Pemuda Berau Raih Kepercayaan di Tim Nasional Disabilitas

BERAU – Di balik penampilan atlet di lapangan, ada tim pendukung yang memastikan mereka tetap berada dalam kondisi terbaik. Salah satunya adalah Fauzan Azim, pemuda asal Kabupaten Berau yang kini dipercaya menjadi Asisten Fisioterapi Tim Nasional Disabilitas Indonesia.

Bagi Fauzan, profesi fisioterapis bukan sekadar menangani cedera. Pekerjaan tersebut menuntut ketelitian, kesabaran, serta kemampuan memahami kebutuhan setiap atlet, terlebih atlet disabilitas yang memiliki kondisi dan kebutuhan penanganan berbeda.

“Setiap atlet memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, penanganannya juga harus disesuaikan,” ujarnya.

Perjalanan Fauzan menuju tim nasional tidak berlangsung singkat. Ketertarikannya pada dunia fisioterapi tumbuh saat menempuh pendidikan S1 Fisioterapi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Sejak masih menjadi mahasiswa, ia aktif mencari pengalaman di berbagai ajang olahraga, baik sebagai relawan maupun tenaga fisioterapi.

Pengalaman itu membawanya terlibat dalam sejumlah kegiatan, di antaranya DBL Basketball Regional Yogyakarta, Liga Remaja PSSI, marathon internasional, hingga berbagai kompetisi olahraga lainnya.

Dari berbagai kegiatan tersebut, Fauzan belajar bahwa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah harus mampu diterapkan dalam situasi nyata, terutama saat atlet membutuhkan penanganan cepat ketika mengalami cedera.

Baca Juga:  Atlet Panahan Berau Siap Bersaing di Kalimantan Utara

Kesempatan memperluas wawasan kemudian datang melalui program pertukaran pelajar di Mahidol University, Thailand.

Selama mengikuti program tersebut, ia mempelajari berbagai pendekatan fisioterapi dan rehabilitasi sekaligus mengenal standar pelayanan kesehatan di tingkat internasional.

“Pengalaman di Thailand sangat membuka wawasan saya mengenai standar pelayanan fisioterapi di tingkat internasional,” katanya.

Sepulang dari Thailand, Fauzan mendapat kepercayaan bergabung sebagai Asisten Fisioterapi Tim Nasional Disabilitas Indonesia atas ajakan Kepala Fisioterapi Timnas Disabilitas, Sofal Jamil.

Di lingkungan tim nasional, ia ikut mendampingi persiapan atlet menghadapi kualifikasi Piala Dunia Disabilitas bersama tim medis yang berpengalaman di level nasional.

Belum lama ini, Fauzan juga dipercaya menjadi fisioterapis utama Persaj Jakarta yang berlaga pada Liga 1 Sepak Bola Amputasi Piala Menpora.

Tugasnya meliputi memantau kebugaran atlet, membantu proses pemulihan, hingga menangani berbagai keluhan fisik selama kompetisi berlangsung.

Kerja tim tersebut berbuah manis setelah Persaj Jakarta berhasil meraih gelar juara Piala Menpora.

Bagi Fauzan, pencapaian itu bukan sekadar meraih trofi, melainkan hasil dari proses panjang yang dibangun sejak masih aktif mencari pengalaman sebagai mahasiswa.

Baca Juga:  Sabu Disimpan di Saku Celana dan Balik BH, IRT Diamankan

“Saya sangat menikmati pekerjaan ini. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” ujar pria kelahiran Berau, 25 Maret 2004, tersebut.

Perjalanan Fauzan menjadi bukti bahwa anak daerah mampu menembus panggung nasional melalui kerja keras, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian memanfaatkan setiap kesempatan yang datang. (MK)

Pewarta: Sahruddin
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.