Beranda blog Halaman 967

Kampung Selambai Dipercantik, Jadi Kawasan Destinasi Wisata

0

BONTANG – Kawasan Kampung Selambai dipercantik lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).  Pembenahan pada Program Kotaku di Selambai ini meliputi pembangunan IPAL, dan perbaikan jembatan kayu yang telah diubah menjadi jalan cor. Saat ini juga terlihat dibangun gapura di pintu masuk Kampung Selambai.

Di kawasan ini Pemkot Bontang juga masih menyelesaikan pembangunan Masjid Terapung yang kini memasuki tahap kedua, dengan progres mencapai 55 persen. Masjid yang berlokasi di antara pelabuhan Loktuan dan Kampung Selambai Kota Bontang itu diprediksi rampung akhir Desember 2021.

Sekda Bontang Aji Erlynawati mengatakan, pembangunan masjid terapung tidak hanya berjalan on progress, akan tetapi hasilnya dapat membanggakan masyarakat Bontang. “Alhamdulillah bagus aja. Progresnya tidak pernah meleset. Pembangunan tahap kedua ini, diaterget Desember tuntas,” bebernya belum lama ini.

Dia berharap, ketika selesai masjid ini menjadi destinasi wisata. Sebagai kota yang agamis, masjid ini diharapkan dapat berdampak baik bagi lingkungan.

Terpisah,  Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan DPUPRK Bontang, Edi Soeprapto mengatakan, pembangunan masjid tahun ini melanjutkan pemancangan struktur gedung yang dikerjakan tahap pertama.

Karena sifatnya melanjutkan, progres diharapkan nampak pada pembangunan lantai, dinding hingga atap masjid. “Pembangunan yang dikerjakan saat ini adalah, lantai, dinding, kubah dan atap juga jembatan atau jalanan,” bebernya.

Untuk diketahui, masjid Terapung dibangun dengan rencana anggaran awal Rp 60 miliar. Di tahun 2019, anggaran senilai Rp 30 miliar dialokasikan dengan nilai kontrak Rp 29 miliar dan selesai pada pengerjaan pemasangan tiang pancang.Pekerjaan kemudian dilanjut pada 2020 untuk pembangunan struktur dan bangunan masjid dengan rencana alokasi anggaran Rp 34 miliar.

Hanya, dalam perjalanannya, pembangunan Masjid Terapung di Kota Bontang ini mengalami pemotongan anggaran lantaran kondisi Covid-19, sehingga anggaran 2020 hanya bernilai sekira Rp 15-an miliar. (rin/red)

Dini Hari, Loktuan Membara, Dua Rumah Ludes Terbakar

0

BONTANG – Kobaran api tiba-tiba memecah keheningan malam di permukiman warga Kelurahan Loktuan, Rabu (8/12/2021) sekitar pukul 01.30 Wita. Dengan cepat, si jago merah melahap dua rumah di wilayah RT 35 Loktuan, Jalan RE Martadinata, tak jauh dari Masjid Nurul Muttaqin.

Berdasarkan informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri, dua bangunan tersebut terdiri dari rumah milik Amir (55), dan satunya rumah petakan Panti Asuhan Putri Nurul Hidayah milik Haji Irsyad.

Sumber api, kata Bajuri, pertama kali muncul dari rumah milik Amir. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab dari kemunculan api tersebut. “Sekitar jam setengah tiga api sudah mulai padam. Tidak ada korban jiwa,” terangnya saat dikonfirmasi.

Selama proses pemadaman, sambung Bajuri, petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Pemkot maupun Pupuk Kaltim, mengalami kesulitan lantaran jalan masuk yang sempit. Selain itu, pada awal kebakaran, kondisi aliran listrik di lokasi kejadian masih tersambung.

Beruntung tak lama berselang, aliran listrik padam sehingga memudahkan kerja petugas menjinakkan si jago merah. “Pak Amir sudah kami evakuasi. Untuk 20 santri putri sementara dievakuasi ke Panti Asuhan Nurul Hidayah di RT 19 Loktuan (panti putra),” jelasnya.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang usai insiden kebakaran, tercatat dua bangunan mengalami rusak berat dan tiga bangunan lain ikut terdampak. (bms)

Lindungi dan Penuhi Hak Disabilitas, Marthinus Sosialisasikan Perda Nomor 1 Tahun 2018 di Bontang

0

BONTANG – Anggota DPRD Kaltim, Marthinus melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas di Bontang, Senin (6/12/2021). Sosialisasi dilaksanakan di Aula Gereja Toraja Jemaat Kanaan, eks Jalan Sion, RT 05, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim itu tercatat konsisten menggelar roadshow ke seluruh kabupaten/kota se-Kaltim untuk menyosialisasikan produk hukum daerah tersebut. Salah satunya di Kota Taman. “Ini roadshow yang ke-11,” kata Marthen.

Beberapa poin yang disampaikan dalam perda penyandang disabilitas ini meliputi ragam disabilitas, hak penyandang disabilitas, kesamaan kesempatan, kewajiban dan tanggung jawab, peran serta masyarakat, penghargaan, serta pembiayaan.

Termasuk hak disabilitas di bidang ketenagakerjaan, kesehatan hingga infrastruktur yang belum ramah terhadap disabilitas. Seperti penyerapan tenaga kerja 1% untuk swasta, dan 2% untuk pemerintahan.

Usai sosialisasi, juga dilakukan tanya jawab dan diskusi, sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat. “Dari Perda ini, harapan kami memiliki turunan di setiap kabupaten/kota. Isi aturannya tidak mesti mengacu seluruhnya. Bisa juga disesuaikan dengan kondisi yang ada di daerah tersebut,” ucap Marthinus.

Anggota DPRD Kaltim Dapil Kubar-Mahulu juga meminta pemkot atau pemkab setempat, agar turut menyediakan sekaligus menjaga fasilitas publik yang berkaitan dengan hak-hak disabilitas.

Sebab tak sedikit kejadian karena kurangnya perhatian pemerintah setempat, sehingga banyak hak-hak disabilitas di fasilitas publik terabaikan. Akhirnya daerah tersebut dikenal tidak ramah terhadap kaum disabilitas.

Dalam sosper ini, masyarakat juga meminta pemerintah meningkatkan pemberian alat bantu disabilitas seperti kursi roda, alat bantu pendengaran, hingga kaki palsu. Sejauh ini, bantuan tersebut masih sangat minim. Marthinus menyebut, minimnya bantuan karena belum adanya regulasi di daerah yang mengatur hal tersebut.

Di sisi lain, sambung Marthen, pihaknya juga terhalang regulasi Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim nomor 49 Tahun 2020 yang mengatur tentang pelelangan bantuan keuangan (bankeu) minimal harus Rp 2,5 miliar. “Dari roadshow ini kami mencoba mencari celah dengan cara menghimpun seluruh data disabilitas di kabupaten/kota di Kaltim agar bisa membantu,” jelasnya.

Di sela-sela sosialisasi, anggota Komisi III DPRD Kaltim itu menyerahkan bantuan kursi roda kepada seorang warga Kanaan yang menyandang disabilitas. Selain itu, Marthinus juga menghibur warga lewat bernyanyi sambil bermain gitar sembari memberikan kuis tebak lagu. (bms/adv)

Tabrak Media Jalan, Warga asal Kukar Tewas, Istrinya Luka Berat

0

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berujung maut terjadi di Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Telihan, Senin (6/12/2021) pagi. Kali ini, sepasang suami istri (pasutri) menjadi korbannya. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian tersebut bermula saat pengendara motor melaju menuju arah kota (Jalan Brigjen Katamso).

Diduga karena lepas kontrol (out of control), motor tiba-tiba menabrak pohon di median jalan. Saking kerasnya tabrakan, kedua pengendara yang merupakan pasangan suami istri, terpelanting ke jalan. Sang suami luka parah di bagian kepala hingga meninggal di tempat kejadian, sementara istrinya luka berat hingga dilarikan ke RSUD Taman Husada.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatlantas Polres Bontang AKP Edy Haruna membenarkan lakalantas tunggal tersebut. Menurut Edy, tak lama berselang anggotanya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun Edy belum bisa membeberkan lebih lanjut kronologis dan identitas korban lantaran masih dalam proses pendataan dan penanganan. “Anggota sedang di lokasi kejadian,” ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun redaksi, keduanya merupakan warga Desa Santan Ulu kilometer 24, Kabupaten Kutai Kartanegara. Keduanya menuju Bontang untuk keperluan berobat di salah satu rumah sakit swasta. (bms)

Najirah Segera Kumpulkan OPD Atasi Banjir Rob

0
Wakil Wali Kota Bontang Najirah meninjau banjir di pemukiman RT 08, Kelurahan Bontang Baru, Minggu (5/12/2021) malam.

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah meminta dinas terkait untuk segera membenahi saluran drainase di daerah yang terkena banjir rob. Selain itu, Najirah memastikan segera menggelar rapat koordinasi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mencari solusi terbaik mengatasi masalah ini.

“Selain karena banjir rob, ada juga aduan dari warga jika banjir ini karena saluran drainase-nya kecil,” kata Najirah, disela-sela meninjau pemukiman warga RT 08, Kelurahan Bontang Baru, Minggu (5/12/2021) malam.

Berdasar pengakuan beberapa warga yang ditemui, Najirah tahu bahwa ketinggian air laut pada puncaknya terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. Di beberapa tempat ketinggian air merendam rumah warga hingga mencapai betis orang dewasa.

Selain Bontang Baru, banjir rob juga melanda Kelurahan Bontang Kuala, tepatnya Perumahan Griya Wisata. Dibantu perangkat kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, beberapa warga yang peduli membantu mengevakuasi barang korban yang terendam banjir.

“Mohon pihak terkait agar memperhatikan masyarakat yang sedang kesulitan,” kata Kahar Kalam, pimpinan PT Graha Mandala Sakti (GMS), yang terlibat langsung dalam proses evakuasi. (bms)

Puncak Tertinggi Banjir Rob, Seluruh Bontang Kuala Terdampak

0

BONTANG – Musibah banjir karena air laut yang pasang (rob) di wilayah pesisir Bontang masih terjadi. Bahkan Minggu (6/12/2021) petang, ketinggian air mencapai 60 sentimeter atau setengah meter lebih. Pasang air laut itu yang tertinggi pada akhir tahun ini. Hal ini dibuktikan dari sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak terdampak, kini luapan air sampai masuk ke rumah mereka.

“Sudah empat tahun saya tinggal di sini, baru kali ini airnya masuk sampai rumah. Biasanya hanya sampai di jalan depan rumah,” ujar Dewa, warga Perumahan Villa R4 RT 09, Kelurahan Bontang Kuala.

Karena tak ada persiapan, sambung Dewa, dia bersama keluarganya kalang kabut mengevakuasi barang-barang di dalam rumah agar tidak terendam banjir. “Beruntung setelah Isya banjirnya sudah mulai surut. Jadi di dalam rumah tidak terendam sampai malam. Walaupun jalanan di luar rumah masih cukup tinggi,” bebernya.

Kondisi ini dibenarkan Lurah Bontang Kuala, Suiza Ixan Saputro. Kata dia, seluruh wilayah di Bontang Kuala baik di darat maupun di laut, terdampak banjir musiman itu. Hari itu katanya, memang puncak kenaikan air laut dibandingkan hari-hari lain. “Rencana banjir ini masih berlanjut satu hingga dua hari ke depan. Kami masih terus siaga,” ucapnya.

Bahkan, lanjut Suiza, pelaksanaan pesta adat di Bontang Kuala pada Minggu (5/12/2021) sore terpaksa ditunda hingga kondisi surut. Termasuk jalan utama menuju Bontang Kuala yang biasa dilalui kendaraan, bisa dilalui kapal ketinting. Berbagai upaya yang dilakukan kelurahan seperti turun langsung memonitor kondisi wilayah bersama ketua RT setempat.

Termasuk mengusahakan bantuan nasi bungkus kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan perusahaan-perusahaan. “Upaya ke depan kami akan memberikan edukasi terkait mitigasi bencana bagi warga terdampak banjir rob,” jelasnya.

Di lokasi berbeda, tepatnya di RT 08 Kelurahan Bontang Baru, Wakil Wali Kota (Wawali) Najirah turut meninjau permukiman warga yang terdampak banjir rob. Kehadiran orang nomor dua di jajaran Pemkot Bontang itu juga sekaligus mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat setempat. Di antaranya drainase yang kecil, sehingga saluran pembungan air yang tidak maksimal.

“Nanti kami minta dinas terkait membenahi saluran drainasenya. Sekaligus kami akan berkoordinasi dengan lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red.) untuk bersama-sama mencari akar penyelesaian masalahnya,” pungkas Najirah. (bms)

Musda IV Ika Pakarti Bontang, 3 Calon Mendaftar

0

BONTANG – Penjaringan bakal calon (balon) Ketua DPD Ikapakarti dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV Ikapakarti Kota Bontang dilakukan di Sekretariat  Jl Balikpapan 2, Gunung Telihan, (Minggu (5/12) malam tadi. Musda IV Ikapakarti Kota Bontang ini rencananya digelar di Hotel Grand Equator pada Sabtu (11/12/2021).

Ada tiga bakal calon yang sudah mendaftar. Yani Harsono, Suyono dan Sutrisno. Yang menarik, untuk menyerahkan berkas pencalonan ini, masing-masing membawa kekuatan hampir sama.

Ketua Musda IV Ika Pakarti Rekuh Noto selalu mengingatkan kepada bacalon dan pendukungnya, agar menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam menentukan Ketua DPD Ika Pakarti periode 2022–2027.

Tata tertib dan AD/ART yang diterbitkan oleh DPP Ikapakarti menjadikan Musda sangat terbuka. Didik Wahyuono, Ngudiyo Basuki  Rahmat dan Sugito sebagai sesepuh yang  menyaksikan langsung proses pendaftaran bacalon ketua Ika Pakarti Bontang, berharap seluruh proses pemilihan berjalan aman dan tertib seperti kondusifnya proses pendaftaran para bacalon.

Sementara Ketua DPD Ikapakarti Dasuki menyerahkan sepenuhnya kepada panitia Musda. “Semoga Ikapakarti mendapatkan regenerasi yang lebih baik lagi di masa mendatang,” tutur Dasuki yang juga Kepala Diskominfo Kota Bontang. (dar)

Terbatas Anggaran, Pesta Laut Digelar 3 Hari, Ritual Adat hingga Balap Kapal

0

BONTANG – Tradisi Pesta Laut di Bontang Kuala kembali digelar setelah terakhir kali digelar tahun 2019, karena dampak pandemi Covid 19. Tahun ini Pesta laut digelar sederhana dan hanya menggelar dua ritual adat dari 8 ritual yang biasa dilaksanakan. Yakni ritual menjamu karang dan bebalai.

“Mari lestarikan budaya sebagai bagian dari kekayaan Bangsa Indonesia ini,” kata Najirah Wakil Wali Kota Bontang saat membuka Pesta Laut di panggung adat, Kampung Bontang Kuala, Minggu (5/12). Pembukaan ditandai pemukulan gong dan dihibur tarian khas Bontang.

Pesta Laut merupakan acara adat yang dilakukan warga Kota Bontang khususnya warga Bontang Kuala sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah di perairan Bontang Kuala. Event ini digelar selama 3 hari, sejak Minggu (5/12) hingga Selasa (8/12) besok.

Kepala Lembaga Adat Bontang Kuala Yusran Tayib menjelaskan beragam susunan acara digelar memeriahkan acara seperti ritual adat, penampilan tari tradisional, pengenalan kuliner khas Bontang, hingga berbagai macam perlombaan.

Biasanya Pemkot Bontang menyediakan booth-booth untuk warga sekitar yang ingin berdagang khususnya pernak pernik hasil laut, makanan khas Bontang, hingga pakaian dan aksesoris lainnya. Acara ini biasanya paling ditunggu dan diminati warga Bontang.

Tapi tahun ini, kegiatan adat pesta adat dihelat lebih sederhana dari biasanya lantaran keterbatasan anggaran. Dikatakannya dukungan kegiatan Pesta Laut, 90 persen berasal dari PT Pupuk Kaltim (PKT).

Selebihnya bantuan dari swadaya tokoh masyarakat Bontang Kuala dan dana kolektif beberapa pejabat Pemkot Bontang. “Karena itulah, kami hanya gelar dua acara ritual adat. Menjamu Karang dan Bebalai. Kalau sebelumnya bisa sampai 8 ritual adat,” ucapnya.

Dijelaskannya, ritual menjamu karang atau memberi makan karang sebagai bentuk pemberitahuan kepada roh penjaga perairan kampung Bontang Kuala bahwa akan dilakukan tradisi Pesta Laut.

Dilanjutkan ritual bebalai yaitu sebuah ritual yang mengitari singgasana yang terbuat dari rotan dan janur kuning yang diikat dan dianyam dengan iringan musik serta tabuhan kendang dan gamelan. Ritual ini dulunya dikenal sebagai media pengobatan orang sakit bagi penduduk Bontang terdahulu.

Sementara ritual lain yang tidak dilaksanakan yakni ritual bebalai puncak, bebalai popong, ancek, belian samper, pagar mayang dan melabuh perahu. Tak hanya ritual adat, acara juga dimeriahkan berbagai macam lomba. Tahun ini lomba yang digelar yakni lomba balap kapal laut, tombak duyung, serta pagelaran tari tarian. (red)

Biar Rindu Menggores Langit

0

Cerpen : Muthi’ Masfu’ah

Let’s move on! Gaes…
Uuufffhhhhh… Aku tiup wajahnya kuat-kuat. Lemah banget sih.
“Sekuat apapun kamu menginginkannya, bila yang tertulis di laumul mahfudz tetaplah pemenangnya. Jika kamu bukan pemenangnya, yaa udah… lupakan!”

“Gak semudah itu Man, karena kamu gak mengalaminya,” Fadli masih bersuara lirih, tangannya baru saja meremas sebuah undangan… Undangan pernikahan ! Yang kini telah mendarat di dalam tong sampah.

Aku terdiam, tak bergerak. Setelah aku melayang ke sana-kemari mengantarkan dingin AC ruangan yang tampak menghangat bahkan memanas saat ini. Aku mencoba memahami perasaan terdalam Fadli. Tentang cinta yang tak tersampaikan. Tentang cinta yang harus ia tinggalkan.

Ketika garis takdir tidak merestui. Padahal sudah merasa cocok dan tahu karakter masing-masing, berdiskusi apapun juga sudah nyambung. Hanya tinggal menunggu waktu akan menyampaikan untuk datang melamar. Namun, hari ini justru datang memberi selembar undangan untuk pernikahannya dengan orang lain. Bagaimana Fadli tidak down.

“Gimana sih kamu, Arman. Aku sudah sedih sekali ditinggal nikah masih saja ngajakin datang ke nikahan dia? Gimana rasanya datang ke acara pernikahan sahabat yang sangat aku sayang? It’s okey. Ikhlaskan. Asal sahabat bahagia, aku juga bahagia. Itu katamu. Bukan kataku!” Suara Fadli mulai meninggi, tapi bergetar. Menahan sedih.

Arman terdiam, berusaha memahami perasaan Fadli.
Aku meniup lembut wajah Fadli, iba terasa. Tapi aku tak mampu berbuat apa. Aku hanyalah angin kecil yang bisa meniup lembut kesana-kemari. Menyejukkan suasana, walau wujudku tak terlihat dan kecil.

“Emang kamu sudah mengutarakan cinta dan mau melamar?” tanya Arman penasaran.
Fadli diam menghela nafas. ”Ya belum… baru akan.”

“Nah, itu masalahnya, jangan salahkan dia donk. Jangan salahkan dia, karena aku yakin yang naksir dia, bukan kamu saja Fadli. Harusnya kamu segera menyampaikan, segera ke rumah orangtuanya. Begitu baru jantan. Jangan ditunda.” Arman panjang lebar berbicara mengajak Fadli berpikir.

Fadli diam saja. Mungkin ia juga merasa, ia juga yang keliru.
“Apa yang kamu alami ini belum seberapa Fadli, Perihal kehilangan sebelum pernikahan. Ditinggalkan dia ketika berjuang pada komitmen. Prosesi lamaran sudah dilakukan, bulan pelaksanaan pernikahan juga sudah dipilih, biaya pernikahan telah disiapkan. Hanya tinggal menunggu kesepakatan hari di mana calon pengantin akan melangsungkan akad nikah. Namun, sekuat apapun hati diikat, jika catatan langit tidak mempertemukan untuk berjodoh, maka tidak akan pernah bersatu.” Arman menasehati dan menguatkan Fadli.

Aku terbang ke seluruh ruangan, mencoba mendinginkan suasana.
Walau aku hanya angin kecil yang bertiup, aku tahu bahwa pernikahan Tanti, perempuan pujaan Fadli, dengan pria pilihan kedua orangtuanya, karena memang Tanti menyetujuinya. Tanti memang lebih memilih menikah dengan lelaki yang mencintainya. Tanti sendiri tidak pernah tahu, kalau Fadli menaruh hati padanya. Karena hingga saat ini pesan itu belum pernah tersampaikan olehnya.

“Aku tak pernah menyangka, begitu cepatnya terjadi, Man. Ia hilang begitu saja tanpa kabar. Wa  serta telepon tidak pernah dibalas dan terangkat. Aku jadi bingung serta cemas kala itu, jangan- jangan ada hal tidak baik menimpa dirinya. Aku sudah mencoba menghubungi teman satu kantornya, tapi tetap tidak ada jawaban memuaskan. Kejadian itu begitu cepatnya, hingga aku mendapatkan undangan itu…” Fadli masih bersuara, kali ini nyaris tak terdengar. Memelas sekali.

Aku terus mendengar percakapan pilu itu. Aku terbang ke seluruh ruangan. Mencoba mendinginkan suasana.

Arman sahabat sejati Fadli itu menghela nafas. Mereka masih duduk menghadap TV yang masih memberitakan kedahsyatan virus Corona yang belum juga usai. Tapi berita itu bukan fokus pembicaraan mereka, nampaknya lebih dahsyat dari itu. Tapi virus cinta yang bisa mengubah nalar manusia, tak sesuai logika!

“Percayalah Fadli, sesungguhnya, Allah yang membolak-balikkan hati. Jangan bersedih dan belajar lapang. Banyak masih perempuan diluar sana…”
Belum selesai Arman berbicara, Fadli memutusnya, “Aku mau menikah dengan dia bukan karena urusan wajah dan fisik semata!”

Arman terbelalang, Fadli agak keras bercakap dan aku terkekeh… Uuufffhhh aku tiup lagi wajah Fadli,agar ia sedikit sejuk dan bersabar. Urusan cinta kenapa juga dibuat rumit. Akh, manusia. Aku terus bergumam.

“Ayolah, bangkit dan menata hari. Relakan dia yang telah pergi dan meninggalkan duri di hatimu. Dia gak salah, Kamu juga gak salah. Karena takdir adalah mutlak. Belajarlah untuk tak menuntut, ikhlaskan. Sekuat apapun kamu memeluknya, dia bukan hakmu. Jika kamu menyayanginya biarkan ia memilih syurganya, cukup jaga dia dalam setiap doamu.

Jadilah kamu seperti bumi dan matahari. Jangan terlalu dekat, nanti berbahaya. Jangan terlalu mengenal nanti akan menyesal, cukup bersahabat yang tak berlebihan. Jika memang terpikat, tunggulah dengan sabar izin Allah. Seperti layaknya bumi dan matahari, menjauh untuk menjaga…” Arman terus menguatkan Fadli, teman sejak SMA, kuliah dan hingga saat ini.

Siang itu terasa teriknya. Aku masih sekuat tenaga mendinginkan suasana. Hingga semua berlalu di hari itu.

**

Aku masih terbang kesana-kemari, mendingin ruangan tempat Fadli asyik membaca sebuah kalimat bijak di IG-nya.

Aku kembali menemukan prosesku.
Kehadiran yang setelah tanpa kamu.
Dengan terpaksa aku harus tata lagi hari hari setelah kepergianmu.

Andai kamu tahu bahwa kemarin aku sangat ingin mencintai kamu dengan cara terhebatku.
Tapi sayang campur tangan semesta ternyata belum cukup untuk menguatkan kamu agar tetap disini.

Membiarkan aku kalah.
Dan aku benar-benar kalah dalam pertempuran ini.
Saat ini aku yakin siapapun dia yang berhasil bersamamu.
Adalah dia yang berhasil meluluhkan hatimu.

Adalah dia yang merupakan takdir terindah oleh-Nya.
Kini.. Aku mohon.
Jangan pernah goyahkan aku lagi.
Sebab melihatmu di setiap hariku saja.
Masih terlalu sulit dan menyesakkan.
Tapi jika nanti aku benar-benar terbiasa tanpamu.
(Belum selesai Fadli membacanya…)

“Fadli, ayooo sudah matikan HP-mu. Gak layak laki-laki cengeng. Ayo kita jalan,” teriak Arman dari atas motornya, masih bising suara mesinnya tak dimatikan… mengajakku pergi berkeliling kota malam ini.

Sementara langit masih bertabur bintang di atas sana… Akh, biar rindu menggores langit. Berjuga goresan rindu terlukis di sana. Rindu yang belum menemukan muaranya.

Yap, memaafkan memang harus, tetapi ‘balas dendam’ tetap dilaksanakan. Balas dendam dengan bermutasi dengan cara keren, untuk selalu berusaha  menjadi pribadi yang lebih baik. Jika kita tidak tahu harus memulainya dari mana, mulailah dari niat dan menghargai diri sendiri. Mulailah berprestasi dalam bidang yang kita jalani. Apapun cara dan bentuknya.

Tetaplah bahagia, setidaknya belajarlah dari virus Corona yang terus bermutasi menjadi lebih kuat ketika mendapat perlawanan dahsyat dari manusia.

Fadli tersenyum dan berlalu bersama Arman, sahabat suka dan dukanya. Aku tersenyum melihatnya. Dunia bahagia melihatnya… Let’s move on! (*)

Banjir Rob Rendam Bontang Kuala, GMS Langsung Turun Bantu Evakuasi

0

BONTANG – Musibah banjir karena air laut yang pasang (banjir rob) kembali melanda Bontang dalam beberapa hari terakhir. Salah satu wilayah yang sangat berdampak banjir musiman ini yakni Kelurahan Bontang Kuala. Sejumlah wilayah di kawasan pesisir itu terendam air hingga ke permukiman warga. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah yaitu Perumahan Griya Wisata.

“Masihkah pemerintah membiarkan masyarakatnya kebanjiran tidak ada perhatian. Kasihan masyarakat. Mana pemilik rumah sedang sakit. Mohon pihak yang terkait agar lebih memperhatikan masyarakat yang sedang kesulitan,” kata Kahar Kalam, pimpinan PT Graha Mandala Sakti (GMS).

Atas kejadian itu, tim GMS yang dipimpin langsung Kahar Kalam ikut membantu langsung proses evakuasi barang-barang korban. Tak lama, Lurah Bontang Kuala bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas turut meninjau lokasi terdampak banjir rob. “Terima kasih Pak Kapolsek Utara sudah repons cepat. Luar biasa komandan hebat dan peduli. Terima kasih juga atas kunjungan pak Lurah Bontang Kuala,” kata Kahar.

Sejauh ini, banjir rutinan itu belum mendapat penanganan khusus dari Pemkot Bontang. Namun wakil rakyat asal Bontang Kuala, Junaidi, belum lama ini memaparkan, penanganan musibah karena faktor alam tersebut akan dimulai dengan tender perencanaan atau Detail Engineering Design (DED) oleh Dinas PUPRK di tahun ini. Informasi itu didapat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Anggaran perencanaan, sambung Junaidi, awalnya dikucur Rp 750 juta. Namun karena ada rasionalisasi, sehingga dipangkas menjadi Rp 500 juta. Anggaran tersebut sudah termasuk perbaikan trotoar. “Tidak masalah, kami tetap follow up ” beber Junaidi.

Peninggian badan jalan, kata dia, dinilai belum bisa menyelesaikan masalah. Menurutnya perlu ada pengerukan kiri kanan jalan untuk menampung volume air laut. “Kalau ditinggikan hingga 70 sentimeter, bangunan jalan terlihat tidak cantik,” sebutnya. (bms)