Beranda blog Halaman 926

Jalan-jalan Kopinicus, Jatuh Bangun Hery Alkayran Membangun Kopi Estiqomah

0
Jalan-jalan Kopinicus, Jatuh Bangun Hery Alkayran Membangun Kopi Estiqomah
Kopi Estiqomah Slow Bar – Roastery mengandalkan manual brewing. Foto-foto: Anjas/Kopinicus

BONTANG – Dunia perkopian terus berkembang. Memunculkan beragam kreativitas dari para penikmatnya. Kopinicus (Kopi, Opini, Diskusi) salahsatunya, sebuah komunitas penikmat kopi di Kota Taman, sebutan Kota Bontang yang mulai eksis belakangan ini.

Kopinicus memiliki program mulia. Keliling mengunjungi kedai kopi atau coffee shop di seluruh wilayah Bontang, berdiskusi dan bantu mempromosikan kedai kopi atau coffee shop tersebut.

Selasa, (28/3/2023) lalu, Kopinicus berkunjung ke Kopi Estiqomah Slow Bar yang bertempat di Jalan Selat Malaka, Kelurahan Tanjung laut.

Hery Alkayran, Owner Kopi Estiqomah mengisahkan, coffe shop ini didirikan 22 Desember 2018 silam untuk pertama kalinya di kawasan Berbas.

“Asal mulanya kenapa saya bisa membuka kedai kopi dikarenakan tertarik dengan kopi sejak masih menjadi photographer,” ujar Herry.

Lalu di tahun 2019 awal sempat tutup, lantaran masih awamnya masyarakat Bontang dengan manual brewing dan lebih memilih kopi kemasan.

Berjalannya waktu, Hery mencoba kembali membuka usaha kedai Kopi Estiqomah ini. Usaha kedua ini mulai berkembang di tahun 2019 pertengahan, dengan membuka stand kecil. Berkembang dengan membuka kedai di Jalan Ahmad Yani.

“Usaha kami harus tutup kembali dikarenakan pandemi Covid-19 di 2020 awal. Tapi di pertengahan 2020 mencoba buka kembali dengan keterbatasan aturan lock down covid-19,” bebernya.

Pasca Covid-19 merupakan momen berkembangnya penikmat dan pecinta kopi di Bontang. Hery memanfaatkan momentum itu untuk kembali mencoba membangun Kedai Kopi Estiqomah, dengan membuka Kopi Estiqomah Slow Bar – Roastery di 2022.

“Ada filosofi dari nama Estiqomah. Awalnya kami beri nama Kopistiqomah, cuma biar lebih menarik saya ubah jadi Kopi Estiqomah. Agar usaha ini lurus, dalam artian bisa terus berjalan dan berkembang ke depanya,” ungkapnya menceritakan sepenggal kisah pemberian nama kedai kopinya.

Terdapat 2 Kedai Kopi Estiqomah. Satu Kedai Kopi Estiqomah dan satunya lagi Kopi Estiqomah Slow Bar – Roastery

Apa Slow Bar Itu?

Slow bar merupakan  interaksi yang santai dan lebih personal, antara barista dengan pelanggan untuk saling berdiskusi terkait kopi dan apa saja buat menemani ngopi.

Di Kopi Estiqomah Slow Bar lebih spesifik pada manual brewing. Terdapat coffee filter seperti V60. Sementara biji kopi yang disediakan, merupakan biji kopi dari seputar wilayah di Indonesia, yang diroasting sendiri oleh Kopi Estiqomah.

Tak hanya kopi, ada pula menu mocktail yang menjadi salah satu menu andalan, yang ramai dipesan oleh pelanggan yang datang. Mocktail yang tersedia merupakan hasil racikan dan kreatifitas dari pengalaman kerja sang owner saat masih kuliah di Jawa.

Kopi Estiqomah memiliki roastery sendiri. Dimiliki untuk mengembangkan bisnis kopi yang terus meningkat tren penjualannya. Serta mengurangi biaya operasional bahan baku, karena dengan meroasting sendiri lebih murah dan bisa memenuhi kebutuhan untuk di kedai Kopi Estiqomah.

Liberika menjadi jenis biji kopi favorit di Kopi Estiqomah. Liberika merupakan biji kopi langka dan memiliki ciri khas sendiri. Lebih unik dari biji kopi Arabica atau Robusta.

Untuk harga kopi manual brewing dan kopi susu dibanderol Rp 25 ribu. Sedangkan untuk mocktail Rp 20 ribu.

Ke depanya Estiqomah berkeinginan bisa lebih berkembang, dan membuka cabang yang bisa menyediakan makanan atau cemilan.

“Ini program bagus banget untuk membantu UMKM perkopian. Bisa juga memberikan info seputar dunia kopi kepada pembaca Mediakaltim.com (grup Radarbontang.com). Program ini bisa bikin teman-teman kopi makin akrab. Karena bisa ngopi, beropini, dan berdiskusi. 3M (Makasih Mas Mantap),” pungkas Hery Alkayran menutup diskusi. (rs)

Anggota Kodim 0908/Bontang Ikuti Sosialisasi Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer

0
Anggota Kodim 0908/Bontang Ikuti Sosialisasi Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer
Sosialisasi Operasi Gaktib "Waspada Wira Beliung dan Operasi Yustisi "Citra Wira Beliung Polisi Militer TA. 2023 dari Sub Denpom VI/1-2 Bontang. (ist)

BONTANG – Anggota Kodim 0908/Bontang mengikuti Sosialisasi Operasi Gaktib “Waspada Wira Beliung dan Operasi Yustisi “Citra Wira Beliung Polisi Militer TA. 2023 dari Sub Denpom VI/1-2 Bontang, bertempat di Lamin Kodim, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Rabu (5/4/2023).

Dalam Sosialisasi Oprasi Gaktib tersebut, dipimpin oleh Komandan Sub  Denpom VI/1-2 Bontang, Kapten Cpm Agus Setiawan, beserta tim dan dihadiri para Pasi Kodim 0908/Bontang, serta para Babinsa.

Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi Polisi Militer ini bertujuan untuk menciptakan dan memelihara kondisi disiplin, tertib hukum dan mencegah serta menekan segala bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit.

Pasi OPS Kodim 0908/Bontang, Kapten Inf Norkem mewakili Dandim 0908/Bontang, Letkol Inf Priyo Handoyo menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Sub Denpom VI/1-2 Bontang yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, mudah-mudahan dengan kegiatan ini akan memperkecil pelangggaran yang dilakukan oleh anggota.

“Kepada seluruh peserta sosialisasi untuk manfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya, guna menambah wawasan dan pengetahuan. Buka wawasan melalui kegiatan sosialisasi ini, agar kita dapat lebih mengerti dampak dari proses hukum itu sangatlah panjang, untuk itu jika ada yang belum dimengerti tanyakan,“ ucap Kapten Inf Norkem.

Sementara itu Komandan Sub Denpom VI/1-2 Bontang, Kapten Cpm Agus Setiawan, menyampaikan dengan sosialisasi ini diharapkan prajurit yang ada di Kodim 0908/Bontang memahami tentang Undang-Undang (UU) dan peraturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI.

“Perintah langsung dari Bapak KASAD dan Bapak Puspomad, berpesan agar ditahun 2023 ini untuk semua Prajurit TNI, tidak ada lagi yang melakukan pelanggaran serta harus menyayangi keluarga, dan ingatkan keluarga juga agar tidak melakukan pelanggaran,” tambahnya. (Pendim Btg)

KPU Rapat Pleno Penetapan DPS

0
KPU Rapat Pleno Penetapan DPS
Pelaksanaan penetapan DPS di Bontang oleh KPU. (Yahya Yabo/Media Kaltim (grup Radarbontang.com)

BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang melaksanakan rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Kota Bontang, dari hasil pemutakhiran data pemilih yang dilakukan Petugas pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

Ketua KPU Kota Bontang, Erwin menjelaskan, KPU melaksanakan hasil penetapan DPS yang telah dilakukan petugas Pantarlih. Ia mengatakan penetapan DPS ini dilaksanakan serentak oleh KPU se-Indonesia termasuk di Kota Bontang.

“Pelaksanaan pleno serentak dilaksanakan se-Indonesia dalam penetapan DPS pada hari ini. Setelah melaksanakan pemutakhiran selama satu bulan,” kata Erwin kepada awak media, Rabu (5/4/2023).

Erwin menjelaskan, data DPS yang ada saat ini dari 3 kecamatan dan 15 kelurahan ada sebanyak 132.694 dengan rincian 68.757 laki-laki dan 63.937 perempuan.

“Total DPS saat ini 132.694 pemilih. Ini baru pertama kita penetapan terkait tahapan Pemilu 2024. Data yang diolah dari Pantarlih dari data sinkronisasi DP4 daftar potensial pemilihan dan yang disinkronisasikan dengan daftar pemilih tetap terakhir yang dipakai sebelumnya pada Pemilu sebelumnya,” jelas Erwin.

Erwin menambahkan, dalam memutakhirkan data pemilih, dilakukan oleh 527 Pantarlih KPU berdasarkan jumlah TPS yang ada.

Ia juga mengharapkan data pemilih di tahun 2024 akan lebih valid, di mana meminta peran pihak peserta Pemilu dan masyarakat dalam membantu memutakhirkan data pemilih.

“Berharap juga baik partai politik maupun pengawas. Memberikan laporan atau informasi kepada PPS bila ada simpatisan yang belum terdaftar di DPS. Bagi pengawas apabila ada indikasi warga yang terdaftar secara ganda,” pungkasnya. (yah)

Pencurian Unit Crane 4 Bulan Lalu Terungkap Hari Ini

0
Pencurian Unit Crane 4 Bulan Lalu Terungkap Hari Ini
Ketiga tersangka diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Kejadian pencurian unit crane 4 bulan lalu akhirnya terungkap. Sat Reskrim Polres Bontang berhasil menangkap 3 orang tersangka berinisial MS, E, dan H, Rabu (5/4/2023).

Pencurian unit crane tersebut terjadi di Pelabuhan KWB Jalan Pelabuhan III, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Selasa (20/12/2022) silam sekira pukul 23.00 Wita. Namun pelapor baru melaporkan kejadian tersebut tanggal 30 Desember 2023.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Kasat Reskrim Iptu Bonar menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat pelapor sedang memperbaiki unit crane yang sedang rusak. Unit crane tersebut diharuskan turun mesin dan ditinggal di sebuah lokasi di Pelabuhan Tanjung Laut.

“Saat ditinggal, pelapor mendapat informasi dari seorang saksi bahwa unit crane yang ditinggal, telah terlihat sudah seperti ada yang membongkar,” ujar Iptu Bonar.

Setelah pelapor tiba di lokasi tempat unit crane tersebut disimpan, benar terdapat beberapa barang dari crane tersebut yang hilang. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian material sebesar Rp 200 juta dan melaporkan ke Polres Bontang.

Ketiga tersangka ditangkap pada hari Rabu pukul 10.00 wita. Tersangka 1 ditangkap di Pelabuhan Tanjung Laut. Tersangka 2 dan Tersangka 3 ditangkap di rumah masing masing.

Dari hasil penangkapan ketiga tersangka, Polres Bontang mendapatkan bukti sebuah tromol/pelek roda dan satu pompa hidrolik.

Saat ini ketiganya sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (al)

Pelayanan Kesehatan Dianggap Sudah Bagus, Najirah: Jangan Cepat Puas, Terus Tingkatkan!

0
Pelayanan Kesehatan Dianggap Sudah Bagus, Najirah: Jangan Cepat Puas, Terus Tingkatkan!
Wakil Wali Kota Bontang, Najirah (Syakurah/Radarbontang.com (grup Mediakaltim.com)

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang melaksanakan Forum Pelayanan Kesehatan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (5/4/23), untuk bersama terus meningkatkan pelayan kesehatan di Kota Bontang.

Salah satu program prioritas Pemkot Bontang periode 2021-2026, melalui peningkatan akses layanan kesehatan “Bontang Lebih Sehat” yang berkualitas sebagaimana yang termasuk dalam sasaran pembangunan Kota Bontang.

“Pelayanan kesehatan adalah pelayanan publik yang sangat penting dan sering menjadi sorotan di masyarakat, karena kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia,” terang Najirah, Wakil Wali Kota Bontang dalam sambutannya.

Pelayanan kesehatan di Kota Bontang selama ini telah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan hasil survei indeks kepuasan masyarakat di Puskesmas pada tahun 2021 dan 2022 yang berkategori baik.

Demikian juga di RSUD Kota Bontang yang meraih terbaik 1 pada tahun 2022 lalu. Puskesmas Bontang Utara I yang menjadi puskesmas terbaik 3 nasional dalam penilaian pelayanan kesehatan oleh BPJS kesehatan.

Hal ini menjadi salah satu bukti indikator, bahwa pelayanan kesehatan baik fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas kesehatan tingkat lanjutan Kota Bontang diakui nasional.

“Saya sudah beberapa kali melakukan sidak di RSUD, dan memang kepuasan masyarakat cukup tinggi dengan pelayanannya,” ucapnya.

Namun, Najirah ingin fasilitas kursi tunggu RSUD dapat ditambah, karena seringkali pada hari kerja didapati pasien yang tidak kebagian kursi, sehingga harus mencari tempat lain untuk menunggu.

“Saya harap kursi tunggu bisa ditambah. Karena saya tanya-tanya para pasien, keluhan mereka hanya saat menunggu, namun untuk pelayanan sudah baik,” ungkapnya.

Najirah berharap rumah sakit maupun puskesmas terus meningkatkan pelayanan dan tidak cepat puas, sehingga ke depannya tenaga kesehatan di Bontang dapat berinovasi dalam pelayanannya. (sya)

Patroli Gabungan Pastikan THM Tutup Selama Ramadan

0
Patroli Gabungan Pastikan THM Tutup Selama Ramadan
Ilustrasi patroli gabungan. (ist)

BONTANG – Personil Polres Bontang bersama TNI dan Satpol PP melaksanakan patroli di wilayah hukum Polres Bontang. hal ini dalam rangka menegakkan Surat Edaran Walikota Bontang No. 100.3. 43 / 747 Sat Pol PP / 2023, Selasa (4/4/23) 21.00 Wita

Dalam surat tersebut, tertuang penutupan sementara penyelenggaraan kegiatan usaha hiburan malam dan pengawasan hotel, serta pengaturan rumah makan, restoran, warung, rumah bola sodok (biliar), warnet, gim online, dan play station (PS) selama Bulan Suci Ramadan 1444 Hijriah.

Patroli yang dipimpin langsung oleh Kabid Penindakan Perda Kota Bontang, Eko Mashudi dibagi menjadi 2 regu. Regu 1 khusus patroli di wilayah Bontang Selatan, sedangkan regu 2 wilayah Bontang Barat dan Utara.

Sasaran patroli menitik beratkan pada hotel kelas melati, Tempat Hiburan Malam (THM),  biliard, karaoke, panti pijet dan warnet yang ada di wilayah Bontang.

“Kami memastikan apakah mereka mematuhi surat edaran tersebut atau tidak” ucap Kasat Samapta Polres Bontang, Iptu Widodo AF.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Iptu Widodo mengatakan, bagi yang ditemukan melanggar bakal dijatuhi sanksi sesuai yang telah tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman serta Perlindungan Masyarakat. Mulai dari teguran lisan, peringatan tertulis, tindakan polisional, denda administratif, hingga pencabutan izin usaha pungkasnya. (hms)

Imbau Warga Lengkapi Vaksin, Toetoek: Kita Ingin Covid-19 Jadi Flu Biasa!

0
Imbau Warga Lengkapi Vaksin, Toetoek: Kita Ingin Covid-19 Jadi Flu Biasa!
Ilustrasi Vaksin boster (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Toetoek Pribadi mengatakan, kelengkapan vaksin Covid-19 harus tetap dipenuhi untuk kepentingan kesehatan dalam menyambut hari-hari besar.

Namun kelangkaan vaksin masih menjadi kendala utama, terutama untuk booster. Kelangkaan ini tidak hanya terjadi di Bontang, namun juga nasional.

“Kita ingin Covid-19 nantinya bisa seperti flu biasa, oleh sebab itu vaksin sebenarnya harus dilengkapi. Tapi memang sekarang di mana-mana lagi kosong,” ungkapnya saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali kota Bontang, Rabu (5/4/23).

Toetoek sempat menyayangkan, saat dulu vaksin masih tersedia banyak, warga tidak langsung melengkapi vaksinnya. Saat vaksin mulai langka ia mendapat banyak laporan warga yang ingin melengkapi booster.

“Walaupun masih banyak warga yang belum boster, semoga sehabis lebaran tidak ada kasus meningkat,” harapnya.

Lebih lanjut, vaksin boster akan segera kembali tersedia, namun tidak akan dilakukan di vaksin center lagi. Saat vaksin sudah tersedia warga akan langsung diarahkan ke puskesmas terdekat.

“Kami akan sebar di puskesmas-puskesmas, jadi warga tidak perlu jauh-jauh ke vaksin center. Untuk ketersediaan pasti akan kami siarkan jika sudah datang,” tutupnya. (sya)

Jelang Libur Lebaran, Toetoek Ingatkan Tetap Gunakan Masker

0
Jelang Libur Lebaran, Toetoek Ingatkan Tetap Gunakan Masker
Toetoek Pribadi, Kepala Dinas Kesehatan Bontang. (Syakurah/Radarbontang.com (Mediakaltim.com)

BONTANG – Menjelang libur lebaran, arus mudik dipastikan mengalami peningkatan. Warga diimbau tetap menjaga kesehatan, agar tidak menularkan dan membawa pulang penyakit dari luar daerah. Hal itu disampaikan Toetoek Pribadi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang.

Toetoek mengatakan, tetap gunakan masker saat berada di keramaian. Walaupun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah dicabut sejak akhir 2022, namun corona masih ada.

“Nanti kita tetap akan bertemu banyak orang dan berdempetan, masker jadi salah satu penyelamat kita, karena kita tidak tahu orang sakit,” jelasnya

Protokol Kesehatan (Prokes) tetap harus dijalankan, agar corona tidak kembali meningkat. Walaupun kasus makin sedikit dan sudah menuju endemi justru kita harus waspada.

“Jangan lengah karena kita sudah memasuki endemi, Insyaallah pada akhirnya corona akan seperti flu biasa,” tambah Toetoek.

Menyetujui hal tersebut, Wawali Bontang, Najirah menambahkan, masker sangat berperan penting untuk keseharian. Ia memberikan contoh kecil pada dirinya yang sering terkena pilek semenjak jarang menggunakan masker.

“Saya merasa masker sangat berpengaruh, dulu ketika saya sering pakai masker saya jarang pilek. Semenjak sudah tidak wajib masker, saya sering kena pilek,” jelasnya

Dilanjutkan, dengan melengkapi vaksin hingga boster, daya tahan tubuh meningkat dan gejala bisa menjadi ringan, sehingga setelah libur lebaran berakhir tidak akan ada kasus ditemukan. (sya)

TBC di Bontang Meningkat, Solusikan dengan Islam

0
TBC di Bontang Meningkat, Solusikan dengan Islam
Djumriah Lina Johan.

Oleh:

Djumriah Lina Johan

(Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Kasus Tuberkulosis (TBC)  anak di Kota Bontang meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menyebutkan di 2021 ada 81 kasus, 2022 meningkat menjadi 237 kasus. Kepala Bidang Pencegahan Penanggulanan Penyakit Menular Dinkes Bontang, Muhammad Ramzi mengungkapkan bahwa di awal 2023 sudah terdeteksi 24 kasus per Februari 2023.

“Kasus TBC anak ini cukup meningkat dari 2021 ke 2022 saja naiknya mencapai tiga kali lipat sedangkan di Januari hingga Februari 2023 sudah ditemukan 24 kasus,” ungkapnya saat ditemui, Senin (20/3/2023).

Tingginya penemuan kasus TBC anak menunjukkan masih banyaknya sumber penularan TB pada orang dewasa yang belum ditemukan. Selain itu, Dinkes akan melakukan pemantauan terhadap pasien yang memang sudah masuk dalam sasaran, serta menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap keluarga masing-masing terutama anak-anak yang memang cukup rentan terpapar virus penyakit. (Niaga.asia, 20/3/2023)

Mengutip laman Alodokter (10-6-2022), ada beberapa kelompok berisiko tinggi tertular TBC, salah satunya ialah orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh; orang lanjut usia dan anak-anak; orang yang mengalami kekurangan gizi; orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah seperti penderita HIV, kanker, dsb.

Lingkungan dan sanitasi yang bersih sangat penting mencegah penyakit TBC. Bahkan, ada anggapan di masyarakat bahwa penyakit TBC adalah penyakit orang miskin lantaran berkaitan dengan lingkungan kumuh dan sanitasi air yang buruk, meski tidak jarang ada sebagian kelompok menengah ke atas juga menjadi penderita TBC.

Namun, harus kita akui bahwa lingkungan dan sanitasi buruk memperberat kasus TBC pada kelompok masyarakat ekonomi ke bawah. Daerah dengan kondisi kumuh dan kurang terawat dapat menjadi faktor penyebaran TBC, terutama jika masyarakat cenderung abai  terhadap gejala TBC yang dialaminya. TBC juga rentan menyerang anak-anak dengan kondisi gizi yang  buruk.

Biang masalah dari meningkatnya penyakit menular seperti TBC ini adalah penerapan sistem kapitalisme. Sistem ini meniscayakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat dikapitalisasi dan dikomersialisasi dalam setiap kebijakan negara.  Masyarakat harus berusaha keras jika ingin memenuhi kebutuhan mereka.

Kemiskinan yang mendera tidak serta-merta karena kemauan mereka, melainkan kemiskinan tersistem akibat penerapan sistem kapitalisme. Masyarakat miskin lebih kesulitan menerapkan pola dan gaya hidup sehat ketimbang masyarakat menengah ke atas.

Perbedaan kondisi ekonomi inilah yang membuat kelompok sosial ekonomi rendah lebih rentan dan riskan terhadap penyakit menular seperti TBC .

Meski pemerintah sudah melakukan berbagai upaya mencegah dan meminimalkan penularan TBC, jika persoalan kemiskinan belum terurai secara tuntas, kasus TBC bisa jadi terus meningkat.

Sekalipun negara menggandeng ormas, LSM, bahkan WHO untuk mencegah dan mengatasi TBC, jika pengaturan urusan rakyat masih menerapkan kapitalisme, hidup sehat dan sejahtera hanya angan-angan belaka.

Lingkungan dan sanitasi bersih, gizi baik, terpenuhinya kebutuhan dasar, kesadaran literasi, pengetahuan, serta edukasi di masyarakat, tidak akan tercapai selama rakyat masih susah dan sulit mengaksesnya, apalagi rakyat miskin.

Oleh karenanya, biang masalah kemiskinan inilah yang mesti diselesaikan secara tuntas, barulah masalah penyakit menular semacam TBC dapat dicegah.

Solusi Islam

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa saja di antara kalian yang berada di pagi hari sehat badannya; aman jiwa, jalan dan rumahnya; dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan ia telah diberi dunia seisinya.” (HR al-Bukhari dalam Adab al-Mufrâd, Ibn Majah dan Tirmidzi).

Dalam hadis ini kesehatan dan keamanan disejajarkan dengan kebutuhan pangan. Ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keamanan statusnya sama sebagai kebutuhan dasar yang harus terpenuhi.

Negara bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan dasar itu. Nabi saw. bersabda, “Imam (Khalifah) laksana penggembala dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

Tidak terpenuhi atau terjaminnya kesehatan dan pengobatan akan mendatangkan dharar bagi masyarakat. Dharar (kemadaratan) wajib dihilangkan. Dengan demikian, kesehatan dan pengobatan merupakan kebutuhan dasar sekaligus hak rakyat dan menjadi kewajiban negara.

Kebijakan kesehatan dalam Khilafah akan memperhatikan terealisasinya beberapa prinsip. Pertama: pola baku sikap dan perilaku sehat. Kedua: Lingkungan sehat dan kondusif. Ketiga: pelayanan kesehatan yang memadai dan terjangkau. Keempat: kontrol efektif terhadap patologi sosial.

Pembangunan kesehatan tersebut meliputi keseimbangan aspek promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Promotif ditujukan untuk mendorong sikap dan perilaku sehat. Preventif diprioritaskan pada pencegahan perilaku distortif dan munculnya gangguan kesehatan. Kuratif ditujukan untuk menanggulangi kondisi patologis akibat penyimpangan perilaku dan munculnya gangguan kesehatan. Rehabilitatif diarahkan agar predikat sebagai makhluk bermartabat tetap melekat.

Pembinaan pola baku sikap dan perilaku sehat baik secara fisik, mental maupun sosial, pada dasarnya merupakan bagian dari pembinaan kepribadian Islam itu sendiri.  Dalam hal ini, keimanan yang kuat dan ketakwaan menjadi keniscayaan.

Syariah juga memperhatikan pola makan sehat dan berimbang serta perilaku dan etika makan seperti perintah untuk memakan makanan halal dan thayyib (bergizi), larangan atas makanan berbahaya, perintah tidak berlebihan dalam makan, makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang, mengisi perut dengan 1/3 makanan, 1/3 air dan 1/3 udara, termasuk kaitannya dengan syariah puasa baik wajib maupun sunah. Syariah juga menganjurkan olah raga dan sikap hidup aktif.

Jadi, menumbuhkan pola baku sikap dan perilaku sehat tidak lain adalah dengan membina kepribadian Islam dan ketakwaan masyarakat. Hal itu bukan hanya menjadi domain kesehatan tetapi menjadi tanggung jawab pemerintah dan masyarakat umumnya.

Kebijakan kesehatan Khilafah juga diarahkan bagi terciptanya lingkungan yang sehat dan kondusif.  Tata kota dan perencanaan ruang akan dilaksanakan dengan senantiasa memperhatikan kesehatan, sanitasi, drainase, keasrian, dsb.  Hal itu sudah diisyaratkan dalam berbagai hadis, seperti:

“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, Maha Bersih dan mencintai kebersihan, Maha Mulia dan mencintai kemuliaan. Karena itu, bersihkanlah rumah dan halaman kalian, dan janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi.” (HR at-Tirmidzi dan Abu Ya’la).

Hadis ini dan yang lain jelas mengisyaratkan disyariatkannya pengelolaan sampah dan limbah yang baik, tata kelola drainasi dan sanitasi lingkungan yang memenuhi standar kesehatan, dan pengelolaan tata kota yang higienis, nyaman sekaligus asri.

Tentu saja itu hanya bisa direalisasikan melalui negara, bukan hanya melibatkan departemen kesehatan, tetapi juga departemen-departemen lainnya.

Tata kota, sistem drainase dan sanitasi kota kaum Muslim dulu seperti Baghdad, Samara, Kordoba, dsb telah memenuhi kriteria itu dan menjadi model bagi tata kota seperti London, kota-kota di Perancis dan kota-kota lain di Eropa.

Pelayanan kesehatan harus diberikan secara gratis kepada rakyat baik kaya atau miskin tanpa diskriminasi baik agama, suku, warna kulit dan sebagainya. Pembiayaan untuk semua itu diambil dari kas Baitul Mal, baik dari pos harta milik negara ataupun harta milik umum.

Wallahua’alam Bishowab

Warga Malahing Dibekali Sapta Pesona

0
Warga Malahing Dibekali Sapta Pesona
Warga Malahing mendengarkan pemaparan sapta pesona. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang menggelar kegiatan Monitoring dan Sosialisasi Sapta Pesona Kampung Wisata Malahing sebagai Salahsatu ADWI Terbaik di Tahun 2023, Senin (3/4/2023) kemarin di Kampung Malahing.

Kegiatan ini sebagai salahsatu agenda persiapan kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno mengunjungi Kampung Malahing. Sebagai salahsatu desa wisata yang berhasil masuk di 75 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023.

Di agenda kali ini Dispopar membekali warga Malahing, agar mempersiapkan diri sebagai warga kampung wisata. Mulai dari pengelolaan lingkungan, menyambut pengunjung, hingga peningkatan keamanan selama perjalanan.

Tak ayal, 7 poin sapta pesona pun dibeberkan, agar warga Malahing semakin memahami detil-detil persiapan sebagai desa wisata. 7 poin itu adalah Aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, kenangan.

Kabid Pariwisata Dispopar Bontang, Ramli Mansurina dalam pemaparannya menjelaskan, bahwa 7 poin ini harus dilakukan oleh warga Malahing jika ingin pengunjung semakin banyak yang datang ke kampung mereka. Slogan sapta pesona ini akan semakin meningkatkan daya tarik Malahing di mata pengunjung.

Lingkungan harus lah menimbulkan rasa aman bagi pengunjung, kebersihan dijaga, ramah dalam menyambut pengunjung dan tidak lupa menyapa siapapun yang datang, menjaga penghijauan lingkungan agar kampung selalu terlihat sejuk, sehingga meninggalkan kenangan bagi pengunjung yang datang.

“Kalau 7 poin ini dilakukan, saya yakin pengunjung makin betah. Mereka juga akan terus datang kemari,” ujar Ramli kepada warga yang hadir mendengarkan pemaparan sapta pesona.

Sementara itu, Kepala Dispopar Bontang, Ahmad Aznem menyampaikan, bahwa kedatangan Menparekraf, Sandiaga Uno ke Malahing akan menimbulkan efek positif. Lantaran kampung ini akan semakin viral yang berujung pada peningkatan pengunjung dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat Malahing.

“Media-media akan meliput. Warga Bontang dan luar Bontang akan berdatangan. Desa-desa lain yang tidak berhasil masuk di ADWI pun akan tertarik untuk belajar ke Kampung Malahing,” ujar Aznem dalam sambutannya. (al)