SAMARINDA – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur di Kabupaten Paser dipastikan tetap berjalan. Persoalan anggaran yang sebelumnya diperkirakan kekurangan Rp16 miliar kini dapat ditekan menjadi sekitar Rp4-5 miliar setelah sejumlah komponen belanja dipangkas.
Dispora Kaltim melakukan penyisiran terhadap kebutuhan penyelenggaraan. Dari usulan awal tuan rumah sebesar Rp36 miliar, anggaran yang telah disetujui sebesar Rp20 miliar.
Plt Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan dana tersebut akan difokuskan pada kebutuhan yang langsung berkaitan dengan penyelenggaraan pertandingan.
“Di tengah efisiensi anggaran yang juga dialami oleh berbagai provinsi lain, Dispora Kaltim berkomitmen mengalokasikan dana Rp20 miliar tersebut secara ketat pada pos-pos substansial. Pembiayaan difokuskan untuk perangkat pertandingan, honorarium panitia, konsumsi, akomodasi pokok, serta transportasi pulang-pergi ofisial dan wasit,” kata Rasman, Rabu (26/8/2026).
Sejumlah kebutuhan nonprioritas dicoret. Pengadaan sepatu, kaos, topi hingga tracksuit atau jaket tidak lagi masuk pembiayaan utama.
Honorarium juga dipangkas hingga 50 persen. Sementara transportasi kontingen akan dikoordinasikan secara kolektif menggunakan armada bersama untuk menekan biaya operasional.
Dengan skema tersebut, kebutuhan tambahan yang sebelumnya mencapai sekitar Rp16 miliar dapat ditekan menjadi Rp4-5 miliar.
TUAN RUMAH DIMINTA AJUKAN TAMBAHAN
Dispora meminta Pemkab Paser dan PB Porprov memaksimalkan potensi lokal. Sejumlah kebutuhan teknis lapangan juga diarahkan menjadi tanggung jawab penyelenggara.
“PB diminta untuk memaksimalkan potensi lokal serta menangani pembiayaan operasional teknis lapangan, seperti penyewaan tenda, sound system, podium, hingga perangkat komunikasi di arena pertandingan,” ujar Rasman.
Untuk menutup kekurangan anggaran, tuan rumah diminta segera mengajukan permohonan resmi kepada Gubernur Kaltim.
“Secara administratif, pihak tuan rumah didorong untuk segera mengajukan surat permohonan resmi kepada Gubernur Kaltim terkait tambahan anggaran yang dibutuhkan,” katanya.
Selain pendanaan, kesiapan venue masih menjadi perhatian. Dispora menyiapkan opsi memindahkan pertandingan apabila pembangunan venue suatu cabang olahraga belum selesai menjelang pelaksanaan.
Langkah tersebut dilakukan agar keterlambatan pembangunan fasilitas tidak sampai mengganggu pertandingan.
Porprov Kaltim di Paser diproyeksikan diikuti sekitar 8.000 hingga 10.000 atlet dan ofisial. Jumlah tersebut sekaligus memunculkan persoalan kapasitas akomodasi di daerah tuan rumah.
Untuk mengurangi penumpukan peserta, pertandingan dirancang berlangsung selama 14 hari. Kontingen dan cabang olahraga dapat datang serta meninggalkan Paser menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing.
Pemprov Kaltim juga telah menyalurkan hibah peralatan kepada sejumlah cabang olahraga.
Dengan efisiensi anggaran, penyelenggaraan kini diarahkan kembali pada kebutuhan utama: pertandingan dapat berjalan, venue tersedia dan kebutuhan dasar atlet maupun perangkat pertandingan terpenuhi.
Pewarta: Dimas
Editor: Agus S.




