BONTANG – Tak kunjung diguyur hujan di tengah musim kemarau, ribuan warga Kota Bontang mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), Jalan KS. Tubun, Kelurahan Api-Api, Sabtu (5/9/2026) pagi.
Kegiatan tersebut digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bontang, dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Wakil Wali Kota, Agus Haris, Kapolres Bontang, Dandim 0908/Bontang, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan ikhtiar, baik secara lahir maupun batin, dalam menghadapi kondisi kemarau panjang yang terjadi saat ini.
Neni juga mengingatkan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat, selama musim kering.
Berdasarkan data yang disampaikannya, hingga 10 Agustus 2026, tercatat sebanyak 196 kejadian karhutla di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dengan luas lahan terdampak mencapai 388,8 hektare.
Karena itu, masyarakat sangat diminta turut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran. Selain itu agar menggunakan air secara bijak, menjaga instalasi listrik, serta tidak membakar sampah, maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
“Dalam kondisi seperti ini, kita tidak hanya berikhtiar secara lahir, tetapi juga secara batin dengan memohon kepada Allah SWT agar segera diberikan hujan rahmat,” katanya.
Sementara itu di kesempatan yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang, KH. Misbahul Munir mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar dan taubat, sebagai bentuk introspeksi diri sekaligus kepedulian terhadap kelestarian alam.
Pelaksanaan Salat Istisqa tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama. Ribuan jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, sekaligus memberikan keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Kota Bontang.
Salat Istisqa sendiri merupakan salat sunnah yang dilaksanakan ketika terjadi kekeringan atau hujan tak kunjung turun, sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan hujan.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




