Beranda blog Halaman 978

Antrean Truk Disorot, Kahar: Nomor Antrean Bukan Solusi, Data Stok Solar!

0
Kahar Kalam, Pengusaha Bontang

BONTANG – Antrean truk yang memakan badan ikut menuai reaksi Pengusaha Bontang, H Kahar Kalam. Menurutnya kondisi itu telah merugikan banyak toko di sepanjang jalan, yang menjadi sumber perekonomian kota. “Jelas sangat merugikan pemilik toko. Untung saja bukan toko saya yang dihalangi, kalau toko saya dihalangi saya usir semua itu truk,” kata Kahar dengan tegas.

Di Bontang, tidak hanya SPBU PKT yang kerap dipadati truk yang akan mengisi bahan bakar. Tetapi, antrean BBM juga sering terlihat memanjang di SPBU Tanjung Laut Jalan Jenderal Sudirman. Panjang antriannya bahkan bisa sampai 500 meter, sehingga mengakibatkan kemacetan.

Soal usulan nomor antrean, Kahar mengatakan, nomor antrean bukan menjadi solusi, karena truk tetap mengantre menutupi toko dan pedagang. “Sebaiknya ada pihak terkait yang bekerjasama dengan petugas SPBU untuk mendata kebutuhan BBM. Jika memungkinkan dan cukup mengisi 10 truk sesuai stok BBM, kenapa harus mengantre di badan jalan umum hingga 20 truk fuso,” tegasnya. (bdu)

Soal Antrean Truk Mengisi Solar, Nursalam: Aparat Harus Tegas Menindak

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam, mengatakan seharusnya instansi terkait tanggap atas antrean truk yang panjang untuk mengisi solar di SPBU Koperasi PKT Jalan Brigjen Katamso, Kota Bontang. “Perlu tindakan yang tegas dari aparat terkait. Truk fuso itu sudah mengambil separuh jalan dan menghalangi orang yang bermaksud mampir ke toko untuk berbelanja,” tegas Nursalam.

Nursalam bahkan sempat mengabadikan momen antrean truk tersebut. Ia justru heran dengan sikap aparat yang bisa tegas menilang kendaraan pribadi yang parkir sebentar hanya untuk berbelanja, tapi malah membiarkan truk besar tersebut parkir berjam-jam dan mengancam keselamatan pengendara lain.

“Mungkin sebaiknya kawasan tertib lalu lintas digeser setelah SPBU, tidak lagi dari Simpang Yabis ke SPBU. Kalau tidak akan terjadi pelanggaran setiap saat sementara kawasan tertib lalu lintas sudah ditetapkan sebagai kawasan Zero Tolerance,” ujarnya. (bdu)

Truk Antre BBM Parkir di Badan Jalan Dikeluhkan Warga

0
Atrean truk untuk mengisi solar di SPBU ini dikeluhkan karena menutupi tempat usaha warga. Foto: Media Kaltim

BONTANG – Antrean truk yang panjang kembali terjadi di depan SPBU Koperasi PKT Jalan Brigjen Katamso, Kota Bontang, Minggu (24/10/2021) siang. Dari hasil pantauan Media Kaltim, puluhan truk dan kendaraan besar tampak berderet mulai depan SPBU hingga memanjang sekitar 200 meter. Padahal Satlantas Polresta Bontang sudah menerapkan Zero Tolerance di kawasan jalan itu.

Spanduk cukup besar yang dipasang di median jalan bertuliskan tanda dilarang parkir, diabaikan oleh para sopir truk yang menunggu dibukanya SPBU. Menurut informasi warga, SPBU belum melayani karena BBM solar belum datang. Salah seorang warga Bontang, Ibnu Santoso, mengusulkan ide untuk mengatasi antrean panjang BBM di SPBU. Ia meminta pihak SPBU membuat grup WA berisikan para sopir truk kendaraan yang kerap mengantre BBM.

“Kemudian membuat nomor antrean dan mengumumkannya di grup tersebut. Apabila nomor antrean sudah dekat, maka truk baru merapat ke SPBU. Ini untuk mencegah kendaraan besar menumpuk. Ini sangat mengganggu,” katanya.

Kondisi ini juga menuai keluhan dari warga lainnya, karena deretan panjang truk ini membahayakan pengendara bermotor yang melintas dan menutupi tempat usaha yang berada di sepanjang jalan. Salah satunya adalah Kantor Dealer Toyota Auto 2000.

“Usul kepada dinas terkait, sebaiknya antrean BBM bisa dilakukan malam hari, supaya tidak mengganggu aktivitas usaha di sekitar pom bensin, karena kami ikut merasakan bahwa usaha kami juga tertutup antrian sepanjang hari dan berbulan-bulan,” ujar Kepala Cabang Auto 2000, Wahyudi Romadhon. (bdu)

Diduga Lepas Kontrol, Remaja Tewas Kecelakaan di Depan Mapolres

0
Polisi evakasi korban lakalantas. Foto: Tangkapan layar

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal terjadi di depan Mapolres Bontang, Jalan Bhayangkara , Minggu (24/10/2021) sekitar pukul 08.00 Wita. Korban yang masih berusia 15 tahun langsung tewas di tempat kejadian.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kanit Laka Ipda Supriyadi mengatakan, kecelakaan diduga terjadi akibat korban tidak bisa mengendalikan sepeda motor matic Scoopy KT 4087QC yang dikendarainya.

Remaja berinisial RRP tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dari arah kilometer 6 menuju rumahnya di Kelurahan Bontang Kuala. Saat lakalantas, korban yang berjenis kelamin laki-laki itu tampak tengkurap di depan Mapolres Bontang dengan kondisi bersimbah darah.

Motor yang digunakan korban.

Korban diduga mengalami benturan yang cukup parah di bagian kepala. Korban yang mengenakan pakaian berwarna army dan celana pendek hitam itu kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Amalia.

Supriyadi mengingatkan kepada orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya di bawah umur yang belum dibolehkan mengendarai sepeda motor. “Kami berharap orangtua tidak mengizinkan anaknya yang masih dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor,” pesannya saat dikonfirmasi. (bms)

Program Kota Tanpa Kumuh, Bontang Kuala dan Berbas Pantai Kebagian Rp 995 Juta

0
Saat ini sedang dikerjakan penguatan jalan jembatan di permukiman Bontang Kuala yang sumber dananya dari Loan NSUP.  Foto: Al/Media Kaltim

BONTANG – Pekerjaan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) 2021 tengah dilaksanakan di dua lokasi yakni di permukiman atas laut Bontang Kuala dan Berbas Pantai. Dari pantauan mediakaltim.com, proyek yang sumber dananya dari Loan National Slum Upgrading Program (NSUP) ini, terus dikebut pekerjaannya.

Seperti pekerjaan peningkatan jembatan di kawasan Bontang Kuala. Di beberapa ruas jalan, terlihat jalan kayu yang lama dibongkar dan dilakukan pemasangan kayu ulin yang baru.

Dilihat dari plang proyek, program Kotaku di RT 03 Bontang Kuala ini, anggarannya Rp 995 juta. Waktu pelaksanaan 80 hari, dimulai 31 Mei 2021 sampai 27 November 2021. Sebanyak 20 pekerja dilibatkan untuk menyelesaikan proyek ini dari kelompok swadaya masyarakat.

Progres pekerjaan proyek ini, juga telah ditinjau Anggota Komisi V DPR RI Irwan pada 19 Oktober 2021 lalu. Ikut mendampingi Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur, Sandhi Eko Bramono.

Irwan mengatakan, program Kotaku merupakan kegiatan penguatan jalan jembatan yang dilaksanakan oleh swadaya masyarakat setempat. “Kegiatannya penguatan dan peninggian jalan jembatan. Untuk di Bontang dilaksanakan di Bontang Kuala dan Berbas Pantai,” tuturnya.

Dari progres pekerjaan, diakuinya, pembangunan sedikit terlambat lantaran terbatasnya bahan baku kayu ulin. “Tapi masih ada waktu sampai 27 November. Kita harapkan bisa rampung. Karena mereka komitmen bisa menyelesaikan 4 meter per hari,” katanya.

Sementara Sandhi eko bramono optimistis proyek penguatan jembatan di dua lokasi bisa selesai sesuai kelender kerja. “Sekarang sudah selesai 186 meter. Pekerja bisa menyelesaikan 3 meter sampai 4 meter per hari, sehingga bisa selesai tepat waktu,” ucapnya.

Menurut Sandhi program Kotaku di Kota Bontang, penyelesaian pekerjaannya 6 bulan kelender dengan anggaran kurang dari Rp 2 miliar untuk dua lokasi. “Bontang Kuala dan Berbas Pantai nilainya sama. Masing-masing lokasi Rp 995 juta,” pungkasnya. (al/red)

Mahyudin Janji Perjuangkan Bendungan Suka Rahmat dan Penanganan Banjir Bontang

0
Silaturahmi bersama Wakil Ketua DPD RI Mahyudin di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Firman/Diskominfo)

BONTANG – Jajaran Pemkot Bontang yang dipimpin Wali Kota Basri Rase dan Wakil Wali Kota (Wawali) Najirah, menerima kunjungan kerja (kunker) Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Mahyudin.

Pertemuan dalam rangka silaturahmi dan ramah tamah itu digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Sabtu (23/10/2021). Mahyudin mengatakan, kedatangannya dalam rangka menyisir sekaligus menerima aspirasi terkait permasalahan yang ada di Bontang, untuk selanjutnya diperjuangkan di tatanan pemerintah pusat. “Apalagi Kaltim ke depan, bakal menjadi kawasan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Sebagai daerah penyangga IKN, industri di Bontang harus hidup,” ucapnya.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menambahkan, beberapa permasalahan dan masukan yang bakal diperjuangkan ke Senayan diantaranya, pembangunan Bendungan Suka Rahmat sebagai upaya penanggulangan banjir di Kota Taman. Selain itu, permasalahan perbaikan Jalan poros Bontang-Samarinda, hingga maraknya kasus tambang ilegal.

Ada pula usulan yang diterima Mahyudin, terkait pembangunan jalan khusus industri yang menghubungkan Bontang-Kutim. Sebab di masa mendatang, arus pengiriman barang dan jasa di dua daerah ini akan semakin banyak dan saling menguntungkan. “Tentu hal ini bisa membuka lapangan pekerjaan, menimbulkan dampak ekonomi yang baik, dan muaranya dapat menyejahterakan masyarakat,” sebutnya.

Mahyudin mengaku optimistis, sejumlah aspirasi itu bakal ditindaklanjuti pemerintah pusat. Dirinya juga bakal berjuang, agar kewenangan pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal nantinya dapat dikembalikan ke daerah. Dengan begitu daerah memiliki kewenangan untuk mengawasi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.

Terpisah, Basri Rase dalam sambutannya mengaku senang sekaligus bangga atas kedatangan Mahyudin ke Kota Taman. Dirinya berharap, sinergitas antara Pemkot Bontang dan DPD RI dapat semakin terjalin baik, utamanya menyiapkan Bontang sebagai daerah penyangga IKN baru. “Semoga dengan kerja sama yang baik ini, DPD RI bisa membantu memperjuangkan program-program Bontang di tingkat pusat,” pungkasnya. (bms/adv)

Tertunda Pandemi, Sabran: Sukseskan FASI XI Tingkat Kaltim di Bontang

0
Penyerahan Piala Bergilir oleh Ketua Umum DPP BKPRMI Pusat kepada Wali Kota Bontang saat Pembukaan FASI XI, Jum'at (22/10/2021). Foto: Annisa/Media Kaltim

BONTANG – Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2021 kembali digelar setelah tertunda beberapa waktu akibat pandemi Covid-19. Kota Bontang ditunjuk sebagai tuan rumah. Pembukaan FASI XI berlangsung di halaman Kantor BKPRMI, Jum’at (22/10/2021) malam tadi.

Pembukaan FASI XI dihadiri Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak, Wali Kota Bontang Basri Rase, Ketua Umum DPP BKPRMI Pusat Datuk Seri Melaka Said Aldi Al Idrus, Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Kaltim Sabran, jajaran Forkopimda Bontang, dan perwakilan 7 Kafilah.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Provinsi Kaltim Sabran. “Terima kasih untuk Wali Kota Bontang dan jajarannya yang memberikan kesempatan kepada kami untuk mensuskseskan pelaksanaan FASI XI ini,” ucapnya.

Pelaksanaan FASI XI, lanjut Sabran, sudah tertunda beberapa waktu akibat pandemi Covid-19. Namun apapun kondisinya, sesuai hasil rapat yang disepakati bahwa FASI XI harus berlangsung di Kota Bontang. “Perlu diketahui, kita sudah beberapa kali mundur untuk pelaksanaannya, namun melalui rapat DPW dan DPD, kapan pun pelaksanaannya, sesuai kesepakatan, FASI XI ini tetap dilaksanakan di Bontang. Alhamdulillah hal ini dapat terwujud,” ujarnya.

Kegiatan FASI XI yang akan berlangsung 3 hari mulai 22-24 Oktober 2021 ini mendapatkan dukungan serta apresiasi dari Wali Kota Bontang Basri Rase. Ia berharap semoga FASI menjadi wadah untuk melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia.

“Kegiatan yang sifatnya regional pasti saya sangat mendukung, karena sesuai dengan misi saya menjadikan Bontang yang hebat dan beradab. Dan FASI inilah yang menjadi wadah melahirkan anak-anak berakhlak mulia,” jelasnya.

Mengusung Tema “Bisa Juara Satu” yang memiliki makna Bina Santri Jujur, Arif, Ramah, Sabar dan Tulus, mendatangkan sebanyak 7 kafilah dari berbagai kabupaten/kota di antaranya, Samarinda (41 anak), Bontang (41 anak), Kutim (39 anak), Berau (35 anak), Penajam Paser Utara (35 anak), Kukar (13 anak), dan Balikpapan (6 anak).

Masih dalam situasi pandemi Covid-19 pelaksanaan FASI XI ini tetap mengedapankan protokol kesehatan, dengan membatasi peserta, dan juga meniadakan penonton dalam pelaksanaan lomba. Semoga FASI XI dapat berjalan lancar dan Kota Bontang bisa meraih Juara Umum. (ahr/adv)

Launching Kampung KB Lestari, Najirah Optimistis Turunkan Angka Stunting

0
Launching Kampung Percontohan Penurunan Stunting dirangkai penyerahan piagam penghargaan peserta lomba dan memantau dapur sehat di Kampung Makasar, Berbas Pantai. Foto: Humas Pemkot Bontang

BONTANG – Kelurahan Berbas Pantai dijadikan percontohan sebagai Kampung KB Lestari atau Kampung Percontohan Penurunan Stunting. Launching dilakukan Kepala BKKBN RI, di Kampung Makasar, Jumat (22/10) kemarin. Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

Hadir Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Kapolres Bontang, Dandim Bontang, Ketua Pengadilan Agama, Kepala DPPKB Bontang, Kepala Dinkes Bontang, Kepala Disdikbud Bontang, Camat serta Lurah.

Najirah mengungkapkan angka stunting di Kota Bontang saat ini mencapai 19,73 persen. Ia optimistis bisa mencapai target 14 persen di tahun 2024. “Langkah-langkah dan upaya percepatan dilakukan Pemkot Bontang sebagai upaya penurunan stunting,” tuturnya.

Saat ini, Kota Bontang telah memiliki kader PPKBK dan sub PPKBK 514 orang, kader Posyandu 734 orang, kader gizi, kader PHBS, kader bina keluarga balita, dan Kampung KB.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan untuk mendukung penurunan stunting perlu dibuat dapur sehat di bawah pimpinan Wakil Walikota. “Luar biasa sponsornya di Bontang, karena dibantu perusahaan. Kalau dari pusat kami dorong dalam bentuk kader,” ucapnya.

Terpisah, Lurah Berbas Pantai Rendhy Maulia mengatakan, ditunjuknya wilayahnya sebagai kampung percontohan penurunan stunting lantaran angkanya lebih tinggi di banding 14 kelurahan lainnya.

Ia mengatakan, angka stunting di wilayah Bontang beberapa masuk zona merah. Namun, tertinggi berada di kelurahannya, mencapai 34 persen. “Dengan adanya peluncuran angka penurunan stunting ini,  saya harapkan masyarakat paham akan pentingnya menjaga kebersihan,” tuturnya. (al/red)

 

Pagar Hias Gedung MTQ Roboh karena Pakai Beton Serabut

0
Pagar hias Gedung MTQ yang roboh mulai diperbaiki. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Pagar hias Gedung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang roboh  di kawasan Stadion Bessai Berinta akhirnya mulai diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) Bontang. “Jika tidak segera diperbaiki, khawatirnya berpotensi mengganggu keselamatan warga yang beraktivitas,” ujar Edi Suprapto, Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan DPUPRK Bontang, saat dikonfirmasi, Jumat (22/10/2021).

Ditanya penyebab robohnya pagar, Edi mengaku tak mengetahui pasti. Namun jika dilihat dari jenis materialnya, pagar hias itu menggunakan beton serabut yang tak bertahan lama ketika terkena  hujan atau panas. Adapun estimasi perbaikan, diperkirakan membutuhkan biaya senilai Rp 95 juta. “Waktu perbaikannya kami harapkan bisa secepatnya selesai,” sebutnya.

Dari pantauan media ini di lokasi, bongkahan pagar hias yang roboh sudah dibersihkan seluruhnya.  Gedung tersebut baru diresmikan Januari 2021, dan belum lama ini digunakan untuk perhelatan MTQ ke-42 tingkat Provinsi Kaltim awal Juli lalu. Usai MTQ berakhir, gedung yang dibangun menggunakan APBD senilai Rp 11,6 miliar tersebut banyak digunakan untuk lokasi vaksinasi massal Covid-19 dan beberapa kegiatan lainnya. (bms)

Pimpin Apel Hari Santri, Wawali Apresiasi Pesantren Cegah Pandemi Covid-19

0
Wakil Wali Kota Bontang Najirah memimpin Apel Hari Santri Nasional di Halaman Kantor DPMPTSP Bontang, Jumat (22/10/2021). Foto: Humas Pemkot Bontang

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah memimpin Apel Hari Santri Nasional di Halaman Kantor DPMPTSP Bontang, Jumat (22/10/2021). Hari Santri Nasional tahun 2021 mengusung tema “Santri Siaga Jiwa Raga”.

Dalam amanat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Najirah menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.

Merujuk tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejak ditetapkan itulah, setiap tahun rutin digelar peringatan Hari Santri Nasional.

Dikatakannya, tema Santri Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting dan relevan di era pandemi global covid-19, di mana kaum santri tak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan, begitupun masyarakat Indonesia.

“Kami patut mengapresiasi pengalaman beberapa pesantren yang berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan atas dampak pandemi covid-19,” ungkapnya.

Melalui momen peringatan Hari Santri ini, seluruh peserta upacara diajak bersama-sama mendoakan para pahlawan, terutama dari kalangan ulama, kiai, santri, yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama. “Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dari Sabang sampai Merauke yang hari ini sedang bersuka cita merayakan Hari Santri 2021,” pungkasnya. (hms/red)