Beranda blog Halaman 979

Penilaian E-Government, Diskominfo Bontang Berharap Raih Juara Satu

0
Dalam penilaian ini, Kepala Diskominfo Kota Bontang Dasuki memaparkan berbagai capaian dan perkembangan Kota Bontang menuju smart city. Foto: Annisa/Media Kaltim

BONTANG – Tim Penilai Keberhasilan Pembangunan Provinsi Kaltim Bidang E-Government Tahun 2021 melakukan kunjungan ke Diskominfo Kota Bontang, Kamis (21/10/2021). Hadir dalam kunjungan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Faisal, Kabid, Kasi, dan staf pada Bidang E-Government Provinsi Kalimantan Timur termasuk akademisi Unmul Prof Abdullah Karim. Sedangkan dari Dinas Kominfo Bontang hadir Kepala Dinas Kominfo Bontang Dasuki, para Kabid dan Kasi serta Staf Diskominfo Bontang.

Penilaian ini merupakan tradisi di Pemprov Kalimantan Timur yang di tiap peringatan ulang tahunnya memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota berupa panji keberhasilan pembangunan Kaltim. Dalam pertemuan tersebut Dasuki memaparkan berbagai capaian dan perkembangan Kota Bontang menuju smart city.

Saat ditemui, Kasi Pengembangan dan Pengelolaan Aplikasi E-Government Dwi Andriyani menjelaskan, sasaran penilaian kali ini ialah di Bidang E-Government dan Bontang disebutnya mendapat capaian cukup baik.

“Sasaran kali ini adalah bidang E-Government dan smart city, kalo tahun sebelumnya, hanya ada bidang keterbukaan informasi publik. Kalo di E-Gov tidak lepas dari tata kelola penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik, capaiannya sudah cukup bagus 3,28,” jelasnya.

Harapannya, lanjut Dwi, Bontang bisa meraih juara 1 untuk bidang keberhasilan smart city. “Dari seluruh kabupaten/kota kita masuk ke dalam 100 gerakan menuju smart city, harapannya nanti kita bisa juara 1 di tingkat provinsi untuk bidang keberhasilan smart city,” ucap Dwi.

Terkait hasil tinjauan tim penilai, jelas Dwi, masih ada beberapa inovasi Diskominfo Bontang yang perlu bukti pendukung. Hal tersebut perlu dilengkapi sebagai syarat penilaian. “Penilaiannya nanti akan mempengaruhi nilai Kota Bontang dalam penghargaan panji panji saat ulang tahun  Provinsi Kaltim,” pungkasnya. (ahr)

Tes Fisik Prajurit TNI, Tunjang Kenaikan Pangkat

0
Tes fisik kesegaran jasmani (garjas) personel kodim 0908/BTG. (ist)

BONTANG – Para anggota Kodim 0908/BTG melaksanakan tes kesegaran jasmani (Garjas) periodik semester II Tahun 2021, Kamis (21/10/2021). Tes diselenggarakan di lapangan Denrudal 002, Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.

Pjs Pasi Pers, Letda Inf Amran mengatakan, tes dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan dan membina kemampuan fisik, serta mengukur kemampuan para personel, dalam menunjang pelaksanaan tugas pokok TNI-AD di wilayah Kodim 0908/BTG. “Tes kesegaran jasmani ini merupakan program yang harus dilaksanakan oleh setiap prajurit TNI-AD,” ujarnya.

Letda Amran melanjutkan, tes ini sangat menunjang bagi prajurit yang akan melaksanakan usul kenaikan pangkat, maupun sebagai kelengkapan administrasi mengikuti pendidikan dalam alih golongan, beserta program lainya. Untuk itu, apabila ada waktu kegiatan pembinaan fisik, harus dilatihkan secara teratur dan berjenjang.

Pelaksanaan Samapta ini, sambung amran, meliputi Samapta A dan B. Samapta A yakni berlari 12 menit yang dilaksanakan di trek lari lapangan Denrudal 002 Bontang, serta tes kesegaran B meliputi pull up, sit up, dan push up. “Kami minta agar tes ini diikuti secara serius dan tetap memperhatikan faktor keamanan diri sendiri,” tandasnya. (pendim btg)

Dinobatkan Kota Bersih di Asia Tenggara, Wali Kota Basri Rase: Terima Kasih Warga Bontang

0
Kota Bontang berhasil meraih Penghargaan Ceritificate Of Recognition Clean Land Kategori Kota Bersih Skala Kota Kecil Tingkat Asia Tenggara. Penghargaan diterima Walikota Bontang Basri Rase dari Sekretariat ASEAN, di Jakarta (21/10/21). Foto: Diskominfo Bontang

JAKARTA – Kota Bontang, salah satu dari tiga kota di Indonesia dinobatkan sebagai Kota Ramah Lingkungan/Bersih di Asia Tenggara. Penghargaan itu diberikan The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) kepada beberapa kota di Asia Tenggara yang telah melakukan upaya pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Alhamdulillah. Kota Bontang berhasil meraih penghargaan “Certificate of Recognition Clean Land Kategori Kota Bersih Skala Kota kecil Tingkat Asia Tenggara”. Terimakasih kepada OPD terkait dan seluruh masyarakat kota Bontang yang telah mendukung dan membantu Pemerintah Kota Bontang dalam pengelolaan sampah, emisi gas rumah kaca dan penghematan air,” kata Wali Kota Bontang Basri Rase.

Penghargaan yang dinamai “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition” merupakan salah satu program kerjasama ASEAN di bawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC).

Tujuan program ini adalah untuk mendorong semakin bertumbuhnya kota-kota berkelanjutan di ASEAN dengan memberikan pengakuan dan apresiasi kepada kota-kota yang telah melakukan berbagai inisiatif dan upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

Sepert dilansir portonews, sebanyak 10 kota di masing-masing negara anggota ASEAN dianugerahi Environmentally Sustainable Cities (ESC Award). Sepuluh kota tersebut yaitu: (1) Temburong, Brunei Darussalam, (2) Preah Sihanouk City, Cambodia, (3) Balikpapan, Indonesia, (4) Xamnneua City, Lao PDR, (5) Majlis Bandaraya Shah Alam (MBSA), Malaysia, (6) Nyaung Oo (Bagan) City, Myanmar, (7) Marikina City, Phillipines, (8) Nee Soon South Division, Singapore, (9) Yala Municipality, Thailand, dan (10) Can Tho City, Vietnam.

Selain ASEAN ESC Award, terdapat juga penghargaan berupa Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land. Untuk Kategori Clean Water yakni (1) Surabaya, Indonesia. Kategori Clean Air: (2) Phnom Penh City, Cambodia, dan (3) Majlis Bandaraya Johor Bahru (MBJB), Malaysia. Sementara Kategori Clean Land: (4) Paranaque City, Philippines.

Sementara Certificate of Recognition untuk Kota Kecil Kategori Clean Air: (1) Majlis Bandaraya Alor Setar (MBAS), Malaysia, (2) Hatyai Municipality, Thailand, 3) Kep City, Cambodia, (4) Kaysone-Phomvihane City, Lao PDR.

Sedangkan Kategori Clean Water: (5) Thungsong Municipality, Thailand, Kategori Clean Land: (6) Krabi Municipality, Thailand (7) Senmonorom City, Cambodia (8) Bontang, Indonesia, dan (9) Ninh Binh City, Viet Nam

Dalam penilaian penghargaan, setiap negara anggota ASEAN menominasikan 1 (satu) kota untuk menjadi calon penerima ESC Award. Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan ESC Award telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021. Sedangkan untuk penghargaan Certificate of Recognition terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu Clean Air, Clean Water, dan Clean Land. Setiap negara dapat menominasikan maksimal 6 (enam) kota (1 kota besar dan 1 kota kecil untuk masing-masing kategori sertifikat). Seleksi terhadap kota-kota yang akan mendapatkan penghargaan Certificate of Recognition telah dilakukan pada pertemuan AWGESC ke-19 pada 5 Juli 2021.

Acara penghargaan ini dilaksanakan secara hybrid dengan Indonesia menjadi tuan rumah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya bersama dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi menyerahkan penghargaan ini kepada perwakilan penerima (21/10/2021).

Menteri Siti dalam sambutannya menyebutkan bahwa, ESC Award yang diprakarsai oleh ASEAN tidak dapat disangkal merupakan salah satu pendekatan paling efektif untuk mendorong kota-kota di ASEAN agar dapat lebih memobilisasi sumber daya mereka untuk membangun kota yang bersih dan hijau, serta dapat menetapkan standar untuk diikuti oleh kota-kota yang lain.

“Dengan ini, saya sangat berharap, bahwa ini akan memotivasi kita untuk meningkatkan kinerja lingkungan kita dan menginspirasi orang lain untuk berbagi praktik terbaik di seluruh dunia. Oleh karena itu, saya ingin menegaskan kembali bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci untuk menjembatani kesenjangan dan untuk bergerak maju dengan cara yang lebih harmonis,” ungkap Menteri Siti.

Menteri Siti kemudian menjelaskan kepada hadirin bahwa Indonesia juga telah memiliki program serupa yang disebut Adipura. Penghargaan Adipura yaitu penghargaan yang diberikan kepada kota-kota yang memenuhi kriteria lingkungan tertentu, tidak hanya sebagai kota yang bersih dan hijau, tetapi juga berhasil menunjukkan upaya yang signifikan dalam mengelola limbah domestiknya, serta mempromosikan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah. “Tiga kota dari Indonesia yang menerima penghargaan hari ini termasuk di antara yang telah menerima penghargaan Adipura,” terang Menteri Siti.

Sekretaris Jenderal ASEAN, Lim Jock Hoi pada kesempatan ini menyampaikan bahwa ASEAN bangga mengakui kota-kota yang mendapat penghargaan ESC Award dan Certificate of Recognition tahun ini. Menurutnya, kota-kota tersebut telah memprioritaskan pengarusutamaan kebijakan dan program pembangunan yang ramah lingkungan. (red)

Tambah 200 Titik, Kini 250 Lokasi Terjangkau Wifi Gratis di 15 Kelurahan

0
Peluncuran program WiFi gratis oleh Diskominfo Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. (Diskominfo)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang resmi meluncurkan program WiFi gratis, Kamis (21/10/2021). Peluncuran secara simbolis itu dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru.

Tahun ini, Diskominfo berhasil menambah kembali layanan tersebut di 200 lokasi yang tersebar di 15 kelurahan. Lewat penambahan itu, kini tercatat sudah 251 lokasi terjangkau internet gratis milik Pemkot Bontang.

Rinciannya, 27 lokasi untuk sektor pelayanan publik dengan kapasitas 20 Mbps, sementara 200 lokasi di fasilitas kesehatan, pendidikan, keagamaan dan keamanan dengan kapasitas 50 Mbps. Ditambah 16 lokasi di pusat keramaian, dan 8 lokasi di wilayah pesisir Bontang dengan kapasitas 7 Mbps.

Kepala Diskominfo Bontang, Dasuki mengatakan, layanan ini merupakan program unggulan dan janji politik Basri Rase-Najirah sebagai pasangan Wali Kota dan Wali Kota Bontang. Akses WiFi gratis ini, kata Dasuki, bisa dimanfaatkan masyarakat hingga 30 perangkat sekaligus, dengan jangkauan radius maksimal 30 meter. “Kita (Diskominfo) pastikan tahun depan jumlahnya akan terus bertambah. Desember nanti akan kami evaluasi. Kalau ada titik yang tidak maksimal, akan kami alihkan ke titik yang lain,” bebernya.

Dasuki juga memastikan, layanan WiFi gratis ini bakal memblokir akses gim online, judi online, hingga pornografi. Sehingga aman bagi seluruh kalangan, khususnya anak-anak di bawah umur. Apabila masyarakat ada yang mengeluhkan terkait layanan ini, pihaknya juga telah membuka aduan melalui email di tenesa@telkom.co.id atau menghubungi langsung kontak 0800 183 5566.

Peluncuran program WiFi gratis oleh Diskominfo Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota. (Diskominfo)

Terpisah, Wakil Wali Kota Bontang (Wawali) Najirah menyampaikan, program WiFi gratis bertujuan mempermudah akses internet ke masyarakat. Sehingga bisa mendapatkan informasi dengan baik. “Lewat program ini kami berharap, tidak ada lagi masyarakat yang termarjinalkan dalam menghadapi era digital seperti sekarang ini,” ucapnya.

Melalui program ini pula, sambung Najirah, bisa dimanfaatkan warga untuk meningkatkan berbagai sektor. Seperti perekonomian, UMKM, wisata kuliner, wisata, industri kreatif, hingga sektor pendidikan. Apalagi di situasi pandemi seperti sekarang, keberadaan WiFi gratis tentu sangat membantu masyarakat. “Kami imbau orang tua untuk tetap memberikan edukasi dan pengawasan terhadap anak-anaknya,” pesannya.

Kepala Diskominfo Kaltim, Faisal, yang ikut hadir dalam peluncuran ini, mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Pemkot bersama Diskominfo Bontang. Menurut Faisal, jika daerah lain baru berencana, Bontang sudah berani untuk merealisasikannya. “Harapannya semoga bisa dimanfaatkan dan berguna bagi masyarakat Bontang,” tandasnya. (bms/adv)

Nursalam Tegur Kepala Satpol PP Bontang karena Selalu Absen Rapat DPRD 

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam

BONTANG – Ketidakhadiran Kepala Satpol PP dalam setiap rapat kerja (raker) ataupun paripurna DPRD Bontang, ditegur anggota Komisi II Nursalam.  Politisi Golkar itu mempertanyakan alasan Ibnu Gunawan yang selalu tidak hadir dalam rapat DPRD.

“Apakah ada dispensasi khusus Kasatpol PP, belum pernah saya lihat hadir dalam rapat DPRD. Padahal yang dibahas adalah kepentingan mereka juga,” kata Nursalam dalam rapat kerja pandangan fraksi terhadap Raperda APBD 2022 Bontang, Senin (18/10/2021).

Ketidakhadiran kepala OPD, sambung Nursalam, dianggap tidak menghormati lembaga perwakilan rakyat. Untuk itu, dirinya meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai atasan tertinggi dalam struktur OPD, untuk mengingatkan bawahannya. “Saya ingatkan ini lembaga DPRD bukan lembaga ecek-ecek, lembaga ini diatur Undang-undang dan harus dihormati,” tegasnya.

Jika yang bersangkutan berhalangan karena sedang tugas ke luar daerah, Nursalam mengaku  bisa memaklumi hal itu. Namun hal tersebut dinilai tak mungkin, sebab hampir setiap rapat pemkot bersama DPRD, orang nomor satu di Satpol PP itu selalu absen. “Apa sih susahnya hadir,” tanya pria yang akrab disapa Salam ini.   Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Satpol PP Bontang Ibnu Gunawan belum memberikan tanggapan. (bms/adv)

Komisi II Pertanyakan Rencana Penambahan Modal Bank Kaltimtara

0
Rapat Komisi II dengan Bank Kaltimtara. (ist)

BONTANG – Permintaan Bank Kaltimtara untuk mendapat penambahan penyertaan modal Rp 75 miliar, dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, dipertanyakan Komisi II DPRD Bontang.

Menurut Ketua Komisi II Rustam, Bank Kaltimtara harus memberikan alasan realistis kepada Pemkot Bontang terkait usulan penambahan modal tersebut. “Sebelumnya sudah ada investasi awal dari pemkot Rp 63,3 miliar. Tapi tidak sebanding dengan hasil yang diberikan yakni hanya Rp 2,7 miliar per tahun,” ujar Rustam saat menggelar rapat bersama di Kantor DPRD Bontang, Senin (18/10/2021).

Dengan nilai investasi sebesar itu, sambung Rustam, seharusnya Bank Kaltimtara bisa memberikan nilai lebih bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau hitung-hitungan bisnis itu tidak masuk,” bebernya.

Hal senada juga dikatakan anggota Komisi II, Bakhtiar Wakkang. Politisi Nasdem itu mengusulkan, selain memberikan deviden, harus ada sejumlah keuntungan yang didapat pemkot. Seperti non-PNS yang dipermudah dalam pemberian pinjaman. Mengingat mereka juga terdaftar sebagai pegawai pemkot.

“Mungkin satu orang dibatasi hanya bisa pinjam Rp 10-15 juta. Kalau ada dua ribu pegawai, bisa sampai Rp 2 miliar perputaran uang di sana,” papar pria yang akrab disapa BW itu.  Saat dikonfirmasi, perwakilan manajemen Bank Kaltimtara memilih enggan berkomentar. (bms/adv)

Latihan Bersama Trail Run 10K JeMuRUN 2021

0

Tak sembarang orang bisa berolahraga lari, karena kekuatan fisik akan diuji. Karenanya, tubuh harus dipersiapkan dengan matang agar mengurangi resiko cedera.
Apalagi bagi yang suka mengikuti lari Trailrun.

Persiapannya harus dilakukan mininal sejak tiga bulan sebelumnya. Maka itu, perlu latihan rutin, seperti yang dilakukan Komunitas JeMuRUN, dengan meggelar Latihan Bersama Trail Run 10 K JeMuRUN 2021, pada Minggu (17/10/2021).

Ratusan peserta dari berbagai komunitas ikut mengambil bagian. Mengambil lokasi start di Pondok Harmoni, dengan rute Masdarling, Bukit Teletubbies dan Tacin di Kota Bontang.
Kegiatan ini didukung oleh OH Awang Long, LA Carwash, Dapur Gery, Empek Empek anda, BORCY dan Pondok Harmoni yang memberikan dukungan tempat acara.

Adapun komunitas yang terlibat yakni BBC, KELAS TUGU, GGA RUNERS, BPD RUNERS, BEKANTAN, TRAIL RUN SUKA-SUKA, BHHH, PeManTik, Keteterun, serta Lacundekke. (sul/red)

Diveden Tak Sebanding, Nursalam Soroti Penyertaan Modal Kaltimtara

0
Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam menyayangkan, kecilnya deviden yang dihasilkan Bank Kaltimtara dari penyertaan modal yang diberikan Pemkot Bontang.

Tercatat dari investasi awal yang dikucurkan sebesar Rp 63,3 miliar, hasil yang diberikan hanya Rp 2,7 miliar per tahun. “Di Tahun 2010 dengan investasi Rp 46 miliar bisa mendapat Rp 9 miliar. Ini perlu ditanyakan likuiditas perusahaan,” ujarnya saat menggelar rapat bersama di gedung DPRD, Senin (18/10/2021).

Politisi Golkar itu membandingkan dengan bank daerah lain seperti Bank Sulselbar di Makassar. Dengan anggaran Rp 63 miliar, sambung Nursalam, mereka bisa memberikan deviden hingga Rp 8 miliar. “Kalau dapatnya hanya Rp 2,7 miliar mending kita investasi ke Makasar,” sindirnya.

Rapat Komisi II bersama manajemen Bank Kaltimtara di Kantor DPRD Bontang. (ist)

Untuk itu, mantan Ketua DPRD Bontang tersebut meminta pemkot berpikir ulang terkait rencana penambahan penyertaan modal Rp 75 miliar tersebut. Nursalam menambahkan, ketika suatu investasi memberikan manfaat, maka harus didukung. Apalagi jika investasi itu bertujuan menciptakan iklim daerah dalam hal kemandirian fiskal.

Termasuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam hal pinjaman. “Kalau tidak ada manfaatnya untuk apa kita investasi, mending kita mengejar investasi lain. Karena tujuan investasi itu kita cari untung, kalau hanya Rp 2,7 miliar berarti perusahaan hanya sekadar menggugurkan kewajiban menyetor deviden,” tandasnya. (bms/adv)

Kunker ke Balikpapan, DPRD Bontang Pelajari Mekanisme dan Teknis PTM

0
Rombongan DPRD Bontang abadikan di depan Gedung DPRD Balikpapan. Foto: Istimewa

BALIKPAPAN – DPRD Kota Bontang menyambangi DPRD Balikpapan, Jumat (15/10). Rombongan diterima Anggota Komisi II DPRD Balikpapan Muhammad Najib di ruang Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Kota Balikpapan. “Kami datang ingin mengetahui mekanisme dan teknis untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” ucap Maming, Ketua Komisi I Maming.

Maming mengatakan di Kota Bontang saat ini masih tengah menyiapkan pelaksanaan PTM bagi pelajar, mengingat Kota Bontang masih berada di status PPKM Level 3, sehingga masih terus melakukan evaluasi sebelum melaksanakan PTM.

“Alhamdulillah, kami dapat informasi di Balikpapan terkait pelaksanaan PTM, dimana Balikpapan menerapkan 50 persen dari kapasitas ruang belajar dan waktu pembelajarannya pun hanya 2 jam saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Najib yang menerima rombongan mengatakan, kedatangan DPRD Kota Bontang hanya ingin mengetahui pelaksanaan PTM di Kota Balikpapan. “Intinya kita sudah menyampaikan, jika PTM di Balikpapan hanya diberlakukan 50 persen dari kapasitas ruangan dan pembelajarannya sendiri hanya berlangsung 2 jam,” ujarnya.

“Jadi hanya mekanismenya dan teknisnya saja yang ingin mereka ketahui, sebelum juga melaksanakan PTM,” tuturnya. Kota Balikpapan sudah menggelar PTM pada Senin lalu, 11 Oktober 2021, setelah berstatus level 2 PPKM. (adv)

Hari Libur, Gubernur Menyapa Warga Bontang

0

BONTANG –  Setelah Sabtu (16/10) malam diundang menghadiri dan memberikan arahan pada acara Grand Opening PT Suma Energi Investamadi Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Minggu (17/10) pagi, Gubernur Kaltim Isran Noor kembali melanjutkan rutinitas di Benua Etam.

Kali ini Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor hadir di undangan oleh Majelis Zikir atau Zawiyah termasuk menyapa warga Bontang yang juga  dirangkai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tepatnya di Musala Al-Adzkar, Jalan MT Haryono, Gang Harapan, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara

“Alhamdulillah bisa hadir di acara ini. Karena, tadi malam ada acara juga di Samarinda. Sebelumnya saya dan rombongan melaksanakan Kunker ke wilayah selatan,” ucap Isran Noor.

Menurut Isran, kegiatan seperti ini wajib terus dilaksanakan agar daerah ini selalu aman. Karena, warga banyak berdoa dan menghadiri majelis-majelis. Apalagi, saat ini masih kondisi pandemi Covid-19, tentu harus banyak-banyak berdoa agar wabah ini segera berakhir. Karena itu, warga meski beraktivias, tetap saja melaksanakan protokol kesehatan yang ketat.

“Terus lanjutkan kegiatan majelis ini. Banyak berdoa, insyaallah pandemi akan berakhir. Bahkan saat ini saya merasa happy, meski tak terlalu happy. Karena, pandemi Covid, kasus positif terus menurun. Walaupun masih terjadi,” ucapnya.

Isran mengajak, agar warga yang berada di majelis tersebut untuk tetap semangat dan selalu sehat. Sehingga mudah beraktivitas dan menyukseskan pembangunan daerah di Kaltim. (al/red)