Beranda blog Halaman 952

Simpan Sabu-Sabu, Yadi Gondrong Diringkus di Depan Rumahnya

0
Pelaku dan barang bukti diamankan polisi.

BONTANG – Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Unit Satreskrim Polsek Marangkayu mengamankan Yadi alias Adi (40) karena menyimpan sabu-sabu seberat 1,39 gram brutto Rabu (16/2/2022). Pria gondrong ini diringkus di rumahnya Jalan PLN RT 17 Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kapolsek Marangkayu AKP Slamet Riyadi mengatakan, penangkapan bermula saat kepolisian mendapat informasi di sekitar depan SPBU Marangkayu, tepatnya di gang setapak Desa Sebuntal Marangkayu, sering dijadikan tempat transaksi sabu-sabu.

Tim katanya, kemudian mendatangi sebuah rumah yang dicurigai di Jalan PLN Desa Sebuntal dan mendapati laki-laki bernama Yadi di teras rumah sekitar pukul 17.00 Wita.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan satu poket sabu seberat 1,39 gram brutto yang didisimpan dalam kotak alumunium warna silver dan dompet orange. “Narkoba itu disembunyikan di dinding rumah beserta dengan timbangan digital dan sendok takar terbuat dari sedotan,” ujar Kapolsek.

Saat diinterogasi, Yadi mengaku sabu-sabu itu didapat dari laki-laki bernama samaran Naruto yang berada di daerah Muara Badak. Atas perbuatannya, Yadi disangakan dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (mk)

Reformasi Belajar Melalui Literasi Usia Dini Berkualitas

0

Workshop di Beberapa TK di Bontang dan Temu Orangtua di Kukar

Tahukah kita bahwa bermain merupakan intisari kurikulum dan pembelajaran di PAUD, yaitu “Merdeka Belajar, Merdeka Bermain”. Bermain adalah belajar, dan bermain-belajar merupakan kegiatan yang esensial untuk perkembangan yang optimal. Bahwa sejatinya anak belajar melalui bermain di saat ia menjelajahi lingkungan untuk mengenali dunia di sekelilingnya.

Anak di usia emas perkembangan otaknya, anak perlu diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman yang bermakna. Bermain sesuai dengan minat dan rasa ingin tahu anak membuat anak memiliki pembelajarannya. Inilah merdeka bermain bagi anak usia dini.

Menyoal karakteristik kurikulum baru tahun 2022 ini tentu saja memiliki beberapa perbedaan dengan kurikulum sebelumnya yakni kurikulum 2013. Dilansir kanal Youtube Guru Abad 21 yang diakses pada 17 Desember 2021, kurikulum tahun 2022 akan berfokus pada karakteristik merdeka belajar yang digagas Mendikbud.

Pada jenjang PAUD, kegiatan bermain merupakan proses belajar utama yang akan diberikan pada para siswa.

LITERASI USIA DINI DAN PEMBENTUKAN KARAKTER

Pada jenjang ini, penguatan literasi dini dan pendidikan karakter merupakan target yang harus dicapai dalam proses belajar sambil bermain. Basis dari penguatan literasi dini dan pendidikan karakter adalah buku bacaan anak yang sesuai dengan semangat merdeka belajar.

Selain itu, kita ketahui bahwa fase pendidikan PAUD juga merupakan fase fondasi untuk meningkatkan kesiapan anak dalam sekolah di jenjang selanjutnya.

Di jenjang PAUD juga akan dikenalkan pembelajaran berbasis proyek dengan goal penguatan profil pelajar pancasila melalui hari besar nasional dan perayaan tradisi lokal.

Kegiatan yang juga dikuatkan dalam pembelajaran di PAUD merupakan kegiatan bermain-belajar berbasis buku bacaan anak. Kegiatan ini ditujukan untuk menguatkan literasi secara dini melalui kegiatan-kegiatan yang membangun minat baca anak.

Kegiatan berbasis buku bacaan anak bukanlah kegiatan yang menuntut anak untuk dapat membaca secara mandiri, melainkan kegiatan yang melibatkan buku bacaan anak. Sebagai contoh, kegiatan di PAUD diawali dengan guru membacakan buku cerita kepada anak-anak, kemudian mendiskusikan isi buku tersebut, dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan isi buku yang telah dibaca bersama.

Sehingga berbagai pendekatan kegiatan bermain-belajar dapat digunakan di satuan PAUD seiring dengan kegiatan berbasis buku bacaan anak, misalnya kegiatan kelompok, kegiatan berbasis area, kegiatan berbasis sentra, dan kegiatan proyek.

Keragaman pendekatan dan metode diharapkan dapat memberikan stimulasi yang dapat mendorong tumbuh kembang yang optimal serta siap untuk bersekolah di jenjang berikutnya. Selain itu dukungan berupa area bermain yang terbuka, guru atau pendidik PAUD yang membangun komunikasi stimulatif akan memberikan kebebasan pada anak dan dapat mengoptimalkan potensi perkembangannya.

Nah, capaian pembelajaran pada jenjang PAUD pada kurikulum 2022 terdiri atas 3 (tiga) elemen, yaitu:

Nilai agama dan budi pekerti,
Jati diri dan
Dasar-dasar literasi, sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika (STEAM).

LITERASI UNTUK PARA GURU DAN ORANGTUA

Mengingat betapa pentingnya keberhasilan penerapan pendidikan literasi anak usia dini, maka penting pula mengasah kemampuan para pendidik/guru sekaligus literasi orangtua. Karena dengan pemahaman arti penting literasi bagi para guru dan orang tua akan berbanding lurus dengan perkembangan literasi usia dini.

Untuk itu sebagai bentuk upaya kepedulian, bulan Februari ini saya berkesempatan untuk mengajarkan beberapa worshop literasi guru dan temu orangtua agar pembentukan karakter usia dini dapat tercapai salah satunya melalui penguatan literasi.

Bersama temu wali murid di Jaringan Sekolah Islam Cendikia Kukar dibawah binaan ustadz Bimansyah, SPd, Workshop Kepenulisan di Lingkungan KB dan TK Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) dengan kepsek Wiwik, SPd.AUD, Workshop Belajar Menulis di PAUD Terpadu Al Ihsan di bawah Kepsek Parti Suprapti, SPd.AUD serta di TK Islam Kreatif Salsabila sendiri diacara Salsabila Talk baru-baru ini, adalah upaya mengajak guru dan orangtua super untuk andil dalam pendidikan literasi usia dini. Karena bagaimanapun peran pendidikan/guru serta orangtua dimasa pandemi ini sangat menentukan keberhasilan pendidikan literasi usia dini. (**)

Catatan : Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN CLp
(Direktur Yayasan RK Salsabila, Penulis, Trainer dan Koordinator ABI Literasi Kaltim)

 

PKT Luncurkan Berneos.co, Bantu UMKM Tingkatkan Promosi dan Penjualan

0

BONTANG – PT Pupuk Kaltim meluncurkan Borneo Online Store (Borneos.co). Soft launching ‘Borneos’ dihadiri langsung Wali Kota Bontang Basri Rase, di Ruang Rapat Pirus Grand Equator, Selasa (15/2). “Saya harapkan kehadiran aplikasi Borneos.co ini bisa membantu UMKM di Kota Bontang dan dapat meningkatkan promosi dan penjualan secara daring, terutama di masa pandemi,” ucap Basri Rase.

Ia berharap ke depan seluruh UMKM di Bontang dapat bergabung di Borneos.co, dan dalam pelaksanaannya Borneos tidak hanya berfokus pada penjualan produk, namun juga dalam pembinaan UMKM. “Dengan digitalisasi UMKM, saya yakin kita semua memiliki semangat yang sama dalam membantu dan mengembangkan UMKM pada masa pandemi dan era digital ini,” bebernya.

Aplikasi Borneos.co ini berbasis website sebagai suatu ekosistem digital guna membantu para pelaku usaha di Kota Bontang melakukan promosi dan penjualan secara daring.

Sebelumnya Pupuk Kaltim sudah melakukan sosialisasi Berneos.co dan diikuti 177 peserta yang terdiri dari mitra binaan perusahaan maupun pelaku UMKM lainnya di Kota Bontang.

VP CSR PKT Anggono Wijaya, mengatakan Borneos.co sebagai bentuk komitmen Pupuk Kaltim untuk membantu pelaku usaha tetap tumbuh dan berkembang di tengah pandemi, dengan meningkatkan peluang penjualan secara digital.

“Ini merupakan komitmen PKT terhadap pelaku UMKM di Bontang, agar usaha tetap berjalan dan terus berkembang dengan menghadirkan peluang penjualan melalui digital. Apalagi pandemi sangat berdampak ke usaha masyarakat, sehingga perlu upaya untuk mendorong UMKM Bontang tetap tumbuh dan berkembang,” terang Anggono.

Melalui Borneos.co, Pupuk Kaltim mengajak pelaku UMKM Bontang untuk Go Digital dengan menjangkau pasar yang lebih luas melalui adopsi teknologi secara berkelanjutan, sekaligus memudahkan masyarakat untuk mengenal berbagai produk UMKM yang dihadirkan di marketplace tersebut.

Hal ini juga sebagai bentuk kesinambungan langkah PKT dalam memberikan pembinaan terhadap pelaku UMKM dengan membekali peluang usaha secara berkelanjutan, termasuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui ekosistem digital.

“Melalui upaya ini, PKT berharap UMKM Bontang dapat tetap eksis dan omset semakin meningkat. PKT berkomitmen tinggi untuk selalu mendukung UMKM agar mampu mengembangkan usaha dengan lebih luas,” tambah Anggono.

Sementara pengelola Borneos.co, Kahar Muzakkir mengungkapkan, melalui marketplace ini para pelaku UMKM Bontang bisa menampilkan berbagai produk dan memberikan kemudahan bagi pembeli maupun penjual. Untuk mengakses Borneos.co, pelanggan juga tak perlu ribet menginstal aplikasi di smartphone, karena marketplace yang dihadirkan berbasis website.

“Borneos.co juga menyediakan kurir untuk mengantarkan seluruh pesanan, sebagai bentuk pelayanan maksimal bagi para pelanggan,” kata Kahar.

Kehadiran Borneos.co sebagai suatu ekosistem digital bagi UMKM tak hanya mewadahi penjualan dan promosi saja. Tetapi juga membekali pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan berbisnis online melalui berbagai pembinaan untuk penguatan kapasitas SDM.

Para pelaku UMKM yang bergabung di Borneos.co akan dibekali berbagai kemampuan untuk pengembangan bisnis, mulai dari cara foto produk yang menarik, cara memasarkan melalui media sosial, hingga dasar-dasar bisnis seperti menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), membuat laporan keuangan, serta cara memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

“Borneos.co tak hanya sebagai wadah marketplace untuk penjualan semata, tapi juga membekali pelaku UMKM itu sendiri mengembangkan kemampuan dalam berbisnis secara online. Ekosistem itu yang akan kita bentuk agar pelaku UMKM Bontang makin berdaya saing,” tambah Kahar. (rls/mk)

Sampah Expo Pedagang Kaki Lima Masih Menggunung

0

BONTANG – Sudah lebih dari sepekan expo Asosiasi Pedagang Kaki Lima Bontang Bersatu (APKLBB) berlalu, namun pemandangan sampah berserakan di tempat acara, lapangan sepak bola Hop I masih saja terlihat.

Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah juga mengganggu masyarakat yang ingin berolahraga maupun sekadar kongko-kongko di sore hari.

Menyikapi masalah tumpukan sampah ini, Yayasan PT Badak LNG, melalui Kabid Keuangan, Imam Nawawi mengungkapkan, sebelum expo digelar, diadakan pertemuan dengan pihak terkait diantaranya kecamatan, kelurahan, dan unsur lainnya.

Kala itu, lanjut Imam, pihak kelurahan mengatakan untuk pengelolaan prokes, kebersihan hingga parkir, sudah atur sedemikian rupa termasuk parkir dikelola oleh karang taruna setempat.

“Kami sudah mengingatkan agar pelaksanaan bisa berjalan baik termasuk pengelolaan sampah,” ujar Imam, Selasa (15/2/2022).

Imam tidak tahu persis kendalanya dimana, akan tetapi selama ini dia sudah mengingatkan acara-acara sebelumnya yang pernah digelar di lapangan HOP 1 untuk memperhatikan masalah sampah.

Sayangnya, mulai expo dibuka 22 Januari hingga berakhir 6 Februari 2022, masalah sampah ini tak jelas siapa yang bertanggung jawab menanganinya. Sementara tiap kali ditanya, pihak penyelenggara selalu menjawab mereka sudah punya tim khusus.

Bahkan Imam sempat mengatakan, kalau belum punya tim ia menyarakan ke forum RT. Selain itu, kata Imam, apapun kendalanya pihak yayasan meminta menjaga komitmen.

“Kami minta sebelum acara mulai kondisi lapangan bagus bersih, ya setelah itu kami kan terima seperti itu (bersih),” kata dia.

Imam membenarkan, penyelenggara menyewa lapangan ke yayasan melalui PT Sinergi. “Pihak penyelenggara mengatakan bertanggung jawab namun melihat kondisinya ada kendala sehingga sejauh ini belum ada realisasi,” ungkapnya.

Karena tak ada kepastian, Imam akhirnya menurunkan 6 petugas kebersihan untuk membersihkan lapangan HOP. “Inikan fasilitas umum kita harus jaga sama-sama. Jadi kami inisiatif turunkan anggota supaya cepat tertangani,” ujarnya.

Terpisah, ketua panitia penyelenggara expo, Sartono mengatakan penanganan sampah selain masalah administrasi juga terkendala hujan. Sementara untuk anggaran saat ini sudah ada.

“Karena lambatnya dan berbagai alasan dari teman-teman, saya minta tolong ke yayasan dengan bujet yang sudah disepakati,” kata Sartono lewat WhatsApp.

“Pada intinya saya bayar InsyaAllah clear masalah sampah,” tutupnya. Hingga Selasa sore, petugas kebersihan dari Yayasan PT Badak mulai membersihkan sampah di area lapangan Hop 1. (je)

Perketat PPKM, Pemkot Bikin 5 Aturan Baru

0
Rapat Penetapan PPKM Level 3 Kota Bontang, di Pendopo Rujab. (Annisa/media kaltim)

BONTANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 telah ditetapkan Pemkot Bontang terhitung mulai Selasa (15/2/2022) sampai 14 hari ke depan atau sampai 28 Februari 2022. Kebijakan itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 11 tahun 2022.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengungkapkan, seluruh pihak terkait wajib melakukan pengendalian terhadap sebaran Covid-19 yang saat ini trennya cukup mengkhawatirkan.

Menurutnya, perlu dilakukan pengawasan, mulai dari lingkup kelurahan. Masing-masing kelurahan perlu melakukan patroli secara rutin untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Angka kasus Covid-19 per Selasa (15/2/2022) bertambah 84 kasus. Dengan demikian total keseluruhan ada 505 kasus aktif. Sebanyak 26 orang dirawat di rumah sakit. Sedangkan 479 orang lainnya melakukan isolasi mandiri.

Sebanyak 11 kelurahan sudah berstatus zona merah. Sedangkan satu kelurahan berstatus zona oranye, dan tiga kelurahan berstatus zona kuning. “Kita terapkan PPKM level 3 sesuai dengan instruksi dari mendagri, hanya saja ada pengetatan,” kata Basri Rase, Selasa (15/2/2022).

Dengan penetapan itu, Pemkot Bontang menerbitkan 5 aturan baru. Pertama, pelaksanaan kegiatan di rumah ibadah. Kapasitas jamaah harus menyesuaikan luas dari tempat ibadah.

Kedua, seluruh sekolah 100 persen melangsungkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ketiga, pelaksanaan resepsi pernikahan diperbolehkan dengan kapasitas undangan 50 persen dan tidak boleh menyiapkan makanan prasmanan.

Keempat, agenda seremonial tidak lagi diperkenankan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Kelima, menerapkan kewajiban penggunaan aplikasi Pedulilindungi di pusat fasilitas umum, dan tempat pariwisata. Kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen.

“Seluruh poin akan diterbitkan dalam surat edaran yang baru dan akan berlaku selama 14 hari ke depan. Termasuk tempat usaha yang hanya boleh buka hingga pukul 21.00 Wita,” terangnya.

Sementara itu, Basri terus menghimbau seluruh masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan untuk membantu mengatasi sebaran Covid-19. “Prokes harus diperketat. Kedewasaan harus muncul untuk memutus persebaran Covid-19,” pungkasnya. (ahr)

Lakalantas Maut di HOP IV : Akibatkan Suami Tewas, Istri Ditetapkan Tersangka

0
Olah TKP di lokasi kejadian.

BONTANG – Kecelakaan maut yang terjadi di perumahaan HOP IV pada Senin (7/2/2022) lalu, melibatkan 3 orang sekaligus, yakni sepasang suami istri dan seorang pengemudi ojek online. Akibat kejadian ini, seorang pria yang dibonceng akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan, kepolisian akhirnya menetapkan pengemudi motor berinisial G (35), yang tak lain dari istri M (40) korban meninggal, sebagai tersangka lakalantas maut tersebut.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Lantas, AKP Edy Haruna mengatakan, keputusan itu berdasarkan penyelidikan Satlantas Polres Bontang.

Dari hasil penyelidikan, diketahui tabrakan terjadi lantaran pemotor yang berboncengan dari arah gang, RT 25, Kelurahan Gunung Elai menyeberang jalan dengan kecepatan tinggi.

Akibatnya, bagian belakang motor ojek online yang kala itu melintas, ditabrak dengan kerasnya oleh motor yang dikemudikan G. Benturan ini ternyata berakibat fatal pada sang suami. M yang kala kejadian tak mengenakan helm, terpental hingga mengalami cedera serius di bagian kepala.

“Iya, pengendara inisial G (perempuan) ditetapkan sebagai tersangka hari ini dan sedang kami amankan” kata AKP Edy Haruna saat dikonfirmasi, Senin (14/2/2022).

Edy menambahkan, G diduga telah melakukan pelanggaran berat karena tidak memprioritaskan pengendara jalan utama.

Saat ini tersangka sudah diamankan di Mako Polres Bontang. Akibat perbuatannya, G dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

“Sudah diamankan di Mako Polres, ancaman penjara selama 6 tahun dan denda Rp 12 juta,” pungkasnya. (ahr)

PWI Gelar Pekan Pers Bontang, Workshop hingga Penanaman Mangrove

0

BONTANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang bakal menggelar Pekan Pers Bontang 2022, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN)

Rencananya, kegiatan ini bakal dilaksanakan selama sepekan mulai 17 sampai 20 Maret 2022. Adapun tema besar yang diusung “PWI Hadir Untuk Semua”.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said menyebut, pihaknya mengusung 4 agenda, diantaranya seminar workshop tentang penulisan bekerjasama dengan Forum Penulis Bontang dan gerakan tanam 1.000 mangrove.

Selain itu, diskusi panel yang akan menghadirkan narasumber dari tokoh pers nasional, pendiri Jawa Pos Grup sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan mantan Direktur TVRI yang juga dikenal sebagai pembawa acara kondang, Helmy Yahya. Agenda terakhir, ditutup dengam Rapat Koordinasi alias Rakor pengurus PWI Bontang.

“Tema nasional itu mengusung soal penanaman mangrove, untuk di daerah diperbolehkan untuk berinovasi. Akhirnya muncul 4 agenda besar itu,” ucap Isur.

Sementara itu, Ketua panitia Pekan Pers Bontang, Ahmad Nugraha mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada wartawan yang ada di Bontang.

Ia menilai selama Hari Pers Nasional di Kota Bontang, hanya sekadar formalitas. Tidak ada euforia kegiatan, sehingga dianggap monoton dan tidak ada inovasi.

“Ini kesempatan kami untuk memberikan penghargaan kepada teman-teman seprofesi (wartawan) yang sudah mengeluarkan keringat untuk menyajikan berita-berita aktual di Bontang,” katanya.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari administrasi, konsep acara, bahkan melakukan komunikasi dengan para stakeholder khususnya mitra dari PWI Bontang.

Lawatan pertama panitia Pekan Pers Bontang ditujukan kepada Corporate Communication PT Pupuk Kaltim. Pertemuan yang dihelat di Hotel Equator pada Senin (14/2/2022), disambut baik pihak PT Pupuk Kaltim.

Kunjungan dimaksudkan untuk berdiskusi terkait kegiatan yang akan digelar PWI Bontang. Sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi.

AVP Media Relations PT Pupuk Kaltim, Rheza Abdillah mengatakan, pihaknya siap menyukseskan kegiatan Pekan Pers Bontang. Ia juga memberikan saran, agar memperluas jangkauan audience, tidak hanya untuk Bontang. Melainkan hingga tingkat Kaltim, sebab akan mengundang tokoh nasional.

“PWI itu mitra kami, pasti akan kami bantu,” ungkapnya. Dia berharap kegiatan ini bisa bersinergi dengan visi perusahaan. (rls)

PJJ Lagi, Online Lagi, Bagaimana Menjadi Orangtua Super?

0

Baru beberapa bulan siswa-siswi di Bontang masuk secara offline, Senin (14/2) hari ini para siswa diharuskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) lagi, dikarenakan angka terjangkitnya wabah covid semakin naik tajam.

Tak dapat dipungkiri, PJJ yang sudah dijalani hampir selama pandemi memberikan beban mental ke anak dan juga orangtua. Hal tersebut dibuktikan dari salah satu hasil survei Tanoto Foundation yang menunjukkan 56% dari 1.712 orang tua kurang sabar dan jenuh menangani kemampuan dan konsentrasi anak.

Yap, di satu sisi orang tua terpaksa harus membagi konsentrasi pada tiga hal, yakni mengurus pekerjaan rumah (khusus ibu rumah tangga), mengurus pekerjaan kantor yang juga dilakukan dari rumah dan membantu anak belajar daring.

Atas tiga peran yang dilakukan orangtua dalam satu waktu bersamaan, rasa jenuh orangtua dalam menghadapi masa PJJ ini adalah sebuah keniscayaan dan wajar adanya. Mengingat, PJJ ini adalah sebuah hal baru yang harus diterima oleh semua orangtua di masa pandemi saat ini.

Sehingga wajar jika orangtua mengalami stres saat mendampingi anak belajar online, karena bagi orang tua ini bukan hal yang biasa dilakukan. Sama dengan si anak, baginya sekolah online juga bukan hal yang biasa.

Belum lagi, kendala lain seperti materi pelajaran anak yang sulit untuk dipahami. Dalam masa PJJ ini, orang tua tidak hanya diberikan tugas untuk mendampingi anak sekolah daring, tetapi sekaligus juga menjadi guru untuk membantu anak memahami dan mengerjakan tugas dan memahami materinya.

Sehingga tidak jarang, kondisi PJJ justru membuat orangtua merasa terbebani, dan anak-anak di rumah terkena dampaknya. Bukan hanya tidak dapat memahami mata pelajaran dengan baik, banyak anak yang mengalami kekerasan fisik atau pun verbal selama melakukan PJJ.

Untuk itulah, sekolah harus memiliki peranan untuk membangun interaksi dan komunikasi yang baik dengan orangtua. Semisal, dengan cara melakukan pertemuan orangtua dengan wali kelas secara rutin setiap bulanan.

Komunikasi ini sangat dibutuhkan orangtua, dan juga guru untuk saling bertukar keluh kesah dan mencari solusi serta masukan atas persoalan yang timbul selama PJJ ini.

Seperti yang telah dilakukan TK Islam Kreatif Salsabila, Smart Shering Orangtua untuk menjalin komunikasi yang baik antar orangtua dan pihak sekolah dalam melakukan pembelajaran selama pandemi.

Nah, ada beberapa kiat untuk orangtua agar tetap sabar mengajari anak selama PJJ berdasarkan pengalaman saya juga beberapa sumber yakni :

  1. 1. Berbagi tugas antara ayah atau ibu, mendampingi sekolah online. Kendati memang berat, namun usahakan orangtua selalu mendampingi anak. Ayah dan ibu bisa membagi tugas pelajaran apa yang akan diajarkan ayah dan yang mana yang akan diajarkan oleh ibu.
  2. Membuat aturan main bersama anak. Ajarkan anak tentang rutinitas, pukul berapa ia harus belajar, pukul berapa dia bermain, dan juga kapan harus mengerjakan tugas dari sekolah. Waktu untuk belajar bersama orangtua juga harus diatur, sehingga tidak akan mengganggu pekerjaan orangtua yang mungkin sekarang sedang bekerja dari rumah. Sepakati waktu bersama dan komitmen menjalaninya.
  3. Memberi anak apresiasi/hadiah untuk anak. Untuk anak usia pra sekolah, TK atau SD kelas rendah tentu mengajak mereka sekolah online dan mengerjakan tugas mungkin menjadi hal yang sulit. Orangtua bisa memberikan apreasiasi/hadiah pada anak bila mereka mampu menyelesaikan tugas dan mengikuti sekolah online hingga waktu yang ditentukan, agar anak lebih bersemangat.
  4. Menurunkan ekspektasi di masa pandemi, rasa stres juga dialami oleh anak. Dimana anak tak bisa bebas bermain dan ruang geraknya tentu dibatasi demi menjaga kesehatan. Karenanya, orangtua diminta untuk tak menekankan pada anak untuk harus berprestasi atau meminta mereka belajar terlalu keras seperti saat sebelum pandemi. Menurunkan ekspektasi juga akan berpengaruh pada penurunan kecemasan orangtua. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan mental orangtua yang akan terjaga dengan baik.
  5. Mengerjakan yang mudah dan yang bisa dikerjakan. Menghadapi materi pengajaran dari sekolah untuk anak yang terkesan menumpuk, akan membuat orangtua kewalahan. Agar tak kesulitan menyelesaikan semua materi sekaligus, orangtua dan anak dihimbau untuk menyelesaikan tugas secara bertahap. Hal ini akan membuat anak dan orangtua terhindar dari kecemasan tugas dan materi yang menumpuk karena kurangnya waktu untuk menyelesaikannya.
  6. Meningkatkan kesabaran dan mengelola emosi yang paling penting dari kesemuanya adalah orangtua dan anak harus sama-sama belajar mengelola emosi. Terutama untuk orangtua yang tak bisa mengelola emosi dengan baik, akan berakibat pada buruknya hubungan orangtua dan anak. Emosi orangtua yang tak terkelola dengan baik akan membuat kita lepas kendali. Hal-hal buruk pun bisa terjadi, seperti mengeluarkan kata-kata kasar yang akan berpengaruh pada psikologis anak dan yang terburuk, kekerasan fisik. Di sisi lain, orangtua juga harus menjadi contoh yang baik bagi anak tentang bagaimana mengelola emosi dengan baik.

Semoga kiat ini bisa diterapkan untuk para orang tua hebat kita, betapa pandemi ini mengajarkan kita banyak hal, termasuk menjadi orangtua yang super bagi anak-anaknya. (**)

Catatan: Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN NLP
(Direktur Pelaksana Harian Yayasan RK Salsabila, Ketua Komunitas Guru Kreatif Suka Menulis, Kampung Dongeng Bontang dan Ketua Abi Literasi Kaltim)

Jaringan Narkoba di Bontang, 4 Orang Ditangkap, 88,06 Gram Sabu Disita

0
Pelaku beserta, barang bukti sabu dan juga ponsel yang berhasil diamankan.

BONTANG – Jajaran Subdit 2 Reskoba Polda Kaltim mengungkap jaringan narkoba di Kota Bontang. Hasilnya, barang bukti narkoba jenis sabu seberat 88.06 gram berhasil disita berikut 4 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi membenarkan pengungkapan tersebut, ia menjelaskan juga bahwa keempat orang yang ditangkap memiliki peran masing-masing, mulai sebagai bandar, pengedar, penadah, hingga kurir.

Diungkapkannya, tersangka pertama yang ditangkap adalah seorang bandar berinisial RS (38). Dia diringkus di sebuah indekos yang berada di Jalan Tarakan, Kelurahan Telihan, Bontang Barat, sekira pukul 00.10 Wita, pada Jumat (11/2/2022).

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan sebuah tas kecil berwarna hitam berisi 10 poket sabu seberat 8,44 gram.

Dari pengakuan RS yang merupakan bandar, diketahui sabu dipesan via telepon yang langsung terhubung dengan bandar lainnya yang berasal dari Rawa Indah.

“RS mengaku, ia mendapat barang (sabu) dari bandar lain yang tinggal di wilayah Rawa Indah,” kata Kapolres saat dikonfirmasi awak media, Senin (14/2/2022).

Tidak hanya itu, teruntkap pula RS telah membeli satu bal atau sekira 50 gram sabu senilai Rp 42 juta. Kemudian barang itu dibagikan kepada dua rekannya. Berdasarkan informasi tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menangkap ST (29) yang sebelumnya dihubungi RS untuk mengantarkan sisa sabu.

Dari tangan ST, disita sebanyak 26 poket sabu dengan berat 30,92 gram. “Kedua tersangka yang berhasil ditangkap ini, berperan sebagai pengedar dan penadah,” jelas Kapolres.

Tak berhenti disitu, pada hari yang sama, Subdit 2 Resnarkoba Polda Kaltim melakukan pengembangan jaringan. Mereka meminta kedua tersangka menyebutkan asal barang haram itu.

Dari interogasi tersebut muncul satu kurir berinisial ET (20). “Di hari yang sama sekira pukul 18.30 Wita, ET telah diamankan. Dia sebagai kurir pemesanan sabu dan mengantarkannya sebanyak 1 poket atau seberat 48,70 gram ke kos RS,” bebernya.

Selanjutnya, ET mengakui barang itu didapat dari MI (28) yang merupakan warga Tanjung Laut Indah. Untuk mengejar bandarnya, polisi meminta RS agar menghubungi MI dengan alasan hendak memberikan uang hasil penjualan sabu.

“Antara bandar dan pengedar ketemu di dekat rumah orang tua RS, di daerah Gunung Telihan,” katanya.

Saat keduanya tengah bertemu, tanpa pikir panjang polisi meringkus dan mengamankan ponsel milik MI sebagai bukti alat komunikasi untuk bertransaksi barang haram tersebut.

Kini, keempat tersangka berikut barang bukti sabu dengan berat total 88,06 gram dibawa ke Mapolda Kaltim untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka dan barang bukti sudah diamankan dan dibawa ke Balikpapan untuk diproses lebih lanjut,” pungkas Kapolres. (ahr)

 

Kasus Covid-19 Naik, Disdik Setop PTM di Sekolah

0
Suasana PTM di SDIT Asy Syaamil.

BONTANG – Tingginya angka kasus Covid-19 di Kota Bontang membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menghentikan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Terhitung Sejak Senin 14 Februari hingga 2 pekan ke depan akan dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali. Hal tersebut telah ditetapkan dalam surat edaran Disdikbud nomor 420/0250/DIKBUD.

Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan, PJJ berlaku untuk jenjang PAUD, TK, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“PTM terbatas akan dihentikan mulai besok selama dua minggu ke depan. Karena tren sebaran Covid-19 meningkat,” kata Bambang saat dikonfirmasi mediakaltim.com, Minggu (13/2/2022) sore.

Ia mengatakan, jika tren Covid-19 terus meningkat, besar kemungkinan PJJ akan terus dilanjutkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Kita akan evaluasi, kalo tren Covid-19 ini masih terus meningkat, PJJ akan terus berlangsung,” katanya.

Surat edaran, lanjut Bambang, sudah disebar ke seluruh sekolah yang akan melaksanakan PJJ mulai besok. Dalam surat edaran tersebut Disdikbud mengingatkan kepada para pengajar agar dapat melakukan aktivitas di sekolah hanya 50 persen. “Untuk para guru dan staf, hanya diperbolehkan beraktivitas di sekolah dengan intensitas 50 persen dari kapasitas,” pungkasnya. (ahr)