Beranda blog Halaman 925

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PPPK Hasil Optimalisasi, Walikota: Jadilah Perekat Bangsa

0

BONTANG – Pasca ditetapkannya Pengumuman Wali Kota Bontang  Nomor : 800.1.2.2/2399/BKPSDM Tentang Hasil Kelulusan Pasca Sanggah Optimalisasi Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional (JF) Teknis di Lingkungan Pemerintah Kota Bontang Formasi Tahun 2022 tanggal 12 September 2023, Pemerintah Kota Bontang melaksanakan pengambilan sumpah/janji kepada 85 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta 4 orang pengangkatan pertama pejabat fungsional yang dilaksanakan pada Senin, 30 Oktober 2023 bertempat di Pendopo Rujab Walikota Bontang.

Pelantikan dan pengambilan sumpah ini dipimpin Walikota Bontang, Basri Rase, S.Ip, M.Si, yang juga menjabat sebagai pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Upacara berlangsung dengan khidmat, dihadiri Wakil Walikota, Ibu Hj. Najirah, SE, dan Sekretaris Daerah, Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT. Turut hadir juga Kepala Kantor Regional VIII BKN, A. Darmuji, S.Sos, M.Si, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Walikota Bontang menekankan beberapa pesan:

  • Melaksanakan 3 fungsi seorang ASN dengan sebaik-baiknya, yaitu: Pelaksana Kebijakan Publik, Pelayan Publik, dan sebagai Perekat serta Pemersatu Bangsa.
  • Wujudkan ASN BerAKHLAK yang selaras dengan pencapaian Kota Bontang yang Hebat dan Beradab.
  • Jaga netralitas, layani masyarakat tanpa diskriminasi, berlaku jujur dan adil dalam semangat integritas yang tinggi.
  • Jadilah ASN yang berprestasi, memiliki dedikasi dan kreativitas dalam pelaksanaan tugas.
  • Bangun dan jaga soliditas serta menjaga nama baik diri pribadi, keluarga, dan instansi Pemerintah Kota Bontang.

Surat Keputusan Pengangkatan juga diserahkan kepada seluruh PPPK yang hadir. Penyerahan secara simbolis dilakukan Kepala Kantor Regional VIII BKN, A. Darmuji, S.Sos, M.Si. Ia juga memberikan pesan kepada ASN agar selalu menjaga standar dan kualitas tinggi dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, Ia  juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih, terutama dalam hal memberikan kesejahteraan kepada ASN dalam lingkup tugasnya oleh Pemkot Bontang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang juga melaporkan data mengenai 85 orang PPPK yang dilantik, yang terbagi sebagai berikut:

  • Auditor Ahli Pertama = 1 orang
  • Pengelola Pengadaan Barang & Jasa Ahli Pertama = 1 orang
  • Pustakawan Ahli Pertama = 1 orang
  • Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama = 1 orang
  • Analis Kebijakan Ahli Pertama = 1 orang
  • Analis Ketahanan Pangan Ahli Pertama = 2 orang
  • Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Pertama = 1 orang
  • Analis Prasarana Dan Sarana Pertanian Ahli Pertama = 1 orang
  • Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Pertama = 6 orang
  • Pekerja Sosial Ahli Pertama = 1 orang
  • Pembina Jasa Konstruksi Ahli Pertama = 4 orang
  • Penata Ruang Ahli Pertama = 3 orang
  • Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama = 2 orang
  • Pengawas Mutu Pakan Ahli Pertama = 1 orang
  • Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama = 2 orang
  • Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama = 3 orang
  • Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama = 8 orang
  • Pranata Komputer Ahli Pertama = 26 orang
  • Pengendali Hama Dan Penyakit Ikan Ahli Pertama = 2 orang
  • Penyuluh Sosial Ahli Pertama = 2 orang
  • Perisalah Legislatif Ahli Pertama = 1 orang
  • Pranata Laboratorium Kemetrologian Ahli Pertama = 3 orang
  • Statistisi Ahli Pertama = 1 orang
  • Arsiparis Terampil = 5 orang
  • Pengendali Dampak Lingkungan Terampil = 1 orang
  • Pranata Komputer Terampil = 5 orang
  • Pranata Sumber Daya Manusia Aparatur Terampil = 3 orang
  • Teknik Tata Bangunan Dan Perumahan Terampil = 1 orang

Sudi juga menegaskan bahwa yang dilaksanakan bukanlah pelantikan mutasi atau promosi pejabat struktural, namun merupakan pengambilan sumpah/janji PPPK pada penempatan sesuai formasi jabatan yang dilamarnya dan telah dinyatakan lulus. (ADV)

Gunakan Aplikasi Mobile JKN! Tak Perlu Lama Antre Berobat

0
Gunakan Aplikasi Mobile JKN! Tak Perlu Lama Antre Berobat
Penampakan aplikasi mobile JKN di layar Smartphone. (Yusva Alam)

BONTANG – Para pasien yang berobat ke Puskesmas Bontang Utara II diminta untuk memanfaatkan teknologi, agar mendapatkan kemudahan pelayanan dan tidak perlu lama mengantri. Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda, Senin (30/10/2023).

Yulisda mengungkapkan, bahwa para pasien yang akan berobat di Puskesmas Bontang Utara II khususnya dan di puskesmas seluruh Bontang umumnya dapat dimudahkan dengan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia. Pasien dapat mendownload aplikasi mobile Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dengan menggunakan aplikasi mobile Jkn ini, pasien bisa mendaftar untuk berobat dari rumah. Cukup menggunakan handphone dan kuota. Tidak perlu lama menunggu antrian berobat.

Dikatakan Yulisda, dengan cara manual untuk mendaftar, pasien harus datang pagi-pagi. Lalu juga datang ke puskesmas sebelum waktunya dipanggil dokter.

“Bahkan kami para petugas belum datang, pasien sudah datang. Kalau pakai mobile Jkn ini kan mereka bisa menunggu di rumah. Sekira nomor antriannya sudah dekat, pasien baru berangkat ke puskesmas,” bebernya.

Diketahui, Dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi Mobile JKN. Hanya dengan satu genggaman aplikasi Mobile JKN, memudahkan peserta JKN mengakses informasi dan layanan.

Mobile JKN menawarkan kemudahan bagi peserta dengan menyediakan menu peserta yang berisi fitur peserta, kartu peserta, ubah data peserta, dan pendaftaran peserta; menu tagihan yang berisi fitur premi, catatan pembayaran, cek virtual account, dan pembayaran; menu pelayanan yang berisi riwayat pelayanan, pendaftaran pelayanan, dan skrining; dan yang terakhir adalah menu umum yang berisi fitur info JKN, lokasi, pengaduan dan pengaturan aplikasi. (al/adv)

Perhatikan Perkembangan Kesehatan Anak dengan Rutin Datangi Posyandu!

0
Perhatikan Perkembangan Kesehatan Anak dengan Rutin Datangi Posyandu!
Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda. (Yusva Alam)

BONTANG – Masyarakat Bontang khususnya wilayah Guntung dan Loktuan yang termasuk wilayah binaan Puskesmas Bontang Utara II, diminta untuk lebih memperhatikan perkembangan kesehatan anak-anaknya dengan rutin mendatangi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II, Yulisda saat diwawancara redaksi, Senin (30/10/2023).

Yulisda mengungkapkan, bahwa masih banyak pemahaman masyarakat saat ini yang keliru terhadap keberadaan posyandu. Posyandu masih dianggap hanya sebagai tempat timbang bayi.

Padahal menurutnya, posyandu itu sebagai tempat pencegahan penyakit dan tempat mengevaluasi perkembangan kesehatan seorang anak. Di posyandu terdapat kolaborasi dari beberapa dokter, seperti dokter umum, dokter gigi, dan lain sebagainya.

“Di posyandu gigi anak-anak juga diperhatikan. Kalau gigi anak sejak dini sudah diperhatikan, maka saat besar nanti dapat mencegah kerusakan gigi,” ujarnya.

Selain gigi, perkembangan kesehatan anak yang lain pun akan dapat terpantau dengan orang tua rutin mendatangi posyandu.

“Kami berharap dengan rutinnya orangtua datang ke posyandu, anak-anak dapat tumbuh lebih sehat dan cerdas,” imbuhnya.

Selain posyandu pihaknya juga meminta masyarakat untuk datang ke Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Posbindu diperuntukkan bagi usia produktif, yaitu 15 tahun ke atas.

Orang dewasa pun perlu memperhatikan perkembangan kesehatannya. Dengan mendatangi posbindu, kesehatan orang dewasa dapat terpantau dan terukur.

“Di posbindu ada semacam MCU dasar atau istilahnya screening untuk mengetahui ada gejala-gejala penyakit yang dialami seseorang. Sehingga bisa dicegah sedini mungkin,” pungkasnya. (al/adv)

Kesuksesan Inovasi Wolbachia Butuh Peran Serta Masyarakat

0
Kesuksesan Inovasi Wolbachia Butuh Peran Serta Masyarakat
Puskesmas Bontang Utara II. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melalui Puskesmas Bontang Utara II meminta peran serta masyarakat dalam mensukseskan program inovasi wolbachia. Hal itu diungkapkan Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Bontang Utara II Yulisda, Senin (30/10/2023).

Dijelaskan Yulisda, bahwa keberhasilan program ini dibutuhkan pula dukungan dari masyarakat. Pasalnya, pasca program untuk pengentasan Demam Berdarah Dengue (DBD) ini diluncurkan beberapa waktu lalu, saat ini sudah memasuki masa service I.

Masa menetas Nyamuk Wolbchia per 2 minggu sekali. Sehingga tiap 2 minggu pihak puskesmas harus mengganti pallet di ember Nyamuk Wolbachia itu.

“Service 1 ini yang pertama kali pasca dirilis. Di lapangan kami temukan ada beberapa ember yang sudah hilang atau berganti fungsi,” ujar Yulisda saat ditemui di kantornya.

Menurutnya, pemahaman masyarakat masih kurang terkait program baru ini. Masih banyak yang menanggap kalau nyamuknya sudah menetas berarti sudah selesai programnya.

Justru dengan program ini akan memperbanyak Nyamuk Wolbachia yang memiliki virus dapat melumpuhkan virus dengue, penyebab peyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Nantinya Nyamuk Wolbachia ini bisa kawin dengan nyamuk-nyamuk aedes aegypti penyebab DBD. Sehingga keturunan dari kedua nyamuk ini sudah tidak lagi mengandung virus dengue.

“Memang dengan program ini akan semakin banyak nyamuknya. Tapi nyamuk yang banyak ini bukan nyamuk yang menyebabkan DBD. Nyamuk penyebab DBD akan terus berkurang bahkan hilang. Jadi tidak perlu disemprot seharusnya,” bebernya.

Pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat Bontang, khususnya di wilayah Loktuan dan Guntung yang masuk wilayah teritorial Puskesmas Bontang Utara 2, harus tetap menjalankan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) serta 3 M. Guna mendukung program inovasi wolbachia ini.

“Karena kita masih belum tau bagaimana progres program wolbachia ini. Apakah berhasil atau tidak. Sehingga masyarakat harus tetap menjalankan 3M sebagai program pencegahan DBD,” pungkas Yulisda. (al/adv)

Antrean Makin Panjang, RSUD Bontang Bakal Tambah Dokter Spesialis Jantung

0
Antrean Makin Panjang, RSUD Bontang Bakal Tambah Dokter Spesialis Jantung
Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada Bontang. (dwi).

BONTANG – RSUD Bontang bakal kembali menambah satu dokter spesialis jantung. Penambahan tersebut lantaran semakin bertambahnya pasien di poliklinik  jantung.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik menjelaskan, saat ini antrean sangat panjang terjadi di poliklinik jantung. Ditambah lagi dokter jantung di RSUD Bontang mengcover di pelayanan maupun di poli.

“Diharapkan dengan penambahan dokter lagi nantinya, pelayanan akan lebih jauh maksimal,” ucapnya, Senin (30/10/2023).

Dokter spesialis jantung tidak hanya berperan untuk menangani pasien yang sudah mengalami gangguan jantung dan pembuluh darah. Dokter spesialis jantung juga dapat berperan dalam tahap pencegahan dan edukasi seputar kesehatan jantung.

“Kami harap dokter-dokter tersebut mampu mengembangkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik,” tutupnya. (dwi/adv).

Harga Cabai di Pasar Melonjak

0
Harga Cabai di Pasar Melonjak
Ilustrasi cabai. (ist)

BONTANG – Kenaikan harga salah satu komoditas pasar kembali terjadi. Khususnya naiknya harga cabai yang terpantau di Pasar Tradisional Rawa Indah.

Salah satu pedagang, Fatma mengatakan, kenaikan cabai sudah terjadi sejak seminggu terakhir. Awalnya harga cabai perkilo hanya Rp 30 ribu, kini meningkat menjadi Rp 68 ribu hingga Rp 70 ribu.

Fatma menambahkan, kemungkinan harga cabai menjulang karena cuaca yang belakangan cukup terik dan jarang turun hujan, sehingga kesulitan untuk panen.

“Kami ambil dari Samarinda juga sudah naik, jadi kami menyesuaikan saja,” jelasnya, Senin (30/10/23).

Harga komoditas lainnya terhitung masih stabil dan belum ada tanda-tanda kenaikan. Fatma menceritakan kenaikan ini tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan pulau jawa yang perkilo mencapai Rp 100 ribu lebih.

Harga tomat perkilo masih dibanderol dengan harga Rp 12 ribu per kilo dan bawang merah dan putih sekitar Rp 25 ribu per kilonya.

“Kita maunya tidak tambah mahal, tapi tergantung dari sananya,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

RSUD Bontang Miliki Fototerapi Ganda, Lebih Cepat Turunkan Kadar Bilirubin Bayi

0
RSUD Bontang Miliki Fototerapi Ganda, Lebih Cepat Turunkan Kadar Bilirubin Bayi
Ilustrasi fototerapi bayi. (ist)

BONTANG – Saat ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang satu-satunya yang telah memiliki fototerapi dua sisi atau ganda. Dengan fototerapi ganda ini prosesnya akan menjadi lebih cepat.

Fototerapi ganda juga lebih efektif dari pada fototerapi tunggal pada bayi dengan berat badan lahir rendah, dan lebih berguna untuk menurunkan kadar bilirubin serum yang meningkat cepat, jika dibandingkan fototerapi tunggal.

Tri Ratna Paramita, Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Taman Husada menjelaskan, awalnya RSUD Bontang memakai fototerapi tunggal, namun membutuhkan waktu selama minimal dua hari, sehingga memakan waktu yang lama. Jika memakai fototerapi ganda, akan menjadi cepat dan tidak membutuhkan waktu lama.

“Untuk alat medis fototerapi dua sisi, atau ganda baru di RSUD saja yang memiliki. Hasilnya lebih cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama,” paparnya, Senin (30/10/2023).

Fototerapi atau terapi sinar adalah salah satu metode perawatan yang umum dilakukan untuk menangani kondisi bayi kuning. Berubahnya warna kulit bayi menjadi kuning sering kali disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin.

“Sakit kuning atau dalam istilah medis disebut jaundice bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi. Kondisi bayi kuning dapat menyebabkan kulit dan bagian putih mata (sklera) pada bayi tampak kekuningan,” tutupnya. (dwi/adv).

Beberapa Langkah untuk Mengurus PBG

0
Beberapa Langkah untuk Mengurus PBG
Ilustrasi (ist)

BONTANG – Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) miliki fungsi untuk memastikan, bahwa desain dan rencana teknis bangunan telah memenuhi standar konstruksi dan arsitektur yang berlaku.

Oleh sebab itu, masyarakat harus memiliki PBG agar bangunan mereka telah memenuhi standar. PBG sendiri dibagi menjadi dua, yakni PBG untuk rumah tinggal yang sudah ada bangunan dan yang belum ada bangunannya.

Kalau belum memiliki bangunan, kepengurusan awal yakni Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dahulu, setelah itu lanjut pembuatan PBG.

“KKPR ini harus sudah terbit dahulu baru bisa ngurus PBG,” jelas Customer Service DPMPTSP, Fidia.

Kepengurusan PBG berbeda jika lahan tersebut sudah memiliki bangunan. Pertama tetap mengurus KKPR, kemudian dilanjut Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang bisa diurus ke Dinas PUPRK, baru bisa ke PBG.

“Kalau belum memiliki bangunan harus melewati tiga pemberkasan SLF, nanti tugas PUPRK yang turun lapangan melihat langsung,” tambah Fidia.

Adapun berkas yang harus dipenuhi untuk menerbitkan KKPR itu sendiri adalah KTP, sertifikat tanah, dan gambar teknis bangunan. KKPR bisa langsung diurus secara online maupun datang langsung ke PTSP untuk dibantu mengupload berkasnya.

Setelah KKPR terbit, PTSP akan mengirim via online ke PUPR dan BPN untuk menindak lanjuti lokasi, setelah semua telah sesuai dengan dan disetujui oleh PUPR, DPMPTSP sudah bisa menerbitkan PBG.

“Kepengurusan rumah maupun ruko sudah sama sekarang,” tutupnya. (sya/adv)

Bikin Kegiatan Bersama, Cara Direktur RSUD Bontang Eratkan Kebersamaan Karyawan

0
Bikin Kegiatan Bersama, Cara Direktur RSUD Bontang Eratkan Kebersamaan Karyawan
Peserta terlihat menjalin keakraban dengan Badminton Turnamen. (Yahya Yabo)

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada, dr Suhardi, Sp,JP memiliki cara untuk menyatukan antara karyawan dan staf rumah sakit, dengan mengadakan kegiatan-kegiatan secara bersama-sama.

Suhardi mengatakan, tema HUT ke-21 RSUD kali ini mengambil tema ‘Terus Bersinergi untuk CERIA.’ Ia mengatakan CERIA sendiri akronim dari Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif dan Aman.

“Dari tema HUT Kali ini itu moto dan tata nilai kami,” ungkap dr Suhardi.

Ia mengatakan, momen HUT ini akan membangun keakraban dan kebersamaan karyawan dari seluruh jumlah karyawan sebanyak 631 karyawan, yang akan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan.

“Iya, dengan momen Milad seperti ini kami bisa saling bertemu, saling bercanda yang sebelumnya walaupun satu atap tapi jarang bertemu, karena disibukkan dengan rutinitas tugas. Dengan momen kebersamaan ini bisa saling menumbuhkan sebagai sama-sama karyawan RSUD,” ungkapnya. (adv/yah)

Rayakan HUT ke-21, RSUD Taman Husada Gelar Turnamen Badminton Antar Karyawan

0
Rayakan HUT ke-21, RSUD Taman Husada Gelar Turnamen Badminton Antar Karyawan
Peserta Badminton Turnamen 2023 dalam rangkaian HUT ke-21 RSUD Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang menggelar Badminton Turnamen 2023 dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 RSUD Bontang. Gelaran Badminton Turnamen 2023 dilaksanakan, Minggu (29/10/2023) bertempat di Lapangan Badminton Amariq.

Direktur RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr Suhardi, Sp.JP mengatakan, RSUD menggelar Badminton Turnamen dalam menyemarakkan HUT ke-21 RSUD yang diikuti oleh unit-unit di RSUD Bontang.

Ia mengatakan seluruh karyawan dan staf RSUD dapat mengikuti sesuai dengan tim masing-masing peserta.

“Diselenggarakan RSUD khusus karyawan dan staf. Diikuti perwakilan masing-masing dari 25 unit di RSUD Bontang,” kata dr Suhardi, Sp.JP kepada, Minggu (29/10/2023) saat ditemui.

Lanjut dr Suhardi, untuk menambah semarak Badminton Turnamen 2023 ini, panitia juga akan menilai keseruan dan kekompakan suporter yang datang mendukung tim peserta yang bertanding.

“Untuk memicu keikutsertaan peserta dan menambah animo penonton ramai, para suporter akan dinilai dari segi kreatif, kompak, dan keramaian. Harapannya bagi karyawan yang tidak tugas dapat meramaikan Badminton Turnamen 2023,” ungkapnya.

Selain itu, gelaran Badminton Turnamen 2023 ini untuk menumbuhkan rasa silaturahmi sesama antar karyawan dan keluarga besar RSUD Taman Husada Bontang.

“Pelaksanaannya dilaksanakan di hari-hari libur walau pun tidak berturut-turut. Termasuk hari ini dan dilanjut pada hari selanjutnya, karena kalau mengambil hari libur tidak akan mengganggu hari kerja karyawan,” kata dr Suhardi.

Rangkaian HUT ke-21 RSUD ini diawali dengan Badminton Turnamen 2023, yang juga akan melaksanakan kegiatan-kegiatan lomba lainnya bagi karyawan RSUD serta pada puncak HUT ke-21 pada 12 November mendatang.

“Harapannya dengan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menjalin kebersamaan, keakraban dan kesolidan kembali bagi keluarga besar RSUD untuk menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan,” pungkasnya. (adv/yah)