BONTANG – Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry, menyoroti kondisi Gedung Rumah Kreasi Milenial (RKM) di kawasan Lapangan HOP I yang hingga kini belum pernah difungsikan, meski telah selesai dibangun sejak beberapa tahun lalu.
Menurutnya, sangat disayangkan bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp5 miliar itu, justru mengalami sejumlah kerusakan sebelum sempat dimanfaatkan masyarakat.
Ia meminta Pemerintah Kota Bontang memastikan seluruh pekerjaan perbaikan dilakukan secara menyeluruh, agar gedung benar-benar siap digunakan setelah rehabilitasi rampung.
“Jangan sampai nanti bangunan selesai direhabilitasi ternyata tetap belum bisa digunakan. Dari kebocoran plafon, toilet dan listrik yang belum bisa difungsikan perlu perbaikan,” ungkapnya.
Ia juga mempertanyakan kualitas perencanaan dan pengawasan saat proyek pembangunan RKM dilaksanakan. Pasalnya, selain belum pernah dipakai, kondisi bangunan dinilai sudah menunjukkan sejumlah kekurangan, seperti kebocoran dan hasil pengecatan yang kurang rapi.
“Dulu bagaimana pengawasannya, dan perencanaannya seperti apa, atau konsultan pengawasnya seperti apa. Karena bangunannya sudah dua tahun dan tidak digunakan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Bontang, Robysai Manassa Malissa, menjelaskan rehabilitasi RKM menjadi bagian dari proyek pengembangan Lapangan HOP I tahap kedua, yang memiliki nilai anggaran sekitar Rp17,5 miliar.
Ia mengatakan, sejumlah pekerjaan yang dilakukan meliputi pemasangan plafon pada bagian luar bangunan, perbaikan beberapa titik yang mengalami kerusakan, hingga pembenahan fasilitas toilet.
Alfin pun berharap setelah proses rehabilitasi selesai, RKM tidak hanya menjadi bangunan yang berdiri megah, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat aktivitas masyarakat. Ia menilai fasilitas tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas seni, musik, hingga berbagai kegiatan anak muda di Kota Bontang.
“Harapannya RKM menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif, musik, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya,” tutupnya
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




