BONTANG – Stok Pertalite di SPBU Tanjung Laut, Kota Bontang, sempat kosong sejak pagi hingga siang, Minggu (30/8/2026).
Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara tetap mendatangi SPBU, dan menunggu kedatangan mobil tangki pembawa pasokan Pertalite.
Salah seorang pengendara motor, Talib, mengaku sempat mengantri di pagi menuju siang hari. Tapi karena kehabisan ia kembali pada malam.
“Saya dapat kabar malam pertalite ada, jadi kembali lagi mengantri dari sore,” tandasnya.
Kekosongan stok sejak pagi hingga siang itu, turut menyebabkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat di sekitar SPBU Tanjung Laut.
Sebelumnya, SPBU tersebut sempat mendapat sanksi penghentian pasokan Pertalite selama satu pekan. Sanksi diberikan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara QR barcode yang digunakan saat pembelian BBM subsidi dengan nomor polisi kendaraan roda empat.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan penghentian pasokan tersebut turut berdampak pada SPBU lain.
Pengendara yang biasa mengisi BBM di SPBU Tanjung Laut beralih ke sejumlah SPBU lain, seperti Lang-Lang dan Akawi, sehingga antrean di lokasi tersebut ikut meningkat.
“Warga yang biasa isi di SPBU Tanjung Laut beralih ke SPBU lain, jadinya menyebabkan antrean di sana makin menumpuk,” katanya.
Ia mengatakan, sanksi penghentian pasokan di SPBU Tanjung Laut kini telah berakhir. Pemkot Bontang pun meminta seluruh operator SPBU lebih teliti dalam melayani pembelian Pertalite.
QR barcode yang digunakan konsumen harus dipastikan sesuai dengan nomor polisi kendaraan. Hal itu untuk mencegah pelanggaran serupa yang dapat berujung pada penghentian pasokan.
“Sanksi sudah kami minta untuk diberhentikan, jadi stok pertalite di SPBU Tanjung Laut diadakan kembali,” lanjutnya.
Diketahui, terdapat lima SPBU di Kota Bontang yang menerima kuota Pertalite dengan jumlah berbeda. Khusus SPBU Tanjung Laut, pasokan diberikan secara bergantian sebanyak 8 kiloliter dan 16 kiloliter setiap hari.
Pemkot berharap distribusi Pertalite di SPBU Tanjung Laut kembali berjalan normal, sehingga antrean kendaraan di sejumlah SPBU dapat berangsur terurai.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




