Beranda blog Halaman 969

Desak Perbaikan Jalan Bonles, Bakhtiar Wakkang: Jangan Sampai Warga Keburu Menuntut

0
Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang.

BONTANG – Desakan perbaikan jalan di kawasan Bontang Lestari (Bonles) juga disuarakan anggota DPRD lainnya. Kali ini diutarakan Bakhtiar Wakkang, anggota Komisi II DPRD Bontang. Politisi Nasdem itu menyampaikan, jangan sampai masyarakat keburu menggugat pemkot.

Ketika ada masyarakat yang menuntut, maka pemkot tidak memiliki alasan untuk berdalih. Sebab di lokasi tersebut sudah sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas), bahkan memakan korban jiwa. “Seharusnya pemerintah malu kalau dituntut warganya. Itu artinya pemkot gagal melayani masyarakatnya,” tegas legislator yang akrab disapa BW itu.

Pemkot bisa dituntut penjara 6 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta. Hal itu sesuai yang ada di poin 1 Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 Pasal 273 Ketentuan Pidana. Apabila sampai meninggal dunia, sambung BW, sesuai poin ketiga, maka tuntutannya bisa dipenjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 120 juta. “Daripada membayar denda, sebaiknya pemkot segera memperbaiki jalan yang rusak itu,” pungkasnya.

Proses olah TKP oleh personel Satlantas Polres Bontang. (Bams/Media Kaltim)
Sebelumnya sejumlah pihak ikut menyorot terjadinya lakalantas di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari pada Kamis (25/11/2021) malam, yang telah menewaskan pengendara. Termasuk kalangan pengusaha lokal dan legislator Bontang.

Kondisi jalan yang rusak, diduga kuat menjadi penyebab tewasnya seorang pengendara.
Kahar Kalam, pimpinan PT Graha Mandala Sakti, meminta pihak yang berwenang untuk memerhatikan masalah tersebut dan tidak menganggap masa bodoh. “Seharusnya dinas terkait turun ke lapangan. Jangan hanya rapat. Selalu wacana, aksi nol,” ujar salah satu pengusaha lokal ini.

Bahkan dirinya mengingatkan, pemerintah bisa mendapat sanksi hukum jika membiarkan jalan rusak. Jangankan hal itu, sambung Kahar, pekerjaan penggalian jalan saja, jika tidak ada rambu-rambu yang dipasang kemudian terjadi kecelakaan, maka hal itu bisa masuk ranah hukum pidana.

Pernyataan itu juga dipertegas anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam. Katanya, keluarga korban bisa menuntut pemerintah. “Apa pemerintah kita masih nunggu korban lain baru bertindak ?” tanyanya.

Politisi Golkar itu pun mengaku sudah berulang kali menyampaikan kritikan jalan rusak tersebut akibat aktivitas kendaraan pengangkut Crude Palm Oil (CPO) yang melebihi kemampuan badan jalan. Namun hingga kini, tidak ada perhatian sama sekali. Nursalam menduga, pemkot lebih berpihak kepada pengusaha yang hanya ingin mengejar keuntungan bisnis semata, tanpa peduli dengan kerusakan infrastruktur kota.

“Kita lihat saja, apa pemerintah masih diam dengan adanya korban nyawa ? Satu nyawa melayang sia-sia karena jalan rusak. Apa masih mau berkilah soal investasi?” pungkasnya. (bms/adv)

Lepas Kendali Diduga Penyebab Lakalantas di Bonles, Kasatlantas Minta Jalan Diperbaiki

0
Kasatlantas AKP Edy Haruna

BONTANG – Penyebab kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Soekarno-Hatta kawasan Bontang Lestari (Bonles), yang menewaskan Abdul Karim (59) Kamis (25/11/2021) malam lalu mulai terungkap. Usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Satlantas Polres Bontang menyimpulkan korban meninggal dunia setelah terjatuh dan menabrak tiang listrik.

Kasatlantas AKP Edy Haruna menyampaikan, insiden tersebut kecelakaan tunggal. Kronologinya, saat hendak menuju Bontang Lestari dari arah dalam kota, korban diduga mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan sedang mengantuk. Ditambah lampu jalan yang padam.

Saat mengetahui ada jalan berlubang di bagian tengah, korban lepas kendali (out of control) hingga menabrak tiang listrik di pinggir kiri jalan. “Diduga korban tidak memakai helm. Sebab korban mengalami luka parah di bagian kepala. Kami tidak menemukan helm korban di lokasi,” ucap Edy saat dikonfirmasi, Jumat (26/11/2021).

“Kalau dilihat di TKP, terdapat goresan aspal bekas motor terseret beberapa meter. Tak ada bekas kendaraan korban melintasi lubang di tengah jalan,” tambahnya. Untuk mendalami insiden maut tersebut, Satlantas akan memeriksa tiga saksi untuk mendapatkan keterangan lebih detail.

Edy juga berharap, pemkot segera memperbaiki jalan rusak di wilayah Bontang Lestari. Termasuk memperbaiki Penerangan jalan Umum (PJU) yang sudah lama padam. Karena kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan atau rawan kecelakaan lalu lintas.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan lalu lintas mengakibatkan Abdul Karim,  warga RT 07 Desa Danau Redan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur itu meninggal di tempat. Saat itu dia mengendarai motor matic dengan nomor polisi (nopol) KT 6214 DW. Usai kejadian, jasad Abdul Karim langsung dibawa ke RSUD Taman Husada sebelum akhirnya diserahkan ke pihak keluarga. (bms)

Bagikan 54 Laptop untuk Guru Swasta, Inilah Pesan Wali Kota Basri Rase

0
Wali Kota Bontang Basri Rase mengabadikan bersama guru, usai membagikan laptop kepada sekolah swasta pada upacara peringatan Hari Guru Nasional pada Kamis (25/11/21) pagi. (Foto: lusy/Diskominfo)

BONTANG – Wali Kota Bontang Basri Rase membagikan 54 laptop kepada sekolah swasta di Kota Bontang. Laptop yang akan digunakan untuk keperluan sekolah ini dibagikan pada upacara peringatan Hari Guru Nasional, Kamis (25/11/21) pagi. Hadir Kepala Dinas Pendidikan Bambang, perwakilan PGRI dan peserta yang terdiri dari guru swasta dan negeri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu guru semuanya. Karena tanpa jasa dari guru, kami tidak bisa menjadi hebat, beradab dan maju seperti saat ini,” ucap Basri mengawali sambutannya.

Ia juga mengimbau agar para guru mengajarkan tata krama kepada generasi saat ini agar patuh kepada orang tua dan guru.

“Saya titip generasi saat ini kepada bapak ibu guru semuanya. Kita ajarkan yang baik kepada mereka agar kelak mereka menjadi generasi yang hebat, beradab dan berhasil,” sambungnya. “Selamat hari jadi guru buat bapak ibu guru semuanya. Semoga semakin hebat dan beradab,” pungkasnya. (kmf_lusy/rls)

Pengendara Tewas di Jalan Rusak Bontang Lestari, Keluarga Korban Bisa Menuntut

0

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari pada Kamis (25/11/2021) malam, mendapat sorotan dari sejumlah pihak. Termasuk kalangan pengusaha lokal dan legislator Bontang. Kondisi jalan yang rusak, diduga kuat menjadi penyebab tewasnya seorang pengendara.

Kahar Kalam, pimpinan PT Graha Mandala Sakti, meminta pihak yang berwenang untuk memerhatikan masalah tersebut dan tidak menganggap masa bodoh. “Seharusnya dinas terkait turun ke lapangan. Jangan hanya rapat. Selalu wacana, aksi nol,” ujar salah satu pengusaha lokal ini.

Bahkan dirinya mengingatkan, pemerintah bisa mendapat sanksi hukum jika membiarkan jalan rusak. Jangankan hal itu, sambung Kahar, pekerjaan penggalian jalan saja, jika tidak ada rambu-rambu yang dipasang kemudian terjadi kecelakaan, maka hal itu bisa masuk ranah hukum pidana.

Pernyataan itu juga dipertegas anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam. Katanya, keluarga korban bisa menuntut pemerintah. “Apa pemerintah kita masih nunggu korban lain baru bertindak ?” tanyanya.

Politisi Golkar itu pun mengaku sudah berulang kali menyampaikan kritikan jalan rusak tersebut akibat aktivitas kendaraan pengangkut Crude Palm Oil (CPO) yang melebihi kemampuan badan jalan. Namun hingga kini, tidak ada perhatian sama sekali. Nursalam menduga, pemkot lebih berpihak kepada pengusaha yang hanya ingin mengejar keuntungan bisnis semata, tanpa peduli dengan kerusakan infrastruktur kota. “Kita lihat saja, apa pemerintah masih diam dengan adanya korban nyawa ? Satu nyawa melayang sia-sia karena jalan rusak. Apa masih mau berkilah soal investasi?” pungkasnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 273 ayat (1) disebutkan penyelenggara jalan yang tidak segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas sehingga menimbulkan korban luka ringan dan atau kerusakan kendaraan dan atau barang dipidana dengan penjara paling lama enam bulan atau denda paling banyak Rp12 juta.

Bila korbannya mengalami luka berat, pelaku dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. Sementara bila korban sampai meninggal dunia, maka pelaku bisa dipenjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 120 juta. Dalam ayat (4) juga disebutkan, penyelanggara jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak dan belum diperbaiki bisa dipidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 juta. (bms)

Jangan Malu Meminta Bantuan Ketika Depresi

0

Seringkali masih banyak dari kita yang abai akan kesehatan mental. Padahal, kesehatan mental sangat berpengaruh terhadap produktivitas kita sehari-hari.
Adanya gangguan mental seperti depresi, bukan berarti seseorang dianggap ‘gila’ namun, ada sesuatu yang berubah dari diri kita secara psikologis. Dan hal ini yang perlu dikenali lalu ditangani.

Founder dan Psikolog Lembaga Insan Cita Bontang Laela Siddiqah, mengatakan ada beberapa hal gejala depresi yang bisa dikenali, dan tentu jika gejala itu sudah muncul, harus segera menyadarinya dan meminta bantuan kepada orang lain.

“Gejala depresi ini banyak, seperti rasa insecure yang berlebihan sehingga membuat overthinking, lalu selalu merasa tidak bahagia di saat suasana sedang bahagia, namun hal tersebut menjadi gejala depresi ketika dialami secara terus menerus,” ucap Laela saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” alias Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Kesehatan Mental Bagi Usia Dewasa Awal”.

Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (17/24/2021), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.

Laela mengatakan, bahwa masih banyak orang yang selama ini malu meminta bantuan ketika sudah mengalami gejala depresi. Padahal jika dibiarkan, akan berakibat pada fase depresi tingkat lanjut.

“Jadi ketika kita sudah merasa ada gejala, segera sadar dan meminta bantuan kepada orang terdekat, jangan sampai dibiarkan, karena bisa menyebabkan level depresinya naik sehingga dapat melakukan ‘Self Harm’ atau melukai dirinya sendiri,” katanya.

Gangguan mental yang saat ini sedang tren terjadi di masyarakat, yaitu Bipolar. Kondisi dimana seseorang bisa merasa bahagia dan sedih secara berlebihan. “Yang mengalami Bipolar biasanya bisa merasakan bahagia dan sedih yang berlebih, dan itu terjadi terus menerus karena dirinya sudah tidak bisa terkontrol. Namun perlu digaris bawahi tidak bisa seseorang langsung men-judge dirinya mengalami bipolar, perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut ke psikolog atau psikiater,” ujarnya.

Pola asuh orangtua dan kondisi lingkungan sekitar pun dapat menjadi salah satu faktor seseorang mengalami depresi atau gangguan mental lainnya. “Bisa terjadi karena faktor pola asuh orang tua yang keliru, terlalu memberi tekanan terhadap anak, sehingga menyebabkan anak mengalami depresi,” katanya.

Untuk terhindar dari gangguan kesehatan mental, perlu adanya kesadaran terhadap diri sendiri, dan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan energi positif.
“Ini menjadi perhatian khusus, karena kita harus sadar dulu tentang kesehatan mental kita. Lalu yang bisa kita lakukan untuk menjaga itu adalah terus melakukan kegiatan yang akan memberikan energi positif, dan harus selalu bahagia,” katanya. (ahr)

Ramu Standar Penilaian Anak di Masa Pandemi, IGTKI Bontang Gelar Pelatihan

0
Foto: Rose/Diskominfo Bontang

BONTANG – Wakil Walikota Bontang Najirah menghadiri Workshop Penilaian Pembelajaran Bagi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Bontang, Rabu (24/11/21) bertempat di Hotel Tiara.

Workshop atau pelatihan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bambang Cipto Mulyono serta Bunda Paud Bontang Hapidah Basri Rase. Najirah yang membuka jalannya pelatihan mengungkapkan perlunya perhatian khusus bagi anak usia dini, terutama di masa pandemi covid-19 yang mengakibatkan pelajaran tatap muka harus tertunda.

“Pendidikan anak usia dini memiliki peranan penting dalam perkembangan dan kemajuan Indonesia, terlebih lagi dalam menyongsong kebutuhan dan tuntutan masyarakat yang selalu berubah cepat. Sebagai ujung tombak, guru pada jenjang satuan pendidikan anak usia dini perlu terus berkembang dan menguasai pengetahuan dan teknologi terkini terlebih lagi dalam masa pandemi covid-19,” kata Najirah.

Foto: Rose/Diskominfo Bontang

Ketua IGTKI Bontang Rumani menjelaskan, kegiatan pelatihan ini upaya memecahkan permasalahan pembelajaran anak usia dini di masa pandemi. “Pelatihan ini membahas tentang penilaian peserta didik, jadi selama 2 tahun kita belajar dari rumah yang mengajari orang tua. Jadi guru-guru bingung, bagaimana ya cara penilaiannya. Sekarang kita meramu bagaimana penilaian yang autentik,” jelasnya.

Hadir sebagai pemateri dalam pelatihan itu yakni Kepala TK YPK Bontang Wiwik Eritiyani. Sebanyak 100 guru dari 66 lembaga TK dan RA (Raudhatul Anfal) se Kota Bontang. (kmf_rose/rls)

Turnamen Selambai Cup Ditutup, Banyak Apresiasi, Berharap Jadi Agenda Tahunan

0

BONTANG – Turnamen Bulu Tangkis Selambai Cup 2021 ditutup Lurah Loktuan, Hadi Jumianto, Rabu (25/11/2021) malam. Hadir dalam penutupan Babinkamtibmas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri, Babinsa Loktuan Pelda Rustam, Ketua LPM Loktuan Haris Hafidz, dan Humas PT Pupuk Kaltim Catur Ramadan.

Sejak digelar pada 15 November, turnamen yang diikuti 16 grup dan 96 peserta itu, selalu dipenuhi penonton dari Kampung Selambai, Guntung, dan Kampung Sidrap. Antusiasme warga memuncak saat pertandingan final berlangsung.

Kapasitas gedung pertandingan yang terbatas, tak menyurutkan niat mereka untuk melihat langsung siapa yang paling unggul. Para penonton bahkan rela bergantian memasuki areal gedung pertandingan berbahan kayu tersebut. Begitu masuk gedung, teriakan penonton mewarnai setiap pukulan yang dilayangkan pemain, hingga menghasilkan poin bagi grup yang diatur berdasarkan tipe pemain A, B, dan C itu.

Ketua panitia Fahrul Rasyid mengucapkan terima kasih kepada semua peserta yang turut meramaikan turnamen tepok bulu itu. Ucapan terima kasih juga ditujukan pada para donatur, pendukung kegiatan, hingga media massa.

“Terima kasih kepada semua pihak, donatur pribadi, perusahaan, panitia dan pimpinan media online, mohon maaf jika ada kekurangan selama berlangsungnya kegiatan,” ucap Fahrul, yang juga mewakili IPPLB dan GPS.

Sementara Lurah Loktuan Hadi Jumianto mengapresiasi kegiatan yang telah sukses digelar. “Terima kasih kepada panitia yang sudah melaksanakan kegiatan secara aman, terima kasih juga para sponsor,” katanya.

Ia mengharapkan, event ini bisa menjadi cara untuk memupuk kreativitas pemuda Kampung Selambai, agar terus berkarya guna menjadikan daerah pemukiman di atas laut ini sebagai destinasi wisata. “Selamat kepada semua peserta, tetap menjaga silaturahmi, bertanding nomor sekian,” ujarnya.

Sementara, pembina pemuda Sampung Selambai, Faisal memuji kerja keras panitia dalam melaksanakan kegiatan. Faisal berharap kegiatan ini bisa membangkitkan gairah kunjungan wisata di Kampung Selambai. “Mudahan ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun sehingga minat orang berkunjung semakin tinggi,” harapnya.

Sementara Humas PT Pupuk Kaltim Catur Ramadan mengatakan, pihaknya mendukung kreativitas pemuda di Kampung Selambai. Dengan begitu, sinergitas perusahaan dalam pelaksanaan program di masyarakat dapat maksimal.

“Kami mendukung kegiatan yang dilakukan masyarakat, begitupun anak muda di Kampung Selambai. Semoga sinergi ini dapat terus dijaga,” harap Catur. (rls)

Berikut pemenang Turnamen Bulu Tangkis Selambai Cup 2021 :
Juara 1 Tim Sarden
Juara 2 Tim Bandeng
Juara 3 Tim Cakalang
Juara 4 Tim Gembong

Wujud Sinergitas, Babinsa Satimpo Komsos dengan Warga Binaan

0
Komunikasi sosial Serma Hoksan bersama staf kelurahan, Ketua RT, dan warga binaannya. (ist)

BONTANG – Serma Hoksan, Babinsa Kelurahan Satimpo, Koramil 0908-01/Loktuan, Kodim 0908/BTG, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) dengan staf kelurahan, beberapa ketua RT dan warga binaan, Selasa (23/11/2021) di Gedung BPU Kelurahan Satimpo, Jalan HM Ardans, Kecamatan Bontang Selatan.

Dalam komsos itu disampaikan pemberitahuan rembuk warga tentang pedoman penyusunan anggaran kegiatan program fasilitas partisipasi masyarakat dalam pembangunan di kelurahan berbasis RT. Pembahasan itu dalam rangka pelaksanaan salah satu program prioritas Pemkot Bontang yakni Stimulan RT pada tahun anggaran 2022.

Program itu lebih diprioritaskan pada pemberdayaan sosial, ekonomi dan lingkungan yang bersifat produktif. Di sisi lain bertujuan meningkatkan sarana dan prasarana lingkungan setempat. “Bisa dikatakan, program stimulan RT tak hanya berfokus pada pengerjaan infrastruktur. Tetapi, lebih menitikberatkan kepada kemandirian ekonomi masyarakat,” tutur Serma Hoksan.

Tak lupa, pesan-pesan protokol ksehatan (prokes) juga disampaikan Serma Hoksan. Harapannya, warga binaanya bisa terhindar dari paparan Covid-19, sehingga bisa hidup sehat dan dilancarkan segala aktivitasnya. (pendim btg)

Sosialisasi Ops Zebra Mahakam, Satlantas Gencarkan Spanduk Imbauan

0

BONTANG – Dalam rangka Operasi Zebra Mahakam 2021, Satlantas Polres Bontang menggencarkan peringatan dan imbauan melalui pemasangan spanduk. Imbauan berisi pesan keselamatan berlalu lintas itu dipasang di sejumlah lokasi strategis di wilayah Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasatlantas AKP Edy Haruna mengatakan, sosialisasi ini untuk memberitahukan kepada masyarakat terkait pelaksanaan operasi, sekaligus menekan terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

“Imbauan disiplin protokol kesehatan (prokes) juga kami sampaikan kepada masyarakat. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya Selasa (23/11/2021).

Ops Zebra Mahakam ini diharapkan dapat menciptakan suasana keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas (kamseltibcar) meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19. (hms)

PGRI Bontang Sambangi Disdikbud, Sampaikan Sejumlah Permohonan

0
Silaturahmi pengurus PGRI Bontang ke jajaran Disdikbud Bontang. (ist)

BONTANG – Menjelang Hari Guru Nasional 2021, pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bontang bersilaturahmi dengan pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Selasa (23/11/2021).

Rombongan yang dipimpin Dasuki sebagai Ketua PGRI Bontang itu disambut Kadisdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono beserta jajarannya di Gedung Autis Center, Jalan Tennis, Kelurahan Api-Api.

Dalam kunjungannya itu, PGRI menyampaikan sejumah poin permohonan kepada Disdikbud Bontang. Permohonan itu tertuang dalam surat bernomor 021/PGRI-BTG-XXII/XI/2021.

Isi poin pertama, meminta setiap 25 November yang diperingati sebagai Hari Guru Nasional sekaligus HUT PGRI, agar diselenggarakan setiap tahun oleh Disdikbud, serta mengalokasikan anggaran rutin untuk kegiatan yang bisa menyemarakkan momentum tersebut.

Kedua, memohon Disdukbud membuat dan mengedarkan surat ke semua sekolah, agar melaksanakan upacara di sekolah masing-masing. Ketiga, meminta Disdikbud memfasilitasi iuran angota PGRI dengan memotong langsung saat menerima tunjangan kinerja bagi PNS, dan insentif PGS bagi guru swasta. Hal itu sesuai keputusan dalam Konferensi Kota (Konferkot) PGRI Bontang.

Terakhir, meminta Disdikbud agar mengalokasikan anggaran untuk pengembangan PGRI melalui APBD murni maupun anggaran pokok pikiran (pokir), agar organisasi profesi guru tersebut dapat menaungi dan mewadahi semua anggotanya. “Dalam kunjungan juga kami sampaikan, akan mendukung program-program Pak Bambang (Kadisdikbud Bontang yang baru, Red.),” ucap Dasuki saat dikonfirmasi. (bms)