Sahib Beberkan Dampak Buruk Alih Fungsi Trotoar Jadi Tempat Parkir

BONTANG – Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menyoroti dampak negatif dari beralih fungsinya trotoar di Bontang menjadi tempat parkir kendaraan.

“Trotoar dibangun untuk pejalan kaki. Kalau dipakai parkir, otomatis fungsinya hilang. Warga yang jalan kaki akhirnya terdorong ke jalan raya,” ujar Sahib di Bontang, Kamis (25/6/2026).

Menurut Sahib, pembiaran terhadap parkir di trotoar bisa menimbulkan dua masalah sekaligus. Pertama, keselamatan pejalan kaki terganggu. Kedua, infrastruktur cepat rusak karena tidak didesain menahan beban kendaraan.

Ia menjelaskan kerusakan trotoar akibat beban kendaraan akan menambah beban APBD. Dana perbaikan yang seharusnya bisa untuk pembangunan lain terpaksa dialihkan untuk menambal fasilitas yang rusak lebih cepat dari usia pakainya.

“Kalau terus dibiarkan, yang rugi pemerintah. Anggaran habis hanya untuk memperbaiki hal yang sebenarnya bisa dicegah. Padahal trotoar itu jelas bukan lahan parkir,” tegasnya.

Selain aspek anggaran, Sahib juga menekankan aspek ketertiban ruang publik. Jika tidak ditindak sejak awal, kebiasaan parkir di trotoar akan dianggap wajar dan menyebar ke titik-titik lain di kota.

Baca Juga:  Ini Pandangan Fraksi DPRD Bontang Terkait RAPBD 2023

Ia mendorong Dinas Perhubungan bersama Satpol PP dan instansi terkait meningkatkan patroli serta penindakan sesuai aturan yang berlaku. Penertiban dinilai penting agar trotoar kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

“Fasilitas umum ini dibangun dari uang negara untuk kepentingan bersama. Karena itu harus dijaga dan digunakan sesuai peruntukannya,” pungkas Sahib. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.