Beranda blog Halaman 926

Pengguna BPJS Sudah Bisa Gunakan Cath Lab di RSUD Taman Husada

0
Pengguna BPJS Sudah Bisa Gunakan Cath Lab di RSUD Taman Husada
Alat Cath Lab yang dimiliki RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – Sejak Juli 2023 lalu, RSUD Taman Husada telah membuka Instalasi Kateterisasi Kardiovaskuler atau Cath Lab untuk masyarakat pengguna BPJS.

Terhitung sejak Juli hingga awal September ini sudah 40 pasien pengguna BPJS terlayani dengan fasilitas kateterisasi jantung.

“Selain umum dan perusahaan, dengan BPJS sudah bisa menggunakan Cath Lab tersebut,” jelas dr. Siti Aisyatur Ridha, Tim Humas RSUD Taman Husada Bontang.

Sebelumnya, pengguna BPJS harus pergi ke kota lain untuk pelayanan tersebut, lantaran RSUD belum memiliki alat yang dibutuhkan.

Ridha menjelaskan, Cath Lab dapat digunakan peserta BPJS tahun 2023 ini lantaran RSUD baru melengkapi berkas-berkas administrasi yang kurang, sehingga baru disetujui pada tahun 2023 ini.

“Kami memiliki fasilitas Cath Lab sudah lama, tapi pembayaran menggunakan BPJS baru-baru saja disetujui,” jelasnya.

Selain itu, sebagai penopang Ibu Kota Negara (IKN) peningkatan pelayanan kesehatan di Kota Bontang juga ditambah, dengan salah satunya adalah dengan memaksimalkan layanan dari pemerintahan seperti penggunaan BPJS untuk berbagai jenis pengobatan.

“Tentu ini bagian dari keseriusan pemkot untuk warga Bontang mendapatkan hak sehatnya. Dengan adanya Cath Lab diharapkan masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi jika ingin berobat,” tutupnya. (sya/adv)

Pemkot Bontang Adakan Pelatihan Bagi PNS yang Akan Purna Tugas, Walikota dan Wawali Kompak Beri Motivasi, Inspirasi, dan Informasi

0

BONTANG – Setelah dilakukan pelepasan oleh Sekretaris Daerah Kota Bontang, Ir. Hj. Aji Erlynawati, MT, kepada peserta Pelatihan Purna Tugas pada Rabu, 27 Oktober 2023, di Pendopo Rujab Walikota yang akan berangkat ke Kota Bogor, selanjutnya Pelatihan Purna Tugas PNS Kota Bontang dibuka resmi Wali Kota Bontang, Bapak Basri Rase, S.Ip, M.Si.

Kegiatan ini berlangsung di dua tempat. Yakni untuk pembelajaran klasikal di Hotel The Mirah Kota Bogor, Rabu dan Kamis (25 dan 26 Oktober 2023), dan studi lapangan di Kuntum Farmfield, Jumat, 27 Oktober 2023.

Turut hadir pula, Staf Ahli Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Tavip Nugroho, Kepala Badan Kepegawaian dan SDM (BKPSDM) Bontang, Sudi Priyanto, serta Pimpinan Cabang Bontang Bankaltimtara, Asrar Sayuti.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Basri Rase, menggarisbawahi pentingnya pelatihan purna tugas tersebut, guna meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para PNS sebelum memasuki masa pensiun.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para PNS dengan pengetahuan, keterampilan, dan persiapan yang diperlukan menjelang masa pensiun. “Pelatihan ini memberikan kesempatan kepada PNS untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan diri untuk menjalani peran baru setelah masa aktif sebagai PNS berakhir,” bebernya.

Kegiatan tersebut merupakan langkah proaktif yang diambil Pemkot Bontang untuk memastikan bahwa PNS yang pensiun tetap menjadi aset berharga bagi masyarakat dan pemerintah.

“Acara ini menjadi bukti komitmen Pemkot Bontang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui PNS yang profesional dan terus berkembang,” ujarnya.

Basri menyampaikan masa purna tugas merupakan masa yang rentan, baik secara fisik maupun mental. Ketika seorang PNS memasuki masa pensiun, apabila tidak dibekali wawasan dan sikap melalui pelatihan, maka bukan tidak mungkin PNS tersebut akan timbul banyak permasalahan.

Sebagai pegawai negeri, tentu tidak akan selamanya, dan ada batas waktu yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku. Maka dari itu, memasuki masa pensiun tidak hanya harus siap secara mental tapi juga siap secara fisik.

Pelatihan purna tugas ini pun diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada para peserta, mempersiapkan mereka untuk memasuki tahap purna tugas, dan meningkatkan kemampuan dalam berkontribusi pada pembangunan kota setelah pensiun.

“Para pegawai yang akan purna tugas diharapkan dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan program Pemkot Bontang. Kita harus bergerak bersama untuk menuju Bontang yang lebih hebat dan beradab,” ungkapnya.

Senada dengan, Wakil Walikota (Wawali) Bontang, Hj. Najirah, SE, yang turut hadir memberi pembekalan pada Kamis, 26 Oktober 2023 di The Mirah Hotel. Ia juga berpesan dengan hal yang sama. Bahwa setiap PNS yang akan memasuki usia pensiun patut untuk mempersiapkan diri, termasuk mempersiapkan peluang usaha yang nanti akan ditekuni, sehingga tetap produktif dan akan memberikan manfaat berupa kesehatan jiwa dan raga.

Ia juga memberi informasi terkait akses permodalan melalui pola back-to-back, terutama bagi PNS yang memiliki deposito, dengan menekankan bunga yang jauh lebih rendah. Pinjaman back-to-back adalah suatu bentuk pinjaman di mana seorang peminjam menggunakan aset tertentu sebagai jaminan untuk meminjam dana dari sebuah lembaga keuangan, dan kemudian menggunakan dana tersebut untuk memperoleh aset lain yang akan digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman lain dari lembaga keuangan lainnya.

Menurut Najirah, pinjaman back-to-back dengan jaminan deposito juga tidak ada biaya pengurusan pengajuan pinjamannya serta lebih cepat waktu prosesnya. “Dengan bunga yang jauh lebih kecil, akan memberikan keringanan bagi peminjam dalam pengembaliannya. Namun kita tetap bersemangat untuk mengembalikan aset deposito yang kita jaminkan sehingga kembali menjadi milik kita sepenuhnya. Ini merupakan peluang yang menjadi pilihan bagi kita semua,” bebernya.

Dalam laporan yang disampaikan Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, bahwa pelatihan ini akan diisi dengan berbagai materi. Mulai dari penyampaian motivasi oleh narasumber terkait. Lalu materi berupa informasi dan sosialisasi Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) dan perbankan oleh narasumber Bankaltimtara. Serta pemahaman praktis aneka usaha di Kuntum Farmfild Bogor.

Adapun peserta pelatihan ini diikuti sebanyak 55 PNS yang terdiri dari 23 Guru, 5 tenaga kesehatan, dan 27 teknis. Acara ini dirangkai penyerahan cenderamata dari Bankaltimtara kepada perwakilan peserta. “Semoga pelatihan ini dapat diikuti sebaik mungkin dan memberi banyak manfaat untuk peserta,” pungkasnya. (ADV)

Bidan di RSUD Taman Husada Ikut Pelatihan Lanjutan

0
Bidan di RSUD Taman Husada Ikut Pelatihan Lanjutan
Pelatihan lanjutan untuk bidan di RSUD Taman Husada kembali diadakan. (ist)

BONTANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Kota Bontang kembali memberikan pelatihan kepada 23 bidan yang bertugas di RSUD Taman Husada Kota Bontang. Pelatihan dilaksanakan beberapa waktu lalu di ruang Nusa Indah, lantai 5 RSUD Bontang.

Humas RSUD Taman Husada Kota Bontang, Siti Aisyatur Ridha menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan kepada bidan RSUD saat ini merupakan lanjutan dari pelatihan yang telah dilakukan sebelumnya. Rencananya, akan dilaksanakan empat kali dengan memberikan materi yang sama kepada bidan yang belum mengikuti pelatihan kebidanan sebelumnya.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan berkelanjutan, ini merupakan sesi ke dua. Ada beberapa dokter spesialis yang memberikan materi seperti dokter kandungan, dokter spesialis anak. Saya memberikan materi sebagai salah satu standar mutu pelayanan rumah sakit,” kata dr Ridha.

Lanjut Ridha mengatakan, tujuan pelatihan nantinya untuk memberikan pengetahuan kepada bidan yang diharuskan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas SDM di RSUD Taman Husada Bontang.

“Kita diminta untuk peningkatan mutu SDM khususnya bidan RSUD. Kita evaluasi peningkatan mutu. Ada beberapa teman yang mendapatkan pelatihan ilmu dari luar dan mengaplikasi dan berbagi In House Training di RSUD,” katanya. (adv)

Rencana Akmal Bikin Penangkaran Khusus Riska Didukung Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim

0
Rencana Akmal Bikin Penangkaran Khusus Riska Didukung Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim
Buaya Riska saat dievakuasi beberapa waktu lalu. (ist)

SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Puji Setyowati mendukung rencana Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik untuk membuat penangkaran khusus bagi buaya Riska yang berorientasi pada konservasi.

“Buaya Riska adalah aset yang sangat berharga untuk melestarikan spesies yang terancam punah,” ujar Puji di Samarinda awal pekan lalu.

Dia mengusulkan agar buaya Riska dikelola oleh lembaga atau organisasi yang peduli dengan perlindungan hewan.

“Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar serta keberlangsungan hidup hewan tersebut,” katanya.

Puji juga menekankan agar pengelolaannya nanti mempertimbangkan aspek lingkungan, khususnya manajemen limbah yang timbul selama pengelolaan.

“Lokasi penangkaran buaya tersebut dekat dengan permukiman warga dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan, termasuk potensi pencemaran udara. Oleh karena itu, perlu ada tindakan bijak dan berkelanjutan dalam merencanakan pengelolaan hewan tersebut,” ungkapnya.

Dia berharap dukungan dari berbagai pihak akan mendorong pengembangan wisata, yang mengintegrasikan aspek konservasi hewan dan pengalaman wisata yang berkualitas.

“Hal ini juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik berjanji untuk mencari solusi terbaik untuk kelangsungan hidup buaya Riska setelah dievakuasi dari habitat asalnya di Sungai Guntung, Bontang ke tempat baru di Penangkaran Buaya Teritip, Balikpapan.

“Buaya Riska ini menarik perhatian banyak orang. Namun, Buaya Riska ini adalah binatang buas. Sebagai binatang buas, dia berhak untuk hidup di habitatnya,” ucap Pj Gubernur Akmal Malik saat didampingi Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian di Penangkaran Buaya Teritip, Balikpapan Timur, Selasa.

Menurut Akmal, kondisi tempat penampungan Buaya Riska sangat tidak memadai. Kondisi ini ditakutkan membuat Buaya Riska semakin stres.
Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang BKSDA untuk mencari jalan terbaik untuk Riska dan keselamatan masyarakat.

Penulis: Eky

Editor: Yusva Alam

Satu-satunya di Bontang, Laboratorium Patologi Anatomi Milik RSUD Taman Husada

0
Satu-satunya di Bontang, Laboratorium Patologi Anatomi Milik RSUD Taman Husada
dr Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA saat menunjukkan alat-alat di laboratorium PA. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang memiliki Laboratorium Patologi Anatomi (PA) yang dikhususkan memeriksa sampel FNAB, untuk memeriksa anatomi tubuh manusia termasuk sel-sel bagi penyakit di dalam tubuh.

dr Muhammad Rasyid Ridho, Sp.PA, Dokter Spesialis Patologi Anatomi mengatakan, laboratorium PA untuk memeriksa golden standar atau diagnosis tertentu yang diperiksa menggunakan mikroskop.

“Cara kerja di laboratorium patologi anatomi memeriksa sel-sel tubuh untuk memastikan diagnosis pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pemeriksaan di laboratorium PA menggunakan mikroskop dengan memeriksa kembali penegakan diagnosis.

“Laboratorium PA tujuannya sendiri untuk memastikan penyakit. Umumnya ada seperti itu. Ada juga yang tidak menggunakan PA,” katanya.

Laboratorium PA beroperasi secara resmi pada awal tahun 2023, namun telah ada sejak tahun 2022 dengan dua dokter spesialis dan satu analisis.

“Ada dua dokter spesialis patologi anatomi dan satu analis di laboratorium,” katanya.

Selanjutnya, dr Rasyid menambahkan, ia sendiri telah bertugas sejak tahun 2014 di RSUD Bontang dan mengambil spesialis patologi anatomi pada 2022. “Ini lab satu-satunya di Bontang,” ungkapnya. (ADV)

Optimalkan Penggunaan Media Sosial, Diskominfo Gelar Bimtek Digital Kehumasan

0
Optimalkan Penggunaan Media Sosial, Diskominfo Gelar Bimtek Digital Kehumasan
Narasumber (tengah) saat menerima kenang-kenangan dari Diskominfo Bontang. (ist)

BONTANG – Guna mengoptimalisasi penggunaan media sosial bagi insan Humas (Hubungan Masyarakat), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Digital Kehumasan.

Kegiatan diselenggarakan selama 4 (hari) sejak Rabu (25/10/2023) hingga Sabtu (28/10/2023), di area Hotel Golden Tulip Balikpapan.

Bimtek kali ini mengusung tema ‘Manajemen Media Sosial dan Pengolahan Media Sosial,’ dengan menyasar seluruh staf Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Bontang.

Hadir sebagai narasumber Wahyu Rizky Pratama dan Rizky Rizkyawandy dari Kaltimpos, menjabarkan terkait penggunaan fitur-fitur dalam mengoptimalisasi media sosial yang dimiliki Diskominfo Bontang.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Komunikasi Publik, Ilham Wahyudi mengungkapkan, bahwa penggunaan internet dalam aktivitas kehumasan pada era ini merupakan keniscayaan.

“Seperti kita ketahui, era digital saat ini memacu peran humas pemerintah untuk makin aktif dalam memanfaatkan kanal digital, termasuk media sosial. Sebagai platform yang berpengaruh dalam menyampaikan pesan dan mempengaruhi opini publik, keberadaan strategi dan kemampuan penggunaan digital media menjadi sangat relevan dalam menunjang peran humas pemerintah dalam menyampaikan program prioritas pemerintah,” ungkapnya.

Ia berharap dengan terselenggaranya bimtek tersebut, dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Humas Diskominfo. Baik dalam membentuk citra, maupun menyebarluaskan program strategis pemerintah.

Editor: Yusva Alam

Kritik terhadap Pariwisata sebagai Sumber Pendapatan Daerah

0
Kritik terhadap Pariwisata sebagai Sumber Pendapatan Daerah
Rahmi Surainah, M.Pd.(ist)

Oleh:

Rahmi Surainah, M.Pd

(Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin)

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr Akmal Malik menyempatkan mengunjungi Wisata Pantai Beras Basah di Kota Bontang, Kamis (12/10/2023) setelah menghadiri upacara dan Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang dalam rangka Peringatan HUT Ke-24 Kota Bontang. Akmal Malik mengaku kagum dan menilai Pantai Beras Basah sangat indah dan bersih. Lautnya pun bersih.

Selanjutnya, Akmal berpesan agar Bontang bisa terus maju, maka mereka harus terus menggali potensi yang bisa diandalkan selain pantai atau laut karena, tidak lama lagi kurang lebih 1,8 juta orang akan hadir ke Kaltim, disebabkan kehadiran IKN. (Kaltimprov.go.id, 15/10/2023)

Beberapa daerah di Kaltim memang berupaya menggencarkan sektor pariwisata menjadi andalan di daerahnya. Termasuk Bontang, meski terkenal kota industri di sana juga terdapat SDA yang kaya nan indah. Oleh karena itu, ada upaya agar tempat pariwisata di sana dijadikan sebagai kemajuan kota atau potensi pendapatan daerah.

Namun benarkah demikian? Padahal kalau dikritisi berharap pada sektor pariwisata tidak seberapa dibanding dengan potensi SDA yang dimiliki daerah.

Pengalihan SDAE yang Diprivatisasi

Kaltim kaya akan SDAE namun kekayaan tersebut sayangnya tidak dikelola sendiri. SDAE diprivatisasi oleh pihak lain, yakni swasta atau asing. Jadi berharap kemajuan dengan menggali potensi pariwisata seharusnya tidak perlu karena yang didapat kecil tidak sebanding dengan potensi SDAE. Apalagi dampak negatif digalakkannya pariwisata, yakni liberalisasi ekonomi, sosial, dan budaya lebih besar dibanding keuntungan materi yang didapat.

Jamak diketahui datangnya masyarakat luar atau asing maka akan siap dengan konsekuensi yang dibawa mereka ketika mereka berwisata. Kemaksiatan berupa minuman keras, pergaulan bebas, terbukanya aurat tentu sepaket gaya hidup yang akan mempengaruhi masyarakat sekitar.

Di satu sisi ini pengalihan SDAE yang sukses diprivatisasi. Pariwisata digencarkan untuk menghibur atau sebagai ganti SDAE yang dikuasai swasta dan asing. Untung yang diraih berupa pendapatan tidak sebanding dengan buntung yang didapat masyarakat. Apalagi jika pihak luar negeri yang mengambil alih tempat wisata dipastikan masyarakat sekitar atau UMKM akan “gulung tikar” atau maksimal ‘hanya mampu bertahan hidup.

Demikianlah ketika salah dalam paradigma pengelolaan SDAE dan pariwisata. SDAE yang seharusnya dikelola negara tapi diambil alih oleh swasta atau asing. Pemerintah justru sibuk dengan menggencarkan pariwisata dengan UMKM lokal. Adapun SDAE yang dikuasai oleh swasta dan asing, pemerintah hanya diam bahkan mempersilahkan dieksploitasi. Tempat wisata dijadikan sebagai obyek kapitalisasi, sebagai penghibur SDAE yang sudah diprivatisasi.

Mirisnya lagi, pengelolaan pariwisata dalam sistem kapitalisme sekuler saat ini memang semakin menjauhkan agama dari kehidupan. Seakan agama tidak mengatur bagaimana pariwisata yang benar tanpa harus mengundang kemaksiatan.

Sistem Kapitalisme sekuler saat ini memang menjadikan pariwisata sebagai sumber perekonomian. Apapun akan dilakukan demi kepentingan ekonomi dan bisnis. Meski untuk itu, harus berdamai dengan praktik kemaksiatan bahkan kesyirikan. Devisa didapat tidak sebanding dengan dosa yang mengundang murka dan bencana.

Kita dilenakan dengan hiburan pariwisata padahal SDAE sedang diincar namun kita diam saja. Kaltim kaya dengan SDAE seharusnya sejahtera, malah menggencarkan pariwisata yang justru mengundang dampak negatif dan membuat kita sengsara.

Pariwisata dalam Islam

Pariwisata tanpa terikat dan diatur syariat Islam hanya akan mengundang bahaya. Tujuan pariwisata dalam Islam bukan untuk meraih materi berupa manfaat, pendapatan dan kesenangan semata.

Dalam Islam pariwisata dikembangkan untuk meningkatkan ketakwaan umat Islam dan sarana dakwah bagi umat lain. Terkait keindahan alam misalnya maka akan dimanfaatkan untuk tadabbur alam, betapa indahnya ciptaan Allah.

Pariwisata meski bisa menjadi salah satu sumber devisa, namun dalam Islam tidak akan dijadikan sebagai sumber perekonomian negara. Tujuan utama dipertahankan pariwisata hanya sebagai Syiar atau sarana dakwah. Negara tidak akan mengeksploitasi pariwisata untuk kepentingan ekonomi dan bisnis.

Sektor pariwisata bukanlah sumber pendapatan yang bersifat tetap. Dalam Islam ada empat sumber tetap bagi perekonomian dalam negara, yaitu pertanian, perdagangan, industri dan jasa. Keempat sumber inilah yang menjadi tulang punggung bagi negara dalam membiayai perekonomianya.

Negara juga mempunyai sumber lain, baik melalui pintu zakat, jizyah, kharaj, fai’, ghanimah hingga dharibah. Semuanya ini mempunyai kontribusi yang tidak kecil dalam membiayai perekonomian negara. Dengan demikian hanya Islam sebagai negara yang mampu menyejahterakan rakyat. Islam tidak akan berharap pada pariwisata yang justru mengundang bahaya.

Negara dalam Islam akan membuat potensi SDAE yang melimpah dikelola dengan benar. Negara juga akan mengembangkan sektor lain seperti pertanian, industri, teknologi, dll sehingga membuat masyarakat sejahtera tanpa berharap pada sektor pariwisata.

Demikianlah pariwisata dalam Islam hanya untuk menambah keimanan. Berbeda sekali dengan pariwisata saat ini yang dijadikan ajang bisnis materialis meski mengundang bahaya dan mengikis keimanan.

Wallahu a’lam

Warga Bontang Buruan Daftar! Kelurahan Satimpo Kembali Gelar Lomba Mancing Lele

0
Warga Bontang Buruan Daftar! Kelurahan Satimpo Kembali Gelar Lomba Mancing Lele
Banner Lomba Mancing Satimpo. (ist)

BONTANG – Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang yang ke-24, Kelurahan Satimpo Kembali menggelar lomba mancing lele dengan total hadiah puluhan juta.

Lomba tersebut rencananya kembali dilaksanakan di salah satu sungai di Jalan Jati, RT 21, Kelurahan Setimpo. Lokasi tersebut termasuk tempat baru karena baru dibuka sejak Agustus lalu.

“Lokasi ini baru kami buka bulan 8 kemarin untuk lomba juga, dan kali ini kami adakan lagi untuk merayakan HUT Bontang,” jelas Maryono, Lurah Satimpo

Peserta lomba ini dibatasi hanya 300 peserta dan akan dilaksanakan pada tanggal 4 November mendatang. Untuk peserta sudah bisa melakukan pendaftaran pada hari Senin (30/10/23) depan.

Sebelumnya, saat pembukaan lokasi pertama kali, warga sudah sangat antusias dengan peserta yang mencapai 250 orang, sehingga kali ini ditambahkan. Total hadiahnya mencapai Rp 21 juta.

“Nanti akan ada 500 kilogram lele yang kita lepas untuk para peserta,” tutupnya

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Sosialisasi Perda Ketahanan Keluarga, Kasir Tappa: Ketahanan Negara Berasal dari Keluarga

0

BONTANG – Penyebaran Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga kembali dilaksanakan Abdul Kadir Tappa, anggota DPRD Provinsi Kaltim, Sabtu (28/10/2023) di Hotel Andika.

Kadir Tappa menjelaskan bahwa apa pun yang terjadi dalam keluarga harus dapat dihadapi bersama. Pasalnya, ketahanan keluarga memiliki relevansi yang besar terhadap ketahanan nasional.

Kepada masyarakat Bontang, Kadir Tappa menekankan bahwa Perda kedua ini memiliki potensi untuk membantu meningkatkan kualitas keluarga. “Selain Perda ketahanan keluarga, saya juga sering mendeklarasikan Perda terkait narkoba, karena dua Perda ini saling berkaitan,” jelasnya.

Narkoba dapat merusak keluarga, atau sebaliknya, situasi keluarga yang kurang harmonis dapat mendorong salah satu anggotanya untuk terjerumus ke dalam narkoba, terutama anak-anak. Ketika ini terjadi, ketahanan keluarga sudah tidak lagi berfungsi.

Menurut Kadir Tappa, ketahanan keluarga harus dimulai sejak awal, bahkan sebelum keluarga terbentuk. Sebagai contoh, merokok bagi seorang suami dapat menghabiskan uang yang sebenarnya dapat digunakan untuk keperluan keluarga.

Kegiatan Penyebaran Perda Kadir Tappa (Syakurah/MediaKaltim)

Kadir Tappa juga menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membangun negara, dan mengingatkan agar warga tidak tergoda oleh tawaran dana dari calon legislatif tertentu.
“Sebaiknya, jika ada calon legislatif yang ingin memberikan uang, jangan mudah tergoda. Ini adalah tindakan yang tidak benar,” tegasnya.

Dalam acara sosialisasi ini, terdapat dua pemateri. Pertama, Srie Mariyatini, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, menjelaskan bahwa ketahanan keluarga adalah kondisi dinamis yang mencakup keuletan, ketangguhan, kemampuan fisik dan mental, serta aspek spiritual untuk hidup mandiri dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Ketahanan keluarga adalah tanggung jawab bersama pemerintah, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha. Semuanya saling terkait,” katanya.

Fungsi keluarga juga sangat penting, mencakup fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi, serta pembinaan lingkungan.

Hartono, dari Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bontang Utara, pemateri kedua, melanjutkan dengan menjelaskan bahwa ketahanan keluarga sebaiknya dimulai dengan iman dan keyakinan.

Oleh karena itu, bagi warga Bontang yang akan menikah, Hartono menjelaskan bahwa bimbingan pernikahan bersertifikat akan menjadi persyaratan untuk memastikan ketahanan keluarga. “Mulai tahun 2024, warga yang ingin menikah wajib memiliki sertifikat ini,” ujarnya. (Sya/adv)

Kota Bontang Raih Penghargaan Proklim 2023

0
Kota Bontang Raih Penghargaan Proklim 2023
Wali Kota Bontang, Basri Rase (kanan) saat menerima penghargaan dari Menteri LHK, Siti Nurbaya. (ist)

BONTANG – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyerahkan 602 penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) 2023. Penganugrahan tersebut diserahkan kepada beberapa daerah di Indonesia.

Bontang patut kembali berbangga. Pasalnya Bontang kembali diganjar penghargaan Proklim 2023 yang diterima langsung oleh Wali Kota Bontang Basri Rase, Selasa (24/10/2023), di Auditorium DR. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta.

Dalam sambutannya Siti Nurbaya mengatakan, bahwa penghargaan tersebut adalah bentuk apresiasi, kepada daerah yang telah berperan aktif dalam pelaksanaan Proklim.

“Penghargaan yang diberikan kepada bapak ibu yang hadir dalam kesempatan ini, merupakan pengakuan atas kerja keras bapak ibu saudara baik dari pelaksanaan Proklim, kepala daerah yang telah menjalankan fungsi pembinaan dengan baik, serta dunia usaha ataupun lembaga swadaya masyarakat yang mengambil peran aktif dalam mendukung dan mendampingi pelaksanaan Proklim,” ucapnya.

Senada dengan itu, Basri Rase mengungkapkan terima kasih dan apresiasinya atas sinergi semua pihak dalam menyukseskan Proklim di Kota Taman.

“Penghargaan ini bukan hanya seremonial saja tapi menjadi komitmen bersama tentang kepedulian kita terhadap lingkungan, dan juga sebagai semangat dan motivasi kita untuk dipertahankan dan kita tingkatkan. Penghargaan dari pemerintah pusat ini merupakan kepedulian kita tentang efek gas rumah kaca dan pemanasan global,” ungkapnya

“Saya berharap, ke depannya melalui Dinas Lingkungan Hidup sebagai penanggungjawab terkait lingkungan hidup, bagaimana untuk terus menambah kawasan-kawasan Proklim seperti Kelurahan Telihan. Saya ucapkan terima kasih atas capaian penghargaan, dan berharap Bontang benar-benar menjadi kota Green City,” harapnya.

Editor: Yusva Alam