Beranda blog Halaman 975

Pemkot Hibahkan Lahan 1,2 Hektare untuk Polres Bontang

0
Penyerahan hibah lahan dari Pemkot kepada Polres dan KSOP Bontang. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang menghibahkan lahan 1,2 hektare kepada Polres Bontang.
Adapun lahan yang dimaksud yakni lokasi Mako Satpolairud di Kelurahan Tanjung Laut Indah seluas 2.000 meter persegi, Mapolsek Bontang Utara di Kelurahan Gunung Elai seluas 10.200 meter persegi, dan Mapolsek Bontang Selatan di Kelurahan Tanjung Laut seluas 673 meter persegi.

Nilai total keseluruhan lahan yang dihibahkan sebesar Rp 8.391.860.000. Penyerahan hibah lahan dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru.

Penyerahan dilakukan bersamaan dengan hibah lahan ke Kantor Kesyahbandaran dan otoritas Pelabuhan (KSOP) Bontang. Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima hibah dan penyerahan berita acara hibah.

Dalam sambutannya, Basri Rase mengapresiasi kerja sama yang selama ini telah terjalin baik antara Pemkot Bontang dengan instansi vertikal, dalam hal ini Polres dan KSPO Bontang.

“Semoga dapat memotivasi aparat agar semakin maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dapat menunjang operasional masing-masing instansi yang sejalan dengan program Pemkot Bontang,” ujar Basri.

Sementara itu Kapolres Bontang mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Bontang. Ia mengatakan hibah lahan ini sangat mendukung Polres Bontang meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Selanjutnya hibah lahan tersebut akan dilaporkan ke Mabes Polri dan dimasukkan pada aset Polres Bontang,” kata AKBP Hamam Wahyudi. (bms)

Babinsa Ikut Tingkatkan Pelayanan ke Masyarakat

0
Komsos Babinsa Kelurahan Bontang Baru di kantor kelurahan wilayah binaannya. (pendim btg)

BONTANG – Komunikasi sosial (komsos) antara Babinsa dengan pilar kelurahan lainnya terus dilakukan. Hal tersebut bertujuan agar terciptanya kerja sama dan hubungan yang baik, sehingga berdampak pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Hal itulah yang dilakukan Babinsa Kelurahan Bontang Baru, Pelda Humam di kantor kelurahan wilayah binaannya, Selasa (2/11/2021). “Kami aktif berkoordinasi mencegah terjadinya berbagai permasalahan, termasuk penanganan Covid-19. Sebagai babinsa, kami harus bisa berperan aktif memberikan solusi,” ujarnya.

Komsos, kata Humam, juga sekaligus sarana saling bersilaturahmi dengan berbagai komponen masyarakat. Sebagai salah satu ujung tombak kelurahan, diharapkan kehadiran babinsa dapat memberikan dampak positif di lingkungan sekitarnya. (pendim btg)

Tuntas Salurkan 3.800 Sasaran di Marang Kayu dan Muara Badak

0
Penyaluran tahap akhir BTPKLW oleh Polres Bontang kepada pelaku UMKM. (ist)

BONTANG – Tuntas sudah penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) yang dilakukan Polres Bontang kepada 3.800 sasaran. Dimulai sejak Kamis (23/9/2021) lalu, penyaluran terakhir dilakukan Jumat (29/10/2021) dengan sasaran pemilik pelaku UMKM di Bontang, Marang Kayu, dan Muara Badak.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasi Humas AKP Suyono mengatakan, dengan anggaran senilai Rp 1,2 juta per penerima, sehingga total bantuan yang disalurkan sebesar Rp 4,5 miliar. “Alhamdulillah kami sudah salurkan seratus persen. Semoga dapat membantu pelaku usaha menambah modal di tengah pandemi Covid-19 yang terdampak PPKM level empat,” ujarnya.

Mekaninisme penyalurannya, sambung Suyono, diawali pendataan oleh para Bhabinkamtibmas. Selanjutnya data tersebut dimasukan ke dalam aplikasi “Puskeu Presisi” yang terintegrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Apabila calon penerima belum pernah terdata mendapatkan bantuan sejenis, maka otomatis akan masuk kriteria. Namun apabila sebaliknya, maka secara otomatis pula tertolak di sistem. “Jadi Polri sifatnya mendata dan menyalurkan saja. Untuk verifikasi semuanya lewat sistem,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bantuan BTPKLW ini disalurkan TNI-Polri untuk membantu penyediaan modal pemulihan kembali usaha PKL dan pemilik warung di masa relaksasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Program ini secara spesifik menyasar PKL dan warung di kabupaten atau kota dengan status PPKM level 4. (bms)

Pisah Sambut, Maryono Gantikan Andriyana Jadi Lurah Satimpo

0
Pisah sambut Lurah Satimpo

BONTANG – Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang selatan menggelar acara pisah sambut antara pejabat lurah lama dengan lurah baru, Selasa (2/11/2021) malam. Acara yang digelar di Aula Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang itu resmi menggantikan posisi Andriyana sebagai lurah lama, kepada Maryono sebagai lurah baru. Turut hadir Camat Bontang Selatan Budiman, jajaran pegawai, Forum RT, FKPM, PKK, dan Karang Taruna Kelurahan Satimpo.

Dalam kesempatan tersebut, Andriyana mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf kelurahan, Ketua RT, dan mitra-mitra kelurahan. Tak lupa, dirinya meminta maaf apabila selama bertugas, terdapat banyak kekurangan. “Semoga ke depan Kelurahan Satimpo lebih baik lagi,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, juga dirangkai perkenalan diri Maryono sekaligus ajakan kepada seluruh komponen, agar saling berkolaborasi dan bersinergi membangun Kelurahan Satimpo yang lebih baik lagi. Camat Budiman turut berharap, agar pelayanan ke masyarakat bisa lebih baik lagi. “Selamat bertugas,” tutupnya. (dar/bms)

Profil Lurah Satimpo

Nama : Maryono,S.IP
TTL : Pacitan, 7 Januari 1984
Pendidikan
D3 Nautika Pelayaran (ANT III)
S1 Ilmu Pemerintahan
Pekerjaan
2007-2009 Satpol PP Kota Bontang
2009-2019 Dinas Pehubungan kota Bontang
2019 Seklur Guntung, Bontang Utara
2019-2021 Seklur Belimbing Bontang barat
2021 Lurah Satimpo

Diduga Korsleting, Nyaris Membara di Jalan Pattimura

0
Petugas Disdamkartan Bontang saat mengevakuasi kipas angin yang diduga menjadi penyebab munculnya api di warung Jalan Pattimura (Disdamkartan Bontang)

BONTANG – Sebuah warung tak berpenghuni di Jalan Pattimura RT 14, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara nyaris terbakar, Selasa (2/11/2021) sore. Api diduga muncul akibat korsleting listrik dari kipas angin yang sedang aktif.

Menurut keterangan resmi yang dirilis Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, percikan api diduga muncul dari kipas angin yang saat itu sedang aktif. Dengan cepat, api langsung menyambar sebagian kecil seisi warung.

Beruntung warga sekitar langsung sigap memadamkan api sebelum petugas Damkar tiba di lokasi. Sehingga kobaran api tidak semakin membesar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian material, terdiri satu unit kipas dan satu kasur yang hangus karena terbakar.

Selama proses penanganan, Disdamkartan menurunkan satu unit truk pemadan, dan satu unit mobil operasional. Mereka juga dibantu personel Polres Bontang dan pegawai Kelurahan Api-Api. (bms)

Berhalangan Hadir, 18 Pejabat Dilantik Susulan

0
Wali Kota Bontang Basri Rase melantik 18 pejabat di lingkungan Pemkot Bontang.

BONTANG – Terdapat 18 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berhalangan hadir pada pelantikan dan pengambilan sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Fungsional yang dilaksanakan, Kamis, 28 Oktober 2021 lalu.

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemkot Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengundang kembali ke 18 pejabat tersebut untuk dapat hadir guna dilantik dan diambil sumpahnya, Selasa, (2/11/2021) pukul 14.00 Wita siang tadi di Pendopo Jabatan Wali Kota Bontang.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto menjelaskan, pelantikan susulan ini, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 63, Pasal 93, dan Pasal 141 Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017, tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

Selanjutnya mempedomani Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, Jabatan Fungsional, Dan Jabatan Pimpinan Tinggi.

Dalam ketentuan tersebut mengamanatkan agar setiap PNS yang diangkat menjadi pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional dan pejabat pimpinan tinggi wajib dilantik dan mengangkat sumpah/janji Jabatan menurut agama atau kepercayaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Sehubungan dengan hal tersebut maka bagi rekan kami yang pekan lalu berhalangan hadir, maka Selasa hari ini kembali diundang untuk dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wali Kota Bontang,” beber Sudi. “Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami sekaligus meluruskan bahwa pelantikan hari ini bukanlah pelantikan Jilid dua atau gelombang dua, karena maknanya khawatir bisa berbeda penafsiran. Hari ini yang dilantik adalah pegawai yang sama yang seharusnya dilantik pekan lalu namun berhalangan hadir,” sambungnya.

Sebagai contoh Safa Muha, yang seharusnya dilantik pada Kamis (28/10/2021) pekan lalu pada Jabatan Kepala Dinas Ketenagakerjaan. “Karena beliau sedang melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kapasistas beliau selaku Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yaitu penghargaan atas penanganan permasalahan sosial berbasis geospasial dan turut serta pendampingan penerimaan Penghargaan Bhumandala 2021 di Jakarta, sehingga pada kesempatan pelantikan tersebut beliau berhalangan hadir, dan beliau memberikan konfermasi secara langsung. Oleh karenanya pada kesempatan berikutnya beliau kita undang kembali untuk pelantikan dan pengambilan sumpahnya,” ungkap Sudi.

Penyebab berhalangan hadir lainnya adalah adanya pejabat yang akan dilantik tersebut sedang menjalani cuti dan posisinya berada di luar wilayah Kota Bontang. “Yang demikian juga akan kita undang kembali untuk maksud yang sama,” pungkasnya. (adv)

Uang Lembur Eks Karyawan PT KJS Belum Dibayar, Ngadu ke DPRD

0
RDP Komisi I bersama mantan karyawan PT KJS. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Komisi I DPRD Bontang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perwakilan mantan karyawan PT Kaltim Jasa Security (KJS), Selasa (2/11/2021). RDP yang digelar di ruang rapat gedung DPRD membahas aduan ratusan mantan pekerja yang belum dibayarkan kelebihan jam kerja (lembur).

Wakil Ketua Komisi I, Maming mengatakan, para mantan pekerja itu sudah menempuh jalur hukum dari mulai tingkat Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) hingga putusan Mahkamah Agung (MA). Yang mana hasilnya, MA menolak semua argumen perusahaan, sekaligus memerintahkan PT KJS menjalankan tuntutan bekas karyawannya. “Semua proses hukum sudah dilalui. Maka hak-hak eks-karyawan ini harus dibayarkan,” jelasnya.

Politisi PDIP ini juga meminta PT Pupuk Kaltim sebagai pemberi kerja PT KJS, untuk ikut terlibat dalam permasalahan ini, sesuai regulasi ketenagakerjaan. Sehingga pembayaran hak-hak eks-karyawan PT KJS bisa segera diselesaikan. “Sudah cukup lama permasalahan ini. Sudah sejak 2014. Tapi sampai sekarang belum ada yang dibayarkan,” bebernya.

RDP kali ini, hanya dihadiri sejumlah anggota Komisi I, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), dan perwakilan eks-karyawan. Adapun manajemen PT KJS tidak hadir. Sehingga Komisi I bakal menjadwalkan ulang RDP karena harus menghadirkan manajemen PT KJS. (bms/adv)

Jalan Menuju Bontang Lestari, Kini Tak Secantik Namanya

0

Jalan poros menuju ke Bontang Lestari kini tidak lagi secantik namanya. Hancur lebur di sana sini. Kalau boleh jujur, inilah salah satu alasan mengapa saya belum bersedia mengaktifkan pengajian-pengajian tatap muka di Kota Bontang.

Ketika dulu masih mulus, rata-rata hanya butuh setengah jam saya sudah sampai di masjid dan majelis taklim tempat pengajian. Bahkan jika sedang kepepet, bisa kurang 20 menit. Sehingga syekh yang pernah saja ajak ngebut doanya : “Allahumma inna nasaluka khusnal khatimah…”

Adapun sekarang, berangkatnya satu jam pulangnya juga satu jam. Bikin habis umur di jalan. Jangan coba ngebut kalau masih ingin ketemu istri, anak dan santri di pondok.

Lho ustaz ini bagaimana? Kan semakin berat perjuangan akan semakin besar pahalanya? Oh iya juga ya. Koq bisanya saya nggak tahu rumus ini…..

Saya jadi kepikiran para pejabat yang (mungkin) hampir tiap hari mondar-mandir di jalan mirip sirkuit ini. Aman saja kah? Semoga mereka semua selamat dan tetap bisa lebih sabar dari saya hingga Pemilu 2024. (**)

Oleh: Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq

 

9 Kepala OPD Masih Kosong, Ketua DPRD Minta Bisa Segera Terisi

0
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal

BONTANG – Mutasi perdana pejabat oleh pasangan Basri Rase-Najirah pasca dilantik sebagai wali kota dan wakil wali Kota (wawali) Bontang, telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Namun, saat ini tercatat masih ada sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki pimpinan.

OPD yang belum memiliki pimpinan yaitu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK), Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanian (DPKPP), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, dan posisi direktur RSUD Taman Husada Bontang.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyebut, seharusnya hal itu tidak sampai terjadi. Bahkan politisi Golkar itu menyayangkan adanya pembatalan lelang jabatan melalui seleksi JPT pratama yang dilakukan tahun lalu. Yang mana, tiga besar nama dari beberapa OPD sudah keluar hasilnya. “Tidak semestinya diputus karena ini kan pemborosan sebab menggunakan APBD,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya mengembalikan ke Pemkot karena hal itu kebijakan yang diputuskan wali kota. DPRD, kata Andi Faiz, hanya bisa mendorong agar jabatan kepala-kepala OPD itu bisa secepatnya terisi dengan pejabat yang definitif.

“Tentu yang definitif dengan yang plt (pelaksana tugas) akan lebih efektif yang definitif terkait program dan pertanggungjwaban anggaran,” tutupnya. (bms/adv)

Kolaborasi Komunitas di Bontang, Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Konvoi Bendera Atas Kapal

0
Diskusi Muda, Bersatu Bangkit dan Tumbuh Pemuda Kota Bontang, Sabtu(30/10/2021) malam, di Lapangan Kampung Salona.

BONTANG – Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu, beberapa komunitas di Kota Bontang berkolaborasi, mengadakan konvoi bendera merah putih di atas kapal yang berlangsung di Kampung Salona Baru, Loktuan, Minggu (31/10/2021).

Komunitas yang terlibat diantaranya Bontang Youth Spirit, Srikandi Konservasi, Embun, dan Berbuat Saja. Kampung Salona dipilih sebagai tempat acara karena lokasinya strategis, sekaligus membantu meningkatkan perekonomian warga setempat.

Acara ini disambut antusias oleh warga Kampung Salona. Mulai remaja masjid, anak-anak, hingga nelayan turut membantu pelaksanaan kegiatan. Tokoh masyarakat Kampung Salona, Jusman berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi masyarakat.
“Kampung Salona bisa lebih dikenal masyarakat, sekaligus bisa menjadi destinasi wisata di Bontang,” ungkapnya.

Acara diawali dengan berjalan menyusuri lapangan Kampung Salona bersama anak-anak warga sekitar sambil membawa puluhan bendera yang terikat di kayu. Kemudian mereka memenuhi 5 kapal yang sudah disediakan, untuk kemudian berkumpul di tengah laut.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya serta pembacaan Sumpah Pemuda, kegembiraan dan antusias semakin terasa saat kapal mulai berkeliling, membawa mereka sembari mengibarkan bendera merah putih.

Kegembiraan tak hanya muncul dari anak-anak, tapi juga masyarakat sekitar yang berjualan makanan dan minuman. Atira, salah satu penjual makanan di Kampung Salona merasa sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Dengan begitu, dirinya dan beberapa masyarakat lain bisa kembali berjualan.

“Jadi kami ini berjualan kalau ada acara seperti ini, tidak setiap hari jualan. Rasanya senang sekali, akhirnya Kampung Salona bisa ramai. Harapan kita akan ada acara lain diadakan disini, ” ucapnya.

Mewakili komunitas, Founder Bontang Youth Spirit Yoga Pratama berterima kasih atas antusiasme dan kerjasama semua pihak hingga acara lancar terselenggara.

“Semoga hal ini bisa terus kita lakukan, dan tentunya menimbulkan semangat bagi warga Kampung Salona untuk terus berkarya,” ucapnya.

Konvoi Bendera dirangkai Diskusi Muda dengan tema ‘Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh’ yang diadakan Sabtu (30/10/2021) malam. Hadir sebagai pembicara Sekretaris Kadispopar Kota Bontang Ahmad Effah Yuliansyah, Ketua Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Bontang Muhammad Febrianto Ramadhan, Tokoh Pemuda Bontang Heri Keswanto, dan Tokoh Masyarakat Kampung Salona Jusman. (ahr)