kata Ririn Sari Dewi saat membuka TTG ke IX, Rabu (10/5/2023). (yah)

Jembatan Kilo 5 Diperbaiki, Tutup 6 Jam di Tanggal 13 Mei

0
Jembatan Kilo 5 Diperbaiki, Tutup 6 Jam di Tanggal 13 Mei
Jembatan Kilometer 5 Jalan Poros Bontang – Samarinda sedang dalam perbaikan. (Yusva Alam)

BONTANG – Jembatan Kilometer 5, Jalan Poros Bontang – Samarinda, Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan akan ditutup sementara pada Hari Sabtu, (13/5/ 2023) mendatang.

Kabar tersebut disampaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur. Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur dalam suratnya yang beredar di media sosial.

Dalam surat yang beredar tersebut berisi pemberitahuan tentang penutupan sementara jembatan Teluk Pandan. Ditujukan kepada Kapolres Kutai Timur, Kapolres Kota Bontang, Kepala Dishub Bontang, dan Kepala Dishub Kutim.

Berikut isi surat tersebut:

Sehubungan dengan berlangsungnya paket pekerjaan penggantian jembatan Teluk Pandan CS nomor kontrak: 19-34/SNTN-BTG-DLM.KT.BTG/WIL.II-KT/BM/APBN/2023 tanggal 9 Maret 2023 pada ruas PPK 2.1 satuan kerja pelaksanaan Jalan Nasional wilayah II Provinsi Kalimantan Timur dengan kontraktor pelaksana PT Surya Mega Jaya.

Bersama surat ini kami sampaikan kepada bapak/ibu bahwa akan dilaksanakan pekerjaan pergeseran jembatan sementara (jembatan bailey) yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2023. Dengan perkiraan waktu pelaksanaan selama 6 jam (pukul 00.00 – 06.00 Wita).

Demi kelancaran pekerjaan tersebut kami mohon kerjasama dari bapak/ibu untuk pemberitahuan kepada masyarakat dan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Dengan begitu bagi masyarakat yang hendak melintasi jembatan tersebut di tanggal yang telah ditentukan, baik ke arah Samarinda atau sebaliknya bisa mencari rute alternatif. (al)

Tunggu Jawaban Kemendagri, Ketua DPRD Belum Bisa Putuskan PAW Ma’ruf Effendy

0
Tunggu Jawaban Kemendagri, Ketua DPRD Belum Bisa Putuskan PAW Ma’ruf Effendy
Ketua DPRD belum bisa putuskan PAW Ma’ruf Effendy. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam mengatakan, masih menunggu jawaban dari Kemendagri terkait keputusan Pergantian Antar Waktu (PAW) Ma’ruf Effendy dari Partai PKS.

Hal itu menurutnya, karena dirinya berupaya untuk taat pada aturan hukum. Serta menghargai kedua belah pihak. Sebelum mengambil keputusan PAW tersebut, dirinya harus menunggu legal standing atau acuan hukum yang jelas dari Kemendagri.

“Saya tak mau digugat PKS atau Pak Ma’ruf. Karena itu saat ini saya sedang menjalankan proses hukum tersebut sebelum memutuskan,” ujarnya.

Dikatakannya, ia telah mendapat kabar kalau akan ada panggilan dari Kemendagri dalam minggu-minggu ini. Dimana dalam pertemuan dengan biro hukum kemendagri itu, akan dibahas terkait PAW Ma’ruf Effendy.

“Kalau memang ada panggilan dalam minggu ini saya akan berangkat. Kalau Kemendagri mengatakan bisa di PAW saya akan putuskan PAW. Tapi kalau Kemendagri mengatakan harus menunggu proses hukum maka akan kami tunggu prosesnya,” bebernya. (adv/al)

Penyebab Sekwan DPRD Belum Dilantik, Ketua DPRD: Ada Miskomunikasi DPRD dengan Pemkot

0
Penyebab Sekwan DPRD Belum Dilantik, Ketua DPRD: Ada Miskomunikasi DPRD dengan Pemkot
Ketua DPRD harus membahas dulu dengan fraksi-fraksi sebelum memberikan rekomendasi sekwan. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam menanggapi alasan belum dilantiknya Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Bontang. Dikatakannya, terjadi miskomunikasi alias kesalahpahaman antara DPRD dan Pemkot Bontang.

Miskomunikasi tersebut terjadi lantaran Pemkot Bontang menyampaikan pengajuan surat rekomendasi sekwan di pagi hari, Selasa (9/5/2023) sebelum pelantikan pejabat baru dilakukan. Hal itu menurut Ical sapaan akrabnya, terlalu mendadak sekali waktunya.

Dirinya tak bisa memberikan rekomendasi, karena berdasarkan peraturan yang ada, rekomendasi memang harus dari Ketua DPRD Bontang namun berdasarkan pertimbangan dari fraksi-fraksi di DPRD.

“Bagaimana mungkin saya bisa bikin rekomendasi pagi itu juga, padahal kami harus rapatkan dengan fraksi-fraksi dulu,” ujarnya.

“Kalau teman-teman di fraksi setuju baru saya buat rekomendasi persetujuan. Tapi kalau tidak setuju, maka dasar itu pula yang akan saya sampaikan ke Pemkot Bontang,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya pun belum pernah mendapat informasi apapun terkait mutasi ini sebelum-sebelumnya. Bahkan saat rapat paripurna Senin malam sebelumnya, info mutasi itu tidak disampaikan.

Dikatakannya, kalau surat permohonan rekomendasi itu disampaikan jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya bisa membahas terlebih dahulu dengan fraksi-fraksi, atau mempertemukan Yessi sebagai nama yang disodorkan dengan anggota fraksi.

“Semacam perkenalan dulu. Agar kami bisa lebih mengenal siapa calonnya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, belum dilantiknya Sekwan DPRD Kota Bontang disebabkan masih menunggu surat rekomendasi pertimbangan balasan dari Ketua DPRD Kota Bontang, atas satu nama yang telah diserahkan ke DPRD Bontang.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang, Sudi Priyanto.

“Kami sudah menyampaikan surat ke Ketua DPRD. Prosesnya masih di DPRD,” kata Sudi kepada awak media, Selasa (9/5/2023).

Dikatakannya, Bahwa Pemkot Bontang sudah mengajukan satu nama. “Masalah waktunya berapa lama, belum tahu saya,” tambahnya. (adv/al)

Tingkatkan Komitmen Rehabilitasi Terumbu, Pupuk Kaltim Kembangkan Metode Transplantasi dan Taman Laut

0

TINGKATKAN kontribusi terhadap ekosistem terumbu karang di perairan Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerjasama dengan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University, gelar Pelatihan Rehabilitasi Ekosistem Terumbu Karang bagi anggota kelompok binaan di Kota Bontang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 9-11 Mei 2023.

VP TJSL Pupuk Kaltim Sugeng Suedi, mengungkapkan pelatihan ini sebagai kesinambungan program Konservasi Taman Laut dan Sarana Media Terumbu Buatan (Kilau Samudera), melalui peningkatan kapasitas kelompok binaan Pupuk Kaltim dalam aktivitas rehabilitasi ekosistem terumbu karang di perairan Bontang. Khususnya kawasan Tobok Batang, yang merupakan area konservasi Pupuk Kaltim dengan luasan mencapai 20 Hektare (Ha).

Dimana pada program ini, Pupuk Kaltim membentuk dua kelompok binaan yakni Kimasea di Kelurahan Loktuan dan Karaka di Kelurahan Bontang Kuala Kecamatan Bontang Utara. Dua kelompok ini dibina dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem perairan, dan secara bersama melakukan rehabilitasi terumbu karang yang banyak mengalami kerusakan akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan.

“Salah satu upaya dilakukan dengan rehabilitas ekosistem terumbu seperti yang selama ini dijalankan Pupuk Kaltim, serta pembuatan taman laut (sea garden) untuk lokasi bibit karang untuk kegiatan rehabilitasi,” ujar Sugeng.

Melalui pelatihan ini, Sugeng berharap anggota kelompok binaan Kimasea dan Karaka mampu meningkatkan kapasitas serta kapabilitas terkait upaya rehabilitasi terumbu melalui metode transplantasi. Selain juga mampu menerapkan pembuatan taman laut secara tepat, agar rehabilitasi ekosistem terumbu karang yang tengah berjalan tidak membuat kerusakan pada lokasi lain.

Hal ini juga wujud pemberdayaan Pupuk Kaltim bagi masyarakat, agar program rehabilitasi dan pelestarian terumbu turut memberi manfaat bagi kelompok binaan, khususnya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. Sehingga sumberdaya manusia andal dalam mendukung program tersebut perlu disiapkan secara matang, melalui bekal keterampilan dan pemahaman secara berkesinambungan.

“Seiring meningkatnya pemahaman dan kapasitas kelompok binaan, maka upaya konservasi ekosistem terumbu karang dapat berjalan lebih maksimal. Seperti pembuatan taman laut, merupakan wujud pemberdayaan masyarakat dalam mendukung rehabilitasi serta pelestarian terumbu karang di laut Bontang,” tutur Sugeng.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kesinambungan program, Pupuk Kaltim turut menyalurkan bantuan dua set kompresor bersertifikasi selam senilai Rp50 Juta kepada kelompok Karaka Bontang Kuala. Bantuan ini diharap lebih memotivasi anggota kelompok untuk terus meningkatkan upaya pelestarian kawasan perairan, sehingga kedepan turut diikuti peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga laut Bontang.

“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan maksimal dalam mendukung program rehabilitasi terumbu karang yang dilaksanakan, agar kedepan keberadaan ikan serta biota laut semakin terjaga,” tambah Sugeng.

Mewakili PKSPL IPB University Fery Kurniawan, mengungkapkan pelatihan ini menitikberatkan kepada penguatan kapasitas anggota kelompok binaan, terkait langkah apa saja yang bisa dilakukan dalam rehabilitasi terumbu karang, khususnya yang terkait dengan metode transplantasi. Hal ini sebagai bentuk peningkatan keterampilan dan pemahaman dari metode yang selama ini diterapkan, agar realisasi program mampu berjalan lebih maksimal.

“Apalagi dengan kondisi perairan berbeda, tantangan yang dihadapi pun tidak sama. Makanya kelompok perlu memahami dengan baik langkah apa saja yang perlu dilaksanakan, karena berpengaruh terhadap keberhasilan program rehabilitasi terumbu karang,” ujar Fery.

Pelatihan ini juga untuk penyegaran kembali beragam bekal pengetahuan yang sejauh ini telah dibekali Pupuk Kaltim bagi kelompok binaan, mulai dari pengenalan konsep rehabilitasi terumbu sekaligus metode transplantasi yang diterapkan, cara melakukan perawatan dan pemeliharaan, hingga metode dan teknik pemantauan transplantasi. Termasuk simulasi pemilihan bibit karang, perawatan fragmen serta praktik lapangan penurunan dan penyusunan media transplantasi.

“Jadi selama pelatihan, peserta dibekali materi teori dan praktik. Dengan sistem diskusi dua arah, diharap peserta pelatihan mampu memahami dengan lebih baik tata cara transplantasi dan teknik rehabilitasi yang bisa dilaksanakan di kawasan konservasi Pupuk Kaltim,” pungkas Fery. (adv)