Beranda blog Halaman 977

Dua Pemuda Bontang Torehkan Prestasi, Terima Penghargaan dari Gubernur Kaltim di Hari Sumpah Pemuda

0
Fikram Oktafiandi (kiri) dan Muhammad Febrianto Ramadhan (kanan), Pemuda Berprestasi Tingkat Provinsi Kaltim 2021.

BONTANG – Prestasi membanggakan ditorehkan dua pemuda Kota Bontang dalam ajang Pemuda Berprestasi Tingkat Kaltim. Mereka adalah Muhammad Febrianto Ramadhan (27) dan Fikram Oktafiandi (23). Keduanya menerima penghargaan dari Gubernur Kaltim, Kamis (28/10/2021) hari ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Febrianto menduduki peringkat pertama dari lima pemuda berprestasi terpilih. Laki-laki yang akrab disapa Febri ini memiliki segudang prestasi dan aktif di berbagai organisasi dan pelatihan. Inilah yang menjadi salah satu indikator penilaian dirinya terpilih menjadi pemuda berprestasi.

“Pemuda yang terpilih itu, pemuda yang punya dampak sosial, berprestasi, baik secara karakter, memiliki sifat kepemudaan yang energik, dan punya tata bahasa yang baik,” ungkapnya kepada mediakaltim.com.

Salah satu prestasi yang diunggulkan yaitu Juara Umum Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-11 oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2015. Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini mengatakan prestasi itu ia dedikasikan untuk Bontang dan para pemuda.

“Ini hadiah yang saya dedikasikan untuk ikut mengharumkan Kota Bontang, juga sebagai motivasi untuk pemuda di Bontang agar bisa sama-sama membangun daerah, “jelasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Bontang yang juga aktif sebagai pembicara ini, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas apresiasinya terhadap para pemuda. “Alhamdulillah, ini menjadi momen pemerintah untuk mengapresiasi para pemuda,” ujarnya.

Sementara Fikram Oktafiandi, pemuda berprestasi yang menduduki peringkat kedua. Ia bisa terpilih karena berbagai berprestasinya, mulai tingkat nasional dan internasional, serta aktif di berbagai organisasi. “Menurut saya, dilihat dari kompetisi lomba tingkat nasional dan internasional yang saya miliki, juga beberapa organisasi seperti Gerakan Mengajar Inspiring Teacher UAD Yogyakarta, BEM Universitas, dan Forum Gerakan Mahasiswa Mengajar Indonesia,” ungkapnya.

Prestasi yang baru saja diraih yaitu Silver Medal IPITEX Bangkok 2020 dan Juara 2 National Scientific Paper Competition. Lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ini mengaku bangga prestasinya diapresiasi pemerintah. Hal ini juga bisa ia capai berkat dukungan kampusnya.

“Alhamdulillah bangga banget bisa diapresiasi oleh pemerintah provinsi dan kota, capaian ini juga tidak lepas dari arahan serta bimbingan Dispora Bontang juga prodi Teknik Industri UAD Yogyakarta, ” jelasnya.

Aktif sebagai pembicara, Fikram juga berharap kepada para pemuda untuk tetap percaya diri dalam berkarya. “Berharap pemuda Kota Bontang dapat terus maju dan berprestasi. Jangan takut untuk berkarya dan memberikan kontribusi terbaik untuk Kota Bontang, ” harapnya. (ahr)

Pendemi, Tantangan Domestik dan Global untuk Pemuda

0

Catatan : Muthi Masfu’ah, AMd, CN NLP

Negara Indonesia adalah rumah bagi kemajemukan. Berbagai perbedaan yang ada telah melebur menjadi semangat persatuan dalam bingkai Indonesia.

Ditambah dengan bonus demografi, maka sudah seharusnya energi positif ini digunakan untuk membawa Indonesia menjadi lebih maju dan modal penting untuk melewati badai pandemi Covid-19 yang melanda sejak Maret 2020.

Dan sampai detik ini Sumpah Pemuda 1928 masih bergema. Tekat penuh semangat dan cita-cita pemuda Indonesia kala itu tetap menyala hingga saat ini. Lalu bagaimanakah seharusnya generasi muda, generasi penerus kita menghadapi tantangan yang tak mudah ini.

Di bawah ini ada beberapa point’ yang perlu diasah agar para pemuda mampu memiliki semangat yakni :

  1. Miliki Energi Positif Menyatukan Semua Elemen

Dalam menghadapi pandemi, Sumpah Pemuda harus menjadi energi positif yang menyatukan. Persaingan dan perbedaan tidak harus membuat kita melupakan adanya masalah-masalah bersama, kepedulian bersama kepentingan  dan tujuan bersama.

Semua permasalahan yang muncul dalam menghadapi Pandemi ini harus kita selesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama memenangkan pertempuran melawan pandemi yang sedang menghancurkan sendi kehidupan sosial, budaya dan ekonomi global dan sangat berdampak terhadap tatanan situasi nasional.

  1. Miliki Empati dan Kepedulian Yang Tinggi

Di era Pandemi Covid-19 generasi muda perlu semakin memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial  kemanusiaan seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat agar bisa bersama memiliki daya juang dan ketangguhan dalam menghadapi semua tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di masa depan. Generasi muda juga harus peduli terhadap  pelestarian lingkungan karena tidak lestarinya lingkungan akan mendorong terjadinya dampak perubahan iklim yang diperkirakan akan dapat  menyebabkan bencana yang jauh lebih dahsyat dari pandemi Covid-19 saat ini.

Pemuda harus semangat dalam menggerakkan persatuan dalam mengatasi semua tantangan dan membentuk rasa kepedulian sesama untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan untuk meringankan beban seluruh anak negeri.

  1. Tantangan Domestik dan Global

Generasi muda perlu mengambil hikmah bahwa pandemi covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan, dari cara berkomunikasi menggunakan teknologi sampai dengan mempersiapkan diri untuk masa depan.

Generasi muda juga harus semakin memantapkan diri untuk bersiap mengisi perubahan.  Situasi yang serba sulit akibat pandemi menjadi ruang bagi kaum muda untuk menjawab tantangan dan berbuat banyak bagi lingkungan sekitarnya.

Pemuda  memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan domestik dan global. Terlebih dalam era keterbukaan dan kecepatan teknologi informasi, generasi muda sekarang mesti lebih unggul ketimbang sebelumnya. Pemuda sekarang harus lebih kreatif, lebih banyak berinisiatif untuk mencari dan menyerap inspirasi dari banyak hal.

Inspirasi hari Sumpah Pemuda 1928 ini harus terus menjadi rujukan dari perjalanan sejarah masa lalu untuk terus memberikan semangat juang bagi rakyat Indonesia dalam  menyelesaikan persoalan bangsa, menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan kompetitif. (Dari berbagai sumber)

Hari Ini Gerbong Mutasi Bergulir, Wali Kota: Prioritas Isi Jabatan Kosong, Puluhan Pejabat Bakal Digeser

0
Wali Kota Bontang Basri Rase

BONTANG – Gerbong mutasi kepemimpinan Wali Kota Bontang Basri Rase-Najirah mulai digulirkan. Dari agenda Wali Kota Bontang pada Kamis (28/10) hari ini, dijadwalkan pukul 13.30 Wita akan dilakukan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan, Pendopo Rujab Wali Kota, Pejabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Namun, saat dikonfirmasi radarbontang.com, Rabu (27/10) kemarin, Basri belum memastikan kapan agenda pelantikan pejabat dilakukan. “InsyaAllah minggu ini. Ya, bisa Kamis, Jumat, Sabtu, atau Minggu,” kata Wali Kota Bontang Basri Rase, kemarin.

Basri menegaskan, mutasi memang sudah saatnya dilakukan karena banyak jabatan yang kosong yang ditinggal pensiun dan meninggal dunia pejabat sebelumnya.
Ini menjadi prioritas, untuk segera mengisinya, agar bisa mempercepat pelaksanaan program yang telah dijanjikan di era kepemimpinan Basri-Najirah. “Sekarang ini semua masih dibahas disusun. Prioritas kia mengisi jabatan kosong dulu,” tegasnya.

Soal posisi Sekda, Basri mengisyaratkan belum ada pergantian untuk posisi Sekda. “Sekda itu sudah bagus. Orangnya baik. Apa ada yang mau gantikan?,” tanyanya.

Untuk diketahui, kepala daerah baru diperkenankan melakukan pergantian jabatan setelah 6 bulan setelah dilantik. Basri-Najirah dilantik pada 26 April 2021. Artinya, Basri-Najirah baru boleh melakukan mutasi setelah tanggal 26 Oktober 2021.

Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Khususnya, Pasal 162 ayat 3, dinyatakan, gubernur, bupati, atau wali kota yang akan melakukan pergantian pejabat di lingkungan pemerintah daerah provinsi atau kabupaten atau kota dalam jangka waktu 6 bulan terhitung sejak tanggal pelantikan, harus mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Sudi Priyanto mengatakan, pergantian pejabat merupakan kewenangan kepala daerah. “Kalau kami prinsipnya mengikuti arahan Bapak Wali Kota. Sekarang ini semua masih dibahas dan disusun,” tuturnya.

Soal jabatan yang kosong, Sudi mengaku jumlahnya cukup banyak. “Saya belum bisa jabarkan, karena itu termasuk yang kami susun dan bisa cepat kami selesaikan. Kalau ada jabatan kosong yang diisi, pasti pengaruhnya juga pada jabatan yang ditinggalkan lagi. Nah ini yang masih kita bahas,” tuturnya.

Apakah jumlahnya mencapai puluhan pejabat? “Ya, bisa sampai puluhan. Kan puluhan itu bisa sepuluh, dua puluh atau tiga puluh bahkan lebih,” kelakarnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati juga belum bisa membeberkan jumlah pejabat yang dimutasi dan merupakan hak prerogratif Wali Kota. “Yang jelas semua pejabat yang akan menduduki posisi baru punya kompetensi di bidangnya,” singkatnya. (al/red)

Wawali Najirah Apresiasi Digelarnya Kontes dan Pameran Tanaman Hias

0
Wawali Najirah hadiri pembukaan kontes dan pameran tanaman hias pada Selasa (26/10/21).

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah selaku pembina Komunitas tanaman mengapresiasi, digelarnya kembali pameran tanaman hias. Sebab kata Najirah, adanya pameran tanaman hias, sangat erat kaitannya dengan pelestarian alam.

“Kita juga dapat mengenalkan tanaman hias kepada khalayak banyak terkhusus pecinta tanaman hias,” ucap Najirah saat hadir dalam pembukaan Kontes dan Pameran Tanaman Hias, Selasa (26/10/21).

“Saya berterima kasih untuk panitia yang telah menyelenggarakan acara ini, semoga acara ini dapat berjalan dengan baik,” tambah Najirah.

Bertempat di Lapangan Parikesit Bontang, acara yang diinisiasi oleh komunitas pecinta tanaman hias tersebut juga dihadiri Camat Bontang Barat Sutrisno, beberapa pejabat lainnya, para kontestan dan pengunjung. (ahr)

Aksi Ormas ‘Sandera’ Truk CPO, Nursalam: Puncak Kekesalan Warga dan Jadi Pelajaran untuk Perusahaan

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam (ist)

BONTANG – Anggota DPRD Bontang Kaltim Nursalam angkat bicara terkait aksi ormas Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) yang menyetop dan ‘menyandera’ puluhan truk pengangkut crude palm oil (CPO) PT Energi Unggul Persada yang melintas di Jalan Soekarto-Hatta.

Menurutnya, aksi tersebut akibat arogansi perusahaan yang melewati wilayah pemukiman tanpa memperhatikan dampaknya. Termasuk tuntutan ormas yang tidak digubris perusahaan. “Ini adalah puncak dari kekesalan mereka, ini pelajaran buat perusahaan,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Apalagi, lanjut Nursalam, aktivitas truk CPO membuat jalanan di kawasan Bontang Lestari semakin rusak. Jalanan yang semula mulus, saat ini rusak karena truk bertonase besar. “Ini puncak dari kekesalan warga,” tegasnya.

Seharusnya, ujar Nursalam, perusahaan bisa menunjukkan rasa kepedulian terhadap warga sekitar. “Saya kira ini pelajaran buat perusahaan untuk lebih memiliki sense of crisis pada lingkungan sekitar,” bebernya. (ahr/adv)

Pupuk Kaltim Kembangkan Peluang UMKM dan Wirausaha Binaan di Kota Bontang

0

BONTANG – Dorong pengembangan UMKM lokal dan wirausaha mandiri agar lebih berdaya saing, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) menggelar Pelatihan Kewirausahaan bagi 100 peserta di Kota Bontang. Kegiatan berlangsung selama tiga hari (21-23 Oktober 2021), menggandeng praktisi digital dan kemasan dari Malang Jawa Timur, Faizal Alfa.

VP CSR Pupuk Kaltim Anggono Wijaya, mengungkapkan pelatihan ini bagian dari Program Penyiapan Tenaga Kerja dan Wirausaha Binaan, yang dilaksanakan PKT untuk menciptakan wirausaha andal, sekaligus pengembangan kapasitas pelaku UMKM Binaan dalam tata kelola dan pemasaran produk usaha. Peserta pelatihan terdiri dari 2 kelompok sasaran, yakni pelaku UMKM binaan yang sama sekali belum mengenal pemasaran digital, serta masyarakat binaan hasil Program Pembentukan Wirausaha Baru, yang terlaksana melalui sinergi dengan Pemerintah pada Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Kemendikbud RI.

Program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan PKT bersama LKP Binaan pada 2 kejuruan, yakni LKP BBEC untuk Kejuruan Tata Boga, serta LKP Ayulia Training Center untuk Kejuruan Tata Busana. “Pelatihan ini merupakan tindaklanjut dari program pembentukan wirausaha baru di Kota Bontang, disamping penguatan kapasitas pelaku UMKM binaan agar lebih maksimal memasarkan produknya melalui teknologi digital,” terang Anggono.

Setiap kelompok sasaran pelatihan terdiri dari 50 peserta, dengan target utama mampu meningkatkan daya saing produk UMKM lokal, sekaligus memaksimalkan potensi dan peluang pemasaran agar pelaku usaha di Kota Bontang kembali bangkit pasca pandemi Covid-19.

Begitu juga dengan pengembangan SDM melalui penciptaan wirausaha mandiri, diharap dapat mendorong terbukanya lapangan usaha baru di berbagai bidang, sehingga berdampak terhadap penurunan angka pengangguran yang diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Dari bekal pelatihan ini diharap sektor UMKM dan peluang ekonomi masyarakat kembali tumbuh, baik untuk jenis usaha maupun pemasaran produk yang semakin meningkat,” tambah Anggono.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang Ahmad Aznem, menilai pelatihan ini bagian dari komitmen PKT dalam mendukung program Handak Begawi, yang diinisiasi Pemkot Bontang sebagai proyek perubahan untuk menyiapkan tenaga kerja andal dan berdaya saing, sekaligus menciptakan masyarakat yang terampil di berbagai bidang.

Bekal keterampilan dan kecakapan bagi wirausaha serta pelaku UMKM menjadi salah satu sasaran strategis Pemkot Bontang, untuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, sehingga mampu mengembangkan lapangan usaha mandiri yang berdaya saing. “Ini bentuk semangat yang sama antara PKT dengan Pemkot Bontang, untuk meningkatkan peluang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui wirausaha mandiri dan sektor UMKM,” papar Aznem.

Dirinya berharap kesinambungan program terus dilaksanakan Pupuk Kaltim, khususnya pengembangan kapasitas dan kompetensi masyarakat dengan daya saing tinggi. Mencetak generasi unggul yang andal dan berkompetensi menjadi sasaran utama kolaborasi program Handak Begawi, baik tenaga kerja terampil maupun wirausaha mandiri, agar mampu menciptakan peluang untuk suatu perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah. “Intinya harus ada kesinambungan dalam menyiapkan tenaga terampil ataupun wirausaha mandiri di Kota Bontang. Semua bisa kita wujudkan melalui sinergi aktif antara Pemerintah dengan perusahaan, seperti yang dilakukan PKT kali ini,: pungkas Aznem. (*/nav)

Pendaftaran Ditutup, 945 Mahasiswa Berebut 491 Kuota Beasiswa 

0

BONTANG – Sebanyak 945 mahasiswa Bontang mendaftarkan dirinya untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi yang diberikan Pemkot Bontang. Dengan berakhirnya masa pendaftaran melalui online pada Selasa (26/10/2021), berkas yang mereka upload akan diverifikasi secara online oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bontang.

“Sesuai jadwal kroscek kelengkapan berkas akan rampung pada 31 Oktober mendatang,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Bontang, Aguswati.

Ia mengatakan, jumlah pendaftar melalui jalur prestasi ada 849 mahasiswa, sedangkan sisanya 96 mahasiswa mendaftar beasiswa Tugas Akhir (TA). “Kuota penerimaan beasiswa jalur prestasi hanya 428 orang, dan jalur TA hanya 63 penerima, total keseluruhan 491 penerima,” katanya.

Jumlah tersebut disesuaikan dengan alokasi anggaran yang dikucurkan untuk program Beasiswa Bontang.  “Alokasinya Rp 1,65 miliar. Semoga bisa bermanfaat bagi mahasiswa penerima,” tuturnya.

Selama proses pendaftaran dibuka, Aguswati bercerita ada beberapa kendala yang dihadapi. Seperti gangguan website yang mengakibatkan warga kesulitan mengakses. “Tapi bisa kami atasi dengan membuat grup koordinasi dengan operator teknis sehingga bisa terselesaikan,” ujarnya. (bms)

Kecewa Tak Rekrut Pemuda di Sekitar Perusahaan, Gerdayak Setop Truk CPO

0
Aksi Pemberhentian 22 Truk CPO di Jalan Ir. Soekarno menuju PT EUP, Bontang Lestari oleh Gerdayak Bontang, Senin(24/10/2021)

BONTANG – Kekecewaan Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Bontang terhadap PT Energi Unggul Persada (EUP) berujung aksi pemberhentian truk angkutan Crude Palm Oil (CPO) yang melintas di Jalan Ir. Soekarno atau Jalan Flores menuju PT EUP di Bontang Lestari.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Gerdayak Bontang Bernard mengatakan aksi ini merupakan puncak kekecewaan pihaknya kepada PT EUP karena tidak memberdayakan pemuda sekitar di perusahaan tersebut.

“Makanya semalam kami sudah memberhentikan truk-truk ini, mulai sekitar pukul 23.00 Wita,” ucapnya saat ditemui awak media, Senin (25/0/2021). Bernard menjamin aksi ini berlangsung damai tanpa kekerasan. Bahkan para sopir truk dilayani kebutuhannya oleh mereka. “Supir truk kami persilahkan pulang kalau mau pulang, tapi unitnya harus ditinggal disini,” ungkapnya.

Ditemui usai mediasi di Mapolres Bontang, Humas PT EUP Jayadi mengungkapkan, bukan persoalan yang mudah bagi pihaknya untuk merekrut pemuda lokal sebab perlu persetujuan kantor pusat

“Mereka ada masukkan proposal, namun keputusannya tetap ada di kantor pusat kami. Yang mereka inginkan itu menjadi vendor sekuriti dan itu tidak mudah harus dibuat dulu RAB nya. Belum ada keputusan juga apa vendor sekuriti yang sekarang diperpanjang atau tidak,” ucapnya.

Soal aksi pemberhentian truk, lanjut Jayadi, mereka hanya kurang sabar dalam menghadapi persoalan ini. “Mungkin karena mereka tidak sabaran saja makanya mereka melakukan aksi ini. Yang pasti kita selalu terbuka untuk semua orang yang ada disini, yang penting sesuai prosedur dan memiliki profesionalisme untuk bekerja sama,” pungkasnya. (ahr)

Pengedar Simpan Sabu-sabu dalam Sepatu

0
Tersangka Mustafa dan Abdilah diamankan di Mapolres Bontang beserta barang buktinya. (ist)

BONTANG – Dua pengedar sabu-sabu asal Kelurahan Berbas Pantai diringkus Satresnarkoba Polres Bontang, Minggu (24/10/2021) malam. Mereka adalah Mustafa (28) dan Abdilah (28). Dari tangan keduanya polisi menyita 15,77 gram sabu-sabu yang sebagian disimpan dalam sepatu kulit.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Resnarkoba Iptu Rakib Rais mengatakan, kasus ini bermula dari laporan masyarakat. Usai mengantongi beberapa informasi awal, pihaknya kemudian mengintai indekos di Jalan Raden Fatah RT 02 Kelurahan Berbas Pantai, yang menjadi kediaman Mustafa. Begitu menyakini pelaku berada di indekos, polisi langsung menggerebek pada pukul 22.05 Wita.

Saat polisi menggeledah, didapati celana pendek hitam tergantung di dinding dapur. Di kantong celana itu ditemukan tiga bungkus plastik sabu-sabu total seberat 1,27 gram yang disimpan dalam bungkus rokok. Selain itu, polisi juga menyita satu unit handphone. “Sabu-sabu itu diakui miliknya (Mustafa, Red.),” ujar Rakib.

Saat diinterogasi, Mustafa mengaku mendapat barang haram tersebut dari temannya, Abdilah. Polisi lalu mengembangkan kasus ini dan hanya sekitar 30 menit, Abdilah diringkus di rumahnya yang juga berlokasi di Kelurahan Berbas Pantai.

Dari tangan Abdillah, polisi menemukan barang bukti 6 bungkus sabu-sabu dengan total seberat 14,5 gram. Satu bungkus di antaranya disimpan di dalam telur mainan, tiga bungkus di dalam sepatu kulit hitam, dan dua bungkus di dalam kotak masker. “Kami juga menyita satu timbangan digital, plastik klip, dan alat isap (bong, Red.),” bebernya.

Kedua pemuda pengangguran itu kini sudah diamankan di Mapolres Bontang. Terhadap keduanya, penyidik menjerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan Pasal 114 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5-20 tahun penjara. (bms)

Gubernur Tunda Penyerahan Santunan Ahli Waris Covid-19 di Bontang

0
Ramah tamah Gubernur Kaltim bersama Walikota Bontang dan jajaran Forkopinda Kota Bontang sebelum menuntup FASI XI Tingkat Kaltim. Foto: Humas Prov Kaltim

BONTANG – Penyerahan bantuan kepada keluarga ahli waris meninggal, anak yatim dan yatim piatu karena Covid-19 di Bontang oleh Gubernur Kaltim Isran Noor ditunda.  Berdasarkan jadwal, seharusnya penyerahan tersebut diserahkan dalam rangkaian Penutupan Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke-XI tingkat Kaltim 2021, Minggu (24/10) malam. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan, maka Gubernur memutuskan menjadwalkan ulang.

“Sebenarnya ada acara lagi (setelah penutupan FASI). Tapi karena sudah agak larut malam, mungkin kita carikan waktu siang, karena momennya tidak begitu pas,” ujar Isran saat memberikan sambutan.

Sementara itu, menurut keterangan Kepala Dinas Sosial Kaltim, HM Agus Hari Kesuma, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Biro Humas Pemprov Kaltim terkait jadwal penyaluran bantuan yang tertunda tersebut.

Adapun terkait proses validasi data dari kabupaten/kota se-Kaltim, saat ini masih berproses, dan pihaknya meminta batas akhir pengumpulannya dilaksanakan Kamis (28/10/2021) mendatang. Setelah itu, barulah dilakukan validasi ke rumah sakit pemerintah di daerah dan Dinkes kaltim. “Deadline penyalurannya, minggu depan sudah masuk ke rekening masing-masing,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Sebagai informasi, Pemprov Kaltim menyiapkan anggaran Rp 50 miliar untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Kaltim yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19, ditambah Rp 2 miliar untuk ahli waris yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Santunan yang diberikan sebesar Rp 10 juta per orang. Regulasi bantuan ini juga telah tertuang dalam surat Gubernur Kalimantan Timur Nomor : 440/5644/0901/B.Kestra/2021.

Terpisah Karo Adpim Pemprov Kaltim HM Syafranuddin mengakui, agenda penyerahan santunan kepada ahli waris korban Covid-19 di Bontang, awalnya dijadwalkan bersamaan penutupan FAS) XI. Namun karena terlalu larut malam, maka pelaksanaan penyerahan santunan ditunda lain waktu.

“Karena terlalu larut malam. Maka, pemberian santunan yang sudah diagendakan ditunda lain kali. Jadi, Gubernur Isran Noor mohon maaf kepada calon penerima secara simbolis,” ucap Karo Adpim Pemprov Kaltim HM Syafranuddin ketika menghadiri penutupan FASI.

Menurut Ivan sapaan akrabnya, penundaan ini tidak mengurangi rasa hormat dan menurunkan semangat keluarga korban meninggal karena Covid-19 yang sempat hadir.

Tetapi, karena terlalu larut malam kegiatan dilaksanakan, sehingga nantinya menganggu kenyamanan masyarakat, apalagi dalam kondisi pandemi. Maka, agenda ditunda lain kali.

“Prinsipnya, melalui kebijakan yang sangat tinggi, Gubernur Isran Noor bersama Wagub Kaltim Hadi Mulyadi tetap komitmen menyerahkan bantuan santunan bagi ahli waris maupun anak yatim dan yatim piatu korban Covid-19,” jelasnya. Sementara data penerima santunan Yatim dan yatim piatu sebanyak 141 anak di Bontang. Sedangkan santunan kematian 355 ahli waris. (hms/bms)