PT Badak NGL Kukuhkan 45 Penerima Beasiswa BESCA 2026, Perkuat Komitmen Cetak SDM Unggul Kota Bontang

BONTANG – PT Badak NGL kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang, melalui penandatanganan Program Beasiswa (BESCA) 2026. Program yang menyasar siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera ini, menjadi salah satu bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan.

Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 45 peserta didik baru resmi ditetapkan sebagai penerima beasiswa, terdiri dari 10 siswa jenjang SD, 15 siswa SMP, dan 20 siswa SMA. Mereka lolos melalui serangkaian tahapan seleksi mulai dari administrasi, tes akademik, wawancara hingga verifikasi lapangan.

Director & Chief Operating Officer (COO) PT Badak NGL, Feri Sulistyo Nugroho, mengatakan program BESCA merupakan investasi jangka panjang perusahaan, untuk mencetak generasi unggul yang kelak mampu berkontribusi bagi pembangunan Kota Bontang maupun Indonesia.

“Program beasiswa ini ditujukan bagi anak-anak Kota Bontang yang berasal dari keluarga prasejahtera, dan memiliki prestasi baik akademik maupun nonakademik. Mereka akan memperoleh beasiswa penuh mulai jenjang SD, SMP hingga SMA,” ujarnya.

Ia menambahkan, PT Badak NGL juga siap mendukung pengembangan prestasi para penerima beasiswa, termasuk pembiayaan apabila mereka mengikuti berbagai kompetisi.

“Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir. Jika anak-anak mengikuti lomba untuk mengharumkan nama Kota Bontang, Kalimantan Timur maupun Indonesia, perusahaan siap mendukung pembiayaannya,” katanya.

Baca Juga:  Saeful Rizal Usulkan Syarat Jam Mengajar Penerima Insentif Diturunkan Jadi 12 Jam

Feri juga mengungkapkan, hingga 2026, program BESCA telah melahirkan 895 penerima beasiswa, terdiri dari 81 siswa SD, 354 siswa SMP, 404 siswa SMA, dan 56 mahasiswa. Sementara pada tahun ajaran 2026/2027 terdapat 178 penerima beasiswa aktif, dengan total nilai bantuan pendidikan sekitar Rp2,69 miliar.

Menurutnya, banyak alumni BESCA maupun Yayasan Vidatra yang kini berhasil menjadi dokter, dosen, hingga bekerja di berbagai perusahaan nasional, termasuk PT Badak NGL, Pertamina dan sejumlah perusahaan energi lainnya.

“Keberadaan PT Badak harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin melahirkan SDM unggul yang nantinya kembali membangun Kota Bontang,” ucapnya.

Feri juga optimistis keberlangsungan perusahaan akan semakin memperkuat kontribusi di bidang pendidikan. Ia menyebut proses asesmen reaktivasi kilang telah selesai, dan memasuki tahap implementasi konstruksi, dengan target beroperasi pada akhir 2028.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi konsistensi PT Badak NGL dalam mendukung dunia pendidikan melalui program BESCA.

Ia menyebut bantuan pendidikan senilai lebih dari Rp2 miliar tersebut, menjadi bukti kepedulian perusahaan terhadap masa depan anak-anak Bontang.

Baca Juga:  Samad Desak Pemkot Tangani Banjir Rob di Bontang Kuala, Begini Jawaban Wali Kota

“Terima kasih kepada PT Badak atas perhatian, kasih sayang dan komitmennya kepada anak-anak Kota Bontang. Program seperti ini sangat membantu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Neni.

Neni juga mengingatkan para penerima beasiswa, agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Jadilah anak yang berkarakter, rajin, hormat kepada guru, sayang kepada orang tua dan teman-teman. Teruslah berprestasi tanpa merasa sombong, karena masa depan ditentukan oleh usaha kalian sendiri,” pesannya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bontang tetap berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas, meski ruang fiskal mengalami penurunan. Salah satunya dengan mengalokasikan minimal 20 persen APBD untuk pendidikan, memberikan insentif bagi lebih dari 2.100 guru swasta, serta mendukung pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa melalui berbagai program beasiswa daerah.

Pada kesempatan yang sama, salah seorang penerima BESCA 2026, Siti Aisyah, menceritakan perjuangannya hingga berhasil lolos sebagai penerima beasiswa.

Menurutnya, persiapan dilakukan sejak duduk di bangku SMP dengan menjaga prestasi akademik, aktif berorganisasi, mengikuti berbagai kegiatan, hingga memberanikan diri mengikuti perlombaan.

“Saya menyadari nilai akademik saja tidak cukup. Saya terus mencoba berbagai pengalaman baru dan mempersiapkan diri sejak kelas 9, ketika informasi pendaftaran BESCA dibuka. Alhamdulillah semua usaha itu membuahkan hasil,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini Persiapan Terakhir Pelantikan 25 Anggota DPRD Bontang

Ia berharap dapat terus mengembangkan potensi, serta mengharumkan nama sekolah dan Kota Bontang melalui berbagai prestasi.

Rasa syukur juga disampaikan perwakilan orang tua penerima beasiswa, Suwarno. Menurutnya, program BESCA sangat meringankan beban ekonomi keluarga karena seluruh biaya pendidikan ditanggung.

“Kami sangat bersyukur karena anak-anak bisa memperoleh pendidikan berkualitas tanpa biaya. Ini sangat membantu kami, terlebih saya sudah pensiun. Kami berharap program ini terus berlanjut dan kuotanya bisa ditambah karena peminatnya sangat banyak,” ujarnya.

Selain itu, Suwarno juga mengusulkan adanya kemudahan akses bagi orang tua siswa yang mengantar anak ke lingkungan PT Badak, seperti pemberian stiker khusus kendaraan agar proses masuk kawasan perusahaan lebih efisien.

Program BESCA menjadi salah satu program unggulan tanggung jawab sosial PT Badak NGL di bidang pendidikan. Melalui kolaborasi bersama Yayasan Vidatra dan Pemerintah Kota Bontang, perusahaan berharap semakin banyak generasi muda berprestasi yang lahir dan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.