Beranda blog Halaman 966

Sabu 1,60 Gram Gagal Edar, Pelaku Diringkus di Rumah Orang Tua

0
Pelaku dan barang bukti diamankan polisi.

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang kembali menangkap pengedar sabu-sabu, Kamis (9/12/2021), sekira pukul 22.55 Wita. Tersangka berinisial YYTD (33) diringkus di kamar rumah orang tuanya yang berlokasi di Jalan Cumi-Cumi 3, Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasi Humas AKP Suyono mengatakan, informasi peredaran barang haram tersebut terendus, salah satunya berkat informasi dari masyarakat.

Saat proses penangkapan dan penggeledahan, katanya, ditemukan satu kotak rokok berisikan 4 plastik sabu-sabu dengan berat 1,60 gram beserta satu pipet kaca.
“Posisinya berada di sela-sela kasur samping kanan tempat tersangka duduk,” ucap Suyono.

Kepada polisi, tersangka mengaku, barang haram tersebut dipesan dari seseorang bernama Anca yang berdomisili di Samarinda sekira pukul 10.00 Wita. Tujuh jam kemudian, sabu-sabu tersebut datang dalam bentuk paket yang diantar oleh travel.

Belum sempat diedarkan, polisi keburu menggagalkannya. “Tersangka mengakui jika barang pesanan itu miliknya. Kini dia beserta barang bukti telah kami amankan,” ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, YYTD dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (bms)

Musda Ika Pakarti Bontang, Begawan Luncurkan “Ojo Lali Jawamu”

0
Buku Ojo Lali Jawamu karya Begawan Ciptaning Mintaraga (kanan).

BONTANG – Musyawarah Daerah (Musda) IV Ika Pakarti Bontang di Ruang Pirus Hotel Equator Bontang, Sabtu (11/12/2021) ada yang berbeda, yaitu peluncuran buku berjudul Ojo Lali Jawamu karya Begawan Ciptaning Mintaraga (BCM). Bagi masyarakat asal Jawa di Bontang, buku ini ibarat oase di tengah padang pasir, karena dapat memberikan kesejukan dalam menggali kearifan lokal (local wisdom) orang Jawa di era global.

Peluncuran buku itu dilaksanakan oleh penulisnya sendiri yakni Begawan Ciptaning Mintaraga dan Dasuki sebagai Ketua Ika Pakarti. Buku itu dibagikan gratis kepada seluruh tamu undangan dan peserta Musda Ika Pakarti yang hadir.

Buku setebal 344 halaman yang diterbitkan Halaman Muka Publishing Jakarta ini disusun secara serius oleh Begawan. Ada beberapa tema penting, antara lain Adat Istiadat Jawa, Pitutur Luhur Jawa, Pengetahuan Bahasa Jawa, Batik dan Lurik, Keris, Wayang, Semar dan Punakawan, Sastra Jawa dari masa ke masa dan ditutup dengan Tancep Kayon. Wali kota Bontang, ketua Ika Pakarti dan direktur utama PT Pupuk Kaltim (PKT) memberikan sambutan dalam buku ini.

“Buku ini saya susun memang ditujukan kepada orang Jawa perantauan di Kaltim, agar tidak lupa akan akar budaya Jawa yang adiluhung. Globalisasi sudah masuk di sendi-sendi kehidupan kita, namun melestarikan budaya Jawa khususnya dan budaya Nusantara umumnya adalah tugas kita bersama,” ujar penulis buku, Begawan seusai acara kepada mediakaltim.com

Kenapa hanya untuk orang Jawa perantauan yang di Kaltim? “Karena buku ini saya susun di Kota Bontang maka untuk cetakan pertama saya dedikasikan khusus Kaltim. Apabila respons dari orang Jawa perantauan di provinsi lain bagus dan ada permintaan untuk diterbitkan ulang, masih dimungkinkan untuk diupayakan cetakan berikutnya,” ujarnya.

Begawan mengatakan, penerbitan buku ini didukung oleh PT Pupuk Kaltim (PKT), yang memiliki komitmen dalam mendukung upaya pelestarian budaya di Bontang sehingga buku bisa dibagikan gratis kepada peserta Musda. “Niatan saya dari awal bersama Pak Dasuki memang ingin menghadiahkan buku ini kepada siapapun, agar budaya Jawa dapat dipelajari juga oleh non-Jawa. Versi e-book juga dapat diperoleh secara cuma-cuma, karena beberapakali telah disebarkan via grup WhatsApp,” jelasnya.

Sementara, Dasuki mengatakan, sebelum menyusun buku ini, Begawan berdiskusi dengannya pada April 2021. “Ada kegelisahan dalam batinnya budaya Jawa akan pelan-pelan tenggelam bila tidak ada upaya untuk menariknya kembali. Ternyata saya pun menyadari, bahwa dalam berbahasa saja generasi milenial sudah enggan menggunakan bahasa Jawa apalagi di perantauan seperti di Bontang ini,” ujarnya.

Kyai Munib sebagai ketua Panji Beber (Paguyuban Pelestari Tosan Aji Bessai Berinta) Kota Bontang juga menyambut positif hadirnya buku Ojo Lali Jawamu. “Kangmas Begawan adalah pembina Panji Beber yang memiliki semangat luar biasa dalam melestarikan pusaka dan budaya Nusantara. Termasuk pelestarian keris juga dibahas dalam buku ini. Semoga masyarakat semakin paham bahwa keris itu karya budaya yang harus dipertahankan,” tambahnya. (rls/mk)

Gelar Syukuran TMMD, Kodim Beri Penghargaan Lomba Karya Jurnalistik, Wartawan Mediakaltim.com Sabet Juara 1

0
Penyerahan penghargaan lomba oleh Dandim Choirul kepada wartawan Media Kaltim, Bambang. (Firman/Diskominfo)

BONTANG – Kodim 0908/BTG menggelar syukuran keberhasilan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 yang dirangkai silaturahmi dengan wartawan Bontang, Jumat (10/12/2021). Dalam acara itu, Dandim 0908/BTG Letkol Arh Choirul Huda mengapresiasi wartawan Bontang yang berhasil menjuarai lomba jurnalistik tingkat nasional dan lokal.

Acara yang dilaksanakan di Lamin Makodim Jalan Awang Long, Bontang itu dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Dasuki, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Usman, Camat Bontang Utara Sutrisno, para Perwira, Danramil, serta Babinsa yang ada di wilayah Kodim 0908/BTG.

Dalam sambutannnya, Dandim 0908/BTG Letkol Arh Choirul Huda bersyukur TMMD ke-112 bisa berjalan dengan baik dan rampung pada Oktober lalu. Sejatinya, syukuran ini diselenggarakan November lalu. Namun karena kegiatan yang padat, sehingga baru bisa terlaksana Desember ini.

Dia juga mengapresiasi dan berbangga atas capaian lomba karya jurnalistik TMMD Bontang yang tahun ini bisa tembus di kancah nasional. Baik dari kategori media elektronik, maupun media cetak dan online. “Dari enam kejuaraan, tiga di antaranya berhasil diraih (Bontang, Red.),” bebernya.

Hal ini, sambung Dandim, membuktikan kualitas jurnalistik media Bontang tidak hanya bersaing di level lokal Bontang maupun Kaltim, namun juga sampai ke level nasional.
Selain terselenggaranya lomba karya jurnalistik di level TNI Angkatan Darat, Kodim 0908/BTG juga mengadakannya di level lokal Bontang.

Harapannya, kompetisi tersebut dapat memicu para kuli tinta di Kota Taman bisa menghasilkan karya-karya yang berbobot. “Selamat kepada para juara. Bagi yang belum tetap semangat untuk terus belajar,” pesan Dandim.

Kepala Diskominfo Dasuki turut mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-112 serta lomba karya jurnalistik. Atas nama Pemkot Bontang, dia mengucapkan terima kasih atas segala kegiatan selama TMMD, baik fisik maupun nonfisik. Lewat kegiatan tersebut katanya, dapat membantu berbagai kesulitan masyarakat.

Dia juga mengucapkan selamat kepada para wartawan Bontang yang telah berhasil menjuarai lomba karya jurnalistik baik di level nasional maupun lokal. Dasuki berpesan, di era digital saat ini, tantangan wartawan cukup besar. Sebab produk jurnalistik harus melawan arus informasi yang begitu deras dari media sosial. Sehingga wartawan harus terus meningkatkan kualitas produknya.

”Kami juga memberikan ruang pembinaan untuk wartawan melalui UKW (Uji Kompetensi Wartawan, Red.). Harapannya pada 2022 nanti, seluruh wartawan harus sudah tersertifikasi,” tandasnya.

Sebagai informasi, juara 1 lomba karya jurnalistik di tingkat nasional untuk kategori media elektronik diraih TVRI. Sedangkan juara 1 dan 2 kategori media cetak dan online, diraih Edwin Agustyan dari Kaltim Post serta Rifqi dari Klikkaltim.com. Adapun juara lomba karya jurnalistik tingkat Bontang, juara 1 diraih Bambang wartawan Mediakaltim.com, juara 2 Aji Sapta Dian Abdi dari Pusaranmedia.com, dan juara 3 Maimunah Afiah dari Bekesah.co (bms)

Harga Cabai Meroket, Pemkot Bakal Gelar Pasar Murah

0

BONTANG – Harga cabai rawit yan g melonjak di pasaran disebabkan beberapa faktor. Penyebab utamanya, kondisi cuaca yang tidak menentu. Dampak lainnya dari cuaca buruk ini yakni terhambatnya pengiriman pasokan melalui jalur transportasi laut karena gelombang laut yang tinggi.

Hal itu disampaikan Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Debora Kristiani. Belum lama ini, tambahnya, banyak petani tomat dan cabai di daerah pemasok yang mengalami gagal panen akibat curah hujan yang tinggi.

“Di sisi lain daya beli masyarakat menjelang Nataru (Natal dan tahun baru, Red.) juga meningkat. Apalagi sekarang sudah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Red.) level satu,” ujar Debora, Kamis (9/12/2021).

Dengan turunnya level PPKM, sambung dia, tentu berdampak pada kebutuhan pangan yang meningkat. Sebab berbagai kegiatan seperti hajatan dan resepsi sudah boleh dilaksanakan. Namun kondisi itu tidak sebanding dengan ketersediaan cabai di pasaran Bontang yang kebanyakan hanya terdiri dari cabai lokal dan cabai dari Samarinda.

Untuk menekan harga tersebut, Pemkot Bontang bakal menggelar operasi pasar murah dengan menggandeng petani lokal. “Rencananya 22 Desember di eks Lapangan MTQ Parikesit,” sebut Debora.

Sebelumnya diberitakan, kenaikan komoditas cabai rawit ini selalu terjadi saat menyambut momen Nataru. Kenaikan harga bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram, dari yang biasanya hanya Rp 70 ribu. Kondisi itu berdampak pada menurunnya pembelian cabai akibat pembeli tidak mau memborong dalam jumlah banyak. (bms)

Pakai Dana DAK Rp 4 Miliar, Perbaikan Jalan Bontang Lestari Baru Dilaksanakan Februari 2022

0

BONTANG – Perbaikan Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari rencananya sudah bisa dilaksanakan Februari 2022. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) Bontang, Anwar Nurdin menyampaikan, optimistisnya itu didasari Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bontang dan instruksi Presiden RI untuk mempercepat lelang pengerjaan fisik tanpa harus menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Desember ini proses lelang sudah bisa dilakukan dan Rencana Kerja Anggaran dari Kementerian (PUPR) paling lama dua minggu,” ujar Anwar, Kamis (9/10/2021).

Pekerjaan jalan itu, kata dia, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 4 miliar. Sasaran utamanya yakni jalanan bagian kiri dari arah kota menuju kantor wali kota. Sebab di jalur tersebut, kerusakan jalan lebih parah dibandingkan jalur sebaliknya.

Soal perbaikan Jalan M Roem dan Urip Sumuharjo, Nurdin menjelaskan, kegiatan tersebut telah selesai dilaksanakan tahun ini melalui APBD Perubahan senilai Rp 400 juta. Perbaikannya hanya menyasar di lokasi-lokasi yang parah.

Adapun progres kajian peningkatan di Jalan Urip Sumuharjo, saat ini masih masuk tahap dua oleh tim Lembaga Afiliasi Penelitian (LAPI) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kajian itu menggunakan anggaran Rp 450 juta di APBD Perubahan 2021.

Sebelumnya diberitakan, perbaikan Jalan Soekarno-Hatta seharusnya dilaksanakan tahun ini. Namun gagal lantaran anggaran dari Pemprov Kaltim batal dikeluarkan. Alhasil, pemkot hanya mendorong perusahaan di sekitar Bontang Lestari untuk ikut berkontribusi melakukan perbaikan sementara. Sebab kerusakan jalan itu dipastikan lantaran aktvitas kendaraan pengangkutan perusahaan yang tonasenya melebihi kapasitas. (bms)

Perkuat Sinergitas, Badak LNG Silaturahmi bersama Insan Media 

0
Kegiatan silaturahmi dirangkai dengan foto bersama dan penyerahan suvenir kepada perwakilan masing-masing media. Foto: Istimewa

BONTANG – Manajemen Corporate Communication (Corcom) Badak LNG menggelar silaturahmi dengan insan media Bontang di Rumah Makan Wiwako kilometer 8, Jalan Poros Bontang-Samarinda, Rabu (8/12/2021). Pertemuan itu untuk memperkuat kembali kerja sama serta sinergi antara perusahaan, wartawan, dan media, setelah cukup lama vakum akibat pandemi Covid-19.

Selain itu, Badak LNG juga sekaligus memperkenalkan Irfan Hidayat, calon Manager CSR & Relation yang baru, menggantikan posisi Bambang Eko Wibisono (BEW) yang akan memasuki masa pensiun per 22 Desember mendatang.

Dalam sambutannya, BEW mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan peran media selama ini dalam memberikan informasi terkait citra baik perusahaan, serta menyaring berita-berita bohong (hoaks).

Dirinya berharap, setelah tongkat estafet jabatan itu beralih ke Irfan Hidayat, kerja sama dan kemitraan dengan insan media Bontang dapat terus ditingkatkan, sehingga lebih baik dari sebelumnya. Termasuk halnya kerja sama peningkatan kompetensi para kuli tinta melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“Saya memohon maaf apabila ucapan dan candaan selama ini ada hal-hal yang tidak berkenan,” kata pria yang telah tiga tahun menjabat sebagai Manager CSR & Relation Badak LNG itu.

Sementara itu dalam sambutannya, Irfan Hidayat meminta dukungan dari seluruh insan media sehingga kerja sama antar dua pihak ini bisa lebih baik dan berkelanjutan. “Semoga dukungan yang diberikan dulu kepada Pak Bambang (BEW), bisa sama dengan dukungan yang diberikan ke saya nanti,” harap Irfan.

Terpisah, Senior Manager Corporate Communication & General Support Badak LNG, Yuli Gunawan mengatakan, dengan semakin membaiknya tren kasus Covid-19 ke depan, dukungan perusahaan kepada insan media Bontang juga bisa lebih maksimal. “Kami minta maaf apabila selama ini ada sikap kami yang kurang berkenan di hati rekan-rekan wartawan,” ujar Yuli.

Mewakili wartawan dan insan media, Kusnadi Said dalam sambutannya mengapresiasi Badak LNG yang telah komitmen dan banyak mendukung kegiatan insan media dan wartawan di Kota Taman. Meskipun kondisi Badak LNG yang saat ini sudah berbeda dari beberapa tahun sebelumnya.

Diharapkan, ke depan sinergitas bisa terus dikembangkan dan ditingkatkan. “Selamat menjalani kehidupan baru (pensiun, Red.) kepada Pak BEW. Dan selamat bertugas kepada Pak Irfan,” ucap Kusnadi. Kegiatan silaturahmi dirangkai dengan foto bersama, penyerahan suvenir, hingga makan siang bersama. (bms)

Lomba Kapal Hias Curi Perhatian Warga, Wawali Minta Tiap Tahun Digelar 

0
Keunikan peserta lomba parade kapal hias di perairan Tanjung Limau. (ist)

BONTANG – Sebanyak 8 peserta mengikuti lomba parade kapal hias di perairan Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru, Rabu (8/12/2021). Kreativitas para nelayan tersebut mencuri perhatian dari ratusan warga yang hadir menonton dari atas dermaga. Lomba itu masih dalam rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2021.

Selain mengikuti lomba adu cepat ketinting, peserta juga tampak antusias menghias kapalnya secantik mungkin agar mendapatkan perhatian juri, hingga berujung kemenangan. Kapal mereka dihias dengan gambar berbagai jenis ikan, serta dihiasi umbul-umbul yang berwarna-warni.

“Yang ikut mulai nelayan Kelurahan Tanjung Laut sampai Tanjung Limau,” kata Musthafa, ketua panitia lomba. Kriteria penilaian, sambungnya, terdiri dari ketangkasan peserta memamerkan hasil laut, hingga jenis kapal yang digunakan. Mereka memperebutkan hadiah uang Rp 3 juta untuk juara pertama.

Dalam kegiatan itu hadir Wakil Wali Kota Bontang, Najirah. Orang nomor dua di jajaran Pemkot Bontang itu mengapresiasi pelaksanaan lomba karena sangat diminati masyarakat dan meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM pesisir. Dirinya berharap, lomba ini bisa rutin diselenggarakan setiap tahun.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, agar terus menjaga lautan dan keseluruhan alam semesta. Sehingga tetap ramah dan nyaman untuk dihuni,” tandasnya. (bms)

Tuntut Pembayaran Pesangon, Eks Pegawai Hotel Equator Gelar Aksi

0
Aksi unjuk rasa FSP KEP atas tuntutan pembayaran pesangon eks karyawan Hotel Equator Bontang. Foto: Istimewa

BONTANG – Bekas karyawan Hotel Equator kembali menggelar aksi damai menuntut uang pesangon mereka yang hingga kini tak kunjung dibayarkan pihak manajemen. Hanya saja, niat mereka berdemonstrasi di depan hotel, Rabu (8/12/2021), tak bisa dilakukan karena terhalang barikade polisi.

Pendemo yang berjumlah puluhan orang itu akhirnya menutup Jl Pupuk Raya 1, sambil menyuarakan aspirasinya agar pengelola hotel, PT Kaltim Equator membayar pesangon Rp 4,1 miliar yang merupakan hak 52 bekas pegawai.

Supriadi, koordinator aksi dari Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP-KEP) Bontang, mengatakan, aksi yang mereka gelar merupakan tindak lanjut tuntutan yang sudah bergulir sejak tahun 2016.

Berbagai upaya mulai dari mediasi hingga jalur hukum, jelas Supriadi, sudah ditempuh namun hingga kini tak ada niat baik dari manajemen untuk menjalankan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada 2018 tersebut.

“Hingga kini belum ada kejelasan, makanya kami turun ke jalan,” kata Supriadi. Dikatakan pula, rencana mereka menggelar aksi di depan Hotel Equator ditolak kepolisian dan pihak PT Pupuk Kaltim dengan alasan merupakan objek vital.

Supriadi memastikan, jika tuntutan mereka tak juga mendapat jawaban pasti, mereka akan menggelar aksi serupa pada pekan depan.

Bukan hanya lewat jalur hukum, para karyawan Hotel Equator sempat mendatangi DPRD Bontang, meminta agar masalah mereka diselesaikan. Dalam pertemuan akhir November 2020, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris berjanji akan mendatangi PKT dan PT Kaltim Nusa Etika (PT KNE) selaku pemegang saham mayoritas hotel.

“Mestinya anggaran (pesangon) dibayarkan oleh para pemegang saham. Toh itu memang hak mereka (eks pegawai),” kata Agus Haris kala itu. (bms)

Sepatu Lokal Bontang Bergaya Milenial, Bisa Pesan sesuai Keinginan

0
Owner LPK Sasana Widya Elok Erma Arviari Bersama Anggotanya Rahman, Saat Podcast MejaTamu, Rabu (08/12/2021)

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sasana Widya telah mengadakan pelatihan membuat sepatu lokal khas Kota Bontang. Hal ini sesuai dengan visi Pemkot Bontang untuk mengembangkan produk lokal yang bisa membantu meningkatkan perekonomian di Kota Bontang.

LPK yang baru berdiri sejak 6 tahun yang lalu ini, awalnya fokus pada pelatihan teknik pengelasan, otomotif, juga kelistrikan. Seiring berjalannya waktu, LPK Sasana Widya mulai mencoba memberikan pelatihan membuat sepatu.

Owner LPK Sasana Widya, Elok Erma Aviari, mengatakan pelatihan sepatu lokal ini diadakan salah satunya karena dia hobi mengoleksi sepatu. Selain itu, ia juga mendapat tantangan untuk bisa mengadakan pelatihan sepatu dalam kurun waktu yang singkat.

“Alasan memilih sepatu, karena saya hobi mengoleksi sepatu. Lalu saat itu saya mendapat tantangan, bisa gak bikin sepatu dalam waktu singkat. Biasanya pembuatan sepatu dilakukan selama 3 bulan, kalau kami hanya 10 hari sudah bisa menghasilkan 20 pasang sepatu,” ucap Elok saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” alias Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Produk Sepatu Lokal, Kualitas Milenial”.

Program kerja sama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang ini, tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (8/12/2021).

Pameran Sepatu Lokal di Expo Bontang Beradab 2021, di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang

Pelatihan sepatu lokal ini kata Elok, dilaksanakan awal November lalu. Walaupun kurun waktu 10 hari terbilang singkat untuk pembuatan sepatu, namun katanya, kualitas sepatu yang diproduksi tetap baik dan dengan harga yang terjangkau.

“Jadi walaupun hanya 10 hari pelatihan, sepatu yang kami produksi tetap memperlihatkan kualitas yang bagus dan beda dari yang lain. Harganya pun terjangkau dari harga 100 ribu sampai 300 ribu rupiah,” ujar Elok.

Ke depan, dia menargetkan produk sepatu lokal ini bisa digunakan seluruh siswa sekolah di Kota Bontang. Tak terkecuali para pejabat daerah. Dengan begitu, maka perlahan perekonomian di Bontang akan semakin membaik.

Menariknya, sepatu lokal ini juga menawarkan pembuatan sepatu sesuai dengan pesanan (custom). Mulai dari bahan, motif, hingga pemberian inisial nama pada sepatu. “Mau pilih bahan, motif, bisa juga dikasih inisial nama. Biasanya kalo kita pakai barang yang beda dari yang lain, akan menambah kepercayaan diri kita, ” kata Elok.

Dia mengatakan, tak harus perajin sepatu, siapapun bisa mengikuti pelatihan sampai bisa membuat sepatu sendiri. Bagi yang penasaran dengan produksi sepatu lokal dan ingin memesan sepatu, bisa langsung datang ke LPK Sasana Widya.
“Siapapun bisa jika dilatih, sampai bisa buat sepatu dalam waktu singkat. Yang ingin berkunjung bisa langsung datang ke kantor LPK, di Jalan Pattimura Gang Atletik 15 Nomor 30,” pungkasnya. (ahr)

Baru Bebas, Residivis Narkoba Diringkus di Tanjung Laut, Pesan Sabu-sabu di Bengalon Lewat Medsos

0
Pelaku dan barang bukti diamankan. Foto: Istimewa

BONTANG – Pria berinisial AB (29) kembali berurusan dengan Satresnarkoba Polres Bontang, Rabu (8/12/2021) sore. Residivis itu tak jera dengan statusnya sebagai pengguna dan pengedar yang baru saja menghirup udara bebas beberapa bulan lalu. Dia kembali masuk sel setelah sebelumnya pernah divonis 8 tahun penjara.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Reskoba AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, AB ditangkap di rumahnya di Jalan Tanjung Pura, Kelurahan Tanjung Laut. Saat itu, pelaku baru saja bertransaksi sabu-sabu 60 gram dengan cara memesan melalui media sosial (medsos). “Sabu-sabunya dipesan dari Bengalon (Kutai Timur, Red.). Dia sudah mengedarkan sekitar tiga kali,” kata Tatok.

Sebelum ditangkap, polisi terlebih dahulu mengintai. Setelah dipastikan pelakunya, polisi langsung meringkus AB beserta sejumlah barang bukti seperti timbangan digital, plastik klip, uang tunai Rp 750 ribu hasil penjualan sabu-sabu, ponsel, sendok takar, alat hisap (bong), serta satu kotak sabun.

Kini, anggota Polres Bontang juga tengah memburu pemasok barang haram tersebut. Sementara AB telah diamankan di Mapolres Bontang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, AB dijerat Pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 4 tahun penjara. (bms)